

MAROKO -- Aksi kemanusiaan Muhammadiyah di Maroko terus berlanjut. Hingga saat ini, Muhammadiyah melalui MDMC atau Muhammadiyah Disaster Management Center dengan dukungan Lazismu telah menyalurkan bantuan untuk para penyintas. Distribusi logistik telah dilakukan di daerah Tiksite Iqlim, Chichaoua; Desa Ighirmane, Adassil, Chichaoua; dan Desa Tansmakht, Laila Aaziza, Chichaoua. Sementara untuk layanan kesehatan telah dilaksanakan di Desa Ighirmane, Adassil, Chichaoua dan Desa Tansmakht, Laila Aaziza, Chichaoua.
Direktur Utama Lazismu Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Edi Suryanto menjelaskan, pihaknya terus memberikan dukungan bagi aksi kemanusiaan ini. Hal ini sebagai bentuk implementasi hasil Muktamar ke-48 yang berlangsung tahun lalu di Surakarta di antaranya adalah pengabdian kepada kemanusiaan global dan juga Internasionalisasi Muhammadiyah.
"Ini bukan pertama kali Lazismu memberikan dukungan atas aksi kemanusiaan mancanegara. Melalui Pilar Kemanusiaan, Lazismu memastikan agar para penyintas bencana dapat terlayani secara manusiawi," tegas Edi.
Edi juga mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk turut serta membantu aksi kemanusiaan ini dengan menyalurkan bantuan melalui Lazismu. Bantuan tersebut akan disalurkan dengan efektif dan efisien melalui MDMC yang hadir di lapangan.
"Penanganan bencana yang dilakukan oleh MDMC tentu tidak lepas dari dukungan para donatur yang memercayakan bantuannya melalui Lazismu. Mari terus salurkan bantuan melalui Lazismu untuk membantu saudara-saudara kita yang terdampak bencana, baik di dalam maupun di luar negeri.
Aksi kemanusiaan ini juga didukung oleh Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Kerajaan Maroko yang berkoordinasi dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Maroko dan Hilal Ahmar di Chichaoua.
Perwakilan PCIM Maroko menyebutkan, bantuan yang disalurkan oleh Lazismu PP Muhammadiyah kemudian dialokasikan untuk membeli beberapa alat tulis, alat-alat mewarnai, kemudian tas dan mainan yang didistribusikan untuk anak-anak penyintas gempa di Maroko. Selain itu, PCIM Maroko juga membeli beberapa peralatan seperti sanitasi, kebersihan, alat mandi, dan baju musim dingin karena warga Maroko akan menghadapi musim dingin.
Bantuan untuk para penyintas gempa Maroko dapat disalurkan melalui tautan https://lazismu.org/gempamaroko yang ada di web Lazismu. Mari bantu para penyintas gempa Maroko!
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah]

KOTA YOGYAKARTA -- Dengan mengusung konsep berbagi kebaikan dan kegembiraan, Keluarga Besar Mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) bersama Lazismu Wilayah DI Yogyakarta menggelar mini konser amal dalam acara Psychology Acoustic (Psychostic) 2023. Acara yang berlangsung di Cafe Bumi Seduh pada Sabtu (23/09) ini mengangkat tema Jogja Bebas Stunting.
Psychostic merupakan program dari BEM Fakultas Psikologi UAD melalui Departemen SBO dan LSO Psychovocal yang mengajak mahasiswa untuk peduli dengan isu stunting di wilayah DI Yogyakarta. Wakil Dekan Fakultas Psikologi UAD, Badan Pengurus Lazismu Wilayah DI Yogyakarta, jajaran pengurus BEM Fakultas Psikologi UAD, serta mahasiswa Psikologi UAD berbagai Angkatan ikut meramaikan acara tersebut sekaligus memberikan donasi program Jogja Bebas Stunting.
Muhammad Nur Syuhada mewakili Fakultas Psikologi UAD menyambut baik kegiatan ini. "Program konser amal ini merupakan bentuk kreativitas mahasiswa psikologi UAD. Kegiatan amal bekerja sama dengan Lazismu DI Yogyakarta merupakan kegiatan positif, semoga bisa bermanfaat," ujarnya.
Perkembangan kasus stunting di DI Yogyakarta masih timpang. Prevalensi di tingkat provinsi sebesar 16,4 persen, namun untuk daerah Kabupaten Gunungkidul sebesar 35 persen. Hal ini menunjukkan adanya kesenjangan prevalensi stunting di DI Yogyakarta. Berbagai faktor ditengarai menjadi penyebab, di antaranya adalah tingginya tingkat kemiskinan dan rendahnya pemahaman pencegahan stunting.
Purnomo selaku Badan Pengurus Lazismu Wilayah DI Yogyakarta menegaskan, pihaknya turut ambil bagian dalam upaya penurunan angka stunting di DI Yogyakarta. Salah satunya dengan pemberian nutrisi. "Lazismu DI Yogyakarta berupaya ikut bantu program percepatan penurunan stunting di DI Yogyakarta. Target Jogja bebas stunting. Program ini akan menyasar pada keluarga kurang mampu dengan pemberian nutrisi setiap bulannya," tegasnya.
Sebelumnya, program pencegahan stunting dilakukan dengan memberikan nutrisi kepada ibu hamil dan menyusui. Sebanyak 100 penerima manfaat mendapatkan nutrisi setiap bulan selama satu tahun yang tersebar di lima kabupaten/kota di wilayah DI Yogyakarta. Program yang sudah berjalan masuk tahun kedua ini bermitra dengan Pimpinan Wilayah Aisyiyah dan Pimpinan Wilayah Nasyiatul Aisyiyah DI Yogyakarta. Nutrisi yang diberikan berupa protein hewani dan suplemen vitamin
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah/Rizal Firdaus]

KABUPATEN SIDOARJO -- SUMU atau Serikat Usaha Muhammadiyah menjalin sinergi, kolaborasi, dan simbiosis mutualisme dengan Lazismu Kabupaten Sidoarjo dalam menjalankan program Pemberdayaan UMKM. Hal ini dicetuskan dalam acara "Kopdar #1 SUMU Korda Sidoarjo yang bertempat di ruang rapat kantor Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sidoarjo pada Sabtu (30/09).
Pada kesempatan ini, Ketua Korda SUMU Sidoarjo Samsul Sudhibiyo menyampaikan harapannya agar SUMU yang baru terbentuk dapat membangun sinergi dan menjadi penggerak potensi usaha bagi anggotanya. "Semoga kehadiran SUMU dapat memberikan nilai lebih dan manfaat terhadap lingkungan sekitar. Sehingga dapat mengeksplorasi potensi Sidoarjo, memberi manfaat terhadap umat," harapnya.
Sementara itu, Hifni Solikhin selaku Ketua Badan Pengurus Lazismu Kabupaten Sidoarjo menyampaikan bahwa seiring dengan pertumbuhan bisnis yang semakin berkah, maka sudah seharusnya turut meningkatkan target anggaran zakat, infak, dan sedekah. "Sebagai bagian dari gerakan dakwah di lingkungan persyarikatan Lazismu, dan SUMU harus bisa membangun sinergi, kolaborasi, dan membentuk simbiosis mutualisme agar saling menguntungkan," ujarnya.
Hifni pun meminta agar para penerima manfaat program Pemberdayaan UMKM Lazismu agar mendapatkan pendampingan dari SUMU. Selain itu, SUMU dapat memanfaatkan majalah yang diterbitkan oleh Lazismu, baik cetak maupun digital. "Setiap bulan Lazismu menerbitkan majalah baik cetak maupun bentuk pdf yang diedarkan ke amal usaha Muhammadiyah dan donatur. Silakan dimanfaatkan untuk promosi usaha anggota SUMU," ajaknya.
SUMU Korda Sidoarjo yang baru saja terbentuk ini telah mengadakan skrining potensi anggota. Tujuannya adalah untuk mengklasifikasikan jenis usaha dan produk agar sesuai dengan kategorinya guna dilakukan mentoring yang sesuai dengan arah pengembangan usaha tersebut.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah/Yekti Pitoyo]

MESIR -- Lazismu bersama Lembaga Pengembangan Pesantren Pimpinan Pusat Muhammadiyah (LP2PPM) dan Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Mesir menggelar Kick Off Penyerahan Beasiswa Kader Persyarikatan secara daring dan luring pada Jumat (29/09). Acara dengan tema "Investasi Jangka Panjang untuk Persyarikatan" ini menghadirkan Ketua PP Muhammadiyah Dr. K.H. Saad Ibrahim, M.A., Ketua Badan Pengurus Lazismu PP Muhammadiyah Ahmad Imam Mujadid Rais, M.IR., dan Ketua LP2PPM Dr. Masykuri, M.Ed. melalui daring. Selain itu, Koordinator Fungsi Penerangan, Sosial dan Budaya, Rahmat Aming Lasim juga berhadir secara luring di Aula K.H. Ahmad Dahlan, Markaz Dakwah PCIM Mesir.
Ketua PP Muhammadiyah Dr. K.H. Saad Ibrahim, M.A. berpesan, ada tiga hal yang perlu diingat oleh mahasiswa. Pertama, di samping belajar juga berorganisasi. Kedua, mahasiswa tersebut juga bekerja dengan tetap memprioritaskan belajar dengan baik. Ketiga, selalu mendoakan kedua orang tua.
Saad juga menekankan bahwa para donatur Lazismu memiliki peran penting dalam terwujudnya program yang dirangkai dengan program Beasiswa Sang Surya Lazismu. Para donatur tersebut telah membantu mempermudah jalan para penerima beasiswa ini dalam menuntut ilmu.
"Atas nama Pimpinan Pusat Muhammadiyah saya mengucapkan terima kasih kepada Lazismu. Di balik Lazismu ada mereka yang menunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui Lazismu. Semoga ini menjadi amal baik bagi semuanya," ujar Saad.
Dalam sambutannya, Ketua Badan Pengurus Lazismu PP Muhammadiyah Ahmad Imam Mujadid Rais, M.IR. menyampaikan bahwa figur ulama sangat dibutuhkan dalam persyarikatan. Terlebih saat ini banyak bermunculan sekolah, pesantren, hingga perguruan tinggi Muhammadiyah. "Kehadiran dai dirasa sangat penting. Bagi teman-teman mahasiswa yang mendapatkan manfaat dari beasiswa ini mohon dipergunakan dengan sebaik-baiknya agar saat kembali ke tanah air dan Muhammadiyah dapat menjadi pengingat bagi umat," tegasnya.
Beasiswa ini, lanjut Rais, merupakan tahap pertama. Ia berharap agar pihaknya dapat berkolaborasi dengan Lazismu tingkat wilayah dan daerah dalam menyalurkan beasiswa sehingga bisa mendapatkan respons positif kepada para donatur, mengingat keberadaan beasiswa ini sangat penting.
"Muhammadiyah seharusnya mampu memberikan beasiswa bagi kader-kadernya sendiri. Alhamdulillah tahap pertama bisa kita mulai dengan kolaborasi dengan banyak pihak di persyarikatan. Harapan kami ini bisa meluas, tidak hanya di Mesir tapi juga di negara-negara lain dengan melihat prioritas LP2PPM dan Lazismu," terang Rais.
Rais juga menghimbau para penerima manfaat untuk mengajak para donatur untuk menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui Lazismu agar penerima manfaat program ini dapat lebih banyak lagi. Dengan demikian, investasi bagi kader-kader persyarikatan yaitu ustadz dan ustadzah bisa menutup keperluan mereka dalam menjalankan tugasnya.
Sementara itu, Ketua LP2PPM Dr. Masykuri, M.Ed. menyebutkan, visi pengembangan bidang pesantren adalah terwujudnya pendidikan pesantren yang berbasis Al Islam dan Kemuhammadiyahan berwawasan Islam Berkemajuan sebagai karakter utama, holistik integratif, serta menghasilkan lulusan yang berkemajuan dengan etos pembelajar sepanjang hayat yang mampu menjawab kebutuhan zaman dengan tata kelola pendidikan yang unggul, berdaya saing, global, dan inklusif.
"Perkembangan pesantren Muhammadiyah sejak akhir tahun 2015 sampai hari ini cukup menggembirakan. Dari 127 pondok pesantren pada akhir tahun 2015 saat ini telah berjumlah 440 pondok pesantren, tersebar di 27 provinsi di Indonesia," ungkap Masykuri.
Namun perkembangan jumlah pesantren yang menggembirakan ini belum diimbangi dengan penyediaan ustadz ustadzah yang cukup, sesuai dengan kompetensi yang seharusnya. Oleh karena, tutur Masykuri, itu perlu adanya akselerasi penyediaan ustadz ustadzah agar secara bertahap kekurangan ini bisa dipenuhi.
"Oleh karena itu kami bersinergi dengan Lazismu PP Muhammadiyah dan juga bekerja sama dengan Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah untuk memprogramkan seribu ustadz ustadzah sampai dengan akhir periode 2027 nanti," pungkas Masykuri.
Pada tahun ini beasiswa tahap awal yang diperoleh dari Lazismu PP Muhammadiyah akan diperuntukkan bagi 20 orang kader PCIM dan Pimpinan Cabang Istimewa Aisyiyah (PCIA). 4 orang akan selesai pada akhir tahun, sementara 16 orang masih berada pada tingkat 3 dan 4. Wawancara pun telah dilakukan kepada calon penerima beasiswa dengan didampingi oleh orang tua atau wali untuk memastikan agar para penerima beasiswa ini setelah lulus akan kembali untuk mengabdi kepada pesantren-pesantren Muhammadiyah.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah]

KABUPATEN BANGKALAN -- Majelis Telkomsel Taqwa (MTT) Jawa Timur memercayakan penyaluran dana zakat melalui Lazismu Wilayah Jawa Timur. Penyaluran ini berupa bantuan untuk 5 usaha sangat kecil dan 100 paket bahan pangan kepada warga di Desa Lomaer, Kecamatan Blega, Kabupaten Bangkalan. Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan MTT Jawa Timur Ahmad Imam Ramdhani, Wakil Ketua Badan Pengurus Lazismu Wilayah Jawa Timur Aditio Yudono, Ketua Badan Pengurus Lazismu Kabupaten Bangkalan Muhammad Heru Aliansyah beserta amil Zaiful Anam, serta Lurah atau Kelebun dan jajarannya di Balai Desa Lomaer.
Bantuan yang disalurkan pada Sabtu (16/09) ini berupa rombong atau gerobak usaha dan uang modal kerja super mikro kepada 5 orang warga. Para penerima bantuan merupakan pedagang skala sangat kecil yang juga berasal dari asnaf miskin. Beberapa diantaranya adalah janda. Mereka berjualan makanan seperti sate, aneka jajanan, minuman ringan, nasi lauk, dan kudapan. Pada kesempatan ini, RendangMu produk qurban Lazismu turut dibagikan kepada penerima manfaat.
Wakil Ketua Badan Pengurus Lazismu Wilayah Jawa Timur yang membidangi pendistribusian dan penyaluran, Aditio Yudono mengungkapkan bahwa kedatangan rombongan dari Surabaya ini adalah untuk menjalin silaturahim antara MTT, para muzakki dan warga yang merupakan mustahik. "Alhamdulillah bahwa kedatangan Lazismu, selain mengantarkan muzakki yaitu MTT Telkomsel Jawa Timur juga hendak menjalin hubungan silaturahim dengan warga Desa Lomaer. Lazismu bertugas menjadi jembatan penghubung antara muzakki dan mustahik," ungkapnya.
Lebih jauh, Aditio menjelaskan bahwa pihaknya memiliki program-program yang menyentuh kebutuhan masyarakat, baik di bidang ekonomi, sosial, pendidikan, maupun kesehatan. Selain rombong usaha, Lazismu juga menjalankan program bantuan air bersih guna membantu warga yang kekurangan air bersih. Ia juga mengajak warga yang mengalami kekeringan dan kekurangan air serta memerlukan pasokan air bersih untuk berkoordinasi dengan Lazismu.
"Semoga bantuan ekonomi rombong usaha ini dapat membantu warga dalam menjalankan usaha kecil sehingga dapat meningkatkan penghasilan keluarga. Semoga pula bantuan ini bisa menjadi berkah bagi yang menerima dan menjadi berkah pula bagi muzakki yang menitipkan dana zakatnya melalui MTT dan Lazismu," harap Aditio.
Mewakili MTT Jawa Timur, Ahmad Imam Ramdhani mengatakan bahwa Majelis Telkomsel Taqwa adalah perkumpulan yang menggerakkan karyawan muslim Telkomsel untuk menunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) serta melaksanakan kegiatan keagamaan di lingkungan perusahaan. MTT juga memiliki banyak kegiatan sosial. Di samping membantu penyaluran paket sembako, bantuan ekonomi, ada pula kegiatan khitanan masal yang biasanya dilaksanakan pada masa liburan anak-anak sekolah nanti.
"Perkenalkan kami dari Majelis Telkomsel Taqwa, sebuah perkumpulan karyawan di perusahaan Telkomsel yang bertugas menghimpun dana ZIS dari gaji karyawan Telkomsel yang dipotong setiap bulan dan menyalurkannya bekerja sama dengan Lembaga Amil Zakat seperti Lazismu ini. Kami juga melaksanakan kegiatan-kegiatan keagamaan untuk karyawan di lingkungan Telkomsel dan masyarakat sekitar kantor," terangnya.
100 orang penerima bantuan paket bahan pangan kemudian menerima bantuan yang terdiri dari beras, mie instan, RendangMu dan Al-Qur'an. Sedangkan penerima bantuan rombong usaha diperbolehkan membawa pulang bantuannya ditambah dengan modal kerja mikro sebesar Rp. 250 ribu per orang.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah]

KABUPATEN MAROS -- Musibah kebakaran terjadi pada Jumat (22/09) subuh yang menghanguskan 10 unit rumah di Kelurahan Pettuadae, Kecamatan Turikale, Kabupaten Maros. 6 unit di antaranya merupakan perumahan guru SD 39 Kassi, sementara sisanya adalah rumah milik warga. Kejadian ini kemudian direspons oleh Lazismu Wilayah Sulawesi Selatan untuk memberikan bantuan kepada keluarga yang terdampak musibah tersebut.
Bekerja sama dengan Muhammadiyah Disaster Management Center atau MDMC, Lazismu Wilayah Sulawesi Selatan di bawah komando Muhammad Alwiansyah bergerak melakukan kaji cepat. Selain itu, koordinasi dilakukan dengan pihak terkait guna menentukan bantuan yang tepat untuk penyintas. Akhirnya diputuskan untuk memberikan bantuan berupa alat memasak atau rice cooker sebanyak delapan unit kepada keluarga penyintas kebakaran.
Ketua Badan Pengurus Lazismu Wilayah Sulawesi Selatan, Mahmuddin mengungkapkan bahwa pihaknya berharap agar warga yang terdampak dapat pulih secepat mungkin. Ia pun datang menyerahkan bantuan secara langsung di lokasi kejadian. "Lazismu Maros juga mendapat tanggung jawab sebagai perpanjangan tangan Lazismu Sulawesi Selatan untuk terus mendampingi dan membantu korban hingga pemulihan benar-benar tercapai," ungkapnya.
Salah satu warga yang mendapatkan bantuan pada Kamis (28/09), Haeruddin Rahim, mengucapkan rasa syukur dan terima kasih kepada Lazismu yang telah memberikan peralatan memasak untuk menggantikan peralatan rumah tangganya yang ikut hangus terbakar. "Terima kasih sekali lagi atas bantuan yang diberikan," ujarnya.
Meski tidak ada korban jiwa dalam kebakaran tersebut, sedikitnya tujuh rumah habis terbakar dan delapan kepala keluarga pun terdampak. Diduga kebakaran ini akibat korsleting listrik di salah satu rumah yang terbakar. Bantuan yang diberikan oleh Lazismu Wilayah Sulawesi Selatan ini merupakan bentuk kolaborasi yang efektif dalam membantu masyarakat yang terkena musibah.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah/Bayu]

