

PEKANBARU - Bersamaan dengan launching Kantor Layanan Lazimu (KLL) yang ke 18 di SMK Muhammadiyah 2 Pekanbaru, Lazismu Pekanbaru kukuhkan Wakil Wali Kota (Wawako) Pekanbaru Ayat Cahyadi sebagai Duta Zakat Lazismu Pekanbaru, pada Rabu (24/03) di SMKM 2 Pekanbaru Jl. KH. Ahmad Dahlan.
Ayat Cahyadi mengatakan bahwa pemberian gelar ini merupakan suatu kehormatan dengan harapan tetap semangat menjadi muzzaki yang terus menunaikan zakat.
“Masya Allah, ini suatu kehormatan bagi saya. Saya diminta menjadi Duta Zakat Lazismu Pekanbaru. Mudah-mudahan saya bisa jadi duta beneran, artinya tetap semangat menjadi muzzaki, orang yang membayarkan zakat," imbuhnya
Dede Firmansyah selaku Ketua Badan Pengurus Lazismu Pekanbaru menjelaskan tujuan menjadikan Ayat Cahyadi sebagai Duta Zakat Lazismu Pekanbaru
“Beliau kan salah satu tokoh masyarakat di Pekanbaru. Jadi harapannya dengan dikukuhkannya beliau sebagai Duta Zakat Lazismu Pekanbaru bisa menarik masyarakat untuk menunaikan zakat infak dan sedekah,” jelasnya.
Ia juga berharap kepada masjid-masjid sekolah sekolah dan instansi lainnya yang ingin melakukan pengumpulan dana zakat, infak dan sedekah bisa bekerjasama dengan Lazismu Pekanbaru. Sehingga pengumpulan dana zakat infak dan sedekah tersebut memiliki legalitas melalui Lazismu Pekanbaru.
Reporter: Yusuf

PEKANBARU - Bekerjasama dengan SMK Muhammadiyah 2 Pekanbaru, Lazismu Pekanbaru kembali meresmikan Kantor Layanan Lazismu (KLL) Yang ke 18 di SMK Muhammadiyah 2 Pekanbaru, Jl. KH. Ahmad Dahlan pada Rabu (24/03).
Peresmian tersebut langsung diresmikan oleh Wakil Wali Kota (Wawako) Pekanbaru Ayat Cahyadi, S.Si. Ia menegaskan kepada masyarakat yang ingin mengelola dana zakat, infak dan sedekah harus memiliki izin dari pemerintah atau lembaga yang sudah memiliki legalitas dari pemerintah salah satunya Lazismu Pekanbaru.
“Kepada seluruh masyarakat saya sampaikan bahwa pemerintah sudah mengatur tentang lembaga yang berhak mengumpulkan zakat, infak dan sedekah. Yaitu dengan adanya undang-undang nomor 23 tahun 2011 tentang pengelolaan zakat infak dan sedekah," ungkapnya.
Selaras dengan Wawako, Ketua Badan Pengurus Lazismu Pekanbaru Dede Firmansyah menghimbau kepada seluruh pengurus masjid yang ingin menghimpun dana zakat untuk segera membuat izin pengelolaan dana zakat baik melalui BAZNAS atau Lazismu Pekanbaru.
“Kami menghimbau kepada pengurus Masjid yang belum ada izinnya bisa ke Lazismu Pekanbaru. Jadi dengan terbentuknya KLL tersebut bisa memudahkan masyarakat untuk melaksanakan zakat infak dan sedekah,” jelasnya.
Sementara itu Kepala Sekolah SMK Muhammdiyah 2 Pekanbaru menjelaskan tujuan dibentuknya KLL tersebut. Yaitu untuk bisa membantu siswa-siswi yang tidak mampu mambayar biaya pendidikan.
“Karena memang siswa-siswi di SMK Muhammadiyah 2 Pekanbaru ini kan tidak semua secara ekonomi berkemampuan. Dan kita tidak ingin juga mereka dengan ketidakmampuannya itu mereka berhenti atau putus sekolah atau minder kesekolah karena tidak bayar SPP. Nah dengan adanya KLL ini kita ingin memaksimalkan potensi zakat infak dan sedekah untuk mereka yang kurang mampu," imbuhnya.
Ia sangat yakin bahwa potensi zakat, infak dan sedekah di SMK Muhammadiyah 2 Pekanbaru sangat besar melihat jumlah siswa yang hampir 1000 dan juga wali murid yang kebanyakan juga sebagian besar sudah menjadi muzzaki.
Syafrizal Syukur, S.Ag selaku Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Pekanbaru berharap dengan adanya zakat infak dan sedekah yang terhimpun melalui KLL SMK Muhammadiyah 2 tersebut bisa membantu siswa-siswa yang orang tua nya tidak mampu untuk menanggulangi biaya pendidikannya.
“Kita memang sekolah mahal tidak, tapi semua berbayar, seperti yang dikatakan Pak Wawako kalau yang gratis-gratis itu pemerintah yang bisa. Nah, kita mencarikan solusi yang tidak mampu cari bapak angkatnya yang bisa membantu membayarkan, nah inilah peran KLL yang kita sediakan di SMK Muhammadiyah ini sehingga anak yang tidak mampu bukan berarti tidak bisa sekolah,” tutupnya.
Reporter : Yusuf

JEPARA - Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Jepara bersama LLHPB Aisyiyah Jepara dan Lazismu Jepara menyalurkan bantuan 159 buah mushaf Alquran dan Juz 'Amma, Minggu (21/3).
Sebanyak 10 anak menerima bantuan secara simbolis di Masjid Taqwa, Dorang, Nalumsari, Jepara.
Pasca musibah bencana banjir di desa Dorang Februari 2021 lalu, Muhammadiyah Disaster Managemen Center (MDMC) Jepara, tetap peduli dan menerapkan One Muhammadiyah One Respon (OMOR).
Menggandeng dan mensinergikan kegiatan, MDMC mengajak LLHPB untuk asesmen kebutuhan pasca banjir.
Dari asesmen tersebut, diketahui korban membutuhkan Alqur’an dan juz amma sebanyak 159 buah, untuk menambah semangat dalam belajar.
Dana kebutuhan untuk pengadaan Alquran tersebut dipenuhi oleh Lazismu. Bantuan Alquran tersebut kemudian didistribusikan oleh MDMC dan LLHPB. Penyaluran juga didampingi oleh Ketua PDM Jepara, KH Fahrurrozi dan Ketua PDA Jepara, Sugiarti beserta jajarannya. Selain itu, hadir pula beberapa PCM dan PCA di Jepara.
Dalam memberikan sambutan Ketua PDA Jepara Sugiarti, menyatakan bahwa kegiatan tersebut adalah salah satu bentuk kepedulian ibu-ibu 'Aisyiyah.
Menurutnya, di Aisyiyah tidak hanya ada LLHPB, namun Majelis dan Lembaga yang juga turut mendukung dengan cara mengumpulkan dana Peduli Aisyiyah. Dana tersebut dihimpun oleh Majelis Kesejahteraan Sosial untuk selanjutnya diserahkan kepada LazisMu Jepara.
KH Fahrurrozi mengucapkan terima kasih pada semua pihak yang terlibat pada kegiatan ini, dari mulai ada bencana sampai pasca bencana.
"LLHPB selalu menyemangati dan menginisiasi. Para penerima bantuan adalah para anak didik yang ke depan diharapkan dapat menjadi generasi handal warga persyarikatan muhammadiyah,” ungkapnya.
Dilansir dari laman resmi PWM Jawa Tengah, selain memberikan bantuan, LLHPB akan mengadakan pelatihan dapur umum dan psikososial, sebagai bentuk kegiatan pra bencana kepada Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM), khususnya IPM dan Nasyiatul Asyiah setempat. Hal ini dilaksanakan untuk menguatkan para kader dalam menghadapi bencana.
Reporter: Yusuf

ACEH TENGGARA - Lazismu Aceh Tenggara di bawah koordinasi Rochmat Santoso S.T bergerak cepat membantu korban kebakaran di desa Biak Muli Sejahtera Kecamatan Bambel, Kabupaten Aceh Tenggara, Senin (21/3).
Kebakaran tersebut menghanguskan dua unit rumah semi permanen. Kebakaran tidak menimbulkan korban jiwa. Namun, dua rumah milik Husin dan Hasri yang berdekatan tersebut hangus rata dengan tanah.
Rochmat Santoso S.T Wakil Sekretaris Lazismu Aceh Tenggara menyerahkan secara langsung bantuan berupa paket sembako dan uang tunai kepada para korban.
“Musim kemarau di Aceh Tenggara ini banyak kejadian kebakaran. Kita minta agar masyarakat selalu waspada terhadap kebakaran ini. Terakhir kali Lazismu memberi bantuan untuk saudara kita yang mengalami kebakaran serupa di Desa Lawe Mengkudu Kecamatan Ketambe 25 Februari kemarin,” ucap Rochmat dilansir dari Suara Muhammadiyah.
Ia juga mengucapkan turut berduka atas musibah yang terjadi dan berharap Husin dan Hasri sekeluarga sabar dan tabah dalam menghadapi cobaan dari Allah Subhanahu Wa Taala. Menurutnya, walaupun sedikit, bantuan dari Lazismu ini tidak seberapa namun merupakan wujud empati dan kepedulian dari para donatur, sahabat Lazismu untuk meringankan beban sesama di Bumi Sepakat Segenep ini.
Kebakaran itu terjadi hari Minggu, (21/3) pukul 17.00 WIB. Informasi dari Hasri, api berasal dari rumah Husin yg berdempetan dengan rumah Hasri. Beberapa warga sempat mencoba memadamkan, tapi api dengan cepat membesar dan dalam waktu singkat meratakan rumah berkonstruksi kayu milik Husin dan Hasri.
Hasri mengucapkan terima kasih kepada Lazismu dan donatur lazismu yang sudah membantu meringankan beban kami. (Agusnaidi B/Syaiful h/Riz)

BANJARMASIN - Lazismu Wilayah Kalimantan Selatan menggelar Peresmian Kantor Lazismu pada Sabtu (20/03). Kantor ini berada di Jalan Perdagangan RT. 22, Kelurahan Pangeran, Kecamatan Banjarmasin Utara, Kota Banjarmasin.
Prosesi acara Peresmian Kantor Lazismu dilangsungkan secara sederhana, mengingat masih dalam suasana pandemi Covid-19. Prosesi tersebut tetap menggunakan protokol kesehatan secara ketat. Acara tersebut dihadiri oleh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Kalimantan Selatan, Lazismu Daerah Se-Kalimantan Selatan hingga Organisasi Otonom (Ortom) Muhammadiyah tingkat wilayah.
Abdullah Sani, Ketua Panitia Peresmian Kantor Lazismu dalam sambutannya mengucapkan terima kasih atas kehadiran serta dukungan banyak pihak sehingga acara ini dapat berlangsung dengan baik.
"Kami mengucapkan terima kasih atas kehadirannya, baik itu PWM, Lazismu Daerah maupun Ortom tingkat wilayah serta dukungan para donatur hingga akhirnya bisa terwujud peresmian kantor baru ini," ujarnya.
Terkait fungsi dari kantor baru ini, Sani menjelaskan bahwa ada tiga yang akan dijalankan, yaitu fungsi edukasi, pelayanan, dan pemberdayaan.
"Pertama, kantor yang ada ini tentunya bisa difungsikan sebagai edukasi kepada masyarakat umum, khususnya kepada warga muhammadiyah. Ini merupakan tugas amil Lazismu, baik Badan Pengurus, Badan Pengawas, Dewan Syariah maupun eksekutif yang harus memahami aturan hukum dan kelembagaan, pengelolaan, serta pemanfaatan dana Zakat, Infaq, Shadaqah dan dana kedermawanan (ZISKA)," ujarnya.
Kedua, imbuh Sani, fungsi pelayanan. Lazismu harus siap untuk melayani masyarakat, baik tentang konsultasi perzakatan, penerimaan, penjemputan, maupun penyaluran dana ZISKA hingga pelaporannya.
"Yang ketiga yakni fungsi pemberdayaan harus dilakukan sesuai aturan zakat. Program pemberdayaan harus dibuat sebaik mungkin mempertimbangkan kondisi masyarakat dan dilaksanakan berdasar data yang valid, sesuai hasil kajian di lapangan. Tiga fungsi tersebut mutlak harus kami jalankan selaku Amil," terangnya.
Senada dengan itu Pejabat Sementara (Pjs) Ketua Badan Pengurus Lazismu Wilayah Kalimantan Selatan, Prof. Dr. H. Sarbaini, M.Pd. juga menyampaikan hal yang melatarbelakangi perpindahan kantor dari kantor lama ke kantor baru, yaitu semakin dinamisnya pergerakan Lazismu di Kalimantan Selatan.
"Adanya kantor baru ini bisa dikatakan sebagai langkah untuk menjawab dinamika serta kreativitas yang tinggi dari para eksekutif di Lazismu Wilayah. Selain itu didukung pula keaktifan banyak Lazismu di daerah maka dari itu perlunya kantor yang representatif di tingkat wilayah sebagai kanal untuk memenuhi target pencapaian yang ada," jelasnya.
Sementara itu, Drs. H. Tajuddin Noor, S.H., M.H., selaku Ketua PWM Kalimantan Selatan menyampaikan rasa syukur atas diresmikannya kantor Lazismu Wilayah Kalimantan Selatan yang baru ini.
"Saya sangat bersyukur atas peresmian kantor Lazismu Wilayah Kalimantan Selatan ini. Semoga dengan adanya kantor baru ini para pengurus Lazismu akan lebih giat lagi, baik itu menghimpun dana maupun menyalurkan kepada masyarakat yang memerlukan, apalagi sebentar lagi akan menghadapi bulan suci Ramadhan tentunya harus turun ke daerah-daerah," pungkasnya.
Peresmian Kantor Lazismu ditandai dengan pengguntingan pita oleh Ketua PWM Kalimantan Selatan didampingi para pengurus Lazismu Wilayah Kalimantan Selatan, dilanjutkan dengan ramah tamah dan melihat langsung isi kantor yang telah siap untuk dipergunakan.
Lazismu Wilayah Kalimantan Selatan dibentuk oleh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Kalimantan Selatan melalui rapat pembentukan yang dilaksanakan pada hari Selasa, tanggal 7 Agustus 2012 bertepatan dengan 19 Ramadhan 1433 H. Kini, Lazismu Wilayah Kalimantan Selatan telah memiliki kantor di berbagai kota/kabupaten serta ditunjang dengan Kantor Layanan yang tersebar di Kalimantan Selatan.
Reporter: MDN/Yusuf

BANYUMAS - Lazismu Banyumas berikan bantuan biaya pendidikan kepada siswa kurang mampu melalui salah satu program pendidikannya yaitu Beasiswa Kuncup Mentari.
Pada hari Kamis (18/03/2021) bantuan ini diberikan kepada para siswa SMP Muhammadiyah Purwojati sejumlah 10 anak dengan diwakili pihak sekolah di Kantor Lazismu Banyumas.
Bantuan senilai Rp. 300.000,- untuk setiap anak tersebut digunakan untuk membantu menutup biaya semester atau SPP mereka.
Yeni, Kepala Tata Usaha (TU) SMP Muhammadiyah Purwojati langsung menerima bantuan ini di kantor Lazismu Banyumas yang bertempat di Gedung Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Banyumas Jl. Dr. Angka No. 1 Purwokerto Timur.
Pemberian bantuan ini sudah kedua kalinya diberikan oleh Lazismu Banyumas kepada siswa SMP Muhammadiyah Purwojati. Untuk pemberian bantuan selanjutnya akan langsung di serahkan kepada Kantor Layanan (KL) Lazismu Purwojati.
Salah satu faktor yang akhirnya membuat Lazismu Banyumas memberikan bantuan biaya pendidikan ini adalah faktor ekonomi, dimana para siswa ini merupakan siswa yang tergolong kurang mampu dalam segi ekonomi. Semangat mereka dalam menempuh pendidikan juga menjadi faktor penting, mereka adalah generasi baru yang dikemudian hari akan ikut andil dalam kemajuan bangsa.
Selain program Basiswa Kuncup Mentari untuk tingkat SMP/MTs, ada banyak program terkait bantuan pendidikan ini yang diberikan oleh Lazismu Banyumas. Mulai dari tingkat Paud, TK, SD/MI dengan program Beasiswa Tunas Mentari kemudian SMA/SMK/MA dengan Beasiswa Mekar Mentari. Pada tingkat pendidikan tinggi ada dua program Beastudi Sang Surya untuk S1 dan S2
Dengan pengelolaan dana zakat infak ataupun shodaqoh secara profesional bantuan dengan bentuk program pendidikan ini senantiasa konsisten dilakukan. Lazismu Banyumas membantu penerima beasiswa untuk terus bersemangat melanjutkan pendidikan sampai mereka lulus dan mengejar cita–cita mereka.
Reporter: Tansah/Yusuf

