

Farid Supriadi, Field Officer Program Kolaborasi Kebajikan Zakat menyampaikan, PMT merupakan program dalam rangka meningkatkan kesehatan dan gizi para balita. Dari 100 balita yang menerima PMT, 25 balita di antaranya termasuk dalam kategori stunting dan kurang gizi. PMT memiliki peranan penting dalam menurunkan angka stunting.
"Untuk PMT selanjutnya kami akan fokuskan untuk melakukan pendampingan secara khusus untuk anak balita yang stunting dan gizi kurang. Dengan harapan PMT ini bisa meningkatkan kesehatan dan gizi balita dan menurunkan angka stunting dan gizi kurang," imbuh Farid saat kegiatan PMT pada Ahad (19/02).
Sekretaris Desa Domas, Suhaeli menyampaikan terima kasih kepada Lazismu dan BAZNAS yang sudah memilih Desa Domas sebagai penerima manfaat dari Program Kolaborasi Kebajikan Zakat. Ia berharap agar angka stunting di daerahnya dapat diturunkan melalui program ini. "Selain bantuan PMT, Lazismu juga melakukan penyuluhan reproduksi dan gizi. Semoga ini bagian dari usaha bersama untuk menurunkan angka stunting di Desa Domas," harapnya.
Penyebab utama stunting dan adalah minimnya akses ibu dan balita terhadap makanan sehat dan bergizi seperti makanan berprotein tinggi. Selain itu, Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHSB) juga memiliki peran penting dalam mencegah stunting. Melalui Program Kolaborasi Kebajikan Zakat, Lazismu dan BAZNAS berupaya untuk mendorong masyarakat agar dapat meningkatkan kualitas hidup dan kesehatan.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah]

Wahidin dalam sambutannya saat membuka acara menegaskan, Lazismu merupakan sebuah yang dapat menjadi wadah untuk mengasah potensi diri amilnya. "Ahlan wa sahlan di Lazismu Sudan. Ini adalah lembaga yang kita usahakan untuk saling bergembira dan saling mengasah potensi," ujarnya.
Tahun 2023 ini, menurut Wahidin, menyimpan harapan besar bagi KL Lazismu PCIM Sudan agar dapat memberikan manfaat lebih luas lagi. Ia pun mengingatkan, tahun lalu Lazismu membawa peran positif dengan adanya program wakaf sumur. Selain untuk syiar kemanusiaan global Muhammadiyah, program tersebut telah berhasil memberikan dampak bagi masyarakat Sudan.
Terakhir, Wahidin kembali mengajak para amil untuk belajar dan mengasah potensi yang dimiliki. "Harapan saya Lazismu menjadi ajang teman-teman untuk belajar dan mengasah potensi. InsyaAllah akan banyak manfaat kalian masuk di Lazismu," pungkasnya.
Acara dilanjutkan dengan perkenalan satu sama lain. Ada beberapa amil yang mengungkapkan harapannya untuk tahun 2023 dan ada juga yang menceritakan pengalamannya saat berorganisasi. Seperti yang diungkapkan oleh Talita, ia ingin menambah relasi melalui kegiatan yang ada di KL Lazismu PCIM Sudan. "Saya ingin belajar dan menambah relasi di sini," ujarnya.
Senada dengan Talita, Bani Hakama juga menuturkan hal yang serupa. "Belajar dari Lazismu dan juga saya senang sekali sekali dengan kegiatan wakaf, nanti bagaimana wakaf tersebut bisa menjadi produktif," ujarnya.
Kegiatan ini dilaksanakan untuk mengenalkan amil dengan Lazismu serta berbagai kegiatannya dan juga untuk merekatkan hubungan ukhuwah Islamiyah antar amil. Selain itu, dalam "Kopdar I Amil Lazismu Sudan" ini para amil juga diajak untuk memaksimalkan program perdana tahun ini, yaitu penggalangan donasi untuk Turki serta Ramadan. Harapannya, amil KL Lazismu PCIM Sudan dapat memaksimalkan kedua program tersebut.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah/Dimas Muhammad Hanif Arkaan]

Titik pelaksanaan monev kali ini adalah di Negeri Sepa, Kecamatan Amahai, Kabupaten Maluku Tengah, Maluku. Di titik ini, Program Kolaborasi Kebajikan Zakat telah berjalan sejak bulan Maret 2022 hingga Januari 2023. Kegiatan monev berlangsung pada Sabtu-Jumat (18-24/02) dan dihadiri langsung oleh Ketua Badan Pengurus Lazismu PP Muhammadiyah, Mahli Zainuddin.
Dalam keterangannya Mahli menyebutkan, salah satu kegiatan dari rangkaian monev adalah pelatihan untuk program Dai Mandiri. "Saya berada di Negeri Sepa, Kabupaten Maluku Tengah, Maluku. Lazismu bersama BAZNAS akan ada kegiatan dan malam ini sedang berlangsung pelatihan untuk Dai Mandiri. Dua peserta sekaligus aktivis muhammadiyah di sini, yang pertama adalah pak Irham, Ketua PCM Sepa. Berikutnya pak Lukman, aktivis Muhammadiyah di Negeri Sepa," ujarnya.
Irham, Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Negeri Sepa mengucapkan terima kasih atas kegiatan yang digelar oleh Lazismu bersama BAZNAS RI. Kegiatan ini sangat membantu dalam memperbanyak tenaga dai di daerahnya. Ia juga berharap program ini dapat terus berlanjut di Negeri Sepa.
"Alhamdulillah dalam pelatihan dai ini sangat membantu, khususnya masyarakat di Negeri Sepa dan sekitarnya. Kapasitas dai akan semakin mandiri dan semakin bisa bermanfaat bagi masyarakat di Negeri Sepa, Kecamatan Amahai, dan Maluku Tengah pada umumnya, sehingga tidak akan kekurangan tenaga-tenaga dai yang bisa mengembangkan Islam untuk masyarakat setempat. Semoga bantuan dari Lazismu dan BAZNAS itu ada kelanjutan yang ternyata sangat menyentuh masyarakat di sekitar sini dan sangat bermanfaat sekali," harap Irham
Sementara itu, aktivis Muhammadiyah yang juga mengikuti kegiatan ini, Lukman mengucapkan rasa syukur atas kegiatan ini yang telah membantu mengatasi masalah kekurangan dai di daerah tersebut. "Alhamdulillah seperti tadi juga sudah disampaikan PCM Amahai, bahwa kegiatan-kegiatan yang selama ini dilakukan oleh Lazismu BAZNAS yang sasarannya di PCM Amahai, Kabupaten Sepa, alhamdulillah kami sangat bersyukur atas kegiatan yang sudah diamanatkan kepada kita," terangnya.
Pada Sabtu (18/02), Program Kolaborasi Kebajikan Zakat BAZNAS RI bersama Lazismu menggelar pelatihan "Peningkatan Kemandirian Dai" yang dibagi dalam dua sesi. Pertama adalah praktik pembuatan sayuran hidroponik yang dipandu oleh penggiat hidroponik di Kota Ambon, Abdul Kadir Rumagia. Kedua adalah materi tentang Wirausaha dalam Islam yang diberikan oleh Abdul Karim. Kegiatan ini bertempat di Klinik Pratama Surya Medika Sepa.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah]

Ketua PWM DI Yogyakarta, Gita Danupranata menyampaikan bahwa sinergi berbagai majelis dan lembaga lain perlu dijalin untuk memperkuat dan menjadi syiar Islam berkemajuan dengan dakwah nyata yang langsung bersentuhan dengan kebutuhan dan kepentingan warga persyarikatan, umat, dan masyarakat pada umumnya. "Upaya pemanfaatan tanah wakaf sebagai tempat edukasi dan rekreasi perlu dikasih apresiasi. Peresmian 'Green House, kolam ikan, dan kebun bibit menjadi tempat percontohan dakwah komunitas, pengajian, dan berbagai kegiatan lainnya. Ke depan pemanfaatan tanah wakaf sebagai lahan produksi bisa dilakukan tempat lain," ujarnya.

Sementara itu, Ketua Badan Pengurus Lazismu Wilayah DI Yogyakarta, Cahyono menjelaskan, 'Green House' ini merupakan bentuk penyaluran amanah dari donatur, bekerja sama dengan MLH PWM DI Yogyakarta. Konsep dakwah berkemajuan tidak hanya dengan pembangunan sekolah, rumah sakit, ataupun lembaga sosial lainnya, namun kali ini melalui berkebun. Dengan penanaman pohon sebagai penghijuan sudah memberikan banyak manfaat dan mencukupi kebutuhan masyarakat.
"Amanat dari donatur dana yang dititipkan di Lazismu kali ini diperuntukkan jadi rumah pembibitan, sinergi lembaga dengan Majelis Lingkungan Hidup, dengan memanfaatkan tanah wakaf Muhammadiyah akan dilaporkan dalam bentuk kegiatan. Semoga bermanfaat dan jadi amal jariyah," terang Cahyono pada acara yang berlangsung Sabtu (11/02) lalu itu.

Pemanfaatan tanah wakaf untuk kegiatan edukasi penghijauan dirancang sejak tahun 2019 silam, diawali dengan penanaman pohon perdana oleh Bupati Sleman, Dr. H. Sri Purnomo, M.Si. kemudian dilanjutkan pada tahun 2021 dengan pembuatan kolam ikan sebanyak 3 buah. Saat ini ada penambahan fasilitas bangunan gazebo dan toilet. Kebun Bibit dan Tanaman Buah Muhammadiyah Turi tersebut selain memiliki 'Green House' juga terdapat kolam ikan dan kebun buah yang juga akan menjadi wahana edukasi dan rekreasi bagi para pelajar maupun tempat pengembangan ilmu pengetahuan perguruan tinggi. Saat ini Universitas Muhammadiyah Yogyakarta sudah turut serta dalam pengembangan pohon.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah/Rizal Firdaus]

Ketua Badan Pengurus Lazismu Wilayah DI Yogyakarta, Cahyono menyampaikan, dalam satu periode, Lazismu Wilayah DI Yogyakarta telah mampu menghimpun dana sebesar 125 miliar rupiah yang terangkum dalam buku memori Lazismu. Pencapaian tersebut sekaligus memberikan penjelasan terkait makna yang terkandung di dalamnya. "Makna pertama, nominal tersebut menjadi amanat dari masyarakat untuk Lazismu yang telah diberikan kepercayaan. Kedua, perkembangan serta kemajuan dari kantor layanan tingkat ranting, cabang, maupun daerah," terangnya saat menyampaikan sambutan dalam laporan capaian.
Secara kelembagaan, sambung Cahyono, Lazismu Wilayah DI Yogyakarta telah mengalami peningkatan kuantitas kantor layanan di bawahnya. Keberhasilan Lazismu dalam mendirikan kantor layanan di daerah cukup meningkat signifikan. Hal tersebut, menunjukkan adanya kesadaran yang mengalami peningkatan. Tahun 2017, Lazismu hanya memiliki 1 kantor yang berada di tingkat wilayah, kemudian tahun 2018 meningkat menjadi 27 kantor layanan, tahun 2019 mulai mencapai angka 56 kantor layanan, pada tahun 2020 semakin meningkat menjadi 92 kantor layanan, tahun 2021 meningkat menjadi 134 kantor, dan saat ini Lazismu Wilayah DI Yogyakarta memiliki 160 kantor.
"Mulai dari 2017-2018, terdapat 7 kantor layanan mengikuti audit. 2019 terdapat 24 kantor layanan, 2020 sebanyak 42 kantor, dan terakhir 2021-2022 mencapai 66 kantor. Target tahun 2022-2023 semoga mencapai angka 100 kantor layanan mengikuti audit keuangan," tambah Cahyono.
Keberadaan kantor layanan tersebut selain di ranting, cabang, maupun daerah, juga berada di Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) bidang pendidikan, kesehatan, dan sosial. Selain berada di AUM, Lazismu Wilayah DI Yogyakarta juga memiliki kantor layanan yang berada di luar AUM, seperti di bank maupun lembaga keuangan lainnya. Tata kelola kinerja Lazismu terus dilakukan, seperti evaluasi program dengan melakukan peningkatan kualitas pengembangan, serta laporan terbuka dan tersusun. Audit keuangan juga dilakukan sebagai pertanggungjawaban lembaga atas pengelolaan keuangan dana masyarakat.
Setelah pemaparan laporan dari Ketua Badan Pengurus Lazismu Wilayah DI Yogyakarta, kegiatan ini dilanjutkan dengan amanat dari Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) DI Yogyakarta, Motivasi Amil, dan rangkaian acara lainnya. "Silaturahim Amil Lazismu se-DI Yogyakarta" kemudian ditutup dengan pembagian hadiah untuk Lazismu terbaik serta doorprize bagi kantor layanan yang beruntung. Dengan hadiah tersebut diharapkan mampu menaikkan semangat kerja dari kantor layanan masing masing.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah/Asy-Syaffa Qotrunnada Mufida Yumna/Rizal Firdaus]

Dukungan terhadap Emergency Medical Team (EMT) Muhammadiyah yang berada di bawah INA-EMT terus digalakkan oleh Lazismu Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah. Selain dukungan pemberangkatan kepada EMT Muhammadiyah, salah satu bentuk dukungan diberikan melalui Kantor Layanan (KL) Lazismu Pimpinan Cabang Istimewa (PCIM) Turki dengan menempatkan penerjemah di Rumah Sakit Lapangan Indonesia (RSLI). Sebelumnya, KL Lazismu PCIM Turki telah mendistribusikan bantuan berupa berupa sembako, popok, pembalut dan alat-alat kebersihan melalui lembaga lokal, Asma Köprü Dernek.

Ahmad Dhiyaul Haq, Kepala KL Lazismu PCIM Turki yang bertugas mendampingi EMT Muhammadiyah, tantangan yang dihadapi adalah dinginnya cuaca di sekitar lokasi RSLI. "Cuaca yang dingin jadi kendala di sana. Jadi ada koordinasi dari PCIM Turki, untuk relawan yang ada disana jika kedinginan bisa masuk ke dalam mobil," terangnya.
Para penyintas dan juga relawan yang menjalankan misi kemanusiaan di Turki harus berjibaku dengan cuaca dingin dan salju yang menyelimuti negara tersebut. Dalam kondisi suhu mencapai minus 10 derajat Celcius, para penyintas harus tinggal di tenda-tenda darurat. Begitu juga dengan para relawan yang bertugas, terlebih bagi mereka yang berasal dari negara dengan iklim tropis seperti Indonesia.
KL Lazismu PCIM Turki bersama PCIM Turki terus mengidentifikasi kebutuhan jangka pendek dalam tiga bulan ke depan. Hal ini dilakukan untuk penyelamatan penyintas gempa, termasuk dukungan trauma healing dan pendidikan darurat. Koordinasi terus dilakukan secara rutin dengan Lazismu PP Muhammadiyah.
Mari salurkan infak terbaik untuk membantu saudara-saudara kita yang terdampak gempa bumi di Turki melalui:
BSI 9153 944 400
BCA 8780 171 171
Mandiri 1230 099 008 999
Muamalat 3250 191 211
Mega Syariah 1000 014 800
Rekening atas nama Lazis Muhammadiyah, sertakan Kode Unik "010" pada 3 digit terakhir nominal infak, misal Rp. 50.010,-. Konfirmasi dapat malalui SMS/Whatsapp ke nomor 0856 1626 222.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah]

