

Penyaluran beasiswa ini dilakukan oleh Ketua Pimpinan Daerah Bojonegoro (PDM) H. Suwito dan Bendahara Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur, H. Zainul Muslimin, disaksikan oleh seluruh peserta Rakerwil Lazismu se-Jawa Timur. Penyerahan beasiswa terbagi menjadi dua, yaitu Beasiswa Mentari untuk siswa-siswa sekolah dari jenjang SD hingga SMA atau sederajat, serta Beasiswa Sang Surya untuk para mahasiswa-mahasiswi yang menempuh pendidikan di perguruan tinggi.
H. Khoirul Anam selaku Ketua Lazismu Kabupaten Bojonegoro menjelaskan, ada tiga kampus yang menjadi penerima bantuan program Beasiswa Sang Surya, yaitu kampus milik Muhammadiyah yang ada di Kabupaten Bojonegoro., "Untuk Beasiswa Sang Surya merupakan beasiswa untuk mereka yang melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi swasta, khususnya yang ada di Muhammadiyah Bojonegoro. Ada tiga kampus yang menerima seperti kampus STIT, STT, dan STIKES Muhammadiyah Bojonegoro," terangnya.
Untuk bantuan program Beasiswa Mentari, lanjut Khoirul Anam, diberikan kepada siswa sekolah yang menempuh pendidikan hingga jenjang SMA. "Beasiswa Mentari merupakan beasiswa yang diberikan kepada siswa sekolah. Program ini merupakan implementasi dari program Wajib Belajar 12 Tahun, jadi beasiswa yang diberikan Lazismu Bojonegoro kepada para siswa untuk bisa menempuh pendidikan sampai jenjang SMA," sambungnya.
Di samping dua program beasiswa yang berada di bawah Pilar Pendidikan tersebut, Lazismu Kabupaten Bojonegoro juga menyalurkan bantuan Pemberdayaan UMKM dan paket sembako. Bantuan Pemberdayaan UMKM ini berupa bantuan dana, sementara paket sembako diberikan kepada masyarakat di sekitar lokasi pelaksanaan Rakerwil Lazismu Wilayah Jawa Timur tersebut. Khoirul Anam berharap agar bantuan Pemberdayaan UMKM dapat membantu masyarakat dalam mengembangkan usahanya.
"Bantuan pendanaan kepada UMKM diharapkan bisa menjadi awal mengembangkan usaha agar masyarakat bisa mendapatkan penghasilan secara mandiri. Bantuan sembako diperuntukkan kepada mereka yang berhak untuk menerima, yang mana ini merupakan sejalan dengan program dan cita-cita Lazismu itu sendiri," tutupnya.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah]

Kepedihan ini mendorong Muhammadiyah melalui Lazismu untuk bergerak membantu. Melalui program Muhammadiyah Aid, Lazismu bersama Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) akan mewadahi dan menyalurkan bantuan dari masyarakat Indonesia kepada saudara-saudara kita yang terdampak gempa bumi tersebut. Dengan semangat One Muhammadiyah One Response (OMOR), setiap elemen persyarikatan akan bahu membahu bergerak untuk memberikan yang terbaik.
Direktur Fundraising Lazismu Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Edi Muktiono menjelaskan, Lazismu PP Muhammadiyah bekerja sama dengan Kantor Layanan (KL) Lazismu Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Turki dan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) yang berada di Ankara sedang melakukan identifikasi korban, khususnya Warga Negara Indonesia (WNI) yang terdampak di sana. Saat ini yang paling dibutuhkan oleh warga terdampak salah satunya adalah pakaian musim dingin atau selimut.
"Cuaca dingin di Turki saat ini mencapai puncaknya. Lazismu wajib membantu mereka untuk bisa bertahan hidup pada kondisi yang sangat dingin karena mereka membutuhkan bantuan seperti 'family kit' dan pakaian musim dingin. Dalam keadaan musim dingin mereka harus mengungsi ke tempat yang mungkin sangat minim perlengkapan penghangat badan," terang Edi.
Edi pun mengajak seluruh masyarakat di Indonesia untuk membantu saudara-saudara kita yang tertimpa musibah di Turki melalui Lazismu. "Lazismu PP Muhammadiyah mengajak kepada seluruh masyarakat yang ingin membantu warga Turki yang saat ini sedang tertimpa musibah gempa bumi. Silakan menyalurkan bantuannya melalui Lazismu PP Muhammadiyah. Perkembangan selanjutnya akan terus kita laporkan," ajaknya.
Terakhir, Edi berdoa agar mereka yang terdampak bencana ini segera mendapatkan bantuan dan diberikan kesabaran. "Mohon doa dari seluruh warga Indonesia untuk saudara-saudara kita yang saat ini sedang terdampak gempa bumi di Turki. Mudah-mudahan mereka diberikan kesabaran dan tetap istiqomah akidah serta keyakinannya dalam menerima musibah dari Allah SWT. Mudah-mudahan mereka juga cepat mendapatkan bantuan kemanusiaan dari berbagai pihak," tutupnya.
Melalui program Muhammadiyah Aid Lazismu, Muhammadiyah telah membantu negara-negara yang terdampak bencana alam maupun konflik sosial. Misalnya konflik yang melanda etnis Rohingya, musibah gempa bumi di Nepal, bencana topan Haiyan di Filipina, tragedi kemanusiaan di Palestina, dan banjir di Pakistan. Melalui program ini, Muhammadiyah berupaya untuk membantu masalah-masalah kemanusiaan di level internasional seperti bencana alam, kelaparan, konflik sosial, dan peperangan.
Mari salurkan infak terbaik untuk membantu saudara-saudara kita yang terdampak gempa bumi di Turki melalui:
BSI 9153 944 400
BCA 8780 171 171
Mandiri 1230 099 008 999
Muamalat 3250 191 211
Mega Syariah 1000 014 800
Rekening atas nama Lazis Muhammadiyah, sertakan Kode Unik "010" pada 3 digit terakhir nominal infak, misal Rp. 50.010,-. Konfirmasi dapat malalui SMS/Whatsapp ke nomor 0856 1626 222.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah]

Kegiatan yang digelar pada Ahad (22/01) ini diikuti oleh jajaran pengurus Lazismu Kota Surakarta, seperti Dewan Syariah, Badan Pengawas, Badan Pengurus, dan para amil Eksekutif. Seluruh peserta yang hadir berjumlah sepuluh orang. Rakerda ini juga dilakukan untuk menjawab tantangan pengelolaan Lembaga Amil Zakat (LAZ) yang semakin bertambah jumlahnya hingga 248, sehingga perlu dirumuskan strategi dalam penghimpunan dana ZISKA.
Ketua Badan Pengurus Lazismu Kota Surakarta, Waluyo Raharjo menekankan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia, disamping penggunaan teknologi yang telah ada. Pengelolaan LAZ juga harus sesuai dengan ketentuan Al-Qur'an dan As-Sunnah, di samping taat kepada regulasi yang telah ada. Para amil pun harus menjunjung integritas dan profesional dalam menjalankan tugasnya.
"Tentu saja kita terus melakukan perbaikan baik dari teknologi maupun juga sumber daya manusia agar mereka para pengelola itu memiliki sifat yang amanah, berintegritas dan profesional, sehingga bisa melakukan penghimpunan pentasarufan sesuai dengan regulasi yang ada. Bahkan lebih-lebih sesuai dengan ketentuan Al-Qur'an dan As-Sunnah," ujar Waluyo.
Waluyo menambahkan, ada peningkatan target penghimpunan pada tahun 2023 dibanding sebelumnya, sehingga dapat mencapai nilai sekitar lima miliar rupiah. "Mengenai pemilihan tempat di BPH UMS ini adalah ya lokasinya dekat, mudah dijangkau, strategis, jadi memudahkan untuk para peserta untuk ikut serta hadir di sini. Target 2023 itu secara keseluruhan zakat akan naik sekitar 5% dan secara umum akan naik sekitar 20% sehingga ya lebih kurang itu lima miliar," pungkasnya.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah]

Acara ini dihadiri oleh Direktur RS Islam PKU Muhammadiyah Palangka Raya Lia Indriana, Wakil Ketua PWM Kaimantan Tengah M. Yamin Mochtar Lc, Sekretaris PWM Kalimantan Tengah HM Zuhri, dan Rektor Universitas Muhammadiyah Palangka Raya (UMPR) H. M. Yusuf. Turut berhadir Wali Kota Palangka Raya periode 2008—2013 dan 2013—2018 H. M. Riban Satia, Ketua FKUB Kalimantan Tengah H. Bulkani, Perwakilan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Kalimantan Tengah, serta undangan lainnya.
Ketua PWM Kalimantan Tengah, H. Ahmad Syar'i mengatakan, dengan diresmikannya kantor baru Lazismu Wilayah Kalimantan Tengah ini diharapkan dapat mempermudah akses masyarakat dalam menunaikan ZIS. Sebelumnya, kantor Lazismu Wilayah Kalimantan Tengah berada di bawah Masjid Darul Arqom sehingga keberadaannya tidak begitu terlihat. "Khususnya kaum muslimin yang ingin melakukan aktivitas zakat, infak, dan sedekah yang awalnya gedung Lazismu berada di bawah Masjid Darul Arqom sehingga sebagian orang saja yang tahu tentang Lazismu," ungkapnya.
Sementara itu, Penasehat PWM Kalimantan Tengah, H. Achmad Diran menyampaikan harapannya agar seiring dengan keberadaan kantor baru ini, masyarakat pun akan semakin tergugah untuk meninaikan zakat. "Kita berharap peningkatan prasarana dan layanan ini juga menggugah kaum muslimin untuk menunaikan kewajiban zakatnya. InsyaAllah jika kita komitmen dan semangat mengeluarkan 2,5 persen zakat, akan sangat bermanfaat untuk membantu perekonomian masyarakat," ujarnya.
Apresiasi diberikan oleh Manajer Area Lazismu Wilayah Kalimantan Tengah, Kurniawan atas dukungan yang diberikan masyarakat untuk pembangunan kantor baru ini. Dukungan berupa moril dan materil tersebut sangat berarti hingga pembangunan kantor baru dapat diselesaikan dan dioperasikan untuk mempermudah layanan kepada masyarakat. Rangkaian kegiatan pun semakin meriah dengan adanya penyerahan beasiswa secara simbolis kepada perwakilan mahasiswa UMPR, siswa SMA/SMK Muhammadiyah, SMP Muhammadiyah, SD Muhammadiyah, dan Taman Kanak-kanak Muhammadiyah.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah]

Dalam kegiatan tersebut Lazismu Kota Pekanbaru memberikan bantuan program Beasiswa Mentari kepada 86 orang penerima manfaat. Beasiswa Mentari merupakan gerakan kepedulian sosial untuk menjamin keberlangsungan pendidikan kepada siswa-siswa pada jenjang SD, SMP, hingga SMA atau yang sederajat. Selain itu, Lazismu Kota Pekanbaru juga menyerahkan bantuan program Peduli Guru kepada 58 tenaga pengajar yang kurang mampu.
Agung Pramuryantyo selaku Manajer Lazismu Kota Pekanbaru pada sambutannya berharap dengan kegiatan Ta'awun Awal Tahun ini bisa memberikan semangat kepada siswa-siswi dhuafa untuk giat belajar. Ia juga memberikan motivasi kepada guru-guru agar makin terpacu mencerdaskan generasi muda bangsa. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban penerima manfaat dalam menyelesaikan pendidikannya.
"Harapan kita dengan bantuan Lazismu Pekanbaru ini bisa meringankan atau membantu bagi pendidikan anak-anak kita. Yang ada tunggakan bisa dilunasi dan yang ada kebutuhan perlengkapan sekolah bisa terpenuhi, serta untuk bantuan kepada guru-guru bisa menjadi penyemangat agar terus mengabdi demi mencerdaskan generasi muda kita," harapnya.
Sementara itu, Febrita Rasyid selaku pengajar di Madrasah Aliyah Jalan Lobak mengungkapkan rasa syukurnya atas bantuan yang diberikan oleh Lazismu Kota Pekanbaru. Bantuan ini sangat dirasakan manfaatnya, terutama bagi para guru dengan penghasilan minim. Ia pun berharap agar bantuan ini dapat terus berlanjut.
"Alhamdulillah dengan bantuan ini memang sangat bermanfaat dan meringankan kami sebagai untuk guru-guru yang berpenghasilan kecil. Ya mudah-mudahan program ini tetap terus ada sehingga kami pun merasa terperhatikan," pungkasnya.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah/Setiawan]

Bekerja sama dengan Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. HAMKA (UHAMKA), LSBO PP Muhammadiyah, Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) PP Muhammadiyah, dan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Lazismu akan menggelar acara Nonton Bareng Film "Jejak Langkah 2 Ulama". Pemutaran film ini akan dilaksanakan di Aula A.R. Fachruddin Kampus B Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UHAMKA, Jalan Raya Bogor Km. 23 No. 99 RT.04/RW.05 Kelurahan Rambutan, Kecamatan Ciracas, Kota Jakarta Timur pada Jumat, 3 Februari 2023 pukul 18.30 WIB sampai dengan selesai.
Direktur Fundraising Lazismu PP Muhammadiyah, Edi Muktiono menuturkan, penayangan kembali film ini adalah sebagai wahana edukasi kepada masyarakat secara lebih masif dengan tontonan menarik yang penuh inspirasi. Selain itu, film ini juga bertujuan untuk mengenalkan sejarah, khususnya bagi generasi muda. Ada banyak hal yang dapat dijadikan teladan melalui film "Jejak Langkah 2 Ulama".
"Seperti kata pepatah, bangsa yang besar adalah bangsa yang tidak melupakan sejarahnya. Selain itu juga untuk mengenalkan dua tokoh besar kepada masyarakat luas yang perjuangan dalam menegakkan agama dan bangsa ini penuh dengan heroisme, ukhuwah Islamiyah, ukhuwah wathaniyah, ukhuwah insaniyah yang perlu dicontoh kita semua dan generasi saat ini," tegas Edi.
Menurut Edi, film ini adalah salah satu cara berdakwah dengan elegan dan persuasif bagi masyarakat umum. Sementara bagi Lazismu, melalui acara penayangan film ini dapat mengedukasi dan menyosialisasikan tentang zakat, infak, sedekah, dan gerakan filantropi kepada khalayak. Selain kepada warga persyarikatan, penayangan ini juga dilakukan lebih luas kepada masyarakat umum.
"Dengan menonton film ini kita secara langsung sudah berinfak melalui Lazismu. Harga tiket sudah termasuk di dalamnya infak ke Lazismu," ajak Edi.
Film "Jejak Langkah 2 Ulama" mengandung pesan bahwa dua ormas besar yaitu Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama memiliki ikatan sejarah, persaudaraan, serta kekeluargaan yang sangat erat. Meski di antara kedua tokoh pendirinya terdapat perbedaan dalam urusan khilafiyah, keduanya tidak pernah membeda-bedakan dan memperdebatkan paham keagamaan masing-masing. Keduanya pun saling menghormati dan mendukung dakwah amar ma'ruf nahi mungkar yang dilakukan.
Untuk pemesanan tiket dapat melalui https://bit.ly/regisnobar2ulama. Selain melalui pemesanan dengan harga 20 ribu rupiah, tiket juga bisa didapatkan langsung di lokasi saat hari penayangan seharga 25 ribu rupiah. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi 0895-3584-77880 (Bahtera).
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah]

