Berita

Ikuti kabar terbaru dari Lazismu. Lihat laporan penyaluran, kisah inspiratif penerima manfaat, dan dampak nyata dari ZIS Anda

Lazismu Aisyiyah Karanganyar Salurkan Bantuan Untuk Korban Longsor

Karanganyar – LAZISMU. Peristiwa bencana di beberapa daerah termasuk di Jawa Tengah datang tak terduga. Pada Ahad 10 Desember 2017, terjadi tanah longsor di Desa Sukoharjo Kecamatan Tirtomoyo Kabupaten Wonogiri. Lazismu Aisyiyah Karanganyar mengunjungi para pengungsi yang sementara ini tinggal di Balai Desa setempat.
Jumlah warga yang mengungsi berjumlah 400 orang. Daerah tersebut kondisinya masih labil,  sehingga warga sekitar lokasi longsor diminta untuk mengungsi untuk mengantisipasi longsor susulan sesuai arahan dari koordinator MDMC Karanganyar yang berada di lapangan.
Pimpinan Daerah Aisiyah Karanganyar melalui Lazismu Aisyiyah menyalurkan bantuan logistik yang diperlukan warga pengungsi. Bantuan itu berupa sayuran dan sembako, yang terdiri dari  Kacang panjang 20 kg, Wortel 10 kg, Kembang Kol 20 kg, Buncis 32 kg, Jipang 30 kg, Kobis 10 kg, Brambang 10 kg, dan Bawang 10 kg.
Untuk sembako ada Minyak goreng 5 lt, Gula pasir 10 kg, Teh 2 pcs, Beras 50 kg, Mi instan 3 dus dan dilengkapi dengan pakaian untuk kebuuthan wanita serta anak -anak. Setibanya di lokasi bahan logistik terutama sayur-sayuran masih sangat dibutuhkan.
Pihak panitia di lokasi menghimbau agar bantuan tidak berupa mie instan. Kunjungan Lazismu Aisyiyah Karanganyar ke lokasi bencana bersamaan dengan kunjungan Presiden RI Bapak Jokowi. Meski rombongan Presiden tidak sampai ke lokasi karena akses jalan menuju lokasi jembatannya rusak.
Alhamdulillaah rombongan Lazismu Aisyiyah yang kebetulan bersama dengan rombongan Lazismu Kecamatan Kerjo, Karanganyar tiba dengan lancer melalui jalan-jalan kampung sesuai arahan warga di sekitar lokasi. Ini adalah kunjungan pertama Lazismu Aisyiyah Karanganyar ke lokasi bencana. (pdaisyiyah)
SELENGKAPNYA
5 Mei 2025

MUVON, Halal Lifestyle ala Dakwah Berkemajuan

Jakarta – LAZISMU. Islam adalah agama yang dinamis. Di era digital yang digandrungi kaum milenial pesan-pesan dakwah Islam dituntut menyesuaikan zaman. Terbukti, berapa banyak konten bermuatan spiritual sebagai gaya hidup halal (halal lifestyle) mengisi media daring lewat berbagai macam aplikasi mobile.

Mulai dari berita, makanan dan minuman, fashion, kecantikan, traveling dan konten-konten lainnya yang berkembang menjadi industri halal. Tiga tahun yang lalu beberapa pakar marketing memprediksi kelas menengah muslim akan tumbuh seiring dengan perkembangan teknologi informasi.

Faktanya, benar terjadi. Bahkan di November kemarin Bank Indonesia (BI) menilai bahwa ekonomi dan keuangan syariah adalah potensial sebagai pendorong gerakan ekonomi. Sasarannya adalah gaya hidup halal yang mampu mendongkrak perekonomian saat ini.

Merespon perkembangan itu, TV Muhammadiyah berkolaborasi bersama Digital Media Corp dan Digital Creative Asia. Hasilnya, pada 30 November 2017, kemitraan strategis ini meluncurkan aplikasi Muvon di Gedung Dakwah PP Muhamamdiyah, Menteng, Jakarta. Sebuah layanan aplikasi terintegrasi berbasis teknologi over the top (OTT).

Di dalamnya ada pilihan menu layanan berupa media televisi, online shopping produk dan jasa halal, serta layanan search engine untuk pencarian lokasi massjid, rumah sakit, sekolah dan kampus.

Dengan mengusung tema ”halal life style” visi layanan ini adalah sebagai media media dakwah dan amar ma’ruf nahi munkar yang terdepan, cerdas dan mencerahkan. Di samping itu, sebagai salah satu amal usaha yang memberikan manfaat bagi umat dan keuntungan bagi persyarikatan.

Project Director Muvon, Khaerullah mengatakan, pada sisi layanannya aplikasi ini merupakan pembuka kebaikan. Kebaikan yang sudah digariskan Islam dan dicontohkan Rasulullah SAW, perlu segera dibumikan sebagai gaya hidup muslim.

“Tahun 2018 adalah era digital over the top, semua bisa divisualisasikan termasuk jurnalis warga,” paparnya. Maka, lanjut Khaerullah, aplikasi ini merupakan kependekan dari Muhammadiyah Vision, atau dakwah berkemajuan.

Ketua PP Muhammadiyah, Dadang Kahmad, mengaku gembira dengan kehadiran aplikasi ini. Aplikasi Muvon diharapkan menjadi media yang terpercaya. “Memperluas jangkauan dakwah,” jelasnya.

Tujuan utama dari Muvon ingin meningkatkan taraf hidup umat dengan landasan ekonom syariah. Ini media alternatif pilihan umat Islam yang memberikan nilai manfaat. Keluarga besar Muhammadiyah adalah sebagai motor penggeraknya.

Aplikasi Muvon sudah tersedia di android playstore sebagai tahap uji coba, dan akan terus dievaluasi untuk dikembangkan dan disempurnakan. Direktur Utama TVMu, Gatot Triyanto, mengutarakan aplikasi ini merupakan kado istimewa dihari ulang tahun TVMu, yang usianya baru 4 tahun pada 18 November lalu

Aplikasi Muvon, menurut Gatot adalah lompatan berkemajuan bagi Muhammadiyah. Karena Aplikasi ini mengusung teknologi canggih. Semoga umat muslim mendapat informasi alternatif yang bermnafaat ke sistem digital.

Di penghujung acara, peluncuran Muvon ditandai dengan penandatanganan kerjasama dengan BNI Syariah. Kerjasama tersebut tentunya untuk membuka pintu kebaikan melalui konten berkualitas yang disajikan aplikasi ini. (na)

SELENGKAPNYA
5 Mei 2025

Banjir Pacitan, MDMC Rilis Kebutuhan untuk Warga

Pacitan – LAZISMU. Hujan lebat mengguyur Pacitan sejak Senin malam hingga Selasa dini hari melumpuhkan aktivitas warga (28/11/2017). Hingga Selasa pagi, aktivitas warga di tiga kecamatan masih lumpuh, terutama Kecamatan Pacitan, Kebonagung, dan Arjosari.

Fasilitas umum terendam banjir. Jalan utama, pemukiman warga dan puskesmas setempat tak luput dari derasnya air banjir. Jalan Lintas Selatan (JLS) di Kecamatan Kebonagung aksesnya ditutup sementara karena longsor.

Debit air volumenya terus naik akibat curah hujan tinggi yang mengakibatkan genangan air di mana-mana. Ketinggian air bervariasi mulai dari 50 cm hingga 150 cm, dibarengi meluapnya air di Sungai Grindulu.

Anggota MDMC Pacitan, Edi Susanto menjelaskan, saat ini warga memerlukan bantuan berupa baju untuk anak dan dewasa, selimut dan bantal, nasi bungkus, obat-obatan, pembalut wanita, baby kit, dan makanan ringan. Semua kebutuhan ini langsung disebarkan informasinya lewat sosial media.

Lembaga Penanggulangan Bencana (LPB) PDM Situbondo turut berkoordinasi bersama Lazismu melakukan penggalangan bantuan (29/11/2017). Seperti dilansir dalam laman pwmu.co, bahwa Posko Relawan telah berdiri. Ketua MDMC Situbondo, Khoirul Anam menyampaikan bantuan yang difokuskan untuk kebutuhan mendesak. Sebagaimana diinformasikan MDMC Pacitan, menurut Anam, posko yang bertempat di Masjid Al-Jihad Situbondo siap menerima bantuan yang dibutuhkan maupun dana dari donatur.

Anam menambahkan, untuk memudahkan penggalangan bantuan, MDMC membuka posko di 3 titik. “Terutama wilayah Timur di MI Muhammadiyah Asembagus, wilayah Tengah di Komplek Masjid Al-Jihad, dan wilayah Barat di SD Muhammadiyah Besuki,” jelasnya. (pwmu)

SELENGKAPNYA
5 Mei 2025

Ambulan, Layan Gerak Sosial untuk Duafa

Malang – Lazismu. Di Kota Malang lembaga amil zakat nasional, Lazismu terus memberikan layanan sosial yang terbaik ke masyarakat. Bulan kemarin, Lazismu Kota Malang telah meluncurkan 1 unit Ambulan.

Sejak akhir November 2017, Ambulan Lazismu Kota Malang dioperasikan untuk keperluan umum. Sifatnya berbasis layanan sosial, tidak hanya untuk keperluan kesehatan, tapi juga difungsikan untuk layanan bermanfaat lainnya, seperti bakti social, darurat kebencanaan dan lain sebagainya.

Menurut Sekretaris Lazismu Kota Malang, Eko Budi Cahyono, Ambulane pada dasarnya sebuah kendaraan layanan sosial milik masyarakat, karena warga Kota Malang yang membutuhkan tidak perlu mengeluarkan biaya.

“Silahkan bagi warga Kota Malang yang ingin memanfaatkan Ambulan untuk keperluan transportasi ke rumah sakit atau klinik.” ujar Eko.

Lebih lanjut, Eko menceritakan, kehadiran Ambulan yang baru berumur 2 minggu ini terbukti memberikan manfaat pada masyarakat. “Seperti pada 14 Desember 2017, Lazismu dihubungi warga Kecamatan Sukun atas nama Bapak Gito untuk diantar ke rumah sakit dan diantar pulang kembali,” ungkap Eko menjelaskan.

Lazismu mengajak warga Kota Malang yang memerlukan Ambulan bisa langsung mendatangi kantor Lazismu Kota Malang di Kompleks Kantor Pimpinan Daerah Kota Malang, Jalan Gajayana 28 B, Lowokwaru, atau bisa langsung menghubungi via saluran telepon. (zs)

SELENGKAPNYA
5 Mei 2025

Bina Keluarga Sejahtera, Dari Tukang Becak Jadi Penjual Angkringan

Nganjuk – LAZISMU. Kakek satu cucu ini, hidupnya berpindah-pindah tempat sampai sekarang. Dari kontrakan satu ke kontrakan lainnnya. Dia adalah Pak Haryono (47), ayah dari tiga orang anak. Ia tak memiliki rumah permanen, kontrakannya berukuran 4 x 7 meter yang dihuni 8 orang. Sangat sempit dan tak llayak huni.

Pak Haryono sehari-hari berprofesi sebagai tukang becak ontel. Dia tinggal di Jalan Bengawan Solo, Begadung, Kabupaten Nganjuk.  Informasi yang diperoleh Lazismu Nganjuk, bahwa istrinya dulu non-muslim, kata Mijan amil Lazismu. Terus ketemu bapaknya dan menikah, lalu masuk Islam (15/12/2017).

Karena masih mualaf, sampai beberapa tahun Ia berkenalan dengan seseorangwarga Muhammadiyah yang bernama Bu Segeng.  Kemudian dibantu belajar mengenal Islam lebih dalam, kata Mijan.

Beberapa saudara Pak haryono dulu Islam, sekarang non-muslim ceritanya. Sering  saudaranya itu mengajak Pak Haryono pindah agama, namun tak goyah imannya. Melihat keadaannya, Lazismu memberikan bantuan usaha dalam wujud gerobak untuk jualan angkringan lengkap dengan peralatan dan modal usaha.
Amanah donatur kepada Lazismu segera diberikan, khususnya kepada Pak Haryono. Semoga bantuan modal usaha ini juga diringi dengan pendampingan Lazismu Nganjuk agar bisa dilaksanakan dengan sebaik-baiknya.

Harapannya agar kondisi ekonomi Pak Haryono dan keluarganya meningkat di kemudian hari. Selanjutnya semoga Ia menjadi Muzaki. Menurut Mijan, Pak Haryono akan berjualan di arena taman pintar GOR Bung Karno di Kota Nganjuk. (km)

SELENGKAPNYA
5 Mei 2025

Pena Amil Lebih Tajam dari Pedang

Jakarta – LAZISMU. Waktu bagaikan pedang, pepatah ini mewakili para jurnalis yang profesinya berbatas waktu. Hasil liputannya harus segera menjadi suatu berita yang menarik untuk dibaca khalayak. Begitu juga dengan kerja jurnalistik, bagi kuli tinta pena lebih tajam tinimbang pedang.

Era digital telah merubah kebiasaan setiap profesi dalam sebuah lembaga dan perusahaan. Apa pun profesinya gagasan menarik tidak akan bermakna jika tidak ditulis dan diekosistemkan sebagai kebiasaan yang baik.

Tak luput dengan kerja amil dalam suatu lembaga amil zakat. Informasi seputar bantuan, pemberdayaan dan aksi di lapangan penting untuk didokumentasikan dalam sebuah tulisan. Selain bentuk pertanggung jawaban kepada donatur (muzaki), berita juga sebagai instrumen untuk mengingat dan mengajak kembali donatur untuk peduli terhadap sesama.

Sebagai lembaga amil zakat nasional, Lazismu tidak hanya fokus pada kegiatan menghimpun zakat, infak dan sedekah. Saat ini Lazismu turut mengembangkan kemampuan jurnalistiknya bagi para amil. Di penghujung tahun 2017, Divisi Diklat mewujudkannya dalam kegiatan jurnalistik filantropi sebagai pilar fundraising.

Pelatihan itu berlangsung selama dua hari (13-14 Desember 2017) di Uhamka Pasar Rebo, Jakarta Timur. Badan Pengurus Lazismu, Nuryadi Wijiharjono mengatakan, bagi para amil, meliput berita itu jangan ada rasa takut, takut itu hanya kepada Allah. “Amil harus berani menulis dan memberitakan kegiatan berzakat sehingga dapat memberi pengaruh dan manfaat kepada orang lain,” katanya.

Menulis itu perintah dalam al-Qur’an, karena itu dengan menulis amil akan memiliki pengetahuan, kapasitas dan daya kritis. Kegiatan yang dihadiri oleh seluruh perwakilan Lazismu se-Indonesia penting untuk memberikan pencerahan. Sementara itu, Divisi Diklat Lazismu Pusat, Tatang Ruhiyat menyampaikan bahwa setiap kegiatan harus ditulis, karena itu tulislah apa yang anda lakukan.

Dalam pelatihan ini, wartawan andal dihadirkan untuk mengisi materi, antara lain: Joko Intarto (Praktisi Media), Imam Prihadiyoko (Pimred Kantor Berita Menara62), Brilianto K. Jaya (Direktur Program dan pemberitaan TVMu) dan M. Hilmi Faiq (Wartawan dan Fotografer Kompas)

Di hari pertama diklat itu, para amil setelah mendapat materi langsung praktik meliput berita di tempat-tempat yang telah ditentukan, seperti Mall Cijantung dan Tamini, Pasar Induk, dan sekitar kampus di Pasar Rebo.

Sebelumnya Imam Prihadiyoko dan Joko Intarto mengupas tuntas teknik penulisan. Pimpinan Redaksi Menara62, Imam Prihadiyoko mengatakan, menulis kreatif memerluka latihan. “Karena itu, syarat menulis adalah membaca, membaca dan membaca,” tandasnya. Dengan membaca, memudahkan seseorang menulis tentang apa saja bisa ditulis dengan menarik perhatian.

Sementara menurut Praktisi Media, Joko Intarto, mengungkapkan, sebetulnya menulis itu gampang dan asyik. “Paragraf pertama harus menggoda, selanjutnya terserah Anda,” paparnya. Sebagai pemula, jika masih belum percaya diri, Joko menyarankan untuk membuat blog pribadi sebanyak-banyaknya. “Maka dengan sendirinya kemampuan menulisnya akan terasah dan berani mengungkapkan sesuatu dengan bercerita,” kata praktisi Webminar ini yang suka tantangan berbisnis.

Tujuan terjun langsung ke lokasi, diharapkan amil memiliki keberanian dan kemampuan tajam melihat suatu peristiwa agar bisa menjadi berita yang menarik. Hasilnya ada kemajuan berarti, amil malam harinya langsung melaporkan dan mempresentasikan hasil liputannya di depan seluruh peserta.

Masing-masing memberi masukan dan tanggapan kepada setiap peserta yang mempresentasikan hasil liputannya. Semua saling belajar dan saling melengkapi, sambung Ginanjar dari Banjarbaru, Kalimantan Selatan.

Hal senada disampaikan Yekti Pitoyo, peserta dari Sidoarjo. Setelah melihat fakta di lapangan siang itu, ada banyak informasi berharga yang bisa saya pulang untuk bisa dikembangkan di daerah bersama kawan-kawan Lazismu.

Dalam sesi materi liputan visual, Brilianto K. Jaya mengatakan, sudah saatnya lazismu mengkombinasikan berita tulis dan foto dengan berita dalam bentuk video. “Berita melalui audio visual juga memberikan pesan mendalam bagi para pemirsa yang melihatnya,” jelas Brili.

Para amil harus segera berlatih dan membaranikan diri untuk belajar langsung liputan berita melalui video. Semoga setelah mendapat wawasan dari sini, setibanya di daerah masing-masing dapat bisa dilakukan praktik langsung, kata Brili meyakinkan peserta.

Tak hanya itu saja, menurut Hilmi Faiq, amil-amil Lazismu sebisa mungkin merubah gaya dalam memotret objek gambar. Amil harus kreatif memotret dalam situasi yang berbeda-beda. “Amil sejatinya perlu berani juga memotret orang diluar kebiasaan selama ini,” pungkasnya.

Di sela-sela penutupan diklat, Ketua Badan Pengurus Lazismu, Hilman Latief mengharapkana amil hendaknya bisa memdokumentasikan setiap aktivitas yang dilakukan oleh Lazismu dengan baik. “Agar menjadi informasi berharga kepada muzaki yang telah percaya kepada Lazismu. Pertanggungjawaban kepada publik penting di mana setiap kegiatan harus dikemas semenarik mungkin,” tambahnya. (na)

SELENGKAPNYA
5 Mei 2025
LAZISMU adalah lembaga zakat nasional dengan SK Menag No. 90 Tahun 2022, yang berkhidmat dalam pemberdayaan masyarakat melalui pendayagunaan dana zakat, infaq, wakaf dan dana kedermawanan lainnya baik dari perseorangan, lembaga, perusahaan dan instansi lainnya. Lazismu tidak menerima segala bentuk dana yang bersumber dari kejahatan. UU RI No. 8 Tahun 2010 Tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang

Alamat

Jl. Menteng Raya No.62, RT.3/RW.9, Kb. Sirih, Kec. Menteng, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10340
Jl. Jambrut No.5, Kenari, Kec. Senen, Jakarta Pusat 10430
info@lazismu.org
0213150400
0856-1626-222
Copyright © 2026 LAZISMU bagian dari Persekutuan dan Perkumpulan PERSYARIKATAN MUHAMMADIYAH
cross