

Mochammad Sholeh Farabi, koordinator program kurban Lazismu PP Muhammadiyah menyebut bahwa sapi yang diberikan oleh Anies Baswedan kepada masyarakat melalui Lazismu sangat besar, dengan bobot hampir 1 ton.
"Sapi dari Pak Anies nanti akan kita olah menjadi kemasan kaleng Rendangmu. Ada sebagian yang dijadikan makanan siap saji. Kaleng Rendangmu nanti akan dibagikan sama PW Aisyiyah DKI Jakarta," ujar Farabi.
Ia menyebut bahwa kerja sama ini adalah kerja sama yang dilakukan kedua kalinya antara Lazismu dengan Gubernur DKI Jakarta. Pada Lebaran Iduladha tahun lalu, Anies Baswedan juga memberikan satu ekor sapi kepada Lazismu untuk dibagikan ke masyarakat.
"Sapi kemaren kita terima, sudah kita sembelih di RPH. Kita semua pusatkan di RPH karena tidak boleh menggelar penyembelihan di luar," imbuhnya. Sapi tersebut telah disembelih pada Rabu (21/7).
Sementara itu, sapi yang diberikan oleh Khofifah memiliki bobot 750 kg. Sapi tersebut disembelih pada Kamis (22/7) di salah satu RPH di Magetan.
Syamsidar Siregar, Sekretaris PW Aisyiyah DKI Jakarta menyebut bahwa kaleng Rendangmu akan dibagikan ke kampung nelayan binaan Aisyiyah di Marungga, Kalibaru, dan Cilincing, Jakarta Utara. Di sana terdapat 700 KK yang akan menerima Rendangmu.
"Selain itu, kita juga akan menyalurkan ke guru-guru TK Aisyiyah, guru-guru madrasah, dan guru TPA/TPQ. Selain sapi dari Pak Anies, kita juga sembelih 5 ekor sapi. Kita gabungkan dengan daging dari Pak Anies jadi Rendangmu lalu kita bagikan," ujarnya.
Selain memberikan kaleng Rendangmu, PW Aisyiyah DKI Jakarta juga akan memberikan beras. Masyarakat di kampung nelayan masing-masing akan mendapatkan 2 liter beras, sedangkan guru-guru Aisyiyah masing-masing akan mendapatkan 5 kg beras.
Pemberian ke kampung nelayan, imbuhnya, bukan hal baru bagi Aisyiyah maupun Lazismu. Tahun lalu, zakat fitrah Lazismu diberikan ke masyarakat di kampung nelayan. Kampung binaan Aisyiyah tersebut sering mendapatkan bantuan sembako. Menurut Syamsidar, daging sapi tersebut akan diolah menjadi kaleng Rendangmu oleh PW Muhammadiyah Jawa Timur.
"Rendangmu ini sangat-sangat luar biasa. Sangat luar biasa bermanfaat. Nelayan dan orang-orang tertentu itu kan belum tentu setiap waktu bisa makan daging. Nah melalui Rendangmu, mereka bisa makan daging meskipun tidak di masa lebaran, apalagi saat-saat seperti ini nelayan tidak bisa melaut karna cuaca, ditambah lagi pandemi," ujarnya dengan antusias.
Reporter: Yusuf

Ketua Lazismu Bangka Belitung Yunan Helmi menyebut bahwa pihaknya telah melakukan survei sebelumnya di Masjid Al Hidayah. Dusun Pejem ini terletak di ujung utara Pulau Bangka Provinsi Bangka Belitung, sehingga sangat layak untuk mendapatkan bantuan dari BPKH melalui Lazismu.
Pihaknya mengaku mendapatkan total bantuan dari BPKH berupa 2 ekor sapi. Satu ekor sapi disalurkan ke Masjid Al Irsyad, Jebus, Bangka Barat.
“Sebagaimana kita tahu bahwa di Dusun Pejem ini, masih ada warganya yang mengaku sebagai suku pertama di Bangka, yaitu Suku Lum (Orang Lum). Biasa orang sebut suku yang belum beragama. Sehingga dari survei inilah kita pun memutuskan bahwa salah satu sapi yang diberikan BPKH RI melalui Lazismu Babel dan Lazismu Bangka ini, sangat tepat untuk kita salurkan ke Dusun Pejem ini," ujar Yunan.
Ketua Takmir Masjid Al-Hidayah Dusun Pejem, Ustad Ansopin mengucapkan terima kasih atas nikmat Allah SWT kepada masyarakat Dusun Pejem berupa rezeki mendapatkan daging hewan kurban dari BPKH RI dan Lazismu Babel.
Atas nama Pengurus Masjid Al Hidayah maupun seluruh warga masyarakat Dusun Pejem, ia mengucapkan terima kasih kepada BPKH RI, Lazismu Babel, dan Lazismu Bangka yang sudah mempercayakan pemotongan hewan kurbannya di Dusun Pejem.
“Dengan adanya bantuan ini, tentu saja masyarakat kami sangat terbantu dan bergembira. Kita semua tentunya juga akan terus ikhtiar dan berdoa semoga tahun-tahun berikutnya, pelaksanaan kurban dapat kembali dilaksanakan di Dusun Pejem. Karena ini sekaligus sebagai syiar dakwah, mengingat masyarakat di ujung Pulau Bangka bagian utara ini," ujarnya.
Ia menyebut bahwa daerahnya masih sangat memerlukan banyak sentuhan dan bimbingan secara berkelanjutan dari sesama umat Islam. Ia menyakini bahwa orang Islam itu sesungguhnya adalah satu dan bersaudara.
Pemberian bantuan dari BPKH ini sesuai dengan komitmen BPKH dalam menyalurkan Nilai manfaat Dana Abadi Umat (DAU) melalui bidang kemaslahatan sebagaimana diatur dalam PP No 5 tahun 2018 Tentang pelaksanaan Undang-Undang No 34 tahun 2014 mengenai pengelolaan keuangan haji dan PBPKH No 7 Tentang prioritas kegiatan kemaslahatan.
Distribusi Progam Kemaslahatan BPKH mencakup prasarana ibadah, kesehatan, pelayanan ibadah haji, ekonomi umat, pendidikan dan dakwah serta sosial keagamaan yang disalurkan secara langsung dan tidak langsung yang bermanfaat untuk kebaikan umat sesuai dengan asas prinsip syariah, kehati-hatian, manfaat, nirlaba, transparan dan akuntabel.
Reporter: Yusuf

Sebagaimana diketahui, Badan Penyelenggara Keuangan Haji Indonesia (BPKH) melaksanakan kegiatan Program Kemashalatan berupa pemotongan hewan kurban di Kalimantan Barat. Kegiatan tersebut juga kerjasama antara BPKH dengan Lazismu Wilayah Kalimantan Barat dan Lazismu Daerah Kabupaten Sambas.
BPKH RI tahun ini menggandeng Lazismu Wilayah Kalimantan Barat untuk menyalurkan hewan kurban di 2 Kabupaten yakni Kabupaten Kayong Utara dan Kabupaten Sambas.
"Alhamdulillah di tahun ini kami dari Lazismu Wilayah Kalimantan Barat dipercaya oleh BPKH untuk menyalurkan 4 ekor sapi dengan bobot beratnya sebesar 382 kg. Penyaluran tersebut di fokuskan untuk Kabupaten Kayong Utara sebanyak 2 ekor dan 2 ekornya lagi untuk Kabupaten Sambas" Ujar Syakur, Koordinator Penyaluran Hewan Kurban Lazismu Kalimantan Barat.
Untuk penyembelihan 2 ekor sapi di Kabupaten Sambas, Lazismu Kalimantan Barat melibatkan tim Lazismu Daerah Sambas. Daging hasil kurban tersebut distribusikan ke 2 lokasi, yakni Desa Parit Kongsi, Kecamatan Selakau dan Desa Sanatab, Kecamatan Sajingan Besar. Penentuan lokasi tersebut juga sebelumnya berdasarkan survei yang dilakukan tim Lazismu Sambas ke lapangan.
Abdur Syakur juga berterima kasih kepada BPKH RI yang telah memberikan amanah kepada Lazismu wilayah Kalimantan Barat untuk melaksanakan distribusi hewan kurban tersebut.
"Alhamdulillah juga daging kurbannya dapat di salurkan dengan baik sampai ke batas negara Aruk Sajingan Besar yang sebagian besar adalah mualaf di Kecamatan Sajingan Besar," imbuhnya.
Rasa terima kasih tersebut juga di sampaikan oleh Hamdani, Kepala Desa Parit Kongsi Kecamatan Selakau. Menurutnya, kurban tahun ini ia merasa sangat bahagia sekali, karena BPKH, Lazismu Wilayah Kalimantan Barat, dan Lazismu Daerah Sambas dapat membantu hewan kurban di desanya.
Menurut keterangannya, Desa Parit Kongsi belum pernah melaksanakan kurban. Bantuan dari BPKH bersama Lazismu menjadi sumbu semangat bagi masyarakat agar bisa berkurban tahun depan.
Asman, Ketua RT di desa Sanatab Kecamatan Sajingan Besar mengucapkan terima kasih juga kepada BPKH dan Lazismu Wilayah Kalimantan Barat yang sudah membantu hewan kurban di desanya.
"Hewan kurban ini juga akan kita salurkan ke bebepa desa kita yang tidak mampu dan warga kita yang mualaf. Karena di Sajingan Besar ini sebarannya sangat jauh sekali harus masuk ke beberapa kampung turun gunung naik gunung. Warga yang menerima juga merasa senang sekali, karena momen setahun sekali ini di beri daging hewan kurban," ujar Asman.

Drs. H. M. Anshari Sapri, Ketua Badan Pengurus Lazismu Kalimantan Tengah, menyampaikan ucapan terimakasih kepada BPKH yang telah berperan membantu ketahanan pangan masyarakat di Kota Palangka Raya.
“Alhamdulillah, melalui Program Kemaslahatan bersama BPKH, kami menerima 2 ekor sapi untuk disebar kepada masyarakat di sekitar Kota Palangka Raya. Semoga daging kurban ini membantu ketahanan pangan masyarakat di tengah pandemi. Terima kasih BPKH, semoga tahun depan dapat tetap berkolaborasi kembali,” ungkapnya.
Mengikuti Surat Edaran Menteri Agama No 16 Tahun 2021 agar tidak melakukan pemotongan hewan pada 10 Dzulhijjah, maka pemotongan hewan kurban dilaksanakan secara terorganisir pada hari tasyrik (12 Zulhijah/22 Juli) dan di Rumah Potong Hewan (RPH).
Sementara itu, Direktur Eksekutif Lazismu Kalimantan Tengah, Kurniawan, S.Pd menyampaikan bahwa pelaksanakan pemotongan hewan kurban sangat memperhatikan protokol kesehatan.
“Akhir-akhir ini penyebaran Covid-19 di Kota Palangka Raya melonjak. Dengan demikian pemotongan dan pendistribusian daging kurban dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat untuk mengurangi risiko penyebaran Covid-19,” ucapnya.
Selaku Penanggung Jawab kegiatan tersebut, Andi Widodo memaparkan bahwa pembagian daging kurban dikemas dengan sebaik mungkin dan disalurkan kepada penerima manfaat.
“Daging kurban dikemas dalam toples ukuran 1 Kg. 300 paket lebih kami berikan kepada masyarakat sebagai penerima manfaat di sekitar Kota Palangka Raya. Untuk meminimalisir kontak kami disitribusikan langsung ke rumah-rumah mereka, semoga bermanfaat dan berkah,” ujarnya.
Tusim, salah satu penerima manfaat dan juga mitra Lazismu Kalimantan Tengah mengucapkan terimakasih atas daging kurban yang diterimanya.
“Alhamdulillah, saya selaku masyarakat Kota Palangka Raya sangat merasakan kehadiran Lazismu Kalteng di sini. Terima kasih Lazismu dan terimakasih juga BPKH, semoga Allah membalas dengan kebaikan lagi,” tuturnya.
Pemberian bantuan ini sesuai dengan komitmen BPKH dalam menyalurkan Nilai manfaat Dana Abadi Umat (DAU) melalui bidang kemaslahatan sebagaimana diatur dalam PP No 5 tahun 2018 Tentang pelaksanaan Undang-Undang No 34 tahun 2014 mengenai pengelolaan keuangan haji dan PBPKH No 7 Tentang prioritas kegiatan kemaslahatan.
Distribusi Progam Kemaslahatan BPKH mencakup prasarana ibadah, kesehatan, pelayanan ibadah haji, ekonomi umat, pendidikan dan dakwah serta sosial keagamaan yang disalurkan secara langsung dan tidak langsung yang bermanfaat untuk kebaikan umat sesuai dengan asas prinsip syariah, kehati-hatian, manfaat, nirlaba, transparan dan akuntabel.
(Aris Pratama Gunawan/Yusuf)

Rakit atau ponton adalah satu-satunya alat penyebarangan menuju daerah tersebut. Penyeberangan sungai menuju 3 desa terpencil tersebut dilaksanakan dalam rangka menyebarkan paket daging kurban yang sebelumnya telah disembelih oleh Lazismu Buol.
Kamarudin Syamsi, Divisi Administrasi dan Keuangan Lazismu Buol menyebut bahwa pihaknya menyembelih 4 ekor sapi dan 2 ekor kambing.
"Alhamdulillah Lazismu tahun ini dapat menyembeli hewan kurban sebanyak 4 ekor sapi dan 2 ekor kambing. Daging kurban dipaketkan menjadi 350 paket masing-masing 2 kg perpaket. Paket daging kurban tersebut didistribusikan di tiga desa yang masing-masing desa berbeda kecamatan," ujar Kamarudin.
"Jalannya yang tidak bisa diungkap dengan kata-kata. Tetapi tim Lazismu tetap distribusikan paket kurban meski sampai malam hari dalam kondisi hujan," imbuhnya.
Penyembelihan hewan kurban telah menjadi kegiatan rutin Lazismu Buol sejak Lazismu Buol berdiri, tujuh tahun silam. "Tiap tahun, pada saat lebaran Iduladha kita pasti melakukan hal yang sama, berbagi daging kurban kepada warga," ujar Saharudin, Ketua Lazismu Buol.
Sementara itu, Sekretaris Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Buol Muhammad A Singara menyebut bahwa melalui momen lebaran Iduladha, peran Lazismu perlu diapresiasi dengan baik. Warga yang sulit mendapatkan kebutuhan hidup merasa sangat terbantu dengan adanya bantuan daging kurban dari Lazismu Buol.
Reporter: Yusuf

Komunitas ini di dalamnya beranggotakan pasien gagal ginjal kronis. Melalui salah satu anggotanya, Anityo Pertiwanggono, tercetus ide untuk memberdayakan pasien gagal ginjal kronis agar tetap kuat menghadapi ujian sakit terlebih di tengah pandemi yang berpengaruh terhadap kegiatan ekonomi keluarga pasien. Sebagian dari penderita itu, menurut Anityo adalah tulang punggung keluarga.
Tak dinyana, ini sangat luar biasa, kata Anityo ketika mendengar bahwa ide itu diterima Lazismu. Lewat amil Lazismu yang juga merupakan koordinator kurban tahun ini, Mochammad Sholeh Farabi yang berduet dengan Adi Rosadi bergegas menyiapkan hewan kurban. Semua hewan kurban dari pemotongan sampai menjadi kemasan siap saji diserahkan pengelolaanya kepada manajemen katering Dapur AAN yang tak lain adalah buah usaha Anityo setelah tak bekerja formal lagi.
Anityo mengatakan, secara teknis pemotongan hewan kurban dilaksanakan di dua tempat. Tempat pertama di El-Barkah Cilandak, Jakarta Selatan, dan tempat kedua di Serang Banten. Dengan melibatkan para anggota pasien gagal ginjal kronis, daging segar kurban siap diolah menjadi masakan siap saji. Karena melibatkan banyak orang, termasuk Ibu-ibu Aisyiyah, kegiatan berbagi berkah ini menyediakan tiga lokasi tempat masak.
Yang terlibat masak, “Totalnya ada 11 orang sebagai juru masak, dengan tetap mematuhi protokol kesehatan,” ujar Anityo. Lokasinya di wilayah Jatiasih kota Bekasi, Kayu Manis Jakarta Timur, dan Dramaga kota Bogor. Masakan siap saji yang dipersembahkan komunitas pasien gagal ginjal kronis terdiri dari empat menu, antara lain, kambing lada hitam, kambing semur Betawi, rabeg Banten, dan rendang.
Anityo mengaku, kolaborasi bareng Lazismu kali pertama ini sebagai bentuk pemberdayaan agar para anggota dapat berpartisipasi dengan kegiatan yang positif. “Risiko penyakit gagal ginjal di tengah pandemi yang tak kunjung berakhir harus disikapi dengan kegiatan bermanfaat,” paparnya.
Apalagi Lazismu mengamanahkan 54 ekor hewan kurban yang jumlahnya terbilang banyak, dari pemotongan hingga pembagiannya ke penerima manfaat juga melibatkan partisipasi komunitas KPCDI yang terhitung dilaksanakan dari 20 – 22 Juli 2021, maka perlu kolaborasi yang kuat, sambung Anityo.
Mochammad Sholeh Farabi, mengatakan, dalam penyaluran daging kurban yang dimasak siap saji diprioritaskan untuk panti asuhan yang ada di Jakarta. “Lazismu menggandeng panti asuhan Muhammadiyah dan sebagian lagi dibagikan kepada masyarakat yang membutuhkan," ujarnya.
Dari seluruh panti yang ada di Jakarta tersebut, “Terdata ada 40 panti asuhan yang menjadi prioritas sebagai titik lokasinya,” terangnya. Kolaborasi yang baru pertama kali dilakukan bersama komunitas penderita gagal ginjal kronis ini, menurutnya dapat dijadikan benchmark untuk kegiatan pemberdayaan ekonomi di luar kegiatan program kurban.
Lazismu selalu terbuka dengan siapapun, terutama pelaku UMKM, karena pemberdayaan ekonomi masyarakat merupakan salah satu core program kami, kata Alfarabi. Alhamdulillah, melalui program kurban, Lazismu diberikan kesempatan berkolaborasi. Dari sekian banyak proposal yang masuk, tawaran KPCDI paling menarik. Semoga melalui kerjasama ini produk barang dan jasa yang ditawarkan KPCDI bisa dikenal masyarakat.
Sementara itu, Ketua Umum Komunitas Pasien Cuci Darah Indonesia (KPCDI) Tony Richard Samosir, mengatakan, di masa pandemi, pihaknya berpartisipasi untuk meringankan beban ekonomi anggota yang juga pasien cuci darah untuk menggalang kolaborasi bersama Lazismu.
“Rangkaian pelaksanaan program kurban ini yang pertama kali dilakukan dengan memberdayakan para anggota,” jelasnya. Harapannya nilai manfaat yang diperoleh dapat membantu ekonomi keluarga. Momen Idul Adha ini, sekaligus mempererat tali persaudaraan untuk berbagi terhadap sesama.
(LAZISMU)

