

Bertempat di Balai Desa Puron Bulu, kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian Aisyiyah kepada anak-anak berkebutuhan khusus. Hadir pada acara tersebut di antaranya Kepala Desa Puron, Ketua Pimpian Daerah Aisyiyah (PDA) Sukoharjo, Pengurus Lazismu Kabupaten Sukoharjo, Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) Bulu, serta Ketua Sanggar Inklusi Bulu.
Endang selaku Ketua Majelis Tabligh Aisyiyah yang turut hadir pada kesempatan tersebut mengungkapkan, kegiatan ini adalah bentuk kepedulian pihaknya terhadap anak-anak berkebutuhan khusus. "Kegiatan ini merupakan sebagai bentuk kepedulian kami Aisyiyah kepada anak-anak yang memiliki kebutuhan khusus. Mungkin tidak seberapa tapi semoga bermanfaat," ungkapnya.
Kegiatan tersebut juga diisi dengan sosialisasi parenting dari Aisyiyah serta pembagian bingkisan Ramadhan oleh Lazismu. Siti Solikah, Ketua PDA Sukoharjo mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan tersebut.
"Saya sangat mengapresiasi kepada ibu-ibu Aisyiyah yang sudah melaksanakan program bersama Sanggar Inklusi ini. Mungkin tidak seberapa apa yang kami berikan tetapi semoga bisa bermanfaat," ucapnya dalam sambutan.
Selain itu Wahyu Riyanto, Kepala Desa Puron mengucapkan terima kasih atas adanya kegiatan tersebut. Acara diakhiri dengan penyerahan 66 paket bingkisan Ramadhan kepada anggota Sanggar Inklusi Bulu.
[PR Lazismu PP Muhammadiyah/Yusuf Yanuri]

Sekretaris Badan Pengurus Lazismu Wilayah Kalimantan Selatan, Rahmidi yang turut serta dalam kegiatan penyaluran tersebut menyampaikan rasa syukur atas dipercayanya Lazismu Wilayah Kalimantan Selatan dalam menyalurkan bantuan ini. "Alhamdulillah kami turut dipercaya dalam penyaluran bantuan ini. Untuk lokasi sendiri ada tiga kabupaten/kota yang menjadi titik penyaluran, yaitu Banjarbaru, Hulu Sungai Tengah, dan Barito Kuala. Khusus Barito Kuala ada dua lokasi yaitu Belawang dan Karang Indah, jadi total ada empat titik," ujarnya.
Rahmidi juga berharap agar para penerima manfaat bisa memanfaatkan bantuan yang disalurkan dengan sebaik mungkin. "Untuk masing-masing titik penyaluran mendapatkan 25 paket bantuan, baik itu Mushaf Al-Qur'an maupun Bingkisan Ramadhan, mudah-mudahan bisa dimanfaatkan sebaik mungkin," harapnya.
Salah seorang warga di Desa Parimata yang mendapatkan bantuan yaitu Masrani menyampaikan terima kasih atas bantuan yang diberikan. "Terima kasih banyak kepada Lazismu dan BPKH yang telah berkenan membantu kami. "mudahan-mudahan seluruh pihak yang terlibat dengan program ini dapat balasan amal saleh dan tercatat sebagai amal jariyah," ucapnya.
Lazismu melalui kantor-kantornya yang tersebar di seluruh Indonesia turut menyalurkan sebanyak 3.750 mushaf Al-Qur'an dan Bingkisan Ramadhan sebanyak 2.750 dari BPKH. Penyaluran ini dilakukan ke 23 provinsi yang ada di Indonesia. Di Kecamatan Belawang sendiri, untuk penerima manfaat Bingkisan Ramadhan 1443 H adalah para dhuafa, sementara santri-santri Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPA) di masjid menerima bantuan Mushaf Al-Qur'an.
[PR Lazismu PP Muhammadiyah/Muhammad Nashir]

Masjid Tangguh merupakan program Ramadhan 1443 H yang termasuk dalam Pilar Sosial Dakwah Lazismu. Bentuk dari program ini bantuan kepada masjid dalam rangka pencegahan penularan Covid-19, menambah perlengkapan sarana ibadah untuk jamaah, dan meningkatkan kesadaran hidup bersih dan sehat di lingkungan masjid.
Kegiatan yang menyasar desa terjauh di Kecamatan Aranio tersebut melibatkan para kader muda Muhammadiyah. Untuk menuju ke desa tersebut, para kader muda harus menaiki perahu bermesin terlebih dahulu dengan waktu tempuh kurang lebih dua jam perjalanan dari pelabuhan yang berada di Tiwingan. Masjid tersebut dipilih karena berada di kawasan yang sulit dicapai, sehingga sangat membutuhkan bantuan.
Ketua PDPM Kabupaten Banjar, Hasmi Ridho menyampaikan bahwa penyerahan paket alat kebersihan tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya untuk mendukung masjid menjadi bersih. "Penyerahan ini untuk mendukung kebersihan masjid guna kenyamanan para jamaah dalam beribadah," terangnya.
Hasmi menambahkan, penyerahan paket alat kebersihan ini dibarengi dengan pelaksanaan kegiatan Safari Ramadhan Pemuda Muhammadiyah. "Kami mengirimkan ustadz Muhammad Fikri selaku Wakil Ketua Bidang Dakwah dan Pengkajian Keislaman serta Ustad Firman Hadi selaku Sekretaris PWPM Kalsel untuk bermalam dan berceramah di sana dalam rangka Safari Ramadhan, ditambah penyaluran program Masjid Tangguh dari Lazismu," tambahnya.
Sementara itu Muhammad Ramadhansyah, Staf Program Lazismu Kabupaten Banjar menyampaikan, program Masjid Tangguh di Kabupaten Banjar menyasar ada dua lokasi sebagai penerima manfaat. "Selain di Belangian menyerahkan paket alat kebersihan dan Al-Qur'an, di Martapura kami menyerahkan ke mushola Darul Arqam Indrasari berupa pengeras suara pada awal Ramadhan lalu," pungkasnya.
[PR Lazismu PP Muhammadiyah/Muhammad Nashir]

Kegiatan pemakaian baju baru untuk berlebaran ini berlangsung di Balai K.H. Ahmad Dahlan pada Rabu (27/04). Balai ini merupakan sumbangsih Muhammadiyah yang dibangun oleh Lazismu dan MDMC dua tahun silam. Ketua Badan Pengurus Lazismu Kota Lhokseumawe, Farhan Zuhri Baihaqi menegaskan, bantuan yang diberikan oleh pihaknya ini merupakan bentuk kebahagiaan yang diberikan dalam rangka menyambut lebaran.
"Kita mengantarkan kebahagiaan bagi saudara kita muslim Rohingya. Baju muslim serta sarana ibadah lainnya seperti mukena juga kita berikan untuk menyambut Hari Raya Idul Fitri 1443 H," tegas Farhan.
Farhan melanjutkan, selain bantuan baju lebaran dan mukena, Lazismu juga memberikan bantuan mushaf Al-Qur'an kepada pengungsi Rohingya. "Kita juga serahkan mushaf kepada mereka untuk dibaca dalam keseharian mereka. Apalagi kita sering mendengar audio yang sering diputar di kamp pengungsian yaitu bacaan Al-Qur'an," sambungnya.
Selain itu, Lazismu juga meresmikan sarana untuk berwudhu untuk memudahkan dalam beribadah. Sebelumnya, anak-anak muslim Rohingya juga mendapatkan pendidikan selama bulan Ramadhan yang diberikan oleh Lazismu. "Hari ini juga kita resmikan sarana wudhu untuk mereka di lokasi yang representatif untuk bisa digunakan berwudhu. Dalam beberapa saat yang lalu di dalam Ramadhan hingga kemarin kita masih aktif memberikan pendidikan Ramadhan kepada anak-anak muslim Rohingya," pungkas Farhan.
Puluhan muslim Rohingya tersebut berada di camp pengungsian Balai Latihan Kerja (BLK) Kandang Lhokseumawe. Mereka juga telah mendapatkan layanan kesehatan yang digelar oleh Tim Kesehatan Muhammadiyah yang terdiri dari Klinik Muhammadiyah Lhokseumawe dan MDMC dengan dukungan Lazismu Kota Lhokseumawe.
[PR Lazismu PP Muhammadiyah/Farhan Zuhri Baihaqi]

Acara yang dihadiri oleh PWM, PCIM, PDM, PCM, PRM se-Indonesia dan juga Majelis, Lembaga serta Organisasi Otonom ini dilaksanakan secara hybrid di Kantor Yogyakarta maupun di Masjid At Tanwir Kantor Jakarta PP Muhammadiyah.
Turut hadir dalam kesempatan kali ini, 13 Pimpinan Pusat Muhammadiyah baik secara luring maupun daring dari kediaman masing-masing.
Dalam tausiyah Idulfitri kali ini, Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir menyampaikan Halal Bihalal merupakan tradisi keagamaan yang baik.
"Baik luring atau daring, kita harus ambil makna terdalam silaturahim, yakni mempertautkan persaudaraan," ujar Haidar.
Pria asal Bandung itu menuturkan bahwa Silaturahim merupakan ajaran islam yang luhur.
"Bahkan Allah SWT memberikan penghargaan yang tinggi untuk silaturahim," ungkap Guru Besar Bidang Sosiologi tersebut.
"Silaturahim bukan hanya bertemu, akan tetapi merekatkan kembali yang terputus," lanjutnya.
Haedar berharap acara Halal Bihalal menjadi refleksi seluruh keluarga besar Muhammadiyah.
"Jadikan acara ini sebagai refleksi, untuk mengamalkan Ibadah Ramadhan dan Idulfitri dalam kehidupan sehari-hari," tutupnya.
(Fath/Tim Digital Fundraising)

Kepala KL Lazismu PCIM Sudan, Wahidin dalam sambutannya menyampaikan, acara ini berupaya untuk memberikan ruang kepada untuk mempelajari bisnis ataupun faktor x yang dapat meningkatkan bisnis yang kita lakukan, yaitu sedekah. "Bulan Ramadhan adalah bulan mulia, maka sayang jika menyia-nyiakan bulan ini dengan tidak memperbanyak amal ibadah kita. Maksimalkan ibadah kita, terlebih lagi dalam sholat, puasa, tilawah, dan sedekah," ujarnya saat mengawali pengajian yang berlangsung pada Jumat (15/04) ini.
Senada dengan Wahidin, Ketua PCIM Sudan, Ridwan Sarifuddin juga mendoakan kepada seluruh peserta agar tetap dalam keadaan sehat. Ia berharap agar apa yang disampaikan oleh pemateri benar-benar bisa diamalkan oleh para peserta, yaitu sedekah dan memaksimalkan amalan pada bulan suci Ramadhan karena ganjarannya berlipat ganda.
Duta Besar LBBP Republik Indonesia untuk Republik Sudan, Sunarko memaparkan, tema acara ini sangat relevan dengan perkembangan situasi saat ini. Menurutnya, Indonesia saat ini sebagai salah satu negara dengan bonus demografi yang artinya memiliki angkatan muda lebih banyak, sehingga dituntut untuk melakukan kegiatan positif terutama di dalam bidang bisnis.
"Luar biasa kaitannya antara pengembangan usaha dan sedekah, dua hal yang tentu saja tidak berbeda namun saling berkaitan satu sama lain. Pemerintah Indonesia saat ini mendorong kegiatan-kegiatan pengembangan usaha terutama bagi generasi muda untuk terus meningkatkan kewirausahaan yang pada akhirnya akan memberikan kebermanfaatan kepada semua elemen masyarakat," terang Sunarko.
Pembicara utama, Nurhayati Subakat selaku Komisaris Utama dari PT Paragon Technology and Innovation yang mengelola merek kosmetik Wardah dalam materinya menyampaikan, ia memiliki lima nilai yang di terapkan oleh perusahaannya, yaitu Ketuhanan, Kepedulian (hidup bermanfaat untuk orang lain), Kerendahan hati, Ketangguhan, dan Inovasi. Nilai inilah yang terus ditumbuhkan, bahkan ketika masa-masa awal usahanya berdiri.
Nurhayati menceritakan, tahun 1990 Paragon terkena musibah karena terbakar. Tahun itu ia merasakan faktor kepedulian karena masih memikirkan karyawan. Faktor ini yang membuat semangatnya tumbuh, ada banyak pertolongan Allah saat itu seperti ada teman yang meminjam rumahnya untuk produksi, bantuan dari pihak pemasok, dan ada bantuan pinjaman kredit dari pihak bank. Selain itu, ketajaman menangkap peluang sangat diperlukan juga dalam membangun bisnis serta memprediksi tren yang akan berkembang dan menciptakan teknologi baru. Di samping itu inovasi tanpa henti dan memberikan solusi juga dilakukan untuk memberikan pelayanan terbaik bagi pelanggan.
Sebagai penutup, Nurhayati mengutip pesan dari putranya, Harman Subakat yaitu "Bukan tumbuh dulu baru bermanfaat, tapi karena ingin bermanfaat maka kita akan tumbuh". Acara ini dilengkapi dengan tanya jawab dari para peserta kemudian diakhiri dengan foto bersama.
[PR Lazismu PP Muhammadiyah/Dimas]

