Berita

Ikuti kabar terbaru dari Lazismu. Lihat laporan penyaluran, kisah inspiratif penerima manfaat, dan dampak nyata dari ZIS Anda
Relawan Muhammadiyah Merajut Kembali Mimpi Anak-Anak di Aceh Tamiang Melalui Sekolah Darurat  

Relawan Muhammadiyah Merajut Kembali Mimpi Anak-Anak di Aceh Tamiang Melalui Sekolah Darurat  

ACEH TAMIANG -- Hamparan lumpur basah masih menggenangi Desa Sunting.  Sekelompok relawan kemanusiaan dari Jawa Timur sibuk menghidupkan suasana di bawah tenda sederhana.

Mereka adalah gabungan relawan kemanusiaan dari MDMC Jawa Timur, Lazismu Jatim, hingga para akademisi dari Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) dan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Kehadirannya di garis depan bencana banjir bandang Kabupaten Aceh Tamiang ini untuk suatu misi dalam program Indonesia Siaga.

Ketua Umum TP PKK Pusat, Tri Suswati Tito Karnavian, mengapresiasi langkah segenap relawan tersebut. "Terima kasih MDMC Jawa Timur sudah mendampingi anak-anak di tempat korban bencana di Desa Sunting," ungkap Tri Suswati haru saat meninjau langsung sekolah darurat itu, pada Jumat (23/1/2026).

Nilai penting kehadiran para relawan Muhammadiyah ini diperkuat oleh data riset lapangan yang menunjukkan skala dampak bencana yang sangat luas. Tercatat, ada 438 KK terdampak di dua desa dampingan dengan rincian 203 KK di Desa Serba dan 235 KK di Desa Sunting.

Di antara ribuan penyintas, terdapat kelompok rentan yang membutuhkan pendampingan ekstra, yaitu ada 96 jiwa balita dan 108 jiwa lansia. Dukungan moril juga datang dari Sekretaris II TP PKK Pusat, Susana Harijani, yang turut mendampingi kunjungan tersebut.

"Dari kami tentu saja mendukung kerja kolaboratif baik ini, kerja amalnya semoga mendapat balasan pahala dari Tuhan Yang Maha Kuasa. Terima kasih semangatnya, ujar Susana saat berbincang dengan para relawan di lokasi posko.

Klaster pendidikan menjadi titik paling kritis yang disentuh oleh para relawan asal Jawa Timur. Riset lapangan mencatat kerusakan masif pada 5 unit fasilitas pendidikan, di antaranya 1 unit MI Swasta di Dusun Tanjung mengalami rusak berat dengan kondisi atap roboh total.

Sementara fasilitas pendidikan lainnya mengalami kerusakan sedang hingga sarana belajarnya hanyut. Mengingat gedung sekolah yang ada saat ini tertutup material lumpur tebal, kehadiran 7 tenaga pendidik sukarela dari Muhammadiyah menjadi jaminan bahwa anak-anak tidak kehilangan waktu belajar.

Walaupun kondisi cuaca ekstrem dan debu pekat membatasi waktu belajar hanya dua jam sehari, keberadaan sekolah darurat ini memastikan rutinitas anak-anak tetap terjaga di tengah masa pemulihan.

Komitmen kolektif terus diperkuat melalui pemenuhan infrastruktur darurat yang berbasis pada kebutuhan nyata siswa, seperti pengadaan 200 paket bantuan School Kit, meja lipat, dan tikar guna menunjang kelayakan aktivitas belajar.

Selain pendidikan, sinergi ini juga meliputi layanan kesehatan rutin untuk mengantisipasi meluasnya penyakit infeksi saluran pernapasan dan penyakit kulit yang mulai menyasar pengungsi.

Melalui kolaborasi antara Lazismu Jatim, MDMC, dan unsur PTMA, para relawan membuktikan bahwa pendekatan kemanusiaan yang tulus dan berbasis data mampu menjadi energi baru bagi masyarakat Aceh Tamiang untuk bangkit dan merajut kembali mimpi mereka yang sempat terendam banjir.

[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat/Lazismu Jatim/wjy]

SELENGKAPNYA
24 Januari 2026
Targetkan Kawasan Terisolir, Lazismu dan MDMC Salurkan Bantuan di Pelosok Pidie Jaya

Targetkan Kawasan Terisolir, Lazismu dan MDMC Salurkan Bantuan di Pelosok Pidie Jaya

PIDIE - Lazismu Kabupaten Pidie bersama Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) melakukan pemetaan khusus dalam penyaluran bantuan kemanusiaan di Kabupaten Pidie Jaya (18/1/2026).

Paket bantuan yang didistribusikan meliputi bahan pangan pokok (sembako), perlengkapan sanitasi, serta kebutuhan dasar lainnya untuk menunjang kesejahteraan masyarakat di pedalaman.

Ketua Lazismu Pidie Herryzal menjelaskan, penentuan prioritas ini bertujuan agar distribusi zakat, infak, dan sedekah lebih tepat sasaran serta menyentuh wilayah yang selama ini minim mendapatkan bantuan karena kendala geografis.

Aksi kali ini menetapkan masyarakat di daerah pelosok dan kategori rentan sebagai prioritas utama target sasaran. Pihak MDMC Pidie menambahkan, personil dikerahkan untuk memastikan bantuan sampai langsung ke tangan penerima manfaat.

“Kami tidak hanya sekadar membagikan bantuan, tetapi memastikan bahwa penyintas yang paling membutuhkan dan paling sulit dijangkau layak mendapatkan manfaat,” ujar Herryzal. Paket bantuan yang disalurkan terdiri dari sembako premium, nutrisi tambahan untuk lansia, serta perlengkapan kebersihan diri.

MDMC mengerahkan armada khusus yang mampu menembus medan berat supaya menjamin logistik sampai langsung ke pintu rumah warga. Melalui program ini, Lazismu dan MDMC berharap dapat menciptakan pemerataan bantuan bagi seluruh masyarakat, tanpa terkendala jarak.

Selain menyalurkan logistik, tim di lapangan juga melakukan asesmen singkat terkait kebutuhan mendesak warga setempat untuk program pemberdayaan atau bantuan lanjutan di masa mendatang.

Bagi masyarakat yang ingin mendukung gerakan ini, donasi dapat disalurkan melalui Situs Resmi Lazismu atau kantor layanan Muhammadiyah terdekat, pungkasnya.

[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat/Lazismu Pidie Jaya]

SELENGKAPNYA
19 Januari 2026
Lazismu Pekanbaru Salurkan Bantuan School Kit untuk Siswa Penyintas Banjir di Agam

Lazismu Pekanbaru Salurkan Bantuan School Kit untuk Siswa Penyintas Banjir di Agam

PEKANBARU -- Lazismu Pekanbaru mengambil peran strategis dalam penyaluran bantuan pilar program pendidikan untuk siswa dan siswi MTs Muhammadiyah Sungai Batang yang terdampak banjir.

Dengan memprioritaskan penyediaan bantuan alat-alat sekolah (School Kit), langkah ini dipilih berdasarkan penilaian di lapangan bahwa kebutuhan-kebutuhan untuk mendukung pendidikan sering kali terabaikan.

Manager Lazismu Pekanbaru, Fadhlullah menjelaskan bahwa bantuan School Kit didesain untuk memenuhi kebutuhan pendidikan anak-anak penyintas yang terdampak bencana banjir yang kerap terlupakan.

“Untuk bantuan berupa sembako, pakaian dan irigasi air alhamdulillah telah terkumpul dari donasi masyarakat dan sudah disalurkan. Berdasarkan hasil evaluasi di lapangan banyak anak-anak yang kehilangan kebutuhan pendidikannya baik pakaian, tas dan alat tulis karena terbawa banjir dan longsor" ujarnya pada sabtu (17/01/2026).

Selanjutnya, Ia mengatakan, kebutuhan bantuan paket School Kit yang disalurkan tersebut terdiri dari seragam sekolah, tas, buku dan pena untuk 33 siswa dan siswi MTs Muhammadiyah Sungai Batang. Selain itu, Fadhlullah mengatakan, Lazismu Pekanbaru juga menyalurkan sembako untuk penyintas bencana banjir.

Sementara itu, Zulkaidir, Ketua Pos Koordinasi Bencana Alam Muhammadiyah Kabupaten Agam sangat berterimakasih kepada Lazismu Pekanbaru yang kembali memberikan perhatian terhadap warga terdampak khususnya anak-anak terdampak banjir dan longsor.

"Alhamdulillah ini adalah kali kedua Lazismu Pekanbaru turun di tempat kami. Atas perhatian dan dukungannya terhadap wilayah kami yang terdampak oleh bencana alam ini”, paparnya. Lebih lanjut, Ia berharap bantuan yang diberikan dapat memberikan keringanan kepada masyarakat yang terdampak dan meringankan beban mereka.

[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat/Lazismu Pekanbaru]

SELENGKAPNYA
18 Januari 2026
Hilman Latief: Filantropi dan Literasi Keuangan Syariah Harus Berdampak Nyata

Hilman Latief: Filantropi dan Literasi Keuangan Syariah Harus Berdampak Nyata

JAKARTA – Momen menggembirakan menyambut bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah, Lazismu menggelar Kick Off Program Ramadhan dengan tema “Zakat Majukan Kesejahteraan Bangsa” pada Kamis (15/1/2026).

Kegiatan ini menjadi penanda dimulainya rangkaian program Lazismu selama Ramadhan yang fokus pada penguatan peran zakat dalam pembangunan sosial dan ekonomi masyarakat melalui zakat dan literasi keuangan syariah.

Bendahara Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Hilman Latief, dalam acara tersebut, menyampaikan pandangannya mengenai esensi Ramadhan bagi Lazismu.

Ia menilai maraknya kegiatan kajian keagamaan selama Ramadhan merupakan peluang strategis untuk membangun dan memperkuat literasi keuangan syariah di tengah masyarakat.

Menurut Hilman, literasi keuangan syariah tidak hanya sebatas pemahaman zakat, infak, dan sedekah sebagai instrumen non-perbankan, tetapi juga perlu diperluas pada sektor perbankan dan asuransi syariah.

Kesadaran masyarakat terhadap sistem keuangan syariah yang komprehensif dinilai penting, karena tanpa literasi yang kuat, pertumbuhan industri keuangan syariah akan sulit berkembang secara optimal.

Lebih lanjut, Hilman menekankan bahwa Ramadhan merupakan momentum bagi masyarakat untuk terlibat aktif dalam berbagai program kebajikan.

Ia menilai, makna berbagi di bulan suci tidak semata-mata diukur dari besaran materi, melainkan juga dari kontribusi kemampuan dan potensi yang dimiliki setiap individu.

Dalam konteks itu, Hilman mendorong Lazismu di seluruh wilayah Indonesia untuk mengembangkan pendekatan filantropi berbasis kewirausahaan.

Ia mencontohkan praktik baik yang telah berjalan melalui Pasar Ramadhan Kauman dan Pasar Ramadhan Jogokariyan, yang terbukti mampu membuka ruang pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui aktivitas usaha produktif.

Selain itu, Hilman juga menyoroti tingginya kepedulian publik terhadap isu-isu kemanusiaan, khususnya bencana di wilayah Sumatera. Memasuki Ramadhan, antusiasme masyarakat untuk berdonasi diperkirakan meningkat, sehingga Lazismu perlu memperkuat tata kelola dan akuntabilitas keuangan.

Ia menegaskan pentingnya sinergi dengan Lembaga Pembinaan dan Pengawasan Keuangan (LPPK) PP Muhammadiyah agar penyaluran bantuan berjalan tepat sasaran, efektif, dan efisien.

Melalui berbagai langkah tersebut, Hilman berharap program-program Lazismu selama Ramadhan 1447 Hijriah dapat menghadirkan keberkahan, kemaslahatan, serta kesejahteraan yang lebih luas bagi masyarakat.

[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat/ Soleh]

SELENGKAPNYA
16 Januari 2026
Kick Off Ramadhan Lazismu 1447 H

Kick Off Ramadhan, Ikhtiar Lazismu Memberi Makna untuk Kesejahteraan

JAKARTA – Ramadhan akan tiba dalam hitungan hari. Spirit untuk menjemputnya terus menggeliat. Ramadhan menjadi salah satu momen istimewa bagi kalangan muslim di Indonesia. Sejumlah pengamat ekonomi mengatakan, Ramadhan akan menjadi daya pendorong laju pertumbuhan ekonomi.

Bagi Lazismu menyambut Ramadhan merupakan keceriaan yang mengasyikkan. Segenap rencana dipersiapkan untuk suatu program khusus yang prioritasnya senapas dengan keistimewaan di dalamnya. Program-program Ramadhan yang disajikan antara lain, Tebar Takjil, Back to Masjid, Kado Ramadhan, Taman Lansia dan Mudikmu Aman. Setiap tahun Lazismu menyuguhkan program tersebut untuk berbagi.

Melalui Kick Off Raamdhan 1447 H, yang berlangsung di Auditorium Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Uhamka, Jakarta, Kamis, (15/1/2026), Lazismu mengusung tema Ramadhan bertajuk Zakat Majukan Kesejahteraan Bangsa. Sesuai mandat persyarikatan Muhammadiyah, menurut Ahmad Imam Mujadid Rais, Ketua Badan Pengurus Lazismu Pusat, selain sebagai momen yang tepat bagi Lazismu, Ramadhan merupakan arena edukasi dan literasi keuangan syariah. “Di dalamnya ada edukasi dan literasi zakat serta amalan kebaikan lainnya”, pungkasnya.  

Di sana, peran Lazismu mendapat dukungan dari para ustadz dan guru-guru yang memotivasi jamaah dengan hikmah Ramadhan. Setiap Ramadhan, kata Mujadid Rais, dengan jalan dakwah mereka menyampaikan keutamaan bulan Ramadhan, yang salah satunya diingatkan dengan 10 hari terakhir untuk membayar zakat fitrah.

Oleh karena itu, menurutnya, tema besar Ramadhan tahun ini, memperkuat tema besar Muhammadiyah saat Tanwir di Kupang, bagaimana Lazismu sebagai salah satu elemen persyarikatan Muhammadiyah harus berkontribusi dalam tujuan bernegara ini yaitu menyejahterakan bangsa.

Sejalan dengan makna zakat ini yaitu tumbuh dan berkah. “Maka untuk semuanya dan dalam mewujudkan kesejateraan bangsa harus terpenuhi dengan lima program besarnya di Ramadhan yaitu Tebar Takjil, Back to Masjid, Kado Ramadhan, Taman Lansia dan Mudikmu Aman.

Dalam rencana strategis Lazismu, yang turut menjadi fokus perhatian Lazismu, kata Mujadid Rais adalah Masjid. Masjid menjadi perhatian penting dalam gerakan filantropi. Tidak hanya memakmurkan masjid tapi juga menjadi pusat kegiatan pemberdayaan umat.

Tidak terkecuali dengan isu lanjut usia sebagai bagaian dari kelompok rentan. Lansia menurut dokumen dari persyarikatan bangsa-bangsa (PBB) dalam agendanya terdapat upaya untuk menanggulangi kemanusian, salah satunya, tidak boleh meninggalkan lansia dan perempuan, sementara itu yang kedua, penyandang disabilitas. Hal ini menunjukkan bahwa ada keberpihakan Lazismu terhadap mereka yang rentan dan tidak boleh ditinggalkan sendirian.    

Keberlanjutan program ini  setiap Ramadhan merupakan komitmen Lazismu dalam mengemas program yang dibutuhkan berdasarkan wawasan filantropi Islam yang menjadi kekhasannya yang melibatkan masyarakat, mitra strategisnya dan penerima manfaat.

Literasi Keuangan Syariah, dari Entrepreneurship Menuju Empati Bencana

Selain tentunya edukasi dan literasi zakat, Bendahara Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Hilman Latief dalam amanahnya mengungkapkan kerja keras Lazismu dalam satu tahun terakhir bisa memberikan manfaat dan dampak yang luas. Hilman mengapresiasi seluruh mitra perbankan atas dukungannya ke pimpinan pusat Muhammadiyah dan Lazismu, sehingga program-program kami yang bertalian dengan kesejahteraan bangsa memiliki signifikansinya.

“Setiap tahun Ramadhan kita hadapi, rasakan dan lewati bahkan meninggalkannya. Siklus ini terus berkembang, ada kegembiraan dan kesedihan”, tandasnya. Karena itu, yang perlu disampaikan ke Lazismu dan pemangku kepentingan (stakeholders), bersama-sama kita manfaatkan Ramadhan tahun ini 1447 H, dengan bersemangat dan momentum penguatan literasi keuangan syariah.

Ramadhan tidak hanya diisi dengan nuansa spiritualitas semata, tapi juga penguatan literasi keuangan syariah, tidak hanya zakat, infak, sedekah dan dana sosial keagamaan lainnya (ZISKA), lebih jauh lagi mulai memperkenalkan kepada masyarakat tentang bagaimana literasi keuangan syariah itu ada dalam kehidupan kita dalam bermuamalat.

“Tanpa literasi yang kuat tidak akan tumbuh bagi industri keuangan, khususnya dunia perbankan”, bebernya. Lalu, bagaimana Ramadhan jadi arena penguatan literasi keuangan syariah, maka yang kedua, poin pentingnya adalah mengharapkan Ramadhan sebagai arena reaktualisasi program kebajikan yang biasa dilakukan.

“Kita ingin membangun perspektif yang baru, bahwa Ramadhan bukan sekadar waktu untuk berbagi angka, tapi juga berbagi kemampuan”, tutur Hilman. Ia mendorong Lazismu dan entitas persyarikatan muhammadiyah supaya sudah mulai menyusun spirit kewirausahaan (entrepreneurship).

Filantropi Islam yang berbasis entrepreneurship, tanpa itu gerak dan langkah kita akan terbatas. Oleh sebab itu, sambung Hilman, biasanya kalau di dalam bulan-bulan sebelumnya arena untuk berbagi bayar zakat dilakukan begitu juga infak serta sedekah, kita jarang menempatkan di Ramadhan bagi masyarakat untuk bisa terlibat di dalam kegiatan entrepreneurship.

Sejauh ini, menyalurkan infak sedekah hanya untuk berbagi, di bulan Ramadhan harusnya lebih kuat. “Semakin dekat Idul Fitri baru kita memberi, saya berpikir bahwa bagaimana caranya juga kelompok tertentu di Ramadhan kali ini mulai beraktualisasi seperti adanya pasar kaget di berbagai tempat”, jelasnya.

Pasar kaget seperti di Jogokariyan bisa bertahan selama tiga minggu. Maka, bagaimana pertanyaannya untuk mengajak keterlibatan masyarakat dalam memuliakan Ramadhan.  Kelompok yang jadi target kita bukan target di akhir Ramadhan, tapi bagaimana menggembirakan Ramadhan juga melibatkan masyrakat. Ini bisa direnungkan oleh amil Lazismu dan bagaimana pelibatan ekosoistem yang akan kita dorong.

Sepertinya kita melihat Ramadhan bulan yang terpisah dengan bulan lainnya. Inilah ekosistem yang harus kita bangun butuh perjuangan. Hilman mengatakan, tanpa melupakan saudara-saudara kita yang tertimpa musibah bencana banjir dan longsor di Sumatera dan Aceh.

Hemat saya, ada tempat-tempat spesifik untuk melaksanakan ibadah yang dilaksanakan dengan membawa kegembiraan sebagai bekal yang juga perlu kita bawa. “Mari kita imajinasikan juga Ramadhan tahun ini seperti apa yang akan kita sajikan program-programmnya di daerah bencana”, ajak Hilman bersemangat.  

[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat]

SELENGKAPNYA
16 Januari 2026
Serah Terima Dana Wakaf Dari Lazismu kepada Majelis Pendayagunaan Wakaf untuk Tata Kelola Produktif

Serah Terima Dana Wakaf Dari Lazismu kepada Majelis Pendayagunaan Wakaf untuk Tata Kelola Produktif

JAKARTA – Sejak berubah nomenklatur, dari Majelis Wakaf dan Kehartabendaan menjadi Majelis Pendayagunaan Wakaf (MPW), mulai tahun 2023 – 2027, MPW bergerak pada ranah pendayagunaan produktif lahan baik di kota dan pedesaan.

Demikian disampaikan Bendahara Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Hilman Latief, di Kantor Lazismu Pusat, Jakarta, Selasa (13/1/2026), bersamaan dengan agenda serah terima dana wakaf, dari Lazismu kepada Majelis Pendayagunaan Wakaf Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

Hadir dalam serah terima dana wakaf tersebut, Ketua Badan Pengurus Lazismu Pusat, Ahmad Imam Mujadid Rais dan Ketua Majelis Pendayagunaan Wakaf (MPW) Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Amirsyah Tambunan beserta jajaran pimpinan terkait.  Adapun nilai dana wakaf itu sebesar Rp 1,8 miliar yang secara simbolis diserahkan dan disaksikan bendahara umum pimpinan pusat Muhammadiyah.

Dalam amanahnya, Hilman Latief mengatakan, cara pandang terhadap wakaf telah berubah. Sejauh ini, ketika masih bernama Majelis Wakaf dan Kehartabendaan, perannya legalisasi dan sertifikasi. Sekarang, sambungnya, konsep pendayagunaan bisa dapat dioptimalkan agar manfaatnya lebih berdampak.

Hilman menjelaskan bahwa karakter lembaga filantropi yang sesungguhnya adalah dari wakaf. “Itu sejarahnya. Oleh karena itu, dari dana sebesar Rp 1,8 miliar, maka Rp 800 juta nya bisa dimanfaatkan untuk pendayagunaan wakaf sehingga menjadi lebih produktif,” tuturnya.   

Ia memberikan contoh, bagaimana wakaf pendayagunaan mampu memberikan kontribusi positif kepada Masyarakat. Salah satunya Pesantren Eco-Saintek Muhammadiyah, yang berada di Rancamaya, Kota Bogor. Menurutnya, ini adalah model pesantren dengan pengembangan dari Pesantren Kilat Al-Hikmah yang telah diwakafkan kepada Muhammadiyah. Selain untuk mendukung Pendidikan, pesantren ini terpadu dengan pendekatan sains, lingkungan, dan nilai keislaman.

Sementara itu, Ketua Majelis Pendayagunaan Wakaf (MPW) Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Amirsyah Tambunan, menyampaikan terima kasih kepada bendaha umum pimpinan pusat Muhammadiyah dan Lazismu atas dukungannya dan kepercayaannya.

“Di bawah koordinasi bendahara umum, MPW dipercaya untuk mengelolanya secara produktif.,” kata Amirsyah. Salah satu kelebihan wakaf harus abadi, sambungnya. Jika dana zakat harus habis dikelola, berbeda dengan wakaf yang harus dikelola secara produktif dan abadi nilai manfaatnya.

Melalui agenda serah terima dana wakaf tersebut, Ketua Badan Pengurus Lazismu Pusat, Ahmad Imam Mujadid Rais merasa bersyukur, bahwa kolaborasi Lazismu dan Majelis Pendayagunaan Wakaf bisa terwujud. Kerjasama ini bisa lebih dioptimalkan dalam suatu program filantropi yang produktif.

[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat]      

SELENGKAPNYA
14 Januari 2026
LAZISMU adalah lembaga zakat nasional dengan SK Menag No. 90 Tahun 2022, yang berkhidmat dalam pemberdayaan masyarakat melalui pendayagunaan dana zakat, infaq, wakaf dan dana kedermawanan lainnya baik dari perseorangan, lembaga, perusahaan dan instansi lainnya. Lazismu tidak menerima segala bentuk dana yang bersumber dari kejahatan. UU RI No. 8 Tahun 2010 Tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang

Alamat

Jl. Menteng Raya No.62, RT.3/RW.9, Kb. Sirih, Kec. Menteng, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10340
Jl. Jambrut No.5, Kenari, Kec. Senen, Jakarta Pusat 10430
info@lazismu.org
0213150400
0856-1626-222
Copyright © 2026 LAZISMU bagian dari Persekutuan dan Perkumpulan PERSYARIKATAN MUHAMMADIYAH
cross