

Mahsunah Syakir saat penyerahan secara simbolis kepada pemulung pada Ahad (24/04) menyatakan rasa syukurnya atas kerja sama yang dijalin oleh kedua belah pihak. "Lazismu bersyukur atas kerja sama ini karena betul-betul mampu menyentuh masyarakat atau mustahik yang menjadi sasaran program pemberdayaan binaan dan dampingan MPM PP Muhammadiyah," ujarnya.
Ia pun berharap agar bingkisan yang diberikan ini dapat menghadirkan kebahagiaan bagi para mustahik. "Penyerahan secara simbolik itu bukan hanya sampai kepada sekedar symbol, tetapi sesuai dengan harapan agar mustahik merasakan kebahagiaan di hari-hari akhir Ramadhan," harapnya.
Menurutnya, kegiatan ta'awun semacam ini sangat penting sebagai sapaan dan perekat hubungan antara subyek dan obyek. Hal ini akan memperlancar pelaksanaan program pemberdayaan yang dalam jangka panjang akan mendorong para penerima manfaat untuk keluar dari kemiskinan dan berubah dari mustahik menjadi muzakki.
Sementara itu, Bachtiar Dwi Kurniawan, Sekretaris MPM PP Muhammadiyah menjelaskan, pemulung menjadi komunitas yang mendapatkan perhatian dari Muhammadiyah. "MPM mendampingi pemulung mulai dari pengorganisasian, pendampingan pola hidup bersih dan sehat, memfasilitasi jaringan sanitasi dan air bersih kepada 400-an lebih pemulung di TPST yang menjadi anggota kelompok dampingan MPM selama ini," jelasnya.
Bachtiar menambahkan, Ramadhan 1443 H ini dipergunakan sebagai momen untuk berbagi bersama Lazismu melalui penyaluran paket Bingkisan Ramadhan yang berisi sembako seperti beras, minyak goreng, tepung mocaf, roti, dan lain-lain ini. "Pada hari ini, momen Ramadhan MPM bersama Lazismu berbagi Bingkisan Ramadhan sebagai tali asih, berbagi kepedulian dengan menyalurkan bingkisan Ramadhan. Berbagi Bingkisan Ramadhan sudah menjadi agenda rutin MPM bersama Lazismu kepada pemulung di TPST Piyungan," pungkasnya.
Bingkisan Ramadhan kali ini diterima oleh perwakilan kelompok binaan yang terdiri dari kelompok pemulung MARDIKO (Makaryo Adi Ngayogyokarto), perwakilan anggota Asongan Surya Mandiri, perwakilan anggota Difable Ngaglik Sleman, anggota kelompok IKM Pusaka Mulya Kokap Kulonprogo, dan perwakilan tukang becak Jalan Ahmad Dahlan. Ke depannya diharapkan agar bantuan serupa dapat menyasar lebih banyak penerima manfaat.
[PR Lazismu PP Muhammadiyah]

Pimpinan Lingga Cargo menjelaskan pada Rabu (27/04), santunan tersebut merupakan zakat perusahaan yang akan disalurkan di sekitar kantor Lingga Cargo. "Alhamdulillah ini adalah zakat perusahaan Lingga Cargo yang tentunya dari zakat tersebut disalurkan kepada masyarakat tidak mampu yang berada di sekitar kantor Lingga Cargo," jelasnya.
Ia pun berharap, santunan tersebut bisa memberikan kebahagian kepada mereka yang membutuhkan saat menyambut Hari Raya Idul Fitri. "Semoga ini bisa memberikan kebahagian kepada mereka saat mereka menyambut Hari Raya Idul Fitri 1443 H," tutupnya.
Novis Nazar, warga RW.05 Sidomulyo Timur mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan kepada warganya. "Alhamdulillah kami sangat berterima kasih kepada Lingga Cargo dan Lazismu Pekanbaru yang telah memberikan bantuannya kepada warga kami ini," ucapnya.
Sementara itu, Agung Pramuryantyo selaku Manajer Lazismu Kota Pekanbaru mengatakan, sebelum para mustahik menerima santunan, mereka terlebih dahulu harus menjalani survei. "Agar penyaluran tepat sasaran tentu sebelum menerima bantuan mereka terlebih dahulu kami survei apakah mereka termasuk asnaf yang berhak menerima dana zakat atau tidak," jelasnya.
Agung pun berharap kepada para penerima santunan agar mereka yang saat ini menjadi mustahik kelak bisa menjadi muzakki. "Kami berharap ke depannya semoga angka kemiskinan di lingkungan Masjid Nurul Ikhsan ini berkurang. Mungkin saat ini mereka termasuk kategori mustahik, semoga ke depannya mereka menjadi muzakki," tutupnya.
[PR Lazismu PP Muhammadiyah/Setiawan]

Adapun mushola yang menjadi penerima manfaat program ini adalah Mushola Aisyiyah dan Mushola Al Husna. Masjid Tangguh juga berada di bawah Pilar Sosial Dakwah Lazismu, yaitu program bantuan kepada masjid/mushola dalam rangka pencegahan penularan Covid-19, menambah perlengkapan sarana ibadah untuk jamaah, dan meningkatkan kesadaran hidup bersih dan sehat masjid.
Penyerahan bantuan dilakukan oleh Fikri Cahyadi selaku Kepala KL Lazismu Ash Shalihin pada Kamis-Jumat (21-22/04) kepada Humaidi, perwakilan takmir mushola yang disaksikan oleh para jamaah dan amil Lazismu. Bantuan ini diberikan kepada mushola tersebut berdasarkan pengajuan dari pengelola mushola yang juga melaporkan kondisi mushola yang saat menjalankan ibadah jamaah merasa kepanasan.
"Melalui takmir mushola kami mendengar bahwa mushola ini mengalami kekurangan sarana kipas angin. Akibatnya pada saat beribadah jamaah kadang merasa kepanasan," terang Fikri.
Fikri menyampaikan pula, program Masjid Tangguh ini adalah bagian dari program Ramadhan yang dijalankan Lazismu. "Masjid tangguh ini salah satu program yang kami laksanakan. Ada pula program Takjil Tangguh yang beberapa waktu lalu dilakukan di sekitar kantor," ungkapnya.
Sementara itu Humaidi, takmir Mushola Al Husna menyampaikan rasa syukur atas bantuan yang disalurkan oleh Muhammadiyah melalui Lazismu. "Alhamdulillah dengan adanya bantuan Muhammadiyah melalui Lazismu ini jamaah mushola menjadi lebih bersemangat dalam menjalankan ibadah, karena sebelumnya kondisi ruangan mushola pengap dan panas," ujarnya.
Humaidi melanjutkan, pihaknya mewakili jamaah juga mengucapkan terima kasih kepada Lazismu. "Kami mewakili jamaah mengucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada para donatur yang menyalurkan infak terbaiknya kepada Lazismu sehingga bisa dibantu melalui program Masjid Tangguh berupa dua buah kipas angin turbo," tutupnya.
[PR Lazismu PP Muhammadiyah/Muhammad Nashir]

Achmat Husen, Ketua Badan Pengurus Lazismu Kabupaten Pulang Pisau pada Sabtu (23/40) menyambut baik kerja sama ini dan mengucapkan terima kasih kepada YBM PLN UPDK Palangkaraya yang telah memberi kepercayaan kepada pihaknya dalam rangka menyalurkan sebagian dana zakat, infak, dan sedekah yang dihimpun pihak YBM. "Alhamdulillah selama ini YBM PLN juga rutin menyalurkan zakat karyawannya melalui Lazismu. Mudah-mudahan sinergi yang kita lakukan bersama ini dapat bernilai ibadah, dapat terus berlanjut untuk kegiatan-kegiatan berikutnya di masa mendatang," ujarnya.
Sementara itu Abdullah selaku pengurus YBM PLN UPDK Palangkaraya mengucapkan banyak terima kasih kepada Lazismu Kabupaten Pulang Pisau dan tim yang telah bersedia ikut membantu dalam memberikan penyaluran bantuan kepada warga yang membutuhkan di wilayah sekitar PLTU. "Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat serta keberkahan bagi penerima manfaat, terutama di bulan suci Ramadhan," ucapnya.
Abdullah berharap semoga kedepan kita dapat terus bersinergi untuk menyebarkan manfaat bagi masyarakat sekitar yang memerlukan. Tim YBM PLN dan relawan Lazismu turun langsung dengan membagikan sebanyak 75 paket kebutuhan bahan pokok seperti beras, minyak goreng, gula, teh, tepung, sirup, mie instan, dan lainnya kepada para mustahik yang telah masuk dalam daftar penerima manfaat Lazismu Kabupaten Pulang Pisau.
Pada bulan Ramadhan 1443 H kali ini Lazismu Kabupaten Pulang Pisau mengusung empat program unggulan, di antaranya yaitu Takjil Tangguh, Ramadhan for New Normal, Ramadhan Ceria, dan Guru Tangguh. Untuk pelaksanaan program, Lazismu Kabupaten Pulang Pisau melibatkan mitra dari MLO (majelis, lembaga, dan organisasi otonom), para relawan Muhammadiyah, takmir masjid, dan juga beberapa mitra eksternal.
[PR Lazismu PP Muhammadiyah/Bonni]

Lazismu yang terdiri dari Falhan Nian Akbar dan Nazhori Author selaku amil yang ditemani oleh Yusuf dan Jon dari Sarank Adventur yang juga sebagai mitra kolaborasi program Masjid Tangguh, Ramadan 1443 H, memutuskan perjalanan malam itu Selasa (26/04) lokasi pertama yang dituju adalah Dusun Bojongkoneng. Semuanya melebur dalam satu Tim Masjid Tangguh sebagai ekspedisi perdana pasca-pandemi yang menyita waktu lama untuk bisa beraksi kembali dalam misi kemanusiaan.
Dua armada offroad berlalu meninggalkan kawasan sentul, pukul 19.30 WIB, dan mulai menyusuri jalan yang hanya bisa dilalui oleh satu mobil. Yusuf yang memandu perjalanan tahu persis medan yang dilalui mengingat jalan menanjak dan menurun. Perlu siasat agar manuver mobil tetap prima melaju di jalan yang tak biasa.
Hingga tiba waktunya, dusun Bojongkeneng dapat dijangkau pukul 20.05 WIB. Ada satu mushola yang menjadi target Masjid Tangguh di Kampung Cibingbim. Mushola kampung yang tak memliki pengeras suara sama sekali. Menurut salah seorang takmir mushola, sudah menjadi kebiasaan turun menurun mushola ini tak menggunakan pengeras suara.
Karena itu menurut Falhan, mushola ini mendapat bantuan program masjid tangguh tak dilengkapi dengan pengeras suara. Hanya jam dinding digital, karpet, Al-Qur'an, cairan pembersih untuk lantai, handsanitizer, masker dan minyak goreng. Selain itu, Lazismu juga memberikan makanan siap saji berupa rendangmu.
Alhamdulillah masyarakat untuk menerima bantuan ini sangat antusias. Bejo salah seorang perwakilan jamaah mengucapkan terima kasih kepada Lazismu dan donatur yang telah mengeluarkan sebagian rejekinya untuk membantu mushola warga di kampung ini.
Dari Dusun Bojongkoneng, Tim Masjid Tangguh kembali menembus malam menuju sasaran berikut nya yaitu Kampung Cisadon yang masih dalam kawasan kecamatan Babakan Madang. Jarak tempuh diperkirakan empat jam untuk tiba di lokasi. Jon memastikan bahan bakar cukup sampai esok hari. Meski cuaca mendukung, barang bawaan di bagasi tetap diamankan dengan tiga lembar terpal sebagai pelindung khawatir mendadak turun hujan di tengah perjalanan.
Kunci Mobil Terjatuh di Tengah Hutan
Armada Tim Masjid Tangguh kembali membelah malam. Medan sulit sudah terasa, guncangan hebat yang diiringi deru mesin bertenaga 4 x 4 memecah malam yang sunyi. Sepanjang perjalanan hanya tebing yang dapat dilihat di sisi kanan, sementara di sisi kiri jurang yang jika lengah dapat terperosok ke bawah.
Selain tebing-tebing, panorama malam dihiasi hamparan hutan yang gelap gulita. Sorot lampu mobil hanyalah satu-satunya alat penerang untuk memastikan jalan yang dilalui dalam keadaan aman. Jalur semakin menanjak, di sebelah kiri hanya terlihat yang lampu-lampu yang menyala kecil di suatu pemukiman yang terlihat dari jauh ketinggian.
Menyusuri malam dengan medan tak biasa, memaksa Tim Masjid Tangguh untuk berhenti sejenak. Kembali mengecek semua armada agar tetap dalam keadaan baik. Dingin semakin menusuk tulang, jalan berbatu dan basah terus dilalui. Tiba-tiba Jon mengalami kendala mesin mati. Ia mencoba meraih kunci mobil yang ada dibawah stir mobil. Celakanya kunci tidak ditemukan. Harapannya dengan kunci kontak mobil dapat dijalankan kembali, ia teringat saat berhenti di pertigaan tadi ada yang terjatuh. Ia yakin yang jatuh itu adalah kunci mobil.
Beruntung ada pisau kecil lipat disakunya, dan menggunakannya sebagai kunci kontak. Syukur Alhamdulillah berhasil. Tetapi Tim Masjid Tangguh, tak ingin mengambil riisiko, tutup mesin sudah terasa panas, Jon membuka radiator, dan mendapati airnya semakin berkurang. Radiator kembali diisi, hanya saja Jon tidak ingin melanjutkan perjalanan, ia ingin turun mengambil kunci yang terjatuh.
Akhirnya kami menunggu Jon di tengah hutan, kurang lebih 30 menit Jon turun untuk memastikan kunci kontak itu ada di bawah. Selama menunggu Jon, yang tersisa dari Tim Masjid Tangguh tiga orang, Falhan, Author dan Yusuf. Kadang harap-harap cemas, mengingat kondisi gelap khawatir ada sesuatu yang tidak terduga.
Tiba-tiba muncul tiga orang membawa sebilah golok, tentu saja semua terkejut. Ternyata tiga orang yang membawa golok adalah petugas perkebunan yang sedang berjaga piket malam setelah Tim Masjid Tangguh saling menyapa. Detak jantung kembali normal, seakan malam itu menjadi malam naas setelah kunci terjatuh di bawah.
Lambat-laun dari bawah terlihat sorot lampu ke atas, Yusuf yakin Jon sedang menuju ke atas. Artinya Jon berhasil menemukan kunci kontak yang terjatuh itu. Ketika itu juga Jon kembali dengan wajah semringah karena kunci kontaknya berhasil ditemukan.
Tim Masjid Tangguh kembali melanjutkan perjalanan dengan ketinggian bukit yang semakin terjal dilalui. Menurut Yusuf, Kampung Cisadon merupakan kampung terisolir di perbukitan yang juga menjadi destinasi para petualang untuk bermalam di sana saat perjalanan.
Waktu menunjukkan pukul 23.00 WIB. Kampung Cisadon sebentar lagi akan terlihat kata Yusuf. Di sepanjang jalan banyak ditemui jejak-jejak para petualang yang singgah dengan adanya logo-logo komunitas di warung-warung yang kami temui meski tutup. Jon bercerita biasanya akhir pekan Kampung Cisadon ramai dikunjungi komunitas motor offroad.
Pukul 23.57 WIB, Tim Masjid Tangguh tiba di Kampung Cisadon. Kedatangan malam itu langsung disambut sekelompok angsa dengan suara melengking khas unggas berleher panjang. Tim Masjid Tangguh bermalam di kampung ini dan sekalian sahur, agar esok hari dapat menemui Ketua RT setempat yang juga pengurus mushola Al-'Ala.
Matahari memancarkan sinarnya di Kampung Cisadon, setelah melewati malam dengan udara dingin, Tim Masjid Tangguh kembali menyalurkan bantuan untuk mushola Al-'Ala. Paket bantuan juga Lazismu salurkan untuk warga setempat berupa rendangmu dan minyak goreng.
Ketua RT, UJang Usman mengatakan, mushola Al-Ala bersyukur Ramadhan tahun ini memperoleh karpet dari Lazismu dan jam dinding digital. Insyaallah ini menjadi keberkahan bagi warga dan para donatur khsusunya, kata Ujang sambil memegang Al-Quran dari Lazismu sebagai paket bantuan berikutnya.
Sementara itu, Falhan Nian Akbar selaku Koordinator Program Ramadhan 1443 H, mengungkapkan mengapa Lazismu datang ke sini, karena ini menjadi bagian penting lokasi yang harus diperhatikan. Masjid dan mushola di kota sudah bagus-bagus, maka mushola yang ada di kampung jangan dilupakan karena juga butuh perhatian.
Selain Masjid Tangguh, ada program Ramadhan lainnya kata Falhan, diantaranya Ramadhan Ceria, Guru Tangguh, dan Takjil Tangguh. Pagi ini lanjut Falhan, Lazismu akan melanjutkan perjalanan ke Gunung Pancar dan Rawagede di seputaran kecamatan Babakan Madang untuk menyalurkan bantuan serupa berupa sarana ibadah untuk mushola.
[PR Lazismu PP Muhammadiyah/Nazhori Author]

Pada kegiatan yang berlangsung Sabtu-Ahad (23-24/04) ini Lazismu menyalurkan paket program Ramadhan for New Normal yang berisi bahan kebutuhan pokok untuk dai, dhuafa, dan mualaf di Kampung Mualaf Baduy, Lebak, Banten. Ini merupakan penguatan program Dai Pedalaman bekerja sama dengan Lembaga Dakwah Khusus PP Muhammadiyah yang telah dilaksanakan sejak 2010.
Manajer Program Lazismu, Falhan Nian Akbar menjelaskan ada dua program yang dilaksanakan di kampung mualaf tersebut, yaitu Takjil Tangguh dan Sembako for New Normal. "Takjil Tangguh merupakan pemberian makanan untuk berbuka puasa dan sahur, sementara Sembako for New Normal merupakan bantuan makanan pokok," terangnya.
Falhan melanjutkan, program ini menyasar 200 penerima manfaat dan juga bekerja sama dengan lembaga kemanusiaan Salam Charity. "Penerima manfaatnya adalah 200
masyarakat mualaf Baduy yang berada di dua titik, yaitu Kampung Kompol dan Nagara, Leuwidamar, Lebak, Banten, serta untuk para dai Muhammadiyah. Program ini juga merupakan kerja sama bantuan donasi zakat, infak, dan sedekah dari lembaga Salam Charity yang berdomisili di Inggris," lanjutnya.
Sementara itu, Ujeng Suheli, salah satu dai pembina mualaf yang menjadi penerima manfaat bersyukur atas bantuan yang diberikan dan mengapresiasi peran Lazismu dalam menjalankan programnya, terutama untuk membantu masyarakat Baduy Kampung Nagara. "InsyaAllah dengan bantuan ini sedikit banyak memberikan semamgat terhadap para mualaf karena merasa ada perhatian dari saudara-saudaranya, terutama dari para agniya dan muhsinin melalui Lazismu ini," ujarnya.
"InsyaAllah dengan bantuan ini akan sangat bermanfaat dan memberikan kegembiraan bagi warga setempat, terlebih dalam rangka menjelang hari raya. Kami ucapkan sangat banyak terima kasih atas nama pembina, mudah-mudahan Lazismu selalu eksis dalam menjalankan tugas-tugas dari Allah ini, yaitu dalam rangka membantu umat," pungkasnya.
Warga Baduy yang juga menjadi penerima manfaat, Lomrah, menyebutkan, bantuan yang diberikan oleh Lazismu akan dipakai kebutuhan makan sehari-hari. Ia pun bersyukur dengan adanya bantuan ini dan berharap agar Lazismu dan para donatur akan lebih baik lagi. "Bahagia banget, saya bersyukur banget. Semoga nantinya ke depannya lebih baik lagi," harapnya.
Pada Ramadhan 1443 H kali ini, Lazismu menggelar tujuh program sepanjang bulan suci, yaitu Takjil Tangguh, Guru Tangguh, Sekolah Tangguh, Masjid Tangguh, Ramadhan Ceria, Sembako for New Normal, dan UMKM Tangguh. Di tengah menurunnya penyebaran Covid-19 dan bangkitnya perekonomian masyarakat, Lazismu berharap agar bertumbuh pula zakat masyarakat, tidak hanya sekedar sadar namun akan lebih banyak masyarakat yang menunaikan zakat. Indonesia pun diharapkan menjadi negara tangguh dengan semakin banyaknya masyarakat yang terbantu dari program-program zakat.
[PR Lazismu PP Muhammadiyah]

