

Kemajuan dalam tahap pendirian peternakan terintegrasi ini disaksikan langsung oleh Lazismu Pusat, saat Direktur Utama Lazismu Pusat Edi Suryanto dan M. Saleh Al-Farabi selaku Manager Divisi Pendayagunaan bidang ekonomi dan kesehatan berkunjung ke lokasi pada Sabtu, 19 Februari 2023, yang masih di lingkungan MBS Wanayasa.
Makna peternakan terintegrasi di sini adalah bahwa ada dampak sosial dan ekonomi yang dapat digali dari potensi yang ada di daerah Wanayasa. Diketahui bahwa mayoritas warga di Danayasa adalah bertani, salah satunya budidaya kentang. Di samping persoalan lingkungan yang belakangan terakhir mulai dikhawatirkan oleh pemerintah Kabupaten Banjarnegara perihal sedimentasi di waduk Mrica dan dampaknya bagi masyarakat ketika sungai Serayu ikut terdampak.
Demikian disampaikan oleh Sosiolog Universitas Indonesia, yang juga asli Banjarnegara, yakni Imam Prasojo saat berkunjung ke lokasi kandang ternak kambing di MBS Wanayasa. Latarbelakang berdirinya Hebi Farm, sebetulnya terkait dengan kondisi lingkungan yang sudah tidak ramah. Yaitu sedimentasi di waduk Mrica yang dapat mengancam kehidupan, terutama sektor pertanian. Karena itu, lanjut Imam Prasojo, perlu ada alternatif selain pertanian untuk menggali potensi ekonomi warga salah satunya beternak kambing.
Jadi diperkirakan dampaknya tidak terlalu lama, jika tidak segera direspons untuk mengurangi risiko. Apalagi 5 bupati yang ada di kresidenan Banyumas menyurati Presiden bagaimana caranya, pemerintah pusat juga memberikan perhatian bersama untuk melakukan upaya menahan arus sedimentasi ini agar tidak sebesar sekarang.
"Kita sadar bahwa yang dilakukan adalah dengan alih pertanian misalnya tanam alpukat ras, kopi, jeruk, dan lain sebagainya sebagai permintaan. Probelemnya untuk masa panennya terlau lama dan siapa yang akan menjamijn ekonomi mereka," jelas Imam.
Di sini, lanjutnya, kita mencari solusi pelan-pelan, apa kira-kira penghasilan yang relatif cepat selain pertanian. Cara lain, terang Imam adalah cari usaha yang setiap hari bisa hasilkan uang, solusi itu adalah kambing perah.
Kambing perah yang berkualitas adalah kambing sanen, jika beranak bisa diperah setiap hari, dengan nilai manfaat dari satu ekor kambing yang menghasilkan 2 liter setiap hari. Nah, potensi inilah yang menjadi pilihan relatif kecil risikonya, dan alhamdulillah mendapat dukungan dari Bank Indonesia dan Lazismu yang akan menyediakan hewan ternaknya.
Lantas bagaimana nilai ekonominya, Imam menjelaskan harus ada kemandirian ekonomi dari warga sendiri. Bila dihitung dengan cermat, nilai ekonomi dari kambing sanen yang dikelola dengan benar proyeksinya akan sangat menguntungkan untuk dua tahun pertama.
Dari hal pakan ternaknya, juga ada nilai ekonominya bagi warga. Karena dengan kondisi Wanayasa yang kaya akan tanaman untuk pakan ternak bisa ditambah dengan bibit rumput seperti kaliandra dan rumput lainnya yang direkomendasikan, sehingga secara tidak langsung rumput-rumput tambahan ini bisa untuk mencegah longsor. "Tinggal bagaimana mengelola tanamam ini yang bisa jadi pakan ternak kambing yang berkualitas," tuturnya.
Secara gotong-royong, budidaya pakan ternak ini di desa bisa menjadi kekuatan dalam menggali potensi ekonomi di Wanayasa. Artinya, sambung Imam, kandang kambing ternyata lebih potensial dan kandang kambing ini juga harus sehat dan bersih.
Ini perlu ditindaklanjuti dimulai dari cara perahnya juga ada edukasi dan tata laksananya, sehingga tidak sembarangan. Dan harus ada pakan yang terjamin untuk kambing jenis sanen. Semoga ini menjadi pusat ekonomi yang menggerakan warga di desa, khususnya kecamatan Wanayasa. Jika dikelola dengan baik, tempat ini juga bisa menjadi lokasi gudang pakan ternak, sehingga rumput yg dicacak itu bisa bertahan lama.
Dalam kondisi yang lain, Imam mengatakan bahwa lokasi kandang juga ada di lingkungan sekolah milik Muhammadiyah, secara sosial dari gerakan dakwahnya akan sangat membantu terutama untuk spirit al-maunya. Di dalamnya ada semangat kemandirian dan gerakan saling membantu.
Di samping itu, terlibatnya Lazismu dalam peternakan kambing perah terintegrasi ini akan semakin memperkuat bahwa program ini dari sisi sosial ekonomi dapat beririsan dengan program-program zakat di Lazismu, tutupnya.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah/Nazhori Author]

"Saya Duta Besar Republik Indonesia di Ankara sangat bangga Muhammadiyah bahwa bisa ikut hadir dan menjadi komponen utama dari EMT Indonesia di sini. EMT Muhammadiyah menunjukkan solidaritas kepada saudara-saudara bangsa Turki yang sekarang ini sedang menghadapi cobaan gempa bumi yang korbannya begitu banyak," puji Lalu Muhammad Iqbal.
Kehadiran EMT Muhammadiyah di Turki, menurut Lalu Muhammad Iqbal, mendapatkan sambutan yang baik oleh masyarakat. Hal ini terlihat jelas saat mendirikan Rumah Sakit Lapangan Indonesia (RSLI). Masyarakat hingga pemerintah setempat ikut serta bergotong-royong dalam proses pendirian RSLI sampai beroperasi.
"Kemarin pada saat kita membangun rumah sakit lapangan ini hampir semua masyarakat lokal, pemerintah daerah, semua mengulurkan tangan untuk ikut mewujudkan rumah sakit ini agar segera berfungsi. Terima kasih Muhammadiyah, mudah-mudahan apa yang diberikan oleh umat kemudian diterima oleh umat juga di Turki. Mudah-mudahan ini menjadi sesuatu yang bermanfaat dan berkah," ujar Lalu Muhammad Iqbal.
Selain pendirian RSLI, EMT Muhammadiyah dengan dukungan Lazismu juga berhasil membuat sumber air untuk para penyintas pada Jumat (17/02). Tri Julia Wulandari, relawan Kantor Layanan (KL) Lazismu Pimpinan Cabang Istimewa (PCIM) Turki menuturkan, gempa yang terjadi beberapa waktu lalu mengakibatkan fasilitas air bersih menjadi rusak. Sumber air pun sudah tidak bisa dipergunakan lagi. "Jadi tim relawan Indonesia membuatkan sumber mata air," terangnya.
Julia melanjutkan, hampir 75 persen tempat tinggal warga rata dengan tanah. Saat ini mereka ditempatkan di tenda-tenda pengungsian. Sebelum dibuatkan sumber mata air, warga sekitar mendapatkan air dari sumbangan warga lain. Dengan adanya sumber air tersebut, warga kini tak lagi kesulitan untuk beraktivitas. "Kemaren ada sekitar 140 orang yang datang untuk mendapatkan air. Airnya juga bisa ditampung," pungkasnya.
Mari salurkan infak terbaik untuk membantu saudara-saudara kita yang terdampak gempa bumi di Turki melalui:
BSI 9153 944 400
BCA 8780 171 171
Mandiri 1230 099 008 999
Muamalat 3250 191 211
Mega Syariah 1000 014 800
Rekening atas nama Lazis Muhammadiyah, sertakan Kode Unik "010" pada 3 digit terakhir nominal infak, misal Rp. 50.010,-. Konfirmasi dapat malalui SMS/Whatsapp ke nomor 0856 1626 222.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah/Tri Julia Wulandari]

Bertempat di kantor Lazismu Kota Pekanbaru, Jalan Tuanku Tambusai No. 72, HIMA SI UMRI menyalurkan bantuan sebesar Rp. 1.476.500,-. Penyerahan bantuan ini berlangsung pada Senin (14/02) yang diserahkan langsung oleh Ketua HIMA SI UMRI kepada pihak Lazismu. Bantuan ini merupakan hasil penghimpunan dana selama dua hari yang dilakukan oleh para mahasiswa.
Ketua HIMA SI UMRI, M. Abi menyampaikan bahwa uang donasi tersebut merupakan aksi galang dana HIMA SI UMRI di Jalan Soekarno Hatta Simpang Durian. "Kita melakukan galang dana selama dua hari di Jalan Soekarno Hatta Simpang Durian. Alhamdulillah terkumpul sebesar Rp. 1.476.500,-," ujarnya.
Abi pun berharap agar dana bantuan tersebut bisa bermanfaat untuk membantu para korban yang terdampak gempa bumi di Turki. "Harapannya semoga dana yang sudah terkumpul dapat bermanfaat dan membantu saudara-saudara kita yang terdampak," ujarnya.
Sementara itu, Agung Pramuryanto selaku Manajer Lazismu Kota Pekanbaru mengungkapkan rasa syukur atas keperdulian yang ditunjukkan oleh HIMA SI UMRI. Dana tersebut akan disalurkan untuk para korban gempa di Turki. "Alhamdulillah, ini merupakan bentuk kepedulian dari teman-teman HIMA SI UMRI terhadap saudara kita di Turki yang sedang mengalami musibah. Dana yang dititipkan melalui Lazismu Kota Pekanbaru ini akan kita salurkan untuk keperluan para korban gempa yang saat ini masih sangat membutuhkan uluran tangan dan kepedulian kita semua," tutupnya.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah/Setiawan]

Ketua Pembangunan Posko Tarumini, Purnomo menjelaskan, pembangunan telah dimulai pada Maret 2022. Pembangunan ini sudah menghabiskan dana sekitar 241 juta rupiah. Ia pun mengucapkan terima kasih kepada para donatur yang telah menitipkan infaknya melalui Lazismu Wilayah DI Yogyakarta. "Ini merupakan dana dan dukungan yang luar biasa dari Lazismu DI Yogyakarta," ujarnya pada acara yang berlangsung Senin (13/02) tersebut.
Dalam sambutanya, Ketua PWM DI Yogyakarta H. Gita Danu Pranata mengucapkan terima kasih kepada pihak Wakif. Tempat ini akan berfungsi sebagai gudang untuk kemanusiaan, siaga kebencanaan, pelatihan, diklat, dan kegiatan kemasyarakatan yang diadakan oleh MDMC. Di tempat ini dilengkapi dua pendopo, dapur umum, dan gudang yang berdiri di atas tanah seluas 600 meter persegi yang berada di tengah-tengah perkampungan akan menjadi koneksi antar relawan dan menampung para relawan yang transit untuk kepentingan kemanusiaan. "Kenapa ini diberikan nama Tarumini? Karena ini wakaf dari Ibu Dra. Tarumini," ujarnya.
Sementara itu, Ketua MDMC PP Muhammadiyah, Budi Setiawan mengingatkan, sejak berdiri Muhammadiyah tidak pernah berhenti dari kegiatan kemanusiaan. "Khususnya kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat yang tidak ada batasannya," tegasnya.
Budi melanjutkan, belum selesai respons gempa Cianjur, Muhammadiyah telah mengirimkan relawan sebanyak 23 orang yang merupakan anggota Emergency Medical Team (EMT) di bawah koordinasi MDMC pada Senin (13/02) ke Turki. Mereka tergabung dalam INA-EMT (Indonesian Emergency Medical Team) bersama berbagai elemen lain yang diminta oleh Pemerintah RI.
Dalam misi kemanusiaan ini, EMT Muhammadiyah membawa logistik seberat 5 ton, baik logistik medis maupun non medis sebagai pendukung operasional layanan medis di lokasi. Dukungan operasional EMT Muhammadiyah ini juga didapatkan dari dana masyarakat Indonesia yang dihimpun melalui Lazismu. Selain itu, Lazismu juga memberikan dukungan kepada berbagai macam program yang dikelola oleh Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Turki.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah]

Keberadaan Iyan kemudian diketahui oleh Kantor Layanan (KL) Lazismu Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Belawang. Langkah pertama yang dilakukan adalah mendatangi kediaman Iyan pada Rabu (01/02). Selain untuk mengantarkan bantuan berupa sembako, kedatangan para amil KL Lazismu PCM Belawang juga dalam rangka melakukan survei terhadap langkah berikutnya, yaitu perbaikan rumah Iyan.

Setelah menempuh perjalanan dengan menggunakan perahu kayu kecil bermesin atau klotok, rombongan amil KL Lazismu PCM Belawang pun tiba di rumah lanting Iyan yang berada di Desa Samuda, Kecamatan Belawang, Kabupaten Barito Kuala. Kepala KL Lazismu PCM Belawang, Hasbullah menuturkan, kondisi tempat tinggal Iyan sangat memprihatinkan. "Kami berkunjung ke salah satu warga di Desa Samuda yang membutuhkan bantuan dari kita semua. Kondisi dari rumah beliau saat ini sangat menyedihkan. Beliau tinggal di rumah lanting dan kondisinya menjadi perhatian bagi kita semua," ungkapnya.
Saat menyerahkan bantuan sembako, Hasbullah pun menyebutkan bahwa pihaknya akan berusaha untuk kembali membantu Iyan. Ia pun memperkenalkan keberadaan Lazismu yang memiliki gerakan sosial. "Kami tidak menjanjikan, mudah-mudahan ada. Nanti kami antarkan lagi. Kami dari Muhammadiyah. Jadi di Belawang itu ada namanya Muhammadiyah, salah satu kegiatan kami membantu orang-orang seperti bapak. Ini ada sedikit bantuan, mohon diterima," ujarnya.
Setelah mengantarkan bantuan sembako, KL Lazismu PCM Belawang kembali lagi menyambangi kediaman Iyan pada Ahad (12/02). Kali ini, Lazismu akan memperbaiki rumah lanting Iyan agar layak untuk ditempati. Perbaikan rumah tersebut bekerja sama dengan warga Desa Samuda. Tak hanya membangunkan rumah, KL Lazismu PCM Belawang juga memberikan bantuan sembako dan alas untuk tidur kepada Iyan.

"Ahad, 12 Februari 2023, kami dari KL Lazismu PCM Belawang bekerja sama dengan warga Desa Samuda membantu perbaikan rumah atau tempat tinggal Bapak Iyan yang sebelumnya tinggal di atas lanting. Hari ini kita bersama dengan warga Desa Samuda membangunkan rumah untuk beliau agar layak untuk ditinggali," terang Hasbullah.
Terakhir, mewakili KL Lazismu PCM Belawang, Hasbullah mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah membantu proses perbaikan rumah Iyan. "Kami ucapkan terima kasih banyak untuk para donatur di manapun berada yang telah membantu kegiatan kita hari ini, khususnya warga Desa Samuda yang telah berpartisipasi dalam kegiatan sosial kita kali ini. Semoga Allah menerima segala amal perbuatan kita, semoga ini menjadi bagian dari perjuangan kita untuk mendapatkan amal jariyah di sisi Allah. Mudah-mudahan Allah meridhai kita," pungkasnya.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah/Hasbullah]

Bertempat di Kantor Kelurahan Negeri Sepa, para peserta yang terdiri dari perwakilan Pemerintahan Negeri Sepa, Saniri Negeri Sepa, Badan Usaha Milik Negeri (BumNeg), usaha mikro, para pemuda, serta perwakilan dewan guru antusias mengikuti kegiatan ini. Mewakili Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Negeri Sepa, Irham MZ dalam sambutannya mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian penting dari usaha untuk memberdayakan masyarakat. yang kemudian dilaksanakan oleh Lazismu merupakan bagian penting dalam memberdayakan masyarakat.
Lokakarya Kewirausahaan ini, sambung Irham, berperan dalam meningkatkan kualitas ekonomi masyarakat. Selain membutuhkan modal, manajemen yang baik juga dibutuhkan dalam dunia kewirausahaan. "Sebaik-baiknya manusia yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya," ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Negeri Sepa, Abdullah Sopalatu memberikan apresiasinya atas kegiatan kolaborasi Lazismu dengan BAZNAS RI tersebut. Menurutnya, proses pembinaan kewirausahaan menjadi kebutuhan khusus dalam dunia usaha. Usaha yang tidak diiringi dengan konsep yang matang akan menuai hasil tidak baik. "Mudah-mudahan melalui kegiatan ini dapat diikuti dengan baik, sebab mempunyai aspek yang begitu positif. Terutama khususnya kepada para wirausaha yang ada di Negeri Sepa," ajaknya.
Kepala Bidang Pemberdayaan Masyarakat Negeri Sepa, Nasmaun Tuasikal mengatakan bahwa untuk memulai usaha harus bisa menentukan usaha apa yang akan dilakukan. Dasar-dasar yang mumpuni serta kreativitas tinggi harus dimiliki. Kewirausahaan dapat menyikapi persoalan kemiskinan karena dapat membukan dan meningkatkan lapangan kerja.
Lebih jauh Nasmaun Tuasikal menjelaskan, kewirausahaan akan memberikan peluang kepada masyarakat untuk dapat meningkatkan perekonomian pribadi. Oleh karena itu, kemampuan dan kemauan harus selaras karena keduanya saling membutuhkan, selain tekad yang kuat, kerja keras, kesempatan, dan peluang. "Melakukan kewirausahaan yang juga memperhatikan aturan yang juga berlaku, taat hukum menjadikan poin penting," tutup setelah mengisi materi sebagai narasumber.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah]

