

SORONG -- Di saat ruang-ruang kelas di sekolah lain memiliki fasilitas yang memadai, guru dan murid di Madrasah Diniyah DDI Katimin, Kabupaten Sorong, harus merelakan dirinya bergantian memakai ruang kelas. Keterbatasan tak menyurutkan mereka untuk terus belajar.
Madrasah Diniyah ini belum sepenuhnya berkembang. Sebagai lembaga pendidikan Islam yang dirintis di Kawasan Timur Indonesia, perannya sangat strategis dalam memberikan pendidikan keagamaan dan pendidikan karakter di lingkungan sekitarnya.
Seiring waktu, jumlah muridnya terus bertambah. Ketersediaan ruang kelas yang ada belum mampu memenuhi kebutuhan pembelajaran, sehingga kegiatan belajar mengajar masih dilakukan secara bergantian dalam jumlah ruangan yang terbatas.
Kondisi tersebut berdampak pada kenyamanan dan efektivitas proses pembelajaran. Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) melalui program kemaslahatan menggandeng Lazismu untuk mencari solusi atas keterbatasan itu.
Pembangunan 100 Hari Kalender
Oleh karena itu, pembangunan ruang kelas baru harus segera diwujudkan sehingga proses belajar dan mengajar berjalan nyaman dan optimal. Madrasah Diniyah ini di bawah Yayasan Darud Da’wah wal Irsyad (DDI). Atas Sinergi BPKH dan Lazismu, peningkatan sarana prasarana ruang kelas baru diimplementasikan pembangunannnya yang dimulai pada Desember 2025.
Mewakili BPKH, Anggota Komite Investasi dan Penempatan Yogashwara Vidyan, mengatakan dengan penuh rasa syukur pembangunan ruang kelas Madrasah Diniyah DDI Katimin di Kabupaten Sorong, Provinsi Papua Barat Daya, secara resmi kami nyatakan diresmikan.
“Semoga ruang kelas ini menjadi tempat tumbuhnya ilmu, iman, akhlak, dan amal saleh serta menjadi sarana pendidikan yang membawa manfaat luas bagi masyarakat dan umat”, kata Yogashwara dalam serah terima program kemaslahatan tahun 2025 pembangunan tiga ruang kelas baru Madrasah Diniyah DDI Katimin, di Kabupaten Sorong, pada Ahad, (13/9/2026).
Kami dari BPKH menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi, sejak tahap awal hingga selesainya pembangunan ruang kelas Madrasah Diniyah DDI Katimin di Kabupaten Sorong, Provinsi Papua Barat Daya.
Tak lupa ucapan terima kasih dari pimpinan kami, Hamzah Hasan Khaeriyyah kepada Haji Rasyid selaku wakif dan pemrakarsa dari DDI, Wakil Walikota Kota Sorong Anshar Karim, para tokoh masyarakat, mitra kami dari PP Muhammadiyah melalui Lazismu yang telah hadir dalam peresmian ruang kelas baru ini.
Kepada Wakil Walikota Kota Sorong dan seluruh elemen masyarakat dan warga sekitar, terima kasih kami ucapkan atas segala dukungan, doa, tenaga, dan perhatian bagi terwujudnya pembangunan ini.
Penanggung Jawab program kemaslahatan BPKH - Lazismu untuk pembangunan tiga ruang kelas, Andi Kurniawan mengungkapkan bahwa pekerjaan pembangunan Madrasah Diniyah DDI Katimin diagendakan selama 100 hari Kalender. Proses Pembangunan dimulai dengan pekerjaan pada 27 Desember 2025 hingga 5 April 2026.

Dalam kesempatan itu, Artati Haris mewakili Badan Pengurus Lazismu, mengatakan dengan dilaksanakannya serah terima Ruang Kelas Baru Madrasah Diniyah DDI Katimin, kami berharap fasilitas yang ada dapat dimanfaatkan secara optimal.
“Yayasan madrasah dan seluruh masyarakat sekitar bisa memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kualitas pendidikan anak-anak Papua, khususnya di Kabupaten Sorong”, pungkasnya. Ruang kelas ini diharapkan tidak hanya menjadi sarana pembelajaran, tetapi juga menjadi wadah penguatan pendidikan Islam bagi masyarakat setempat.
Artati menilai dengan pembangunan tiga ruang kelas baru nilai manfaatnya bisa dirasakan secara lebih luas dalam mendukung terwujudnya generasi yang berilmu, berakhlak mulia, dan siap berkontribusi dalam membangun masyarakat dan negeri.
Sementara itu, Wakil Ketua Pengurus DDI, Muhammad Nur, turut menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan kepada Pemerintah Republik Indonesia, khususnya Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH), yang telah menyalurkan bantuan berupa 3 Ruang Kelas Baru melalui Lazismu.
“Bantuan ini merupakan wujud nyata perhatian negara terhadap peningkatan kualitas sarana pendidikan dan dakwah di lingkungan DDI, sehingga proses belajar mengajar serta kegiatan keagamaan dapat berlangsung lebih nyaman, aman, dan produktif”, ujarnya.
Kami berkomitmen untuk memanfaatkan bantuan ini secara transparans, akuntabel, dan sesuai dengan peruntukan yang telah ditetapkan, serta akan melaporkan penggunaannya kepada pihak-pihak yang berwenang.
Pendidikan merupakan pilar penting dalam membangun bangsa. Kolaborasi antarpihak harus terus dijaga dan dikuatkan. Sinergi ini merupakan modal besar untuk melahirkan generasi unggul terutama di Kawasan Timur Indonesia.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat]

