

Wakil Ketua Badan Pengurus Lazismu Kabupaten Serang, Teguh Prasetyo menjelaskan bahwa program Kolaborasi Kebajikan Zakat antara BAZNAS dan Lazismu merupakan program yang dirancang untuk menjawab berbagai permasalahan yang terjadi di wilayah dalam bingkai 3T (terdepan, terluar, dan tertinggal), khususnya untuk wilayah Maluku, Banggai, dan Serang. Selain itu, aksi ini juga sebagai upaya dalam membantu pemerintah untuk percepatan pengurangan kemiskinan yang terjadi di wilayah Indonesia.
"Untuk wilayah Kabupaten Serang, program ditempatkan di Desa Domas Kecamatan Pontang. Program ini akan berfokus pada peningkatan layanan umum pada bidang pendidikan, kesehatan, sosial, dakwah, dan kemanusiaan. Program ini sudah berjalan sepuluh bulan di Desa Domas dan akan berakhir di bulan Desember," ungkap Teguh.
Sementara itu, Farid Supriadi selaku Field Officer Program Lazismu-BAZNAS menyampaikan, program yang sudah terealisasi yaitu renovasi mushola, insentif guru ngaji, penyuluhan kesehatan, pendampingan guru ngaji, pemberian makanan tambahan (PMT) untuk balita, dan pembentukan lembaga ekonomi syariah. Saat ini sedang diadakan persiapan untuk layanan kesehatan dan renovasi sekolah. "Sekarang masih proses renovasi Pembantu Puskesmas (Pustu) Desa Domas yang nantinya akan dijadikan pusat layanan kesehatan gratis untuk masyarakat Desa Domas," terang Farid.
Kolaborasi BAZNAS dan Lazismu tersebut disambut baik oleh pihak Pemerintah Desa Domas. Sanwani, Kepala Seksi Pemerintahan Desa Domas menyampaikan, pihaknya berterima kasih atas beragam program pemberdayaan yang telah dilakukan di desanya. "Mewakili masyarakat Desa Domas, kami menyampaikan ucapan terima kasih kepada Lazismu dan BAZNAS yang sudah menggelar banyak program pemberdayaan di Desa Domas. Tentu sangat bermanfaat guna peningkatan kesejahteraan masyarakat Desa Domas dan berharap program ini bisa berkesinambungan," harapnya.
Program Kolaborasi Kebajikan Zakat diharapkan dapat mengatasi berbagai permasalahan kemiskinan dengan baik. Program ini akan berfokus pada peningkatan layanan umum di bidang pendidikan, kesehatan, sosial, dakwah, dan kemanusiaan. Capaian akhirnya adalah terbangunnya kekuatan dan kedaulatan ekonomi umat berbasis jamaah yang mampu menciptakan dukungan akses dan kualitas pada layanan umum tersebut.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah]

KL Lazismu Al-Furqan sebagai salah satu KL Lazismu di Kota Banjarmasin membantu mewujudkan kemandirian dalam berwirausaha dengan memberikan bantuan gerobak. Bantuan ini diberi nama program Grobakisasi sebagai bagian dari program Pemberdayaan UMKM Lazismu. Bertempat di KL Lazismu Al-Furqan, penyerahan bantuan satu unit gerobak dilakukan kepada penerima manfaat dan disaksikan oleh Ketua Badan Pengurus Lazismu Kota Banjarmasin, Prof. Dr. H. Sarbaini pada Ahad (06/11).
Kepala KL Lazismu Al-Furqan, H. Yazidi Indar menyebutkan, pada kegiatan penyaluran bantuan kali ini tak hanya berupa gerobak, tetapi juga disalurkan beragam bantuan lain. Di antaranya adalah sembako sejumlah 35 paket, dua buah termos untuk mendukung kegiatan di masjid dalam program Back to Masjid Lazismu. Untuk bantuan berupa gerobak disalurkan kepada penjual mie ayam.
"Yang kita salurkan pada saat ini adalah sembako sebanyak 35 paket, dua buah termos sebgai program back to Masjid, kemudian penyerahan gerobak mie ayam. Ini menjadi icon KL Lazismu Al-Furqan yaitu program Grobakisasi. Semoga terus berjalan pada bulan-bulan nantinya berkat bantuan dan donasi para donatur," jelas Yazidi.
Ketua Badan Pengurus Lazismu Kota Banjarmasin, Prof. Dr. H. Sarbaini yang berkesempatan hadir secara langsung juga mengapresiasi penyaluran bantuan ini. Ia memuji gerakan yang diinisiasi oleh KL Lazismu Al-Furqan dan berharap agar bantuan ini dapat terus berlanjut, terutama di kawasan Komplek Bumi Mas yang menjadi lokasi KL tersebut. "Salah satu kelebihan dari KL Lazismu Al-Furqan spesialisasi penyaluran bantuan UMKM berupa gerobak dagang. Semoga ini menjadi bantuan yang berkelanjutan sehingga di Komplek Bumi Mas ini berjejer para UMKM Lazismu Al-Furqan," ungkapnya bangga.
Grobakisasi merupakan program yang dimulai pada tahun 2022 dan menjadi ciri khas KL Lazismu Al-Furqan, yaitu berupa penyaluran gerobak untuk berjualan bagi masyarakat sekitar. Selama tahun 2022 telah disalurkan tujuh unit sarana usaha berupa gerobak dorong untuk berjualan seperti kue, jamu, dan lainnya. Tujuannya adalah untuk mengajak masyarakat berwirausaha dan mengurangi pengangguran di sekitar KL Lazismu Al-Furqan serta memakmurkan kehidupan masyarakat agar mampu mandiri.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah/Johansyah]

Koordinasi kemudian dilakukan oleh Lazismu Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah bersama Lazismu Wilayah Sumatera Barat, Lazismu Kabupaten Pasaman, Lazismu Kabupaten Pasaman Barat, serta MDMC untuk menginventarisir beberapa kerusakan rumah di Kabupaten Pasaman dan Pasaman Barat. 21 Kepala Keluarga (KK) pun ditetapkan untuk mendapatkan bantuan berupa perbaikan hunian. Bantuan ini juga merujuk pada Surat Keputusan Bupati Pasaman Barat Nomor 188.45/298/BUP-PASBAR/2022 dan Nomor 188.45/344/BUP-PASBAR/2022 Tentang Penetapan Daftar Rumah Rusak Terdampak Bencana Alam Gempa Bumi Kabupaten Pasaman Barat Tahun 2022.
Perbaikan hunian ini merupakan bentuk kerja sama Lazismu PP Muhammadiyah dengan Salam Charity, sebuah organisasi nirlaba yang berpusat di London, Inggris. Bantuan yang diberikan untuk 21 unit hunian, dengan pembagian 10 unit berada di Kabupaten Pasaman dan 11 unit berada di Kabupaten Pasaman Barat. Untuk Kabupaten Pasaman Barat, para penerima manfaat tersebar di Jorong Timbo Abu, Nagari Kajai, Kecamatan Talamau, sementara di Kabupaten Pasaman berada di Jorong Siparayo, Nagari Malampah, Kecamatan Tigo Nagari.
Edi Suryanto, Direktur Utama Lazismu PP Muhammadiyah menyampaikan, kerja sama yang dijalin dengan Salam Charity bukanlah yang pertama kali. Hal ini menunjukkan bahwa Lazismu senantiasa dipercaya oleh para mitra, bahkan dari luar negeri. Kepercayaan tersebut tidak lepas dari kerja profesional yang telah dilakukan oleh Lazismu.
"Program ini merupakan hasil kerja sama untuk kesekian kalinya dengan Salam Charity. Dan Alhamdulillah, berkat kerja-kerja kemanusiaan yang kita lakukan dengan fokus, tulus, dan serius, Lazismu terus mendapatkan kepercayaan dari lembaga ini dan mitra lainnya," terang Edi.
Edi berharap agar kerja sama ini dapat terus berlanjut dan para penerima program dapat merasakan manfaat dari bantuan ini. "Harapannya, kemitraan model begini dapat terus kita rawat, kita jaga dan kita kembangkan, melalui transparansi dan profesionalitas. Dan kepada penerima program, semoga senantiasa mendapatkan manfaat dan barokah dari pelaksanaan program ini," harapnya.
Terakhir, Edi mengucapkan terima kasih kepada Salam Charity dan semua pihak yang turut serta dalam pelaksanaan program tersebut. "Terima kasih kepada Salam Charity serta semua pihak yang terlibat dalam program ini, mitra-mitra pelaksana program, baik internal atau pun eksternal persyarikatan. Semoga kerja sama dapat terus kita lanjutkan pada masa mendatang, untuk memberikan manfaat yang lebih besar dan lebih luas," pungkasnya.
Ada beragam cerita menarik dari para penerima manfaat. Keluarga Mislaini misalnya, sebelumnya hidup terpisah karena rumah yang mereka miliki hancur akibat gempa. Kini, keluarga tersebut dapat berkumpul kembali setelah rumah mereka selesai diperbaiki. Lain halnya dengan keluarga Marini. Mereka hampir kehilangan harapan untuk memperoleh bantuan, ditambah dengan rumah mereka yang kondisinya sudah parah dan berpotensi runtuh jika gempa kembali datang. Beruntung ada bantuan dari Lazismu dan Salam Charity. Proses perbaikan rumah untuk warga terdampak pun telah sampai pada beberapa tahapan akhir.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah]

Jajaran pengurus yang turut hadir dalam penyerahan bantuan antara lain Ketua Badan Pengawas Ir. Said Mahjali, M.M., Sekretaris Badan Pengurus Mukhtaruddin, S.P., Wakil Ketua Bidang Penghimpunan dan Pendistribusian Lazismu Ir. H. Abdul Hadi dan Dra. Masyithah. Selain itu, Keuchik Gampong Suak Indra Puri Drs. Syakban Lubis turut menyaksikan langsung penyerahan bantuan yang berlangsung di kediaman Rita Rumere selaku penerima manfaat, di Gampong Suak Indra Puri, Kecamatan Johan Pahlawan.
Ketua Badan Pengawas Lazismu Kabupaten Aceh Barat, Ir. Said Mahjali, M.M. menjelaskan, sesuai hukum zakat, para mualaf memiliki hak atas zakat. Bantuan dari Lazismu ini diharapkan dapat memberikan semangat dan dukungan kepada keluarga mualaf tersebut. Warga mualaf pun dapat terus menekuni tuntunan dalam agama Islam.
"Penyaluran tersebut merupakan zakat maal Lazismu Aceh Barat yang diperuntukkan untuk mualaf, yaitu dari senif (asnaf) mualaf sesuai hukum zakat. Dengan disalurkannya zakat maal dari senif mualaf tersebut diharapkan dapat memberikan dukungan dan semangat keislamannya, agar mualaf terus antusias dalam menekuni tuntunan Islam. Dengan semangat fastabikul khairat memberikan dukungan untuk sesama muslim yang sudah memeluk agama Islam," terang Said.
Sementara itu, Keuchik Gampong Suak Indra Puri, Drs. Syakban Lubis menyampaikan terima kasih kepada Lazismu Kabupaten Aceh Barat yang telah menyalurkan zakat maalnya dari asnaf mualaf kepada Rita Rumere. Ia pun berharap bantuan tersebut dapat mendatangkan keberkahan dan kemaslahatan. "Semoga berkah dan bermanfaat untuk kemaslahatan umat, khususnya untuk mualaf yang sudah masuk agama Islam," ujarnya
Bantuan sebesar satu juta rupiah diterima oleh Rita Rumere beserta kedua anaknya. Perantau dari Papua ini telah memeluk agama Islam dan membutuhkan bimbingan, salah satunya melalui dana zakat yang berasal dari asnaf mualaf. Satu keluarga ini memeluk agama Islam beberapa bulan yang lalu. Kedua anak dari Rita Rumere sudah bersekolah di salah satu SD di Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah/Mukhtaruddin]

Penyerahan secara simbolis program ini dihadiri oleh perwakilan tim AiKite yaitu Risti Zahroh selaku Project Manager dan Hasni Thufailah selaku Technical Designer Rain Water Harvesting. Lazismu Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah diwakili oleh Badan Pengurus Lazismu Wilayah Bali, Miftah Nurahman selaku Ketua dan Elly selaku Sekretaris. Acara ini berlangsung pada Rabu (09/11) di gedung laboratorium SMP 6 Nusa Penida yang dihadiri juga oleh Kepala Sekolah SMP 6 Nusa Penida serta para guru.

Project Manager AiKite, Risti Zahroh menjelaskan, program "Rain Water Harvesting" ini merupakan salah satu program "Clean Water for Nusa Penida" yang telah dilaksanakan mulai dari 23 hingga 27 September 2022. Program "Clean Water for Nusa Penida" melibatkan berbagai pihak, seperti Pemerintah Desa Batumadeg, SMP 6 Nusa Penida, Help4Penida, dan seluruh lapisan masyarakat Batumadeg. Program ini juga diikuti oleh relawan nasional dari seluruh Indonesia. Tim AiKite bersama dengan relawan mengadakan edukasi kepada warga dan siswa-siswi SMP 6 Nusa Penida mengenai air bersih dan sanitasi.
"Kami juga melakukan survei masyarakat terkait akses air bersih di Batumadeg, pembersihan wilayah pantai (Beach Clean Up) dan kunjungan kawasan konservasi Jalak Bali. Daerah Batumadeg termasuk daerah yang akses air bersihnya masih sulit. Air PDAM hanya 2-3 hari sekali mengalir, membuat warga kesusahan untuk mendapatkan akses air bersih sehingga masyarakat Batumadeg sangat mengandalkan air hujan," jelas Risti.
Risti kemudian berharap agar dengan adanya program "Rain Water Harvesting" yang juga sejalan dengan program Pelihara DaratMu Lazismu ini dapat menjadi solusi bagi penyediaan air bersih guna memenuhi kebutuhan warga. "Oleh karena itu, harapannya, "Rain Water Harvesting" ini mampu menyediakan air bersih dengan menampung air hujan dan kemudian difilter dengan filter dari AiKite yang dapat digunakan untuk kehidupan sehari-hari oleh masyarakat Batumadeg dan siswa-siswi SMP 6 Nusa Penida," pungkasnya.
Miftah Nurahman selaku Ketua Badan Pengurus Lazismu Wilayah Bali menyambut baik kerja sama antara pihaknya dengan AiKite dalam mengatasi masalah air bersih di Bali. Ia pun berharap agar program yang dilakukan ini dapat memberikan manfaat kepada masyarakat. "Program ini dapat memberikan manfaat kepada masyarakat dan semoga mampu meng-cover kebutuhan air bersih yang selama ini menjadi masalah," ujarnya.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah]

Pada penandatanganan MoU antara KL Lazismu PCIM Sudan dengan Rowahil Sudan, pihak Lazismu dihadiri oleh Waznin Allief selaku pengelola program wakaf, Koordinator Lapangan Achmad Helmi Fuadi, dan Staf Keuangan Syahrul Abdi. Dari pihak Rowahil Sudan diwakili oleh Direktur Syaikh Utsman dan Koordinator Lapangan Syaikh Musa dan Muhammad. Dalam kesepakatan yang dijalin, Lazismu berperan sebagai penyandang dana dan menjadi pengawas kerja, sementara pihak Rowahil bertugas mengerjakan proyek, mencari bahan-bahan terbaik dan juga mencari tempat yang cocok dalam pembangunan sumur.
Waznin Allief selaku pengelola program wakaf KL Lazismu PCIM Sudan menyampaikan, amanah yang diberikan ini harus disikapi secara profesional. Oleh karena itu, kerja sama ini harus bisa menjadi penghubung agar dana umat dapat terdistribusi dengan baik sesuai syariah. Hal ini bertujuan agar para donatur dan mereka yang terlibat dalam program ini akan mendapatkan pahala jariyah.
"Pengalaman pertama jadi takut. Diberi amanah jadi harus belajar profesionalitas, menghubungkan dana umat agar dana tersebut terdistribusi dengan baik dan sesuai syariah. Semoga menjadi amal jariyah yang terus menerus," terang Waznin.
Mewakili Rowahil Sudan, Syaikh Utsman berharap agar kerja sama ini dapat membawa Rowahil menjadi lebih dikenal oleh masyarakat Indonesia. Ia pun berharap agar kolaborasi serupa dapat terus dijalin dengan Muhammadiyah. Ucapan terima kasih juga diberikan kepada Lazismu yang sudah membantu masyarakat Sudan melalui program yang digagas bersama ini.
"Rowahil bisa lebih dikenal lagi oleh masyarakat Indonesia dan juga bisa berkolaborasi lagi dengan Muhammadiyah di bidang-bidang lainnya. Terima kasih dengan Lazismu yang sudah membantu meringankan beban masyarakat Sudan di Desa Umkati. Semoga pahala terus mengalir kepada siapa saja yang berperan dalam proyek ini," ungkap Syaikh Utsman.
Program wakaf sumur ini merupakan salah satu bentuk kepedulian KL Lazismu PCIM Sudan dalam mengatasi permasalahan krisis air bersih yang kerap mendera warga Sudan, sementara mereka harus bertahan hidup di tengah suhu 40 derajat Celcius dengan iklim gurun. Selain itu, program ini sekaligus menjadi langkah KL Lazismu PCIM Sudan dalam memperluas manfaat kepada penduduk internasional, sehingga tak terbatas hanya untuk masyarakat Indonesia yang berada di Sudan.
Kerjasama yang melibatkan dua lembaga antar negara pada program wakaf sumur untuk penduduk Sudan ini mendapat respon positif dari pihak Rowahil Sudan. KL Lazismu PCIM Sudan merupakan lembaga asing yang menjadi inisiator gerakan kebaikan bagi masyarakat Sudan. Harapannya, kerja sama ini akan membuka pintu kerja sama lainnya di masa mendatang dalam program kebaikan serta menjadi syiar internasional.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah/Faradilla Awwaluna]

