

Kegiatan yang dilaksanakan selama dua hari (03-04/09) ini diikuti oleh perwakilan Badan Pengawas, Dewan Syariah, Badan Pengurus, Manajer Eksekutif, dan perwakilan dari Kantor Layanan (KL) Lazismu Jawa Tengah. Selain itu turut hadir pula Ketua dan Wakil Ketua Badan Pengurus Lazismu Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Cilacap, dan Ketua Badan Pengurus Lazismu Wilayah Jawa Tengah.
Muarawati Nur Malinda selaku Wakil Ketua Badan Pengurus Lazismu PP Muhammadiyah yang berkesempatan menjadi pemateri menyampaikan hal-hal yang berkaitan dengan konsep dan implementasi inovasi sosial. Ara memaparkan salah satu konsep inovasi sosial yaitu memberikan solusi dari permasalahan yang timbul di tengah masyarakat. "Ketika kita menemukan sesuatu permasalahan yang ada pada masyarakat, lalu dapat memberikan solusi dan sesuatu untuk menyelesaikan," terangnya.
Dalam pelaksanaan Rakorwil III ini, kinerja Lazismu se-Jawa Tengah pada kuartal kedua tahun 2022 dievaluasi sebagai bentuk monitoring pelaksanaan capaian Indikator Kinerja Utama (IKU) dan Indikator Kinerja Aksi Layanan (IKAL) di masing-masing daerah serta KL se-Jawa Tengah. Kemudian juga dilakukan perbaikan sistem dan pola kerja yang terukur sesuai dengan target, kebijakan, serta menyinergikan program aksi triwulan III Lazismu Jawa Tengah tahun 2022. Selain itu, fokus dari kegiatan ini adalah pembahasan mengenai Proyeksi Lazismu Jawa Tengah tahun 2022 dan Minutes of Meeting (MOM) Rakorwil II yang dilaksanakan di Cepu.
[PR Lazismu PP Muhammadiyah/Samsudin]

Peresmian dilakukan langsung oleh Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Bogor, Asep Mulyana Sudrajat. Dalam sambutannya, Asep Mulyana Sudrajat atas nama pemerintah mengucapkan terima kasih dan apresiasi atas terselenggaranya program ini. "Saya atas nama pemerintah sangat mengapresiasi program ini dan mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada Koperasi Syariah Khairu Ummah karena telah membantu masyarakat yang ada di lingkungan anggotanya berada," sambutnya.
Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Leuwiliang, H. Muhdam Kamaludin juga menyambut baik adanya program Bedah Rumah ini. "Saya merasa bangga dengan kehadiran koperasi sebagai Amal Usaha Muhammadiyah yang bisa memberikan manfaat untuk masyarakat, yang tentu harapannya semoga program ini bisa menjadi semangat bagi AUM lain untuk turut memberikan manfaat bukan bagi warga Muhammadiyah saja. Selain itu kami juga salut kepada masyarakat sekitar yang turut terlibat dalam pembangunan, ikut bergotong royong dalam proses pembangunan hingga selesai," ungkapnya.
Sementara itu, Diki Pandita selaku perwakilan PCM Puraseda sekaligus panitia lokal penyelenggaraan program ini menyampaikan bahwa Muhammadiyah Puraseda sangat bangga atas terselenggaranya program Bedah Rumah yang diinisiasi oleh KL Lazismu Unit Kopsyah Khairu Ummah. "Saya mewakili PCM Puraseda, Lazismu, sekaligus AMM Puraseda sangat bangga atas terselenggaranya program ini. Bagi kami mungkin program bedah rumah ini merupakan kali kedua, sebelumnya kami telah menyelenggarakan juga di Kampung Cikaret dan saat ini alhamdulillah bersama Khairu Ummah kami dapat membersamai program Bedah Rumah Bu Atiah ini," terangnya.
Ketua Pengurus Koperasi Syariah Khairu Ummah, Pepi Januar Pelita juga mengucapkan terima kasih kepada Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Bogor dan seluruh pihak yang turut berpartisipasi dalam penyelenggaraan program ini. "Saya mengucapkan terima kasih banyak kepada Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Bogor atas kehadirannya di tempat ini. Beliau rela blusukan ke pelosok yang mungkin jarak dari Cibinong ke sini berkilo-kilo, namun saya sangat mengapresiasi Pak Kadin kita ini. Kemudian perlu kami sampaikan bahwa ini merupakan bentuk wujud nyata kepedulian Koperasi Syariah Khairu Ummah terhadap anggota, di mana kami terus melakukan proses pemberdayaan dan pemberian manfaat-manfaat untuk anggota dan masyarakat sekitar," ujarnya.
Agenda peresmian dilanjutkan dengan penandatanganan prasasti oleh Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Bogor, PCM Leuwiliang dan Ketua Koperasi Syariah Khairu Ummah. Selanjutnya dilakukan penyerahan kunci dan pembukaan tirai pintu oleh Ketua Koperasi. Acara ini juga dihadiri oleh Kepala Bidang Perencanaan Desa Purasari, PCM Leuwiliang, PCM Puraseda, tokoh masyarakat, dan warga setempat.
[PR Lazismu PP Muhammadiyah]

Kegiatan penanaman pohon berlangsung di Dusun Silangit, Desa Kaliwungu, Kecamatan Mandiraja, Kabupaten Banjarnegara. Sebanyak 10.000 bibit yang terdiri tanaman bambu, aren, ringin, kopi, kelapa, sirsak, dan alpukat ramai-ramai ditanam oleh kader Pemuda Muhammadiyah pada acara yang berlangsung Rabu (21/09) ini. Selain dihadiri oleh Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah dan Lazismu PP Muhamamdiyah, turut hadir pula Sekretaris Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah Jawa Tengah, pejabat Kabupaten/Kecamatan, Penjabat Bupati Banjarnegara, Pimpinan Daerah Muhammadiyah Banjarnegara, Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Banjarnegara, Forkopimcam Mandiraja (Camat, Kapolsek, Danramil), Pimpinan Cabang Muhammadiyah beserta Ortom, pejabat desa setempat, serta masyarakat.
Sunanto, Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah menyampaikan, program ini bukanlah kali pertama digelar oleh pihaknya. Ada juga gerakan senada yang bertemakan lingkungan, seperti Jaga Lawu, Tanam Bakau, dan Sabuk Gunung. Menurutnya, aksi-aksi lingkungan ini merupakan bagian dari gerakan "Satu Kader, Satu Pohon".
"Program dakwah ekologi yang hari ini berkolaborasi dengan Lazismu Pusat bukanlah yang pertama oleh Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah. Ada gerakan Jaga Lawu di Karanganyar, Menanam Bakau di Kepulauan Seribu, Sabuk Gunung di Tegal yang kesemuanya itu adalah bagian dari membumikan gerakan 'Satu Kader, Satu Pohon'," terang Cak Nanto, sapaan akrabnya.
Cak Nanto melanjutkan, manusia dan alam saling bergantung dalam pola berkesinambungan. Untuk itulah, hubungan keduanya perlu terus dijaga. "Bagi Pemuda Muhammadiyah, manusia dan alam adalah makhluk integral yang saling bergantung dalam pola kesinambungan. Karenanya penting menjaga relasi keduanya dalam etika saling menjaga dan menopang," tegasnya.
Terakhir, Cak Nanto berpesan agar Pemuda Muhammadiyah terus menjaga dakwah lingkungan hidup sebagai upaya untuk menjaga keseimbangan ekosistem. "Pemuda Muhammadiyah senantiasa konsisten dalam dakwah lingkungan hidup, dengan terus menerus mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menanam pohon sebagai upaya menjaga keseimbangan ekosistem," tutupnya.
Manajer Program Kemanusiaan dan Lingkungan Lazismu PP Muhammadiyah, Nazhori Author yang turut hadir dalam acara tersebut menerangkan bahwa kegiatan ini adalah wujud aksi nyata untuk pelestarian lingkungan. Lazismu, menurutnya, ikut berkontribusi dalam penghijauan. Andil ini secara tidak langsung dapat meminimalisir risiko bencana.
"Pada hari ini kegiatan penanaman pohon yang dilakukan Lazismu dan Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah merupakan aksi nyata, bahwa pelestarian lingkungan sebagai bagian dari menjaga keseimbangan alam. Di samping itu, dengan penanaman pohon, Lazismu telah ikut berkontribusi untuk menghijaukan bumi dan menjaga ketersediaan air, sehingga secara tidak langsung turut meminimalisir risiko bencana seperti kekeringan dan rawan longsor," terang Author.
Menanam pohon, lanjut Author, juga bermakna menghijaukan kembali agar meneduhkan kehidupan. Ia pun berharap agar kegiatan ini tidak berhenti setelah menanam, tapi juga merawatnya sebagai bentuk pemberdayaan yang melibatkan masyarakat setempat. Mewakili Lazismu, ia juga mengucapkan terima kasih kepada para donatur yang telah memercayakan zakat, infak, dan sedekah untuk mendukung program lingkungan.
"Melalui Pilar Kemanusiaan dan Lingkungan, Lazismu berupaya memberikan program yang terbaik, sebagaimana amanah dari 13 Rekomendasi Muhammadiyah dalam hal adaptasi dan perubahan iklim untuk menjawab persoalan krisis lingkungan yang kaitannya juga dalam hal tanggap dan tangguh menghadapi bencana yang dimulai dari penanaman pohon salah satunya. Lazismu mengucapkan terima kasih kepada donatur yang telah memercayakan zakat, infak dan sedekah untuk didayagunakan dalam program lingkungan," ujar Author.
[PR Lazismu PP Muhammadiyah]

Dalam sambutannya, Ketua Badan Pengurus Lazismu Kota Surabaya, Sunarko mengajak untuk selalu bersyukur. Ia berharap agar kemerdekaan yang telah didapatkan ini dapat diisi dengan berbagai amal. "Marilah kita selalu bersyukur kepada Alloh yang telah memberi kita nikmat tak terhingga. Khususnya nikmat kemerdekaan ke-77. Semoga kita bisa mengisi kemerdekaan ini dengam berbagai amal demi kemajuan bangsa kita, khususnya kemajuan umat Islam. Aamiin," ucapnya.
Sunarko menambahkan, kegiatan penyaluran ini merupakan amanah dari para donatur yang dititipkan melalui Lazismu Kota Surabaya. "Pentasyarufan ini adalah amanat para aghniya dan donatur kepada Lazismu Kota Surabaya agar sampai kepada para mustahik. Karena itu mari kita syukuri agar menjadi amal salih dalam rangka meningkatkan ibadah dan prestasi," imbuhnya.
Sementara itu PDM Kota Surabaya yang diwakili oleh H. Muhammad Naim mengingatkan, kita semua khususnya para orang tua dan guru agar selalu mengutamakan ibadah, terutama sholat dan berbakti kepada kedua orang tua. "Inilah amalan utama yang harus kita jaga. Orang tua harus jadi panutan bagi anak-anak dalam mengamalkan nilai agama sejak dini. Agama mengajarkan disiplin. Maka sebagai mukmin kita harus menjadi contoh dalam disiplin ibadah, membaca Al-Qur'an, sholat malam, dan disiplin lainnya," tuturnya.
Muhammad Naim pun melanjutkan, "Jika disiplin ibadah, bakti pada orang tua dan menuntut ilmu serta rajin sedekah selalu kita lakukan, insyaAllah rahmat, taufik, dan berkah diturunkan kepada kita. Anak kita pun akan meraih prestasi yang bermanfaat untuk kehidupan dunia dan akhirat," lanjutnya.
Pada acara yang berlangsung Rabu (17/08) ini, selain beasiswa untuk 200 penerima, Lazismu Kota Surabaya juga menyerahkan bantuan operasional Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPQ) kepada para pembina atau guru-guru Al-Qur'an dari berbagai masjid. Selain itu, Lazismu Kota Surabaya juga menyerahkan santunan kepada ghorimin.
[PR Lazismu PP Muhammadiyah]

Sekretaris Badan Pengurus Wilayah Jawa Timur, Aditio Yudono menjelaskan, paket santunan Bakti Guru tahun ini berupa sembako seperti beras, gula, minyak goreng, kornet, mie mocaf, kerupuk, bumbu, dan lainnya dengan nilai per paket sebesar 150 ribu rupiah. Pengadaan paket program ini berasal dari dana zakat yang disokong bersama antara Lazismu Wilayah Jawa Timur dan kantor Lazismu Daerah se-Jawa Timur berdasarkan data yang telah diterima. Total nilai program ini sebesar 315 juta rupiah.
"Alhamdulillah, sebanyak 2.105 paket santunan program Bakti Guru berupa sembako telah kita tunaikan bersama Lazismu Wilayah dan Daerah se-Jawa Timur dengan total nominal sebesar 315 juta rupiah. Paket diberikan kepada guru-guru SD hingga SMA Muhammadiyah yang berpenghasilan minim di Jawa Timur," jelas Aditio Yudono di Gedung Kemanusiaan Lazismu Wilayah Jawa Timur di Jalan Jawa, Desa Wadungasih, Kecamatan Buduran, Kabupaten Sidoarjo pada Kamis (25/08).
Aditio menambahkan, paket santunan ini merupakan sinergi program bersama antara Lazismu dengan Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Muhammadiyah se-Jawa Timur. Distribusi dilakukan melalui kantor Lazismu Daerah setempat dalam berbagai acara dan kegiatan selama bulan Juli hingga Agustus 2022. Ia pun berharap agar bantuan ini dapat menjadi perhatian bagi para guru di daerah.
"Walau nilainya dirasa masih sedikit, kami berharap langkah tersebut bisa memberikan sentuhan kepedulian dan perhatian kepada guru-guru kita di daerah yang merupakan insan pejuang pencerdasan generasi bangsa. Siapa lagi yang akan berbuat kalau bukan kita bersama, antara Lazismu, muzakki, donatur, serta Majelis Dikdasmen Muhammadiyah guna berbagi sedikit keceriaan dan kegembiraan bagi para pahlawan tanpa tanda jasa" harap Aditio.
Selanjutnya menurut Aditio, pihaknya akan membagikan tiga ribu paket santunan program serupa bagi guru-guru TK dan PAUD (ABA) yang bernaung di bawah Perguruan Aisyiyah se-Jawa Timur. Kegiatan ini merupakan bagian dari penyaluran dana zakat yang dihimpun oleh Lazismu pada tahun 2022. "Ke depan Lazismu akan senantiasa terus meningkatkan kualitas program Bakti Guru ini sehingga bisa memberikan solusi bagi insan pendidik yang berpenghasilan minim agar tingkat kesejahteraannya bisa naik taraf. Semoga upaya ini mendapat dukungan dari semua pihak," pungkasnya.
Pada tahun ini, 2.105 paket santunan program Bakti Guru telah dibagikan melalui 25 kantor Lazismu Daerah se-Jawa Timur. Daerah-daerah itu antara lain Kota/Kabupaten Kediri, Kota/Kabupaten Blitar, Kota/Kabupaten Pasuruan, Kota/Kabupaten Probolinggo, Jombang, Tulungagung, Nganjuk, Kabupaten Madiun, Kota Batu, Kota Malang, Gresik, Lamongan, Tuban, Bojonegoro, Lumajang, Bondowoso, Jember, Bangkalan, Sampang, dan Pamekasan.
[PR Lazismu PP Muhammadiyah/Aditio Yudono]

Kedatangan rombongan Lazismu dan PWM Jawa Timur ke NTT adalah untuk menyaksikan Masjid Al-Munawaroh Lohayong yang telah berdiri megah. Dana pembangunan masjid ini turut dibantu oleh Lazismu Wilayah Jawa Timur. Selain itu juga dijadwalkan serangkaian kegiatan dakwah lainnya di Kota Kupang, termasuk pengkajian terhadap rencana pembangunan masjid lainnya di Pulau Solor. Kegiatan dimulai dari tanggal Senin (29/08) hingga Jumat (02/09).
Sekretaris Badan Pengurus Lazismu Wilayah Jawa Timur, Aditio Yudono menjelaskan, tujuan rihlah dakwah ini adalah untuk memperkuat ukhuwah Islamiyah, terutama dengan sesama kaum muslimin yang ada di Pulau Solor. Di NTT, umat Islam merupakan minoritas karena hanya ada sekitar 6% dari jumlah penduduk di provinsi tersebut.
"Tujuan rihlah dakwah ini untuk memperkuat ukhuwah Islamiyah terutama dengan sesama kaum muslimin di Pulau Solor. Di provinsi NTT, umat Islam merupakan minoritas karena hanya sekitar 6% dari jumlah penduduk. Mayoritas penduduk di sini beragama Nasrani-Katolik. Selain itu kita ingin menyaksikan bagaimana semangat keberagaman baik muslim maupun non muslim dapat hidup berdampingan di bumi NTT," terang Aditio.
Aditio menceritakan, perjalanan menuju Pulau Solor diawali dengan menaiki pesawat dari Bandara Juanda Surabaya menuju ke Bandara El-Tari di Kota Kupang, NTT. Dari kota Kupang masih harus menempuh perjalanan udara lagi menuju ke Larantuka. Kemudian dari Larantuka disambung dengan menumpang kapal motor atau perahu motor menuju ke Kecamatan Lohayong di Pulau Solor.
"Kita ingin menyaksikan kemegahan Masjid Al-Munawaroh di Solor, Flores Timur yang kini menjadi pusat kegiatan dakwah Islam utama di pulau itu. Lazismu Jawa Timur turut membantu dana pembangunan Masjid Al-Munawaroh itu. Kita juga akan mengkaji rencana pembangunan masjid di kawasan lain di Pulau Solor. Aktivitas lainnya kita akan menghadiri berbagai kegiatan pengajian dan turut memberikan dukungan," ungkap Aditio.
Terakhir, Aditio berharap agar umat Islam yang berada di provinsi dengan mayoritas muslim dapat memberikan dukungan terhadap dakwah di NTT. "Lazismu Jawa Timur berharap semoga ummat Islam di pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan, dan wilayah provinsi mayoritas muslim bisa turut memberikan dukungan terhadap kegiatan dakwah Islam di Nusa Tenggara Timur. Setidaknya ada perhatian dan kepedulian dari sesama saudara muslim di tanah air," pungkasnya.
[PR Lazismu PP Muhammadiyah/Aditio Yudono]

