

Dalam penghimpunan ZIS, Lazismu se-DI Yogyakarta telah melampaui target sebanyak 37,6 miliar yang ditargetkan penghimpunan sebanyak 27 miliar pada tahun 2021 lalu. Lazismu Kabupaten Sleman menjadi wilayah dengan penghimpunan terbesar mencapai 10,5 miliar, kemudian diikuti oleh Lazismu Kabupaten Bantul dengan capaian 9 miliar. Lazismu Wilayah DI Yogyakarta mencapai 5,7 miliar, kemudian Lazismu Kota Yogyakarta sebanyak 4,7 miliar, Lazismu Kabupaten Kulonprogo mencapai 3,9 miliar, dan untuk Lazismu Kabupaten Gunungkidul mencapai 3,8 miliar.
Cahyono, Ketua Badan Pengurus Lazismu Wilayah DI Yogyakarta menuturkan, proses yang dicapai oleh Lazismu di wilayahnya telah menunjukkan semakin meningkatnya kepercayaan terhadap Lazismu. "Melihat progress setiap daerah dan kantor layanan menjadi potret nyata semakin memberikan kepercayaan kepada Lazismu. Total penghimpunan mencapai 37,6 miliar membuktikan bahwa adanya peningkatan kepercayaan," ungkapnya.
Hal ini juga didukung oleh Sekretaris Lazismu Wilayah DI Yogyakarta, Jefree Fahana. Menurutnya, laporan yang disampaikan dapat menjadi contoh bagi kantor Lazismu yang lain, serta sebagai ajang silaturahmi. "Laporan yang disampaikan sebagai insipirasi ilmu dan berbagi pengalaman program agar dapat memberikan pengetahuan kepada kantor yang lain, menjadi kegiatan silaturahmi dan ambil hikmahnya. Harapannya Lazismu dalam gerakannya semakin berkemajuan," ungkapnya.
Ketua Badan Pengurus Lazismu Gunungkidul, Wahyudiono mengucapkan rasa syukur dengan peningkatan penghimpunan di daerahnya. Tak hanya itu, ada peningkatan signifikan terkait jumlah muzakki. "Syukur alhamdulillah peningkatan penghimpunan di Lazismu Daerah Gunungkidul meningkat termasuk muzakkinya. Pada tahun 2020 muzakki tergolong badan sebelumnya mencapai 30 saja, namun pada tahun 2021 mencapai 256, dan untuk muzakki individu tahun 2020 mencapai 2180 dan pada tahun 2021 mencapai 8.376, peningkatan ini mencapai 300 persen lebih," jelasnya.
Wahyudiono kemudian melanjutkan, "Program bedah rumah di Gunungkidul menjadi program menarik perhatian para donatur, menjadi ciri khas program bahkan jadi sorotan secara nasional. Di program lain, pada saat tingginya pandemi Lazismu Daerah Gunungkidul pengadaan Generator Oksigen dan ini juga menjadi daya tarik masyarakat terutama wilayah Gunungkidul untuk saling berta’awun."
Keberhasilan capaian ini juga sejalan dengan pencapaian penyaluran kepada mustahik atau penerima manfaat melalui kreativitas program penyaluran yang bertujuan untuk pengentasan kemiskinan. Dalam laporannya, setiap kantor daerah memiliki program unggulan yang menjadikan fokus gerakan dalam memberikan pelayanan dengan pencapaian indikator keberhasilan melalui enam pilar Lazismu, seperti Pilar Pendidikan, Pilar Kesehatan, Pilar Ekonomi, Pilar Sosial Dakwah, Pilar Kemanusiaan, dan Pilar Lingkungan.
Peningkatan penghimpunan ini berbanding lurus dengan peningkatan muzakki atau donatur di setiap kantor. Muzakki digolongkan menjadi dua, muzakki individu mencapai 25.519 dan muzakki badan mencapai 2.900, sehingga total muzakki yang berdonasi ke Lazismu di DI Yogyakarta mencapai 28.419. Sementara itu, terdapat sebanyak 79.445 penerima manfaat selama tahun 2021, terdiri dari 77.621 tergolong mustahik individu dan 1.824 tergolong mustahik badan. Penyaluran ini digolongkan menjadi delapan asnaf, yaitu fakir, miskin, amil, mualaf, riqab (hamba sahaya), gharim (orang yang terlilit utang), fisabilillah, dan ibnu sabil.
[PR Lazismu PP Muhammadiyah/Marzuki]

Ketua Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Budi Setiawan menyebutkan, meski tidak menimbulkan korban jiwa, namun gempa yang terjadi di Kepulauan Selayar tersebut harus mendapatkan perhatian karena merobohkan banyak rumah warga. "Inilah yang perlu menjadi perhatian karena rumah-rumah warga juga masih roboh. Makanya MDMC PP mengirimkan tim asistensi untuk membantu melakukan kegiatan-kegiatan di Pulau Selayar," ujarnya melalui rilis resmi MDMC.
Tim yang dikirimkan, terang Budi, terdiri dari sepuluh orang relawan yang berasal dari Jawa Tengah dan DI Yogyakarta. Tim ini berada di bawah pimpinan Fathul Faruq dari MDMC Jawa Tengah. Selain itu, proses pembangunan hunian darurat ini juga dibantu oleh tiga orang relawan asal MDMC Sulawesi Selatan serta didukung oleh relawan Muhammadiyah Kabupaten Kepulauan Selayar.
Fokus pembangunan hunian darurat yang dilakukan oleh MDMC berada di Kecamatan Pasimarannu di Pulau Bonerate dan Kecamatan Pasilambena di Pulau Kalaotoa. Rencananya, 250 hunian darurat akan dibangun untuk warga yang memiliki rumah rusak berat akibat gempa yang melanda kedua pulau tersebut. Pembangunan hunian darurat oleh tim MDMC dimulai secara bertahap sejak 10 Januari 2022 dengan dibantu warga dan mendapat dukungan penuh dari pemerintah kecamatan serta desa setempat.
Fathul Faruq yang memimpin pembangunan ini memaparkan, 511 jiwa akan menjadi penerima manfaat bantuan hunian darurat ini. Rinciannya, 199 jiwa penerima manfaat berada di Kecamatan Pasimarannu, sementara 312 jiwa lainnya berada di Kecamatan Pasilambena. "Pembangunan hunian darurat terus kami lakukan. Bagi warga yang tidak mampu mendirikan rumah pengganti karena sebagian warga ada yang sudah mendirikan rumah darurat dari sisa bahan bangunan yang dimiliki," terangnya.
Dalam keterangan terpisah, Ketua Badan Pengurus Lazismu PP Muhammadiyah, Mahli Zainuddin Tago menegaskan bahwa aksi kemanusiaan ini didukung oleh Lazismu. Menurutnya, bantuan yang diberikan di Kabupaten Kepulauan Selayar ini juga berkesinambungan dengan respon yang dilakukan Muhammadiyah pada erupsi Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang. "Seluruh kegiatan MDMC itu dibiayai oleh Lazismu, baik Pusat maupun Wilayah. Dana dihimpun dengan beberapa kegiatan fundraising, baik reguler maupun digital. Kegiatan ini juga berkesinambungan dengan program respon bencana yang masih berlangsung di Semeru," jelasnya.
Selain akan membangun hunian darurat, tim tersebut juga membantu pendirian sekolah darurat, SD Inpres Garaupa di Pasilambena dan pembagian family kit bagi warga penerima manfaat hunian darurat sebanyak 250 KK. Rencananya, Februari hingga April 2022 nanti akan dilaksanakan pelatihan dan penerjunan Da’i Muda Muhammadiyah Desa Garaupa, Garaupa Raya, dan kampung mualaf di Desa Sambali.
[PR Lazismu PP Muhammadiyah]

Sebanyak 125 warga terpaksa harus mengungsi di Kantor Desa Maradapan, setelah 32 rumah yang mereka tinggali mengalami kerusakan akibat terdampak pergerakan tanah. Juned, Ketua MDMC Kabupaten Kotabaru menyampaikan bahwa penyerahan bantuan berupa paket sembako tersebut termasuk dalam bantuan tahap II. "Penyerahan bantuan kali ini bisa dikatakan termasuk dalam bantuan tahap II beberapa hari setelah kejadian, yaitu pada 1 Desember 2021 kami juga memberikan paket bantuan ke lokasi kejadian bencana," ucapnya.
Sementara itu, Arif Hakim Sa’adi, Manajer Lazismu Kabupaten Kotabaru menjelaskan, penyerahan bantuan ini merupakan bagian kepedulian Muhammadiyah kepada korban yang tertimpa musibah. "Penyerahan bantuan tahap II ini bagian dari kepedulian Muhammadiyah, apalagi sebagian warga Maradapan yang tertimpa musibah masih banyak yang mengungsi di ibukota kabupaten, termasuk di antaranya warga ranting Muhammadiyah Maradapan," jelasnya.
Arif menambahkan, penerima manfaat bantuan sebanyak 24 orang tersebut saat ini masih belum memiliki pekerjaan tetap. "Mereka yang mengungsi ini belum memiliki pekerjaan yang tetap sehingga kami bantu sembako untuk keperluan sehari-hari," tambahnya.
Salah satu penerima bantuan, Supardi, saat penyerahan bantuan dengan perasaan terharu turut mendoakan para donatur atas bantuan yang diberikan. Bantuan ini sangat dirasakan manfaatnya bagi warga yang terdampak longsor tersebut. "Semoga Allah SWT membalas kebaikan para donatur yang menyalurkan bantuan melalui Lazismu," ucapnya sambil menangis.
[PR Lazismu PP Muhammadiyah/Muhammad Nashir]

Penyerahan bantuan kali ini merupakan tahap kedua yang dilakukan oleh MDMC bersama Lazismu Kabupaten Banjar. Sebelumnya pada Rabu (12/01) telah disalurkan pula paket bantuan untuk keperluan dapur umum seperti beras, minyak goreng, gula pasir, dan lain-lain di halaman kantor Kecamatan Pengaron yang diterima oleh Camat Pengaron, Alipudin.
Ikhwan Gunadi, Ketua MDMC Kabupaten Banjar menyampaikan bahwa penyerahan bantuan tersebut merupakan respon dari MDMC untuk turut meringankan beban para korban banjir. "Kami melakukan aksi tersebut mengingat adanya informasi banjir yang melanda beberapa desa di Pengaron. Setelah berkomunikasi dengan Lazismu sebagai lembaga berwenang dalam penghimpun dana di persyarikatan, akhirnya diputuskan untuk membawa paket bantuan pada Rabu (12/01) lalu," ujarnya.
Gunadi juga menjelaskan, saat ini pihaknya kembali mendampingi proses penyerahan bantuan bersama Aisyiyah ke Desa Pengaron Tengah. "Kali ini kami mendampingi ibunda Aisyiyah dari Banjarbaru Barat menyerahkan bantuan berupa kebutuhan bayi dan obat-obatan. Untuk kondisi banjir sendiri ketika kami ke sana sudah dalam keadaan surut dibanding beberapa hari sebelumnya," tutupnya.
Senada dengan itu Supiannor, Kepala Desa Pengaron Tengah yang menerima bantuan secara simbolis menyampaikan bahwa di desanya terdapat 4 RT terdampak dari 7 RT yang ada di sana. "Jadi di desa kami ini dari 7 RT ada 4 RT yang terkena banjir, kurang lebih 875 jumlah warganya. Sebagian besar saat air lagi naik mereka mengungsi, maka dari itu kami disaat menerima bantuan biasanya membagikan ke warga menggunakan perahu karena akses jalan sudah digenangi air yang cukup dalam," ucapnya.
Muhammad Rasyid Ridho selaku Staf Program Lazismu Kabupaten Banjar yang juga turut menyerahkan bantuan menerangkan bahwa Lazismu sendiri dalam merespon bencana terus berkoordinasi dengan MDMC. "Kami dalam hal penanganan bencana seperti kali ini terus berupaya untuk berkoordinasi dengan Lembaga Penanggulangan Bencana milik persyarikatan yakni MDMC, karena di Lazismu sendiri terdapat Pilar Sosial Kemanusiaan yang di dalamnya terdapat program Indonesia Siaga," terangnya.
Ia pun mengajak para donatur untuk turut mendukung dengan berdonasi melalui Lazismu. "Dalam hal penyaluran bantuan tersebut kami membuka kesempatan sebesar-besarnya untuk para donatur untuk turut mendukung baik berupa dana maupun barang," tutupnya.
[PR Lazismu PP Muhammadiyah/Muhammad Nashir]

Penyerahan bantuan berupa dana tersebut dilaksanakan berdasarkan surat permohonan dari lembaga yang berada dalam naungan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Kalimantan Selatan tersebut dalam rangka kunjungan LPCR PWM, Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM), Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) dan Aisyiyah Se-Kalimantan Barat yang berjumlah 75 orang. Rombongan ini berkunjung ke Kota Banjarmasin dalam rangka kegiatan Sekolah Cabang Ranting Muhammadiyah Berbasis Masjid di lingkungan PDM Kota Banjarmasin.
Abdullah Sani selaku Manajer Regional Lazismu Wilayah Kalimantan Selatan yang menyerahkan secara langsung bantuan tersebut menyampaikan bahwa adanya penyerahan bantuan ini sebagai bentuk dukungan dari Lazismu. "Dengan penyerahan bantuan dana ini merupakan bentuk dukungan Lazismu ke Lembaga yang juga sama-sama di bawah naungan persyarikatan Muhammadiyah," ujarnya.
Sani berharap, dengan adanya bantuan ini dapat bermanfaat dan membantu kegiatan LPCR tersebut. "Mudah-mudahan bantuan yang kami berikan bisa bermanfaat untuk menunjang kawan-kawan LPCR dalam mendampingi rombongan PWM Kalimantan Barat," harapnya.
Ketua LPCR PWM Kalimantan Selatan, Suhrawardi, menyampaikan terima kasih atas dukungan Lazismu. "Terima kasih atas dukungan Lazismu Wilayah Kalimantan Selatan, dukungan yang diberikan baik berupa dana maupun berupa mobil operasional yang turut kami pinjam," ucapnya.
Suhrawardi pun menjelaskan, adanya dukungan ini merupakan bentuk sinergi yang baik antar lembaga di lingkungan PWM Kalimantan Selatan. "Mungkin ini merupakan sebuah langkah yang bagus untuk membangun sinergi sesama lembaga dibawah PWM Kalimantan Selatan. Artinya, dalam menjalankan amanah tidak secara masing-masing melainkan harus saling dukung satu sama lain sehingga syiar dakwah kita bisa terlaksana dengan baik," jelasnya.
Terakhir, Suhrawardi menyampaikan pula harapan serta peruntukan dana yang terima. "Mudah-mudahan kita sebagai tuan rumah bisa menjadi tuan rumah yang baik dalam menyambut tamu sehingga muncul kesan yang baik. Untuk dana yang kami terima ini nantinya akan dipergunakan untuk opesional selama penampingan rombongan PWM Kalimantan Barat selama 6 hari di Banjarmasin," tutupnya.
Rangkaian kegiatan yang berlangsung selama 6 hari tersebut dimulai pada 9 Januari hingga 15 Januari 2022. Rombongan PWM Kalimantan Barat berkunjung ke beberapa masjid yang tersebar di berbagai Cabang Muhammadiyah di Kota Banjarmasin, seperti Masjid Al Jihad di PCM 4, Masjid Al Ummar di PCM 11, Masjid Muhammadiyah Kelayan di PCM 2 dan lain-lain, serta beramah-tamah dengan PWM Kalimantan Selatan.
[PR Lazismu PP Muhammadiyah/Muhammad Nashir]

Lazismu Wilayah Kalimantan Selatan menyerahkan bantuan yang berasal dari program Beasiswa Sang Surya kepada Muhammad Irpan, seorang mahasiswa pascasarjana di salah satu perguruan tinggi swasta di Kalimantan Selatan. Penyerahan bantuan dana untuk penyelesaian perkuliahan ini dilakukan pada Senin (17/01) di Sekretariat Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Kalimantan Selatan dan diserahkan langsung secara simbolis oleh Muchdiansyah, SE., MM., selaku Sekretaris PWM Kalimantan Selatan.
Muchdiansyah menyampaikan, penyaluran bantuan tersebut adalah suatu kebanggaan dari Muhammadiyah karena merupakan bagian dari bentuk kaderisasi. "Penyaluran Beasiswa Sang Surya ini merupakan suatu kebanggaan bagi Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Kalimantan Selatan karena merupakan salah satu sarana kaderisasi di Persyarikatan Muhammadiyah, khususnya di Kalimantan Selatan dalam hal mencetak kader yang menyelesaikan pendidikan tinggi," ujarnya.
Ia juga terus mengajak para pimpinan, kader, warga, maupun jamaah untuk turut mendukung berbagai program Muhammadiyah melalui Lazismu. "Mari kita bersama mendukung program-program Lazismu Wilayah Kalimantan Selatan dengan menyalurkan zakat, infak, dan sedekahnya agar program-program tersebut dapat dijalankan sesuai dengan yang kita harapkan," ajak Muchdiansyah.
Muhammad Irpan, penerima manfaat Beasiswa Sang Surya Lazismu menyampaikan, bantuan ini sangat bermanfaat untuk penyelesaian perkuliahannya. Saat ini Irpan memasuki tahap penyelesaian perkuliahan dengan melakukan penyusunan tesis. "Bantuan Muhammadiyah melalui Lazismu ini sangat bermanfaat sehingga tentu memberikan motivasi lebih dalam penyelesaian studi pendidikan magister saya," tandasnya.
Irpan merupakan kader yang aktif di berbagai Organisasi Otonom (Ortom) Muhammadiyah. Ia pun menyampaikan bahwa dana yang diterima nantinya akan dipergunakan untuk beragam keperluan. "Bantuan ini nantinya akan saya gunakan untuk beragam keperluan penyelesaian tesis, mulai dari bimbingan tesis, sidang proposal, hingga sidang tesis nantinya," tutupnya.
Lazismu Wilayah Kalimantan Selatan terus berkomitmen dalam penyaluran dana zakat, infak, dan sedekah dengan terus mengikuti aturan yang telah ditentukan oleh Dewan Syariah Lazismu. Program bantuan pendidikan melalui Lazismu bukan hanya kali ini saja, sebelumnya Lazismu Wilayah Kalimantan Selatan beberapa bulan yang lalu tercatat telah menyalurkan bantuan dengan menyasar calon mahasiswa asal Kalimantan Selatan yang akan menempuh pendidikan tinggi di Kairo, Mesir.
[PR Lazismu PP Muhammadiyah/Muhammad Nashir]

