

Gempa bumi M 7,8 yang terjadi berdampak cukup parah di kota yang memiliki populasi 40 ribu jiwa ini. Keberadaan RSLI sangat diharapkan oleh Pemerintah Kota Hassa. Seperti dilansir dari rilis resmi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Wali Kota Hassa, Osman Acar menyampaikan bahwa pasien yang ada di kotanya akan diarahkan pada pelayanan kesehatan INA-EMT. "Pasien ibu melahirkan dan warga yang trauma akibat kejadian gempa akan dialihkan ke sini (RSLI)," ujarnya saat berada di RSLI sehari sebelumnya (15/02).
Dua rumah sakit yang ada di Provinsi Hatay kewalahan untuk melayani warga. Pasalnya, salah satu rumah sakit tidak dapat memfungsikan ruang operasi yang dibutuhkan untuk menangani mereka yang terdampak gempa maupun pasien lainnya. Gubernur Hatay, Ziya Polad membenarkan hal tersebut. Ia pun berharap, bantuan dari Indonesia ini dapat meringankan pelayanan medis pada dua rumah sakit yang ada di wilayahnya.

Wakil Ketua INA-EMT yang juga Koordinator EMT Muhammadiyah, dr. Corona Rintawan, Sp.EM menjelaskan, kamar operasi lapangan yang dimiliki oleh pihaknya dapat melakukan satu operasi dengan local anaesthesia atau regional anaesthesia secara bersamaan. "Kamar operasi lapangan sudah tersetting dengan kapasitas satu operasi dengan general anaesthesia atau GA," ujar dokter dari Muhammadiyah Disaster Management Centre (MDMC) ini.
RSLI yang dioperasikan EMT ini memiliki beberapa tempat fasilitas, seperti ruang tunggu, triase, operasi, farmasi, hingga tenda untuk istirahat para tenaga medis dan relawan. Di lahan seluas 2 hektar di wilayah Hassa, berdiri 27 unit tenda EMT. Tenda-tenda tersebut merupakan kontribusi dari BNPB, Kementerian Kesehatan, TNI, Polri, PMI, dan MDMC.
EMT tipe 2 milik Indonesia ini dikoordinasikan oleh Kementerian Kesehatan. 119 personel yang tergabung dalam EMT berasal dari instansi dan lembaga terkait, salah satunya MDMC. Perwakilan Kantor Layanan (KL) Lazismu Pimpinan Cabang Istimewa (PCIM) Turki juga ikut membantu para dokter maupun tenaga medis dengan bertugas sebagai tenaga penerjemah.

Sejak mulai beroperasi pada Kamis (16/02), tercatat 23 warga menerima layanan medis di RSLI hingga pukul 21.00 waktu setempat. Meski demikian, pelayanan medis saat ini masih sebatas rawat jalan. Ke depannya, layanan kesehatan lain akan diberikan sembari menunggu persetujuan dari otoritas kesehatan Kota Hassa, di samping fasilitas lain telah terpasang.
Mari salurkan infak terbaik untuk membantu saudara-saudara kita yang terdampak gempa bumi di Turki melalui:
BSI 9153 944 400
BCA 8780 171 171
Mandiri 1230 099 008 999
Muamalat 3250 191 211
Mega Syariah 1000 014 800
Rekening atas nama Lazis Muhammadiyah, sertakan Kode Unik "010" pada 3 digit terakhir nominal infak, misal Rp. 50.010,-. Konfirmasi dapat malalui SMS/Whatsapp ke nomor 0856 1626 222.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah]

Sebelumnya, TK ABA Jrakah hanya memiliki dua ruang kelas, sementara jumlah peserta didik mencapai 60 orang. Akibatnya, ketidaknyamanan pun dirasakan oleh para siswa. Beruntung, TK ABA Jrakah mendapatkan bantuan dari Lazismu untuk melakukan renovasi dalam rangka menambah ruang kelas.
Bertempat di Dusun Jrakah, Kapanewon Tanjungsari, Kabupaten Gunungkidul, dua ruang kelas TK ABA Jrakah diresmikan. Acara ini dihadiri oleh Badan Pengurus Lazismu Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Gunungkidul, Kepala Dukuh Jrakah, Komite Sekolah, dan orang tua wali siswa. Peresmian pun dilakukan dengan sederhana pada Jumat (17/02).
Mahsunah Syakir mewakili Badan Pengurus Lazismu PP Muhammadiyah mengucapkan terima kasih kepada konsumen Alfamidi yang telah mendonasikan hartanya melalui Lazismu. Renovasi ini diharapkan dapat menjadi solusi bagi kenyamanan pendidikan anak-anak. "Mudah-mudahan sekolah akan bisa menjawab tuntutan kebutuhan masyarakat yang semakin hari pasti akan terus bertambah, termasuk kenyamanan dalam pendidikan anak-anak. InsyaAllah amal jariyah akan terus mengalir," ujarnya.
Sementara itu, Ketua Badan Pengurus Lazismu Kabupaten Gunungkidul, Wahyudiono menyebutkan bahwa keberadaan gedung tersebut sangat dibutuhkan, mengingat jumlah siswa tidak sebanding dengan ruang kelas yang dimiliki. Ia berharap, bantuan ini akan mendatangkan manfaat. "Dengan adanya bantuan Save Our School dari Lazismu berupa penambahan kelas baru ini akan sangat bermanfaat untuk kegiatan belajar mengajar siswa," ungkapnya
Peresmian ruang kelas baru ini ditandai dengan ucapan bismillah oleh Mahsunah Syakir. Renovasi pembuatan kelas yang dimulai sejak akhir tahun 2022 ini menggunakan dana yang berasal dari konsumen Alfamidi yang dikelola oleh Lazismu untuk pengembangan pendidikan. Dana tersebut kemudian disalurkan melalui program Save Our School Lazismu.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah]

Penyaluran beasiswa ini dilakukan pada Sabtu (04/02) bertepatan dengan agenda pengajian bulanan warga Muhammadiyah Kota Magelang di Masjid Al Ijtihad yang terletak di Jalan Soekarno Hatta No. 29 Kota Magelang. Masing-masing sekolah mendapatkan bantuan senilai 18 juta rupiah. Penerima manfaat dari SMA MUTUAL sebanyak 8 orang, sementara SMA Muhammadiyah 2 sebanyak 30 orang.
Penyerahan bantuan dilakukan oleh Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Magelang kepada perwakilan guru dari setiap sekolah penerima manfaat yang disaksikan oleh jamaah pengajian bulanan warga Muhammadiyah. Ketua Badan Pengurus Lazismu Kota Magelang turut berhadir bersama Ketua Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) PDM Kota Magelang. Beasiswa Mentari merupakan program unggulan sebagai bentuk kepedulian Lazismu kepada siswa SMA/SMK yang tidak mampu dalam membiayai pendidikannya namun memiliki semangat belajar dan berprestasi.
Ketua PDM Kota Magelang, H. Solichin dalam sambutannya menyampaikan harapannya agar para penerima beasiswa ini dapat menjadi penerus Muhammadiyah. "Penerima manfaat Beasiswa Mentari semoga kelak menjadi dai-dai kecil di sekolah Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) yang akan menyampaikan dakwah menjadi kader penerus Muhammadiyah," harapnya.
Sementara itu, Andi Triyanto, Ketua Badan Pengurus Lazismu Kota Magelang mengapresiasi serta mengucapkan terima kasih atas dukungan dari para donatur dan muzakki. "Terima kasih muzakki dan donatur yang sudah mendukung setiap program kami dan kepercayaannya dalam mengamanahkan zakat, infak, dan sedekahnya melalui Lazismu Kota Magelang. Semoga penerima beaasiswa Lazismu Kota Magelang dapat bermanfaat di manapun dia berada, khususnya di persyarikatan," ungkapnya.
Lazismu Kota Magelang berkomitmen untuk memberikan biaya pendidikan hingga lulus atau secara temporer. Para penerima beasiswa pun akan dibina sebagai santri tahfidz yang menyetorkan hafalan atau murojaah sebanuak dua kali dalam satu bulan. Mereka juga akan menjadi relawan yang aktif dalam kegiatan Lazismu serta diberdayakan dengan mengajar di Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPA) binaan, salah satunya di TPA At-Tiin yang berada di Perumahan Green Java Jurangombo Selatan, Kecamatan Magelang Selatan.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah/Ariq Fikria Niagasi]

Di Kota Pekanbaru, beberapa siswa terpaksa harus menunggak biaya pendidikan. Lazismu Kota Pekanbaru segera merespons dengan menyalurkan bantuan kepada 12 siswa-siswi Sekolah Dasar Muhammadiyah 4 yang berada di Jalan Sekuntum Raya, Kota Pekanbaru. Penyerahan bantuan dilakukan pada Kamis (09/02) oleh Manajer Lazismu Kota Pekanbaru kepada Kepala SD Muhammadiyah 4.
Agung Pramuryantyo selaku Manajer Lazismu Kota Pekanbaru mengatakan, bantuan tersebut merupakan hasil dari sinergi dalam mengoptimalkan 80 celengan Filantropi yang diedarkan di sekolah tersebut. "Alhamdulillah, Lazismu Pekanbaru bisa menyalurkan bantuan pendidikan siswa yang membutuhkan di lingkungan SD Muhammadiyah 4 sesuai dengan rekomendasi dari pihak sekolah. Ini semua merupakan sinergi dalam mengoptimalkan gerakan filantropi di amal usaha Muhammadiyah. Semoga bisa membantu dan meringankan beban pendidikan bagi para siswa," ungkapnya.
Sementara itu, Kepala SD Muhammadiyah 4, Nidia Junita mengaku bersyukur karena dengan adanya sinergi tersebut dapat memberikan keringanan biaya pendidikan untuk siswa atau siswi yang kurang mampu. "Alhamdulillah dengan adanya program ini yang ditawarkan oleh Lazismu Pekanbaru bisa memberikan dampak positif buat orang tua wali murid. Walaupun tidak terlalu banyak bantuan yang diterima, setidaknya dapat meringankan sekitar 1-2 bulan tunggakan SPP yang dibayarkan," ujarnya.
Nidia pun berharap agar dengan adanya program tersebut bisa memberikan pelajaran kepada siswa atau siswi tentang manfaat yang bisa didapatkan melalui sedekah. "Dengan program ini kita bisa juga mengedukasi kepada anak-anak kita tentang sedekah dan manfaatnya. Mudah-mudahan semua yang kita lakukan bermanfaat dan mendapatkan keberkahan yang melimpah, aamiin," tutupnya.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah/Setiawan]

Mengusung tema "Akselerasi dan Transformasi Menuju Lazismu yang Unggul Berkemajuan", Lazismu Wilayah Jawa Timur berkomitmen untuk menjadi Lembaga Amil Zakat (LAZ) yang terpercaya, berkemajuan, dan berkeunggulan di tengah kehidupan dunia yang terus berubah cepat serta membutuhkan percepatan. Hal itu dimaknai sebagai evaluasi diri guna melakukan percepatan dan perubahan atas kinerja Lazismu. Selain memberikan solusi bagi permasalahan masyarakat dengan cara yang efektif, efisien, bertumbuh dan berkelanjutan, kehadiran Lazismu juga diharapkan dapat memberikan dampak terukur yang mendalam bagi penerima manfaat.
Sekretaris Badan Pengurus Lazismu Wilayah Jawa Timur, Aditio Yudono menyatakan bahwa acara ini merupakan agenda tahunan yang bertujuan untuk mengakselerasi gerakan filantropi Muhammadiyah, khususnya di Jawa Timur. Lazismu se-Jawa Timur pada tahun 2023 ini harus fokus dan berkomitmen pada percepatan kinerja lembaga guna meraih pencapaian yang berkemajuan dan berkeunggulan. Kinerja yang fokus dan profesional menjadi tumpuan bagi lembaga untuk maju dan unggul. "Pada perhelatan ini, akan dilakukan evaluasi atas kinerja lembaga guna perbaikan sistem dan pola kerja yang terukur sesuai dengan target dan kebijakan," tegasnya.
Dengan adanya percepatan kinerja itu, menurut Aditio, Lazismu hadir tidak hanya menjadi solusi sesaat bagi para penerima manfaat namun juga harus mampu mengubah kehidupan sosial masyarakat menuju ke arah yang lebih baik melalui berbagai inovasi dan kreativitas para amilnya. "Tema Rakerwil tahun 2023 ini akan memberikan ghirah dan panduan bagi seluruh amil Lazismu se-Jawa Timur agar dalam pelaksanaan kenerja lembaga dan pencapaian program-program mampu memberikan dampak yang semakin terukur dan bertumbuh bagi umat," imbuhnya.
Target penghimpunan dana ZISKA se-Jawa Timur tahun 2023 ditetapkan sebesar 118,3 miliar rupiah, yang terdiri dari dana zakat sebesar, Rp. 24 miliar, dana Infak dan sedekah Rp. 64,3 miliar, dan Qurban beserta DSKL (Dana Sosial dan Keagamaan Lainnya) sebesar Rp. 30 miliar. Melalui strategi yang dipaparkan oleh Badan Pengurus Lazismu Wilayah Jawa Timur diharapkan dapat diterapkan di seluruh kantor Lazismu Daerah se-Jawa Timur untuk mencapai target tersebut. Sementara itu, program kerja utama yang ditetapkan meliputi 6 Pilar dan 2 program rutin, yaitu Pilar Pendidikan (Bakti Guru dan Beasiswa), Pilar Ekonomi (Keuangan Mikro dan Pemberdayaan UMKM), Pilar Dakwah (Safari Dakwah dan Sedekah Air), Pilar Sosial (Bedah Rumah), Pilar Kesehatan (Layanan Indonesia Mobile Clinic), Pilar Lingkungan (Blue World/Sedekah Sampah Plastik dan Minyak Jelantah), serta Qurban (RendangMu) dan Ramadhan (Zakat Fitrah Terintegrasi).
Pada Rakerwil yang berlangsung pada Sabtu-Ahad (04-05/02) ini, Lazismu Wilayah Jawa Timur memperkenalkan Ketua dan Sekretaris Badan Pengurus yang baru untuk periode 2022-2027, yaitu Imam Hambali dan Muhammad Masrukh. Imam Hambali diangkat menggantikan drh. Zainul Muslimin yang kini menjabat sebagai Bendahara Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur. Kepengurusan Lazismu Wilayah Jawa Timur sendiri baru akan efektif mulai bulan Maret 2023 menunggu penetapan dari Lazismu Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah/Aditio Yudono]

Setibanya di Bandara Internasional Adana, rombongan EMT Muhammadiyah disambut oleh Duta Besar Republik Indonesia untuk Turki, Dr. Lalu Muhamad Iqbal beserta perwakilan Pimpinan Cabang Istimewa (PCIM) Turki. Setelah proses administrasi kedatangan dan pengambilan bagasi, 23 anggota rombongan menuju ke penginapan. Personel EMT Muhammadiyah terbagi ke beberapa penginapan di Kota Adana.
Tri Julia Wulandari yang juga merupakan Staf Administrasi KL Lazismu PCIM Turki menyebutkan, pihaknya juga turut membantu EMT Muhammadiyah di lokasi. Sebelumnya, relawan KL Lazismu PCIM Turki juga mengikuti pengarahan yang disampaikan oleh Dr. Lalu Muhamad Iqbal. "Tim EMT Muhammadiyah juga mendapat bantuan dari relawan Lazismu. Mereka bertugas sebagai penerjemah dan membantu logistik," terangnya.

Pagi hari Selasa (14/02), tim gabungan INA-EMT yang beranggotakan organisasi pemerintah, masyararat, dan profesi ini melakukan pengarahan terlebih dahulu sebelum kemudian bergeser ke Hassa, Provinsi Hatay, Turki. Setelah menempuh perjalanan sekitar 4 jam, tim tiba di lokasi dan melakukan proses bongkar muat bantuan. Kedatangan rombongan INA-EMT ini mendapatkan sambutan dari warga Turki. Situasi di lapangan digambarkan melalui kanal youtube MDMC https://www.youtube.com/@MDMCIndonesia
Erdem Güven, relawan lokal di KBRI Turki yang berada di lokasi menyambut gembira kedatangan bantuan dari Pemerintah Republik Indonesia. Ia bekerja sebagai pemandu wisata bagi wisatawan yang berasal dari Indonesia, sehingga fasih berbincang dan membantu tim yang datang. Ia pun senang sekali bisa membantu penerjemahan untuk memudahkan koordinasi.
"Terkait dengan pengiriman bantuan dan rencana Pemerintah Indonesia ingin membangun rumah sakit di Turki Tenggara, sangat berarti dan penting bagi kami semua, apalagi dalam keadaan begini sangat susah dan parah kondisinya. Sekecil apapun bantuan dan pengiriman, itu semuanya benar-benar penting," ucap Erdem Güven.
Seraya tersenyum haru, ucapan terima kasih pun terlontar kepada Pemerintah Republik Indonesia, terutama pada saat-saat seperti ini. "Sekali lagi saya mengucapkan terima kasih sebanyak-banyaknya atas kedatangan anda, atas kehadiran anda, dalam waktu yang sangat sulit bagi kami. Mudah-mudahan bencana dan kejadian seperti ini tidak terulang lagi di mana-mana," ujarnya.

Huda Khairun Nahar, Koordinator Logistik EMT Muhammadiyah menerangkan, setelah proses penurunan barang, tim kemudian mendirikan tenda-tenda yang akan dipergunakan sebagai rumah sakit lapangan. Keberadaan rumah sakit lapangan ini diharapkan dapat segera melayani warga yang terdampak gempa.
"Saat ini kami sudah berada di Haza, Provinsi Hatay, Turki. Untuk barang juga sudah sampai, insyaAllah kami hari ini 'loading' untuk menurunkan barang dan juga membuat tenda. Harapannya besok sudah bisa mendirikan rumah sakit lapangan yang sedang disiapkan tempatnya di sebelah sana. Mudah-mudahan besok siang untuk rawat jalan sudah bisa beroperasi, sedangkan rawat inap dan ruang operasi akan kami siapkan 2 hari ke depan," jelas Huda.

Mari salurkan infak terbaik untuk membantu saudara-saudara kita yang terdampak gempa bumi di Turki melalui:
BSI 9153 944 400
BCA 8780 171 171
Mandiri 1230 099 008 999
Muamalat 3250 191 211
Mega Syariah 1000 014 800
Rekening atas nama Lazis Muhammadiyah, sertakan Kode Unik "010" pada 3 digit terakhir nominal infak, misal Rp. 50.010,-. Konfirmasi dapat malalui SMS/Whatsapp ke nomor 0856 1626 222.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah]

