

JAKARTA – Amil Lazismu wilayah DKI Jakarta telah menyiapkan dokumen kelengkapan audit. Di salah satu ruangan gedung pimpinan wilayah muhammadiyah di bilangan Kramat Raya itu, enam orang auditor dari kantor akuntan publik Abdul Hamid dengan cermat melihat satu per satu dokumen yang tersusun rapih.
Tahapan audit Lazismu Wilayah DKI Jakarta dilakukan sebagai bentuk kepatuhan dan kewajiban yang telah diatur dalam UU No. 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat. Hari itu, Senin, 2 Juni 2026, Lazismu Wilayah DKI dan beberapa kantor layanan berbasis kampus dan rumah sakit secara bergiliran menjalani proses audit eksternal.
Ketua Badan Pengurus Lazismu DKI Jakarta, Lambang Saribuana, mengatakan seluruh amil menyambut proses audit dengan kesiapan dokumen. “Audit ini kewajiban administratif tata kelola lembaga amil zakat. Suatu ikhtiar kami menjaga amanah agar setiap amanah yang dititipkan bisa dipertanggungjawabkan dengan transparans dan akuntabel”, ujarnya.
Lambang menambahkan, Lazismu DKI menjadi kantor wilayah pertama yang di audit, setelah itu kantor layanan yang ada di kampus dan rumah sakit. Laporan audit akan jadi pada bulan September atau Oktober 2026. Nilai manfaat dari audit untuk meningkatkan akuntabilitas, transparansi dan profesionalitas.
Di hari kedua, proses audit dilakukan di kantor Lazismu daerah dan kantor layanan berbasis cabang dan ranting. “Audit dilaksanakan di Pimpinan Daerah Muhammadiyah Jakarta Timur dan Pimpinan Daerah Muhammadiyah Jakarta Selatan”, jelasnya.
Kantor layanan berbasis amal usaha yang diaudit ada tiga, Kantor Layanan Lazismu Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), Uhamka, dan Rumah Sakit Islam Jakarta Cempaka putih. Sementara itu, sambung Lambang, kantor layanan berbasis cabang dan ranting ada dua, yakni Kantor Layanan Lazismu kebayoran dan Kantor Layanan Lazismu Rawamangun.
Dalam periode audit tahun 2025 ini, dokumen yang diperiksa meliputi laporan keuangan, bukti transaksi, dan rekening bank. Masing-masing kantor Lazismu dilakukan sampling dan auditor mewawancara pengurus dan amil.
Menurut catatan Lazismu Wilayah DKI, total penghimpunan yang berhasil dicapai sebesar Rp 18 miliar, dan perolehannya meningkat dari tahun ke tahun. Ada puluhan ribu lebih penerima manfaat. Kebencanaan menjadi pilar program kemanusiaan yang banyak diminati terutama bantuan logistik kebencanaan, seperti saat bencana banjir di Aceh dan Padang.
Menurut Lambang, audit menjadi instrumen penting untuk menjaga kepercayaan publik terhadap lembaga filantropi Islam. “Hasil auditnya nanti bermanfaat untuk para muzaki sehingga mengetahui bagaimana dana yang diamanahkan dikelola dan dimanfaatkan dalam program-program pentasyarufan yang dijalankan,” jelasnya.
Mewakili Lazismu Wilayah DKI Jakarta, Lambang mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang selama ini turut mendukung dan berkontribusi dalam pelaksanaan program-program Lazismu. Lebih khusus kepada pimpinan wilayah muhammadiyah DKI Jakarta, pimpinan daerah Muhammadiyah, cabang dan ranting, serta kader, relawan, dan masyarakat yang terus membersamai gerakan zakat di ibu kota Jakarta.
Sejurus dengan hasil audit nanti, kami akan terus memperbaiki tata kelola dan layanan dalam segenap program Lazismu di DKI Jakarta. Lewat audit ini semoga laporan informasi yang disampaikan kepada semua pihak, muzaki dan mustahik dapat menjadi acuan untuk meningkatkan kualitas layanan baik di program pendistribusian dan pendayagunaan serta penghimpunan.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat/Lazismu DKI]

BENGKULU – Lima tahun paska audit yang di mulai tahun 2020 hingga tahun 2025, Lazismu Wilayah Bengkulu kembali melaksanakan audit oleh Kantor Akuntan Publik Abdul Hamid dan Rekan, pada Jum’at. 5 Juni 2026.
Pelaksanaan audit dimulai dari entry meeting, yaitu agenda pertemuan awal antara tim pemeriksa keuangan dengan Lazismu Wilayah Bengkulu sebelum proses audit dimulai. Ketua Kepatuhan Audit dan Keuangan, Jessy Obastika yang didampingi Ketua Dewan Pengawas Syariah (DPS) Wilayah Bengkulu, Abdul Hafiz, beserta Perwakilan dari peserta audit masing-masing kantor daerah dan kantor layanan mengikuti proses pelaksanaan audit.
Jessy mengatakan, proses audit dibagi menjadi dua sesi. “Sesi pertama dimulai dari empat kantor yaitu Kantor Lazismu Wilayah Bengkulu, Kantor Lazismu Daerah Rejang Lebong, Kantor Layanan Lazismu Bengkulu Utara dan Kantor Layanan Penarik,” jelasnya.
Sementara itu, sesi kedua audit meliputi tiga kantor yaitu Kantor Layanan Lazismu Muara Aman, Kantor Layanan Lazismu Universitas Muhammadiyah Bengkulu dan Kantor Daerah Lazismu Kaur.
Dalam kesempatan itu, Jessy mengungkapkan, ada dua asepek yang ditekankan pada proses audit yaitu aspek tata kelola organisasi dan aspek pelaporan keuangan. Dalam hal ini, kata Jessy, pembentukan kantor layanan dan optimalisasi sentralisasi pengelolaan pada dasarnya kantor layanan melakukan penyetoran dana ZISKA yang diterima kepada Kantor Daerah untuk dicatat dan diakui sebagai penerimaan di Laporan Keuangan Kantor Daerah.
Di samping itu, dalam aspek pelaporan keuangan, Jessy mengatakan, pengelolaan kas dan setara kas semua kantor yang diaudit memetakan dana rekening bank berdasarkan dana zakat, dana infak dan dana amil.
“Dari hasil proses audit ini Lazismu Wilayah Bengkulu perlu inventarisasi kembali atau pemeriksaan fisik Aset Tetap, sekaligus memberikan kodefikasi setelah membuat pedoman yang mengatur tentang Kodefikasi Aset Tetap dan Aset Kelolaan”, paparnya.
Hal ini dilakukan sebagai kajian atas perlakuan akuntansi penggunaan aset milik PWM/PDM/AUM yang dimanfaatkan untuk operasional amil, guna memastikan kesesuaiannya dengan PSAK 409 dan substansi pengendalian aset.
Dalam tata kelola ke depannya, berdasarkan rekomendasi dari auditor, Lazismu Wilayah Bengkulu harus terus berupaya melakukan perbaikan adanya pedoman terkait standarisasi kelengkapan dokumentasi laporan pertanggungjawaban atas penyaluran atau beban operasional.
Dalam sesi penutup (exit meeting) Wakil Ketua Kepatuhan Audit dan Keuangan Wilayah terus mengawal proses audit semua kantor dari awal hingga akhir bersama amil eksekutif Lazismu Wilayah Bengkulu.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat]

JAKARTA – Raska semestinya bergerak lincah untuk anak seusianya. Perkembangan motoriknya lamban. Kedua kakinya tak mampu melangkah. Anak berusia delapan belas bulan ini didiagnosa mengalami Celebral Palsy, yakni gangguan pada otak yang berdampak terhadap gerakan dan koordinasi tubuh.
Kedua orangtuanya rutin membawa Raska ke Rumah Sakit Rujukan Nasional Fatmawati, Jakarta Selatan untuk rawat jalan. Sembari berobat, Imam Prasetyo, ayah Raska berupaya untuk anak lekas pulih. Imam juga melayangkan surat permohonan bantuan kepada Lazismu.
Pada Rabu, 3 Juni 2026, harapan Imam Prasetyo mendapat jawaban dari Lazismu. Sebagai bentuk kepedulian terhadap tumbuh kembang dan kesehatan anak-anak yang alami keterbatasan fisik, Tokio Marine bersinergi dengan Lazismu menyalurkan bantuan alat bantu jalan (Gait Trainer).
Bantuan alat tersebut diberikan kepada tiga pasien anak yang menjadi penerima manfaat di Rumah Sakit Rujukan Nasional Fatmawati. Kolaborasi ini diharapkan dapat memberikan dampak signifikan terhadap proses rehabilitasi medis para pasien, khususnya dalam melatih kemandirian fisik mereka sejak dini.
Kehadiran alat bantu itu disambut rasa syukur yang mendalam oleh para orang tua pasien. Salah satunya pasangan suami isteri, Pak Imam dan Ibu Rina, orantua dari Raska. Bantuan ini, kata Imam menjadi penyemangat sekaligus pemantik agar Raska dan anak-anak lain yang menerima bantuan serupa bisa segera berjalan layaknya anak-anak seusianya.
“Raska diagnosis mengidap lumpuh otak (Cerebral Palsy). Mudah-mudahan alat bantu ini mampu merangsang motoriknya agar bisa berjalan. Harapannya lebih cepat, tidak terlalu lama sehingga bisa berjalan sesuai dengan usianya”, kata Imam penuh harap saat menerima bantuan.
Tenaga medis dari Rumah Sakit Rujukan Nasional Fatmawati, Vina Fadla Mumtaza, menjelaskan bahwa alat bantu seperti Gait Trainer bukanlah alat bantu jalan biasa. “Alat ini dirancang secara khusus sebagai instrumen terapi untuk melatih kemampuan motorik pasien yang mengalami kesulitan berjalan”, paparnya.
Melalui alat bantu mobilitas ini, kata Vina, yang dirancang sedemikian rupa pada fungsinya untuk membantu penyandang disabilitas atau pasien yang mengalami keterbatasan gerak bisa belajar dan melatih kemampuan berjalan.
Beberapa keunggulan dan fungsi alat ini antara lain, memiliki keamanan ekstra di seluruh sisinya untuk menjaga stabilitas tubuh pasien agar tidak terjatuh selama proses latihan. “Alat ini ada fleksibilitas terapi yang efektif digunakan bagi pasien dengan gangguan fisik maupun gangguan saraf (neurologis).
Melalui program penyerahan bantuan ini, Tokio Marine dan Lazismu berharap dapat terus berkomitmen untuk mendukung pilar program kesehatan yang inklusif, sehingga anak-anak berkebutuhan khusus di Indonesia mendapatkan fasilitas terbaik untuk masa depan mereka yang lebih mandiri.
Mewakili Lazismu dan Tokio Marine, Manager Program Pendistribusian dan Pendayagunaan Lazismu Pusat, Shofia Khoirunnisa, pada Selasa, (9/6/2026), mengatakan dari tiga pasien yang mendapat bantuan, ada dua pasien berhalangan hadir. “Lazismu akan terus berkoordinasi dan memberikan pendampingan agar anak-anak ini tumbuh kembangnya kembali normal”, pungkasnya.
Dukungan dari Tokio Marine untuk pilar program kesehatan, sangat berarti, mengingat pasien yang dibantu adalah anak-anak yang butuh dukungan sehingga manfaat zakat, infak dan sedekah bisa dirasakan oleh penerima manfaat dengan tepat sasaran.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat]

JAKARTA –Permata Bank Syariah melalui unit usaha syariahnya yakni Unit Pengelola Zakat dan Dana Kebajikan (UPZ DK) memperkuat sinergi strategisnya bersama Lazismu dengan melakukan serah terima simbolis program kemitraan, di Kantor Pusat Permata Bank Syariah, Sudirman, Jakarta, pada Senin (8/6/2026).
Dalam kurun waktu tiga tahun terakhir (2023–2025), total dana kebajikan yang telah disalurkan oleh UPZ DK PermataBank Syariah melalui Lazismu mencapai Rp3,37 miIiar. Penyaluran dana umat secara bertahap ini mencakup program strategis, mulai dari sedekah hewan dan daging kurban 1447 Hijriah yang tersebar di wilayah Sumatera, Kalimantan, dan Jawa, hingga dukungan lanjutan bagi program pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Wakil Ketua UPZ Permata Bank Syariah, Awaludin Gumbira, menyampaikan apresiasi yang mendalam atas peran Lazismu sebagai salah satu mitra utama dalam menyalurkan dana kebajikan dengan tepat sasaran.
"Lazismu adalah salah satu mitra utama. Kami sangat mengapresiasi dan berterima kasih karena keberadaan Lazismu perannya memudahkan amanah yang kami emban untuk mengelola dan menyalurkan dana umat," ujar Awaludin.
Optimisme Penyerapan Dana dan Dampak Berkelanjutan
Senada dengan hal itu, Direktur Keuangan Unit Usaha Syariah Permata Bank, Rudy Basyir Ahmad, mengungkapkan bahwa kapasitas dana yang dikumpulkan mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Pihaknya optimis penyerapan dan penyaluran anggaran ke depan dapat dilakukan lebih cepat dan efektif melalui kolaborasi yang erat dengan mitra profesional.
"Serah terima ini bukan sekadar program administratif, melainkan langkah strategis dan bijaksana sebagai inklusi keuangan syariah. Kami menyerahkan tanggung jawab ini dengan penuh harapan agar dana zakat, infak, dan sedekah mampu menyentuh mustahik yang lebih luas, menciptakan dampak ekonomi yang signifikan, serta menjaga transparansi dan akuntabilitas berdasarkan prinsip syariah," jelas Rudy.
Keunikan Kerja Sama Enam Pilar dan Program Unggulan 'TelurMoe'
Kerja sama antara UPZ DK Permata Bank Syariah dan Lazismu terbilang komprehensif karena mencakup seluruh 6 pilar program Lazismu, yaitu Ekonomi, Kesehatan, Sosial Dakwah, Lingkungan, Kemanusiaan, dan Pendidikan.
Direktur Penghimpunan Lazismu Pusat, M. Sholeh Farabi, memaparkan salah satu kesuksesan program ekonomi yang saat ini menjadi unggulan, yaitu program "TelurMoe" di Sleman, Yogyakarta. Program peternakan ayam free-range (tanpa kandang baterai) dengan pakan organik ini dikelola secara intens oleh komunitas penyandang disabilitas.
UPZ DK PermataBank Syariah turut mendukung program ini dengan memberikan bantuan tambahan modal kerja senilai kurang lebih Rp 1,2 miliar, termasuk penyediaan armada motor roda tiga berjenis Cargo untuk memperkuat lini distribusi.
"Para peternak yang mayoritas penyandang disabilitas yang sebelumnya tidak memiliki penghasilan, kini sudah mandiri secara ekonomi bahkan mampu melakukan transfer knowledge kepada kelompok lain. Saat ini, ekosistem pasar internal Muhammadiyah saja sudah kewalahan menyerap produksinya karena kualitas telur yang sangat baik," ungkap Farabi.
Selanjutnya, lahan peternakan ini akan dipindahkan ke tanah milik Universitas 'Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta untuk memperluas dan meningkatkan kapasitas hingga 1.000 ekor ayam. Keberhasilan yang berkelanjutan ini diharapkan dapat menjadi model yang bisa direplikasi di berbagai wilayah lain di Indonesia.
Melalui kemitraan yang solid ini, baik UPZ DK Permata Bank Syariah maupun Lazismu berkomitmen untuk terus menghadirkan program inovatif yang monumental untuk mengangkat harkat, martabat, serta skala ekonomi para mustahik di seluruh pelosok negeri.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat]

YOGYAKARTA -- Nilai transaksi kurban digital memberikan angin segar. Perdana diimplementasikan, aplikasi gaya hidup muslim digital resmi milik Muhammadiyah atau populer disebut MASA, sajikan transformasi layanan yang tumbuh prospektif.
Pada debutnya di Idul Adha tahun ini, transaksi digital kurban di MASA berhasil membukukan penghimpunan kurban dengan total terdiri dari 13 ekor sapi, 30 ekor kambing, dan 22 ekor domba. Dengan mengelola ratusan juta rupiah transaksi kurban melalui sistem digital terintegrasi, MASA dirancang sebagai transformasi layanan keumatan berbasis teknologi.
Melalui kolaborasi antara LabMu dan Lazismu, Muhammadiyah menghadirkan Qurbanmu di aplikasi MASA untuk membantu masyarakat menjalankan ibadah kurban dengan proses yang lebih mudah, transparans, dan nyaman.
Inisiatif ini tidak hanya mempermudah masyarakat, tetapi juga memperkuat tata kelola pengelolaan kurban berbasis transparansi dan akuntabilitas. Mewakili Muhammadiyah, Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Dadang Kahmad, dalam rilisnya (29/5/2026), menegaskan, berkurban melalui MASA di Lazismu merupakan pilihan yang tepat di era digital saat ini.
“Berkurban di Lazismu melalui MASA merupakan langkah tepat untuk kurban di zaman Revolusi Industri 4.0 dan Society 5.0 yang terpercaya dan amanah,” ujarnya. Peran LabMu sebagai pengembang ekosistem digital Muhammadiyah menghadirkan infrastruktur teknologi yang memungkinkan proses pengelolaan berjalan lebih terintegrasi dan terukur.
Sementara itu, Lazismu memastikan proses pengelolaan dan distribusi kurban tetap berjalan sesuai prinsip amanah, profesionalitas, dan kebermanfaatan sosial. Langkah ini menjadi bagian dari upaya Muhammadiyah membangun fondasi pengelolaan amanah umat yang lebih modern dan lebih siap menghadapi kebutuhan skala besar di era digital.
Ketua Badan Pengurus Lazismu Pusat, Ahmad Mujadid Rais, menyampaikan rasa syukur atas keberhasilan implementasi digitalisasi kurban melalui aplikasi MASA yang memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam menunaikan ibadah kurban.
“Alhamdulillah, kami bersyukur dengan adanya digitalisasi transaksi kurban melalui aplikasi MASA, sungguh menjadi jalan keberkahan bagi semua. Dengan total terhimpun 13 ekor sapi, 30 ekor kambing, dan 22 ekor domba, sinergi dan kolaborasi antara Lazismu dan MASA benar-benar memudahkan para pekurban (mudhohi) untuk menyalurkan kurbannya hanya dengan sentuhan klik di gawainya”, ungkap Mujadid Rais.
Terima kasih atas kepercayaan para pekurban kepada kami, sambung Mujadid Rais. Insya Allah kurban bapak ibu diproses sesuai syariat, dan kurban tersalurkan dengan amanah tepat sasaran kepada yang membutuhkan. Semoga ke depan jumlah penghimpunan kurban dapat terus meningkat dan memberi dampak seluas-luasnya kepada masyarakat yang membutuhkan, termasuk di kawasan 3T, program pencegahan stunting, serta daerah rawan bencana maupun terdampak bencana.
Di tengah meningkatnya adopsi layanan digital masyarakat Indonesia, transformasi pengelolaan kurban dinilai menjadi kebutuhan penting agar proses ibadah dan distribusi manfaat dapat berjalan lebih efisien, lebih terukur, dan menjangkau lebih luas.
Ke depan, Muhammadiyah akan terus memperkuat pengembangan layanan digital keumatan melalui kolaborasi lintas ekosistem agar manfaatnya dirasakan lebih luas oleh masyarakat Indonesia. Visi jangka panjangnya membangun ekosistem layanan umat terintegrasi berbasis teknologi yang mendukung berbagai kebutuhan sosial, filantropi, dan ekonomi umat.
Terutama melihat antusiasme masyarakat terhadap layanan kurban digital terus meningkat, terutama dari masyarakat yang membutuhkan proses ibadah yang lebih praktis tanpa mengurangi nilai spiritual dan sosial dari ibadah kurban itu sendiri.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat/LabMU]

JAKARTA -- Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) kembali menghadirkan Program Sedekah Kurban BPKH 1447 Hijriah/2026 sebagai wujud komitmen dalam menebarkan manfaat dan kemaslahatan bagi masyarakat Indonesia.
Mengusung tema “Menebar Kebaikan, Menggapai Keberkahan”, program ini menjadi salah satu program unggulan BPKH bersama mitra kemaslahatan yang telah berjalan sejak tahun 2020, tepatnya saat pandemi Covid-19 mewabah. Sebagai bentuk kepedulian dan semangat berbagi kepada masyarakat muslim di berbagai wilayah Indonesia, program ini menyasar daerah terpencil, terluar, tertinggal, dan terdampak bencana.
Program Sedekah Kurban BPKH merupakan inisiatif yang mengintegrasikan ibadah kurban dengan pemberdayaan ekonomi umat melalui sektor peternakan.
Bersama mitra kemaslahatan, program ini terus berkembang dari tahun ke tahun sejak pertama kali dilaksanakan di tengah pandemi COVID-19 sebagai bentuk kepedulian dan semangat berbagi kepada masyarakat muslim di berbagai wilayah Indonesia, termasuk daerah terpencil, terluar, tertinggal, dan terdampak bencana.
Pada tahun 2026, Program Sedekah Kurban BPKH dilaksanakan bersama 11 mitra kemaslahatan dengan target penyaluran sebanyak 600 ekor sapi/kerbau dan 700 ekor domba/kambing. Kolaborasi ini dilakukan untuk memperluas pemerataan manfaat kurban serta memastikan penyaluran berjalan tepat sasaran di seluruh Indonesia.
Anggota Badan Pelaksana BPKH, Sulistyowati, menyampaikan harapannya agar program ini dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat yang membutuhkan. Melalui program ini, kami berharap kebaikan dari ibadah kurban dapat dirasakan secara nyata dan menyeluruh oleh masyarakat di seluruh penjuru negeri.
“Kurban bukan hanya tentang memberi, tetapi tentang menghadirkan harapan, menguatkan kepedulian, dan memastikan manfaatnya dapat dirasakan hingga pelosok negeri,” terangnya dalam rilis yang disampaikan pada Hari Raya Idul Adha 2026.
Lazismu sebagai Mitra Kemaslahatan Sedekah Kurban
Di antara sebelas mitra kemaslahatan BPKH dalam Program Sedekah Kurban 2026, Lazismu kembali mendapat amanah dalam penyalurannya. Manajer Kemitraan Lazismu Pusat, Upik Rahmawati mengatakan, dalam pelaksanaannya Lazismu menyalurkan di 15 Provinsi dan beberapa panti asuhan yang layak menerima, yang kegiatannya berlangsung di mulai dari tanggal, 27 – 29 Mei 2026.
“Adapun 15 provinsi ini meliputi, DKI Jakarta, DIY, Jawa Barat, Bengkulu, Kalimantan Utara, Sumatera Selatan, NTT, Jawa Timur, Banten, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Sulawesi Tengah, Aceh (Aceh Tamiang dan Langsa) dan NTB”, kata Upik.
Salah satunya DKI Jakarta, kata Upik memberikan contoh distribusi, bahwa penyaluran program Sedekah Kurban ada di Wilayah Jakarta Barat, Jakarta Utara, Jakarta Selatan, Jakarta Timur, dan Jakarta Pusat. Upik merinci untuk wilayah Jakarta Selatan tersebar di 14 titik yang terdiri dari 2 ekor sapi dan 17 ekor kambing.
Sementara itu, untuk wilayah Jakarta Barat terpencar di 10 titik, terdiri dari 7 ekor sapi dan 6 ekor kambing. Wilayah lainnya, sambung Upik, di Jakarta Utara tersebar di 13 titik, terdiri dari 10 ekor sapi, 3 ekor kambing.
Sebaran titik lainnya, kata Upik, ada di wilayah Jakarta Timur, dengan 7 titik distribusi terdiri dari 7 ekor kambing. Terakhir di wilayah Jakarta Pusat, terdiri dari 1 ekor sapi. Selebihnya kata Upik Lazismu juga menyasar panti asuhan di Jakarta, Tulung Agung dan Palu, Sulawesi Tengah.
“Dalam program Sedekah Kurban BPKH, kami menggandeng mitra yaitu Dewan Kesejahteraan Masjid (DKM) dan musola serta mitra rekomendasi seperti ponpes, yayasan, RT, panti dan MUI Jakarta Barat yang penerima manfaatnya betul-betul membutuhkan”, jelas Upik.
Upik mengatakan, sumber pembiayaan program ini menggunakan nilai manfaat dari pengelolaan Dana Abadi Umat (DAU), dan tidak berasal dari dana setoran awal jamaah calon haji.
Hal ini sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2014, di mana seluruh nilai manfaat akan dikembalikan kepada seluruh umat di seluruh Indonesia dalam kegiatan kemaslahatan, seperti program Sedekah Kurban BPHK ini.
Adapun seluruh program disalurkan secara langsung maupun tidak langsung dengan prinsip syariah, kehati-hatian, manfaat, nirlaba, transparans, dan akuntabel. Dalam pengemasannya Lazismu dan BPKH menggunakan wadah ramah lingkungan.
Melalui Program Sedekah Kurban BPKH, sambung Upik, diharapkan dapat tercipta penguatan ekonomi umat, pemerataan nilai manfaat kurban hingga kawasan pelosok, peningkatan nilai sosial ibadah, serta penguatan semangat kepedulian dan gotong royong di tengah masyarakat.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat]

