

Acara ini menghadirkan tiga narasumber yaitu Dr. H. Zaki Mubarak, M.Si., M.Fin., M. Rizky Fadhillah, S.ST., M.Tr.Bns., CIRBD, dan Nurul Qomariah, S.E. mewakili Bank Muamalat. Masing-masing membawakan topik yang berkaitan dengan wirausaha, seperti "Penentuan Harga Pokok Ditinjau dari Segi Agama", "Pemasaran Digital", hingga "Tata Kelola Usaha Simpan Pinjam". Peserta yang berhadir sekitar 40 orang, terdiri dari pedagang Pasar Jammur, elemen masyarakat, serta tamu undangan.
Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah 4, Taufik Hidayat saat membuka kegiatan ini mengatakan, Workshop Kewirausahaan bertujuan untuk memberikan inovasi kepada para pedagang agar dapat menjalankan usaha lebih baik dari sebelumnya. Para pedagang juga dituntuk untuk dapat menciptakan produk yang inovatif dan kreatif, sehingga produk tersebut makin berkembang dari segi kualitas dan pengemasan. Selain itu, para peserta juga mendapatkan keilmuan tentang dunia usaha.
"Adanya workshop ini membentuk kita untuk mengukur diri sudah sejauh mana sebagai pelaku usaha atau UMKM. Kedua, bagaimana langkah-langkah kita supaya UMKM pasar jamur ini meningkat. Ketiga, bagaimana kita memperkuat jaringan hingga ke luar sana. Nah tiga hal ini harus kita diskusikan dan bicarakan," ujar Taufik.
Kepala KL Lazismu Al Jihad, Ikbal mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kerja sama dengan Ikatan Pemuda Muhammadiyah (IPM) PCM 4 Banjarmasin. Selain untuk mendorong para pelaku UMKM, Workshop Kewirausahaan juga mengajarkan tentang pentingnya wirausaha bagi para kader IPM. Rencananya, kegiatan ini akan kembali dilaksanakan pada waktu mendatang. "Insya Allah, mudah-mudahan akan kita adakan lagi. Hasil dari ini akan kita tindak lanjut, materi apa yang kurang yang harus diberikan kepada mereka," terangnya.
Terakhir, Ikbal berharap agar para peserta kegiatan ini dapat membuka lapangan pekerjaan baru. "Kita berharap dari Pasar Jamur itu dan dari para pedagang, produknya bisa go international dan banyak membuka lapangan pekerjaan bagi orang lain," pungkasnya.
Pasar Jammur (Jamaah Makmur) merupakan program yang diinisiasi oleh KL Lazismu Masjid Al Jihad dalam upaya memberdayakan potensi UMKM, khususnya bagi jamaah Masjid Al Jihad Kota Banjarmasin. Program yang telah berlangsung lebih dari satu tahun ini bertempat di Jalan Cempaka I Kota Banjarmasin atau di halaman belakang masjid. Pasar ini digelar setiap hari Ahad pagi setelah kajian subuh dan pada hari Rabu setelah kajian khusus muslimah di Masjid Al Jihad Kota Banjarmasin.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah/Johansyah]

Kepala LBIPU (Lembaga Bahasa dan Ilmu Pengetahuan Umum) UMS M. Thoyibi mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada LBIPU UMS sebagai penyelenggara pelatihan Bahasa Inggris kali ini. Ia pun menyampaikan tiga pesan kepada para peserta MSPP Batch V. "Pertama yaitu tetap fokus pada tujuan awal dari rumah. Jadi langkah pertama sampai ke seribu jangan berubah, harus tetap pada apa yang ingin dicapai dari rumah. Kedua, jika sudah ke luar negeri jangan pulang sebelum semuanya selesai. Ketiga, kalau sudah selesai, sudah kembali ke Indonesia, kembalilah ke Muhammadiyah," pesannya.
Ucapan terima kasih juga disampaikan oleh Kepala Lembaga Pengembangan Bahasa UMM, Masduki. "Untuk pelaksanaan program ada dua yang utama, yaitu penguatan karakter dan wawasan keislaman, kemudian pelatihan Bahasa Inggris. Saya mengucapkan terima kasih kepada LBIPU UMS yang menjadi rujukan kami untuk menyelenggarakan kursus ini," ucapnya.
Sementara itu, Ketua MPKSDI PP Muhammadiyah, Bachtiar Dwi Kurniawan menyambut baik program MSPP yang didukung oleh Lazismu ini. Kolaborasi antara MPKSDI, Majelis Diktilitbang, dan Lazismu diharapkan terus berlanjut serta lebih diperkuat lagi pada masa mendatang. Kolaborasi ini pun diharapkan dapat lebih produktif dan sukses untuk mengembangkan kader-kader agar dapat meraih masa depan gemilang.
"Kedua agenda ini, yaitu pelatihan Bahasa Inggris dan Baitul Arqom sangat penting untuk meningkatkan keahlian berbahasa Inggris dan meningkatkan komitmen dalam bermuhammadiyah. Diharapkan kepada seluruh peserta setelah mengikuti kegiatan ini akan mendapatkan nilai yang tinggi, baik TOEFL maupun IELTS untuk melanjutkan pendidikan di luar negeri," harap Bachtiar.
Terakhir, Sekretaris Majelis Diktilitbang, Ahmad Muttaqin mengucapkan terima kasih dan berharap agar kolaborasi dapat terus terjalin. "Saya ucapkan terima kasih kepada seluruh peserta dan berbagai pihak terkait yang telah menyukseskan program ini. Terima kasih kepada Lazismu yang telah mendukung hingga Batch V, harapannya pada batch berikutnya Lazismu akan terus mendukung karena ini merupakan kolaborasi lintas majelis," pungkasnya.
MSPP Batch V diikuti oleh 50 peserta yang terbagi atas dua lokasi yaitu di UMS dan UMM. Sebelum peserta mengikuti program selama tiga bulan, peserta diharuskan untuk mengikuti Baitul Arqam. MSPP tidak hanya diikuti oleh dosen dari Perguruan Tinggi Muhamamdiyah dan 'Aisyiyah (PTMA) namun juga memfasilitasi kader Muhammadiyah atau aktivis persyarikatan.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah]

Ketua Badan Pengurus Lazismu Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Ahmad Imam Mujadid Rais menceritakan pengalamannya saat menempuh pendidikan di luar negeri. Saat itu, ia menerima beasiswa di Australia dan mengikuti pelatihan selama enam bulan. Karena itulah, pelatihan yang diikuti oleh peserta MSPP selama tiga bulan harus terus ditingkatkan.
"Pesan saya, pertama fokus kepada rencana belajar, jangan berhenti di sini karena IELTS atau menulis dalam Bahasa Inggris adalah berlatih terus menerus meskipun tidak saat sedang belajar," ajak Rais.
Kolaborasi program ini, menurut Rais sangat penting. Ia pun mendorong peserta MSPP yang kelak akan menempuh pendidikan di luar negeri untuk terus aktif dalam berbagai kegiatan Muhammadiyah, termasuk saat sedang menempuh pendidikan di luar negeri yaitu di Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) di negara tempat menempuh pendidikan dan turut aktif di Lazismu, seperti menjadi fundraiser di luar negeri.
"Saya ingin menyampaikan pesan dari Lazismu sebagai dukungan, saya mengucapkan selamat kepada kalian semua dalam langkah awal ini dari MSPP. Setelah selesai dengan pendidikan di luar negeri, kembalilah ke Muhammadiyah dan menginspirasi generasi muda. Kuliah di luar negeri merupakan sebuah keistimewaan yang tidak bisa diraih semua orang," tegas Rais.
Salah satu peserta yang diangkat menjadi pemimpin atau Lurah dalam MSPP Batch V UMS, Phisca Aditya Rosyady menjelaskan bahwa kegiatan yang berlangsung selama tiga bulan tersebut dapat berjalan dengan lancar. Ada beberapa aktivitas yang harus dilalui dan para peserta dibiasakan untuk berbicara dalam Bahasa Inggris.
"Kami memiliki kelas selama lima hari dari Senin sampai Jumat, kemudian pada Sabtu ada 'Sharing Session' sebagai persiapan dalam MSPP. Di asrama, kami melakukan banyak aktivitas, seperti tahajud, sholat berjamaah, mengaji setelah sholat Subuh, dan kelas tahsin dua kali dalam sepekan. Di akhir pekan, kami juga berbicara dalam Bahasa Inggris dalam kegiatan 'Sharing Session'. Semua kegiatan dapat berjalan dengan lancar," ungkap Phisca.
Penutupan kegiatan ini berlangsung pada Kamis (09/03) secara hybrid, yaitu di Balai Latihan Pendidikan Teknik (BLPT) Yogyakarta dan luring. Selain dihadiri oleh para peserta program MSPP dari Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dan Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), acara ini dihadiri oleh Sekretaris Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Muhammad Sayuti, Sekretaris Majelis Pendidikan Tinggi Penelitian dan Pengembangan (Diktilitbang) Ahmad Muttaqin, Ketua Badan Pengurus Lazismu PP Muhammadiyah Ahmad Imam Mujadid Rais, Ketua Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insan (MPKSDI) PP Muhammadiyah Bachtiar Dwi Kurniawan, Kepala Lembaga Pengembangan Bahasa UMM Masduki, dan Kepala Lembaga Bahasa dan Ilmu Pengetahuan Umum (LBIPU) UMS M. Thoyibi.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah]

Bupati Wajo, Amran Mahmud menyambut baik kegiatan Panen Raya Jamaah Tani Muhammadiyah. Ia mendukung pola pertanian terpadu atau "integrated farming" yang menjadi prioritas untuk meningkatkan produksi petani. Metode ini dapat digunakan oleh petani dengan memanfaatkan hubungan saling menguntungkan antara komoditas yang ada di dalamnya. "Misalnya, jika ada ternak sapi di dalamnya, itu kotorannya bisa menjadi pupuk organik, sementara jerami padi itu bisa menjadi pakan ternak," ujar Amran memberikan motivasi pada petani.
Amran menekankan pentingnya merawat dan memelihara tanaman sebagai bagian dari proses bertani. Seperti tubuh manusia, tanaman juga memerlukan perawatan baik agar dapat memberikan hasil optimal. Terakhir, ia berharap kegiatan Muhammadiyah ini dapat menjadi semangat dan motivasi bagi masyarakat luas, khususnya petani, untuk mengembangkan pertanian mereka. "Saya berharap pemerintah kecamatan, desa, dan kelurahan turut memantau perkembangan pertanian masyarakat," harapnya.
Syafii Latuconsina mewakili MPM PP Muhammadiyah menjelaskan, para petani merayakan panen raya sebagai rasa syukur atas nikmat Allah setelah sebelumnya empat kali mengalami gagal panen. MPM dan Lazismu telah membantu mendampingi petani sejak awal pengolahan tanah sampai panen hari ini. Panen ini pun mendapatkan apresiasi dari bupati yang dengan bangga menyampaikan data tentang Kabupaten Wajo menjadi salah satu kabupaten dengan produksi gabah terbanyak nomor satu dengan mengalahkan Kabupaten Bone, Indramaya, dan lain-lain yang notabene luas lahan tanaman padinya lebih luas dari Kabupaten Wajo.
"Keberhasilan ini patut disyukuri karena kerja ketas berbagai lembaga di Muhammadiyah untuk mendampingi para petani yang sebagian mendapat dana bantuan CSR dari PT. Pegadaian Pusat, lewat Koperasi Matahari Tani Bangkit sebagai pendamping dan pelaksana kegiatan di lapangan untuk pembelian benih, nutrisi, dan microba. Varietas padi yang ditanam di sini adalah Inpari 36 dan varietas nutrisi yang di luncurkan pemerintah untuk mengatasi gizi masyarakat, dan ini menjadi komitmen Muhammadiyah dalam membantu pemerintah mengatasi persoalan kesehatan masyarakat," terang Syafii.

Setelah selesai panen, lanjut Syafii, para petani kemudian menyerahkan secara simbolis zakat hasil usaha pertanian mereka sebesar lima persen lewat Lazismu untuk dikelola dan ini merupakan keberhasilan yang luar biasa dan menjalankan kegiatan usaha tani. "Sebab hal ini baru pernah saya lihat di Indonesia, petani gurem yang dhuafa mau menjalankan rukun Islam yang terkadang sulit dilaksanakan oleh banyak orang," pujinya.
Hal ini pun dibenarkan oleh Ketua Badan Pengurus Lazismu Kabupaten Wajo, Sulaeman Nyampa. Saat memaparkan laporan kepada bupati, ia menegaskan bahwa melalui program ini para petani diajak untuk mengeluarkan zakat pertanian saat melakukan panen. Panen raya dengan luas sekitar enam hektar ini pun ditunaikan zakatnya secara simbolis di hadapan para tamu undangan. Hasil pertanian pun sangat menggembirakan.
"Ada tiga hal yang ingin kita capai dalam program ini. Pertama, kita ingin mendorong peningkatan jumlah produksi. Yang kedua, kita ingin mendorong kualitas produksi. Yang ketiga, kita mendorong petani sadar tentang zakat pertanian," terang Sulaeman yang juga menjadi Ketua PDPM Wajo ini.
Selain Lazismu, sambung Sulaeman, Jamaah Tani Muhammadiyah juga diinisiasi oleh Pemuda Muhammadiyah Wajo. Pendampingan pun dilakukan kepada para petani dengan harapan dapat memetik hasil terbaik saat panen. Lazismu Kabupaten Wajo pun akan terus mengembangkan pertanian di daerah tersebut bersama dengan MPM. "Kita berharap ke depan, kami sudah mempersiapkan lebih kurang 40 hektar. Ada 5 kecamatan di Wajo yang menjadi titik," pungkasnya.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah]

Kuliner yang dibagikan secara gratis berjumlah hingga lima ribu porsi. Di antaranya adalah bakso, es krim, kuah geudebeb, kebab, kopi, dan mie caluk. Lokasi berdirinya gerai kuliner gratis ini berada di empat tempat, yaitu SIT Muhammadiyah Bireuen, Universitas Muhammadiyah Mahakarya Aceh, Muhammadiyah Boarding School Bireuen, dan juga di Gedung Hj. Fauziah Convention Hall.
Acara Musywil Muhammadiyah dan Aisyiyah Aceh ke-39 juga menghadirkan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia, Prof. Dr. Muhadjir Effendy, M.A.P. Ia berpesan kepada para amil untuk terus mengembangkan Lazismu. "Untuk Lazismu kita harapkan terus berkembang, untuk memberikan andil dalam kegiatan-kegiatan dan gerakan operasi humanitarian dari Muhammadiyah," ujarnya.
Sementara itu, Ketua Badan Pengurus Lazismu Kabupaten Bireuen, Fajar Ardiansyah mengatakan bahwa pihaknya sangat senang bisa menjamu para tamu yang datang di acara ini. Jumlah porsi kuliner gratis pun ditambah agar bisa memenuhi permintaan. "Sebagai wujud kebahagiaan kami, Lazismu Bireuen sangat senang dalam menjamu tamu yang datang dari beberapa daerah ke lokasi Muswil. Alhamdulillah yang awalnya kami menyiapkan lima ribu porsi kuliner gratis namun karena antusias warga Muhammadiyah untuk mendapatkan kuliner kami menambah menjadi delapan ribu porsi kuliner gratis, mulai dari tanggal 2 Maret sampai 5 Maret selesai acara Muswil," terangnya.
Fajar pun berharap agar warga Muhammadiyah dapat bersama-sama menuntaskan kemiskinan bersama Lazismu Kabupaten Bireuen. "Kami berharap warga Muhammadiyah dan simpatisan untuk sama-sama bergerak menuntaskan kemiskinan di Kabupaten Bireuen dengan memercayakan Lazismu Bireuen sebagai lembaga penyaluran harta bapak ibu sekalian," harapnya.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah/Tasya Rahmadina]

Kajian Safari Jumat dilaksanakan selepas Maghrib sampai menjelang sholat Isya. Sebanyak 15 paket sembako juga disalurkan dalam kegiatan ini untuk warga dhuafa dan di sekitar PRM Rejowinangun Selatan yang membutuhkan. Tujuannya adalah agar bantuan yang disalurkan tepat sasaran kepada penerima manfaat yang berhak menerimanya. Paket sembako ini diserahkan langsung oleh H. Solichin selaku Ketua PDM Kota Magelang.
H. Solichin dalam sambutannya menyampaikan pentingnya ta'aruf saling mengenal sesama saudara muslim dan membangun kebersamaan melalui kegiatan Safari Jumat ini. "Keterikatan hati di antara kita sesama muslim, seperjuangan dalam hidup bermuhammadiyah. Lalu membangun ta'aruf untuk saling melengkapi. Yang terakhir yaitu ta'awun, kita diperintahkan oleh Allah SWT untuk saling tolong menolong dalam kebaikan dan takwa," ujarnya.
Harapannya, lanjut, H. Solichin, dengan adanya program Safari Jumat Lazismu Kota Magelang ini bisa menjadi ladang ibadah. Selain itu, penyaluran dari hasil zakat, infak, dan sedekah berupa sembako ini pahalanya akan terus mengalir.
Sementara itu, Ariq Fikria Niagasi mewakili Divisi Program Lazismu Kota Magelang mengungkapkan, program ini dapat menjadi sarana silaturahim Lazismu, di samping sebagai media dakwah. "Alhamdulillah adanya program Safari Jumat yang sudah berjalan rutin setiap bulannya diharapkan bisa merekatkan silaturahim Lazismu dengan ranting se-Kota Magelang dan menjadi dakwah Muhammadiyah dalam membangun ukhuwah berkemajuan," harapnya.
Kajian kali ini diisi oleh Ustadz Zuhron. Selain dai muda dan aktivis Muhammadiyah, Ustadz Zuhron juga menjadi dosen di Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA). "Keutamaan Isra' Mi'raj" yang merupakan dua bagian perjalanan Nabi Muhammad SAW dalam waktu satu malam untuk menyambut datangnya bulan Ramadhan menjadi tema yang disampaikan dalam pengajian kali ini.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah/Ariq Fikria Niagasi]

