

Bantuan sumur bor dan peralatan pendukung pun diserahkan pada Sabtu (30/07) di panti asuhan yang berada di Geurugok, Kecamatan Ganda Pura, Kabupaten Bireuen ini. Fajar Ardiansyah selaku Ketua Badan Pengurus Lazismu Kabupaten Bireuen menyebutkan, bantuan berupa sumur bor ini diserahkan secara langsung kepada pengelola panti asuhan.
Fajar menerangkan, panti asuhan tersebut merupakan milik persyarikatan Muhammadiyah. Mayoritas penghuninya adalah santri dan santriwati dari kalangan yatim serta dhuafa. Ia pun menuturkan, keadaan orang tua penghuni panti yang rata-rata berada di bawah dari sisi ekonomi ini menjadi dasar bagi Lazismu untuk memberikan bantuan. "Berdasarkan hal ini Lazismu memilih panti tersebut untuk memberikan bantuan sumur bor," terangnya.
Jika kemarau tiba, lanjut Fajar, air yang dipakai oleh para santri pun tidak dapat mencukupi "Karena sulit diperoleh disebabkan struktur tanah berkarang yang menyebabkan air tanah sulit ditemui. Santri harus mendapatkan air dengan jarak yang jauh ke tempat lain ataupun menumpang mandi di masjid terdekat," ungkapnya.
Fajar menambahkan, penghimpunan donasi untuk sumur bor dilakukan dengan menggandeng pihak kitabisa. Kini para santri pun tak perlu khawatir saat menghadapi musim kemarau. "Donasi sumur ini hasil kerjasama Lazismu Bireuen dengan pihak kitabisa.com. InsyaAllah Lazismu akan terus menyalurkan program sumur bor ini ke daerah yang sulit air. Alhamdulillah semua berjalan lancar dan santri bisa tersenyum bahagia jika musim kemarau," ujarnya.
Jafaruddin, salah satu pengurus Panti Asuhan Yatim Muhammadiyah Gandapura mengucapkan rasa syukur dan terima kasih atas bantuan sumur bor ini. "Alhamdulillah kami sudah menerima bantuan berupa sumur bor dan juga mesin air. Alhamdulillah ada kran untuk wudhu anak-anak kita semua, kami terima dari Lazismu Kabupaten Bireuen. Kami dari keluarga besar Panti Asuhan Anak Yatim Muhammadiyah Gandapura, Kabupaten Bireuen mengucapkan ribuan terima kasih dan juga doa kami kepada muhsinin, semoga Allah SWT membalas kebaikan kaum muhsinin dengan kebaikan yang lebih baik dan mulia," tutupnya.
[PR Lazismu PP Muhammadiyah/Fajar Ardiansyah]

Kegiatan ini dihadiri oleh H. Ikhsan Intizam selaku Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kendal, Taufiq Husain selaku Ketua Majelis Pembina Kesehatan Umum (MPKU) Muhammadiyah Kendal, H. Sutiyono selaku Ketua Badan Pengurus Lazismu Kabupaten Kendal. Para peserta kegiatan adalah 50 pengemudi ambulans aktif yang bertugas di wilayah Patean, Sukorejo, Pageruyung, Kendal Kota, Boja, dan Rowosari. Acara ini dilaksanakan pada Sabtu hingga Ahad (30-31/07).
Ketua Badan Pengurus Lazismu Kabupaten Kendal, H.Sutiyono dalam sambutannya pada pembukaan acara menyampaikan bahwa peran ambulans adalah dakwah bil hal yang terasa betul manfaaatnya. "Masyarakat bukan hanya terbantu baik akses menuju ke fasilitas kesehatan akan tetapi lebih kepada membawa nama besar persyarikatan melalui sikap, tindak tanduk, dan pelayanan yang di berikan oleh para driver," ungkapnya.
Pembicara sesi kedua, H. Ikhsan Intizam mengingatkan para pengemudi ambulans agar selalu menjaga adab saat membawa ambulans. Ia juga menanamkan prinsip keislaman dan kemuhammadiyahan. "Agar senantiasa menjaga adab dan sikap saat membawakan ambulan," tegasnya.
Sementara itu, Ketua MPKU Muhammadiyah Kendal, H. Sutiyono saat memaparkan materi ketiga juga menjelaskan, kehadiran layanan ambulans ini tanpa memandang suku, agama, dan ras. Ia pun menyampaikan pesan kepada Lazismu agar senantiasa berperan lebih aktif lagi dalam kegiatan-kegiatan yang bersifat kemanusiaan. "Transformasi ambulans bukan hanya sekedar membawa nama besar persyarikatan akan tetapi bagaimana Muhammadiyah hadir di tengah-tengah masyarakat tanpa memandang suku, agama, dan ras," terangnya.
Manajer Lazismu Kabupaten Kendal, Suprapto yang juga turut menyampaikan materi keempat menekankan pentingnya sinergi dan inovasi. Ia juga menyampaikan bahwa dengan adanya program ZISCardMu yang diluncurkan beberapa waktu lalu, para pengemudi ambulans pun dapat merasakan manfaatnya. "Sinergi dan inovasi itu penting sebab tidak bisa otonom ini berjalan sendiri-sendiri. Program Lazismu tentang ZISCardMu fungsi dan manfaat bisa dirasakan oleh para driver," ujarnya.
Acara ini ditutup dengan kegiatan outbond yang mencerahkan. Harapannya, para pengemudi ambulans ini selalu bahagia dan fokus mengambil peran dalam hidup bermasyarakat. Ambulan sebagai syiar dakwah Muhammadiyah di garda terdepan tidak dapat dipandang sebelah mata. Dalam urusan kedaruratan, ambulans inilah yang siap siaga mengantar pasien ke rumah sakit terdekat. Peran ini ditangkap oleh Lazismu Kabupaten Kendal sebagai salah satu program yang digalakkan.
[PR Lazismu PP Muhammadiyah]

Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis oleh Wakil Ketua Badan Pengurus Lazismu Kota Banjarbaru, Muhammad Ikhsan kepada Hasanul Basri selaku Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Banjarbaru. Acara ini dirangkai pula dengan Tabligh Akbar Warga Muhammadiyah se-Kalimantan Selatan yang disampaikan oleh Sekretaris Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Abdul Mu'ti. Turut berhadir Gubernur Kalimantan Selatan periode 2005-2015 Rudy Ariffin, Walikota Banjarbaru Aditya Mufti Ariffin, jajaran Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Kalimantan Selatan, serta tamu undangan di PPM MBS Banjarbaru yang berada di Kompleks Perkantoran Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, Kecamatan Cempaka, Kota Banjarbaru.
Wakil Ketua Badan Pengurus Lazismu Kota Banjarbaru, Muhammad Ikhsan menyampaikan bahwa penyerahan bantuan ini sebagai bentuk dukungan dari Lazismu dalam pembangunan salah satu Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) bidang pendidikan di Kota Banjarbaru. "Melalui penyerahan bantuan ini menegaskan bahwa Lazismu mendukung pembangunan MBS Banjarbaru, dengan bantuan berupa pembuatan sumur bor," ungkapnya.
Ikhsan kemudian menambahkan, bantuan senilai lima puluh juta rupiah ini akan sesegera mungkin dikerjakan. Bantuan sumur bor ini akan menjadi sumber air bagi kelangsungan berbagai kegiatan PPM MBS Banjarbaru tersebut. "Nilai proyek diperkirakan lima puluh juta tersebut nantinya tentu menjadi sumber air di pondok dalam waktu dekat akan mulai dikerjakan," tambahnya.
Bantuan ini pun disambut baik oleh Ketua PDM Kota Banjarbaru, Hasanul Basri. Ia mengungkapkan, sumber air menjadi salah satu kendala dalam pembangunan PPM MBS Banjarbaru ini. Namun pihak Lazismu Kota Banjarbaru jeli dalam melihat permasalahan dan langsung memberikan bantuan pembangunan sumur bor. "Memang di awal ketika melihat lokasi air menjadi salah satu kendala. Alhamdulillah Lazismu sangat jeli melihat dengan langsung memberikan bantuan untuk pembangunan sumur bor," ungkapnya.
Selain bantuan pembangunan sumur bor, saat ini juga Lazismu Kota Banjarbaru juga sudah memberikan bantuan pendidikan hingga lulus berupa Beasiswa Mentari kepada enam orang santri. Dukungan untuk PPM MBS Banjarbaru juga diberikan oleh Lazismu lainnya yang ada di Kalimantan Selatan, seperti Lazismu Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Kantor Layanan (KL) Lazismu Al Ummah Banjarmasin, dan KL Lazismu Al Jihad Banjarmasin. Kegiatan belajar mengajar di PPM MBS Banjarbaru telah berjalan selama tiga tahun terakhir dengan jumlah santri saat ini berjumlah 75 orang. Sementara ini, para santri menempati Kampus I dan II yang berlokasi di ruko yang berada di Jalan Trikora Banjarbaru. Pihak PPM MBS Banjarbaru juga membuka lelang bagi para muzakki yang ingin terlibat dalam proses pembangunannya.
[PR Lazismu PP Muhammadiyah/Muhammad Nashir]

Penyerahan Beasiswa Mentari ini dilakukan secara sederhana di salah satu ruangan sekolah yang beralamat di Gang Kenari, Jalan Kampung Melayu Darat, Kecamatan Banjarmasin Tengah, Kota Banjarmasin pada Rabu (20/07). Selain dihadiri oleh para siswa penerima manfaat, penyerahan ini juga dihadiri oleh pihak SMP Muhammadiyah Kota Banjarmasin dan amil KL Lazismu Al Far'u. Masing-masing siswa mendapatkan bantuan sebanyak satu juta seratus ribu rupiah.
Muhammad Nazli, Staf Penghimpunan KL Lazismu Al Far'u 8 menerangkan, sebelumnya pihaknya mendengar kabar melalui pihak sekolah bahwa ada beberapa siswa yang tidak bisa melanjutkan pendidikan karena tidak memiliki biaya. "Kami awalnya mendengar kalau ada beberapa siswa yang mau putus sekolah dikarenakan tidak adanya biaya pendidikan untuk memenuhi keperluan sekolah seperti pakaian sekolah, uang pendaftaran, dan lain-lain. Maka dari itu kami berusaha meringankan beban mereka melalui program Beasiswa Mentari ini," ungkapnya.
Nazli pun menambahkan, dukungan para donatur sangat diharapkan agar program seperti ini dapat terus terlaksana. "Mudah-mudahan program ini dapat terus berjalan, tentunya dengan dukungan para donatur dengan menginfakkan sebagian hartanya. Kami berkomitmen dalam menyalurkan dengan amanah sesuai dengan ketentuan yang berlaku," imbuhnya.
Bendahara SMP Muhammadiyah 2 Kota Banjarmasin, Wahyudinnor menyampaikan rasa syukur atas bantuan yang diberikan Lazismu kepada lima orang siswanya ini. "Kami bersyukur atas bantuan yang diberikan kepada siswa kami yang kesulitan dalam pembayaran uang sekolah dengan total bantuan senilai lima juta lima ratus untuk lima orang siswa dengan masing-masing dibantu satu juta seratus," terangnya.
Wahyudinnor melanjutkan, bantuan yang diberikan sangat bermanfaat agar siswa tersebut tetap bisa melanjutkan pendidikan. "Mudah-mudahan bermanfaat untuk yang menerima dan tetap bisa melanjutkan jenjang pendidikan anak tersebut. Secara pribadi saya berharap nantinya tidak ada lagi anak yang putus sekolah dikarenakan tidak adanya biaya," tutupnya.
[PR Lazismu PP Muhammadiyah/Muhammad Nashir]

PWIPM Lampung mengusung konsep cinta lingkungan dalam acara Malam Resepsi Milad ke-61 yang bertemakan "Arus Utama Pelajar Indonesia" ini. Konsep tersebut diwujudkan dalam pembuatan latar panggung resepsi yang menggunakan bahan dari barang-barang bekas. Ketua Umum PW IPM Lampung, Salman Rifqi Saputra menuturkan, pihaknya pun ingin mengurangi penggunaan sampah. "Melalui acara seperti ini, IPM ingin mengurangi penggunaan sampah yang sulit diurai," terangnya.
Sementara itu, Sekretaris PWM Lampung, Sudarman dalam sambutannya menyampaikan bahwa ada empat ciri arus utama pelajar Indonesia. "Ada empat sifat. Pertama murni aqidahnya. Artinya terbebas dari takhayul, bid'ah, dan khurafat. Kedua, sehat jasmani dan rohani. Ketiga, cerdas dan terampil, dan yang terkahir bertaqwa di mana pun berada," ujarnya.
Selain menjadi momen bersatunya seluruh anggota dan alumni IPM se-Lampung, ada pula penampilan seni dan penganugerahan Beasiswa Mentari untuk siswa berprestasi dari Lazismu Wilayah Lampung. Penerima beasiswa tersebut adalah pelajar terpilih dari Pimpinan Daerah (PD) IPM se-Lampung. Nama-nama peraih beasiswa adalah Reza Prayoga dari PD IPM Tanggamus, Winarto dari PD IPM Lampung Timur, Tyara Agustin dari PD IPM Tulang Bawang Barat, dan Alvia Cantika dari PD IPM Lampung Selatan.
Tyara Agustin, salah satu penerima beasiswa menyampaikan ucapan terima kasih atas beasiswa yang diterimanya. "Terima kasih sekali untuk beasiswanya. Sebenarnya tidak menyangka saya bisa mendapatkan beasiswa ini," ungkapnya.
Senada dengan Tyara, Winarto yang berasal dari PD IPM Lampung Timur juga sangat bersyukur dengan Beasiswa Mentari yang diberikan oleh Lazismu ini. "Saya sangat bersyukur bisa jadi penerima beasiswa ini. Ini pertama kalinya saya dapat beasiswa dan ternyata Lazismu jadi jalan saya," tambahnya.
Sementara itu, Staf Program Lazismu Wilayah Lampung, Nadya HN berharap agar penyaluran beasiswa ini dapat mendorong semangat para pelajar yang menerimanya. "Beasiswa ini diberikan kepada kader IPM yang keren-keren, mereka ini ada yang tukang ngarit, tapi tetap giat ber-IPM. Beasiswa ini mendorong pelajar tetap giat belajar dan beroganisasi. Semoga hadirnya Beasiswa Mentari dapat mendorong pelajar-pelajar terus semangat meraih cita-cita mereka," pungkasnya.
[PR Lazismu PP Muhammadiyah/Jeni Rahmawati]

Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Kalimantan Selatan, Tajuddin Noor dalam sambutannya mengapreasiasi pelaksanaan dan tekad PDM Banjarbaru dalam membangun MBS. "Kami dari PWM Kalimantan Selatan sangat mengapresiasi atas tekad PDM Banjarbaru dalam membangun Pondok Pesantren ini, apalagi dihadiri langsung oleh Sekretaris Umum PP Muhammadiyah yang akan menyampaikan tabligh akbar untuk kita semua," ujarnya.
Tajuddin menambahkan, dalam kesempatan ini pihaknya juga ucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada Rudy Ariffin, Gubernur Kalimantan Selatan periode 2005-2015 yang telah mewakafkan tanah kepada Muhammadiyah untuk pembangunan kompleks PPM MBS Banjarbaru ini. "Kepada Bapak Drs. H. Rudy Ariffin kami ucapkan terima kasih atas wakaf tanah seluas 6,5 hektar yang nantinya akan dibangunkan komplek PPM MBS Banjarbaru, selain itu juga akan turut membangunkan Masjid Hajjah Hayatun Fardah," tambahnya.
Walikota Banjarbaru, Aditya Mufti Ariffin dalam sambutanya mengapreasiasi Muhammadiyah untuk membangun MBS di Kota Banjarbaru. Menurutnya, upaya ini merupakan bentuk pembangunan jiwa manusia melalui pendidikan. "Kami mengapreasiasi kepada Muhammadiyah untuk membangun MBS di Kota Banjarbaru sekaligus hal tersebut merupakan bentuk pelaksanaan membangun jiwa yang tertuang dalam lagu Indonesia Raya yang artinya Muhammadiyah telah melakukan itu dengan membangun pendidikan," ungkapnya.
Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Abdul Mu'ti dalam tabligh akbar mengutip Al-Qur'an surah Al-Mujadalah ayat 11. Ia menekankan, pendidikan memiliki peranan penting dalam sebuah bangsa. "Suatu bangsa akan maju, terhormat, punya derajat yang tinggi kalau bangsa itu beriman dan berilmu. Bapak ibu perhatikan, banyak orang biasa 'from zero to hero' itu karena pendidikan," tegasnya.
Abdul Mu'ti pun berharap agar melalui PPM MBS Banjarbaru ini akan terwujud generasi terbaik penerus perjuangan bangsa. "Mudah-mudahan ini bisa menjadi sekolah, menjadi ma'had yang mendidik putra putri kita ini menjadi qurrota a'yun, menjadi generasi yang terbaik yang akan melanjutkan perjuangan kita. Mudah-mudahan ke depan dengan dukungan kita semua juga, insyaAllah kita bisa mendidik generasi yang hebat, yang nanti memajukan umat dan bangsa, dan insyaAllah menjadi pemimpin bagi bangsa dan negara kita," harapnya.
Dalam perjalanannya, PPM MBS Banjarbaru juga mendapatkan dukungan oleh Lazismu yang ada di Kalimantan Selatan, seperti Lazismu Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Kantor Layanan (KL) Lazismu Al Ummah Banjarmasin, KL Lazismu Al Jihad Banjarmasin, dan Lazismu Kota Banjarbaru sendiri. Manajer Lazismu Kota Banjarbaru, Tito Dwi Wirawan turut menyampaikan dukungan pihaknya kepada PPM MBS Banjarbaru. "Kami terus berupaya untuk mendukung MBS Lazismu. Saat ini ada enam santri yang mendapat bantuan pendidikan hingga lulus melalui program Beasiswa Mentari, beberapa di antaranya ada anak yang mualaf," ujarnya.
Penyerahan wakaf ditandai dengan peletakan batu pertama pembangunan Masjid Hajjah Hayatun Fardah PPM MBS Banjarbaru oleh Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Walikota Banjarbaru, Ketua PWM Kalimantan Selatan, dan Ketua PDM Banjarbaru. Masjid ini mengambil nama dari almarhumah istri Gubernur Kalimantan Selatan periode 2005-2015 Rudy Ariffin atau ibunda dari Walikota Banjarbaru Aditya Mufti Ariffin. Pihak PPM MBS Banjarbaru juga membuka lelang bagi para muzakki yang ingin terlibat dalam proses pembangunannya. Selain itu, Lazismu Kota Banjarbaru juga menyerahkan bantuan pembangunan sumur bor senilai lima puluh juta rupiah untuk mendukung pembangunan PPM MBS ini.
[PR Lazismu PP Muhammadiyah/Muhammad Nashir]

