Berita

Ikuti kabar terbaru dari Lazismu. Lihat laporan penyaluran, kisah inspiratif penerima manfaat, dan dampak nyata dari ZIS Anda
Korban Meninggal Gempa NTT Bertambah 70 Jiwa, OMOR Optimalkan Layanan Kesehatan

Korban Meninggal Gempa NTT Bertambah 70 Jiwa, OMOR Optimalkan Layanan Kesehatan   

NUSA TENGGARA TIMUR -- Memasuki hari kelima pascagempa tektonik berkekuatan 7.7 magnitudo di Nusa Tenggara Timur, berdasarkan pendataan Badan Nasional penanggulangan Bencana (BNPB), jumlah korban meninggal dunia bertambah menjadi 70 orang.  

Pelaksana tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton Panjaitan (18/8/2026), dalam konferensi pers, menuturkan bahwa korban meninggal dunia terbanyak di kabupaten Manggarai, sebanyak 27 jiwa.

Sementara itu, berdasarkan data Kementerian Kesehatan, korban luka luka sebanyak 1.182 orang. Korban terbanyak ada di kabupaten Manggarai Timur, dengan rincian 442 luka berat dan 513 luka ringan. “Dua kabupaten terdampak dengan jumlah korban jiwa dan pengungsi tertinggi berada di kabupaten Manggarai dan kabupetan Manggarai Timur,” ungkapnya.  

Dalam merespons situasi tanggap darurat tersebut, Direktur Operasi Basarnas, Laksma TNI Yudhi Bramantyo, masih melakukan penyisiran terhadap warga yang terdampak. Basarnas sampai dengan hari keempat mendukung layanan kesehatan bersama Kementerian Kesehatan dan Dinas Kesehatan serta mengevakuasi warga di lapangan.

Muhammadiyah Tambah Armada dan Personil

Di hari kelima, dalam laporan situasi terkini (19/8/2026), relawan Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC), masih terus melakukan koordinasi untuk memberikan layanan kepada warga terdampak. Indrayanto Wakil ketua LRB PP Muhammadiyah melalui MDMC mengatakan bahwa Muhammadiyah telah mengaktifkan Pos Koordinasi sebanyak 7 Pos Koordinasi Daerah dan mengaktifkan 10 Pos Layanan.

“Koordinasi dilakukan dengan pihak Muhammadiyah setempat dan tim pendukung serta berkoordinasi dengan BPBD dan pemerintah setempat”, ujarnya. Indrayanto menambahkan, pelayanan kesehatan telah dilakukan oleh Klinik Utama Muhammadiyah Ende, Klinik Muhammadiyah Maumere, dan PKU Muhammadiyah Bima.

Adapun penerima manfaat dari layanan darurat yang diberikan total penerima manfaatnya sebanyak 220 jiwa. Relawan One Muhammadiyah One Response (OMOR) juga telah mendistribusikan makanan siap saji dan bantuan logistik di Manggarai Timur, Nagekeo, dan Ende. Sebagai informasi tambahan, dengan dukungan Lazismu, kata Indra, Muhammadiyah telah memberangkatkan armada tambahan dan personil tambahan dari Jawa Timur.

Lazismu dalam mendukung respons bencana ini melalui program Indonesia Siaga, terus melakukan penggalangan dana dari masyarakat agar kebutuhan mendesak yang dibutuhkan warga terdampak seperti perlengkapan bayi (baby kit), alas tidur dan selimut, perlengkapan kebersihan (hygiene kit), sembako, tim relawan, air bersih, hunian, dan tim medis dapat segera disalurkan.

[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat]   

SELENGKAPNYA
19 Agustus 2026
Masa Tanggap Darurat Gempa NTT 14 Hari, Lazismu – MDMC Mobilisasi 7 Titik Pos Koordinasi dan 10 Pos Layanan

Masa Tanggap Darurat Gempa NTT 14 Hari, Lazismu – MDMC Mobilisasi 7 Titik Pos Koordinasi dan 10 Pos Layanan

NUSA TENGGARA TIMUR -- Status keadaan darurat bencana pascagempa NTT telah ditetapkan oleh Bupati Manggarai Barat Nusa Tenggara Timur, melalui surat keputusannya, nomor 229/KEP/HK/2026. Penetapan status darurat bencana selama 14 hari terhitung tanggal 15 Agustus hingga 28 Agustus 2026.

Berdasarkan laporan situasi terkini BNPB, pada 18 Agustus 2026, sebanyak 665 orang lebih dinyatakan luka-luka dan 70 orang meninggal dunia. Ada tujuh kabupaten yang terdampak yaitu kabupaten Nagakeo, Manggarai Barat dan Manggarai Timur, Manggarai, Ende, Sikka dan Ngada.

Setelah gempa itu, ada 31.220 orang mengungsi dan 16.441 kepala keluarga terdampak. Sementara itu, akibat gempa kerugian materilnya mengakibatkan 12.153 unit rumah alami kerusakan. BNPB merinci ada sekitar 6.578 unit rumah rusak berat, 1.660 unit rumah rusak sedang dan 3.915 rusak ringan.  

Kerugian materil lainnya juga berdampak pada fasilitas umum yang terdiri dari 264 fasilitas pendidikan, 83 fasilitas kesehatan, 157 rumah ibadah, 1 pasar, 116 fasilitas umum, 1 unit Gudang Bulog, 171 perkantoran, 7 fasilitas irigasi, 5 jembatan, dan 34 titik ruas jalan alami kerusakan.

Dalam laporan tersebut, BNPB masih melakukan koordinasi dengan berbagai pihak melakukan pencarian dan pertolongan warga terdampak yang belum ditemukan. Adapun kebutuhan mendesak meliputi tenda pengungsi, obat-oabatan, air bersih, makanan siap saji, beras, generator listrik dan penerangan, selimut dan perlengkapan tidur, family kit serta tenda posko.   

Menggerakan Pos Koordinasi

Diperkirakan masih terdapat warga terdampak yang membutuhkan pertolongan. Muhammadiyah melalui MDMC dan Lazismu telah mendirikan Pos Koordinasi untuk mempersiapkan tim respons dan bantuan ke lokasi bencana.

Menurut Budi Setiawan Ketua LRB PP Muhammadiyah, akses dan transportasi di NTT memiliki tantangan yang berbeda dibandingkan dengan pulau Jawa, diharapkan tim dapat segera bergerak dan memberikan respons di lokasi terdampak. Pos Koordinasi Wilayah telah berdiri di Klinik Muhammadiyah Ende, di Jalan Mahoni , Kelurahan Kota Ratu, Kecamatan Ende Utara kabupaten Ende.

Masa tanggap darurat telah diputuskan Bupati Manggarai Barat selama 14 hari. Relawan Muhammadiyah direncanakan akan berada di Lokasi bencana selama 30 hari. Indrayanto dari MDMC mengatakan tata kelola dan rencana penanganan darurat gempa NTT difokuskan pada beberapa sektor utama, yaitu Layanan kesehatan, Pemenuhan kebutuhan logistik, Hunian darurat, Pemenuhan kebutuhan air bersih, Layanan psikososial dan Pendidikan darurat.

Untuk Pos Koordinasi di daerah telah dirikan sebanyak 7 titik di lokasi daerah-daerah yang terdampak yang dilengkapi dengan 10 unit Pos Layanan untuk merespons bencana selama masa tanggap darurat.

Dalam kesempatan itu, berdasarkan hasil koordinasi Lazismu dan MDMC, menurut Direktur Utama Lazismu Pusat, Barry Adhitya, dari sisi logistik, Lazismu telah menyiapkan sekitar 400–500 family kit yang perlu segera dimobilisasi ke wilayah terdampak.

Selain itu, tim juga dipersiapkan untuk dapat diberangkatkan dalam waktu dekat. ”Melihat pengalaman penanganan bencana di Sumatera dan Aceh yang berjalan dengan koordinasi yang baik, diharapkan respons bencana NTT dapat dikoordinasikan secara terpadu dan satu pintu secara nasional melalui MDMC”, ungkap Barry.

Karena itu, perlu disiapkan basis data terintegrasi, khususnya untuk dokumentasi dan pembaruan informasi lapangan, sehingga dapat mendukung pengambilan keputusan secara cepat dan tepat sesuai kebutuhan di lokasi terdampak.

[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat]

SELENGKAPNYA
18 Agustus 2026
Pos Pelayanan Pertama Gempa NTT Berdiri, Program Indonesia Siaga Layani 3.466 Warga Terdampak

Pos Pelayanan Pertama Gempa NTT Berdiri, Program Indonesia Siaga Layani 3.466 Warga Terdampak

FLORES – Penanganan bencana di Flores, Nusa Tenggara Timur masih terus berlangsung. Respons dilakukan untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat terdampak terpenuhi.   Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) bersama Lazismu memperkuat layanan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak gempa bumi melalui program Indonesia Siaga.

Memastikan kebutuhan dasar masyarakat terdampak bencana tetap dilakukan melalui layanan kesehatan, permakanan, paket keluarga, dukungan psikososial, pendidikan darurat, air bersih dan sanitasi, hingga hunian darurat, demikian disampaikan Aulia Taarufi, Wakil Sekretaris MDMC PP Muhammadiyah, Senin, (17/8/2026).

Di masa tanggap darurat, respons ini dikelola melalui pembukaan Pos Koordinasi (Poskor) di 6 kabupaten serta rencana pendirian pos pelayanan di sembilan titik layanan Muhammadiyah. Fase tanggap darurat direncanakan berlangsung selama 30 hari dengan melibatkan berbagai unsur relawan dan sumber daya Muhammadiyah di daerah maupun dari luar wilayah.

Untuk mendukung layanan kesehatan, MDMC menyiapkan 8 tim Emergency Medical Team (EMT). Dukungan relawan dari Jawa Timur, Kupang, dan Bima turut digerakan untuk memperkuat respons di lapangan. Tim KKN dari UMY, UAD, dan Universitas Muhammadiyah Kupang juga terlibat dalam pelayanan bersama masyarakat dan pemerintah setempat.

Ketua Pos Koordinasi MDMC, Indrayanto, mengatakan bahwa penguatan koordinasi menjadi bagian penting dalam memastikan respons dapat menjangkau masyarakat terdampak sesuai kebutuhan.

“Manajemen penanganan darurat ini kami lakukan dengan memperkuat koordinasi di wilayah terdampak dan membuka pos pelayanan di sejumlah titik layanan Muhammadiyah. Relawan dari berbagai daerah bersama masyarakat dan pemerintah setempat bahu-membahu memastikan layanan dasar dapat diberikan kepada warga terdampak,” ujar Indrayanto.

Salah satu wilayah yang saat ini menjadi fokus pelayanan adalah Kecamatan Sambi Rampas, Kabupaten Manggarai Timur. Hingga hari Minggu, (16/8/2026) pukul 15.00 WITA, tim gabungan terus melakukan pendataan dan verifikasi kondisi warga di empat wilayah sepanjang pantai, yakni Desa Naga Rama, Nanga Baling, Nanga Baur, dan Kelurahan Pota.

Pendataan difokuskan pada wilayah tersebut karena terdapat banyak penyintas serta kerusakan bangunan dan infrastruktur yang cukup parah. Tim yang terdiri dari mahasiswa KKN Pena UMY, KKN Universitas Muhammadiyah Kupang, bersama Puskesmas, Koramil, Polsek, dan Camat Sambi Rampas melakukan pendataan kondisi warga terdampak sebagai dasar penentuan kebutuhan layanan.

Data tersebut mencakup kondisi korban, kerusakan permukiman, fasilitas umum, serta kebutuhan masyarakat di wilayah terdampak. Untuk mendukung penanganan di lapangan, Posko Induk didirikan di halaman SMK Muhammadiyah Manggarai Timur. Posko itu menjadi pusat layanan masyarakat yang mencakup pengobatan, dapur umum, serta layanan informasi dan pendataan warga terdampak.

Sementara itu, Posko Sekretariat yang berpusat di Kantor SMK Muhammadiyah Manggarai Timur terus mengintegrasikan data dari lapangan. Proses pendataan dilakukan secara berjenjang bersama pemerintah desa dan selanjutnya diverifikasi oleh tim di lapangan agar bantuan yang diberikan dapat sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Berdasarkan pendataan sementara, kebutuhan prioritas masyarakat meliputi air bersih, makanan siap saji, perlengkapan bayi dan balita, tenda keluarga, terpal, selimut, matras, obat-obatan dasar, perlengkapan sanitasi, serta layanan kesehatan keliling.

Melalui respons bersama MDMC dan Lazismu berupaya memastikan masyarakat terdampak memperoleh haknya untuk mendapatkan bantuan dan layanan dasar selama masa tanggap darurat. Momentum menyongsong 81 tahun kemerdekaan Republik Indonesia menjadi pengingat untuk terus menghadirkan kepedulian sosial dan gotong royong bagi masyarakat yang tengah menghadapi bencana.

[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat/MDMC]

SELENGKAPNYA
18 Agustus 2026
Gempa 7,7 Guncang NTT, Lazismu – MDMC Siapkan Tim Respons Bencana

Gempa 7,7 Guncang NTT, Lazismu – MDMC Siapkan Tim Respons Bencana

JAKARTA -- Gempa bumi mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT), dengan magnitudo 7,7 pada Sabtu, (18/8/2026). Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dalam laman resminya bahwa berdasarkan pemutakhiran informasi, pusat gempa berada di laut pada kedalaman 15 kilometer, sekitar 38 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo.  

Akibat gempa bumi itu, BMKG memberikan informasi peringatan dini tsunami dan masih terus memantau perkembangannya, kendati peringatan dini tsunami akhirnya dihentikan pada pukul 07.31 untuk seluruh wilayah Indonesia per WIB. Kekuatan gempa juga dirasakan di sejumlah wilayah NTT hingga Sulawesi Selatan.

Melalui Pusdalops dan seluruh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), BNPB akan terus berkoordinasi dengan unsur terkait memastikan kondisi masyarakat dan dampak yang ditimbulkan.  

BNPB dalam pemutakhiran informasi situasi gempa bumi yang diterima Lazismu, menginformasikan pascagempa terjadi dampaknya melanda kabupaten Sikka, Nagekeo dan Kota Bima.

Sejauh ini korban jiwa masih dalam proses pendataan, dan ditemukan 2 orang meninggal dunia, 4 jiwa luka-luka, 5 kepala keluarga terdampak, dan 2000 jiwa melakukan evakuasi mandiri. Akibat gempa itu, BNPB merinci ada 2 unit rumah alami rusak berat, 1 unit rumah rusak sedang, 2 unit rumah rusak ringan, 1 unit Gudang Bulog terdampak, 3 unit fasilitas ibadah rusak ringan dan 6 unit kantor pemerintah setempat terdampak.

Respons Bencana

Pascagempa bermagnitudo 7,7 di NTT, Lazismu melalui program Indonesia Siaga berkoordinasi dengan Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC), menyikapi kejadian gempa bumi tersebut akan terus memantau situasi terkini.

Melalui aksi koordinasi aktif dengan pihak Pimpinan Muhammadiyah lokasi terdampak, pihak terkait (BPBD, BNPB, dan jejaring kebencanaan Nasional serta para pihak lainnya) dalam rangka identifikasi kebutuhan mendesak penyintas, sambil terus memantau perkembangan gempa yang terjadi di lapangan dan melalui BMKG.

Program Indonesia Siaga yang digerakkan MDMC-LAZISMU telah mulai dilaksanakan Muhammadiyah melalui serangkaian Tindakan antara lain:

1. Muhammadiyah melalui MDMC Pusat telah mengirimkan tim asistensi terdiri dari 2 (dua) orang menuju NTT.

2. ⁠Muhammadiyah melalui MDMC Pusat dan Wilayah telah mengaktifkan Pos Koordinasi Wilayah (Poskorwil) sementara di Ende, Nusa Tenggara Timur, berlokasi di Klinik PKU Muhammadiyah Ende, meliputi enam wilayah kerja: Kabupaten Manggarai Timur, Kabupaten Ende, Kabupaten Manggarai Barat, Kabupaten Sikka, Kabupaten Manggarai, dan Kabupaten Nagekeo.

3. ⁠Mempersiapkan Pos Pelayanan pertama di SMK Muhammadiyah Manggarai Timur.

4. Mempersiapkan logistik darurat melalui tim MDMC-LAZISMU Jawa Timur.

5.  Pelayanan kesehatan terbatas mulai dilaksanakan oleh Tim Medis dari Klinik PKU Muhammadiyah Ende.

6. Persiapan Tim Medis dari PKU Muhammadiyah Bima dan Muhammadiyah Jawa Timur.

Berdasarkan informasi dari MDMC, rencana respons darurat yang dilakukan adalah Koordinasi pusat wilayah dan daerah terdampak, Pendirian Poskorwil di Ende, Pendirian poskorda di kabupaten terdampak, Pendirian pos pelayanan dan Mobilisasi sumberdaya.

Saat ini, tim relawan yang sudah bergerak dari MDMC Ende dan Klinik Muhammadiyah Ende. Dalam kesempatan yang sama, Lazismu akan terus mendukung koordinasi aktif ini dengan melakukan penggalangan dana kemanusiaan untuk gempa bumi di Nusa Tenggara Timur.

[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat]

SELENGKAPNYA
15 Agustus 2026
Lazismu dan PDM Aceh Tengah Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak Kebakaran Pasar Jagong Jeget

Lazismu dan PDM Aceh Tengah Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak Kebakaran Pasar Jagong Jeget

ACEH TENGAH -- LAZISMU Aceh Tengah bersama Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Aceh Tengah serta organisasi otonom (Ortom) Muhammadiyah menyerahkan bantuan kepada para penyintas kebakaran Pasar Jagong Jeget, Aceh Tengah.

Bantuan tersebut diserahkan pada Kamis, 13 Agustus 2026, di lokasi posko pengungsian sebagai bentuk kepedulian dan solidaritas Muhammadiyah terhadap masyarakat yang tertimpa musibah kebakaran.

Koordinator Lapangan (Korlap) relawan, Jainudin, menyampaikan ucapan terima kasih atas bantuan yang telah diberikan kepada para penyintas. Ia berharap bantuan tersebut dapat bermanfaat dan membantu meringankan kebutuhan para warga terdampak yang sedang berada di pengungsian.

“Terima kasih atas bantuan yang telah diberikan. Semoga bantuan ini bisa bermanfaat bagi para penyintas, dan semoga kita semua dijauhkan dari segala marabahaya,” ujar Jainudin.

Sementara itu, Sekretaris LAZISMU Aceh Tengah Wahyu Fahmi mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk aksi nyata dalam membantu masyarakat yang sedang mengalami musibah.

“Ini merupakan bentuk aksi nyata kita untuk membantu saudara-saudara kita yang tertimpa musibah bencana kebakaran,” ungkapnya.

Kegiatan penyaluran bantuan ini menjadi wujud nyata semangat kepedulian, gotong royong, dan kemanusiaan Muhammadiyah melalui Lazismu bersama Pimpinan Daerah Muhammadiyah dan Ortom Muhammadiyah Aceh Tengah.

Diharapkan bantuan yang diberikan dapat meringankan beban para korban serta memberikan dukungan moril di tengah kondisi sulit yang mereka hadapi.

[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat/Lazismu Aceh Tengah]

SELENGKAPNYA
14 Agustus 2026
Pupus Putus Sekolah, Lazismu Sosialiasi Program Anak Kembali Sekolah di Labuan Rano

Pupus Putus Sekolah, Lazismu Sosialiasi Program Anak Kembali Sekolah di Labuan Rano

MAMUJU -- Sekolah untuk memuliakan kehidupan. Dalam praktiknya tidak semua anak bisa bersekolah. Keterbatasan ekonomi menjadi salah satu faktornya. Mata rantai anak tak bersekolah harus segera diputus agar kembali memperoleh akses pendidikan.

Lazismu berkomitmen agar anak tetap bersekolah. Kesetiaan itu diwujudkan dalam mengentaskan Anak Tidak Sekolah (ATS) yang diinisiasi keluarga besar Muhammadiyah Mamuju. Langkah nyatanya berkolaborasi dengan SMA dan SMK Muhammadiyah setempat.

Hal pertama yang dilakukan melaksanakan kegiatan sosialisasi. Kantor Layanan Lazismu MBS At-Tanwir Mamuju, melakukan sosialisasi tersebut yang diiringi dengan kegiatan penyaluran bingkisan kepada masyarakat di kawasan Pantai Labuan Rano, Kecamatan Tapalang Barat, Kabupaten Mamuju, Selasa (11/8/2026).

Ketua Kantor Layanan Lazismu MBS At Tanwir Mamuju, Abdul Saidin, menegaskan bahwa persoalan anak tidak sekolah tanggung jawab bersama. “Ini tanggung jawab bersama. Sekolah, keluarga, masyarakat, lembaga sosial dan seluruh elemen untuk bergerak bersama”, ungkapnya.

Ia menambahkan, memberikan kesempatan kepada anak untuk kembali mendapatkan pendidikan merupakan impian jangka panjang. Ketika kita membantu seorang anak kembali bersekolah, sesungguhnya kita sedang menyiapkan masa depan satu keluarga. Karena itu, lanjut Abdul, gerakan seperti ini harus terus dilanjutkan, diperluas jangkauannya.

Kepala SMA Muhammadiyah Mamuju, Irpandi, mengatakan bahwa pendidikan merupakan salah satu pintu utama untuk membuka masa depan anak-anak. “Tidak boleh ada anak yang kehilangan kesempatan untuk belajar hanya karena keterbatasan”, paparnya.

Kehadiran kami bentuk kepedulian dan ikhtiar mengajak masyarakat memastikan anak-anak mendapatkan kembali kesempatan pendidikannya. Menurutnya, sekolah tidak cukup menjalankan fungsinya sendiri, tetapi juga harus mampu hadir di tengah masyarakat.

Sementara itu, Wakil Kepala SMA Muhammadiyah Mamuju, Aries Fauzan Najib, yang turut mengikuti kegiatan tersebut mengatakan, kegiatan di Labuan Rano memberikan pelajaran penting tentang kepedulian sosial tidak hanya diwujudkan melalui bantuan materi.

“Kegiatan ini mengajarkan suatu hal bahwa membantu masyarakat tidak hanya memberikan sesuatu, tetapi juga memberikan perhatian, mendengarkan, dan menumbuhkan semangat agar anak-anak memiliki keberanian untuk bermimpi melanjutkan pendidikan,” ujarnya.

Gerakan mengentaskan anak tidak sekolah harus dilakukan dengan kolaborasi. Tidak cukup hanya dengan program, kata Furqon Mawardi Wakil Mudir MBS At-Tanwir Mamuju, yang juga pengajar di Universitas Muhammadiyah Mamaju. “Hadir langsung dan perlu mendengar dan memahami persoalan di tengah masyarakat bersama-sama mencari jalan keluarnya amat penting”, kata Furqon.

Menurutnya, gerakan pendidikan dan gerakan sosial harus berjalan beriringan. Kehadiran Muhammadiyah di tengah masyarakat bukan hanya dalam bentuk pemberian bantuan, tetapi juga memberikan perhatian dan menumbuhkan harapan.

Pendidikan dan filantropi harus berjalan seirama untuk menumbuhkan harapan. Bingkisan yang kita berikan mungkin sederhana, tetapi pesan yang ingin kita sampaikan sangat besar bahwa mereka tidak sendiri dalam menjemput masa depan. Semangat yang dibawa dalam kegiatan tersebut sederhana: Satu anak kembali bersekolah, satu harapan kembali tumbuh.

[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat/Anto]

SELENGKAPNYA
13 Agustus 2026
LAZISMU adalah lembaga zakat nasional dengan SK Menag No. 90 Tahun 2022, yang berkhidmat dalam pemberdayaan masyarakat melalui pendayagunaan dana zakat, infaq, wakaf dan dana kedermawanan lainnya baik dari perseorangan, lembaga, perusahaan dan instansi lainnya. Lazismu tidak menerima segala bentuk dana yang bersumber dari kejahatan. UU RI No. 8 Tahun 2010 Tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang

Alamat

Jl. Menteng Raya No.62, RT.3/RW.9, Kb. Sirih, Kec. Menteng, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10340
Jl. Jambrut No.5, Kenari, Kec. Senen, Jakarta Pusat 10430
info@lazismu.org
0213150400
0856-1626-222
Copyright © 2026 LAZISMU bagian dari Persekutuan dan Perkumpulan PERSYARIKATAN MUHAMMADIYAH
cross