

Ketua Badan Pengurus Lazismu Wilayah DI Yogyakarta, Cahyono menerangkan, bantuan yang diberikan berupa dua program beasiswa Lazismu, yaitu Beasiswa Sang Surya untuk jenjang pendidikan tinggi serta Beasiswa Mentari untuk jenjang pendidikan dasar hingga menengah. "Terdapat dua program beasiswa, Sang Surya dan Mentari. Untuk program Beasiswa Sang Surya menjadi fokus gerakan Lazismu tingkat wilayah dengan sasaran penerima adalah mahasiswa dan untuk Beasiswa Mentari untuk fokus gerakan di tingkat daerah dengan sasaran penerima adalah siswa dari jenjang SD, SMP, dan SMA/SMK," terangnya.
Wakil Ketua PWM DI Yogyakarta, Tasman Hamimi saat menyampaikan amanatnya menegaskan, program ini selaras dengan Yogyakarta yang dikenal sebagai Kota Pelajar. Selain itu, penguatan dalam bidang pendidikan juga merupakan bagian dari amanah Muktamar Muhammadiyah ke-47 di Makassar. "Sebagai wujud komitmen Muhammadiyah dalam pengembangan SDM dalam bidang pendidikan, program ini sangat strategis, sesuai keistimewaan Jogja dikatakan Kota Pelajar. Dan juga penguatan pendidikan salah satu amanah dari Muktamar Muhammadiyah ke-47 di Makassar," tegasnya.
Tasman mengapresiasi Lazismu Wilayah DI Yogyakarta atas program yang dicanangkan ini. Menurutnya, maju mundurnya suatu kaum tergantung pendidikannya. Ia pun mengucapkan terima kasih kepada dermawan dan muzakki yang telah menitipkan zakat, infak, dan sedekahnya kepada Lazismu dan berharap program ini dapat menjadi salah satu kegiatan penerus kader perjuangan Muhammadiyah.

Salah satu penerima beasiswa Sang Surya, Syaima' Rihan Fasyir yang merupakan mahasiswa program studi Farmasi Universitas Ahmad Dahlan menyambut baik program beasiswa ini. Menurutnya, beasiswa ini akan mempermudahnya dalam menyelesaikan kuliah dan ia pun berharap kelak dapat memberikan kontribusi kepada masyarakat. "Beasiswa ini akan lebih mempermudah dalam kuliah dan juga mengharapkan setelah ini dapat memberikan kontribusi banyak ke dalam masyarakat dengan mengimplemntasikan ilmu yang sudah di dapat semasa kuliah," ujarnya.
Lazismu Wilayah DI Yogyakarta menyinergikan Pilar Pendidikan melalui kekuatan kantor yang berada tingkat daerah, cabang, hingga Amal Usaha Muhammadiyah (AUM), khususnya yang berada di lingkungan kampus Muhammadiyah seperti Universitas Ahmad Dahlan, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, serta Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta. Perumusan pola penyaluran dana pendidikan sesuai tingkat akan terarah sesuai tepat sasaran. Beasiswa Sang Surya dan Beasiswa Mentari merupakan bagian dari Pilar Pendidikan Lazismu.
Pola penyaluran beasiswa ini melibatkan beberapa majelis, lembaga, dan ortom di lingkungan PWM DI Yogyakarta dalam pemberdayaan mahasiswa. Pada program Beasiswa Sang Surya, kolaborasi dilakukan dengan Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) untuk penentuan penerima manfaat sekaligus pengkajian. Selain itu kolaborasi juga dilakukan dengan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) dan Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) adalah untuk pemberdayaan kader, penguatan keislaman, dan kemuhammadiyahan.
[PR Lazismu PP Muhammadiyah/Rizal Firdaus]

Tak berhenti hanya di situ, Veni didapati mengidap TBC. Pasangan muda ini tak berkecil hati, mereka mendapati bahwa Lazismu memiliki program kesehatan bagi penderita TBC. Informasi pun terus digali, terlebih Muhammadiyah acap kali menangani pendampingan terhadap mereka yang terdampak penyakit ini. Tak lama berselang, Veni mengajukan permohonan bantuan untuk menjalani pengobatan TBC. Ia pun dibawa ke Jakarta oleh sang kakak, rencananya akan dikarantina di rumah kontrakan milik kakaknya di Gunung Putri.
Selama 6 bulan menjalani pengobatan, Lazismu memberikan bantuan program Peduli Kesehatan dan informasi terkait TBC yang bisa dilakukan dengan Puskesmas setempat. Veni diarahkan untuk tetap mengikuti proses dan prosedurnya secara ketat. Berat badan Veni turun drastis, apalagi ia memiliki balita yang harus diasuh sehingga nutrisinya harus tetap terjaga.
Ujian tak hanya sampai di sini. Akhir Desember saat masa pengobatan, sang kakak yang selama ini memantau perkembangannya dari jauh juga dinyatakan terkena TBC. Padahal Ibnu Kautsar, sang kakak kandung tidak pernah bertemu atau kontak langsung dengan Veni. Ibnu sudah tidak bekerja sebelum Covid-19 melanda karena ia harus dirumahkan setelah 10 tahun lebih bekerja.
Pasca dirumahkan, Ibnu hanya menarik ojek online untuk memenuhi kebutuhan hidup dan membiayai anak pertamanya yang kuliah di kawasan Pamulang. Ibnu juga mendapatkan bantuan dari Lazismu pada Kamis (11/08/). Kini Veni dan Ibnu membuka usaha warung kopi dan berjualan bubur ayam Sukabumi di kawasan Ciracas, Jakarta Timur. Usaha warung kopi sudah berjalan selama sebulan.

Veni mengucapkan terima kasih kepada Lazismu atas bantuan yang diberikan. Sebagai penyintas TBC yang sudah sehat kembali, kini Veni dan suami serta sang kakak fokus mengembangkan usaha warung kopi dengan menambah menu roti bakar dan bubur ayam rasa telur ayam kampung. "Sebagai penyintas TBC yang sudah sehat kembali, saya, kakak serta suami fokus mengembangkan usaha warung kopi. Ada menu tambahan roti bakar dan bubur ayam rasa telur ayam kampung," paparnya.
Senada, Ibnu juga mengucapkan terima kasih kepada Lazismu dan bersyukur bantuan tersebut sangat bermanfaat untuk dirinya dan anaknya yang masih kuliah. "Kebetulan anak yang pertama sedang membutuhkan biaya untuk kuliah, sebagian lagi bantuan yang diterima digunakan untuk memulihkan kesehatann sesuai kebutuhann," ucapnya.
Direktur Program Lazismu Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Upik Rahmawati menegaskan, semangat Veni sembuh menjadi motivasi untuk segera sembuh. Kehidupan serta perekonomian Veni pun diharapkan dapat segera membaik. Ia juga berharap agar Lazismu dapat terus berkontribusi dalam mengurangi angka penderita TBC.
"Bantuan yang diberikan sesungguhnya tidak bernilai besar, akan tetapi tekad bu Veni sendiri sesungguhnya yang mempercepat proses penyembuhan. Kami berdoa semoga bu Veni dan keluarga dapat kembali menjalani hidup normal dengan perekonomian yang terus mambaik. Lazismu berharap dapat terus berkontribusi dalam mengurangi angka penderita TBC bahkan ikut serta dalam memulihkan kembali perekonomiannya. Semoga niat baik dapat disambut dengan baik oleh orang-orang seperti bu Veni maupun kepada para donatur yang ingin berkontribusi dalam program End-TB Lazismu," pungkas Upik.
[PR Lazismu PP Muhammadiyah/Nazhori Author]

Kegiatan ini dihadiri oleh Badan Pengurus Lazismu Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Manajer Area Lazismu Wilayah Jawa Tengah, Manajer Lazismu Kota Surakarta, Manajer Lazismu Kabupaten Sragen, para staf Lazismu, tokoh masyarakat, serta peserta kegiatan. Pelatihan ini dilaksanakan dengan tiga konsep. Pertama adalah perkenalan mengenai ecoprint. Kedua, mordanting, dan ketiga adalah ekstraksi pewarna alami. Dengan tiga konsep yang diterapkan pada pelatihan dan pendampingan ini, para peserta akan memiliki keterampilan untuk membuat ecoprint secara mandiri maupun berkelompok.
Badan Pengurus Lazismu PP Muhammadiyah, Eny Wijayanti menerangkan, kegiatan ini dapat menghadirkan potensi besar dengan variasi produk yang dihasilkan. Ia pun berharap agar pelatihan ini tidak hanya berhenti pada tahap pelatihan, melainkan juga dapat dirasakan manfaatnya oleh para penerima manfaat.
"Acara hari ini bisa melihat potensi besar dengan variasi produk yang bisa dihasilkan dari kain ecoprint ini. Berharap pemberdayaan ini tidak berhenti sampai pelatihan awal saja, tapi sampai benar-benar penerima manfaat bisa merasakan manfaatnya, dan menjadi harapan baru setelah banyak dari para perempuan merasakan dampak covid terhadap kehidupan ekonomi mereka," terang Eny.
Manajer Program Ekonomi dan Kesehatan Lazismu PP Muhammadiyah, Falhan Nian Akbar menjelaskan bahwa program ini adalah program yang kedua. Sebelumnya, program ini dilakukan di sepuluh kabupaten yang ada di Jawa Tengah, Jawa Barat, dan DI Yogyakarta pada 2020 lalu. Kerja sama pun dijalin dengan (Unit Pengumpul Zakat) UPZ Permatabank Syariah. Kegiatan ini pun dilaksanakan untuk menyambut Muktamar Muhammadiyah 2022.
"Program di Sragen ini merupakan program kedua. Program pertama dilakukan sepuluh kabupaten di Jawa Tengah, Jawa Barat, dan DI Yogyakarta pada 2020. Kami bekerja sama dengan UPZ Permatabank Syariah yang menyerahkan dana zakat dan infaknya ke Lazismu. Kami memilih Sragen karena dekat dengan Solo dan dipersiapkan untuk Muktamar Muhammadiyah 2022 mendatang," tutur Falhan.

Para peserta kegiatan ini dibagi menjadi tiga kelompok. Di Solo Raya terdapat tiga kelompok, masing-masing beranggotakan enam orang sehingga total ada delapan belas orang penerima manfaat. Masing-masing kelompok mendapatkan bantuan seperti dandang besar untuk mengukus, panci untuk ekstraksi pewarna alami, kompor gas, regulator, tabung gas, kain, serta bahan pendukung lainnya. Selain itu juga diberikan kayu-kayuan yang akan diekstrak sebagai pewarna alami terdiri dari kayu tingi, kayu secang, kayu tegeran, kayu mahoni, dan kayu akasia.
Salah satu penerima manfaat program ini, Wiwin Lusiana mengungkapkan rasa syukur atas kesempatan yang diberikan kepadanya untuk mengikuti pelatihan ini. "MasyaAllah. Pelatihan hari ini luar biasa. Saya dapat ilmu baru, teman baru. Terima kasih banyak untuk pelatihannya hari ini, semoga bisa menjadi ladang penghasilan yang baru dikemudian hari," ungkapnya.
Para peserta dilatih oleh pakar ecoprint dari Asosiasi Eco-Printer Indonesia, Putut Ardiyanto dan Pupung. Hasil dari ecoprint ini berupa kain dengan motif flora yang warnanya lembut. Kain ecoprint ini bukanlah batik. Kainnya memiliki nilai jual tinggi dan digemari oleh anak-anak muda. Kain ecoprint bisa dibuat menjadi baju, hijab, tas, serta produk lainnya. Dengan demikian, para peserta diharapkan mampu menghasilkan produk yang memiliki nilai tambah bagi keluarga.
[PR Lazismu PP Muhammadiyah]

Bertempat di Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah, Jalan Menteng Raya 62 Jakarta pada Selasa (09/08), Lazismu Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah secara resmi melakukan sosialisasi perubahan direksi yang akan menjabat hingga akhir tahun ini. Penyerahan Surat Keputusan dilakukan oleh Mahli Zainuddin selaku Ketua Badan Pengurus yang disaksikan oleh Sekretaris Badan Pengurus, Nuryadi Wijiharjono. Perubahan direksi ini merupakan ikhtiar untuk terus meningkatkan kinerja Lazismu.
Keputusan ini didasarkan pada hasil Rapat Pleno Lazismu pada Rabu (27/07) yang diikuti oleh Badan Pengawas, Badan Pengurus, dan Penasehat Ahli. Berdasarkan evaluasi untuk perbaikan tata kelola kelembagaan, Rapat Pleno Lazismu memutuskan untuk mengangkat Edi Suryanto sebagai Direktur Utama, M. Danial Ramli sebagai Direktur Kelembagaan dan Sumber Daya Manusia, Rini sebagai Direktur Keuangan dan Aset, Edi Muktiono sebagai Direktur Fundraising dan Kerjasama, serta Upik Rahmawati sebagai Direktur Pendayagunaan dan Pendistribusian.
Dalam amanahnya, Sekretaris Badan Pengurus, Nuryadi Wijiharjono menyampaikan bahwa tim yang baru mengemban amanah ini diharapkan dapat memajukan Lazismu pada level nasional. "Untuk menjadi tim yang solid dan bersama-sama memajukan Lazismu tidak hanya di Pusat saja, tetapi juga turut membersamai Lazismu secara nasional," tegasnya.
Sementara itu, Direktur Utama Lazismu, Edi Suryanto menyebutkan, jabatan ini merupakan amanah yang harus diemban dengan sebaik-baiknya. "Mengutip dari Pak Nuryadi, bahwa di Muhammadiyah tidak ada istilah meminta jabatan, tapi kalo ditugaskan akan dijalankan dengan sebaik-baiknya. Dan Alhamdulillah, dari komposisi direksi yang ditetapkan ini tidak ada yang meminta untuk mengisi posisi ini," ungkapnya.
Edi melanjutkan, koordinasi telah dilakukan oleh jajaran Direksi baru ini sebagai bagian dari komitmen untuk membangun Lazismu. Ia pun berharap, perubahan ini dapat berdampak positif kepada Lazismu sehingga tujuan-tujuan yang telah ditetapkan dapat dicapai dengan baik.
"Kemarin, jajaran Direksi telah melakukan koordinasi perdana dan didapatkan komitmen untuk membangun Lazismu dengan semangat kebersamaan dan kekeluargaan. Harapannya, komitmen ini bisa terus terjaga, bertumbuh dan berdampak positif bagi seluruh amil, sehingga pekerjaan untuk mewujudkan target-target yang telah ditetapkan dapat dijalankan dengan kegembiraan," pungkasnya.
[PR Lazismu PP Muhammadiyah]

Peresmian greenhouse untuk budidaya aquaponik dilakukan oleh Moh. Danial Ramli mewakili Badan Pengurus Lazismu PP Muhammadiyah dengan didampingi oleh Manajer Program Ekonomi dan Kesehatan, Falhan Nian Akbar beserta sejumlah pengurus Lazismu. Selain itu juga turut hadir Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Bogor, pengurus Pijar Indonesia, dan warga penerima manfaat.
Moh. Danial Ramli dalam sambutannya menyambut baik kerja sama yang dilakukan dengan Pijar Indonesia. Ia juga berharap agar instalasi pertanian modern yang telah dibangun dapat memberi manfaat yang sebesar-besarnya bagi kesejahteraan warga penerima manfaat. "Upaya peningkatan kesejahteraan mustadafin bisa diwujudkan melalui program-program ekonomi produktif seperti ini. Karena lokasi urban farming ini berada di pinggir Jakarta, besar harapan kami bisa berkembang dan maju sehingga menebar manfaat lebih luas bagi masyarakat sekitar," harapnya.
Danial kemudian menyebutkan, gerakan dakwah Muhammadiyah berdasarkan hasil Muktamar ke-47 di Makassar mengarah pada agenda dakwah ekonomi dan pemberdayaan masyarakat. "Setelah dakwah pendidikan dan kesehatan established, dakwah ekonomi dan pemberdayaan masyarakat kini jadi fokus perhatian, Lazismu sebagai salah satu tulang punggungnya," sebutnya.
Sementara itu, Ketua Umum Pijar Indonesia, Ton Abdillah menyampaikan rasa terima kasih atas kepercayaan Lazismu. Ia berkeyakinan bahwa urban farming yang digagas ini dapat berkembang. "Semoga ini hanya langkah awal. Selain mengoptimalkan pemanfaatan alat produksi yang sudah tersedia serta penambahannya, semoga ke depan lokasi ini dapat pula menjadi pusat pelatihan bertani di lahan sempit untuk anak-anak muda penyangga Jakarta," ujarnya.
Menurut Ton, sementara ini ada 18 orang penerima manfaat dan tidak tertutup kemungkinan akan bertambah. "Ada antusiasme masyarakat sekitar dan ada ketersediaan lahan untuk pengembangan sehingga agenda perluasan urban farming dan penambahan anggota kelompok menjadi sangat memungkinkan," imbuhnya.
Terakhir, Ton berharap agar hasil produksi dapat dicapai optimal sehingga bisa dirasakan manfaatnya. "Namun demikian, pekerjaan rumah terdekat tentunya memastikan produksi ikan dan sayuran segera berjalan optimal agar penerima manfaat segera merasakan hasil perjuangan setahun terakhir ini," pungkasnya.
[PR Lazismu PP Muhammadiyah]

Arizal yang belum memiliki BPJS Kesehatan memaksa dirinya harus dirawat dengan biaya mandiri. Kondisi ekonomi yang pas-pasan membuat biaya perawatan di rumah sakit harus dibantu oleh keluarga yang berada di kampung halaman serta dukungan berbagai pihak yang peduli. Setelah beberapa kali perawatan dan opname di rumah sakit, Arizal harus beristirahat di rumah kos. Kondisi tubuhnya pun semakin lemah dan kurus kering. Ia tidak bisa melakukan aktivitas apapun dan hanya bisa berbaring di tempat tidur saja. Untuk merawatnya sehari-hari di tempat kos, keluarga pun mengirimkan biaya untuk seorang perawat, meski harus berutang.
Saat kondisi Arizal sedikit membaik, diputuskanlah untuk pulang ke kampung halaman. Namun ia tak mampu membeli tiket kapal untuk pulang karena sudah tidak mempunyai uang sama sekali. Keluarga pun berusaha keras mengupayakan agar ia bisa kembali ke Tegal. Akhirnya Arizal bisa pulang setelah diusahakan bantuan pemulangan melalui Dinas Sosial setempat oleh komunitas masyarakat Ngapak yang ada di Balikpapan. Namun pihak Dinas Sosial hanya bisa membelikan tiket kapal laut dan mengantar dengan kendaraan dinas hingga ke pelabuhan di Surabaya saja. Perjalanan dari Kota Surabaya menuju ke Kabupaten Tegal dibantu oleh Lazismu dengan armada ambulans.
Khoirun Nizar, Manajer Lazismu Kabupaten Tegal menuturkan, pihaknya mengajukan permohonan kepada Lazismu Wilayah Jawa Timur untuk pengantaran pasien tersebut. Akhirnya disepakati bahwa perjalanan Arizal akan ditempuh dengan menggunakan ambulans Lazismu Wilayah Jawa Timur hingga ke Kabupaten Sragen. Dari Kabupaten Sragen dilanjutkan ke Kabupaten Tegal dengan menggunakan ambulans Lazismu Kabupaten Sragen.
Kapal yang membawa Arizal pada Sabtu malam (30/07) menjelang pukul 21.00 WIB merapat di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. Ia pun disambut oleh petugas ambulans Lazismu Wilayah Jawa Timur. Setelah proses serah terima dari Dinas Sosial Kota Balikpapan ke petugas ambulans, pukul 21.30 WIB Arizal segera diantar dari Kota Surabaya menuju ke Kabupaten Sragen untuk transit dan berganti kendaraan ambulans.
Pukul 00.45 WIB, ambulans Lazismu Wilayah Jawa Timur sampai di Kabupaten Sragen. Tidak memakan waktu lama, Arizal pun sudah berpindah ke ambulans milik Lazismu Kabupaten Sragen. Dari Kabupaten Sragen, ambulans kemudian melaju menuju ke Bumijawa, Kabupaten Tegal, kampung halaman Arizal. Tepat saat masuk waktu subuh, Arizal akhirnya sampai di rumahnya. Pihak keluarga bersyukur karena Arizal bisa pulang dengan selamat. Keluarga pun menyampaikan terima kasih atas bantuan dan dukungan semua pihak, termasuk Lazismu yang turut memperlancar kepulangan Arizal
[PR Lazismu PP Muhammadiyah/Aditio Yudono]

