


Penyerahan simbolis zakat perusahaan tersebut dilaksanakan secara daring dan dihadiri oleh Komisaris Utama Bank Mega Syariah Prof. Muhammad Nuh, jajaran Direksi Bank Mega Syariah, Lazismu, dan Lazisnu.
Lazismu dihadiri oleh Ketua Badan Pengurus Lazismu, Prof. Hilman Latief, Direktur Utama Sabeth Abilawa, Direktur Fundraising Edi Muktiyono, dan Direktur Operasional dan Kelembagaan Edi Surya. Selain itu juga dihadiri oleh sebagian Lazismu Wilayah dan Daerah.
Menurut keterangan Edi Muktiyono, dana yang berasal dari zakat perusahaan tadi akan digunakan untuk membiayai program-program yang sudah direncanakan oleh lembaga penyalur, yang dalam hal ini diwakili oleh Lazismu dan Lazisnu.
Untuk Lazismu, imbuh Edi, sebagian dana akan digunakan untuk membiayai program pendidikan berkemajuan yang disebut dengan EduTab-Mu Akselerasi Sekolah Berkemajuan. EduTab-Mu Akselerasi Sekolah Berkemajuan adalah bantuan media pembelajaran untuk pelajar di daerah terpencil, sehingga para siswa dapat mengikuti kegiatan belajar-mengajar di masa pandemi.
"Selain itu juga akan kita gunakan untuk program-program pemberdayaan ekonomi umat seperti UMKM dan lain-lain. Agar dampak zakat ini bisa dirasakan oleh masyarakat secara umum. Tidak selalu pemberian karitatif, tapi lebih kepada pemberdayaan agar dampak zakat terhadap peningkatan ekonomi ini ada," ujar Edi kepada lazismu.org.
Ia menyebut bahwa kerja sama Bank Mega Syariah bersama Lazismu sudah terjalin sejak tujuh tahun lalu. Setiap tahun, Bank Mega Syariah selalu menyalurkan zakatnya melalui Lazismu dengan jumlah yang selalu meningkat.
Edi berharap kerja sama tersebut dapat terus berjalan dengan erat dan terus-menerus sehingga program-program Lazismu bisa berjalan dengan baik.
Reporter: Yusuf

Acara tersebut dihadiri secara daring oleh Duta Besar Indonesia untuk Korea Selatan Umar Hadi, Duta Besar Indonesia untuk Lebanon Hajriyanto Y Thohari, Direktur Utama Lazismu Muhammad Sabeth Abilawa, Direktur Bank Permata Syariah, Founder PT Paragon Innovation and Technology Nurhayati Subakat, dan ada sekitar 500 peserta yang hadir secara daring melalui YouTube resmi Lazismu.
Dalam sambutannya, M Sabeth Abilawa menyebut bahwa acara tersebut sangat unik karena digelar secara hybrid dari dua kota, yaitu Jakarta dan Yogyakarta. Selain itu, hal yang unik menurut Sabeth adalah produknya, yaitu ecoprint.
Ia menceritakan perjalanan Lazismu yang sudah mendampingi para pelaku ecoprint selama 2 tahun di 10 kota di Indonesia yang melibatkan hampir 300 orang. Hal ini ditujukan untuk mengembangkan UMKM di Indonesia.
"Produknya ramah lingkungan, tidak merusak alam, memanfaatkan bahan alami, dan punya nilai jual. Ini bisa meningkatkan ekonomi terutama di masa pandemi," ujar Sabeth.
Fashion yang dipamerkan dalam kegiatan dengan tema Ecoprint Back to Nature tersebut diambil dari berbagai wilayah termasuk Kulonprogo, Bantul, Jogja, Klaten dan Magelang. Selain itu juga ada ecoprint yang terinsipirasi dari model fashion Korea.
Tema fashionnya adalah sustainable fashion, yaitu fashion yang tidak menggunakan kancing plastik, resleting, menggunakan kain serat alami, dan pewarna alami sehingga ramah lingkungan.
Pupung Pursita, salah satu pelatih ecoprint binaan Lazismu Pusat menyebut bahwa hasil karya ibu-ibu di berbagai daerah telah terbukti berhasil. "Ternyata ketika dijadikan baju, bisa sangat bervariasi," ujar Pupung.
Bahkan, tidak hanya baju, kain ecoprint juga bisa digunakan menjadi tas, mukena, dan lain-lain. Pupung berharap semakin banyak perempuan yang percaya diri, bisa berkarya, dan bisa berinovasi.
Reporter: Yusuf

Wakil Ketua Badan Pengurus Lazismu Sulsel, Dr. Rahim Razak mengatakan, melalui penyaluran paket kado Ramadhan ketahanan pangan ini, ia berharap akan lebih mendekatkan Lazismu Sulawesi Selatan kepada masyarakat. Ini diharapkan dapat mengedukasi terkait pentingnya kepedulian kepada sesama.

Bantuan tersebut adalah hasil kerja sama antara Lazismu Pusat dengan Alfamart yang telah dilaksanakan pada bulan November & Desember 2020. Dari 2 bulan kerja sama tersebut, Alfamart dan Lazismu menyalurkan 64 juta untuk bantuan alat ibadah.
Bantuan alat ibadah yang diberikan berupa 800 pcs sarung dan mukena di beberapa masjid dan mushola. 400 pcs di masjid dan mushola di DIY, sedangkan 400 sisanya di masjid dan mushola di Jabodetabek
Ardhi Luthfi Kautsar mewakili Lazismu Pusat berharap agar bantuan tersebut bisa bermanfaat untuk semua.
"Tidak hanya untuk masjidnya saja, tapi juga bagi masyarakat di sekitar masjid bisa merasakan manfaat. Sehingga masjid bisa menjadi pusat kegiatan, pelayanan, dan pembinaan masyarakat," ujar Ardhi kepada lazismu.org.
Reporter: Yusuf

Dalam penyalurannya, Lazismu Sukoharjo bekerja sama dengan Pimpinan Ranting 'Aisyiyah Pondok Grogol. Hal tersebut dilakukan sebagai bentuk dukungan agar Ranting 'Aisyiyah terus berkembang sehingga dapat membantu orang-orang yang membutuhkan.
Muslih Nur Wahid, Divisi Program Lazismu Sukoharjo menyebut bahwa bulan Ramadhan ialah bulan yang penuh dengan barokah. Segala bentuk sedekah sangat bernilai besar pada bulan tersebut, terutama di malam 10 hari terakhir bulan Ramadhan.
"Kita dianjurkan untuk meningkatkan amalan-amalannya. Maka atas dasar tersebut Lazismu Kabupaten Sukoharjo tergerak untuk mengajak kepada kaum muslimin untuk meningkatkan salah satu amalan. Yaitu memperbanyak sedekah salah satunya melalui program parcel lebaran untuk kaum mustad'afin," ujar Muslih ketika ditemui di Kantor Lazismu Sukoharjo.
Menurut keterangannya, program tersebut mengarah kepada kaum mustad'afin agar lebaran nanti bisa ikut merayakan bersama keluarga.
Siti Zulaikah, Pimpinan Ranting 'Aisyiyah Pondok Grogol menyampaikan ucapan terimakasih kepada Lazismu Kabupaten Sukoharjo yang sudah ikut mendukung salah satu kegiatan ramadhan di ranting tersebut.
"Kami ucapkan terimakasih jazakumullahu khoir atas bantuan dari Lazismu yang sudah membersamai kami dalam kegiatan ini. Semoga Allah membalas dengan balasan terbaik di akhirat kelak," ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut pembagian bingkisan parcel dibagikan secara terpisah, mengingat kondisi saat ini masih dalam pandemi covid-19 sehingga dari total penerima dibagi menjadi beberapa titik agar tidak terjadi kerumunan.
Reporter: Yusuf

