

LIMAPULUH KOTA – Penantian itu akhirnya terjawab. Ruang kelas baru yang dinanti kini berdiri, melengkapi gedung SD Muhammadiyah Sarilamak, di Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat. Komitmen BPKH memberikan nilai manfaat dengan menyalurkan program kemaslahatan yang secara kolaboratif resmi diserahkan pada SD Muhammadiyah (5/3/2026).
Nurmis Madiati, Kepala Sekolah SD Muhammadiyah Sarilamak, mengungkapkan sudah lama kami mengimpikan ruang kelas baru untuk menunjang kegiatan belajar mengajar Alhamdulillah ruang kelas itu kini hadir membersamai kegiatan guru dan peserta didik.
“Kami mengapresiasi atas perhatian Lazismu dan Badan Penyelenggara Keuangan Haji (BPKH) melalui program kemaslahatan ini. Pembangunan ruang kelas baru akan memberikan dampak nyata terhadap kenyamanan dan efektivitas kegiatan belajar mengajar,” ujarnya.
Bantuan ini sangat berarti bagi kami, sambung Nurmis. Dengan adanya ruang kelas baru, proses belajar mengajar dapat berlangsung lebih optimal dan siswa memiliki ruang belajar yang lebih layak.
Menurutnya, peningkatan kualitas sarana pendidikan yang memadai tidak hanya mendukung peningkatan prestasi akademik, tetapi juga berperan penting dalam membentuk karakter siswa. Hal ini, sambung Nurmis telah diwujudkan oleh Lazismu dan BPKH untuk memenuhi harapan tersebut.
Dalam proses pembangunan itu, Ketua Lazismu Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Lima Puluh Kota, Wengki Poetra Chaniago, mengatakan pembangunan ruang kelas baru ini merupakan bagian dari implementasi program kemaslahatan yang dijalankan bersama BPKH untuk memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
“Program Kemaslahatan BPKH sebagai amanah besar yang bersinergi dengan Lazismu perlu didukung penyalurannya agar tepat sasaran. Salah satunya melalui pembangunan ruang kelas baru di SD Muhammadiyah Sarilamak agar proses pendidikan dapat berjalan lebih baik,” ujar Wengki.
Menurutnya, nilai manfaat dari dana abadi umat yang dikelola BPKH, terutama di sektor pendidikan salah satu prioritas dalam program kemaslahatan mengingat dampak yang dipetik bersifat jangka panjang terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Bantuan BPKH tidak semata-mata dalam bangunan fisik, tetapi juga berperan memicu peningkatan kualitas pendidikan dan mendorong semangat belajar para siswa agar terus tumbuh,” pungkasnya.
Program Kemaslahatan BPKH adalah bentuk sinergi yang dalam praktiknya berasal dari pengelolaan dana kemaslahatan umat dengan berbagai program. Salah satunya yang berkolaborasi dengan Lazismu Muhammadiyah, mulai dari bidang pendidikan, kesehatan hingga pemberdayaan masyarakat.
Melalui program ini diharapkan kualitas pendidikan Muhammadiyah di berbagai daerah bisa memberikan manfaat untuk masyarakat. Mampu membentengi generasi muda dengan ilmu dan akhlak yang mumpuni.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat]

