

Amil Camp I Lazismu se-Jawa Timur berlangsung dari Jumat hingga Ahad (14-16/10) dan dibuka oleh Ketua Badan Pengurus Lazismu Wilayah Jawa Timur, drh. Zainul Muslimin setelah sebelumnya disampaikan prakata dari Sekretaris Badan Pengurus Lazismu Wilayah Jawa Timur, Aditio Yudono dan sambutan selamat datang oleh Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Batu, Abdul Manaf. Dalam sambutannya, Zainul mengajak para amil untuk lebih giat melakukan hal-hal yang luar biasa. Menurutnya, keberadaan seorang amil memiliki peran strategis di Lazismu. Ia pun memberikan motivasi untuk terus mengeluarkan beragam kelebihan yang dimiliki oleh amil Lazismu.
"Yang kita lakukan adalah hal-hal yang extra ordinary, hal-hal yang dahsyat dan hebat. Kalau kita menganggapnya biasa-biasa saja, maka tentu hasilnya biasa-biasa saja. Hari ini ini kita ingin meneguhkan bahwa amil itu sangat strategis di Lazismu. Kalau ingin hebat maka lakukan sesuatu yang dahsyat. Coba kita angkat kelebihan-kelebihan kita karena setiap kita, Allah karuniakan kelebihan-kelebihan," ajak Zainul
Dalam acara ini, Food Truck Kendara Saji Makanan Lazismu Wilayah Jawa Timur juga ambil bagian dalam menyajikan kopi, teh hangat, serta kudapan ringan bagi para peserta. Untuk akomodasi, para peserta menikmati suasana alam dengan bermalam di tenda yang dilengkapi matras dan kasur. Beragam materi disampaikan oleh para ahli, seperti "Grouping Team and Spirit Building" oleh Andrio Budi Hartono dari Junior Outbound, Pradana Boy selaku Wakil Dekan Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang mengupas peran filantropi Muhammadiyah dan kesiapan Amil dalam berinovasi sosial, serta "Sharing Session" tentang inovasi program dan inovasi sosial amil Lazisu dari empat daerah di Jawa Timur, yaitu Bojonegoro, Gresik, Ponorogo, dan Lumajang.
Shely Marsella, amil dari Lazismu Kabupaten Gresik yang mengikuti Amil Camp I Lazismu se-Jawa Timur ini mengaku sangat senang karena mendapatkan banyak kenalan dari berbagai daerah di Jawa Timur. Selain itu, ia pun bisa mendapatkan pengetahuan tentang digital fundraising. "Dari Amil Camp ini saya dapat menambah wawasan seputar digital fundraising. Yang kedua, mendapat relasi dari kawan-kawan Jawa Timur ini, banyak dari Pacitan, Sidoarjo, jadi lebih saling mengenal," ujarnya.
Sementara itu, tamu dari luar Jawa Timur yaitu Abdullah, amil Lazismu Kabupaten Lombok Timur menuturkan, kedatangannya ke acara ini untuk menimba berbagai ilmu, terlebih karena Lazismu di daerahnya masih tergolong baru sehingga membutuhkan banyak pembelajaran. "Kami direkomendasikan oleh Lazismu Wilayah Nusa Tenggara Barat untuk mengikuti proses Amil Camp yang dilakukan oleh Lazismu Jawa Timur. Dikarenakan Lazismu Lombok Timur ini baru, tentu sangat membutuhkan ilmu-ilmu bagaimana fundraising yang baik, bagaimana turun ke lapangan dan sebagainya," terangnya.
Abdullah pun bertekad untuk segera menerapkan ilmu yang didapat selama mengikuti kegiatan Amil Camp I Lazismu se-Jawa Timur setelah kembali ke kampung halamannya. "InsyaAllah pulang dari acara Amil Camp yang dilaksanakan oleh Lazismu Jawa Timur ini kami akan menerapkan ilmu-ilmu yang sudah kami dapat dari acara ini begitu sampai di Lombok," ujarnya.
Pada rangkaian "Sharing Session", perwakilan Lazismu dari daerah yang terpilih memaparkan program unggulan masing-masing. Rudi Saparno dari Lazismu Kabupaten Bojonegoro memaparkan program pemberdayaan ekonomi bagi warga dhuafa dengan wirausaha makanan siap saji ayam goreng yang dikemas dalam merek "ChickenMu". Shely Marcella dari Lazismu Kabupaten Gresik juga membagikan pengalaman tentang pelaksanaan program pemberdayan UMKM di daerahnya. Program BankZiska sebagai upaya pengentasan usahawan super mikro dari jeratan riba atau rentenir menjadi topik yang diulas oleh Nunung dari Lazismu Kabupaten Ponorogo. Terakhir, Romadhon mewakili Lazismu Kabupaten Lumajang menjelaskan tentang proses digital fundraising dengan implementasi dan aplikasi yang mengena, efektif, serta efisien.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah/Aditio Yudono]

Pada Sabtu (29/10) pagi atau bertepatan dengan 3 Rabiul Akhir 1444 Hijriyah, Madrasah Wakaf Al-Qur'an menggelar Wisuda Santri Tahfidzul Qur'an. Selain dihadiri oleh para santri, wisuda ini juga disaksikan langsung oleh orang tua para penghafal Al-Qur'an tersebut. Lazismu Wilayah Jawa Timur memberikan dukungan berupa bantuan dana yang kemudian dikonversi dalam bentuk bingkisan atau hadiah serta jamuan makan siang bagi 700 tamu undangan, di antaranya adalah 150 santri dan santriwati penghafal Al-Qur'an yang diwisuda pada hari itu.
Ketua Badan Pengurus Lazismu Wilayah Jawa Timur, drh. Zainul Muslimin menyebutkan, bantuan dana dari Lazismu dikirimkan untuk mendukung kegiatan wisuda penghafal Al-Qur'an di madrasah tersebut. Hal ini merupakan komitmen dari Lazismu dalam mendukung perjuangan rakyat Palestina, salah satunya adalah dalam mencetak generasi penghafal Al-Qur'an sebanyak mungkin. "Lazismu sangat konsen dalam mendukung aksi kemanusiaan, tidak hanya di dalam negara melainkan juga luar negara atau internasional," tegasnya.
Bantuan yang diberikan sebagai bentuk apresiasi, dukungan, dan komitmen atas perjuangan rakyat Palestina berupa dana yang dihimpun oleh Lazismu Wilayah Jawa Timur. Setelah melalui prosedur internal, uang sebesar USD 1.330 atau sekitar 20 juta rupiah dikirimkan melalui layanan pos internasional kilat. Bantuan ini berasal dari dana Kemanusiaan Lazismu Wilayah Jawa Timur.

Dr. Mohammed Saleh Al-Ghalban selaku pimpinan Madrasah Wakaf Al-Qur'an menyambut baik bantuan yang diberikan oleh Lazismu Wilayah Jawa Timur. Ia pun mengucapkan terima kasih dan mendoakan agar Lazismu menjadi yang terdepan dalam membantu umat. "Pelaksanaan wisuda hafidz dan hafidzah pada hari ini yang dihadiri para orang tua mereka di Palestina bisa berjalan dengan lancar. Kami sangat bersyukur dan mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada Lazismu Jawa Timur sehingga acara ini terlaksana dengan lancar. Kami doakan mudah-mudahan Allah SWT memberikan kepada Lazismu Jawa Timur keberkahan, kelimpahan rahmat, dan mudah-mudahan senantiasa menjadi yang terdepan dalam membantu atau menyalurkan donasinya," ucap Dr. Mohammed Saleh Al-Ghalban.
Senada dengan itu, Syekh Ahmad Saleem Sulaiman Abu Anza yang merupakan salah satu pembina madrasah tersebut juga mengucapkan terima kasih kepada Lazismu di Indonesia, khususnya kepada Lazismu Wilayah Jawa Timur yang telah memberikan bantuan berupa dana yang kemudian diwujudkan dalam bentuk jamuan makan kepada para santri penghafal Al-Qur'an. "Terima kasih kepada Lazismu di Indonesia, khususnya kepada Lazismu Jawa Timur yang sudah memberikan makanan untuk para hafidz dan hafidzah. Mudah-mudahan ini menjadi keberkahan dan mendapatkan balasan untuk para donatur Lazismu di Jawa Timur," ujarnya.
Madrasah Wakaf Al-Qur'an berada di bawah pimpinan Dr. Mohammed Saleh Al-Ghalban dan salah satu pembinanya adalah Syekh Ahmad Saleem Sulaiman Abu Anza. Syekh Ahmad Saleem Sulaiman Abu Anza merupakan mitra Lazismu Wilayah Jawa Timur dalam beberapa kegiatan Safari Dakwah Ramadhan di wilayah Jawa Timur. Ia juga menjadi duta Palestina dalam berdakwah dan mengumpulkan donasi untuk mendukung perjuangan rakyat Palestina, khususnya melalui jalur pendidikan.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah/Aditio Yudono]

Sebelumnya, Jeni sebagai salah satu mustahik Lazismu Kota Pekanbaru telah mengajukan permintaan bantuan untuk pengembangan usahanya. Bantuan yang diajukan adalah alat pengaduk tepung untuk membuat roti. Sebelumnya, ia masih mengaduk adonan roti secara manual dengan menggunakan tangan. Akibatnya, ia membutuhkan waktu dan tenaga yang berlebih untuk membuat roti.
Gayung bersambut, Lazismu Kota Pekanbaru pun menyetujui permintaan Jeni. Satu unit mesin pengaduk tepung untuk roti berkapasitas 2 kg pun diserahkan kepada pelaku UMKM ini. Penyerahan bantuan berlangsung pada Senin (24/10) di kediaman Jeni, Jalan Melur, Kecamatan Sukajadi, Kota Pekanbaru. Bantuan ini berasal dari program Pemberdayaan Kemandirian Umat yang merupakan pengembangan dari program Pemberdayaan UMKM Lazismu.
Manajer Lazismu Kota Pekanbaru, Agung Pramuryantyo menerangkan bahwa dengan adanya bantuan ini diharapkan dapat meningkatkan hasil produksi usaha yang dijalankan oleh Jeni. Selain itu, usaha tersebut juga bisa menyerap tenaga kerja yang ada di sekitarnya. "Semoga dengan bantuan mesin ini bisa memudahkan beliau, bisa meningkatkan hasil produksinya, dan juga bisa melibatkan warga rumah tangga yang berada di sekitarnya terlibat dalam usahanya ini," terangnya.
Sementara itu, Jeni selaku penerima bantuan ini mengucapkan terima kasih kepada Lazismu Kota Pekanbaru. Ia sangat bersyukur karena kini telah memiliki mesin mixer yang dapat memudahkannya dalam membuat roti dan kue. "Alhamdulillah, terima kasih kepada bapak ibu muzakki dan Lazismu Pekanbaru atas bantuan mesin Mixer CDI. InsyaAllah dengan mesin ini bisa terbantu usaha saya dan juga bisa membantu ibu-ibu tetangga apabila ada orderan yang cukup banyak," ujarnya.
Jeni pun berharap dan berdoa agar para muzakki diberikan kesehatan dan rezeki. Tak lupa ia juga mendoakan agar Lazismu Kota Pekanbaru dapat terus membantu mereka yang menggeluti usaha seperti dirinya. "Semoga para muzakki diberikan kesehatan dan murah rezekinya serta Lazismu Pekanbaru bisa terus membantu orang-orang yang memerlukan bantuan usaha," harapnya.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah/Setiawan]

Bambang mengungkapkan, program nyata berupa pemberdayaan masyarakat yang berbasis dana zakat terus diperbanyak. Program-program ini berorientasi pada pengentasan kemiskinan. "Kami terus memperbanyak program nyata pemberdayaan masyarakat yang berbasis dana zakat yang berorientasi pada pengentasan kemiskinan. Program ini kami selaraskan dengan indikator SDGs dan RPJMN serta membuka lebar kolaborasi lintas stakeholder agar manfaat semakin meluas," ungkapnya.
Pasca pandemi, menurut Bambang, Indonesia masih menghadapi isu kemiskinan ekstrem, yaitu kondisi kala pendapatan masyarakat berada di bawah garis kemiskinan ekstrem. Ancaman resesi global pun disinyalir akan menghadang, dengan sejumlah dampak yang bakal dialami masyarakat. Di antaranya adalah kenaikan harga kebutuhan sehari-hari termasuk makanan, pemutusan kerja, kenaikan harga pasokan energi, dan naiknya angka kemiskinan. Sebuah tantangan baru bagi setiap negara untuk menjaga angka kemiskinan dari peningkatan jika terjadi resesi global tahun 2023.
Bambang pun menuturkan, Forum Zakat melakukan transformasi digital dalam rangka memperluas manfaat program dan penerima manfaat OPZ di Indonesia. Hal ini dilakukan di tengah tantangan kemiskinan ekstrem dan resesi. Selain peningkatan tata kelola, penguatan distribusi program yang berdampak, transformasi digital pun digadang menjadi upaya untuk mempercepat proses layanan OPZ. "Dalam meluaskan manfaat program dan penerima manfaat OPZ di Indonesia di tengah tantangan kemiskinan ekstrem yang diperparah dengan resesi, Forum Zakat melakukan transformasi digital untuk mengintegrasi data, memudahkan pembayaran ZIS dan mempercepat proses layanan OPZ melalui digitalisasi," ujarnya.
Terdapat enam tantangan dalam transformasi digital, yaitu kurangnya kuantitas dan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), isu kebijakan dan regulasi, isu keamanan dan perlindungan privasi, isu infrastruktur teknologi informasi (TI), integrasi sistem dan layanan, serta resistensi organisasi. Oleh karena itu, ujar Bambang, perlu disusun strategi dan solusi bersama guna mengoptimalkan pengelolaan zakat melalui perwujudan transformasi digital dalam gerakan zakat. Terakhir, ia menjelaskan bahwa Forum Zakat senantiasa menjaga dan meningkatkan kepercayaan publik terhadap lembaga. "Kami dorong aspek legalitas perijinan, akuntabilitas lembaga, hingga peningkatan kompetensi dan sertifikasi amil, misi dalam memperkuat OPZ dan mewujudkan cita-cita ideal zakat di Indonesia," pungkasnya.
Mewakili Lazismu Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Edi Suryanto selaku Direktur Utama yang juga turut berhadir dalam acara ini memberikan tanggapannya terhadap gerak langkah lembaga yang dipimpinnya. Ia menegaskan, apa yang digagas oleh Forum Zakat berupa komitmen untuk menguatkan peran zakat dalam pembangunan negara telah lama dijalankan oleh Lazismu. Setidaknya, dalam kurun waktu empat tahun terakhir Lazismu berkonsentrasi dalam pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau SDGs.
"Lazismu turut berkontribusi dalam pembangunan negara sebagaimana tema dalam CEO OPZ Forum kali ini. Hal ini diwujudkan dalam tema besar yang diusung Lazismu, paling tidak dalam empat tahun terakhir ini yang berkhidmat pada pencapaian SDGs atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan yang telah disepakati menjadi program global oleh banyak negara," tegas Edi.
Berbagai program yang dijalankan oleh Lazismu berdampak, terukur, dan berkelanjutan. Dengan jurus jitu berupa inovasi sosial, Lazismu memberikan tawaran solusi baru dalam mengatasi masalah sosial dengan lebih efektif dan efisien. Implementasi konsep inovasi sosial ini terang Edi, dibutuhkan untuk menjawab berbagai permasalahan sosial di masyarakat.
"Sebagai salah satu upaya dalam mendorong terjadinya inovasi sosial di masyarakat, Lazismu membuka diri untuk bekerja sama dengan berbagai pihak dalam menjalankan kebijakan-kebijakan programnya. Sejak tahun 2016, Lazismu mengusung ekosistem zakat, infak, sedekah, dan dana sosial keagamaan lainnya (ZISKA) yang berfokus pada penghimpunan, programming (menyusun dan menetapkan kebijakan program), serta monitoring dan evaluasi," papar Edi.
Inovasi sosial telah ditetapkan dalam peta jalan Lazismu yang tertuang dalam Rencana Strategis (Renstra) Lazismu 2021-2025. Dalam Renstra tersebut, inovasi sosial yang berkelanjutan menjadi target pada tahun 2022. Tema inovasi sosial adalah bagian dari penerjemahan terus menerus tentang konsep tajdid dan ijtihad untuk memberikan lebih banyak kemudahan bagi Lazismu dalam melakukan perubahan di masyarakat. Inovasi dilakukan untuk menegaskan dan mengukuhkan bahwa Muhammadiyah merupakan organisasi yang lincah, berpikiran maju, penuh inisiatif, dan inovatif. Tugas Lazismu sebagai bagian dari gerakan filantropi Islam di Muhammadiyah adalah memproyeksikan agenda perubahan yang lebih tertata, sistematis, berdampak, dan berkelanjutan.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah]

Kegiatan ini dikemas dengan apik agar para amil dapat mengikuti dengan rileks dan santai, mengingat pelaksanaannya berada di tempat yang nyaman dengan menggabungkan unsur edukasi serta petualangan. Selama dua hari sejak Kamis hingga Jumat (20-21/10) para peserta antusias mengikuti rangkaian kegiatan. Selain menyimak materi yang diberikan, kegiatan juga diisi dengan saresehan dan api unggun. Pentas seni pun digelar saat api unggun menyala dan seluruh peserta menampilkan beragam hiburan sambil menyantap hidangan yang telah disediakan.
Ketua Badan Pengurus Lazismu Wilayah Jawa Tengah, Dodok Sartono dalam sambutannya berharap agar kegiatan ini dapat menjadi penyegaran bagi para amil yang telah bekerja keras dalam menjalankan Lazismu. "Amil Camp Lazismu Jawa Tengah tanggal 21-22 Oktober ini diselenggarakan untuk staf eksekutif Lazismu Daerah se-Jawa Tengah. Harapan kami, satu, yaitu forum untuk refreshing sekaligus sebagai healing teman-teman amil yang tiap hari mungkin dalam tekanan kerja, tekanan target, atau banyak masalah di lapangan. Nah, sekali tempo kita ajak untuk refreshing sekaligus untuk healing teman-teman sehingga harapannya bisa lebih refresh, bisa lebih produktif, dan bisa berpikir lebih jernih dalam menghadapi masalah-masalah yang timbul," harapnya.
Dodok kemudian menyambung, Amil Camp dapat membangun jiwa korsa para amil agar kompak dalam mencapai target yang telah ditentukan. "Kedua, kita harapkan di supercamp ini membangun tembok, membangun jiwa korsa para amil di Jawa Tengah untuk kompak, untuk satu komando dalam mencapai target IKU IKAL yang sudah ditetapkan oleh Lazismu Pusat. Harapan kita terakhir, mudah-mudahan teman-teman amil bisa menikmati di alam bebas, nge-camp di alam bebas hingga harmoni hidup para amil itu bisa seimbang," pungkasnya.
Salah satu amil Lazismu yang turut serta dalam acara Amil Camp, Riyanto Eko Saputro menyambut baik kegiatan ini. Ia pun berharap agar kegiatan ini terus berlanjut agar dapat meningkatkan kapasitas para amil. Selain itu, kegiatan ini dapat mempererat persaudaraan antara amil-amil Lazismu se-Jawa Tengah.
"Alhamdulillah diberi kesempatan mengikuti Amil Camp Lazismu Jawa Tengah mewakili Lazismu Daerah Cilacap. Kegiatannya seru, santai, namun tetap serius. Materi yang disampaikan sangat bermanfaat untuk bekal para amil ketika kembali ke daerah masing-masing. Semoga kegiatan seperti ini terus berlanjut kedepannya, guna meningkatkan kapasitas amil dengan lebih santai namun serius. Terima kasih, selamat, dan sukses terus untuk Lazismu Jawa Tengah," ujar Riyanto.
Hari pertama diisi tiga sesi materi, di antaranya adalah The Amazing You "Find the Best Inner Power of Amil Lazismu", Collaboration "Influence Others and be a Good Part of Lazismu", dan "Allah is Always in My Heart "Work Life Balance as Amil Lazismu". Sementara pada hari kedua, peserta melaksanakan kegaiatan Unforgettable Adventure "It’s Show Time to Tell the World You Are the Chosen One as Amil Lazismu". Pada sesi tersebut, para peserta mengasah kekompakan dan kebersamaan dengan sensasi yang membahagiakan sembari disuguhi bentang alam kawasan Promas Greendland yang menawan.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah]

Dalam sambutannya, Djoenaidi Ibnu Hajar Nasution yang juga menjabat sebagai Dewan Syariah Lazismu Kabupaten Aceh Barat menyebutkan, kehadiran Lazismu merupakan bagian dari dakwah Muhammadiyah. Ia berharap, pada penerima manfaat yang merupakan pelaku usaha tersebut dapat mengembangkan usahanya dan berubah menjadi pemberi zakat atau muzakki. "Lazismu hadir di tengah masyarakat sebagai bagian dari dakwah Muhammadiyah dalam mengamalkan Al-Qur'an surah Al-Maun dan spirit fastabiqul khairat. Mustahik yang menerima zakat hari ini mudah-mudahan usahanya terus berkembang dan bisa ke depannya menjadi muzakki," harapnya.
Sementara itu, Ketua Badan Pengurus Lazismu Kabupaten Aceh Barat, H. Ansarullah menegaskan, pihaknya akan terus memberikan perhatian kepada warga fakir dan miskin. Dengan adanya bantuan berupa penyaluran ini, ia berharap agar dapat mendorong pertumbuhan ekonomi para penerima manfaat. "Lazismu Aceh Barat terus hadir dan memberi perhatian kepada fakir dan miskin. Dukungan ini dapat menolong mereka yang membutuhkan dan mendorong pertumbuhan ekonomi untuk mustahik fakir miskin sebagai pelaku usaha mikro kecil menengah atau UMKM," tegasnya.
Pada acara ini, Badan Pengurus Lazismu Kabupaten Aceh Barat yang turut berhadir adalah Mukhtaruddin selaku Sekretaris dan Wakil Ketua Bidang Keuangan, T. Syarifuddin. Selain itu, penyerahan bantuan juga dihadiri oleh perwakilan Bank Syariah Indonesia, Reno dalam peluncuran aplikasi QRIS Lazismu Kabupaten Aceh Barat. Penyaluran zakat produktif tersebut dilaksanakan untuk mendorong para pelaku usaha UMKM atau pemberdayaan ekonomi produktif dengan tujuan agar usaha masyarakat dalam lintas mustahik fakir miskin dapat bertumbuh kembang.
Total bantuan yang diberikan sebanyak tiga belas juta rupiah, dengan masing-masing penerima manfaat mendapatkan dana senilai satu juta rupiah. Bantuan ini dilatar belakangi oleh masa sulit yang harus dilalui saat terjadi pandemi Covid-19. Kala itu, banyak usaha kecil yang terpuruk sehingga kehidupan dan perekonomian masyarakat pun menjadi turun. Dengan adanya bantuan ini diharapkan dapat memicu usaha yang dijalankan menjadi meningkat kembali.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah/Mukhtaruddin]

