Pelepasan Peserta Program Philanthropy Academy, Kalung Samir Tandai Spirit Berkarya Gerakan Pemberdayaan Lazismu

Ditulis oleh
Author
Ditulis pada
23 Mei 2026
Kategori :

JAKARTA -- Pada hari Jum’at, 22 Mei 2026, menjadi hari yang sarat pengalaman dan pembelajaran yang bermakna. Pasalnya, sebanyak 11 orang peserta Philanthropy Academy Lazismu Pusat, dinyatakan telah menyelesaikan program magang selama satu tahun sebagai praktik baik program pemberdayaan.

Direktur Program Pendistribusian dan Pendayagunaan Lazismu Pusat, Ardi Lutfi Kautsar, mengatakan, program pemberdayaan ini dirancang pada akhir 2024 menuju 2025, sebagai  inovasi program pendistribusian dan pendayagunaan dan menjadi solusi dalam masalah yang terjadi di lapangan.

“Dalam kesempatan kerja yang tersedia, selalu ada syarat melamar pekerjaan ditandai dengan pengelaman kerja minimal 1 tahun. Persyaratan inilah yang menjadi dasar pemberdayaan peserta Philanthropy Academy Lazismu Pusat yang dilaksanakan selama satu tahun”, ujarnya.

Jadi seluruh peserta mengikuti program ini,sambung Ardi, dari awal tahapannya, pertama pelatihan dan pengenalan Lazismu secara kelembagaan, bagaimana proses bisnisnya. Kemudian dilaksanakan pelatihan kerja lapangan di Lazismu Pusat.

Ardi menceritakan, ketika program ini dibuka sebanyak 50 orang mendaftar. Kemudian di seleksi menjadi 16 orang. Lalu dalam perjalanannya, berkurang menjadi 13 orang. Pada akhirnya yang tersisa menjadi 11 orang. “Ada banyak alasan yang akhirnya gugur di tengah jalan, salah satunya mereka telah keterima kerja di instansi lain”, jelasnya.

Sejauh ini para peserta sudah melewati dua fase Latihan dan praktik kerja lapangan selama 1 tahun. Satu fase belum terlaksana yaitu mendesain program bersama. Pada hari ini, 11 orang yang bertahan dilepas secara resmi sebagai bentuk rasa syukur bahwa program pemberdayaan menjadi begitu penting.   

“Ini bukan pelepasan sepenuhnya, tapi awal Kawan-kawan Philanthropy Academy untuk bisa berkarya misal di Lazismu atau lembaga lainnnya. Bekal inilah yang perlu Kawan-kawan bawa dan jaga dalam berkarya selanjutnya”, pungkasnya.  

Dalam sambutannya, Ketua Badan Pengurus Lazismu Pusat, Ahmad Imam Mujadid Rais, mengatakan, bahwa praktik baik ini bukan yang terkahir. Semua yang yang terseleksi pada dasarnya juga bagian dari seleksi ranah kehidupan praktis sehari hari.

“Dulu waktu pelatihan kita belum memikirkan istilah akademi. Kalau kita telusuri di zaman Yunani kuno, kata akademi ini berangkat dari makna sekolah yang artinya waktu luang untuk mendapat wawasan dan berbagi pengalaman hidup yang bermakna”, paparnya.

Philanthropy Academy ini merupakan yang pertama, sebagai Batch 1. Bisa jadi setelah pelepasan ada pertemuan kembali dalam berkarya. Apa yang Lazismu berikan selama 1 tahun ini hanya berupa bekal. Yang terpenting, kata Mujadid Rais, kekuatan ilmu yang dibarengi kesiapan jasmaniah dan khazanah keilmuan lain.

“Latar bekakang program pemberdayaan ini, bersumber dari banyak kajin studi, dan semuanya bermuara pada ketauhidan. Belajar dari kisah Muaz bin Jabal ketika diutus Nabi ke suatu daerah untuk menegakan tauhid. Pesan yang disampaikan pertama kali adalah Nabi Muhammad SAW, adalah utusan Allah”, tandasnya.

Buat peserta Philanthropy Academy, lanjutnya, ada Pelajaran berharga, pertama di sini untuk mengarungi kehidupan ke depannya membutuhkan kesiapan tauhid sebagaimana perintah zakat untuk memanifestasikan ketakwaan dengan menyucikan harta dan jiwa. Kedua, jika sudah menyebar ke berbagai tempat untuk tetap mengingat Lazismu dan tetap berbuat kebajikan.

Salah seorang peserta Philanthropy Academy, Tadjul Arifin, mewakili peserta lainnya, mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada Lazismu Pusat atas kesempatan yang diberikan ini. “Ada banyak pembelajaran yang bermakna bahwa dalam bekerja membutuhkan perencanaan dan kerja sama tim yang saling melengkapi untuk kesuksesan suatu program”, tuturnya.

Satu tahun ini, kami manfaatkan sebaik mungkin dengan segenap penugasan dan tanggung jawab, jujur dikatakan bahwa ini merupakan kesempatan yang berharga bagi kami. Sekali lagi kami ucapkan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan Lazismu selama satu tahun ini.

Menandai proses pelepasan peserta Philanthropy Academy di Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah, secara resmi masing-masing penerima manfaat program pemberdayaan ini, secara simbolik diberikan Samir oleh jajaran pimpinan Lazismu Pusat sebagai tanda kelulusan program pemberdayaan tersebut.  

[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat]

Bagikan Tulisan Ini :
LAZISMU adalah lembaga zakat nasional dengan SK Menag No. 90 Tahun 2022, yang berkhidmat dalam pemberdayaan masyarakat melalui pendayagunaan dana zakat, infaq, wakaf dan dana kedermawanan lainnya baik dari perseorangan, lembaga, perusahaan dan instansi lainnya. Lazismu tidak menerima segala bentuk dana yang bersumber dari kejahatan. UU RI No. 8 Tahun 2010 Tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang

Alamat

Jl. Menteng Raya No.62, RT.3/RW.9, Kb. Sirih, Kec. Menteng, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10340
Jl. Jambrut No.5, Kenari, Kec. Senen, Jakarta Pusat 10430
info@lazismu.org
0213150400
0856-1626-222
Copyright © 2026 LAZISMU bagian dari Persekutuan dan Perkumpulan PERSYARIKATAN MUHAMMADIYAH
cross