Berita

Ikuti kabar terbaru dari Lazismu. Lihat laporan penyaluran, kisah inspiratif penerima manfaat, dan dampak nyata dari ZIS Anda

LAYANAN KESEHATAN LAZISMU DAN BAZNAS, SOLUSI UNTUK KAWASAN TERPENCIL DI MALUKU

KABUPATEN SERAM BAGIAN BARAT -- Layanan kesehatan kerap menjadi hal yang sulit dipenuhi untuk masyarakat Indonesia di daerah kepulauan. Di Maluku, tepatnya di Kabupaten Seram Bagian Barat, akses terhadap kesehatan menjadi permasalahan tersendiri. Selain minimnya jalur transportasi darat, kawasan ini berada di zona 3T (terdepan, terluar, dan tertinggal).

Lazismu bersama Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI berupaya untuk memberikan solusi dalam rangka mewujudkan akses kesehatan yang terjangkau bagi warga Maluku. Melalui Program Kolaborasi Kebajikan Zakat, Lazismu menggelar bakti sosial berupa pemeriksaan kesehatan dan khitanan massal gratis kepada warga Negeri Iha-Kulur, Kecamatan Huamual, Kabupaten Seram Bagian Barat, Maluku. Acara yang berlangsung pada Rabu (22/02) ini diikuti oleh puluhan warga dan dihadiri oleh Ketua Badan Pengurus Lazismu Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Maluku, tim Klinik Apung Said Tuhuleley (KAST), serta tim Program Kolaborasi Kebajikan Zakat.

Dalam sambutannya, Ketua Badan Pengurus Lazismu PP Muhammadiyah, Mahli Zainuddin menyatakan, sesama muslim adalah bersaudara. Oleh karena itu, sebagai sesama saudara, silaturahim harus terus terjalin, seperti halnya yang dilakukan oleh Lazismu bersama mitra, yaitu BAZNAS. "Lazismu menjalin kemitraan bersama BAZNAS karena memiliki alat yang mendukung, yaitu Klinik Apung Said Tuhuleley. Lazismu pun memiliki kewajiban menyampaikan silaturahim para muzakki kepada yang membutuhkan ke seluruh Indonesia bahkan dunia," terangnya.

Kehadiran Lazismu dan BAZNAS melalui kegiatan ini pun disambut oleh Abdul Haji Latua selaku Ketua PWM Maluku. Ia mengucapkan terima kasih dan berharap kegiatan seperti ini akan terus berlanjut. "Terima kasih kepada tim dari Lazismu dan BAZNAS yang hari ini melaksanakan kegiatan sosial di Negeri Iha-Kulur, Kabupaten Seram Bagian Barat," ujarnya.

Kegiatan ini, lanjut Abdul Haji Latua, menjadi solusi bagi warga Maluku yang tinggal di daerah kepulauan. Dengan kondisi geografis tersebut, perhatian dan dukungan pun sangat diharapkan agar kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi, dalam hal ini berupa layanan kesehatan dan sosial. Apalagi mengingat banyaknya daerah yang terpencil tersebar di Maluku.

Muhammad Yusuf Makaray, Dokter KAST yang bertugas dalam kegiatan tersebut menuturkan, ini merupakan kesempatan ketiga kali baginya dalam mengikuti program Lazismu bersama KAST. Ia pun berharap agar kegiatan ini dalam lebih sering dilakukan, tentunya dengan tepat sasaran. Dalam kegiatan tersebut, Yusuf didampingi oleh Indirawati Waliulu dan Nur Hasanah Ilyas selaku Analis Kesehatan.

"Ini menjadi tantangan buat kita sebagai tenaga kesehatan agar dapat memperhatikan kondisi-kondisi pasien agar dapat mengendalikan penyakit-penyakit. Saya juga sangat senang dalam ekspedisi ini karena setiap kali pengobatan yang kami lakukan, ketersediaan obat sangat baik dan alat-alat dalam pemeriksaan juga terpenuhi, sehingga obat-obat yang memang dibutuhkan oleh pasien bisa disalurkan tepat sasaran," ungkap Yusuf.

[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah]

SELENGKAPNYA
1 Maret 2023

KOLABORASI KEBAJIKAN ZAKAT LAZISMU DAN BAZNAS WUJUDKAN SEKOLAH INKLUSIF DI NEGERI SEPA

KABUPATEN MALUKU TENGAH -- Madrasah Ibtidaiyah (MI) dan Madrasah Tsanawiyah (MTs) Muhammadiyah Negeri Sepa merupakan salah satu sekolah yang berada di kawasan terpencil, tepatnya di Kecamatan Amahai, Kabupaten Maluku Tengah, Maluku. Di sekolah ini, kegiatan belajar generasi penerus bangsa harus terbatasi dengan kondisi sekolah yang cukup memprihatinkan. Mereka belajar dengan beralaskan tanah, atap ruang kelas bocor sehingga air pun menetes saat hujan, dan minim akses jalan khusus penyandang difabel.

Melalui Program Kolaborasi Kebajikan Zakat, Lazismu bersama Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI hadir memberikan solusi guna meningkatkan pendidikan di daerah ini. Di titik ini, program tersebut telah berjalan sejak bulan Maret 2022 hingga Januari 2023. Ada beberapa kegiatan yang dijalankan, seperti renovasi bangunan sekolah, bantuan subsidi pendidikan untuk 100 siswa, bantuan untuk 100 guru honorer, hingga renovasi rumah untuk 2 orang guru yaitu Syamsiah dari MI Muhammadiyah dan Rahma yang mengajar di MTs Muhammadiyah Sepa. Keduanya kini berstatus janda dengan penghasilan yang sangat terbatas sehingga kesulitan untuk memperbaiki rumahnya sendiri, terlebih bagi Syamsiah yang tidak memiliki rumah.

Ketua Badan Pengurus Lazismu Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Mahli Zainuddin menjelaskan, salah satu program yang menarik dari ekspedisi Lazismu dan BAZNAS kali ini adalah rehabilitasi gedung dengan merujuk pada sekolah inklusif. "Ini sudah kita gagas dari awal. Di Negeri Sepa, implementasinya menjadi optimal. Ke depannya diharapkan hal ini bisa diduplikasi oleh penerima manfaat Lazismu di berbagai wilayah dan daerah di tanah air," jelasnya.

Senada dengan Mahli, Sita Rahmi selaku bagian Monitoring dan Evaluasi Program Kolaborasi Kebajikan Zakat yang turut mendampingi dalam kunjungan monitoring dan evaluasi (monev) pada Sabtu-Jumat (18-24/02) menuturkan, bantuan kali ini tidak hanya bersifat pembangunan dan perbaikan fisik, namun juga mengangkat MTs Muhammadiyah Negeri Sepa menjadi sekolah inklusif yang ramah difabel. Upaya ini diwujudkan dengan membangun akses jalan untuk para difabel serta membuat jalan yang landai agar memudahkan mereka yang pergi ke sekolah menggunakan kursi roda. "Yang memang paling menonjol itu sekolah inklusif karena renovasinya tidak hanya sekadar memperbaiki bangunan, tapi juga yang membangun akses jalan untuk difabel, dan juga membangunkan toilet duduk untuk difabel," terangnya.

Yang juga menarik, tambah Sita, renovasi sekolah berjalan dengan waktu yang relatif cepat yaitu hanya satu bulan. Hal ini karena partisipasi dari para wali murid untuk ikut serta mengerjakan renovasi sekolah bersama para tukang yang bekerja secara profesional. Sepulang dari bekerja dan berkebun, mereka kemudian membantu mengerjakan renovasi sekolah dengan senang hati.

"Itu yang menjadi salah satu kultur positif masyarakat Negeri Sepa atau Maluku secara umum. Kalau ada yang lagi membangun rumah mereka akan bergotong royong membantu, jadi cepat selesai. Kecuali kalau cuaca tidak memungkinkan atau lagi musim panen, itu agak terhenti. Tapi kemarin cukup satu bulan pengerjaan," imbuh Sita.

Para tenaga pendidik MTs Muhammadiyah Negeri Sepa berterima kasih atas bantuan Lazismu dan BAZNAS

Keberadaan Lazismu dan BAZNAS melalui Program Kolaborasi Kebajikan Zakat yang diusung tersebut disambut baik oleh Kepala MTs Muhammadiyah Negeri Sepa, Muhammad Hatala. Ia pun mengakui jika sebelumnya sempat pesimis dalam menjalankan kegiatan belajar mengajar di sekolahnya lantara kondisi bangunan yang memprihatinkan. "Perlu saya sampaikan bahwa MTs Muhammadiyah Sepa ini beberapa waktu yang lalu di hadapan masyarakat kami merasa pesimis. Jika dibandingkan dengan lembaga pendidikan yang lain dilihat dari sisi bangunan tentunya kami terbelakang sekali," ungkapnya.

Kini Muhammad Hatala bangga dengan sekolahnya. Bangunan yang dimiliki lebih representatif dan tentunya ramah difabel. "Dengan sentuhan dari BAZNAS - Lazismu, saya secara pribadi bisa menyampaikan bahwa kami bisa unjuk gigi saat ini. Karena apa? Bangunan kami tidak seperti dulu lagi. Dan hari ini kalau saya mau lihat, di pesisir wilayah Kecamatan Amahai, khususnya lingkup pendidikannya, mungkin kami MTs Muhammadiyah Sepa lebih unggul dari mereka. Ini berkat dedikasi bantuan dari Lazismu dan BAZNAS itu," ujarnya bangga.

Terakhir, Muhammad Hatala mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan. Ia pun berharap, bantuan tersebut dapat berlanjut di kemudian hari untuk sekolahnya. "Selaku pimpinan madrasah saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pimpinan Lazismu maupun BAZNAS atas apa yang telah diberikan kepada kami. Bukan saja kami, masyarakat juga merasa apresiasi dengan bantuan itu. Mudah-mudahan ke depannya ketika ada catatan-catatan yang berasal dari MTs Muhammadiyah Sepa terkait dengan kekurangan itu mungkin bisa diapresiasi," pungkasnya.

[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah]

SELENGKAPNYA
23 Februari 2023

SALURKAN SEMBAKO, LAZISMU BUKA POSKO DAN KUNJUNGI PENYINTAS GEMPA TURKI

TURKI -- Aksi kemanusiaan Muhammadiyah untuk membantu warga terdampak gempa di Turki terus berlanjut. Pada Ahad (19/02), tim Kantor Layanan (KL) Lazismu Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Turki menginisiasi berdirinya Posko Lazismu. Aksi ini diawali dengan peluncuran tim kedua setelah sebelumnya mengirimkan tim untuk membantu proses penerjemahan di Rumah Sakit Lapangan Indonesia (RSLI) yang berada di Kota Hassa, Provinsi Hatay, Turki.

Pengiriman tim kedua KL Lazismu PCIM Turki ini dengan membawa kelengkapan berdirinya Posko Lazismu. Sehari kemudian pada Senin (20/02), Posko Lazismu pun berdiri di antara tenda-tenda Emergency Medical Team (EMT) Muhammadiyah. Tujuan didirikannya posko ini adalah untuk memudahkan penyaluran bantuan berupa logistik kepada warga yang mengungsi di sekitar RSLI, sesuai dengan semangat "Memberi Untuk Negeri" Lazismu yang tidak hanya berbagi pada warga Indonesia, namun juga kepada warga dunia.

Tri Julia Wulandari selaku Staf Administrasi KL Lazismu PCIM Turki yang menjadi relawan di lapangan menyebutkan, selain menyediakan bantuan paket sembako kepada warga terdampak gempa, posko ini juga memberikan layanan psikososial kepada anak-anak penyintas. Untuk paket sembako, para relawan harus berbelanja ke kota terdekat dengan waktu tempuh 3 sampai 4 jam. Sembako ini kemudian dibungkus dan dibagikan keesokan harinya. "Jadi ada selang-seling hari untuk belanja paket sembako dan juga untuk pembagian atau pengadaan paket sembakonya," terangnya.

Posko Lazismu telah dibuka di Kota Hassa, Provinsi Hatay, Turki

Posko Lazismu, lanjut Julia, dibuka setiap hari mulai jam 9 pagi hingga 9 malam waktu setempat. Para relawan pun bergantian untuk bertugas di posko dan mengantarkan bantuan langsung kepada warga yang berada di pengungsian. Selain lokasi pengadaan bantuan yang cukup jauh, kendala lain yang dihadapi para relawan adalah kurangnya tenaga penerjemah, armada transportasi, serta sinyal seluler yang sulit didapat.

Keberadaan Posko Lazismu ini disambut baik oleh warga Turki. Seperti yang dituturkan oleh salah satu penyintas, ia pun mendoakan keberkahan bagi para relawan. "'Teşekkürler, Allah Razi olsun' yang artinya 'Terima kasih banyak, semoga Allah memberkati kalian'," ucap satu penyintas yang mengunjungi Posko Lazismu pada Selasa (21/02).

Lazismu terus membuka kesempatan bagi para muzakki untuk menyalurkan infak terbaiknya guna membantu para penyintas gempa di Turki melalui:

BSI 9153 944 400
BCA 8780 171 171
Mandiri 1230 099 008 999
Muamalat 3250 191 211
Mega Syariah 1000 014 800

Rekening atas nama Lazis Muhammadiyah, sertakan Kode Unik "010" pada 3 digit terakhir nominal infak, misal Rp. 50.010,-. Konfirmasi dapat malalui SMS/Whatsapp ke nomor 0856 1626 222.

[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah]

SELENGKAPNYA
23 Februari 2023

BERDAYAKAN MASYARAKAT, LAZISMU DAN BANK INDONESIA INISIASI PETERNAKAN KAMBING PERAH TERINTEGRASI

KABUPATEN BANJARNEGARA -- Perhatian terhadap pemberdayaan masyarakat di desa ditunjukkan oleh Lazismu melalui program peternakan kambing perah terintegrasi. Pusat pemberdayaan yang bernama Hebi Farm ini merupakan wujud kerja sama Lazismu bersama Bank Indonesia. Letaknya yang strategis berada di Kecamatan Wanayasa, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, tepatnya di Pondok Pesantren Muhammadiyah Boarding School (MBS) Wanayasa.

Direktur Utama Lazismu Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Edi Suryanto berkesempatan mengunjungi peternakan kambing perah terintegrasi tersebut. Didampingi oleh Manajer Program Divisi Pendayagunaan Ekonomi dan Kesehatan M. Saleh Al-Farabi dan Divisi Program Lazismu Wilayah Jawa Tengah Nasrul Fauzi, Edi mengatakan bahwa ada beberapa sarana baik yang telah berdiri maupun sedang dibangun, seperti kandang, tempat pencacahan pakan ternak, tempat perah susu kambing, bahkan pengolahan kotoran kambing berbasis biogas yang sedang disiapkan di lokasi. "Lazismu berkomitmen untuk mendukung dalam penyediaan hewan ternaknya," ujar Edi.

Kehadiran Lazismu di Hebi Farm, lanjut Edi, sebagai bentuk dukungan atas program sosial Bank Indonesia yang telah memilih MBS Wanayasa sebagai pusat pemberdayaan yang terintegrasi dan Lazismu sebagai mitra pelaksana program pemberdayaannya. "Lazismu akan berkomitmen mendukung program ini sebagai wujud inovasi sosial yang berkelanjutan," terangnya.

Hal tersebut juga disampaikan oleh Deputi Gubernur Bank Indonesia, Juda Agung saat penyerahan "Program Sosial Bank Indonesia: Dedikasi Untuk Negeri" yang selanjutnya akan dilaksanakan oleh MBS Wanayasa dan Lazismu pada Ahad (19/02). Menurutnya, sebagai pilar pemberdayaan ekonomi masyarakat, peternakan kambing perah terintegrasi adalah salah satu implementasinya. "Dengan potensi yang ada di Wanayasa bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat," ungkapnya.

Juda Agung berharap agar model pemberdayaan ini bisa dikembangkan di tempat yang lain. Selain itu, peternakan kambing perah terintegrasi dapat mendorong kemandirian masyarakat. "Terima kasih atas semua pihak yang telah bersinergi dalam pelaksanaan program ini," ucapnya.

Ucapan terima kasih kepada Bank Indonesia juga disampaikan oleh Mudir Pondok Pesantren MBS Wanayasa, Wahyudin kepada pihak Bank Indonesia dan Lazismu yang telah mendukung program pemberdayaan ekonomi di sini. Ia berharap agar MBS Wanayasa juga bisa mengembangkan pendidikan berbasis kewirausahaan. "Lokasi peternakan kambing terintegrasi yang berada di lingkungan MBS sebagai wujud lembaga pendidikan bisa turut memberikan andil pemberdayaan kepada kader Muhammadiyah dan warga," katanya.

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Banjarnegara yang diwakili oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Banjarnegara, Indarto, menyampaikan terima kasih kepada Lazismu dan Bank Indonesia yang telah ikut mendorong pemberdayaan ekonomi di Banjarnegara. "Kehadiran Bank Indonesia telah mengisi keterbatasan pemerintah di kabupaten, apalagi bersama Muhammadiyah menggali potensi ekononi warga," harapnya.

Dalam kesempatan itu, sosiolog UI Imam Prasojo, putra asli Banjarnegara yang hadir bersama Lazismu bermimpi masyarakat dapat secara mandiri memberdayakan potensi ekonominya. Model peternakan kambing terintegrasi ini, imbuhnya, akan dapat turut membuka potensi ekonomi selain bertani. "Pakan ternak seperti rumput bisa diperoleh bibitnya dan ditanam untuk mencegah sedimentasi yang pada akhirnya ikut menjaga lingkungan," pungkasnya.

[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah/Nazhori Author]

SELENGKAPNYA
21 Februari 2023

IMAM PRASOJO BEBERKAN NILAI SOSIAL DAN EKONOMI ZAKAT YANG DIKEMBANGKAN LAZISMU UNTUK TERNAK KAMBING PERAH TERINTEGRASI

KABUPATEN BANJARNEGARA – Lokasi peternakan kambing perah terintegrasi di Muhammadiyah Boarding School (MBS) Wanayasa, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah kondisinya sudah hampir selesai.  Di lokasi itu, kandang sudah berdiri megah, tempat cacah pakan ternak, tempat perah susu kambing, hingga alur pembuangan limbah kandang kambing berupa biogas terus dikerjakan untuk melengkapi kebutuhan prioritas pemberdayaan dengan konsep Hebi Farm.

Kemajuan dalam tahap pendirian peternakan terintegrasi ini disaksikan langsung oleh Lazismu Pusat, saat Direktur Utama Lazismu Pusat Edi Suryanto dan M. Saleh Al-Farabi selaku Manager Divisi Pendayagunaan bidang ekonomi dan kesehatan berkunjung ke lokasi pada Sabtu, 19 Februari 2023, yang masih di lingkungan  MBS Wanayasa.

Makna peternakan terintegrasi di sini adalah bahwa ada dampak sosial dan ekonomi yang dapat digali dari potensi yang ada di daerah Wanayasa. Diketahui bahwa mayoritas warga di Danayasa adalah bertani, salah satunya budidaya kentang. Di samping persoalan lingkungan yang belakangan terakhir mulai dikhawatirkan oleh pemerintah Kabupaten Banjarnegara perihal sedimentasi di waduk Mrica dan dampaknya bagi masyarakat ketika sungai Serayu ikut terdampak.

Demikian disampaikan oleh Sosiolog Universitas Indonesia, yang juga asli Banjarnegara, yakni Imam Prasojo saat berkunjung ke lokasi kandang ternak kambing di MBS Wanayasa. Latarbelakang berdirinya Hebi Farm, sebetulnya terkait dengan kondisi lingkungan yang sudah tidak ramah. Yaitu sedimentasi di waduk Mrica yang dapat mengancam kehidupan, terutama sektor pertanian. Karena itu, lanjut Imam Prasojo, perlu ada alternatif selain pertanian untuk menggali potensi ekonomi warga salah satunya beternak kambing.

Jadi diperkirakan dampaknya tidak terlalu lama, jika tidak segera direspons untuk mengurangi risiko. Apalagi 5 bupati yang ada di kresidenan Banyumas menyurati Presiden bagaimana caranya, pemerintah pusat juga memberikan perhatian bersama untuk melakukan upaya menahan arus sedimentasi ini agar tidak sebesar sekarang.

"Kita sadar bahwa yang dilakukan adalah dengan alih pertanian misalnya tanam alpukat ras, kopi, jeruk, dan lain sebagainya sebagai permintaan. Probelemnya untuk masa panennya terlau lama dan siapa yang akan menjamijn ekonomi mereka," jelas Imam.

Di sini, lanjutnya, kita mencari solusi pelan-pelan, apa kira-kira penghasilan yang relatif cepat selain pertanian. Cara lain, terang Imam adalah cari usaha yang setiap hari bisa hasilkan uang, solusi itu adalah  kambing perah.

Kambing perah yang berkualitas adalah kambing sanen, jika beranak bisa diperah setiap hari, dengan nilai manfaat dari satu ekor kambing yang menghasilkan 2 liter setiap hari. Nah, potensi inilah yang menjadi pilihan relatif kecil risikonya, dan alhamdulillah mendapat dukungan dari Bank Indonesia dan Lazismu yang akan menyediakan hewan ternaknya.

Lantas bagaimana nilai ekonominya, Imam menjelaskan harus ada kemandirian ekonomi dari warga sendiri. Bila dihitung dengan cermat, nilai ekonomi dari kambing sanen yang dikelola dengan benar proyeksinya akan sangat menguntungkan untuk dua tahun pertama. 

Dari hal pakan ternaknya, juga ada nilai ekonominya bagi warga. Karena dengan kondisi Wanayasa yang kaya akan tanaman untuk pakan ternak bisa ditambah dengan bibit rumput seperti kaliandra dan rumput lainnya yang direkomendasikan, sehingga secara tidak langsung rumput-rumput tambahan ini bisa untuk mencegah longsor. "Tinggal bagaimana mengelola tanamam ini yang bisa jadi pakan ternak kambing yang berkualitas," tuturnya.

Secara gotong-royong, budidaya pakan ternak ini di desa bisa menjadi kekuatan dalam menggali potensi ekonomi di Wanayasa. Artinya, sambung Imam, kandang kambing ternyata lebih potensial dan kandang kambing ini juga harus sehat dan bersih.

Ini perlu ditindaklanjuti dimulai dari cara perahnya juga ada edukasi dan tata laksananya, sehingga tidak sembarangan. Dan harus ada pakan yang terjamin untuk kambing jenis sanen. Semoga ini menjadi pusat ekonomi yang menggerakan warga di desa, khususnya kecamatan Wanayasa. Jika dikelola dengan baik, tempat ini juga bisa menjadi lokasi gudang pakan ternak, sehingga rumput yg dicacak itu bisa bertahan lama.

Dalam kondisi yang lain, Imam mengatakan bahwa lokasi kandang juga ada di lingkungan sekolah milik Muhammadiyah, secara sosial dari gerakan dakwahnya akan sangat membantu terutama untuk spirit al-maunya. Di dalamnya ada semangat kemandirian dan gerakan saling membantu.

Di samping itu, terlibatnya Lazismu dalam peternakan kambing perah terintegrasi ini akan semakin memperkuat bahwa program ini dari sisi sosial ekonomi dapat beririsan dengan program-program zakat di Lazismu, tutupnya.

[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah/Nazhori Author]

SELENGKAPNYA
21 Februari 2023

LAZISMU BANTU SEDIAKAN SUMBER AIR UNTUK PENYINTAS GEMPA TURKI

TURKI -- Kehadiran Muhammadiyah dalam membantu warga terdampak gempa di Turki terus mendapatkan apresiasi. Kali ini apresiasi berasal dari Duta Besar Indonesia untuk Turki, Dr. Lalu Muhammad Iqbal. Melalui melalui kanal youtube MDMC https://www.youtube.com/@MDMCIndonesia pujian dilontarkan kepada EMT (Emergency Medical Team) Muhammadiyah yang tergabung dalam INA-EMT (Indonesian Emergency Medical Team).

"Saya Duta Besar Republik Indonesia di Ankara sangat bangga Muhammadiyah bahwa bisa ikut hadir dan menjadi komponen utama dari EMT Indonesia di sini. EMT Muhammadiyah menunjukkan solidaritas kepada saudara-saudara bangsa Turki yang sekarang ini sedang menghadapi cobaan gempa bumi yang korbannya begitu banyak," puji Lalu Muhammad Iqbal.

Kehadiran EMT Muhammadiyah di Turki, menurut Lalu Muhammad Iqbal, mendapatkan sambutan yang baik oleh masyarakat. Hal ini terlihat jelas saat mendirikan Rumah Sakit Lapangan Indonesia (RSLI). Masyarakat hingga pemerintah setempat ikut serta bergotong-royong dalam proses pendirian RSLI sampai beroperasi.

"Kemarin pada saat kita membangun rumah sakit lapangan ini hampir semua masyarakat lokal, pemerintah daerah, semua mengulurkan tangan untuk ikut mewujudkan rumah sakit ini agar segera berfungsi. Terima kasih Muhammadiyah, mudah-mudahan apa yang diberikan oleh umat kemudian diterima oleh umat juga di Turki. Mudah-mudahan ini menjadi sesuatu yang bermanfaat dan berkah," ujar Lalu Muhammad Iqbal.

Selain pendirian RSLI, EMT Muhammadiyah dengan dukungan Lazismu juga berhasil membuat sumber air untuk para penyintas pada Jumat (17/02). Tri Julia Wulandari, relawan Kantor Layanan (KL) Lazismu Pimpinan Cabang Istimewa (PCIM) Turki menuturkan, gempa yang terjadi beberapa waktu lalu mengakibatkan fasilitas air bersih menjadi rusak. Sumber air pun sudah tidak bisa dipergunakan lagi. "Jadi tim relawan Indonesia membuatkan sumber mata air," terangnya.

Julia melanjutkan, hampir 75 persen tempat tinggal warga rata dengan tanah. Saat ini mereka ditempatkan di tenda-tenda pengungsian. Sebelum dibuatkan sumber mata air, warga sekitar mendapatkan air dari sumbangan warga lain. Dengan adanya sumber air tersebut, warga kini tak lagi kesulitan untuk beraktivitas. "Kemaren ada sekitar 140 orang yang datang untuk mendapatkan air. Airnya juga bisa ditampung," pungkasnya.

Mari salurkan infak terbaik untuk membantu saudara-saudara kita yang terdampak gempa bumi di Turki melalui:

BSI 9153 944 400
BCA 8780 171 171
Mandiri 1230 099 008 999
Muamalat 3250 191 211
Mega Syariah 1000 014 800

Rekening atas nama Lazis Muhammadiyah, sertakan Kode Unik "010" pada 3 digit terakhir nominal infak, misal Rp. 50.010,-. Konfirmasi dapat malalui SMS/Whatsapp ke nomor 0856 1626 222.

[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah/Tri Julia Wulandari]

SELENGKAPNYA
20 Februari 2023
LAZISMU adalah lembaga zakat nasional dengan SK Menag No. 90 Tahun 2022, yang berkhidmat dalam pemberdayaan masyarakat melalui pendayagunaan dana zakat, infaq, wakaf dan dana kedermawanan lainnya baik dari perseorangan, lembaga, perusahaan dan instansi lainnya. Lazismu tidak menerima segala bentuk dana yang bersumber dari kejahatan. UU RI No. 8 Tahun 2010 Tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang

Alamat

Jl. Menteng Raya No.62, RT.3/RW.9, Kb. Sirih, Kec. Menteng, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10340
Jl. Jambrut No.5, Kenari, Kec. Senen, Jakarta Pusat 10430
info@lazismu.org
0213150400
0856-1626-222
Copyright © 2025 LAZISMU bagian dari Persekutuan dan Perkumpulan PERSYARIKATAN MUHAMMADIYAH
cross