

Andi Triyanto selaku Ketua Badan Pengurus Lazismu Kota Magelang menyampaikan, tahun ini Lazismu Kota Magelang memiliki tiga program dalam menyemarakkan Idul Adha 1443 H. Tiga program ini yaitu ketahanan pangan dengan konsep qurban kemasan dalam bentuk RendangMu, penyembelihan hewan qurban berbasis Ranting Muhammadiyah, serta qurban di pelosok desa. Selain itu, kolaborasi juga dijalin sebagai syiar dakwah, di samping untuk menunaikan amanah pequrban.
"Kita kolaborasi dengan Pimpinan Ranting Aisyiyah dan Pimpinan Ranting Muhammadiyah Wates, Kota Magelang untuk menyembelih satu sapi. Selain menjadi syiar dakwah persyarikatan, ini menjadi bagian dari menyampaikan amanah shohibul qurban," terang Andi.
Andi juga menambahkan, untuk mitra luar Muhammadiyah, tahun ini pihaknya menggandeng YBM PLN Magelang dalam penyaluran hewan qurban. Penyaluran tersebut menyasar masyarakat yang ada di lereng Gunung Sumbing sebagai wujud pemerataan distribusi daging qurban. Dalam kolaborasi ini, Lazismu Kota Magelang juga bersinergi dengan Pemuda Muhammadiyah untuk distribusi hewan qurban pada Ahad (10/07) di Dusun Pongangan, Desa Ngargosoko, Kecamatan Kaliangkrik, Kota Magelang. Hewan qurban tersebut berasal dari PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Magelang yang disalurkan oleh YBM PLN.

Dalam kolaborasi ini, Andi berharap akan terus terjalin pada kesempatan yang lain. "Terima kasih kepada PLN Magelang yang sudah mempercayakan amanah qurban melalui Lazismu Kota Magelang. Semoga bisa bersinergi dilain kesempatan," harapnya.
Sementara itu, Khalid Hamzah, Ketua Pimpinan Ranting Pemuda Muhammadiyah Ngargosoko Kaliangkrik menerangkan, distribusi daging qurban diberikan kepada 110 Kepala Keluarga (KK). Pihaknya pun baru pertama kali melakukan penyembelihan hewan qurban di lokasi ini. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada Lazismu dan YBM PLN yang telah memercayakan pengelolaan hewan qurban kepada Pemuda Muhammadiyah. "Terimakasih kepada Lazismu dan PLN yang sudah memberikan hewan qurban. Selain memang masih jarang hewan qurban, kegiatan ini akan menjadi syiar dakwah Islam dan juga Muhammadiyah tentunya," ucapnya.
Terakhir, Khalid berharap agar kolaborasi kegiatan ini dapat memberikan manfaat yang lebih untuk masyarakat sekitar. "Kami sangat terbuka jika suatu saat nanti ada kegiatan-kegiatan baksos yang pasti bermanfaat," tutupnya.
[PR Lazismu PP Muhammadiyah/Alia Endah]

Penyembelihan hewan qurban berupa sapi dan kambing berlangsung pada Ahad (10/07) di dua lokasi, yaitu di lingkungan Masjid Al Muhajirin, Kecamatan Angsana dan Mushola Al Amin, Kecamatan Mentewe. Masjid Al Muhajirin menerima bantuan berupa satu ekor sapi, sementara Mushola Al Amin mendapatkan dua ekor sapi dan satu ekor kambing. Distribusi daging qurban mencakup warga lingkungan masjid dan mushola serta menyasar dua puluh Kepala Keluarga (KK) mualaf yang tersebar di Desa Emil Baru, Kecamatan Mentewe. Di samping itu, daging qurban juga dibagikan ke Pondok Pesantren Darul Qur'an Muhammadiyah yang berada di Kecamatan Simpang Empat.
Sekretaris Badan Pengurus Lazismu Kabupaten Tanah Bumbu, Ahmad Rahyuda, menyebutkan bahwa kegiatan ini sudah rutin dilaksanakan setiap tahun oleh pihaknya. "Pelaksanaan qurban ini adalah salah satu program rutin tahunan dari Lazismu Tanah Bumbu serta ingin berbagi daging qurban kepada sesama umat muslim," ungkapnya.
Rahyuda melanjutkan, total pequrban yang mengamanahkan ibadah qurbannya melalui Lazismu adalah sebanyak 22 jiwa, dengan rincian hewan qurban yaitu tiga ekor sapi dan satu ekor kambing. "Untuk hewan qurban terdapat tiga ekor sapi berasal dari 21 orang pequrban. Di samping itu ada pula satu ekor kambing, jadi total pequrban 22 orang yang mempercayakan qurban sekaligus penyebarannya kepada Lazismu," lanjutnya.
Harapannya, terang Rahyuda, Lazismu akan semakin dikenal melalui program ini sehingga semakin dipercaya masyarakat untuk pengelolaan dana zakat, infak, dan sedekah serta qurban. "Kami berharap program rutin qurban ini yang dilaksanakan bisa dirasakan oleh warga, kehadiran Islam melalui Lazismu Tanah Bumbu. Selain itu Lazismu ke depan semakin dikenal dan dipercaya untuk pengelolaan dana zakat, infak, sedekah oleh masyarakat, termasuk di antaranya penyaluran dana qurban," harapnya.
Salah seorang penerima manfaat daging qurban Lazismu, Ahmad Ridwan, terkesan dengan program yang dilaksanakan di lingkungan tempat tinggalnya ini, terlebih lagi dengan adanya kunjungan dari Pimpinan Daerah Muhammadiyah Tanah Bumbu dan Lazismu ke Ranting Muhammadiyah setempat. Ia pun menyampaikan terima kasih kepada para pequrban dan Lazismu yang telah menyalurkan daging qurban tersebut. "Terima kasih kepada para pequrban serta Lazismu yang telah melaksanakan dan menyalurkan daging qurban kepada kami," pungkasnya.
[PR Lazismu PP Muhammadiyah/Muhammad Nashir]

Wakil Ketua PWM Jawa Timur, Syamsuddin saat pelepasan pendistribusian perdana menyatakan, RendangMu merupakan gebrakan yang dilakukan Lazismu Wilayah Jawa Timur dengan keunggulan tahan lama. Tahapan-tahapan produksi telah dilewati dan kini adalah proses distribusi. Ia pun memuji proses pengolahan daging qurban hingga menjadi kemasan yang relatif cepat.
"Ini adalah salah satu gebrakan Lazismu Jatim menjadi yang pertama mengolah daging qurban menjadi RendangMu. Tentu saja ini bermanfaat luar biasa bagi yang membutuhkan karena bisa bertahan dua tahun serta bisa didistribusikan ke daerah-daerah yang layak menerima daging RendangMu. Tahun ini bisa lebih cepat prosesnya daripada tahun-tahun sebelumnya," ungkapnya.
Syamsuddin menambahkan, pada tahap awal ini akan mengirim ke luar Pulau Jawa, mulai dari Aceh, Lampung, Gorontalo, Makassar dan lain sebagainya hingga Nusa Tenggara Barat. Selanjutnya pada tahap berikutnya akan dilakukan pengiriman bagi pequrban dan penerima manfaat di Pulau Jawa hingga paling akhir di Jawa Timur. Ia pun berharap agar apa yang telah dilakukan ini mendapatkan keridhaan Allah, baik bagi pequrban, penyelenggara, maupun bagi penerima manfaat.
"Mudah-mudahan langkah yang kita lakukan ini mendapat ridha dari Allah SWT, berkah baik bagi orang yang berqurban maupun bagi yang menerima qurban. Dan juga berkah bagi rekan-rekan Lazismu yang telah bekerja keras, susah payah banting tulang melayani para pequrban guna memproses daging qurban menjadi produk RandangMu," harap Syamsuddin.

Sementara itu, Ketua Lazismu Wilayah Jawa Timur, Zainul Muslimin menuturkan, pendistribusian RendangMu ke luar Pulau Jawa akan menggunakan jasa pengiriman barang atau ekspedisi. Diperkirakan dalam tempo satu hingga dua pekan ke depan, produk RendangMu akan sampai di tempat tujuan. Ia juga bersyukur dengan kecepatan produksi RendangMu ini.
"Alhamdulillah dengan terus melakukan evaluasi dan perbaikan secara menyeluruh serta perubahan yang radikal tahun ini, Lazismu bisa menjadi yang tercepat dalam memproduksi RendangMu dari sapi-sapi qurban yang dititipkan di Lazismu Jawa Timur, yang pagi ini mulai didistribusikan ke seluruh Indonesia dari Gedung Kemanusiaan Lazismu Jawa Timur," tutur Zainul.
Zainul juga menegaskan, pihaknya juga menjamin mutu qurban kemasan RendangMu. "Kita senantiasa menjamin mutu produk qurban kemasan RendangMu menjadi makanan olahan daging sapi siap santap yang nikmat dan lezat khas selera nusantara. Oleh sebab itu kita terus memperhatikan aspek kesehatan dan kelayakan ternak, sesuai dengan syar'i dan tidak melanggar undang-undang, jaminan kehalalan penyembelihan, higienitas pemrosesan dan pengolahan yang memperhatikan standar kualitas produk nasional. Tentu dengan tetap mengusung semangat berkemajuan guna berbagi manfaat untuk sesama, bismillah," pungkasnya.
Pada tahun 2022 ini Lazismu se-Jawa Timur mengelola dana untuk qurban kemasan sebesar 5,8 miliar rupiah. Dana itu berasal dari pequrban di wilayah Aceh, Sumatera Barat, Riau, Lampung, Banten, Jawa Barat, DI Yogyakarta, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Selatan, Gorontalo, dan Jawa Timur sendiri. Proses pengolahan daging qurban menjadi produk RendangMu dilakukan di beberapa pabrik pengolahan makanan, salah satunya di Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan. Diperkirakan pada akhir Juli 2022 seluruh rangkaian proses qurban kemasan telah selesai dilaksanakan sehingga produk qurban kemasan cepat terdistribusikan kepada seluruh penerima manfaat di penjuru negeri. Amanah pequrban pun bisa dilaksanakan dengan baik, relatif cepat, tepat waktu, dan tepat sasaran.
[PR Lazismu PP Muhammadiyah/Aditio Yudono]

Tiga orang amil Lazismu Kabupaten Bogor didampingi oleh empat orang relawan MDMC Kabupaten Bogor berangkat pada pagi hari pukul 10.00 WIB menuju ke lokasi pertama yang berada di Desa Purasari. Di tempat ini secara simbolis bantuan RendangMu diserahkan kepada Kantor Layanan (KL) Lazismu Puraseda untuk kemudian didistribusikan kepada penyintas di desa tersebut. Selain itu, Lazismu juga menyerahkan bantuan lainnya berupa material 20 bronjong kawat.
Distribusi kemudian dilanjutkan ke titik lokasi kedua yang berada di Kampung Cikupa pada pukul 11.00 WIB. Bantuan RendangMu diserahkan di lokasi hunian darurat yang dibangun oleh MDMC Kabupaten Bogor. Selain diberikan kepada penyintas yang menempati hunian darurat, RendangMu juga diberikan kepada warga sekitar yang terdampak bencana.
Alex, koordinator hunian darurat di Kampung Cikupa menyambut baik bantuan RendangMu yang diberikan oleh Lazismu. Ia pun merasa senang dan menyampaikan bahwa RendangMu memiliki rasa yang enak. "Rendangnya enak, waktu kita terima langsung dibuka dan dicicipi, ternyata enak. Terima kasih kepada Lazismu," ujarnya.
Sementara itu, Imam Akbari selaku Ketua Badan Pengurus Lazismu Kabupaten Bogor menyampaikan, RendangMu merupakan produk bantuan siap saji untuk membantu kaum pra sejahtera. Ia pun menceritakan, MDMC dan Lazismu Kabupaten Bogor telah melakukan berbagai respons terhadap bencana yang terjadi di Kecamatan Pamijahan dan Leuwiliang. Aksi ini pun mendapatkan dukungan dan kerja sama dari berbagai elemen Muhammadiyah Kabupaten Bogor.
"RendangMu merupakan bentuk produk bantuan makanan siap saji yang dikeluarkan oleh Lazismu Pusat dan tidak diperjualbelikan. Program ini merupakan murni untuk membantu kaum pra sejahtera. Sejak awal terjadi bencana MDMC dan Lazismu Kabupaten Bogor senantiasa bekerja sama dan mendapat dukungan penuh dari semua elemen yang berada di lingkungan Muhammadiyah Bogor, terutama Angkatan Muda Muhammadiyah. Banyak yang sudah dilakukan dalam respons bencana di Pamijahan dan Leuwiliang, dari mulai bantuan relawan untuk pembersihan fasilitas sosial dan umum, sembako, pakaian layak pakai, pipanisasi, hunian darurat, dan terakhir RendangMu," pungkasnya.
[PR Lazismu PP Muhammadiyah/Aditya Reffiyanto]

Ketua Badan Pengurus Lazismu Kabupaten Bireuen, Fajar Ardiansyah menerangkan bahwa bantuan Beasiswa Sang Surya yang diberikan ini merupakan solusi kendala pembiayaan bagi Munif saat berangkat ke Universitas Islam Madinah. Selain itu, ia menilai bahwa Munif memiliki semangat tinggi untuk belajar dan menjalani perkuliahan.
Nurul Huda selaku Staf Keuangan Lazismu Kabupaten Bireuen saat penyerahan bantuan senilai dua juta rupiah di kantor Lazismu Kabupaten Bireuen pada Sabtu (23/07) ini menjelaskan, saat ini pihaknya telah memberikan bantuan Beasiswa Sang Surya kepada lima orang penerima manfaat yang menempuh pendidikan di Timur Tengah. "Alhamdulillah saat ini Lazismu telah memberikan untuk lima orang penerima manfaat Beasiswa Sang Surya, semuanya belajar di Timur Tengah," ungkapnya.
Nurul melanjutkan, dukungan dari berbagai pihak terutama warga persyarikatan sangat diperlukan agar program-program Lazismu Kabupaten Bireuen dapat terus berjalan. "Kami tentunya terus mengajak masyarakat umum untuk terus mendukung Lazismu, terkhusus warga persyarikatan sendiri karena bagaimana pun Lazismu ini akan bisa menjadi Lembaga Amil Zakat yang besar jika didukung dan memiliki kepercayaan banyak pihak," tambahnya.
Sementara itu, Raja Munif Al Faaz sebagai penerima manfaat program ini menjelaskan bahwa ia harus melalui proses yang panjang agar terpilih menjadi mahasiswa di Universitas Islam Madinah. Oleh karena itu, dana yang diperlukan tidak sedikit. Ia pun bersyukur, permohonan bantuan yang diajukannya kepada Lazismu beberapa waktu lalu terkabul.
"Terima kasih banyak kepada Lazismu Bireuen. Saya benar-benar terbantu dengan bantuan ini, yang pasti jadi bisa meringankan beban orang tua serta mempermudah dalam menggapai cita-cita untuk belajar ke Universitas Islam Madinah, Arab Saudi," ujarnya.
[PR Lazismu PP Muhammadiyah/Fajar Ardiansyah]

Paket School Kit yang diberikan berupa baju, tas, dan alat tulis. Acara penyerahan bantuan ini dilakukan di Hall K.H. Ahmad Dahlan, Gampong Lancang Garam, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe pada Senin (25/07). Bantuan diserahkan secara simbolis oleh Ketua Badan Pengurus Lazismu Kota Lhokseumawe dan Ketua Majelis Dikdasmen Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Lhokseumawe, dihadiri oleh para kepala sekolah/madrasah, guru, dan murid di lingkungan Muhammadiyah Kota Lhokseumawe.
Ketua Lazismu Kota Lhokseumawe, Farhan Zuhri Baihaqi saat acara tersebut menyampaikan, bantuan ini merupakan hasil kerja sama Lazismu Kota Lhokseumawe dengan Majelis Dikdasmen PDM Kota Lhokseumawe. Seluruh bantuan tersebut disalurkan kepada siswa yang berasal dari keluarga kurang mampu. "Kami menyerahkan 27 paket School Kit bagi murid yang berasal dari keluarga kurang mampu," ujarnya.
Menurutnya, bantuan ini merupakan bentuk perhatian serius Lazismu Kota Lhokseumawe dalam dunia pendidikan. Bantuan ini juga diberikan agar dapat menciptakan generasi yang tangguh. Selain itu ia berharap agar penggunaan dana ZIS akan berdampak jangka panjang bagi penerimanya. "Pendidikan adalah fokus terpenting bagi Lazismu, apalagi pemanfaatan ZIS yang kita himpun berefek jangka panjang bagi penerima manfaat," terangnya.
Program ini merupakan bagian dari Pilar Pendidikan Lazismu dengan tujuan untuk membantu siswa pada tingkat pendidikan dasar hingga menengah dari kalangan keluarga tidak mampu. Selain untuk meningkatkan semangat belajar, bantuan paket School Kit juga dapat meringankan beban orang tua, terutama bagi warga kurang mampu.
[PR Lazismu PP Muhammadiyah/Farhan Zuhri Baihaqi]

