

Sebagai bentuk kepedulian kepada mereka yang terdampak bencana, Lazismu Kota Bogor bergerak memberikan bantuan. Penyaluran bantuan dilakukan kepada warga penyintas bencana melalui pos koordinasi, baik yang didirikan oleh pemerintah maupun masyarakat. Bantuan tersebut berupa logistik untuk memenuhi kebutuhan warga, terutama mereka yang harus mengungsi.
Ketua Badan Pengurus Lazismu Kota Bogor, Sugijanto Soewadi menerangkan, selain menjadi langganan setiap tahun, bencana yang terjadi tidak lepas dari rendahnya kesadaran masyarakat. "Bencana alam tanah longsor dan banjir bandang sepertinya sudah menjadi langganan tahunan di Kota Bogor karena secara fisiografi memang rawan, di samping kesadaran masyarakat yang masih rendah terhadap upaya kelestarian lingkungan," terangnya.
Pihaknya, lanjut Sugijant, pun berkomitmen untuk terus membantu warga yang terdampak. Tak hanya saat terjadi bencana, bantuan pun akan diberikan saat tahap pemulihan. "Lazismu Kota Bogor dengan dukungan Lazismu Wilayah Jawa Barat, dan Lazismu Pusat serta para donatur selalu siap memberi bantuan yang terbaik kepada para korban pada saat kejadian maupun pemulihan pasca bencana," imbuhnya.
Wali Kota Bogor menetapkan status tanggap darurat bencana untuk Kota Bogor. Status ini berlaku hingga tanggal 31 Desember 2022. Lazismu Kota Bogor bersama dengan Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) siap untuk memberikan dorongan yang terbaik hingga tahap yang harus dilalui ini tuntas.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah/Hafiz Ardiansyah]

Agung Pramuryantyo selalu Manajer Lazismu Kota Pekanbaru saat penyerahan bantuan pada Selasa (18/10) berharap, dua papan tulis yang diberikan tersebut dapat membantu memudahkan proses belajar dan mengajar. Di tempat tersebut, anak-anak mempelajari Al-Qur'an sejak usia dini. "Semoga dengan sarana yang kita berikan ini bisa membantu pelaksanaan pembelajaran Al-Qur'an bagi anak-anak TPA yang umumnya berasal dari warga Perumahan Residence 73 dan sekitarnya," ujarnya.

Pengurus Majelis Taklim Masjid Al Fath, Suherlina menjelaskan, terdapat sekitar lima puluh anak yang mengikuti kegiatan di TPA Al Fath. Proses belajar mengajar pun berlangsung dari Senin hingga Sabtu. Selain itu, pada Ahad pagi juga dilakukan kegiatan pendidikan subuh.
"Alhamdulillah, kami berterima kasih banyak. Ini betul-betul bantuan yang sangat dibutuhkan. Sebab, memang banyak kekurangan di TPA kami ini," ungkap Herlina.
Dukungan dalam bidang pendidikan menjadi salah satu fokus utama Lazismu Kota Pekanbaru dalam pengelolaan dana zakat, infak, dan sedekah yang dihimpun. Tempat pembelajaran serupa seperti pondok tahfidz Al-Qur'an juga kerap kali menjadi penerima manfaat. Hal ini terus dilakukan dalam rangka mewujudkan generasi Qur'ani yang akan memajukan umat di masa depan.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah/Setiawan]

Pada gelaran Kejuaraan Tapak Suci "Banjarbaru Championship 1 Tahun 2022" dalam rangka pembibitan atlet pencak silat, Lazismu turut berpartisipasi dalam mendukung pengiriman atlet muda dari Desa Kamawakan. Tiga putra asli Pegunungan Meratus ambil bagian dalam kejuaraan ini, di bawah bimbingan pelatih Tapak Suci yang juga merupakan kader muda Muhammadiyah, Iim Restu Adi. Kali ini, Lazismu juga menyerahkan bantuan perlengkapan dalam menghadapi kejuaraan, seperti pelindung badan, pelindung kaki, dan alat pendukung lainnya.
Penyerahan bantuan berlangsung pada Kamis (27/10) di SD Alam Muhammadiyah Banjarbaru sebagai tempat pertandingan. Mewakili Lazismu Wilayah Kalimantan Selatan, Akmal Fadillah yang menyerahkan bantuan ini menuturkan, bantuan tersebut berasal dari dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang dihimpun oleh Lazismu. Ia pun berharap, bantuan akan dapat mendukung dakwah Muhammadiyah melalui Lazismu, salah satunya melalui program Kampung Berkemajuan.

"Kami berharap kepada kaum muslimin dan warga persyarikatan tetap istiqamah menyalurkan ZIS melalui Lazismu, sehingga Lazismu Kalimantan Selatan tetap bisa menebar kebaikan dan manfaat kepada umat. Dengan demikian dapat dipastikan dakwah Muhammadiyah melalui Lazismu terus bisa dilakukan, seperti memberi bantuan yang dilaksanakan kali ini dengan membantu program Kampung Berkemajuan," terang Akmal.
Iim Restu Adi, pelatih yang juga merupakan dai untuk kawasan pedalaman di Desa Kamawakan menyambut baik bantuan dari Lazismu ini. Menurutnya, perlengkapan yang diberikan tersebut sangat berguna bagi anak-anak didiknya. Ia pun berharap, dengan keikutsertaan atlet muda dari Pegunungan Meratus ini dapat mendorong agar terus berkiprah dalam menebar kebaikan, terutama dalam momen Sumpah Pemuda ini.
"Sangat berguna demi kelancaran pertandingan tapak suci yang digelar oleh Muhammadiyah. Masyarakat di Pegunungan Meratus agar tetap berkiprah menebarkan kebaikan untuk umat dan bangsa dalam memperingati Sumpah Pemuda," ungkap Iim.
Kampung Berkemajuan merupakan salah satu program unggulan Lazismu Wilayah Kalimantan Selatan. Program ini telah meraih penghargaan dengan kategori "Lazismu Dengan Program Dakwah Terbaik" dua tahun berturut-turut pada gelaran Lazismu Award di ajang Rapat Kerja Nasional Lazismu. Program ini dijalankan di Pegunungan Meratus pada dua titik yang berbeda, yaitu di Kabupaten Hulu Sungai Tengah dan Kabupaten Hulu Sungai Selatan.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah/Johansyah]

Merespons bencana banjir tersebut, Pos Koordinasi Peduli Banjir pun didirikan di depan Kampus Universitas Muhammadiyah Mahakarya (UMMAH) Aceh. Bersama dengan relawan mahasiswa-mahasiswi UMMAH, Lazismu Kabupaten Bireuen menggalang dana dari warga Kabupaten Bireuen yang bertetangga dengan Kabupaten Aceh Utara. Dana yang terkumpul ini kemudian diserahkan ke lokasi terdampak banjir terparah di Gampong Mancang, Kecamatan Lhoksukon pada Jumat (14/10).

Ketua Badan Pengurus Lazismu Kabupaten Bireuen, Fajar Ardiansyah menjelaskan, penggalangan dana ini melibatkan seluruh komponen organisasi otonom (ortom) serta amal usaha Muhammadiyah (AUM) di lingkungan Muhammadiyah Kabupaten Bireuen, seperti Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) dan SD IT Muhammadiyah Bireuen. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada para donatur yang telah mempercayakan donasinya. "Terima kasih kepada masyarakat maupun lembaga yang telah berdonasi melalui Muhammadiyah. Semoga Allah meridhai niat baik kita dan tetap semangat buat para relawan, semoga bencana ini segera berakhir," ujarnya.
Dana yang dihimpun ini kemudian disalurkan dalam berbagai bentuk bantuan. Menurut Fajar, selain bantuan berupa sembako seperti beras, mie instan, makanan bayi, dan makanan siap saji berupa RendangMu, pihaknya juga memberikan perlengkapan sekolah untuk anak-anak panti asuhan yang juga terdampak banjir. "Lazismu juga menyerahkan uang tunai. Selain itu, kita juga menyerahkan bantuan selimut, popok bayi, dan pakaian layak pakai. Lalu tas sekolah untuk anak panti asuhan Muhammadiyah di lokasi banjir," imbuhnya.
Terakhir, setelah selesai menyalurkan bantuan, Fajar juga mendoakan kepada para donatur agar diberikan keberkahan. Ia berharap agar bantuan dari para donatur ini dapat meringankan mereka yang terdampak banjir. "Semoga dengan bantuan yang telah kami salurkan bisa meringankan beban musibah yang dialami korban banjir. Semoga para donatur diberikan kelapangan rezeki dan keberkahan," harapnya.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah/Fajar Ardiansyah]

Penyerahan bantuan dilakukan pada Kamis (13/10) oleh perwakilan Lazismu Kabupaten Kendal. Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Singorojo, Subianto menyambut baik bantuan yang diserahkan oleh Lazismu. Dalam sambutan saat menerima bantuan secara simbolis, ia menyampaikan terima kasih kepada Lazismu yang telah memperhatikan wilayah Singorojo. Menurutnya, dukungan dari Lazismu terus diberikan dalam berbagai kegiatan yang diadakan oleh PCM Singorojo.
"PCM Singorojo menyampaikan banyak terima kasih kepada Lazismu Kendal yang sudah sangat memperhatikan wilayah Singorojo. Banyak kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan oleh PCM Singorojo dan selalu mendapat dukungan dari Lazismu Kendal. Pembangunan TK ABA 3 Banjaran ini menjadi contoh salah satunya. Dari awal pembangunan Lazismu Kendal tak henti-hentinya mendukung dana untuk pembangunan gedung tersebut," ujar Subianto.
Manajer Lazismu Kabupaten Kendal, Suprapto menuturkan, pihaknya berharap agar proses pembangunan gedung dapat diselesaikan pada akhir tahun 2022 ini. Ia menegaskan, Lazismu akan terus memberikan dukungan terhadap pembangunan maupun perbaikan sarana dan prasarana pendidikan di lingkungan Muhammadiyah. "Pembangunan TK ABA 3 Banjaran semoga dapat selesai di akhir tahun 2022. Tasyaruf 'Save Our School' ini bukan yang terakhir kali, kami akan selalu mendukung pembangunan dan perbaikan sarana prasarana dalam lembaga pendidikan di bawah naungan persyarikatan," tegasnya.
Bantuan program Save Our School ini berasal dari infak yang dihimpun melalui ZISCardMu. ZISCardMu adalah sebuah bentuk inovasi yang dilakukan oleh Lazismu Kabupaten Kendal dalam bentuk kartu untuk para muzakki dan masyarakat yang aktif menitipkan sebagian dari rezekinya untuk disalurkan kepada mereka yang berhak menerimanya. Fungsi utamanya adalah untuk meningkatkan kesadaran dan memberikan kemudahan dalam menunaikan kewajiban zakat maupun infak. Di dalamnya terdapat nomor Virtual Account bersifat pribadi yang langsung terhubung ke rekening induk Lazismu Kabupaten Kendal. Tujuannya tak lain agar penghimpunan tersentral di lembaga penghimpun yang sudah berbadan hukum.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah]

Melalui Program Kemaslahatan 2021 dari Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) RI, pembangunan asrama putri ini dapat terwujud. Peresmiannya dilakukan pada Kamis (20/10) dengan dihadiri oleh Ketua Badan Pengurus Lazismu Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Nusa Tenggara Barat, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Lombok Timur, Kepala Divisi Pelaksanaan dan Monev, Anggota Komisi VIII DPR RI, Direktur Muhammadiyah Boarding School Selong, serta para tamu undangan.
Ketua PDM Kabupaten Lombok Timur, Abdul Malik dalam laporannya menyebutkan, cikal bakal bangunan Pondok Pesantren MBS Selong adalah pembangunan gedung pada tahun 2019 lalu. Setelah itu, pengembangan MBS Selong terus dilakukan. Saat ini, sekolah yang telah dua tahun mendapatkan izin dari Kementerian Agama RI ini telah memiliki banyak santri.
"Santri kita untuk menopang sekolah yang ada, SMA Muhammadiyah yang MBS, alhamdulillaah yang tinggal menjadi santri. Didalamnya ada LKSA, jumlahnya sampai saat sekarang ada 125an santri," sebut Abdul Malik.
Alasan pembangunan pondok pesantren di Kabupaten Lombok Timur ini dikemukakan oleh Marliadi yang mewakili PWM Nusa Tenggara Barat. Berawal dari keresahan akan berkurangnya ulama di Muhammadiyah menjadi dasar. Meski ada banyak kader Muhammadiyah yang bahkan bersekolah hingga ke luar negeri, namun kebutuhan untuk membangun karakter keindonesiaan pada diri santri tentunya harus melalui pondok pesantren.
"Tentu Muhammadiyah berkepentingan untuk membangun karakter keindonesiaannya itu melalui pondok pesantren. InsyaAllah kalau sudah dididik, diberikan modal dasar dari pesantren, dari Boarding School Muhammadiyah, insyaAllah karakter keindonesiaannya itu akan kuat," ujar Marliadi.
Dalam pengelolaan pondok pesantren di lingkungan Muhammadiyah, menurut Marliadi, harus taat kepada aturan-aturan yang ditetapkan oleh persyarikatan. Ada tiga bentuk pengelolaan pesantren di Muhammadiyah. Yang pertama adalah bentuk regulasi. Kedua, standarisasi kurikulum. Ketiga, melakukan monitoring dan evaluasi.
Terakhir, Marliadi berharap agar bantuan yang telah disalurkan ini dapat dikelola dengan sebaik-baiknya. "PWM memberikan semacam dorongan motivasi, bagaimana sumbangan bantuan dari siapa saja yang ikut memberikan bantuan itu dikelola dengan sebaik-baiknya. Jangan cuma pandai menerima tetapi tidak pandai memanfaatkan. Kami yakin karakter Muhammadiyah tidak hanya cuma pandai menerima," tegasnya.
Ketua Badan Pengurus Lazismu PP Muhammadiyah, Mahli Zainuddin yang hadir langsung dalam peresmian ini mengajak untuk bersyukur atas bantuan yang telah diberikan oleh BPKH RI. Bentuk rasa syukur ini adalah dengan memanfaatkan bantuan secara optimal. "Bagaimanapun proses sampai terbangunnya asrama putri ini memerlukan perjuangan waktu yang tidak singkat. Oleh karena itu, setelah ini bisa menjadi kenyataan, kita syukuri dengan pemanfaatan yang optimal. Ustadz-ustadz menjadi lebih nyaman untuk mengajar dan adik-adik santri bisa tinggal di asrama dengan suasana belajar yang makin nyaman, sehat, sehingga tujuan visi misi pesantren ini bisa terlaksana dengan optimal," ajaknya.
Mahli pun mengingatkan kembali tagline Lazismu yang mengajak untuk berbagi. Dengan semangat ini diharapkan dapat menumbuhkan Muhammadiyah di manapun berada. "Lazismu taglinenya adalah memberi untuk negeri. Di mana-mana Muhammadiyah berkembang, di situ ada semangat memberi yang luar biasa. Semangat berbagi inilah yang membuat Muhammadiyah di berbagai tempat itu tumbuh begitu dahsyatnya," terang Mahli.

Mewakili BPKH RI, Indriayu Afriana selaku Kepala Divisi Pelaksanaan dan Monev menjelaskan, dalam menjalankan program-program kemaslahatan, pihaknya juga menggandeng mitra kemaslahatan, salah satunya adalah Lazismu. Selain mengucapkan terima kasih kepada Lazismu, ia juga memberikan apresiasi kepada anggota Komisi VIII DPR RI, Nanang Samoedra yang telah membantu mengarahkan hingga program ini terlaksana di Kabupaten Lombok Timur.
"Bapak Nanang Samoedra sebagai anggota Komisi VIII DPR RI yang alhamdulillah beliau menjadi wasilah BPKH dalam membantu bapak ibu di wilayah Selong, Kabupaten Lombok Timur. Kami tidak punya cabang, bagaimana kami bisa mengetahui kebutuhan yang ada di Lombok Timur? Alhamdulillah kami dibantu oleh bapak Nanang Samoedra yang sudah memberikan masukan mengenai bantuan yang layak di wilayah Lombok Timur. Kami ucapkan terima kasih kepada Bapak Nanang Samoedra sehingga peran dari BPKH dalam meningkatkan kemaslahatan umat ini dapat terus berlangsung," ungkapnya.
Indriayu yang hadir secara daring juga mengharapkan agar bantuan ini dapat dipergunakan dengan sebaik-baiknya sehingga dapat memberikan manfaat bagi kemaslahatan umat. "Terakhir kami mohon bantuan ini digunakan sesuai fungsinya, dirawat, dan dijaga. Mudah-mudahan dapat dimanfaatkan luas untuk kemaslahatan umat di wilayah Lombok Timur," pungkasnya.
Sementara itu, anggota Komisi VIII DPR RI, Nanang Samoedra mengungkapkan ketertarikannya kepada pondok pesantren atau boarding school. "Saya sangat senang dengan boarding school. Jadi boarding school itu adalah lembaga pendidikan impian saya. Akan kita bandingkan, orang-orang yang bersekolah di boarding school dengan sekolah umum hasilnya seringkali beda," ucapnya.
Nanang juga mengucapkan selamat dan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah membantu terwujudnya pembangunan asrama putri ini. "Saya ingin mengucapkan selamat kepada para pimpinan di sini bahwa akhirnya sampai juga asrama santri Pondok Pesantren Muhammadiyah Boarding School Selong ini bisa terwujud. Terima kasih kepada semua pihak yang telah berperan dalam mewujudkannya dan mudah-mudahan semua mendapatkan nilai ganjaran dari Allah SWT," harapnya.

Acara Serah Terima Pembangunan Asrama Putri Pondok Pesantren Muhammadiyah Boarding School Selong, Kabupaten Lombok Timur ini ditandai dengan penyerahan simbolis dari Anggota Komisi VIII DPR RI, Nanang Samoedra Direktur Muhammadiyah Boarding School Selong, Abdul Khalid. Setelah itu dilanjutkan dengan pemotongan pita oleh Ketua Badan Pengurus Lazismu PP Muhammadiyah, Mahli Zainuddin, menandai dimulainya penggunaan asrama putri ini. Dengan adanya fasilitas asrama putri, Pondok Pesantren Muhammadiyah Boarding School Selong diharapkan dapat menyerap santri lebih banyak lagi pada tahun-tahun berikutnya.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah]

