

Pada Selasa, (10/01) Lazismu Kota Pekanbaru menyalurkan bantuan biaya pendidikan sebesar Rp. 8.400.000,- untuk 9 siswa SD Muhammadiyah 6 Pekanbaru. Bantuan ini diserahkan di sekolah tersebut yang berada di Jalan Cipta Karya, Kelurahan Sialangmunggu, Kecamatan Tuah Madani, Kota Pekanbaru. Bantuan tersebut diserahkan langsung kepada Kepala SD Muhammadiyah Kota Pekanbaru dan langsung diserahkan kepada wali siswa penerima manfaat.
Kepala SD Muhammadiyah 6 Pekanbaru, Netriza Maidaianti dalam sambutannya mengucapkan rasa syukur dengan adanya bantuan dari Lazismu ini. Bantuan ini berasal dari kaleng program Filantropi Cilik yang telah dikumpulkan sejak tiga bulan yang lalu. "Kepada bapak dan ibu-ibu sekalian, alhamdulillah hari ini kita kedatangan amil dari Lazismu Pekanbaru untuk menyalurkan bantuan pendidikan kepada anak-anak kita. Bantuan ini sebelumnya adalah infak dari kaleng Filantropi Cilik anak-anak siswa siswi SD Muhammadiyah 6 ini yang diberikan dan dikumpulkan tiga bulan lalu," jelasnya.
Netriza melanjutkan, dengan adanya program Filantropi Cilik ini diharapkan membantu anak-anak yang kesulitan dalam memenuhi biaya pendidikan. "Dalam program pendidikan yakni membantu sedikit tunggakan SPP anak-anak kita yang insyaAllah bermanfaat bagi kita semua. Pada intinya di sini dari siswa oleh siswa dan untuk siswa kita sendiri. Dan ini juga ke depannya akan bertahap serta berganti yang menerima bantuan. InsyaAllah dengan ini semuanya semoga berkah," ujarnya.
Sementara itu, Agung Pramuryantyo selaku Manajer Lazismu Kota Pekanbaru mengucapkan terima kasih dan berharap bisa terus melakukan kerja sama dengan pihak SD Muhammadiyah 6 Pekanbaru. "Kami juga berterima kasih kepada SD Muhammadiyah yang sudah berkolaborasi bersama Lazismu Pekanbaru sehingga penyebaran manfaat program kami dapat tersebar secara merata," ungkapnya.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah/Setiawan]

Dengan menggandeng Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) DI Yogyakarta, Lazismu Wilayah DI Yogyakarta berupaya membantu percepatan pengembangan produk olahan berupa tepung dengan nama Mocaf (Modified Cassava Flour). Dengan adanya program pemberdayaan yang melibatkan para petani singkong di Kabupaten Gunungkidul dalam rangka inovasi produk olahan singkong melalui proses fermentasi, Lazismu berharap dapat meningkatkan perekonomian masyarakat. Hal ini bisa dicapai karena biaya produksi Mocaf terbilang rendah, sehingga harga jualnya pun bisa lebih murah dibandingkan dengan harga tepung terigu maupun tepung beras.
Model program peningkatan produksi digelar dengan melibatkan elemen masyarakat, di antaranya Karang Taruna untuk ikut serta mengembangkan potensi wilayah. Melalui berbagai pelatihan, Lazismu Wilayah DI Yogyakarta serta MPM PWM DI Yogyakarta juga bermitra dengan berbagai Perguruan Tinggi (PT) untuk berbagi ilmu kepada masyarakat Kabupaten Gunungkidul. Selain pengembangan olahan singkong menjadi tepung Mocaf, pelatihan pun diberikan untuk mengembangkan potensi wisata berbasis singkong.
Bertempat di Balai Desa Kemiri, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Gunungkidul, Lazismu Wilayah DI Yogyakarta menggelar kegiatan bertajuk "Pelatihan Penumbuhan Kawasan Wisata Desa Berbasis Digital" pada Sabtu (24/12). Pelatihan ini diikuti oleh masyarakat dan unsur generasi muda di Desa Kemiri. Selain itu juga diserahkan bantuan "Program Akselerasi Pengembangan Mocaf" di Kabubupaten Gunungkidul tahun 2022.
Pada kesempatan tersebut, Kepala Desa Kemiri, Mujono menyampaikan bahwa keterlibatan pemuda dapat membantu kemajuan desanya. Harapannya, pemberdayaan ini dapat dirasakan manfaatnya serta meningkatkan kesejahteraan warga di sekitarnya. Ia juga mengajak para generasi muda untuk menyerap ilmu yang dipelajari dalam kegiatan tersebut. "Pembelajaran untuk pengembangan dan serap semua ilmu yang akan dipelajari," ujarnya.
Sementara itu, Agus Amin Syaifudin selaku Ketua MPM PWM DI Yogyakarta mengungkapkan strategi dalam rangka pengembangan dan penguatan potensi daerahnya. Salah satunya adalah dengan promosi digital. Menurutnya, promosi digital mampu untuk perluasan jaringan hingga ke luar negeri. "Strategi pengembangan kawasan dengan pengembangan SDM (sumber daya manusia) dan kelembagaan untuk memperkuat potensi daerah, kemudian dengan mempelajari promosi digital bisa meningkatkan jaringan luas ke luar daerah hingga mancanegara," terangnya.
Ke depannya, MPM PWM DI Yogyakarta akan mengembangkan wisata edukasi dengan singkong sebagai aktor utama. Wisata ini pun tak hanya menawarkan edukasi, namun juga ditambah dengan menyajikan beragam kuliner yang berasal dari olahan singkong. Sederet menu makanan maupun minuman akan dapat dihadirkan melalui berbagai inovasi guna menunjang wisata ini, demi menghidupkan perekonomian masyarakat dengan menggunakan potensi lokal yang dimiliki.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah/Rizal Firdaus]

Acara yang merupakan bagian dari Program Kemaslahatan tahun 2021 dan 2022 BPKH RI ini berlangsung pada Rabu (28/12) di Kelurahan Sukoharjo, Kecamatan Ngaglik, Kabupaten Sleman, DI Yogyakarta. Turut berhadir dalam acara ini perwakilan DPRD Sleman, pengurus Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) DI Yogyakarta, Badan Pengurus Lazismu Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, perwakilan BPKH RI, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sleman, BPKH, dan tamu undangan.
Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo berharap agar keberadaan gedung ini dapat semakin menguatkan ukhuwah Islamiah antar anggotanya. Selain itu, dengan adanya gedung Persaudaraan Haji Indonesia Sukoharjo diharapkan dapat meningkatkan semangat dalam menghimpun potensi, aspirasi para jamaah haji, serta dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya dalam pembinaan dan pemberdayaan umat. "Keberadaan Gedung IPHI ini tentunya juga akan semakin mendukung kegiatan yang dilakukan terhadap persoalan yang dihadapi oleh umat Islam saat ini, yaitu ekonomi, pendidikan, dan kesehatan," ujarnya.
Kustini menambahkan, melalui gedung ini akan muncul berbagai kegiatan pemberdayaan yang dapat meningkatkan kemaslahatan. "Kemanfaatannya harus dirasakan oleh masyarakat luas melalui kegiatan pemberdayaan. Gedung ini tidak punya arti apa-apa kalau tidak ada kegiatan, dan semoga dapat meningkatkan kemaslahatan," sebutnya.
Mewakili Badan Pengurus Lazismu PP Muhammadiyah, Mahsunah Syakir juga berharap agar gedung ini pun dapat menginspirasi IPHI yang berada di daerah lain dan dapat dikelola sebaik-baiknya. Menurutnya, kepercayaan BPKH RI kepada Lazismu dalam mendampingi proses pembangunan sehingga sesuai target telah ditunaikan. "Kepercayaan BPKH terhadap Lazismu untuk mendampingi pembangunan sesuai target dapat memberikan manfaat. Harapannya gedung ini juga bisa menginspirasi kepada IPHI di daerah lain dan dikelola untuk berikan solusi kebutuhan-kebutuhan masyarakat sekitar," harapnya.
Sementara ini, Indriayu Afriana selaku Kepala Divisi Pelaksanaan dan Monev BPKH RI menuturkan, pihaknya melakukan berbagai program kemaslahatan melalui program-program prioritas. Pengelolaan pun dilakukan sesuai prinsip syariah dan menggandeng mitra-mitra strategis, di antaranya adalah Lazismu. "Kegiatan kemaslahatan BPKH melalui berbagai program prioritas, seperti kebutuhan prasarana ibadah haji, kesehatan, pelayanan ibadah haji, ekonomi, pendidikan, dan dakwah sosial keagamaan. Pengelolaan berdasarkan sesuai syariah bekerja sama dengan mitra seperti Lazismu untuk membantu program kemaslahatan BPKH," ungkapnya.
Pembangunan gedung tahap dua ini memakan waktu lebih kurang sembilan minggu. Jumlah bantuan yang diberikan senilai lebih dari 400 juta rupiah. Bantuan Program Kemaslahatan ini merupakan wujud komitmen BPKH untuk turut ambil peran dalam mengatasi permasalahan umat. Sumber pembiayaan program ini berasal dari nilai manfaat pengelolaan investasi Dana Abadi Umat (DAU).
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah/Rizal Firdaus]

Maryono, Ketua Komunitas Pemulung Mardiko menuturkan, kejadian ini sudah berlangsung sejak lama. Bahkan kini sudah lima RT yang mengalami nasib serupa. "Sekitar ada lima RT sudah mengalami gangguan air bersih akibar dampak air lindi itu. Kejadian ini sudah sejak awal tahun 2000-an, hingga sampai sekarang." ujarnya.
Selain itu, sebagian besar pemulung pun sulit untuk membersihkan diri sehabis selesai bekerja. Sebelumnya pernah dibangun fasilitas tandon air untuk membersihkan diri ketika selesai memulung dan ketika hendak makan. Namun tandon air itu sudah lama tidak berfungsi karena para pemulung kesulitan biaya untuk membeli air. Akibatnya ketika waktu makan tiba, mereka merasa kesulitan untuk membersihkan diri dari kotoran.
"Terdapat 450 pemulung yang bekerja disini. Ketika memasuki waktu dzuhur atau makan, mereka harus membersihkan tangan mereka. Diperlukan air bersih yang mengalir sehingga tetap terjaga pola hidup bersih," kata Maryono.
Sebagai bentuk kepedulian terhadap nasib para pemulung di TPST Piyungan, Lazismu Wilayah DI Yogyakarta memberikan bantuan tandon air bersih pada Senin (19/12) untuk diletakkan di sekitar lokasi tersebut. Bantuan ini juga untuk mendorong kesadaran perilaku hidup sehat agar terhindar dari berbagai penyakit. Selain itu, Lazismu juga memberikan bantuan seperangkat alat untuk sholat agar dapat membantu para pemulung beribadah dengan khusyuk.
Mewakili Lazismu Wilayah DI Yogyakarta, Rizal Firdaus selaku Staf Program mengucapkan terima kasih kepada para penerima manfaat yang telah menerima bantuan tersebut. Ia pun berharap agar bantuan ini dapat dipergunakan sebaik-baiknya. "Atas nama Lazismu DI Yogyakarta mengucapkan terima kasih atas diterimanya bantuan ini. Bantuan berupa tandon air, air bersih, dan juga seperangkat alat sholat. Semoga bisa dimanfaatkan sebaik mungkin dan diharapkan tetap menjalankan pola hidup sehat," ungkapnya.
Sebelumnya, Lazismu Wilayah DI Yogyakarta melalui program SAUM (Sanitasi untuk Masyarakat) telah menunjukkan kepedulian terhadap lingkungan. Para pemulung di lingkungan TPST Piyungan pun telah beberapa kali membuat program bersama, selain air bersih juga pernah melakukan pembagian makanan gratis. Kali ini, Lazismu Wilayah DI Yogyakarta hadir melalui program untuk para pemulung dengan memberikan tandon dan air bersih.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah/Rizal Firdaus]

Ahmad Riyadhie, Staf Administrasi dan Keuangan Lazismu Kabupaten Banjar menyampaikan bahwa bantuan yang disalurkan ini merupakan pengajuan dari sekolah yang bersangkutan. Menyikapi hal tersebut, pihaknya kemudian memutuskan untuk membantu melalui program Beasiswa Mentari. "Kami menerima pengajuan dari pihak sekolah terkait adanya siswa yang mengalami kesusahan dalam penyelesaian SPP. Melalui rapat internal, kami berupaya untuk membantu hingga siswa yang bersangkutan menyelesaikan pendidikan dasar," terangnya.
Riyadhie menambahkan, tidak hanya Beasiswa Mentari, untuk Pilar Pendidikan Lazismu Kabupaten Banjar juga memiliki beberapa program lainnya. "Berkaitan dalam Pilar Pendidikan, kami tidak hanya menyalurkan program sejenis. Ada pula program lain seperti Beasiswa Sang Surya yang rutin mengirimkan kader terbaik untuk berkuliah di perguruan tinggi. Ada pula program Save Our School dan Peduli Guru," tambahnya.
Sementara itu Rasmilawati selaku guru SD Muhammadiyah Martapura mengucapkan terima kasih dengan adanya bantuan yang diberikan oleh Lazismu kepada anak didiknya. Bantuan ini menurutnya dapat mengurangi beban orang tua yang tidak mampu dalam membiayai sekolah anaknya. "Kami mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan dan ini sangat membantu, khususnya bagi wali murid siswa yang tidak mampu. Mereka merasa bebannya berkurang untuk membiayai sekolah anaknya," ujarnya.
Rasmilawati mengharapkan Lazismu bisa lebih banyak lagi memberikan bantuan kepada siswa yang kurang mampu. Mudah-mudahan Muhammadiyah melalui Lazismu terus dan tetap menyalurkan bantuan seperti ini kepada mereka yang kesulitan dalam menempuh pendidikan, khususnya di sekolah kami yang bisa dikatakan tidak sedikit siswanya yang kurang mampu," harapnya.
Winda Larasati merupakan siswi kelas V yang telah dibantu sejak duduk di bangku kelas IV. Ia merupakan siswi yang baru pindah pada kelas tersebut dan berasal dari keluarga kurang mampu. Melalui program Beasiswa Mentari diharapkan dapat mengantarkan Winda untuk menyelesaikan pendidikan dasarnya.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah/Muhammad Nashir]

Pada Kamis (12/01), Showroom Ecoprint Lazismu mendapatkan kunjungan dari guru-guru SMP Negeri 239 Jakarta Selatan. Enam orang guru mengikuti kegiatan kunjungan ini dan disambut oleh Mochammad Sholeh Farabi selaku Manajer Program Ekonomi dan Kesehatan Lazismu PP Muhammadiyah. Farabi memberikan penjelasan tentang ecoprint dan pelatihan yang harus dijalani, seperti proses pembuatan dan materi yang diberikan selama pelatihan.
"Dengan adanya Showroom Ecoprint ini kami berharap para penerima manfaat program yaitu UMKM binaan Lazismu memiliki tempat untuk memajang atau memasarkan berbagai produk mereka secara fisik sehingga bisa lebih dikenal luas oleh masyarakat. "Selain itu, showroom ini juga bisa menjadi tempat pembelajaran bagi masyarakat umum mengenai seluk beluk ecoprint sebagai salah satu program pemberdayaan Lazismu yang berkelanjutan," jelas Farabi.

Salah seorang guru, Kurnia Septiana mengungkapkan kekagumannya dengan keberadaan galeri ini. "Begitu memasuki ruangan ini saya merasa takjub sekaligus haru. Ternyata Lazismu punya rencana yang begitu hebat untuk memajukan masyarakat Indonesia, terutama yang di daerah-daerah dan juga di Jakarta ini," ungkap Kurnia.
Ia menyatakan ketertarikannya terhadap kain hasil olahan dari ecoprint. Kurnia sebelumnya tidak mengira bahwa kain karya ecoprint yang bernilai tinggi tersebut berasal dari bahan-bahan alam yang dapat ditemui sehari-hari. "Saya merasa tertarik dan ternyata dari tanaman dan bahan-bahan alam yang kita lihat di sepanjang jalan bisa menjadi hasil karya yang begitu bagus seperti ini dan bernilai guna tinggi," ujarnya.
Kurnia pun menyebutkan, setelah melihat Showroom Ecoprint, sekolahnya berminat untuk menjalin kerja sama dengan Lazismu dalam mempelajari ecoprint, terlebih bahwa pihaknya telah menerapkan Kurikulum Merdeka. "InsyaAllah karena sekolah kami sudah menerapkan Kurikulum Merdeka, proyek kami yang ketiga ini adalah "Gaya Hidup Berkelanjutan", kami ingin bekerja sama dengan Lazismu. Mengenai proyek yang akan kami ambil adalah tentang ecoprint ini," terangnya.
Program Pemberdayaan Ecoprint merupakan kolaborasi Lazismu dengan Unit Pengelola Zakat (UPZ) PermataBank Syariah. Melalui program ini, mitra binaan dapat meningkatkan perekonomian mereka melalui karya kain ecoprint yang dibuat dengan tetap menjaga kelestarian lingkungan. Program Pemberdayaan Ecoprint juga turut mengantarkan Lazismu dalam ajang Indonesia's SDGs Action Awards 2022 yang diselenggarakan Pemerintah Republik Indonesia dan meraih penghargaan Pemenang Terbaik I Kategori Filantropi.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah/Athif At Thariq]

