

KABUPATEN BONDOWOSO -- Bersama Lazismu Kabupaten Bondowoso, Lazismu Wilayah Jawa Timur mendistribusikan RendangMu kepada 116 penerima manfaat di sekitar Masjid Babussalam Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Prajekan, Kabupaten Bondowoso. Kegiatan ini dilaksanakan bertepatan dengan Pengajian Ahad Pagi oleh Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Bondowoso, Muhammad Malik, M.Ag. pada Ahad (16/07).
Tidak hanya RendangMu, Lazismu Wilayah Jawa Timur juga membagikan Al-Qur'an dan Mie Helti, produk mie sehat dari Koperasi Syariah Amil (Syamil). Selain itu, Lazismu Kabupaten Bondowoso juga membagikan 150 School Kit kepada anak-anak sekolah dari keluarga kurang mampu di sekitar Masjid Babussalam Prajekan. RendangMu merupakan produk qurban kemasan berupa makanan olahan rendang dalam kemasan kaleng. RendangMu sangat sesuai dengan program ketahanan pangan karena mampu bertahan lama dan mudah untuk didistribusikan.
Pengalengan daging qurban telah dilakukan untuk kali ketujuh sejak tahun 2017 oleh Lazismu Wilayah Jawa Timur. Ketahanannya bisa mencapai 2 tahun. Pada awalnya, RendangMu diperuntukkan sebagai persediaan makanan ketika terjadi bencana. Seiring dengan waktu, RendangMu dipergunakan untuk program ketahanan pangan yang tidak hanya bermanfaat ketika keadaan darurat bencana namun juga untuk ketersediaan pangan berkelanjutan.
Dalam proses distribusi selain melalui jalur struktural, Lazismu Wilayah Jawa Timur juga bermitra dengan berbagai kelompok atau komunitas masyarakat, salah satunya dengan Kelompok Jamaah Masjid. Melalui takmir masjid RendangMu juga dibagikan kepada fakir, miskin, ibnu sabil dan fisabilillah yang merupakan asnaf penerima zakat.
Hasil daging qurban yang diperoleh tahun ini sebanyak 22 ton. Daging yang diolah dan dikemas menjadi RendangMu dan KornetMu dalam kemasan kaleng sebanyak 18,5 ton, sedangkan 3,5 ton lainnya akan diolah menjadi bakso dan cadangan daging beku untuk momen-momen kegiatan umat. Semua ini dilaksanakan untuk mendukung program ketahanan pangan.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah]

KABUPATEN MALANG -- Pembukaan Muktamar ke-4 Gerakan Kepanduan Muhammadiyah Hizbul Wathan (HW) yang dilaksanakan di Dome Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Kamis (27/07) dimeriahkan dengan penyerahan 2.500 Al-Qur'an kepada para peserta Kemah Akbar Nasional yang berlangsung pada tanggal 26-29 Juli 2023. Penyerahan dilakukan secara simbolis oleh Lazismu Badan Pengurus Lazismu Wilayah Jawa Timur, Imam Hambali bersama Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur, Dr. M. Sholihin yang diterima oleh Edy Prajaka selaku Ketua Panitia Pelaksana Muktamar HW 2023.
Aditio Yudono selaku Wakil Ketua Badan Pengurus Lazismu Wilayah Jawa Timur menerangkan, bantuan Al-Qur'an ini merupakan bagian dari program Tebar Sejuta Al-Qur'an yang dimiliki oleh Lazismu. Penyaluran Al-Qur'an ini ditujukan kepada para ustadz, dai/mubaligh, santri, pelajar, dan aktivis dari pelosok serta kawasan pedalaman di tanah air.
"Kebetulan para peserta Kemah Akbar Nasional HW 2023 ini termasuk dalam kategori tersebut dengan asnaf fisabilillah, sehingga penyaluran Kado Al-Qur'an kepada peserta Kemah Akbar HW ini dirasakan sesuai, tepat sasaran, efektif, dan efisien," jelas Aditio.
Lazismu Wilayah Jawa Timur, imbuh Aditio, pada tahun ini telah mencetak puluhan ribu Al-Qur'an yang sesuai dengan standar mushaf Kementerian Agama RI. Selama bulan Ramadhan 1444 H lalu Lazismu Wilayah Jawa Timur telah menebar ribuan Al-Qur'an kepada para pelajar, santri, dan dai di kawasan Kota Surabaya, Kabupaten Sidoarjo dan sekitarnya, serta beberapa daerah di Jawa Timur. Program ini berada di bawah Pilar Sosial Dakwah yang dilaksanakan oleh Lazismu Wilayah Jawa Timur.
Peserta Kemah Akbar yang berjumlah 2.500 personil itu berasal dari berbagai wilayah dan daerah se-Indonesia, mulai dari Aceh hingga Papua. Mereka adalah para anggota "Padvinder" atau Pandu, mulai dari anak-anak tingkat SD hingga mahasiswa dan dewasa, bahkan Pandu Wreda atau lansia dari berbagai kalangan. Kemah Akbar Nasional HW menjadi acara pendukung Muktamar yang berlangsung di area kampus UMM selain stand pameran UMKM.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah]

KABUPATEN SIDOARJO -- Milad ke-21 Lazismu diperingati oleh Lazismu Wilayah Jawa Timur dengan menggelar Aksi Bagi-bagi Bakso Gratis. Kegiatan ini berlangsung pada peringatan hari lahir Lazismu, Selasa (04/07) lalu. Lazismu didirikan pada tanggal 4 Juli 2002 dengan Surat Keputusan (SK) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah yang saat itu dijabat oleh Prof. Dr. Syafii Ma'arif sebagai Ketua Umum.
Bertempat di Kantor Lazismu Wilayah Jawa Timur, Jalan Jawa Nomor 5, Kecamatan Buduran, Kabupaten Sidoarjo, peringatan Milad ke-21 Lazismu ini berlangsung penuh kegembiraan. Bakso lezat dan nikmat dibagikan secara cuma-cuma kepada warga di sekitar Perumahan Binangun Indah dan pekerja di kompleks industri Buduran. Bahkan, warga yang melintas di depan kantor Lazismu Wilayah Jawa Timur, termasuk para pengendara kendaraan bermotor dan pengemudi ojek online turut mencicipinya.
Wakil Ketua Badan Pengurus Lazismu Wilayah Jawa Timur, Aditio Yudono menuturkan bahwa Aksi Bagi-bagi Bakso Gratis ini merupakan kebiasaan dan tradisi Lazismu. Semangat memberi untuk negeri dan aksi bersama untuk sesama senantiasa menjadi semboyan setiap insan amil Lazismu. Tema Milad ke-21 Lazismu tahun ini adalah "Bersama Bahagiakan Sesama".
"Bakso Gratis LAZISMU sudah menjadi branding sendiri bagi kami Lazismu Jawa Timur sejak tahun lalu. Sehingga dalam rangka memperingati Milad ke-21 Lazismu kami hadir kembali dalam Aksi Bagi-bagi Bakso Gratis kepada masyarakat luas yang lewat di depan kantor. Dengan semangat memberi untuk negeri dan aksi bersama untuk sesama, Lazismu ingin bahagiakan sesama, khususnya dalam momen Milad ke-21 ini," ujar Aditio.
Lazismu Wilayah Jawa Timur menyediakan 750 porsi bakso dalam mangkuk kemasan dalam kegiatan tersebut. Dalam waktu sekitar 3 jam, bakso tersebut ludes diserbu. Masyarakat antusias dengan sajian ini, tidak sedikit yang meminta tambahan bakso hingga beberapa porsi. Permintaan tersebut pun dilayani oleh para amil dan relawan Lazismu yang turut membantu kegiatan ini.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah]

KABUPATEN PONOROGO -- Lazismu Wilayah Jawa Timur kembali membuka Pelatihan Unit Keuangan Mikro BankZiska bagi mitra ekstenal dan internal. Pelatihan ini merupakan angkatan keenam dan ketujuh. BankZiska merupakan program penyaluran Lazismu Wilayah Jawa Timur dalam rangka pemberdayaan usaha mikro melalui sistem al-Qardul Hasan. Tujuannya adalah mencegah masyarakat dari jeratan rentenir.
Kegiatan ini dilaksanakan di gedung Kantor Utama BankZiska di Kelurahan Jabung, Kecamatan Mlarak, Kabupaten Ponorogo. Pelatihan untuk angkatan keenam dilaksanakan pada tanggal 5-7 Juli 2023 dan angkatan ketujuh tanggal 12-15 Juli 2023. Agar kegiatan berlangsung efektif, peserta dibatasi hanya 12 orang setiap angkatan. Peserta adalah entitas lembaga, baik eksternal dan internal yang berkeinginan keras melaksanakan program BankZiska di daerahnya.
Aditio Yudono selaku Wakil Ketua Badan Pengurus Lazismu Wilayah Jawa Timur Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan menyatakan bahwa gerakan ekonomi syariah dan pemberdayaan masyarakat harus terus dihidupkan dan semakin diupayakan. "Menjadi kewajiban dan perhatian kita bersama sebagai insan yang peduli kepada sesama bahwa gerakan ekonomi berbasis agama (syariah) dan pemberdayaan wong cilik harus terus dihidup-hidupkan. Kita tentu menyaksikan dan juga merasakan bahwa kehidupan ribawi sudah mendera dan menyengsarakan kehidupan masyarakat, terutama masyarakat kecil," tegas Aditio Yudono saat membuka Pelatihan BankZiska angkatan keenam di Gedung Utama BankZiska Ponorogo Rabu (05/07).
Program BankZiska ini, lanjut Aditio, diharapkan akan menjadi Soko Guru pemberdayaan ekonomi umat yang dilaksanakan oleh Lazismu, khususnya di Jawa Timur. Oleh karena itu BankZiska harus terus ditumbuhkembangkan dan disuburkan, karena sudah jelas nilai kebaikan dan kebermanfaatannya bagi kehidupan ekonomi masyarakat.
Sementara itu, Manajer Utama BankZiska, Faruq Ahmad Futaqi, menjelaskan, pihaknya sudah lima kali mengadakan kali pelatihan bagi calon pengelola BankZiska. BankZiska juga sudah terbentuk sebanyak enam unit, yaitu di Kabupaten Magetan, Mojokerto, Pasuruan, Malang, Probolinggo dan Jember, selain kantor utama di Ponorogo. Dari pelatihan angkatan keenam dan ketujuh ini akan tersedia 24 orang calon pengelola BankZiska yang akan mengelola dan membesarkan BankZiska di daerah masing-masing.
"Alhamdulillah program BankZiska Lazismu sudah terbentuk di enam daerah selain kantor utama BankZiska di Ponorogo. Target tahun 2023 ini akan terbentuk lagi unit BankZiska di tujuh Lazismu Daerah, yaitu di Kota Batu, Kabupaten Bojonegoro, Pacitan, Tulungagung, Sidoarjo, Bondowoso dan Kota Mojokerto. Namun kita juga tidak menutup kemungkinan Lazismu Daerah lainnya. Target 10 ribu mitra binaan BankZiska se-Jawa Timur dengan 15 unit BankZiska di berbagai daerah diharapkan tahun ini dapat tercapai pula, sehingga kebermanfaatan kepada sesama dapat terus berkembang," harap Faruq Ahmad Futaki.
Pelatihan hari pertama diisi dengan berbagai sesi, seperti pembukaan oleh Lazismu Wilayah Jawa Timur, kemudian dilanjutkan dengan sesi Fiqih Bankziska, Profil Bankziska, Pengenalan Administrasi BankZiska, kunjungan ke binaan Bankziska di Masjid Darul Arqam sekaligus praktik proses pengkajian, pencairan, dan angsuran Bankziska. Selanjutnya pada hari kedua diisi dengan Latihan Praktik Administrasi Bankziska, kunjungan ke binaan Bankziska di pasar tradisional dan praktik angsuran di pasar, Kerelawanan Bankziska, Mengenal Bank Thithil: definisi, cara kerja, karakter, target market dan lain-lain. Kemudian kunjungan sosialisasi Bankziska di Secinde Siman, Kabupaten Ponorogo. Pada hari ketiga dilakukan Simulasi Seluruh Proses Administrasi Bankziska, Simulasi Seluruh Proses Sosialisasi, dan Pertemuan Rutin Bankziska dan diakhir dengan penutupan pelatihan.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah]

KABUPATEN SLEMAN -- Dalam rangka menjaga amanah dan transparansi dalam mengelola dana publik, Kantor Layanan (KL) Lazismu Muhammadiyah Boarding School (MBS) Yogyakarta dan KL Lazismu Gamping menjalani audit keuangan pada Senin (24/07). Audit keuangan ini merupakan bagian dari rangkaian audit yang dilakukan di Lazismu Wilayah DI Yogyakarta beberapa waktu lalu.
Anisa mewakili Kantor Akuntan Publik (KAP) Abdul Hamid dan Rekan yang ditunjuk oleh Lazismu Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah mengungkapkan bahwa penerimaan infak melalui KL Lazismu MBS Yogyakarta adalah yang terbesar, yaitu mencapai 2 miliar rupiah pada tahun 2022. "Alhamdulillah MBS ini pertama kali ikut audit," ujarnya.
Pada sesi kali ini, lanjut Anisa, pihak auditor memeriksa rekomendasi pada tahun lalu untuk memastikan apakah sudah dilaksanakan atau ada isu yang baru lagi. "Dengan audit ini kami juga bertanggungjawab memberikan laporan kepada muzakki untuk meningkatkan kepercayaan kepada Lazismu," tegasnya.
Dewan Pengawas Syariah dan Direktur Pondok Pesantren Modern (PPM) MBS Yogyakarta, Ustadz Fajar Shodiq berharap agar proses audit ini dapat membawa kebaikan bersama dan berjalan dengan lancar. Ia juga menjelaskan bahwa KL Lazismu MBS Yogyakarta tidak sama dengan dari PCM Prambanan. "Alhamdulillah sejak 2015, sebagian besar santri kita mukim. Banyak latar belakang wali murid dari Pimpinan Pusat sampai Cabang Muhammadiyah," ungkapnya.
Kepala KL Lazismu MBS Yogyakarta, Dodi Hervian Saputra juga berharap agar audit berjalan lancar dan dapat mendorong peningkatan pengumpulan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) dari tahun ke tahun. Hal ini pun senada dengan Ketua Badan Pengurus Lazismu Kabupaten Sleman, Synta Brata yang menerangkan bahwa proses audit tahun buku 2022 di Sleman berjalan lancar, baik secara hybrid maupun langsung. "Audit ini sangat penting bagi Lazismu untuk menambah kepercayaan dari publik atau muzakki dan munfik atas pelaporan ZIS di setiap Kantor Layanan yang transparan dan akuntabel," jelasnya.
Kedua KL tersebut adalah bagian dari 88 kantor Lazismu di wilayah DI Yogyakarta yang menjalani audit keuangan oleh auditor eksternal. Kantor-kantor ini tersebar di Kabupaten Sleman, Bantul, Kulon Progo, Gunungkidul, dan Kota Yogyakarta. Dari jumlah itu, 69 kantor Lazismu menjalaninya secara daring, sisanya mendapatkan kunjungan langsung dari KAP Abdul Hamid dan Rekan.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah]

KABUPATEN BOJONEGORO -- Untuk membantu meningkatkan pelayanan pada bidang kesehatan, Lazismu Kabupaten Bojonegoro meluncurkan satu unit ambulans baru yang akan melayani pasien kelas 3 di RS Aisyiyah Bojonegoro. Peluncuran ini menjadi tonggak bersejarah dalam rangka peningkatan layanan kesehatan bagi masyarakat yang membutuhkan, khususnya di sektor kelas 3 yang seringkali memerlukan perhatian medis mendesak. Kegiatan peluncuran bertajuk "Launching Mobil Layanan Sosial" bersama Kantor Layanan (KL) Lazismu RS Aisyiyah Bojonegoro ini berlangsung pada Jumat (28/07) yang dihadiri para pejabat terkait dan perwakilan dari Lazismu Kabupaten Bojonegoro, RS Aisiyah Bojonegoro, serta beberapa tokoh masyarakat.
Direktur RS Aisyiyah Bojonegoro, dr. Tomy Oeky Prasiska, M.A.R.S. menyambut baik inisiatif Lazismu Kabupaten Bojonegoro dengan adanya bantuan ambulans ini. Ia menyampaikan apresiasi atas upaya Lazismu dalam membantu memenuhi kebutuhan ambulans untuk kelancaran dan kelengkapan sarana medis di rumah sakit tersebut. "Terima kasih atas inisiatif dan kolaborasi Lazismu Bojonegoro yang senantiasa peduli dengan pelayanan kesehatan bagi masyarakat, khususnya sarana transportasi pasien dengan hak pelayanan kelas 3," ujarnya.
Rudi Suparno, selaku Manajer Lazismu Kabupaten Bojonegoro menjelaskan bahwa peluncuran ambulans ini menjadi bukti nyata bahwa pihaknya terus berkomitmen dalam mendukung pembangunan sektor kesehatan dan memberikan kontribusi nyata untuk kesejahteraan masyarakat Bojonegoro. "Semoga ambulans baru ini dapat memberikan manfaat yang besar bagi pasien kelas 3 dan membantu menyelamatkan lebih banyak nyawa dalam situasi darurat," ungkapnya.
Kepedulian Lazismu Kabupaten Bojonegoro terhadap kesehatan masyarakat, lanjut Rudi, mendapatkan respons positif dari warga setempat. Mereka berharap kehadiran ambulans baru ini akan memperkuat layanan kesehatan di RS Aisiyah Bojonegoro dan memudahkan akses bagi pasien kelas 3 yang membutuhkan perawatan darurat. "Kami berharap ambulans baru ini dapat menjadi tulang punggung dalam mendukung pelayanan kesehatan bagi masyarakat, terutama pasien kelas 3 di RS Aisiyah Bojonegoro. Dengan semangat gotong royong dan kerja sama yang baik, kami berkeyakinan bahwa banyak nyawa dapat tertolong melalui ambulans ini."
Ambulans tersebut dilengkapi dengan fasilitas medis terkini dan dirancang untuk memberikan perawatan segera di dalam ambulans selama perjalanan menuju rumah sakit. Tim medis yang berpengalaman akan selalu siap siaga di dalam ambulans untuk memberikan perawatan yang diperlukan selama perjalanan. Lazismu Kabupaten Bojonegoro pun juga berencana untuk memberikan pelatihan khusus kepada para staf rumah sakit dan tenaga medis terkait penggunaan ambulans ini secara optimal, sehingga perawatan dapat diberikan dengan cepat dan tepat saat diperlukan.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah/Rudi Suparno]

