

Dengan adanya peningkatan total sebanyak 17 persen dari tahun 2021, setiap kabupaten/kota memiliki persentase kenaikan berkisar antara 10 sampai 25 persen. Dari hasil kenaikan tersebut, Kabupaten Sleman menjadi target pencapaian tertinggi yaitu sebanyak 11 miliar rupiah, kemudian disusul oleh Kabupaten Bantul sebanyak 10,8 miliar rupiah, kantor Lazismu Wilayah DI Yogyakarta sebanyak 9,3 miliar rupiah, Kota Yogyakarta 5,7 miliar rupiah, Kabupaten Kulon Progo sebanyak 4,4 miliar rupiah, dan Kabupaten Gunungkidul sebanyak 4,3 miliar rupiah.
Ketua Lazismu Wilayah DI Yogyakarta, Cahyono menyampaikan, penghimpunan ini akan dilakukan melalui Kantor Layanan Lazismu yang berada pada berbagai tingkatan di wilayahnya. "Penghimpunan kolaborasi setiap daerah ini akan diterjemahkan ke Kantor Layanan Lazismu tingkat ranting, cabang, dan daerah maupun Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) di bawah SK pimpinan persyarikatan setempat," ujarnya.
Cahyono kemudian menambahkan, amil Lazismu mempunyai peran sangat strategis dan penting memiliki ciri khas sebagai warga Muhammadiyah yang sedikit bicara banyak bekerja, serta menjaga ciri khas itu dengan tidak mengenal lelah dan ikhlas mengabdi. "Menargetkan diri dan menargetkan untuk umat," imbuhnya.
Selain menghasilkan target pencapaian penghimpunan, dalam sidang pleno Rakerwil Lazismu Wilayah DI Yogyakarta ini diputuskan beberapa kesepakatan, seperti memaksimalkan pendirian dan peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) Amil di Kantor Layanan Lazismu tingkat cabang, AUM, dan Non AUM sebagai pengembangan capaian penghimpunan dan penyaluran secara merata. Capaian penyaluran pun dilakukan melalui program inovasi seperti tema yang diangkat, yaitu "Inovasi Sosial untuk Pencapaian SDGs".
Gerakan inovasi pengentasan kemiskinan dilakukan oleh Lazismu melalui kesepakatan setiap Kantor Layanan Lazismu tingkat cabang dan daerah sesuai kemampuannya dengan menjalankan enam Pilar Lazismu, seperti pilar pendidikan, ekonomi, kesehatan, sosial dakwah, kemanusiaan dan lingkungan. Setiap pilar terdapat program-program kreatif penyaluran dengan membawa ciri khas setiap daerah, sehingga dalam penyaluran dilakukan secara terukur, tepat sasaran, dan memberikan manfaat lebih luas. Terdapat dua jenis program yang dijalankan, yaitu program konsumtif dan program produktif.
Cahyono dalam sambutannya juga menyampaikan isu-isu masalah yang harus diselesaikan secara bersama-sama. "Isu kemiskinan di DIY mencapai 12 persen, melebihi tingkat kemiskinan secara nasional yaitu 10 persen, dan juga isu lingkungan seperti penutupan TPST Piyungan yang tidak menerima sampah lagi karena sudah melebihi kapasitas," ujarnya.
Cahyono menegaskan, perlu adanya inovasi gerakan sosial untuk menyelesaikan masalah isu tersebut. Contoh yang diberikan adalah dengan mengelola sampah organik menjadi pupuk dan non organik menjadi pengolahan bahan baku bangunan atau peralatan rumah tangga dengan pengadaan alat pemilah dan mengolah sampah plastik.
Apresiasi datang untuk Lazismu dari Bendahara Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) DI Yogyakarta, Dede Haris Sumarno tentang inovasi gerakan yang dilakukan. Menurutnya, pencapaian dalam satu tahun ke depan harus ada perencanaan dan evaluasi sehingga inidikator pencapaian bisa terlaksana dan juga harus menyesuaikan perubahan zaman begitu cepat. "Perubahan sudah sangat cepat, menuntut Lazismu harus lebih cepat dengan digitalisasi terus digalakkan dengan inovasi bergerak dan terus bergerak sehingga penghimpunan dan penyaluran ke penerima manfaat semakin maksimal," katanya.
Dalam acara penutupan Rakerwil Lazismu Wilayah DI Yogyakarta juga diberikan penghargaan Lazismu Award kepada Kantor Layanan dan Kantor Daerah Lazismu atas prestasi dalam kinerja selama tahun 2021 melalui program-program penghimpunan dan penyaluran secara kreatif. Predikat Kantor Lazismu Daerah Terbaik pun jatuh ke tangan Lazismu Kabupaten Sleman.
Ketua Badan Pengurus Lazismu Kabupaten Sleman, Arief Eko Wahyudi mengucapkan terima kasih kepada Kantor Layanan Lazismu yang ada di daerahnya atas keberhasilan meraih penghargaan ini. "Terima kasih kepada Kantor Layanan Lazismu yang berada di wilayah Sleman yang telah merumuskan dan menghimpun atas capaian yang didapat. Semoga hasil usaha yang didapat ini bisa lebih semangat dan mustahik atau penerima bisa menerima manfaat sesuai hak-haknya," ucapnya.
Terdapat 140 Kantor Layanan Lazismu di DI Yogyakarta yang aktif melakukan aktivitas penghimpunan dan penyaluran. Sebagai bentuk pertanggungjawaban dalam mengelola dana umat secara keseluruhan, maka wajib melaporkan penggunaan dana secara transparan dan akuntabel melalui pelaksanaan audit eksternal setiap tahunnya.
[PR Lazismu PP Muhammadiyah]

Sebelumnya, kebakaran terjadi pada Selasa (01/02) sekitar pukul 09:30 WITA, menghanguskan tiga unit rumah dan satu unit gudang yang berada di Jalan Muhammad Taher, Runtaian Desa Haruyan Seberang, RT. 3, Kecamatan Haruyan, Kabupaten Hulu Sungai Tengah. Setelah mendapatkan informasi tersebut, KL Lazismu Ash Shalihin Haruyan yang berkantor tidak jauh dari tempat kejadian mencoba membuka donasi untuk membantu warga terdampak kebakaran, terlebih lagi salah satu korban merupakan warga Muhammadiyah.
Penyerahan bantuan berupa uang tunai tersebut dihadiri oleh Khairiah selaku Camat Haruyan, Sugianor selaku Kepala Desa Haruyan Seberang, Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Haruyan serta relawan Muhammadiyah yang tergabung dalam MDMC. Penyerahan pun dilakukan secara simbolis oleh Fikri Cahyadi selaku Kepala KL Lazismu Ash Shalihin Haruyan kepada Kepala Desa Haruyan Seberang.
Sugianor, Kepala Desa Haruyan Seberang pada saat penyerahan bantuan secara langsung menyampaikan terima kasih atas bantuan yang telah diberikan. "Saya turut mewakili para korban mengucapkan terima kasih atas bantuannya. Mudah-mudahan dengan diserahkannya langsung bantuan ini dapat dipergunakan sebaik-baiknya serta kebaikan para donatur yang menyalurkan melalui Muhammadiyah dibalas oleh Allah SWT," ucapnya.
Sugiannor juga turut mengajak untuk bersama mendoakan agar rumah para korban yang telah terkena musibah tersebut bisa dibangun kembali. "Mudah-mudahan rumah mereka yang terkena musibah kebakaran bisa segera dibangun kembali," harapnya.
Kepala KL Lazismu Ash Shalihin Haruyan, Fikri Cahyadi menyampaikan rasa syukur karena bisa turut serta dalam melaksanakan aksi kebaikan untuk membantu mereka yang tertimpa musibah ini. "Alhamdulillah Lazismu dan MDMC bergerak cepat dalam membantu korban kebakaran Desa Haruyan Seberang. Pasca satu hari setelah api padam Lazismu dan MDMC langsung bergerak cepat dalam penghimpunan dana dan satu hari pasca kebakaran bantuan langsung disalurkan," terangnya.
Fikri juga menambahkan, aksi Muhammadiyah melalui Lazismu dan MDMC tersebut bahkan viral karena merupakan lembaga pertama yang menyerahkan bantuan. "Aksi kami sempat trending atau viral karena Muhammadiyah menjadi lembaga pertama dan perdana menyerahkan bantuan, bahkan ketika menyerahkan mendapatkan apresiasi oleh aparat setempat seperti Camat Haruyan dan Kepala Desa Haruyan Seberang," tambahnya.
Dana terkumpul yang berjumlah Rp. 8.150.000,- tersebut diserahkan secara langsung kepada tiga keluarga korban dengan bagi secara adil sesuai sesuai kondisi rumah yang terbakar. Tiga keluarga korban tersebut yaitu Murni, Rudi Hartono, dan Hairani. Kondisi rumah mereka yang terbuat dari kayu menyebabkan cepat hangus dilalap api, kecuali rumah milik Rudi Hartono yang masih tersisa karena terbuat dari beton.
[PR Lazismu PP Muhammadiyah/Muhammad Nashir]

Wakil Bupati Demak, KH. Ali Makhsun dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada Lazismu Kabupaten Demak atas kiprahnya dalam membantu Pemerintah Kabupaten Demak. "Terima kasih kepada Lazismu Demak yang telah membantu program pemerintah, terutama kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Demak," ucapnya.
Ahmad Gufron selaku Ketua Lazismu Kabupaten Demak menyebutkan, Lazismu Kabupaten Demak pada tahun 2021 telah melampaui target penghimpunan sebesar 2 miliar lebih. Capaian Lazismu Kabupaten Demak pada 2021 adalah 3.051.490.805 miliar rupiah, sementara target pada tahun tersebut hanyar sekita 2 miliar rupiah. "Alhamdulillah untuk capaian Lazismu Kabupaten Demak pada tahun 2021 3.051.490.805 miliar rupiah. Capaian ini sudah melampaui batas target kita. Target kita di 2021 2 miliar 5 juta," paparnya.
Ia manambahkan, ini semua merupakan hasil dari upaya bersama, terlebih warga Kabupaten Demak. "Dengan kegigihan, semangat, dan kesadaran bapak ibu semuanya wabil khusus masyarakat Kabupaten Demak sehingga capaian Lazismu Kabupaten Demak ini dari target 2 miliar 5 juta menjadi 3 miliar. Ini sungguh luar biasa dan amanah yang sangat besar sekali bagi teman-teman yang ada di Lazismu ini," ungkapnya.
Senada dengan Ahmad Gufron, Ketua PDM Demak, Drs. H. Suali, MS. menyebutkan bahwa Lazismu Kabupaten Demak sudah terbukti amanah dengan didapatkannya predikat Wajar Tanpa Pengecualian atau WTP setelah melaksanakan proses audit oleh eksternal. Ia pun mengakui, keberadaan para amil yang berusia relatif muda telah membawa Lazismu Kabupaten Demak menjadi lebih baik dan bisa melampaui target sehingga bisa memberikan manfaat bagi umat.
"Di bawah kiprah dan gerakan dari anak-anak muda ini, ternyata Lazismu lebih gesit, larinya lebih kencang. Ini bukan berarti kami membedakan, tidak, tapi ini semata-mata untuk menyemangati bahwa tenaga-tenaga muda inilah yang lebih gesit untuk membawa kemajuan daripada dakwah yang ada. Oleh karena itu Lazismu ini sudah banyak berkiprah. Tadi sudah dilaporkan walaupun asetnya baru tiga koma sekian M, namun alhamdulillah Lazismu bisa memberikan manfaat yang sangat dirasakan oleh umat," ujar Suali.
Penghimpunan Lazismu Kabupaten Demak yang telah melampaui target tersebut disalurkan melalui enam Pilar Program Lazismu. Lazismu Kabupaten Demak pun telah memelopori kegiatan Peduli Petani dengan membeli 6 ton cabai kepada petani. Kegiatan tersebut ditutup oleh materi dari Ketua Lazismu Wilayah Jawa Tengah, Dodok Sartono, SE., MM. dengan tema "Membersihkan Sedekah dari Kepentingan Dunia".
[PR Lazismu PP Muhammadiyah/Hening Wulandari]

Zakat Expo diadakan dengan tujuan untuk mempererat ukhuwah antar amil Lazismu se-Kabupaten Kebumen, keluarga besar Persyarikatan Muhammadiyah serta masyarakat umum. Rangkaian acara Zakat Expo yang berlangsung selama tiga hari ini berlangsung sangat meriah dengan melibatkan semua unsur, baik amil, warga persyarikatan serta masyarakat umum.
Pada hari pertama acara diisi dengan Opening Ceremony, SJF, Road to Hijrah (berupa kegiatan hapus tato gratis), Berkisah Islami dan Gathering Ceremony. Selanjutnya pada hari kedua acara tersebut dimeriahkan dengan Training Motivation, Talkshow Parenting, Khasanah, dan Road to Hijrah. Sementara pada hari terakhir acara berisi dengan lomba-lomba dan penutupan yang diselingi ngopi dan nonton film bioskop Filantropi.
Dalam kesempatan tersebut juga dilakukan penyerahan bantuan dari Lazismu Kabupaten Kebumen melalui beberapa program. Program tersebut antara lain Bedah Rumah kepada Sumarjo, warga Desa Kalisari, Kecamatan Rowokalih; dan Peduli Disabilitas berupa kaki palsu yang diberikan kepada Reihat Tafriziah (berusia 15 tahun, anak ketiga dari Haristia dan Rasiem yang berprofesi sebagai sopir, warga Desa Plumbon Kecamatan Karangsambung) dan untuk Zuhairi (berusia 10 bulan, anak kedua dari pasangan Mahmudin dan Kurniasari yang berprofesi sebagai serabutan, warga Karangkembang Kecamatan Ngaliyan).
Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis oleh Forkompincam Gombong dengan Badan Pengurus Lazismu Kabupaten Kebumen dan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kebumen. Sugiatno mewakili PDM Kebumen menuturkan bahwa pada tahun 2022, target penghimpunan Lazismu Kabupaten Kebumen adalah sebesar 6,5 miliar rupiah. Ia juga berharap agar target ini terpenuhi melalui kerja sama berbagai pihak. "Kita sudah menyusun program untuk kegiatan Lazismu ini di tahun 2022, target kita adalah 6,5 Milyar. Nah mudah-mudahan dengan kesungguhan kita bersama melalui KL-KL ini, bersinergi bersama, terus bekerja secara baik, mudah-mudahan target ini terpenuhi," harapnya.
[PR Lazismu PP Muhammadiyah/Samsudin]

Program Peduli Guru ini menyasar 84 orang guru berbagai tingkat, mulai dari dasar hingga menengah atas yang tersebar di Karang Intan, Sungai Besar, dan Bi'ih. Muhammad Rasyid Ridho, Staf Program Lazismu Kabupaten Banjar menerangkan, penyaluran program Peduli Guru ini mendapat dukungan dari Aisyiyah. "Dalam penyaluran paket bantuan melalui program Peduli Guru ini terlaksana berkat dukungan dari ibunda Aisyiyah Banjarbaru Barat," terangnya.
Ridho pun mengharapkan, bantuan yang disalurkan mampu untuk membantu serta meringankan beban para guru. "Mudah-mudahan bantuan tersebut dapat membantu meringankan beban para guru," harapnya.
Berkaitan dengan disalurkannya paket bantuan yang di dalamnya terdapat beras, minyak, telur ayam, dan lain-lain tersebut, Muhammad Ihsan, guru Madrasah Tsanawiyah (MTs) menyampaikan rasa terima kasih atas bantuan yang diberikan. "Kami, khususnya saya pribadi mengucapkan terima kasih atas perhatian Muhammadiyah terhadap kami," ucapnya.
Ihsan yang juga mengajar pada Sekolah Menengah Atas (SMA) Muhammadiyah Karang Intan ini menambahkan, bantuan yang diberikan sangat bermanfaat untuk memenuhi kebutuhan pangan di rumah. Suasana pandemi terkadang tak berpihak dan memiliki dampak signifikan terhadap perekonomian para guru.
Lazismu Kabupaten Banjar dalam menyalurkan bantuan pertama kali bekerja sama dengan Aisyiyah Banjarbaru Barat. Beberapa waktu lalu Lazismu bersama MDMC Kabupaten Banjar juga turut menyalurkan bantuan untuk warga yang terdampak banjir di Desa Pengaron, Kecamatan Pengaron.
[PR Lazismu PP Muhammadiyah/Muhammad Nashir]

Muhammad Alimi menyampaikan bahwa kegiatan ini dilaksanakan secara rutin setiap hari Jum'at. "Kegiatan ini rutin kami lakukan untuk membiasakan peserta didik dan warga sekolah gemar berinfak dalam kehidupan sehari-hari. Hasil penghimpunan yang didapat langsung diserahkan kepada Lazismu Banjarbaru," ujarnya.
Alimi juga membeberkan alasan dipilihnya Lazismu dalam menyalurkan infak tersebut. "Lazismu adalah lembaga zakat, infak, dan sedekah milik Muhammadiyah yang sudah sangat terpercaya, jujur, dan berpengalaman dalam menyalurkan titipan masyarakat yang gemar berzakat atau pun berinfak," ungkapnya.
Terakhir, Alimi menjelaskan, ketika ada instruksi dari Muhammadiyah untuk menghimpun dana untuk bencana tertentu, pihaknya juga melakukan hal yang sama. "Kalau ada instruksi dari Muhammadiyah baik pusat hingga daerah untuk menghimpun untuk membantu hal tertentu seperti bencana, kami juga turut berpartisipasi dengan mengumpulkan infak di sekolah, selanjutnya disalurkan pula ke Lazismu. Contohnya beberapa waktu lalu ada penghimpunan bencana banjir yang menimpa banyak daerah," tutupnya.
Tito Dwi Wirawan, Manajer Lazismu Kota Banjarbaru menyampaikan apresiasi atas penyerahan infak yang dilakukan oleh SMP Muhammadiyah 1 ini. "Tentunya kami sangat mengapresiasi atas kepercayaan dan dukungan SMP Muhammadiyah 1 Banjarbaru dengan menyalurkan infaknya ke Lazismu. Infak yang kami terima ini nantinya akan kami salurkan kepada mereka yang memerlukan," jelasnya.
Tito menuturkan, untuk penyaluran dana juga tak jarang melibatkan para donatur. "Beberapa waktu lalu kami mengajak donatur yakni SD Muhammadiyah Hajjah Nuriyah Banjarbaru dalam menyalurkan bantuan ke TPA yang ada di Banjarbaru. Hal tersebut dilaksanakan guna memberikan pengalaman secara langsung dalam hal berbagi kepada sesama," tuturnya.
SMP Musaba, sebutan SMP Muhammadiyah 1 Banjarbaru yang pada kesempatan itu berhasil mengumpulkan infaq sejumlah Rp.850.000,- tersebut selain infak Jum’at ada pula kaleng Filantropis Muda yang sebelumnya telah dititipkan ke masing-masing siswa. Hal tersebut merupakan bentuk pelaksanaan dari penandatanganan kerjasama pada akhir Oktober 2021 guna menunjang penguatan kapasitas non akademik dari siswa dalam hal gemar berinfak.
[PR Lazismu PP Muhammadiyah/Muhammad Nashir]

