

KOTA PEKANBARU -- Bertempat di SMP Muhammadiyah 2 Pekanbaru, Jalan Tengku Bey II, Kelurahan Simpang Tiga, Kecamatan Bukit Raya, Lazismu Kota Pekanbaru melaksanakan pemotongan satu ekor sapi qurban. Kegiatan ini bekerja sama dengan SMP Muhammadiyah 2 Pekanbaru dalam pelaksanaan ibadah qurban 1444 H. Pemotongan hewan qurban yang berlangsung pada Rabu (28/06) dilakukan setelah pelaksanaan sholat Idul Adha di sekolah tersebut.
Manajer Lazismu Kota Pekanbaru, Agung Pramuryantyo bersyukur atas terlaksananya kegiatan ini sehingga dapat menyalurkan daging qurban kepada masyarakat yang berada di sekitar SMP Muhammadiyah 2 Pekanbaru. "Alhamdulillah hari ini Lazismu Pekanbaru bersama SMP Muhammadiyah 2 Pekanbaru mengadakan sholat Ied bersama dan dilanjutkan dengan pemotongan hewan qurban. Lazismu Pekanbaru menyalurkan satu hewan qurban di lingkungan SMP ini untuk disalurkan kepada masyarakat sekitar ini," terangnya.
Agung pun berharap agar pelaksanaan ibadah qurban tahun ini dapat mendatangkan manfaat bagi masyarakat. "Mudah-mudahan kegiatan ini bisa bermanfaat. Kepada para donatur yang ikut qurban di Lazismu semoga Allah SWT memberkahi," ujarnya.
Kepala SMP Muhammadiyah 2 Pekanbaru, Meri Julianda mengatakan, pelaksanaan sholat Idul Adha sesuai dengan instruksi PP Muhammadiyah dan dilanjutkan dengan pemotongan hewan qurban. "Kami dari SMP Muhammadiyah 2 Pekanbaru hari ini melaksanakan Hari Raya Idul Adha sesuai dengan instruksi dari PP Muhammadiyah, sekaligus di sekolah melakukan pemotongan hewan qurban yang bekerja sama dengan Lazismu Pekanbaru," terangnya.
Tidak hanya itu, Meri juga berterima kasih kepada Lazismu Kota Pekanbaru yang telah memilih SMP Muhammadiyah 2 Pekanbaru sebagai titik pemotongan hewan qurban. "Kami mengucapkan terima kasih pada Lazismu telah bekerja sama dengan pihak sekolah. Pada kesempatan kali ini bisa berqurban, mudah-mudahan nanti dagingnya bisa kita bagikan kepada anak-anak yang membutuhkan dan warga di sekitar," pungkasnya.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah/Rina]

JAKARTA -- Puluhan warga memadati balai warga di RW 10, Kampung Sumur, Klender, Jakarta Timur. Bagi Ketua RW Munzir Tamam, informasi tentang keberadaan Kampung Sumur yang terkesan kumuh dan kampung pemulung tidak sepenuhnya melekat terutama bagi para warganya. Betul ada beberapa warga yang berprofesi sebagai pemulung. "Tapi mereka semua seperti halnya warga yang lain saling berinteraksi dan guyub," terang Munzir.
Kumuh dan miskin bisa ada di setiap daerah termasuk di sini, lanjut Munzir. Adapun mereka yang dhuafa memang bekerja sehari-hari sebagai pemulung. Bukan berarti semua warga adalah pemulung, karena itu kesan yang ada perlu dihilangkan. "Maka marilah bersama-sama untuk menjaga kampung ini untuk selalu melestarikan lingkungan sehingga berdampak pada kesehatan warga," imbuh Munzir dalam acara Sosialisasi Program Kampung Hijau pada Rabu (12/07) yang diselenggarakan oleh Lazismu Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah bersinergi dengan Swara Peduli Indonesia dan didukung oleh BSI Maslahat.
Sebelumnya, Lazismu telah mengantongi informasi dari Endang Mintarja yang setiap hari mendampingi warga di bawah payung Yayasan Swara Peduli Indonesia. Sejak 2015, kampung pemulung menjadi lokasi Endang dan Yayasannya dalam kegiatan edukasi dan advokasi. "Banyak anak-anak yang membutuhkan bantuan. Dulu pertama kali datang di Kampung Sumur langsung terbesit untuk membuat rumah singgah bagi anak-anak yang bekerja di jalan," paparnya.
Tidak mudah untuk membuka rumah singgah di sini, terang Endang, warga yang bekerja sebagai pemulung juga memiliki waktu yang terbatas ada di lapak-lapaknya. Mereka berkeringat mencari barang bekas untuk mencukupi kebutuhan hidupnya, sementara anak-anak mereka ada yang ikut memulung. Sebagian lagi tidak ada akses untuk memperoleh pendidikan.
Pada 2017, Endang bersama kawan-kawan mendirikan lokasi untuk tempat belajar anak-anak dengan bangunan sederhana. Kendati berdiri di atas lahan garapan, warga mulai antusias berinteraksi dan membuka diri untuk mengantarkan anak-anaknya yang dhuafa belajar dan bermain bersama. Seiring waktu, Endang melakukan pemberdayaan kepada warga. Tahap demi tahap komitmen itu berhasil diwujudkan. Ini bukan kali pertama Endang mendampigi anak-anak dan warga, sejak 1998 aktivitas itu sudah digelutinya mulai dari lokasi yang ada di Cipinang dan Jatinegara.
Pemberdayaan yang dilakukan Endang adalah bagaimana membuka pikiran warga agar bisa hidup sehat dengan lingkungan yang bersih. Mengubah kebiasaan ini bagi mereka yang sehari-hari ada dalam lingkungan dan tumpukan barang bekas membutuhkan kesabaran. Agar warga tertarik dengan kegiatan itu, di belakang yayasannya ada sebidang tanah yang dimanfaatkan Endang untuk program penghijauan. Atas budi baik dan dukungan pendanaan perusahaan plat merah, program lingkungan yang dibalut dengan menanam buah melon serta penyediaan bibit tanaman produktif sukses dilaksanakan.
Tentu saja dengan eksperimen beberapa kali yang hasilnya menjadi suatu bukti bahwa di lahan yang sempit dan terbatas seperti di Jakarta, ikhtiar bertani bisa dilakukan dengan pendekatan hidropinik dan organik. Setelah melon hijau, Endang buka suara kepada warga bahwa ini bisa dilakukan bersama-sama dan ada kesempatan untuk memanfaatkan lahan terbatas. Dengan hasil melon yang manis setelah diketam warga semakin percaya kampung sumur yang terkesan kumuh dan miskin bisa menjadi sehat dan hijau.
Gayung bersambut, Endang melayangkan proposal ke Lazismu PP Muhammadiyah untuk mengaktivasi Pilar Lingkungan. Dia bercerita tentang agenda program yang telah direncanakannya dengan membuat Kampung Hijau. Atas informasi itu, Lazismu menyambut baik dan mendapat dukungan penuh dari BSI Maslahat. Sebagai tahapan pertama, dibuatlah Reaktor Biogas dengan harapan warga dapat memanfaatkan limbah organik rumah tangga di reaktor tersebut. Selebihnya, limbah non organik dapat dikumpulkan di Bank Sampah, dari sampah itu bisa ditukar dengan pupuk cair yang dihasilkan dari biogas.
Rembug Warga
Rabu siang, di balai warga itu mereka berkumpul bersama. Swara Peduli Indonesia dan Lazismu melakukan sosialisasi program Kampung Hijau di Kampung Sumur. Perwakilan dari Kelurahan Klender turut hadir, termasuk satuan pelaksana KPKP (Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian) Kecamatan Duren Sawit yang mendukung program ini untuk bisa dijalankan secara berkelanjutan. Dalam Sosialisasi ini, Nazhori Author selaku Manajer Program Kemanusiaan dan Lingkungan Lazismu PP Muhammadiyah mengatakan bahwa Lazismu tidak hanya bergerak dalam bidang lingkungan seperti melalui program Pelihara Daratmu. Lazismu dalam perannya sebagai Lembaga Amil Zakat (LAZ) juga berkhidmat melalui Pilar Pendidikan, Sosial dan Dakwah, Kesehatan, Ekonomi, serta Kemanusiaan.
Karena itu, lanjut Author, program Kampung Hijau manfaat dan dampaknya bisa dirasakan oleh warga. "Semoga pada masa yang akan datang dapat memperkuat dengan program dan kegiatan yang tepat sasaran. Lazismu mengucapkan terima kasih atas dukungan semua pihak yang telah mengikuti kegiatan ini dari awal, termasuk BSI Maslahat yang mendukung dari sisi pendanaannya," tegasnya.
Sementara itu, Endang akan terus melakukan pendampingan dengan tetap berkoordinasi dengan Kecamatan dan Kelurahan. Ada banyak tahapan yang perlu disampaikan untuk bisa mencapai tujuan utama dibentuknya program Kampung Hijau. Sejauh ini, setelah sosialisasi program akan dilakukan pelatihan dengan membentuk kelompok tani sebagai komitmennya. Selama acara berlangsung warga saling bertanya jawab untuk persiapan aksi kelompok tani. "Kelompok-kelompok tani inilah nanti yang akan melakukan gerakan kampung hijau yang didampingi oleh Swara Peduli Indonesia," pungkasnya.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah/Nazhori Author]

KABUPATEN TANGGAMUS -- Banjir yang terjadi pada akhir Juni lalu telah melanda beberapa pekon/desa di Kecamatan Semaka, Kabupaten Tanggamus. Akibatnya, ribuan rumah terandam banjir dan warga pun harus mengungsi. Arif selaku Ketua Divisi Tanggap Darurat, Rehabilitasi, dan Rekonstruksi (TDRR) Lembaga Resiliensi Bencana (LRB) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Lampung menceritakan bahwa kejadian tersebut diawali oleh hujan yang lebat.
"Banjir Semaka kemarin tanggal 29 diawali oleh hujan lebat, kemudian adanya material kayu yang melintang di sungai yang seharusnya tidak lewat situ, maka air meluap. Banjir ini kemudian menggenangi 13 pekon yang ada di Kecamatan Semaka," tutur Arif.
Banjir ini kemudian mendorong Muhammadiyah untuk mendirikan Pos Koordinasi guna membantu warga terdampak. Pada Ahad (09/07), PWM Lampung melalui Lazismu bersama dengan LRB serta LLH-PB (Lembaga Lingkungan Hidup dan Penanggulangan) Pimpinan Wilayah Aisyiyah Lampung menyalurkan bantuan kepada para penyintas. Lima orang warga terdampak banjir menerima bantuan, di samping warga lainnya yang juga terimbas banjir tersebut.
Manajer Penghimpunan dan Program Lazismu Wilayah Lampung, Jeni Rahmawati menerangkan, kelima penerima manfaat tersebut dipilih karena merupakan korban terparah dari banjir bandang. "Mereka berlima ini adalah korban yang paling parah, rumahnya sudah hancur bahkan hanyut diterjang banjir Semaka," terangnya.
Bantuan yang diberikan, lanjut Jeni, berupa pakaian dewasa untuk laki-laki dan perempuan. Selain itu juga ada selimut dan perlengkapan dapur seperti kompor satu set serta wajan beserta perlengkapan pendukung untuk memasak. Ditambah lagi dengan hygiene kit, perlengkapan sholat, dan RendangMu.
Selain lima orang tersebut, warga lain pun turut mendapatkan bantuan berupa RendangMu dan perlengkapan sholat. Penyaluran bantuan dilakukan di Pekon Srikaton dan Pekon Sukaraja. Bantuan ini pun mendapatkan sambutan dari warga terdampak. Banjir bandang yang tiba-tiba datang membuat mereka tidak sempat menyelamatkan barang-barang yang dimiliki.
"Air sudah masuk dan deras. Kita panik, banjir biasanya tidak seperti itu. barang dinaikin semua, tembok sudah ambruk, kita keluar. Barang sudah hanyut, kita sudah keluar. Tidak ada barang tersisa. Alhamdulillah saya senang, masih perhatian sama orang-orang seperti kami yang terkena bencana ini," ungkap salah satu penyintas.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah]

KOTA PEKANBARU -- Pada pelaksanaan ibadah qurban tahun ini, Lazismu Kota Pekanbaru kembali mendapatkan kepercayaan dari mitra-mitra untuk menyalurkan daging qurban. 120 kantong daging qurban yang disalurkan tersebut berasal dari kolaborasi TIKI, Lingga, Dashnet, AUBAMA, Butik Tours, dan juga Sekolah Alam Indonesia. Distribusi daging qurban kepada para mustahik dilakukan pada Jumat (30/06) di Jalan Matoa, Kelurahan Industri Tenayan, Tenayan Raya, Kota Pekanbaru.
120 kantong daging yang didistribusikan oleh Lazismu Kota Pekanbaru tersebut berasal dari 4 ekor sapi yang dipotong, kemudian menghasilkan 545 kantong daging. Lazismu Kota Pekanbaru pun mendapatkan amanah sebanyak 120 kantong untuk disalurkan. Demikian disampaikan oleh Agung Pramuryantyo selaku Manajer Lazismu Kota Pekanbaru. "Alhamdulillah Lazismu Pekanbaru kembali dipercaya untuk menyalurkan 120 kantong kepada masyarakat yang membutuhkan," terangnya.
Agung menjelaskan bahwa kerja sama ini sudah terjalin cukup lama. Ia berharap agar kegiatan ini dapat berlanjut pada tahun berikutnya sehingga bisa terus memberikan manfaat kepada mereka yang membutuhkan.
"Alhamdulillah kita sudah lama bekerja sama untuk menyalurkan pendistribusian daging qurban. Hari ini kita memotong 4 ekor sapi qurban. Mudah-mudhan kegiatan ini bisa memberikan manfaat dan bisa berlanjut pada tahun-tahun berikutnya," ujar Agung.
Penanggung jawab kegiatan qurban, Didi Winarsyah menyampaikan ucapan terima kasih kepada Lazismu Kota Pekanbaru yang telah bersedia bekerja sama dalam pendistribusian daging qurban. Harapannya, daging qurban tersebut bermanfaat bagi mereka yang membutuhkan. "Terima kasih kepada Lazismu Pekanbaru yang sudah membantu kami dalam mendistribusikan hewan-hewan qurban kami. Semoga ini bisa menjadi manfaat untuk para mustahik yang membutuhkan," tutupnya.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah/Setiawan]

KOTA PALU -- Pada momen Idul Adha 1444 H, Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sulawesi Tengah melalui Lazismu yang ada di wilayah tersebut telah menyalurkan hewan qurban senilai Rp. 1.103.600.000,-. Hewan qurban tersebut sebanyak 77 ekor sapi dan 10 ekor kambing. Daging hewan qurban ini telah menyasar 4.275 penerima manfaat.
Ketua Badan Pengurus Lazismu Wilayah Sulawesi Tengah, Burhanuddin menerangkan bahwa penghimpunan hewan qurban ini dilakukan oleh Lazismu tingkat daerah hingga kantor layanan yang bernaung di bawah Lazismu Wilayah Sulawesi Tengah. Hal ini disampaikan saat menyerahkan 130 paket daging qurban yang dikelola oleh Kantor Layanan (KL) Lazismu Tanamodindi dengan berat setiap paket sekitar 1 kilogram, di Dusun Liku, Kelurahan Lambara, Kecamatan Tawaili, Kota Palu, pada Kamis (29/06).
"Lazismu Wilayah Sulawesi Tengah sebanyak 10 ekor sapi, Kantor Layanan Toili 8 ekor sapi dan 3 ekor kambing, Lazismu Daerah Tojo Una-una 20 ekor sapi dan 1 ekor kambing, Lazismu Buol 1 ekor sapi, Lazismu Kota Palu 1 ekor sapi, KL Lazismu Tanamodindi 10 ekor sapi dan 2 ekor kambing, Lazismu Daerah Parigi Moutong 27 ekor sapi dan 5 ekor kambing," jelasnya.
Sementara itu, Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sulawesi Tengah, Muhammad Amin Parakkasi berharap agar pengelolaan dan pendistribusian daging qurban dapat terkoordinasi dengan baik. Terbukti bahwa dalam pelaksanaan ibadah qurban tahun 1444 H/2023 M, PWM Sulawesi Tengah yang telah berkoordinasi dengan Lazismu Wilayah Sulawesi Tengah mampu mengelola dan mendistribusikan daging qurban dengan baik.
Amin Parakkasi pun bersyukur karena Lazismu se-Sulawesi Tengah mampu mencapai target yang ditetapkan oleh Lazismu Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah yaitu 71 ekor sapi dan 10 ekor kambing. "Ini merupakan salah satu prestasi dan representatif potensi Muhammadiyah se-Sulawesi Tengah yang mampu mengelola hewan qurban senilai 1 miliar lebih," ujarnya.
Terakhir, Amin Parakkasi juga berharap agar tidak hanya potensi qurban saja yang dapat dikoordinir bersama Lazismu. Selain itu, pengelolaan zakat, infak, dan sedekah, khususnya di lingkungan Muhammadiyah dapat terkoordinasi dengan baik melalui Lazismu.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah]

KOTA PALU -- Misi kepedulian kepada sesama manusia diusung Lazismu Kota Palu dalam pelaksanaan ibadah qurban 1444 H. Ibadah yang meneladani bentuk kepatuhan Nabi Ibrahim dan Ismail Alaihissalam kepada Allah ini mendorong para amil untuk menebar daging qurban, tak hanya di ibukota Sulawesi Tengah namun hingga mencapai pelosok desa tempat bermukim warga Mualaf. Hal ini disampaikan oleh Ketua Badan Pengurus Lazismu Kota Palu, Yulianto.
"Untuk bisa mengembirakan kaum dhuafa, lansia, anak yatim, dan saudara kita yang baru saja memeluk Islam atau mualaf, agar mereka juga merayakan Idul Adha dengan hati gembira dapat merasakan hidangan daging qurban untuk keluarganya," terang Ustadz Anto, sapaan akrab Yulianto.
Yang menjadi sasaran Lazismu Kota Palu dalam membagikan daging qurban, imbuh Ustadz Anto, adalah mereka yang kurang mampu. Hal ini selaras dengan tagline Milad Lazismu tahun ini yaitu "Bersama Bahagiakan Sesama". Selain itu, Lazismu Kota Palu juga mendapatkan amanah dari Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) RI bersama Lazismu Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah yang menyalurkan 2 ekor sapi. Daging tersebut kemudian didistribusikan kepada warga yang membutuhkan di seputar Kota Palu.
"Kami dari pengurus Lazismu Perwakilan Sulteng dan Kota Palu melaksanakan pemotongan sapi qurban dari Lazismu Pusat amanah BPKH RI sebanyak 2 ekor dengan bobot kurang lebih 300 kg per ekor," terangnya.
Pada hari pertama, amil Lazismu yang terbagi dalam dua tim membagikan daging qurban ke wilayah Kabupaten Sigi dan Kota Palu. Para penerima manfaat yaitu penyintas gempa bumi dan likuifaksi Petobo yang masih tinggal di hunian sementara, anak-anak panti asuhan, para pemulung di Kelurahan Talise, warga dhuafa, guru ngaji, penghuni pondok pesantren, dan para mualaf yang ada di Kota Palu.
Sementara pada hari kedua, Lazismu menyalurkan daging qurban melalui Kantor Layanan Lazismu Pimpinan Ranting Muhammadiyah Tanamodindi dan titipan BAZNAS Sulawesi Tengah untuk dibagikan ke daerah terpencil yang merupakan desa mualaf, yaitu di Desa Sipeso, Kecamatan Sindue Tobata, Kabupaten Donggala sebanyak 30 paket. Lokasi ini berada sejauh 72 kilometer dari Kota Palu. Di tempat ini ada sekitar 36 jiwa yang baru saja memeluk agama Islam. "Tentunya masih butuh perhatian kita semua baik secara moril, materil dan pembinaan spritualnya," pungkas Ustadz Anto.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah]

