

Keadaan Iman yang terbaring lemah dan hanya sendirian di rumah sakit menarik perhatian salah seorang wanita bernama Suriana Bachtiar. Kebetulan, salah satu kerabatnya juga dirawat di rumah sakit yang sama. Mendapati Iman yang sebatang kara, Suriana pun mencoba membantu menemani dan akhirnya mengabarkan perihal kondisi Iman melalui media sosial. Gayung bersambut, kabar yang tersiar ini pun mengundang simpati banyak pihak, salah satunya Lazismu Kabupaten Nunukan.
Supriadin, Ketua Lazismu Kabupaten Nunukan menerangkan, pihaknya datang mengunjungi Iman di ruang Cempaka kamar 4 RSUD Nunukan pada Senin (03/01). Kunjungan ini adalah untuk memberikan bantuan yang merupakan amanah dari dermawan kepada Iman. Bantuan dari program Peduli Kesehatan Lazismu ini pun diterima langsung oleh Iman.
"Kami dari Lazismu Kabupaten Nunukan tanggal 3 Januari 2022 mendapat informasi itu. Setelah dzuhur kami bertiga, Lazismu Kabupaten Nunukan berkunjung ke sana dengan tujuan memberikan sedikit bantuan untuk biaya pengobatan saudara kita ini. Semoga dengan bantuan yang kami berikan itu bisa meringankan beban yang dia alami," terang Supriadin.
Kondisi pekerjaan Iman yang terdampak pandemi di Kabupaten Tolitoli memaksanya untuk merantau ke Sebatik. Di perantauan ini, Iman menjadi buruh petani rumput laut yang bekerja secara borongan. Sudah 3 bulan ia merantau untuk mengais rezeki di Sebatik guna menghidupi istri dan anaknya yang berusia 7 bulan di kampung halaman, sampai akhirnya musibah ini datang menimpa dirinya.
[PR Lazismu PP Muhammadiyah/Supriadin]

Dari Agustus hingga Desember 2021, para peserta dibekali dengan pengetahuan SGDs dan kemampuan problem-solving melalui studi kasus inovatif dan praktik lapangan. Selama lima bulan, para peserta dibagi ke dalam delapan kelompok dan ditantang untuk menciptakan Karya SDG berupa program inovatif di bidang Manajemen Sumber Daya Alam dan Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak.
Dalam acara kelulusan daring pada 19 Januari 2022, Direktur Interim SDG Academy Indonesia, Siprianus Bate Soro memberikan gelar SDG-Certified Leaders kepada para lulusan angkatan kedua. Dengan ini, jumlah SDG-Certified Leaders mencapai 69 orang di mana 33 berasal dari angkatan pertama. Seluruh SDG-Certified Leaders akan bergabung ke dalam Indonesia’s SDGs Leaders Association untuk memfasilitasi pembelajaran dan kolaborasi yang lebih erat.
Dalam upaya mencetak lebih banyak SDG-Certified Leaders, SDG Academy Indonesia akan memilih 45 peserta untuk mengikuti Program Kepemimpinan SDG Angkatan 3 yang akan dimulai pada 14 Februari 2022. Angkatan 3 akan berfokus pada topik Sumber Daya Manusia & Ketenagakerjaan dan Manajemen Sampah Berkelanjutan. "Saat ini sedang dalam proses seleksi pendaftar. Kami menerima lebih dari 200 pendaftar dan ini merupakan antusiasme yang luar biasa dari masyarakat Indonesia," ujar Siprianus.
Sementara itu, Vivi Yulaswati, Kepala Sekretariat Nasional SDG – Bappenas, memberikan apresiasi kepada SDG Academy Indonesia dalam meningkatkan kesadaran dan pengetahuan publik akan SDGs. "Karenanya kami mengharapkan keberlanjutan dari SDG Academy Indonesia melalui tidak hanya mencetak champion-champion tetapi tentunya dampak yang lebih besar terhadap pencapaian SDGs," ujar Vivi.
Selain Program Kepemimpinan SDG, SDG Academy Indonesia juga menyediakan 13 materi belajar daring melalui Program Pembelajaran Daring yang memberikan akses kepada seluruh masyarakat untuk mempelajari berbagai topik terkait SDGs. Manajer R&D Lazismu Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Sita Rahmi, meraih penghargaan "The Most Agile Leaders Award". Ia juga menjadi bagian dari tim yang meraih penghargaan "The Best Capstone Project" (Karya SDG Terbaik) dengan topik Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak.
[PR Lazismu PP Muhammadiyah]

Sebagai wujud kepedulian terhadap mereka yang terdampak banjir, Muhammadiyah Kota Lhokseumawe menerjunkan tim kesehatan untuk membuka layanan kesehatan di lokasi banjir. Tim ini merupakan gabungan dari Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Muhammadiyah dan KlinikMu Lhokseumawe. Layanan kesehatan tersebut diberikan pada masyarakat di Gampong Keude, Kecamatan Matang Kuli, Kabupaten Aceh Utara pada Jum'at (07/01).
Ketua Lazismu Kota Lhokseumawe, Farhan Zuhri Baihaqi menyebutkan, kegiatan ini merupakan rangkaian dari kegiatan tim Muhammadiyah Kota Lhokseumawe dalam merespon kejadian banjir yang ada di daerah yang berbatasan langsung dengan Kota Lhokseumawe. Kegiatan ini juga dikoordinir oleh MDMC serta Lazismu Kota Lhokseumawe dalam penanggulangan banjir yang terjadi di kawasan Aceh Utara.
Selain itu, menurut Farhan, pihaknya juga menyalurkan bantuan berupa sembako yang berasal dari para donatur yang telah menitipkan amanahnya melalui Lazismu Kota Lhokseumawe. "Tadi juga kita sudah menyampaikan bantuan berupa sembako yang diperuntukkan bagi mereka yang terimbas banjir berupa beras, minyak, gula, telur, teh, serta mie instan," jelasnya.
Farhan pun mengucapkan terima kasih kepada para donatur atas donasi yang telah diberikan. "Jazakumullah kami sampaikan kepada para muhsinin atas donasi terbaiknya," ujarnya.
Sementara itu, koordinator tim kesehatan, dr. Sarah Amalia Fauzen mengungkapkan, dari hasil pemeriksaan kesehatan yang telah dilakukan, sebagian masyarakat terdampak banjir menderita skabies, tinea, dan lambung. Ia pun berharap agar kegiatan ini bermanfaat bagi warga. "Kita telah memberikan pelayanan kesehatan semaksimal mungkin. Semoga ini bermanfaat," harapnya.
[PR Lazismu PP Muhammadiyah/Farhan Zuhri Baihaqi]

Keprihatinan ini dirasakan oleh Lazismu Kabupaten Hulu Sungai Tengah. Setelah mendapatkan informasi keadaan Nenek Bahrah, Lazismu Kabupaten Hulu Sungai Tengah segera menurunkan relawan untuk melakukan survei untuk mendata lebih jauh guna menentukan bantuan yang akan diberikan.
Relawan Muhammadiyah Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Haris, yang menyampaikan informasi mengenai kondisi Nenek Bahrah menceritakan, ia mendapatkannya dari salah satu grup jejaring yang diikuti. "Kebetulan saya tergabung dalam grup Balakar (Barisan Relawan Kebakaran) se-Hulu Sungai Tengah. Nah, dari sana mendapatkan informasinya," terangnya.
Haris melanjutkan, setelah mendapatkan informasi tersebut, ia pun meneruskannya kepada Lazismu Kabupaten Hulu Sungai Tengah. "Dari informasi tersebut saya berinisiatif untuk menghubungi kawan-kawan Lazismu Kabupaten Hulu Sungai Tengah dan tidak lama diberi kabar bahwa Muhammadiyah akan turut mengunjungi Nenek Bahrah di kediaman beliau di Limpasu," imbuhnya.
Pada Rabu (05/01) amil Lazismu Kabupaten Hulu Sungai Tengah mendatangi rumah Nenek Bahrah di Desa Karau, Kecamatan Limpasu untuk menyerahkan bantuan. Dharma, Staf Admin Lazismu Kabupaten Hulu Sungai Tengah yang turut menyerahkan bantuan menyampaikan, bantuan tersebut berupa paket sembako, air mineral, dan uang tunai. "Alhamdulillah kami dapat berkunjung serta menyerahkan bantuan berupa paket sembako, air mineral, dan uang tunai," tuturnya.
Dharma pun menjelaskan keadaan Nenek Bahrah. "Secara umum kondisi beliau dalam keadaan sehat, namun untuk berpindah tempat beliau tidak bisa berjalan normal hanya ngesot saja," terangnya terkait kondisi fisik Nenek Bahrah.
Bantuan ini pun disambut dengan suka cita oleh Nenek Bahrah. Ia menyampaikan rasa terima kasih atas bantuan yang berikan."Syukur alhamdulillah atas bantuan ini mungkin tahan (cukup) satu-dua bulan belum habis," ujarnya.
Menurut pengakuan Nenek Bahrah, hidupnya pun tergantung belas kasih warga sekitar. "Biasanya ada juga tetangga sekitar yang memberi beras, air untuk keperluan sehari-hari seperti ini," sambung nya.
Gubuk tua yang ditempati Nenek Bahrah sudah tak layak huni karena sebagian besar hanyalah berdinding kain lapuk dan bekas spanduk. Alas berupa papan juga telah dimakan usia, bahkan sebagian lainnya tinggal kayu rangka saja. Belum lagi tidak adanya fasilitas MCK (mandi, cuci, dan kakus) tentu saja menambah keprihatinan.
Lazismu Kabupaten Hulu Sungai tengah pun berencana untuk kembali membantu Nenek Bahrah yang sekarang sudah berusia lebih dari 64 tahun tersebut berupa perbaikan rumah dengan perkiraan dana yang diperlukan sebesar enam juta rupiah. Pintu untuk donatur pun dibuka, melalui Bank Muamalat dengan nomor rekening 620 0888 999. Semoga kebaikan para donatur akan menjadi pahala di akhirat kelak.
[PR Lazismu PP Muhammadiyah/Muhammad Nashir]

Presiden RI Joko Widodo yang turut menghadiri acara secara virtual dalam sambutannya menyampaikan selamat ulang tahun ke-21 kepada BAZNAS. "Semoga di usia yang terus bertambah BAZNAS akan tumbuh semakin kuat, terpercaya dan modern," sambut Presiden Joko Widodo.
Selain itu, Presiden Joko Widodo juga mengucapkan selamat kepada para penerima BAZNAS Award 2022. "Semoga bisa menjadi inspirasi dan teladan bagi kita semuanya," harapnya.
Wakil Presiden (Wapres) RI KH. Ma'ruf Amin juga turut hadir secara virtual dalam acara yang disiarkan melalui kanal YouTube BAZNAS TV ini. Dalam sambutannya, KH. Ma'ruf Amin menyampaikan, sebagai negara berpenduduk Muslim terbesar di dunia, dana filantropi syariah nasional memiliki potensi yang sangat besar.
"Dana sosial syariah dimanfaatkan untuk membantu mengatasi berbagai permasalahan sosial ekonomi nasional antara lain dalam mengatasi permasalahan sosial akibat pandemi covid-19, permasalahan kemiskinan, terutama kemiskinan ekstrim serta meningkatkan pemberdayaan ekonomi ummat utamanya UMKM," jelas KH. Ma'ruf Amin.
Sementara itu, Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA memberikan apresiasi kepada pihak-pihak yang mendukung BAZNAS melalui BAZNAS Award ini. "BAZNAS memberikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh pihak yang telah terlibat dan mendukung upaya BAZNAS dalam menyejahterakan umat melalui BAZNAS Award. BAZNAS Award kali ini melibatkan lebih dari 300 tokoh dan lembaga, dengan 184 pemenang. Ini menjadi kebanggaan bagi kami semua. Penerima penghargaan di tahun ini meningkat tajam dari tahun sebelumnya," ujarnya.
Kegiatan BAZNAS Award merupakan kegiatan yang sudah dilaksanakan oleh BAZNAS sejak tahun 2017 lalu dan patut untuk diteruskan karena menjadi pemicu untuk terus mewujudkan tujuan pengelolaan zakat di Indonesia. Dalam anugerah BAZNAS Award 2022 kali ini, Lazismu meraih penghargaan Kategori LAZNAS dengan Program Penanggulangan Covid-19 Terbaik.
Ketua Lazismu Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Mahli Zainuddin Tago menyambut baik penghargaan yang telah diberikan BAZNAS ini. Menurutnya, penghargaan ini dapat turut meningkatkan kinerja Lazismu. "BAZNAS Award merupakan rekognisi eksternal yang tentu berpengaruh positif bagi peningkatakan kinerja Lazismu, khususnya dalam implementasi tema Rakernas Lazismu 2022 yaitu Inovasi Sosial," terang Mahli.
Hadir dalam acara tersebut Perwakilan Keluarga Presiden RI Periode 1998-1999 Ilham Ali Habibie, Perwakilan Keluarga Presiden RI Periode 1999-2001 Alisa Wahid dan Yeni Wahid, Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Prof. Dr. KH Muhadjir Efendy MA, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Kabinet Indonesia Maju, serta Gubernur/Bupati/Walikota dari berbagai wilayah di Indonesia, Pimpinan BAZNAS RI, Pimpinan BAZNAS se-Indonesia, para tokoh, lembaga negara, organisasi masyarakat Islam, dan seluruh penerima BAZNAS Award 2022.
[PR Lazismu PP Muhammadiyah]

Hal inilah yang mendorong Lazismu Kabupaten Banyumas untuk ikut membantu mengangkat kesejahteraan guru honorer. Pada Selasa (28/12), Lazismu Kabupaten Banyumas melaksanakan kegiatan pentasyarufan bagi para guru honorer yang berada di lingkungan SD Muhamadiyah Purwokerto dan juga bagi murid-murid yang ada di SMA Muhammadiyah Sokaraja.
Kegiatan ini dilakukan agar dapat meringankan beban para guru honorer, terutama di tengah situasi pandemi. Sasarannya adalah para guru honorer yang belum mendapatkan sertifikasi atau non ASN, mengingat mereka juga harus memenuhi kebutuhan hidup, baik untuk diri sendiri maupun keluarga secara layak.
Selain bantuan untuk para guru honorer, Lazismu Kabupaten Banyumas juga menyerahkan bantuan program Beasiswa Mentari kepada siswa-siswi SMA Muhammadiyah Sokaraja. Para penerima manfaat program ini yaitu mereka yang memiliki semangat tinggi untuk meneruskan proses belajar namun terkendala dalam biaya pendidikan.
Bantuan yang diberikan oleh Lazismu Kabupaten Banyumas diserahkan secara langsung kepada masing-masing pihak sekolah yaitu SD Muhammadiyah Purwokerto dan juga SMA Muhammadiyah Sokaraja. Sabar Waluyo selaku Manajer Lazismu Kabupaten Banyumas berharap agar masyarakat juga tergerak untuk saling mendukung seluruh elemen pendidikan baik guru maupun siswanya.
Bantuan ini merupakan komitmen nyata Lazismu Kabupaten Banyumas dalam membantu guru yang belum memiliki sertifikasi atau non ASN untuk dapat terus mengajar kepada murid-muridnya. Selain itu, dengan adanya bantuan berupa beasiswa ini diharapkan dapat memberikan semangat kepada siswa-siswi untuk terus semangat dalam belajar di sekolah.
[PR Lazismu PP Muhammadiyah/Romi Zarida]

