

KOTA PALEMBANG -- Kepedulian terhadap warga miskin kembali ditunjukkan oleh Lazismu Wilayah Sumatra Selatan. Bertempat di Gedung Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sumatra Selatan, Jumat (04/08), para penerima manfaat yang terdiri dari tukang becak, buruh panggul, dan pedagang jamu gendong mendapatkan bantuan berupa paket sembako. Bantuan ini berasal dari pengelolaan amanah dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang dikelola Lazismu.
Acara penyerahan bantuan ini dihadiri oleh perwakilan dari PWM Sumatra Selatan Ridwan Hayatuddin serta Ayat Parsah yang membidangi Lazismu Wilayah Sumatra Selatan. Selain itu juga berhadir Ketua Badan Pengurus Lazismu Wilayah Sumatra Selatan H. Haris Jumadi, perwakilan IKesT Muhammadiyah Palembang, Lazismu Kota Palembang, dan Ustad Muhammad Zainuddin Nawi yang sekaligus memberikan tausyah pada kesempatan tersebut.
Sebelum melaksanakan program tersebut, Lazismu Wilayah Sumatra Selatan terlebih dahulu melakukan pendataan kepada calon penerima manfaat sehingga mereka benar-benar layak menerima bantuan. Selain itu, Lazismu Sumatra Selatan juga menyalurkan bantuan melalui Program Gizi dan Pencegahan Stunting, Sayangi Lansia, Pemberdayaan Disabilitas, Pemberdayaan UMKM, Peduli Guru Mengaji atau Guru Honor, serta Program Yatim Tersenyum.
Bantuan berupa paket sembako kemudian diberikan kepada 70 penerima manfaat yang berisi beras 10 kg, gula 1 kg, dan minyak goreng 1 liter per paket. Total penyaluran bantuan adalah senilai sepuluh juta rupiah kepada tukang becak, buruh panggul, dan pedagang jamu gendong yang ada di sekitar Kota Palembang.
Lazismu Wilayah Sumatra Selatan diharapkan dapat terus membantu permasalahan ekonomi masyarakat Sumatera Selatan serta semakin banyak penerima manfaat yang dapat dibantu. Hal ini dapat terwujud dengan banyaknya masyarakat yang memercayakan dana ZIS melalui Lazismu sehingga dapat disalurkan kepada mereka yang berhak menerimanya.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah]

KABUPATEN BANYUMAS -- Jasa besar para guru acapkali terlupakan oleh kita. Melalui program Peduli Guru, Lazismu Kabupaten Banyumas mengapresiasi para pahlawan tanpa tanda jasa ini setiap bulan dengan memberikan subsidi. Sasarannya adalah para guru honorer yang ada di wilayah Kabupaten Banyumas.
Pada Senin (07/08), bantuan tersebut diberikan kepada guru-guru yang aktif mengajar di empat sekolah berbeda. Antara lain TK ABA Bojongsari, TK ABA Pliken, KB Aisyiyah Pelita Hati Kembaran dan TK ABA Kramat. Total bantuan yang diberikan senilai Rp. 3.150.000,- kepada para guru tersebut.
Fika, salah satu guru penerima bantuan ini menuturkan pengalamannya selama mendidik anak-anak. Menurutnya, anak-anak tersebut menjadi motivasinya dalam mendidik. "Alhamdulillah, saya sebagai guru tidak merasa capek. Paling kalau sudah di rumah sedikit terasa, tetapi setelah ketemu anak-anak rasa capeknya hilang," tutur guru di TK ABA Bojongsari ini.
Lazismu Kabupaten Banyumas menegaskan kepada seluruh masyarakat bahwa semua guru adalah bagian dari pahlawan yang berjasa dalam terwujudnya generasi emas Indonesia. Oleh karena itu, kesejahteraan mereka merupakan salah satu wujud dari apresiasi kita terhadap apa yang telah mereka berikan. Hal ini bertepatan dengan momentum bulan Agustus, yaitu Hari Kemerdekaan RI.
Melalui gerakan zakat, infak, dan sedekah (ZIS), Lazismu Kabupaten Banyumas berupaya menguatkan sifat gotong royong dan saling membantu di dalam masyarakat. Salah satu penyaluran dari dana ZIS tersebut adalah kepada para guru honorer yang ada di wilayah Kabupaten Banyumas. Kesejahteraan para guru adalah bentuk kepedulian kita kepada pahlawan pendidikan ini.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah/Romi Zarida]

KABUPATEN BREBES -- Kejadian bencana alam tanah bergerak di Dukuh Legok, RT 03 RW 01, Desa Cilibur, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah pada 2021 lalu mengakibatkan 44 rumah warga mengalami kerusakan parah sehingga tidak bisa ditempati lagi. Melihat kondisi tersebut, Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah melalui Lazismu Wilayah Jawa Tengah memberikan bantuan pembuatan rumah permanen layak huni. Penyaluran bantuan bekerja sama dengan Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Disperakim) Provinsi Jawa Tengah serta Pemerintah Daerah setempat.
Lokasi relokasi rumah tersebut dibangun di atas lahan seluas 2.500 meter persegi. Lahan ini merupakan tanah wakaf keluarga Haji Hudori yang juga merupakan Ketua Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Cilibur. 35 unit rumah dengan ukuran masing-masing rata-rata 6,5 x 6,5 meter persegi saat ini hampir 80 persen selesai. Pembangunan rumah tersebut mendapatkan bantuan dana sebesar 220 juta rupiah untuk biaya pembuatan pondasi rumah dan PWM Jawa Tengah melalui Lazismu Wilayah Jawa Tengah.
Ketua PWM Jawa Tengah, Kyai Tafsir menyampaikan bahwa bantuan ini merupakan tahap pertama. Rencananya akan disusul dengan bantuan tahap kedua. "Ini adalah bantuan tahap pertama yang diberikan oleh Muhammadiyah Jawa Tengah, yakni sebesar 220 juta rupiah. Berikutnya, Insya Allah kami akan memberikan bantuan tahap kedua berupa bantuan untuk membuat infrastruktur jalan di komplek perumahan," ujarnya.
Manajer Area Lazismu Wilayah Jawa Tengah, Ikhwanushoffa menyampaikan, program ini merupakan respons dari bencana alam tanah bergerak yang terjadi pada tahun 2021 silam. "Program ini adalah respon bencana tanah bergerak yang terjadi tahun 2021. Saat itu Lazismu se-Jawa Tengah melakukan penggalangan untuk bencana yang banyak terjadi kala itu, antara lain banjir dan tanah bergerak. Saat ini untuk penyintas tanah bergerak bisa kita realisasikan," ungkapnya.
Ikhwan menambahkan, bangunan tempat tinggal yang dibangun berupa hunian tetap (huntap). Kekuatannya mampu menahan gempa dengan kekuatan cukup besar. "Huntap yang turut kita bantu menggunakan konstruksi model struktur RUSPIN (Rumah Unggul Sistem Panel Instan). Menurut pihak Disperwaskim Brebes, dalam uji laboratorium rumah model ini mampu menahan gempa hingga 7 SR, sehingga sangat tepat untuk kawasan tanah bergerak," imbuhnya.
Sementara itu, Sub Koordinator Perumahan Formal dan Swadaya Disperakim Kabupaten Brebes, Irfanuddin mengungkapkan bahwa pihaknya akan segera menyelesaikan bangunan rumah tersebut agar segera diresmikan dan bisa dihuni oleh warga penyintas. "InsyaAllah kami targetkan bulan Oktober ini sudah selesai, sehingga pada bulan Desember 2023 sudah bisa diresmikan dan ditempati oleh warga, sehingga tidak ada lagi kekhawatiran warga untuk tinggal di rumah yang saat ini mereka huni dengan kondisi yang sangat parah dan rawan roboh," terangnya.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah/Samsudin]

KOTA BANJARMASIN -- Kantor Layanan (KL) Lazismu Al Furqan kembali menyalurkan dana zakat, infak, dan sedekah yang dikelola kepada para penerima manfaat, yaitu warga dhuafa, janda, petugas masjid, dan pemulung. Bantuan tersebut disalurkan pada Sabtu (05/08) di halaman Masjid Al Furqan yang berada di Jalan Bumi Mas Kota Banjarmasin. Bantuan yang diberikan beragam, seperti insentif guru, bantuan UMKM, dan paket sembako.
Riza Abdi selaku Staf Program dan Penghimpunan KL Lazismu Al Furqan menjelaskan, kegiatan yang dilaksanakan kali ini berupa penyaluran 50 paket sembako untuk kaum dhuafa, janda, petugas masjid dan pemulung. Pihaknya juga menyalurkan bantuan UMKM untuk penjual nasi kuning. Ada juga bantuan berupa Beasiswa Sang Surya. Sebelumnya juga telah diberikan bantuan untuk Hizbul Wathan dan Ikatan Pelajar Muhammadiyah.
"Dari kuantitas rutin tiap bulan. Cuma jika anggaran penghimpunan tidak banyak, biasanya dua bulan sekali. Alhamdulillah tahun 2023 ini tiap bulan kami melakukan penyaluran," terang Riza.
Untuk penerima bantuan, lanjut Riza, ada beberapa penerima manfaat yang sama karena diutamakan orang-orang yang tinggal di sekitar KL Lazismu Al Furqan. Selain itu juga ada penerima manfaat yang berbeda. "Kami dari Kantor Layanan Lazismu Al Furqan mengucapkan terima kasih kepada seluruh donatur dan muzakki yang sudah memberikan amanah dan kepercayaannya untuk menyalurkan zakat dan infaknya ke Kantor Layanan Lazismu Al Furqan. Alhamdulillah hari ini sudah kami salurkan," tegasnya.
Mahlan yang berprofesi sebagai petugas masjid mengaku telah mendapatkan bantuan sembako dari KL Lazismu Al Furqan setiap bulan, termasuk dalam kegiatan ini. Ia sangat bersyukur atas bantuan tersebut. "Sangat senang karena setiap bulan mendapatkan bantuan. Mudah-mudahan yang memberi bantuan mendapatkan berkah dan usahanya juga dilancarkan oleh Allah SWT, disehatkan keluarganya," harapnya.
Senada dengan Mahlan, Guru Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPA) Al Furqan, Muhammad Noor menuturkan bahwa bantuan yang diterimanya ini dapat meringankan hidupnya. Tak hanya insentif, ia juga mendapatkan bantuan paket sembako. Ia pun telah mendapatkan bantuan tiap bulan sejak tahun 2020 lalu.
"Alhamdulillah. Bantuan Lazismu Al Furqan dapat meringankan kami, khususnya untuk guru. Untuk gaji cukup lumayan. Alhamdulillah dari Lazismu Al Furqan menambahkan sembako yang nanti diselingi dengan uang juga. Membantu untuk gurunya, juga membantu dari fasilitas TPA seperti meja, papan tulis, dan lainnya," ujar Muhammad Noor yang sudah mengajar sejak 2015 ini.
Sedangkan Mila, seorang pelaku UMKM yang berjualan nasi kuning di Jalan Melati Indah mengaku baru pertama kali mendapatkan bantuan tersebut. Ia telah mengajukan bantuan UMKM sekitar dua bulan yang lalu. "Alhamdulillah. Mudah-mudahan dengan bantuan ini bisa berjualan lebih meningkat dan menambah untuk biaya hidup," pungkasnya.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah]

KOTA PEKANBARU -- Lazismu Kota Pekanbaru kembali melebarkan sayap dengan meresmikan Kantor Layanan (KL) di tingkat ranting. KL ini dibukan dalam rangka untuk dapat membantu serta mewadahi masyarakat dalam menunaikan zakat, infak, dan sedekah secara luas. KL Lazismu resmi berdiri di Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Air Dingin di bawah Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Bukit Raya. Acara peresmian tersebut berlangsung pada Ahad (30/07).
Agung Pramuryantyo selaku Manajer Lazismu Kota Pekanbaru berharap agar dengan adanya KL Lazismu yang baru ini dapat membantu masyarakat sekitar. "Alhamdulillah hari ini acara peresmian kantor Pimpinan Ranting Muhammadiyah serta Kantor Layanan Lazismu. Semoga dapat membantu permasalahan masyarakat sekitar. Berzakat, infak, dan sedekah bisa datang ke sini," tuturnya.
Sementara itu, Ketua PRM Air Dingin, Dr. Aidil Haris, S.Sos. mengungkapkan rasa syukurnya atas peresmian kantor tersebut. Ia berharap KL Lazismu yang baru ini dapat memudahkan masyarakat dalam menunaikan zakat, infak, dan sedekah. Menurutnya, Lazismu dapat mengelola dana umat dengan baik dan membantu masyarakat Kota Pekanbaru.
"Alhamdulillah diharapkan dengan adanya kantor ini dapat memberikan kemudahan kepada masyarakat yang ingin berzakat, infak, dan sedekah di Lazismu Pekanbaru. Jadi kepada bapak, ibu, serta mahasiswa KKN dari Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) dapat memercayakan di Lazismu. Uang tersebut dikelola dengan baik serta disalurkan sesuai program yang telah di canangkan untuk membantu masyarakat Pekanbaru," jelasnya.
Dalam peresmian tersebut juga diadakan pengajian yang diisi oleh Ustadz Marabona Munthe. Setelah acara pengajian dilanjutkan dengan pemberian bantuan berupa lima paket sembako untuk lima orang anak stunting di Kelurahan Air Dingin, kemudian ditutup dengan foto bersama.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah/Ririn]

KABUPATEN LABUHANBATU UTARA -- Khitanan massal digelar oleh Lazismu Kabupaten Labuhanbatu Utara di Masjid Taqwa, Ranting Aekkanopan Barat, Kecamatan Kualuh Hulu. Kegiatan yang berlangsung pada Ahad (30/07) ini merupakan bentuk kerja sama dengan Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Aek Kanopan Barat. Turut berhadir unsur PRM Aek Kanopan Barat, Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Aek Kanopan, dan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Labuhanbatu Utara, serta para pengurus Lazismu Kabupaten Labuhanbatu Utara.
Dalam sambutannya, Ketua PRM Aek Kanopan Barat, H. Ilyas Harahap mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang turut andil dalam kegiatan khitanan pada tahun ini. Total keseluruhan peserta yang mengikuti khitanan massal tahun ini adalah 34 orang anak dan ada 11 tenaga kesehatan yang terlibat dalam acara tersebut.
"Terima kasih kepada bapak/ibu orang tua yang sudah membawa anak-anak untuk khitanan massal yang diadakan PRM Aek Kanopan Barat. Kami sangat berbahagia dengan antuasias masyarakat begitu besar hingga acara khitanan ini dihadiri mayoritas masyarakat Kecamatan Kualuh Hulu dan Kualuh Selatan. Tentunya kegiatan ini rutin kita laksanakan setiap bulan Muharram ini merupakan sunnah nabi untuk anak-anak agar hidup lebih bersih. Kali ini kita juga bekerja sama dengan Lazismu Labuhanbatu Utara," ucapnya.
Sementara itu, Sekretaris Badan Pengurus Lazismu Kabupaten Labuhanbatu Utara, Khoirul Lubis mengapresiasi kegiatan ini. Menurutnya, khitanan massal merupakan bagian dari program Lazismu pada bidang kesehatan. "Khitanan masal merupakan agenda Lazismu di bidang kesehatan. Sebulan yang lalu kita bekerja sama dengan PRM di Desa Parpaudangan, hari ini kita di PRM Aekkanopan. Kita ucapkan terima kasih dan segera lekas sembuh kepada 34 anak-anak yang telah dikhitan. Walaupun ada 6 anak yang batal karena takut bisa mencoba lagi di tahun depan," ujarnya.
Khitanan massal ini juga membuat para orang tua turut antusias dengan mengantarkan dan menemani anak-anaknya. Khitanan juga merupakan anjuran dalam agama Islam dan kegiatan ini memudahkan serta membantu para orang tua. Hal ini disampaikan oleh salah satu orang tua peserta khitanan tersebut. "Kami sangat terbantu dan berterima kasih kepada Muhammadiyah, tidak dimintai biaya apapun dan dikasih uang saku. Tentunya ini kegiatan yang sangat luar biasa bahkan ada anak yang difasilitasi transportasinya," ungkapnya.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah]

