

Wakil Rektor IV Uhamka, Bunyamin dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan ucapa terima kasih atas peningkatan yang telah dicapai oleh KL Lazismu Uhamka. Tahun ini, KL Lazismu Uhamka telah berhasil meningkatkan mutunya dengan menambah jumlah penerima manfaat beasiswa Lazismu dari jumlah sebelumnya. Ia pun berharap agar kualitas juga bertambah, seiring bertambahnya kuantitas penerima beasiswa.
"Kami sangat bersyukur karena ada peningkatan dari yang awal 50 mahasiswa, sekarang sudah 100 mahasiswa yang diberikan beasiswa. Walaupun kita terus berharap selain kuantitas bertambah tapi kualitas juga bertambah dan tentu ini bergantung kepada ikhtiar Lazismu dalam mencari donatur dari luar Uhamka. Maka kita doakan Lazismu bisa semakin lancar di dalamnya sehingga aktivitas ke depan bisa ditingkatkan," ungkapnya.
Bunyamin juga berharap agar beasiswa ini dapat mendorong mahasiswa untuk lebih giat lagi dalam belajar untuk mencapai kesuksesan dalam perkuliahan. Selain itu, ia juga mengajak penerima beasiswa dapat meningkatkan prestasi, meskipun sedang berada di tengah situasi pandemi Covid-19.
"Saya harap kalian lebih giat belajar agar mencapai kesuksesan dalam kuliah. Kuliah tepat waktu dengan indeks prestasi akademik yang membanggakan. Kondisi Covid-19 saat ini jangan sampai menurunkan prestasi kalian. Maka untuk mahasiswa penerima beasiswa agar terus giat belajar untuk mencapai prestasi," tegasnya.
Sementara itu, Nandi Rahman selaku Kepala KL Lazismu Uhamka mengungkapkan bahwa penghimpunan dana infak dan sedekah yang diberikan telah disalurkan ke berbagai bidang. Tak hanya beasiswa, dana yang dihimpun oleh pihaknya juga dirasakan manfaatnya melalui berbagai program dan kegiatan.
"Di periode ini, selain melaksanakan program beasiswa, infak, dan sedekah, kami juga menyalurkan untuk takziah dosen dan keluarga dosen. Ada juga untuk bantuan bencana, kegiatan dakwah di Masjid Darul Ulum FKIP Uhamka, dan kegiatan lainnya," jelas Nandi.
Ia melanjutkan, "Saat ini, kami berikan beasiswa kepada 100 mahasiswa. Ada peningkatan dari semester sebelumnya yang hanya 51 mahasiswa yang menerima beasiswa dari Lazismu. Target ini dari sisi jumlah mahasiswa 100 orang, masih sangat amat sedikit dan kedepannya akan ditambah lagi. Kemudian kegiatan lainnya yang telah dijalankan oleh Lazismu yaitu pemberian hadiah atas penyelesaian studi teman-teman dosen S3."
Nandi juga mengucapkan selamat kepada 100 mahasiswa Uhamka penerima program Beasiswa Sang Surya Lazismu. Tak lupa ia juga mengucapkan terima kasih kepada para donatur yang berasal dari para dosen dan karyawan Uhamka yang telah menunaikan infak melalui KL Lazismu Uhamka serta berharap agar mahasiswa tetap mendoakan para donatur agar tetap sehat serta selalu berdonasi, sehingga bantuan beasiswa dapat terus berkelanjutan.
[PR Lazismu PP Muhammadiyah]

Dua orang narasumber utama dihadirkan dalam Upgrading Amil ini, yaitu Ustadz Samsul Huda selaku Dewan Syariah Lazismu Kabupaten Tegal dan Ronny Megas Sukarno yang menjabat sebagai Manajer Lazismu Kabupaten Sragen. Kegiatan tersebut dihadiri oleh seluruh staf pelaksana Kantor Layanan (KL) Lazismu se-Kabupaten Tegal sebanyak 16 KL Lazismu dan perwakilan dari Lazismu Daerah se-eks Karesidenan Pekalongan Raya.
Ronny Megas Sukarno selaku narasumber dalam kegiatan tersebut menyampaikan tentang kinerja seorang amil. Ia juga mendorong agar seorang amil harus profesional dalam bekerja. "Menjadi seorang amil harus profesional dalam hal apapun, karena SK yang kita dapatkan datangnya langsung dari Allah," tegasnya.
Ia juga mengharapkan agar kegiatan ini dapat membuka pola pikir para amil yang menjadi peserta, agar dapat bekerja maksimal. Hal ini menjadi penting agar amanah yang telah diberikan dapat dilaksanakan dengan baik dan maksimal. Selain itu, target yang telah direncanakan pun dapat dicapai.
Para peserta kegiatan terlihat antusias dalam mengikuti acara tersebut. Hal ini terlihat dari banyaknya peserta yang aktif untuk bertanya. Beberapa pertanyaan yang disampaikan oleh para peserta juga tidak lepas dari pengalaman serta berbagai kendala yang telah ditemui.
[PR Lazismu PP Muhammadiyah]

Kegiatan penyaluran bantuan biaya pendidikan ini dilaksanakan di Pendopo Pengabdian Kompleks Rumah Jabatan Wali Kota Magelang. Turut hadir dalam kegiatan yaitu Wali Kota Magelang Muchamad Nur Aziz, Wakil Wali Kota Muhammad Mansyur, Ketua BAZNAS Kota Magelang Ahmad Zainuddin, Lazismu, LazisNU, Lazis Jateng, dan Dana Kemanusiaan Dhuafa serta para penerima bantuan.
Dalam sambutannya, Wali Kota Magelang, Muchamad Nur Aziz menyampaikan apresiasinya atas kolaborasi yang telah dijalin antara BAZNAS dengan Lembaga Amil Zakat (LAZ) di Kota Magelang. "Saya mengapresiasi ide untuk berkolaborasi karena masalah kemiskinan tidak bisa diatasi sendiri-sendiri," ujarnya.
Wali Kota kemudian berharap agar ada koordinasi rutin untuk membahas masalah kemiskinan. Tidak hanya BAZNAS, pihak Pemerintah Kota Magelang juga harus berkolaborasi dengan semua LAZ. "Kalau kita kompak, berkolaborasi mengatasi kemiskinan, pengangguran, dan meningkatkan pendidikan, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) kita juga akan meningkat. Tidak bisa kalau kita berjalan sendiri-sendiri," ungkapnya.
Sementara itu, Ketua BAZNAS Kota Magelang, Ahmad Zainuddin menyampaikan bahwa penghimpunan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) BAZNAS Kota Magelang telah mencapai sekitar tiga ratus juta rupiah. Jumlah tersebut telah disalurkan semuanya untuk berbagai tujuan. "Sampai saat ini penghimpunan ZIS BAZNAS Kota Magelang mencapai sekitar tiga ratus juta, dan sudah seratus persen disalurkan untuk berbagai tujuan. Di antaranya adalah untuk pendidikan, kesehatan, sosial, penanggulangan bencana alam, dan sebagainya," terangnya.
Ahmad juga mengharapkan agar bantuan ini bermanfaat bagi masyarakat dan juga dapat membantu pemerintah dalam mengatasi kemisikinan. Ke depan, kolaborasi antar LAZ dan BAZNAS dapat terus dijalin dan berkelanjutan. "Semoga betul-betul memberi manfaat bagi masyarakat, juga membantu pemerintah dalam pengentasan kemiskinan, meningkatkan pendidikan masyarakat Kota Magelang. Saya berharap agar kolaborasi antar LAZ dan BAZNAS terus berlanjut dan bisa bersinergi dalam berbagai program," imbuhnya.
Andi Triyanto selaku Ketua Lazismu Kota Magelang menyambut positif sinergi yang telah dibangun oleh BAZNAS kepada Lazismu Kota Magelang. Menurutnya, Lazismu sebagai mitra pemerintah dalam urusan umat merasa bersyukur bisa saling bahu-membahu dalam mengurus umat. "Kerjasama ini selain menguatkan silaturahmi di antara LAZ, mapping mustahik agar tidak tumpang tindih," ucapnya.
Kegiatan penyaluran bantuan biaya pendidikan untuk siswa kurang mampu diberikan kepada 59 orang siswa, terdiri dari 28 siswa SD/MI, 18 siswa SMP/MTs, serta 13 siswa SMA/MA. Total bantuan yang disalurkan senilai Rp. 33.900.000,- ini adalah bentuk upaya bersama BAZNAS dan LAZ di Kota Magelang dalam membangun sinergi untuk kemaslahatan umat.
[PR Lazismu PP Muhammadiyah]

Muhammadiyah melalui MDMC yang didukung penuh oleh Lazismu khususnya yang berada di Jawa Timur menginisiasi program-program pemberdayaan atau Community Development (Comdev) untuk warga terdampak erupsi Gunung Semeru. Salah satu program yang dijalankan adalah dengan memproduksi batako. Program ini pun bersesuaian dengan program pembangunan Hunian Sementara (Huntara) yang sedang dijalankan oleh MDMC.
M. Rofi’i, MT. selaku Ketua MDMC Jawa Timur saat mengikuti Rapat Koordinasi Huntara di gedung Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur pada Rabu (02/02) menjelaskan, Muhammadiyah menginginkan agar program penanganan warga yang terdampak atau penyintas erupsi Gunung Semeru tidak hanya terbatas pada bantuan fisik saja, melainkan juga melalui program-program pemberdayaan. Kerja sama antara berbagai elemen persyarikatan seperti Majelis, Lembaga, dan Ortom (MLO) juga akan mendorong berbagai program untuk pendampingan penyintas bencana akan menjadi program yang berkesinambungan dan bukan pertolongan sesaat.
"Muhammadiyah ingin program penanganan warga terdampak atau penyintas erupsi Gunung Semeru tidak hanya membantu secara fisik saja, namun pembangunan manusia melalui program pemberdayaan juga akan dijalankan. Bersama dengan segenap kekuatan sayap dakwah Muhammadiyah, termasuk Majelis, Lembaga, dan Ortom, pendampingan penyintas bencana akan menjadi program yang berkesinambungan dan bukan pertolongan sesaat," jelas Rofi'i.
Rofi'i menuturkan, saat ini program Comdev yang telah dijalankan di Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang adalah Unit Produksi Batako. Usaha pembuatan batako ini modalnya didukung oleh Lazismu. "Unit Produksi Batako ini merupakan unit kerja penyedia batako untuk pembangunan Huntara," imbuh Rofii.
Unit Produksi Batako ini didirikan oleh MDMC dengan dukungan Tim Penguatan Kapasitas Manajemen dari Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Jember. Rofi'i menambahkan, "Pelaksananya adalah warga setempat yang telah dilatih untuk membuat batako. Seluruh hasil produksi batako ini akan dibeli oleh Tim Program Pembangunan Huntara MDMC-Lazismu untuk membangun hunian bagi warga penyintas."
Perbaikan ekonomi diharapkan dapat dicapai dengan adanya program ini. Warga yang kehilangan pekerjaan akan terbantu dengan bekerja membuat batako untuk mendapatkan penghasilannya. "Tim Pembangunan Huntara MDMC-Lazismu juga tidak kesulitan memperoleh batako karena telah tersedia di dekat lahan relokasi Huntara, sehingga memudahkan mendapatkan bahan untuk membangun Huntara," harapnya.
Terakhir, Rofi'i optimis bahwa program ini akan berhasil melalui semangat OMOR (One Muhammadiyah One Response). "InsyaAllah dengan prinsip One Muhammadiyah One Response (OMOR) maka program Community Development ini nantinya akan digotong bareng-bareng Majelis, Lembaga, dan Ortom yang ada di Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jatim," pungkasnya.
[PR Lazismu PP Muhammadiyah/Aditio Yudono]

Dalam sambutannya, Dr. Mahli Zainuddin Tago, M.Si. selaku Ketua Badan Pengurus Lazismu PP Muhammadiyah mengucapkan terima kasih kepada BPKH yang telah menyalurkan banyak program melalui Lazismu, baik program-program yang berupa kemitraan maupun program-program yang merupakan inisiatif dari keluarga besar Muhammadiyah. Ia menjelaskan, program Beasiswa Sang Surya yang bekerja sama dengan BPKH ini merupakan pilot project.
"Ini merupakan pilot project, untuk tahap awal ada 60 penerima, 30 mahasiswa UMY dan 30 mahasiswa UMJ. Untuk tahap awal ini penerimanya adalah dikhususkan bagi mahasiswa Fakultas Agama Islam," jelas Mahli.
Mahli juga berpesan kepada para mahasiswa agar terus menggiatkan semangat berbagi. "Suka berbagi artinya adalah berbagi ilmu, berbagi tenaga, berbagi pikiran untuk orang-orang yang membutuhkan. Mungkin di kampus ini anda sebagai mahasiswa yang sedang belajar, tapi di tengah masyarakat ilmu yang anda miliki itu banyak dibutuhkan," pesannya.
Mewakili BPKH, Dr. Rahmat Hidayat, S.E., M.T. mengungkapkan bahwa alasan BPKH bermitra dengan Muhammadiyah dalam hal bantuan pendidikan ini adalah dengan melihat besarnya perhatian Muhammadiyah dalam dunia pendidikan. Bagi BPKH, menurutnya, pendidikan yang dilakukan oleh pimpinan Muhammadiyah di seluruh wilayah Indonesia itu adalah bagian dari ikhtiar untuk menyiapkan generasi yang kuat.
"Salah satu tantangan umat Islam adalah kurangnya kualitas pendidikan. Kami melihat salah satu ormas yang luar biasa adalah Muhammadiyah, yang punya perhatian yang sangat luar biasa, bagaimana menyiapkan generasi-generasi umat yang hebat, generasi-generasi yang cemerlang. Oleh karena itu, kami atas nama pimpinan BPKH menyambut baik ikhtiar pimpinan Muhammadiyah bagaimana terus mendorong peningkatan kualitas pendidikan umat," terangnya.
Rahmat pun menambahkan, pihaknya berharap dukungan dari para penerima beasiswa untuk turut menyukseskan program Haji Muda yang digagas BPKH. "Diharapkan adik-adik juga bisa menjadi duta BPKH untuk menyukseskan salah satu program BPKH, yaitu Haji Muda," imbuhnya.
Rektor UMY, Prof. Dr. Ir. Gunawan Budiyanto M.P., IPM. juga mengajak para mahasiswa untuk mensyukuri beasiswa yang diberikan oleh BPKH melalui Lazismu ini. "Kalau perspektifnya dari rupiah, tidak ada artinya. Tetapi berapa pun rupiah yang anda terima, kalau itu anda pandang dari perspektif keberkahan atas ridha Allah kepada upaya yang sudah anda lakukan selama ini, maka itu suatu hal yang patut kita syukuri dan meningkatkan semangat kita bersama untuk selalu mengembangkan diri menghadapi masa depan," ajaknya.
Gunawan juga mengucapkan terima kasih kepada BPKH atas inovasi pengembangan program dari BPKH yaitu peningkatan kualitas sumber daya insani melalui beasiswa ini. "Ini menjadi satu hal yang sangat penting dikarenakan sebagian dari dana umat Islam juga bisa dikembalikan kepada calon-calon pemimpin bangsa yang memiliki prestasi akademik dari beberapa perguruan tinggi. Juga tidak menutup kemungkinan nanti kepada level pascasarjana. Suatu kemanfaatan yang luar biasa atas dana umat yang dikelola BPKH," ucapnya.
Dekan Fakultas Agama Islam UMJ, Dr. Sopa, M.Ag. mengungkapkan, beasiswa yang diberikan tersebut sangat berarti bagi mahasiswa agar bisa melanjutkan pendidikan sampai selesai. Ia pun berharap agar para mahasiswa tersebut dapat menjadi pemberi beasiswa di masa depan. "Dana beasiswa tadi sangat berarti bagi mahasiswa kami untuk melanjutkan studinya sehingga bisa selesai. Dan dengan selesainya studi nanti, insyaAllah kita doakan mudah-mudahan mahasiswa kita yang tadinya menjadi penerima beasiswa di masa mendatang akan menjadi pemberi beasiswa," harapnya.
Sopa juga menghimbau kepada para mahasiswa penerima beasiswa agar dapat menunjukkan kinerja yang baik. Ia juga menambahkan, "Ke depan anda bisa berprestasi dan menjadi duta-duta, terutama sebagai bentuk terima kasih kepada BPKH, yaitu anda ada sumbangsih untuk mengenalkan, kemudian memasyarakatkan yang berkaitan dengan BPKH ini."
Acara yang berlangsung secara hybrid ini pun ditandai dengan serah terima bantuan program Beasiswa Sang Surya dari BPKH yang diwakili oleh Dr. Rahmat Hidayat, S.E., M.T. kepada Ketua Badan Pengurus Lazismu PP Muhammadiyah, Dr. Mahli Zainuddin Tago, M.Si. secara virtual. Serah terima ini dirangkai dengan penyerahan beasiswa secara simbolis kepada perwakilan penerima beasiswa dan penyematan Duta Haji.
[PR Lazismu PP Muhammadiyah]

Hj. Nurhayati pada kesempatan serah terima armada menyampaikan harapannya agar infak ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk umat. "Infak ini dari almarhum Ustadz Arifin Ilham dan semoga bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk umat. Ada pula Masjid Adz-Dzikra di Mandingin Barabai yang merupakan salah satu amanah almarhum yang sudah lama meniatkan akan membangun masjid di Barabai karena pada dasarnya almarhum juga orang Barabai," jelasnya.
Ketua Badan Pengurus Lazismu Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Aridansyah Effendi, yang turut menerima bantuan tersebut menjelaskan bahwa pihaknya menyambut baik dan siap merawat armada baru ini. Menurutnya, keberadaan armada baru ini dapat membantu berbagai kegiatan dan program Lazismu. Ia pun berharap dukungan akan terus diberikan oleh Ummi kepada Lazismu Kabupaten Hulu Sungai Tengah.
"InsyaAllah Lazismu Kabupaten Hulu Sungai Tengah akan menggunakan dan merawat armada ini sebaik-baiknya sesuai dengan pesan Ummi. Dengan tambahan armada ini tentu sangat membantu sekali mendukung kegiatan maupun program Lazismu Kabupaten Hulu Sungai Tengah. Harapannya dukungan akan terus diberikan oleh Ummi dan keluarga ke depannya untuk menjalankan program Lazismu," ujarnya.
Sementara itu, Fuad Rahman, Staf Fundraising Lazismu Kabupaten Hulu Sungai Tengah mengungkapkan, pembelian armada baru ini sendiri bisa dikatakan telah sesuai dengan amanah yang diberikan. "Sesuai amanah, uang infak yang beliau berikan kami manfaatkan untuk membeli armada penunjang demi kemaslahatan umat. Demikianlah niaga yang beliau lakukan, dan seiring perputaran roda maka sebanyak itu pulalah pahala untuk beliau dan keluarga juga akan mengalir," ungkapnya.
Fuad menambahkan, meski bantuan ini terbilang sudah cukup lama diberikan, namun baru kali ini diserahterimakan secara resmi. "Meski donasi ini sudah lama, namun baru hari ini, Sabtu (05/02) bisa diserahterimakan secara resmi kepada Ketua Badan Pengurus Lazismu Kabupaten Hulu Sungai Tengah. Kehadiran Ummi yang secara khusus langsung datang ke Hulu Sungai Tengah menyerahkan armada ini tentu merupakan kehormatan bagi Lazismu Kabupaten Hulu Sungai Tengah karena sudah dipercaya untuk menerima amanah besar dari keluarga almarhum Ustadz Arifin Ilham," tambahnya.
Kehadiran armada ini menambah jumlah armada yang dimiliki oleh Lazismu Kabupaten Hulu Sungai Tengah. Berada di daerah yang kerap diterjang banjir dalam beberapa waktu terakhir, Lazismu Kabupaten Hulu Sungai Tengah membutuhkan armada angkut yang tangguh dalam menyalurkan bantuan saat bencana. Selain itu, program dakwah di Pegunungan Meratus untuk para mualaf juga erat kaitannya dengan mobilitas tinggi, sehingga keberadaan armada baru ini sangat penting untuk salah satu program unggulan Lazismu Kabupaten Hulu Sungai tengah tersebut.
[PR Lazismu PP Muhammadiyah/Muhammad Nashir]

