

Ahmad Muzaki, Anggota DPRD Kabupaten Pekalongan ini mengucapkan terima kasih kepada Lazismu saat mengunjungi dan melihat langsung proses perbaikan dapur rumah milik Amriyah yang dikerjakan Tim Gawe Rumah (GR) dari Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (Kokam) dan Lazismu Kabupaten Pekalongan pada Jumat (25/11). "Saya sebagai Wakil Rakyat di DPRD Kabupaten Pekalongan dari Fraksi PAN mengucapkan banyak terima kasih, kebetulan yang terdampak kebanyakan memang di Desa Tanjungsari, dengan bantuan dari Lazismu sedikit banyak membantu imbas dari puting beliung yang beberapa waktu lalu terjadi di Desa Tanjungsari," ujarnya.
Sementara itu, Manajer Lazismu Kabupaten Pekalongan, Akhmad Zaeni mengatakan, ada empat rumah yang diperbaiki secara fisik oleh Lazismu Kabupaten Pekalongan akibat angin puting beliung tersebut. Tiga rumah sudah dikerjakan pada Rabu (16/11), sedangkan satu rumah lagi milik Amriyah baru dikerjakan Jumat (25/11). "Semoga Ibu Amriyah yang merupakan seorang janda serta penjual makanan, bisa merasa nyaman lagi dalam menjalankan kegiatan sehari-harinya," tuturnya.
Zaeni kemudian menceritakan, seminggu setelah kejadian angin puting beliung Lazismu Kabupaten Pekalongan melakukan survei kembali dan menemukan ada beberapa rumah yang belum tertangani sama sekali. "Kami tergerak untuk membantu karena kasihan melihat ada warga yang selama satu minggu ruang tamunya selalu kehujanan karena atapnya hilang tersapu angin puting beliung dan dapur rumah yang terbuka serta perabotan rumah rusak karena tertimpa pohon yang roboh dampak dari angin puting beliung," terangnya.
Untuk pendanaan, ungkap Zaeni, Lazismu Kabupaten Pekalongan telah menyiapkan dana kurang lebih sembilan juta rupiah untuk melakukan perbaikan fisik pada empat rumah tersebut. "Lazismu Kabupaten Pekalongan sedang melakukan penggalangan dana, baik untuk membantu korban bencana alam di Cianjur maupun untuk mengantisipasi kejadian bencana yang terjadi di Pekalongan, khususnya di daerah-daerah sekitar kita yang wajib kita prioritaskan. Ada beberapa rumah yang mengajukan bantuan juga, mereka karena kondisinya bisa diperbaiki sendiri, mereka sudah melakukan perbaikan, tetapi dananya dari pinjam-pinjam, mereka berharap dari kita dapat memberikan bantuan untuk meringankan. Itu sedang kita kaji, kami bekerja sama dengan PCM (Pimpinan Cabang Muhammadiyah) dan BT Muhamka (Baitut Tanwil Muhammadiyah Kajen) untuk melakukan penanggulangan ini," jelasnya.
Sementara itu, Amriyah, penerima manfaat program ini mengaku senang sekali mendapat bantuan dari Lazismu. Ia masih khawatir bencana angin puting beliung kembali terjadi. "Senenge nemen, alhamdulillah, maturnuwun sanget," ucapnya.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah/Fakhrudin]

Penyerahan kado dilakukan secara langsung oleh Ketua Badan Pengurus Lazismu Kota Parepare didampingi oleh Ketua BAZNAS Kota Parepare pada Kamis (10/11). Ketua Persit Kartika Candra Kirana, Ika Fabianty Hamsiar juga turut berhadir menyaksikan penyerahan kado di Balai Ainun Kota Parepare tersebut.
Ketua BAZNAS Kota Parepare, Saiful Amir mengatakan, Hari Pahlawan dapat menjadi momentum dalam memberikan apresiasi dan penghargaan kepada para pejuang RI, seperti veteran dan janda-janda veteran. Ia menegaskan, kemerdekaan dapat dinikmati berkat jasa para pejuang. Oleh karena itu, penghargaan terhadap para pahlawan adalah sesuatu yang harus dilakukan oleh bangsa yang besar ini.
"Berkat jasa para pejuang inilah kita bisa menikmati Kemerdekaan dengan baik, sehingga melalui Baznas ingin mengirim pesan kepada generasi dan khalayak bahwa bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya," tegas Saiful yang sebelumnya menjabat sebagai Sekretaris Badan Pengurus Lazismu Kota Parepare tersebut.
Ketua Badan Pengurus Lazismu Kota Parepare, Hj. Erna Rasyid Taufan juga menyampaikan apresiasi kepada para Pengurus BAZNAS Kota Parepare yang sudah melakukan gebrakan, meski baru sebulan dilantik. "Meskipun baru satu bulan dilantik sebagai pengurus BAZNAS tapi sudah berlari kencang memberi yang terbaik untuk umat. Hari ini dalam bentuk Kado Bakti untuk Bangsa kepada para pejuang kita veteran dan janda veteran," ujarnya.
Erna pun berpesan kepada masyarakat agar terus peduli. Kepedulian ini diwujudkan dengan cara menunaikan zakat agar dapat memberi manfaat kepada masyarakat. "Momen ini saya mengajak kita untuk terus peduli dan membangun kesadaran untuk berzakat dengan harta yang kita miliki. InsyaAllah diberkahi dan juga memberi manfaat kepada masyarakat," ajaknya.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah/Cahaya]

Melihat keadaan ini, Lazismu Wilayah Kalimantan Selatan membuka kran donasi untuk membantu warga. Para donatur diberikan kesempatan untuk meraih pahala sebesar-besarnya dengan menginfakkan harta mereka untuk pengadaan fasilitas air bersih. Pada tahap ini, Lazismu rencananya akan membeli tandon penampungan air bersih lengkap dengan perlengkapan pendukung. Keberadaan tandon penampungan air ini juga akan mempermudah warga dalam beribadah karena akan dipasang di lokasi Masjid Istiqamah, sebuah masjid milik Muhammadiyah yang dibangun dengan dana yang dihimpun oleh Lazismu, terletak tepat di tepi sungai.
Pada Jumat (11/11), donasi yang terkumpul tersebut kemudian diserahkan dalam bentuk dua unit tandon penampungan air. Tak hanya itu, Lazismu Wilayah Kalimantan Selatan juga menyerahkan 150 paket sembako untuk membantu warga di sekitar Masjid Istiqamah yang terletak di Dusun Bumbuyanin, Desa Kamawakan, Kecamatan Loksado, Kabupaten Hulu Sungai Selatan tersebut. Bantuan ini diserahkan oleh amil Lazismu Kalimantan Selatan kepada dai kampung mualaf binaan Lazismu atau lebih dikenal dengan program Kampung Berkemajuan Lazismu.

Bantuan ini disambut baik oleh Ustadz Iim, seorang dai yang menjadi ujung tombak dakwah Lazismu di pedalaman Pegunungan Meratus ini. Ia menceritakan, sudah hampir sebulan ini warga harus turun naik gunung untuk mendapatkan air bersih. "Alhamdulillah, hari ini kami dapat bantuan tandon air bersih untuk wudhu bagi masyarakat Bumbuyanin dan sekitarnya. Karena memang sudah hampir satu bulan penuh kami turun naik gunung agar mendapatkan air bersih. Namun sekarang, berkat bantuan Lazismu Kalimantan Selatan kami mendapatkan tandon untuk air bersih sehingga kami tidak perlu lagi turun naik gunung untuk mendapatkan air bersih," ujarnya.
M. Akmal Fadillah, Staf Fundraising Lazismu Wilayah Kalimantan Selatan menuturkan, amanah dari para donatur telah ditunaikan dengan penyerahan bantuan tersebut. Dengan adanya tandon ini, masyarakat dapat menunaikan ibadah sholat di Masjid Istiqamah dengan nyaman. Selain turut menyalurkan paket sembako, Lazismu juga menyerahkan ujroh atau honor untuk program Dai Mandiri di lokasi ini.
"Pada hari ini kami dari Lazismu Kalimantan Selatan telah sampai di kampung mualaf atau Kampung Berkemajuan binaan Lazismu Kalimantan Selatan. Alhamdulillah, kami telah menyalurkan amanah dari para donatur yaitu berupa tandon untuk sanitasi air masyarakat yang berada di Desa Kamawakan serta untuk air wudhu Masjid Istiqamah Kamawakan. Kami juga menyerahkan sembako yang berjumlah 150 paket serta menyerahkan ujroh untuk dai pedalaman yang sudah berjuang memajukan Islam yang ada di Desa Kamawakan ini," ucap Akmal.
Akmal juga mengucapkan terima kasih kepada donatur dan mengajak untuk selalu menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui Lazismu agar lebih banyak lagi penerima manfaat yang dapat dijangkau. "Tak lupa kami ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada donatur yang insyaAllah semua ini akan menjadi amal baik untuk kita semua dan menjadi amal jariyah untuk ke depannya. Semoga kita selalu memiliki semangat untuk ber-fastabiqul khairat dan selalu menyalurkan zakat, infak, dan sedekah kepada Lazismu Kalimantan Selatan agar ke depannya lebih banyak lagi penerima manfaat dari zakat, infak, dan sedekah yang para donatur serahkan kepada kami," pungkasnya.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah/Johansyah]

Pada Senin (14/11), Lazismu Kota Parepare menyalurkan bantuan program Beasiswa Mentari kepada para pelajar SMP Negeri 1 Parepare. Bantuan berupa School Kit ini diserahkan langsung oleh Ketua Badan Pengurus Lazismu Kota Parepare di halaman sekolah tersebut. Turut hadir dan mendampingi proses penyerahan adalah Kepala UPTD SMP Negeri 1 Parepare, Hj. Sri Enyludfiah serta sejumlah pengurus Lazismu Kota Parepare dan Tim Penggerak PKK Kota Parepare.
Ketua Badan Pengurus Lazismu Kota Parepare, Hj. Erna Rasyid Taufan menerangkan, beasiswa berupa perlengkapan sekolah ini merupakan hasil dari program Gerakan Filantropis Cilik SMP 1 Parepare. Dana yang terhimpun dari program tersebut kemudian disalurkan kembali kepada siswa-siswi yang kurang mampu. "Jadi beasiswa yang disalurkan ini merupakan hasil dari donasi yang dikumpulkan oleh para pelajar SMP 1 setiap bulan sebagai wujud kepedulian pelajar yang cukup mampu kepada teman-temannya yang kurang beruntung," terangnya.
Para pelajar di sekolah ini, lanjut Erna, telah menyisihkan uang jajan mereka guna membantu teman-temannya yang membutuhkan. Uang tersebut disalurkan kembali dalam bentuk School Kit berupa seragam sekolah. "Alhamdulillah dari donasi yang terkumpul melalui Gerakan Filantropis Cilik siswa SMP 1 sehingga hari ini kami salurkan School Kit berupa seragam sekolah kepada delapan orang siswa," ungkapnya.
Erna pun berharap agar program Filantropis Cilik yang digagas oleh Lazismu Kota Parepare ini dapat menjadi wadah edukasi bagi para pelajar untuk bersedekah, berinfak, dan berzakat sejak dini. "Semoga bantuan beasiswa ini menjadi pemicu dan penyemangat untuk anak-anak kita dan program ini pula memperkuat kebiasaan anak-anak kita dalam berbagi dan peduli kepada sesama," harapnya.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah]

Peluncuran buku ini bertujuan untuk lebih mengoptimalkan layanan kepada pasien, khususnya di wilayah DI Yogyakarta. Selain diikuti oleh para pengelola layanan Ambulans, acara ini juga dihadiri oleh Ketua MPS PWM DI Yogyakarta dan Wakil Ketua PWM DI Yogyakarta. Kegiatan ini berlangsung pada Rabu (09/11) di Aula Gedung Muhammadiyah DI Yogyakarta.
Ridwan Furqoni selaku Ketua MPS PWM DI Yogyakarta menuturkan, layanan ambulans berangkat dari akar rumput yaitu cabang dan ranting Muhammadiyah. Oleh karena itu, pengelolaan manajemen yang baik sangat diperlukan. "Perlu adanya pengelolaan manajemen dengan baik, sebuah gerakan dan layanan yang tumbuh dari akar rumput cabang dan ranting Muhammadiyah. Tugas MPS adalah penataan manajemen agar layanan dakwah transportasi pasien dapat berjalan dengan baik," ujarnya saat peluncuran buku tersebut.
Sementara itu, Wakil Ketua PWM DI Yogyakarta, Parwoto mengapresiasi terbitnya buku tersebut. Ia berharap akan lebih banyak masyarakat yang terbantu. "Mengapresiasi kepada Majelis Pelayanan Sosial atas terbentuknya buku manajemen ambulans. Adanya buku ini harapannya masyarakat lebih banyak terbantu. Kejujuran dalam layanan akan membawa kebaikan. AmbulanMu dalam melayani masyarakat harus berkata baik, jujur, dan niatkan ikhlas akan berjuang. Semua perbuatan apapun akan mendapatkan keridhaan Allah SWT," tegasnya.
Buku tersebut mengupas beberapa hal, seperti pengelolaan ambulans untuk standarisasi layanan, sumber daya manusia, penguatan merek, perlengkapan, hingga pembiayaan atau operasional. Untuk lebih memperkuat kehadiran buku ini, aplikasi layanan ambulans pun akan diluncurkan para rangkaian Muktamar Muhammadiyah dan Aisyiyah ke-48 di Kota Surakarta. Aplikasi ini bekerja sama dengan Bank Bukopin Syariah selaku mitra.
Di wilayah DI Yogyakarta, sejak 2016 layanan AmbulanMu mengalami pertumbuhan dengan pesat. Hingga kini terdapat 103 unit ambulans yang tersebar di lima daerah dengan jumlah titik layanan sebanyak 73 lokasi. Program layanan AmbulanMu menjadi syiar dakwah sosial dan dikelola menjadi program unggulan. Sejauh ini, program tersebut telah melayani 2.435 pasien, 202 layanan jenazah, dan 251 layanan kegiatan sosial. Dengan total 2.888 layanan, AmbulanMu telah menempuh jarak layanan sejauh 105.129 km. Dengan adanya perkembangan jumlah dan besarnya layanan tersebut, pengelolaan manajemen ambulans pun menjadi hal yang mutlak untuk dimiliki.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah/Rizal Firdaus]

Pada Jumat (11/11) Lazismu Kota Lhokseumawe menyalurkan bantuan program Pemberdayaan UMKM berupa empat unit rak usaha untuk berjualan. Rak yang berfungsi sebagai etalase ini dipilih karena dapat memudahkan untuk memajang barang dagangan, terutama makanan. Penyerahan bantuan dilakukan oleh Ketua Badan Pengurus Lazismu Kota Lhokseumawe kepada empat orang penerima manfaat di kantor Lazismu Kota Lhokseumawe.
Farhan Zuhri Baihaqi selaku Ketua Badan Pengurus Lazismu Kota Lhokseumawe menyebutkan, program-program produktif harus diciptakan guna memperkuat ekonomi umat. Hal ini diperlukan dalam kondisi ekonomi saat ini yang sedang tidak stabil. "Untuk penguatan ekonomi ummat, lembaga zakat harus berinisiasi menciptakan program produktif. Apalagi kondisi ekonomi sedang tidak stabil seperti saat ini," ucapnya usai menyerahkan rak usaha.
Bantuan berupa rak usaha ini, menurut Farhan, merupakan aksi produktif Lazismu untuk menguatkan ekonomi umat. Dengan demikian, denyut ekonomi umat pun akan terbantu, terutama bagi pelaku UMKM. Ia pun mengucapkan terima kasih kepada para muzakki yang turut memiliki andil dalam penyaluran bantuan ini.
"Jazakumullah kami ucapkan kepada para muzakki yang terus mempercayai Lazismu membangun ekonomi umat dengan zakat, infak, dan sedekah terbaiknya," pungkas Farhan.
Adapun keempat penerima manfaat bantuan tersebut yaitu Nurmalawati, Julizar, Azizah, serta Safrani Dewi. Pada saat penyerahan, Azizah dan Safrani Dewi diwakili oleh suami masing-masing. Salah satu penerima manfaat, Nurmalawati mengungkapkan rasa syukur usai menerima rak usaha dari Lazismu Kota Lhokseumawe. "Terima kasih banyak kami sampaikan kepada pihak Lazismu yang telah membantu," ujarnya.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah/Farhan Zuhri Baihaqi]

