

ACEH – Komitmen untuk peduli terhadap penyintas terdampak bencana banjir di Aceh, Lazismu bersama PT Asuransi Allianz Life Syariah Indonesia (Allianz Syariah) melaksanakan penyaluran bantuan kemanusiaan berupa layanan kesehatan bagi warga terdampak di Desa Meunasah Lhok dan Desa Buangan, Kabupaten Pidie Jaya.
Aksi kemanusiaan ini bagian dari program respons bencana untuk membantu pemulihan kesehatan masyarakat pasca-banjir, terutama kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan Perempuan melalui pilar program kemanusiaan, Indonesia Siaga.
Dalam pelaksanaannya, pada awal pekan Januari, tercatat ada 303 warga terdampak mendapatkan pemeriksaan kesehatan, meliputi pemeriksaan umum, pengecekan tekanan darah, konsultasi, dan layanan obat-obatan yang dibutuhkan.
Manager Program Pendistribusian dan Pendayagunaan, Shofia Khoerunisa, mengatakan bahwa layanan kesehatan ini merupakan komitmen bersama Lazismu dan Allianz Syariah untuk hadir berbagi kepedulian bersama penyintas di situasi darurat bencana.
Selama fase respons darurat Lazismu juga berkoordinasi dengan Lazismu Kantor Layanan Pidie Jaya. Kolaborasi tersebut diwujudkan dengan layanan kesehatan untuk mendeteksi risiko gangguan pernapasan dan iritasi mata meningkat akibat debu tebal dan lingkungan yang belum bersih.
Karena itu, kata Shofia, kami memprioritaskan layanan kesehatan sebagai bentuk ikhtiar menjaga keselamatan dan kesehatan warga terdampak. “Para penyintas membutuhkan masker, kacamata dan alat pelindung sejenis untuk menghindari debu, dan lainnya.”. jelas Shofia.
Melalui layanan kesehatan yang diberikan kepada penyintas, Sekretaris Lazismu Pidie. Afdhalul Rahman, mengungkapkan, banjir yang melanda wilayah Pidie Jaya telah berdampak pada kondisi kesehatan masyarakat, baik akibat lingkungan yang kurang higienis maupun keterbatasan akses layanan kesehatan.
Sinergi antara Lazismu dan Allianz Syariah, menurutnya berupaya memastikan masyarakat terdampak tetap memperoleh layanan kesehatan dasar secara cepat dan layak. Ia mengakui setelah bencana terjadi kondisi lingkungan di sejumlah wilayah Pidie Jaya dipenuhi debu tebal akibat endapan lumpur yang mengering.
Kondisi itu memicu berbagai keluhan kesehatan warga terdampak. Ia mengatakan masyarakat banyak mengalami iritasi saluran pernapasan, batuk, pilek, gangguan pernapasan ringan, serta keluhan pada mata akibat paparan debu.
Situasi ini turut meningkatkan kebutuhan akan alat pelindung diri sederhana tersebut, sebagai pelengkap terhadap posko layanan kesehatan ini, turut terlibat aktif relawan dari One Muhammadiyah One Response dan paramedis kebencanaan.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat]

SUMBAR – Sejak aktivasi MDMC dalam kegiatan respons darurat pascabencana banjir dan longsor di Adeh dan Sumatera, Lazismu terus menyokong secara operasional agar asistensi yang dilakukan berjalan sesuai rencana dalam setiap fase menuju pemulihan.
Memasuki fase transisi dari tanggap darurat menuju pemulihan, Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) menyelenggarakan Pelatihan Dukungan Psikososial bagi 600 guru dan siswa terdampak bencana di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara.
Pelatihan tersebut dilaksanakan di Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat sebagai rangkaian dari respons lanjutan Muhammadiyah untuk mendukung pemulihan sektor pendidikan dan kesehatan mental anak-anak pascabencana.
Tujuan utama pelatihan membantu murid mengenali perasaan dan kecemasan yang muncul setelah bencana, membekali teknik dasar untuk meredakan stres, serta menciptakan lingkungan yang mendukung bagi anak untuk berbagi pengalaman pascabencana.
Peserta juga didorong untuk menyusun rencana pemulihan yang dapat diterapkan di lingkungan sekolah maupun hunian sementara. Bagi para guru, menurutnya, pelatihan difokuskan pada peningkatan pemahaman mengenai dukungan psikososial dalam situasi darurat.
Selain itu, penguatan keterampilan dalam mendeteksi gejala psikologis pada murid, serta kemampuan menyediakan ruang aman dan pendampingan yang efektif pada fase pemulihan. Guru juga dibekali edukasi menyusun rencana aksi pemulihan untuk mendukung keberlanjutan layanan pendidikan di sekolah terdampak.
Pelatihan dukungan psikososial digelar pada 5 –16 Januari 2026, menghadirkan narasumber dan fasilitator dari MDMC serta kalangan profesional, antara lain Budi Santoso, Zakarija Achmat, Psikolog, Elisa Kurniadewi, Psikolog, serta Natta Hendriatti. Pelatihan ini diikuti oleh 600 peserta yang terdiri dari 200 siswa dan 400 guru dari satuan pendidikan negeri maupun swasta di wilayah terdampak.
MDMC berharap murid memiliki kemampuan untuk mengelola kecemasan dan stres pascabencana serta menyusun rencana pemulihan pribadi yang mendukung kesejahteraan psikososial mereka.
Dalam kesempatan yang sama, guru diharapkan dapat memperkuat perannya sebagai pendidik, pendamping pemulihan anak, sekaligus memastikan layanan pendidikan tetap berjalan dengan aman, ramah anak, dan berkelanjutan di masa transisi menuju pemulihan.
Sebagai informasi pelatihan ini diselenggarakan melalui kerja sama Lembaga Resiliensi Bencana Muhammadiyah (LRB) / MDMC dengan Pusat Kurikulum dan Pembelajaran Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (PKPLK Kemendikdasmen), yang didukung Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara, serta melibatkan sejumlah Perguruan Tinggi Muhammadiyah.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat/Budi MDMC]

Parepare – Kepedulian terhadap anak di usia bawah lima tahun yang rentan penyakit ditunjukkan Lazismu Kota Parepare. Melalui program peduli kesehatan Lazismu Kota Parepare menyalurkan bantuan kepada seorang balita yang tengah berjuang melawan penyakit serius, pada Ahad (4/1/2026), di Kelurahan Sumpang Minangae, Bacukiki Barat, Kota Parepare.
Kondisi kesehatan yang dialami balita malang ini memprihatinkan, paru-paru bermasalah, gangguan empedu, serta memiliki riwayat penyakit kuning. Menurut Sekretaris Lazismu Kota Parepare, Muhammad Islah, balita itu membutuhkan penanganan medis intensif dan berkelanjutan.
“Sejak usia dini, Ia harus menjalani perawatan khusus yang tentu menjadi ujian berat bagi dirinya juga untuk orangtua dan keluarga yang mendampinginya”, katanya. Biaya pengobatan dan kebutuhan medis yang tidak sedikit, kata Islah, menjadi tantangan tersendiri dalam proses perawatannya.
Sikap empati dari donatur diperoleh Lazismu, beberapa amanah dari para muzaki dan dermawan yang telah menunaikan zakat, infak, dan sedekahnya. “Bantuan ini diharapkan dapat membantu meringankan beban biaya pengobatan serta kebutuhan pendukung lainnya selama masa perawatan”, jelasnya.
Mewakili Lazismu Kota Parepare, Islah menyampaikan program Peduli Kesehatan merupakan bentuk nyata komitmen Lazismu dalam membantu masyarakat yang menghadapi kondisi darurat kesehatan, khususnya bayi dan anak-anak yang membutuhkan perhatian dan perlindungan lebih.
“Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban keluarga serta menjadi penyemangat bagi orangtua untuk terus berikhtiar dalam proses pengobatan. Semoga ujian hidup keluarga serta Aisyah Zahra diberikankekuatan dan kesembuhan,” ujarnya.
Selain bantuan itu, kehadiran Lazismu juga menjadi bentuk dukungan moral kepada keluarga penerima manfaat. Lazismu meyakini, kepedulian sosial dan kebersamaan memiliki peran penting dalam menghadirkan harapan, terutama bagi mereka yang membutuhkan.
Melalui kesempatan ini, Lazismu Kota Parepare juga mengajak masyarakat luas untuk terus menumbuhkan kepedulian dengan mendukung program-program kemanusiaan Lazismu. Partisipasi dan kepercayaan masyarakat menjadi kekuatan utama agar semakin banyak saudara-saudara kita yang dapat terbantu memperoleh harapan hidup yang lebih sehat.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat]

JAKARTA -- Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) bersinergi bersama Lazismu dalam program tanggap bencana di wilayah Sumatera Utara terkhusus daerah Tapanuli Selatan dan Tapanuli Tengah. Program ini difokuskan pada pengadaan sarana dan prasarana masjid serta fasilitas pendidikan yang terdampak bencana.
Program bantuan tersebut masih berada dalam tahap proses penanganan dan pendataan kebutuhan di lapangan. BPKH dan Lazismu tengah melakukan koordinasi intensif dengan pihak terkait, memastikan bantuan yang akan disalurkan tepat sasaran bagi masyarakat terdampak.
Demikian disampaikan Anggota Badan Pelaksana BPKH, Sulistyowati pekan lalu yang berkolaborasi dengan 7 mitra kemaslahatan termasuk Lazismu. “Bantuan yang direncanakan meliputi pengadaan perlengkapan masjid, sarana ibadah, serta fasilitas pendukung kegiatan belajar mengajar di sekolah-sekolah yang terdampak bencana”, katanya.
Bantuan ini amanah dari umat dan kembali untuk umat. Ia menegaskan, kami mengalokasikan nilai manfaat dari hasil pengelolaan Dana Abadi Umat (DAU) untuk memastikan saudara-saudara kita di Sumatera tidak berjuang sendirian. Kami ingin hadir di tengah mereka untuk membantu mereka bangkit lebih kuat melalui program kemaslahatan.
“Proses ini dilakukan secara bertahap dengan memperhatikan aspek urgensi, kelayakan, dan kebermanfaatan jangka Panjang”, pungkasnya. Setiap tahunnya menyalurkan bantuan kepada berbagai program ibadah dan pendidikan di berbagai daerah. Sumatera Utara menjadi daerah yang setiap tahunnya mendapatkan dana dari BPKH yang dikelola secara syariah.
Sementara itu, Direktur Program Pendistribusian dan Pendayagunaan Lazismu Pusat, Ardi Luthfi Kautsar pada Jum’at, (2/1/2026), menyatakan komitmennya untuk terus berperan aktif dalam respons kebencanaan, mulai dari tahap asesmen hingga pemulihan. Lazismu, kata Ardi juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas lembaga agar program bantuan dapat terlaksana secara efektif dan berkelanjutan.
“Melalui sinergi BPKH dan LAZISMU ini, proses penanganan pasca-bencana di Sumatera Utara dapat berjalan dengan baik dan memberikan dampak positif bagi masyarakat yang terdampak”, jelas Ardi berharap penuh.
Kami mewakili Lazismu menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) atas kepercayaan dan dukungannya kepada Lazismu dalam penyaluran bantuan respon dan rehabilitasi pasca-bencana di Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh.
“Bantuan ini difokuskan pada renovasi serta pemenuhan sarana dan prasarana satu sekolah dan satu masjid di masing-masing wilayah, sebagai bagian dari upaya pemulihan fungsi pendidikan, sosial, dan spiritual masyarakat terdampak,” bebernya.
Melalui kolaborasi ini, Lazismu memastikan pendistribusian dan pendayagunaan bantuan dilakukan secara tepat sasaran, akuntabel, dan berorientasi keberlanjutan. Kerja sama dengan BPKH menjadi ikhtiar bersama dalam menghadirkan kemaslahatan yang lebih luas.
Tak kalah pentingnya, sambung Ardi, kolaborasi strategis ini mempercepat proses pemulihan kehidupan masyarakat pasca-bencana, dengan pelaksanaan program yang transparans, terukur, dan sesuai prinsip kepatuhan syariah.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat]

RIAU -- Menjelang kalender kerja akhir tahun 2025, Lazismu Riau menyalurkan bantuan kemanusiaan untuk warga yang terdampak bencana di kabupaten Aceh Tamiang. Bantuan kemanusiaan diberangkatkan menggunakan satu armada truk menuju Kota Kuala Simpang, pada Rabu (31/12/25).
Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Riau, Yusri Rasul, langsung melepas satu armada truk berisi bantuan kemanusiaan itu. Ia mengucapkan terimakasih kepada masyarakat Riau dan mengapresiasi seluruh warga Muhammadiyah Riau serta pemerintah provinsi Riau yang telah berpartisipasi meringankan beban masyarakat terdampak bencana banjir di Sumatera.
"Mewakili Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Riau, Yusri mengapresiasi yang setinggi-tingginya terhadap seluruh sahabat, rekan, relawan dan para pejuang Muhammadiyah serta pemerintah provinsi Riau dalam rangka meringankan beban saudara kita yang tertimpa musibah di Sumatera", ungkapnya
Ia mengatakan harapannya tentang bantuan yang telah disalurkan bisa dapat memberikan keringanan bagi seluruh masyarakat yang terdampak bencana banjir di Sumatera. "Mudah-mudahan apa yang kita salurkan pada kesempatan ini akan dapat memberikan manfaat bagi yang terdampak bencana banjir ", harapnya dipenghujung acara pelepasan.
Sementara itu, Ketua Pengurus Lazismu Riau Paiman Sanen, mengatakan hingga akhir tahun 2025 bantuan tersebut sudah diberikan kepada warga terdampak bencana di Provinsi Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Bantuan meliputi kebutuhan pangan, perlengkapan keluarga, pakaian anak, serta dukungan operasional dapur umum.
“Hingga akhir tahun 2025 ini, total bantuan tanggap darurat yang sudah terhimpun di Lazismu Riau mencapai Rp 900.000.000, yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak, termasuk dukungan untuk layanan dapur umum,” pungkasnya.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat/Lazismu Riau]

JAKARTA – Penyerahan donasi untuk para penyintas bencana Sumatera oleh MUFG Bank, Ltd., Kantor Cabang Jakarta dan PT Bank Danamon Indonesia Tbk melalui Lazismu berlangsung pada Selasa, (23/12/2025) di empat lokasi, yaitu daerah Agam (Sumatra Barat), Kabupaten Langkat (Sumatra Utara), Kabupaten Tapanuli Tengah (Sumatra Utara), dan Bireuen (Aceh).
Penyerahan donasi dilakukan secara simbolis oleh perwakilan dari Danamon dan Lazismu di masing masing wilayah tersebut. Managing Director, Head of HR & Banking Operations for MUFG Indonesia, Dadi Arif Darmawan, mengatakan, donasi ini merupakan wujud kepedulian dan solidaritas karyawan MUFG untuk mendukung masyarakat Sumatera yang terdampak bencana.
“Melalui kolaborasi bersama Bank Danamon dan Lazismu, kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban masyarakat serta mendukung proses pemulihan pascabencana yang berkelanjutan. Semoga harapan senantiasa hadir menuntun kita untuk bangkit bersama”, ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Herry Hykmanto, Direktur Syariah dan Sustainability Finance PT Bank Danamon Indonesia Tbk, menambahkan, bahwa bantuan kemanusiaan itu sebagai bagian dari komitmen untuk memberikan dampak positif bagi masyarakat.
“Peran MUFG bersama Danamon menyalurkan bantuan kepada saudara-saudara kita yang terdampak bencana di Sumatera melalui Lazismu”, pungkasnya. Kami berharap bantuan ini dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar mereka dan mendukung proses pemulihan.
Melalui kolaborasi ini, Danamon berupaya mewujudkan kepeduliannya kepada masyarakat, khususnya bagi para korban penyintas bencana. Donasi dari MUFG dan Danamon yang diberikan berupa sembako dan makanan siap saji sebanyak 100 paket yang merupakan kontribusi dari karyawan MUFG, serta 1.200 paket yang berasal dari dana tanggung jawab sosial (CSR) Danamon.
Jenis bantuan ini, sambung Herry, disesuaikan dengan kondisi keterbatasan penyintas dalam mengolah makanan, sehingga dipilih yang praktis dan diharapkan mampu meringankan beban mereka.
Sementara itu, Direktur Fundraising Lazismu Pusat, Mochamad Sholeh Farabi, menyampaikan terima kasih kepada MUFG Bank, Ltd., Kantor Cabang Jakarta dan PT Bank Danamon Indonesia Tbk atas kepercayaannya menyalurkan bantuan kemanusiaan lewat Lazismu.
“Lazismu dan MDMC di bawah komando Muhammadiyah, semoga atas izin-Nya akan terus hadir dan berjalan bersama para penyintas banjir di Sumatera, menapaki masa-masa sulit dengan ikhtiar, doa, dan kepedulian yang tulus”. tandasnya.
Di tengah duka dan kehilangan, kami percaya bahwa kebersamaan dan solidaritas adalah kekuatan utama untuk saling menguatkan. Semoga ujian ini menjadi jalan lahirnya harapan baru dan hikmah bagi kita semua.
“Setiap titipan kebaikan ini akan kami salurkan dengan penuh tanggung jawab, merata, dan tepat sasaran, agar benar-benar sampai kepada mereka yang paling membutuhkan dan sedang berjuang untuk bangkit”, katanya.
Dalam pelaksanaanya menurut Manager Program Pendistribusian dan Pendayagunaan Lazismu Pusat, Shofia Khoerunisa, bahwa program bantuan ini difokuskan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat yang terdampak banjir, khususnya bahan pangan untuk membantu meringankan beban penyintas.
Di Provinsi Aceh, penyaluran bantuan dilaksanakan di tiga lokasi terdampak banjir di Kabupaten Bireuen. Sementara itu, di Sumatra Barat, bantuan didistribusikan di dua titik, yaitu Kecamatan Nanggalo, Kota Padang, serta Kabupaten Tanah Datar. Adapun di Sumatra Utara, bantuan sembako disalurkan di lima titik lokasi yang tersebar di Kabupaten Langkat dan Kabupaten Tapanuli Tengah.
“Kolaborasi antara Lazismu, Danamon, dan MUFG ini menjadi wujud sinergi multipihak dalam merespons bencana secara cepat dan tepat sasaran, dengan mengedepankan prinsip kemanusiaan, akuntabilitas, dan kebermanfaatan bagi masyarakat terdampak”, jelasnya.
Lazismu memastikan seluruh proses distribusi bantuan dilakukan secara terkoordinasi dengan relawan dan pemangku kepentingan setempat agar bantuan dapat diterima langsung oleh para penyintas yang membutuhkan.
Ke depan, lanjut Shofia, kolaborasi ini diharapkan dapat berlanjut dalam berbagai program kemanusiaan lainnya sebagai bagian dari komitmen bersama untuk hadir dan membantu masyarakat di saat kondisi darurat dan krisis kemanusiaan.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat}

