Berita

Ikuti kabar terbaru dari Lazismu. Lihat laporan penyaluran, kisah inspiratif penerima manfaat, dan dampak nyata dari ZIS Anda

WORKSHOP PENYUSUNAN RAPB LAZISMU MATANGKAN PERENCANAAN ANGGARAN

JAKARTA -- Penyusunan laporan keuangan merupakan bentuk tanggung jawab pengelola Lembaga Amil Zakat (LAZ) dalam pengelolaan dana umat. Selain untuk memberikan informasi tentang posisi keuangan, kinerja, serta perubahan posisi keuangan yang akan bermanfaat dalam berbagai pengambilan keputusan, laporan keuangan juga erat kaitannya dengan Rencana Anggaran, Pendapatan, dan Belanja (RAPB) dari LAZ itu sendiri. Perencanaan yang matang akan sangat menentukan kesuksesan sebuah LAZ dalam menjalankan tupoksinya sebagai pengelola dana umat yang amanah dan dapat dipercaya.

Dalam rangka penyusunan RAPB 2023, Lazismu Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah menggelar kegiatan bertajuk "Workshop Penyusunan RAPB" yang berlangsung secara daring. Acara ini diikuti oleh perwakilan dari 27 kantor wilayah Lazismu, masing-masing diikuti empat orang peserta yaitu dua orang staf keuangan, satu orang Wakil Ketua Badan Pengurus Bidang Keuangan, dan satu orang dari Badan Pengawas. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari pada Senin-Selasa (27-28/09).

Ketua Badan Pengurus Lazismu PP Muhammadiyah, Mahli Zainuddin dalam sambutannya menyebutkan, persiapan dalam menyambut periode baru di Lazismu pada berbagai tingkatan perlu untuk dilakukan. Salah satu bentuknya adalah menyiapkan instrumen berupa RAPB. "Kita perlu menyiapkan berbagai instrumen untuk periode mendatang. Siapapun mereka yang akan memimpin Lazismu di berbagai level, pusat, wilayah, daerah, maupun kantor layanan, insyaAllah Lazismu ke depan akan makin baik. Bagian dari usaha itu adalah penyiapan berbagai instrumen," ujarnya.

Mahli kemudian menyampaikan bahwa Sistem Informasi Manajemen (SIM) Keuangan Lazismu akan segera diluncurkan. SIM Keuangan ini akan sangat membantu dalam penyusunan RAPB Lazismu mendatang. "SIM Keuangan kita insyaAllah akan bisa diluncurkan dalam minggu-minggu ini, tinggal beberapa trial and error dan itu sudah kita cermati dari hari ke hari. Diharapkan akhir bulan ini, maksimal awal bulan depan SIM Keuangan ini akan siap. Tentu saja sangat membantu dalam kita menyusun RAPB Tahun Anggaran 2023 yang akan datang." terangnya.

Dalam pengantarnya, Ketua Badan Pengawas Lazismu PP Muhammadiyah, Muhammad Akhyar Adnan menegaskan bahwa masa perpanjangan dua tahun bagi pengurus Lazismu akibat pandemi yang menunda pelaksanaan Muktamar pada 2020 lalu dapat dipergunakan dengan sebaik-baiknya sebagai periode perbaikan tata kelola yang baik (good governance). Ia berharap agar tata kelola yang baik ini dapat diwariskan kepada pengurus Lazismu selanjutnya. "Periode ini merupakan periode perbaikan good governance. Sehingga mudah-mudahan good governance yang kita ciptakan ini menjadi legacy, menjadi kenang-kenangan indah bagi pengurus Lazismu ke depannya. Karena apa yang kita kerjakan akan menjadi catatan sejarah, baik yang bersifat bagus maupun buruk," tegasnya.

Akhyar kemudian memaparkan dalam materinya bahwa setiap manusia sejatinya adalah manajer atau pemimpin. Oleh karena itu, semua pun akan dimintai pertanggung jawaban terhadap apa yang dikelolanya. Oleh karena itu, perencanaan yang baik akan menentukan terhadap apa yang dikelola dalam Lazismu.

"Kita semua adalah manajer atau pemimpin. Setiap kita adalah pemimpin atau manajer dan kita akan diminta tanggung jawab. Manajer memiliki empat fungsi, ada fungsi perencanaan, fungsi pengorganisasian, fungsi penggerakan, dan fungsi pengendalian. Apa yang kita sedang kerjakan merupakan fungsi kita sebagai perencanaan," papar Akhyar.

Perencanaan, menurut Akhyar, memiliki peran penting. Bentuk dari perencanaan tersebut adalah anggaran, yaitu perencanaan dalam bentuk angka. Di sinilah perencanaan disiapkan dalam RAPB. "Semua berawal dari perencanaan. Perencanaan begitu penting, anggaran adalah perencanaan dalam bentuk angka, itu esensinya. Jadi perencanaan tidak cukup dengan saya mau apa. Meski nanti pada akhirnya karena kita bicara angka, ya berapa angkanya. Itulah yang dibahas dan disiapkan dalam RAPB," ungkap Akhyar.

Akhyar pun mengutip Q.S. Al-Hasyr ayat 18. Dalam tafsirnya, ayat ini menegaskan pentingnya evaluasi diri atau muhasabah serta perencanaan. Ia pun berpesan agar amil Lazismu dapat membuat perencanaan yang baik agar tata kelola Lazismu pun dapat berjalan dengan baik. "Sukses tergantung pada perencanaannya. Makin bagus perencanaannya, makin bagus hasilnya. Dengan punya perencanaan kita akan punya tujuan yang jelas," pungkasnya.

Sementara itu Hilda selaku anggota Badan Pengawas Lazismu PP Muhammadiyah menjelaskan, anggaran memiliki arti penting pada setiap tahapan manajemen. Anggaran inilah yang akan menjadi rujukan dalam aktivitas di Lazismu. Realisasi dari anggaran tersebut kemudian dituangkan dalam penyusunan laporan keuangan yang mengacu pada Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) 109.

"Anggaran diawali dari tahapan perencanaan, kemudian akan digunakan dalam proses-proses manajemen selanjutnya, sehingga sampai akhirnya kepada realisasi. Kalau untuk tahapan realisasi, dari realisasi kegiatan yang kita rencanakan, kemudian kita letakkan target-target dalam sebuah anggaran akan tercermin dalam laporan keuangan. Untuk laporan keuangan sudah ada standar, karena laporan keuangan pasti ke arah akuntansi. Kita sudah mengenal bahwa penyusunan laporan keuangan lembaga zakat sudah ada aturannya, diatur di PSAK 109," jelas Hilda.

Terakhir, Hilda berharap bahwa kegiatan ini akan dapat menunjang penyusunan laporan keuangan yang baik. Dengan demikian, ada keselarasan antara RAPB dengan laporan keuangan. "Karena kegiatan nanti ini muaranya adalah dalam pelaporan keuangan, kemudian nanti kita diaudit, sehingga pengukuran dan perencanaan berikutnya kita juga berharap nanti akan terjadi kesinambungan antara laporan keuangan dengan format anggaran kita, sehingga kita nanti akan mudah mengomparasikannya," tutupnya.

[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah]

SELENGKAPNYA
17 Oktober 2022

TANAM MANGROVE, UPAYA UIN SULTAN MAULANA HASANUDDIN BANTEN BERSAMA LAZISMU KURANGI PEMANASAN GLOBAL

KABUPATEN SERANG -- Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Maulana Hasanuddin (SMH) Banten menggelar kegiatan "Restorasi Mangrove" bersama Lazismu Wilayah Banten, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) "Putri Gundul" dan juga Komunitas Lingkungan (Koling). Kegiatan ini dilaksanakan di Desa Domas, Kecamatan Pontang, Kabupaten Serang dalam rangkaian acara Dies Natalis UIN SMH Banten yang ke-60. Seribu bibit mangrove ditanam dalam rangka memulihkan ekosistem tepian laut di daerah ini.

Acara yang berlangsung pada Rabu (12/10) ini dihadiri oleh Ketua LP2M UIN SMH Banten, Kepala Pusat Pengabdian UIN SMH Banten, Badan Pengurus Lazismu Wilayah Banten, Camat Pontang, dan Kepala Desa Domas. Selain itu, para relawan dari komunitas lingkungan dan mahasiswa Fakultas Sains UIN SMH Banten juga ikut serta dalam kegiatan ini. Penanaman pohon mangrove ini juga merupakan kelanjutan dari kegiatan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) UIN SMH Banten.

Ketua LP2M UIN SMH Banten, Hunainah dalam sambutannya mengucapkan terima kasih pada semua pihak yang telah mendukung terselenggaranya penanaman seribu pohon mangrove di Desa Domas agar dapat mengembalikan tanaman mangrove ke daerah yang rawan abrasi. Ia menjelaskan, lokasi ini dipilih karena sangat potensial dalam penanaman pohon mangrove. "Saya pikir desa ini sangat potensial untuk penanaman dan pengembangan pohon mangrove karena kepala desa dan warga setempat punya komitmen yang sangat kuat," jelasnya.

Hunainah menambahkan, hal ini dilakukan tidak hanya sebagai formalitas belaka, namun ke depannya pihak LP2M UIN SMH Banten akan terus memantau dan berkolaborasi untuk perkembangan pohon mangrove yang telah ditanam bersama-sama. "Penanaman seribu pohon mangrove ini bagian dari salah satu kegiatan Dies Natalis UIN SMH Banten yang ke-60 dan juga menyambungkan dari kegiatan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) UIN Banten yang mengabdikan dirinya di desa ini secara berkelanjutan. Jangan sampai setelah Kukerta beres kegiatan terhenti. Lebih dari itu, kegiatan Kukerta harus dirasakan manfaatnya oleh masyarakat sekitar," tambah Hunainah.

Wakil Ketua Badan Pengurus Bidang Pendayagunaan dan Pendistribusian Lazismu Wilayah Banten, Cahyo Hindro Atmoko mengatakan bahwa kegiatan ini dilakukan bukan hanya untuk jangka waktu yang sebentar, namun jangka yang panjang. Karena itulah, komitmen bersama dalam pemeliharaan mangrove sangat diperlukan. "Maka dari itu, kita harus terus berkomitmen untuk kolaborasi dengan para satgas yang ada di sekitar dalam pemeliharaan seribu pohon mangrove yang saat ini kita tanam," ungkapnya.

Sementara itu Samsuri selaku Camat Pontang antusias menyambut kegiatan ini. Menurutnya, kehadiran pohon mangrove tidak hanya sekadar mampu mencegah abrasi, melainkan juga dapat meningkatkan perekonomian masyarakat di sekitarnya. "Saya sangat setuju diadakannya acara penanaman seribu pohon mangrove. Di sisi lain dari tercegahnya abrasi bisa diambil juga dari sisi peningkatan perekonomian masyarakat sekitar," katanya.

Tak hanya mencegah abrasi, pohon mangrove dapat mengurangi pemanasan global

Pembina Koling, Eni Nuraeni mengungkapkan bahwa kegiatan restorasi mangrove ini bertujuan sebagai salah salah satu upaya untuk mitigasi bencana dan upaya konservasi hutan mangrove. Pemanasan global pun dapat ditekan dengan keberadaan mangrove. "Hutan mangrove sangat penting untuk mengurangi pemanasan global, karena hutan mangrove mampu menyimpan stok karbon empat kali lipat dari hutan biasa," tegas Eni.

Mangrove mengandung sejumlah besar bahan organik, hal tersebut menjadi alasan mengapa hutan mangrove lebih berfungsi sebagai penyerap karbon daripada hutan lainnya. Seperti yang telah diketahui oleh beberapa kalangan, hutan mangrove dapat menahan terjadinya abrasi serta menahan gelombang air. Oleh karena itulah keberadaan hutan mangrove dapat berperan dalam upaya mitigasi bencana.

[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah]

SELENGKAPNYA
13 Oktober 2022

SOSIALISASIKAN MANAJEMEN SATU ATAP, LAZISMU SE-BANYUMAS RAYA GELAR RAKOR

KABUPATEN BANYUMAS -- Penguatan kapasitas amil dalam pengelolaan Kantor Layanan (KL) Lazismu kembali dilakukan oleh Lazismu Kabupaten Banyumas. Selain untuk mematangkan kinerja dalam pengelolaan dana zakat, infak, dan sedekah, koordinasi yang baik pun menjadi hal utama dalam menjalankan KL Lazismu. Untuk itu, Lazismu Kabupaten Banyumas menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) KL Lazismu se-Banyumas Raya.

Kegiatan ini diikuti oleh beberapa perwakilan KL yang ada di daerah Banyumas, Purbalingga, Cilacap, dan Banjarnegara. Acara tersebut dilaksanakan di Aula Abu Dardiri, Gedung Kantor Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Banyumas pada hari Ahad (09/10). Masing-masing perwakilan mengirimkan beberapa pengurus KL Lazismu untuk mendapatkan penguatan mengenai manajemen satu atap, regulasi, dan tujuan dari KL. Materi disampaikan oleh Sabar Waluyo selaku Manajer Lazismu Kabupaten Banyumas dan Ketua PDM Banyumas, Ibnu Hasan.

Dalam materinya, Ibnu Hasan mengungkapkan, Lazismu merupakan urat nadi persyarikatan. Menurutnya, Lazismu memiliki peran penting dalam kestabilan roda persyarikatan. Ia pun menilai bahwa manajemen satu atap dapat menjadi metode yang efektif dalam menjalankan Lazismu. "Jika Lazismu tidak bisa berjalan maka akan ada ketidakstabilan dalam menjalankan roda persyarikatan. Oleh karenanya manajemen satu atap dinilai sebagai metode yang paling efektif," ungkapnya.

Senada dengan Ibnu Hasan, Sabar Waluyo juga mendorong para pengelola KL untuk segera menerapkan manajemen satu atap dengan daerahnya masing-masing. Hal ini penting agar dapat mempermudah KL dalam mengelola keuangan. "KL yang sudah satu atap tidak ada yang merasa dicurangi atau mengalami haknya tidak diberikan, justru KL akan lebih ringan dalam pengelolaan keuangnnya," tegasnya.

Para peserta sangat antusias dalam mengikuti materi-materi yang diberikan, bahkan beberapa di antaranya mengusulkan agar acara serupa dapat diadakan kembali. Selain mendapatkan materi, para peserta juga dapat saling berbagi ilmu dan pengalaman antar KL di daerah yang berbeda. Selanjutnya, para peserta dibuatkan akses komunikasi melalui media sosial Whatsapp agar mereka dapat saling berbagi informasi kegiatan dan memberikan penguatan satu sama lain, terlebih bagi yang sudah mempraktikkan manajemen satu atap di daerahnya masing-masing.

[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah/Romi Zarida]

SELENGKAPNYA
13 Oktober 2022

WUJUDKAN TEMPAT TINGGAL YANG LAYAK, LAZISMU KABUPATEN BANYUMAS BEDAH RUMAH JASMURI

KABUPATEN BANYUMAS -- Senyum bahagia terpancar di wajah Jasmuri Jasmo. Ia patut bersyukur, kini rumah yang biasa ditempati sudah berubah menjadi lebih layak. Melalui program Bedah Rumah, Lazismu Kabupaten Banyumas mewujudkan impian Jasmuri dan keluarga agar dapat memiliki rumah yang lebih baik. Bertempat di Desa Karangkemojing pada hari Rabu (12/10), Lazismu menyerahkan rumah yang telah selesai dibedah kepada Jasmuri.

Penyerahan rumah Jasmuri turut disaksikan oleh berbagai pihak, mulai dari Kepada Desa Karangkemojing, Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Gumelar, Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Karangkemojing, Pimpinan Ranting Aisyiyah (PRA) Karangkemojing, dan Lembaga Lingkungan Hidup dan Penanggulangan Bencana (LLHPB) Aisyiyah. Manajer Lazismu Kabupaten Banyumas, Sabar Waluyo menyerahkan secara simbolis kepada Jasmuri selaku penerima manfaat program ini.

Dalam sambutannya, Kepala Desa Karangkemojing, Haerudin memberikan apresiasi kepada Lazismu Kabupaten Banyumas yang telah membantu warganya melalui program Bedah Rumah ini. Menurutnya, bantuan yang diberikan tak hanya sekedar perbaikan, namun sudah seperti pemberian rumah baru. "Ini bukan bantuan bedah rumah tapi pemberian rumah, Lazismu luar biasa," sambutnya.

Haerudin pun terkesan dengan proses pelaksanaan program Bedah Rumah yang terbilang singkat. Prosesnya hanya memakan waktu tujuh hari untuk sebuah rumah permanen dengan tiga kamar menggunakan bahan bata ringan atau hebel. Sekali lagi, ia mengucapkan terima kasih kepada Lazismu Kabupaten Banyumas. "Mewakili Pemerintah Desa mengucapkan terimakasih atas bantuan kepada salah satu warga," ujarnya.

Sementara itu, Sabar Waluyo selaku Manajer Lazismu Kabupaten Banyumas berharap, Jasmuri dan keluarga dapat menjadikan rumah tersebut sebagai rumah yang membawa keberkahan. Rumah ini pun dapat mendorong untuk lebih tekun beribadah dan membuat keluarga menjadi makin harmonis. "Semoga dengan rumah baru ini bapak Jasmuri serta keluarga semakin tekun dalam beribadah dan menjadi keluarga yang harmonis," harapnya.

Jasmuri tinggal bersama istrinya, Sini, dan anak cucunya. Ia merupakan warga dhuafa yang mencari nafkah sebagai buruh tani. Kondisi ekonomi menyebabkan Jasmuri tidak mampu untuk memperbaiki tempat tinggalnya menjadi lebih layak. Selain bantuan melalui program Bedah Rumah oleh Lazismu, elemen Muhammadiyah lain seperti PRA dan LLHPB Aisyiyah juga turut memberikan bantuan berupa perabotan rumah tangga untuk dipergunakan Jasmuri dan keluarga. Bantuan tersebut adalah bentuk dukungan dan sinergi dengan Lazismu Kabupaten Banyumas dalam memberikan manfaat kepada masyarakat.

[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah/Romi Zarida]

SELENGKAPNYA
13 Oktober 2022

LAZISMU WILAYAH LAMPUNG RAIH AKREDITASI A

KOTA BANDAR LAMPUNG -- Lembaga Amil Zakat (LAZ) dituntut untuk profesional dalam menjalankan tugasnya. Untuk itu, LAZ harus menjalani proses akreditasi melalui Kementerian Agama. Lazismu Wilayah Lampung berhasil meraih Akreditasi A dalam Akreditasi Lembaga Pengelola Zakat se-Provinsi Lampung yang dilaksanakan oleh Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Lampung. Hasil akreditasi tersebut dituangkan dalam Keputusan Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Lampung Nomor 359 tahun 2022 tanggal 6 September 2022.

Akreditasi lembaga pengelola zakat merupakan hal yang sangat penting dan harus diikuti oleh BAZNAS dan LAZ. Akreditasi sangat dibutuhkan untuk keberlangsungan lembaga dalam pengelolaan zakat. Salah satunya adalah untuk menjamin kualitas dan mutu pengelolaan zakat yang dilakukan oleh LAZ. Peningkatan kualitas dan mutu pengelolaan zakat oleh LAZ yang terakreditasi akan berakibat baik terhadap kepercayaan masyarakat kepada LAZ yang bersangkutan.

Manajer Area Lazismu Wilayah Lampung, Banun Amariyah mengungkapkan, pihaknya sangat mengapresiasi pelaksanaan akreditasi terhadap LAZ oleh Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Lampung. Menurutnya, saat ini belum semua Kantor Wilayah Kementerian Agama menjalankan proses akreditasi ini. "Kami sangat mengapresiasi pelaksanaan akreditasi lembaga pengelola zakat yang dilaksanakan oleh Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Lampung. Karena, belum semua Kantor Wilayah Kementerian Agama di Indonesia melaksanakannya," ujarnya.

Usai menerima Surat Keputusan Hasil Akreditasi Lembaga Pengelola Zakat pada Senin (03/10), Banun menjelaskan bahwa dalam proses akreditasi, Lazismu harus menyiapkan segala bentuk instrumen pendukung yang diminta. "Kami memiliki waktu sekitar dua minggu untuk mengisi instrumen atau borang akreditasi dan menyiapkan bukti fisiknya. Alhamdulillah hasilnya sangat memuaskan dengan total nilai 93 dan predikat Akreditasi A," lanjutnya.

Banun kemudian berharap, dengan adanya hasil akreditasi ini kepercayaan muzakki untuk menyalurkan dana zakat, infak, sedekah, dan dana sosial keagamaan lainnya atau ZISKA melalui Lazismu akan semakin meningkat. Selain itu, secara administrasi hasil akreditasi ini dapat dijadikan indikator profesionalisme dan akutabilitas Lazismu dalam pengelolaan dana ZISKA yang selama ini diberikan oleh muzakki.

[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah/Jeni Rahmawati]

SELENGKAPNYA
13 Oktober 2022

LAZISMU GOES TO CAMPUS KUPAS TUNTAS PENGELOLAAN KANTOR LAYANAN BERBASIS PERGURUAN TINGGI

KABUPATEN SIDOARJO -- Keberadaan Kantor Layanan (KL) Lazismu pada amal usaha Muhammadiyah (AUM) berbasis pendidikan sangat penting, salah satunya di lingkungan Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) dan Perguruan Tinggi Aisyiyah (PTA). Untuk mendorong tumbuhnya KL pada lingkungan kampus, Lazismu Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah menggelar Workshop Lazismu Goes to Campus di Universitas Muhammadiyah Sidoarjo. Selain untuk menjalin sinergi dengan PTM dan PTA, dengan adanya kegiatan ini diharapkan dapat melahirkan program-program inovasi sosial berbasis kampus.

Acara yang bertajuk "Membangun Inovasi Sosial Berbasis Kampus" ini dihadiri oleh Rektor Umsida, Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur, dan para pengurus Lazismu Wilayah Jawa Timur, serta diikuti puluhan perwakilan PTM dan PTA se-Indonesia. Sementara dari Lazismu PP Muhammadiyah dihadiri oleh Ketua Badan Pengurus, Sekretaris Badan Pengurus, Ketua Dewan Syariah, Penasehit Ahli, dan anggota Badan Pengurus. Acara ini berlangsung pada Kamis-Jumat (6-7/10) di Aula K.H. Mas Mansyur lantai 7 Kampus Umsida.

Perwakilan dari puluhan kampus PTM dan PTA se-Indonesia antusias mengikuti kegiatan workshop

Rektor Umsida, Dr. Hidayatulloh, M.Si. menyambut baik dilaksanakannya program Lazismu Goes to Campus ini. Ia pun mengakui, Lazismu memiliki peran yang sangat besar dalam membantu perkembangan Umsida, salah satunya dengan menggelontorkan beasiswa kepada mahasiswa. "Ini menjadi bagian dari ikhtiar kita untuk memberikan penguatan dari sisi keuangan lembaga. Ada sekian ribu mahasiswa yang kami beri beasiswa dan itu sumbernya dari Lazismu Umsida," ungkapnya.

Ketua PWM Jawa Timur. Dr. M. Saad Ibrahim, M.A. menyampaikan bahwa pengelolaan zakat tidak hanya menjadi urusan negara, namun juga menjadi kerja persyarikatan. Oleh karena itu, kegiatan ini dilaksanakan guna memadukan sinergi antara PTM dan PTA dengan Lazismu. "Tentu kita memandang bahwa Muhammadiyah ini juga memiliki kekuasan yang secara substansial sama dengan negara yaitu terkait dengan soal zakat ini. Maka kegiatan ini sebagai upaya untuk memadukan sinergi Perguruan Tinggi Muhammadiyah dengan Lazismu," ujarnya.

Saad Ibrahim menambahkan, kegiatan ini tidak cukup hanya dilakukan di lingkungan kampus, namun dapat membidik AUM yang lainnya. Ia pun mendorong agar Lazismu melebarkan sayap dalam menggerakkan kegiatan zakat ini di rumah sakit dan sekolah. "Kalau di surat At-Taubah ayat 60 itu lebih menyebut untuk beberapa itu bersifat personal, walaupun ada konteks kelembagaan seperti amil, sabilillah dan sebagainya, itu lebih bersifat kelembagaan. Tapi barangkali untuk konteks kita ini prioritas utamanya adalah untuk kelembagaan," imbuhnya.

Ketua Dewan Syariah Lazismu PP Muhammadiyah, Dr. K.H. Hamim Ilyas saat membahas mengenai penghimpunan dan penyaluran zakat menurut Al-Qur'an dan Al-Hadits menyebutkan, landasan filosofis zakat tercantum dalam Al-Qur'an surah Adz-Dzariyat ayat 19 yang mengandung arti bahwa ada hak orang miskin di dalam harta kita. Menurutnya, fungsi komprehensif zakat ialah untuk meningkatkan ketaqwaan kepada Allah SWT. "Dan orang yang paling bertakwa itu adalah orang yang paling mulia dalam agama kita. Siapa orang yang paling bertakwa itu dijelaskan dalam surah Al-Lail ayat 17 dan 18," terangnya.

Hamim Ilyas menambahkan, mengacu pada tafsir Ibnu Katsir, membayar zakat dapat membersihkan diri  kita dari kedustaan terhadap agama. "Yang mendustakan agama adalah tidak menganjurkan memberi makan kepada orang miskin, dengan membayar zakat orang bisa membersihkan agamanya dari kedustaannya, sehingga dia memberdayakan anak yatim dan orang-orang miskin," imbuhnya.

Sekretaris Badan Pengurus Lazismu PP Muhammadiyah, Nuryadi Wijiharjono menyampaikan pentingnya jalinan sinergi antara Lazismu dengan PTM dan PTA

Sementara itu Sekretaris Badan Pengurus Lazismu PP Muhammadiyah, Nuryadi Wijiharjono menyampaikan pentingnya jalinan sinergi antara Lazismu dengan PTM dan PTA karena saat ini seluruh kampus sudah wajib menerapkan program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MKBM) yang dicanangkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. Keberadaan Lazismu di lingkungan kampus merupakan jawaban atas program MKBM tersebut. Ia mencontohkan melalui persyaratan lembaga yang bisa menerima mahasiswa program magang, salah satunya adalah harus memiliki perputaran dana di atas lima miliar per tahun dan Lazismu telah memenuhinya. Selain itu mahasiswa akan mendapatkan pengalaman mengenai pengelolaan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang dikelola oleh Lazismu.

"Mahasiswa akan mendapatkan hardskills maupun sotfskill dan membangun inovasi sosial serta pola berpikir sebagai wirausaha sosial. Sementara Lazismu dan PTM PTA akan mendapatkan talenta serta pendanaan dari pendirian Kantor Layanan yang dikelola mahasiswa dengan asistensi tenaga ahli dari Lazismu pengampu di wilayah PTM PTA tersebut. Manfaat jangka pendek, mahasiswa di PTM PTA akan mendapatkan sertifikasi 'Manajemen FilantropI Islam' dari Pimpinan Pusat Muhammadiyah, sedangkan manfaat jangka panjang, mahasiswa akan menginternalisasikan gerakan filantropi Islam sebagai bagian pekerjaan dan akan meningkatkan muzakki untuk mendukung mustahik melalui Lazismu," tutur Nuryadi.

Penandatanganan deklarasi oleh peserta workshop

Acara ditutup dengan deklarasi yang menyepakati bahwa seluruh PTM dan PTA yang hadir dalam kegiatan ini akan mendirikan KL Lazismu di kampusnya masing-masing. Selain itu juga akan diberikan rekomendasi kepada pengampu kebijakan Muhammadiyah untuk mewajibkan PTM dan PTA mendirikan KL Lazismu berbasis kampus serta menginstruksikan Rektor untuk mendukung pendirian KL Lazismu di lingkungan kampus.

[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah]

SELENGKAPNYA
13 Oktober 2022
LAZISMU adalah lembaga zakat nasional dengan SK Menag No. 90 Tahun 2022, yang berkhidmat dalam pemberdayaan masyarakat melalui pendayagunaan dana zakat, infaq, wakaf dan dana kedermawanan lainnya baik dari perseorangan, lembaga, perusahaan dan instansi lainnya. Lazismu tidak menerima segala bentuk dana yang bersumber dari kejahatan. UU RI No. 8 Tahun 2010 Tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang

Alamat

Jl. Menteng Raya No.62, RT.3/RW.9, Kb. Sirih, Kec. Menteng, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10340
Jl. Jambrut No.5, Kenari, Kec. Senen, Jakarta Pusat 10430
info@lazismu.org
0213150400
0856-1626-222
Copyright © 2026 LAZISMU bagian dari Persekutuan dan Perkumpulan PERSYARIKATAN MUHAMMADIYAH
cross