Berita

Ikuti kabar terbaru dari Lazismu. Lihat laporan penyaluran, kisah inspiratif penerima manfaat, dan dampak nyata dari ZIS Anda

Gerakan Tani Bangkit: Lazismu Berdayakan Petani dengan Pembiayaan Qardhul-Hasan

Klaten – LAZISMU. Komoditas pertanian menjadi cerita ironis di negeri agraris. Indonesia sebagai negeri yang subur dan makmur, ternyata sektor pertaniannya alami kemunduran. Profesi petani sudah tidak lagi diminati di desa-desa. Anak-anak dari keluarga petani lebih memilih bekerja di pabrik-pabrik dengan penghasilan yang rendah. Keberadaan petani tak memiliki posisi yang kuat ketika hasil panennya tak mampu menyejahterakan petani sendiri.

Petani kian terpinggirkan, lemah tak berdaya menghadapi kebijakan politik negara. Misalnya harga jual beras yang dibatasi dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) oleh pemerintah, sementara harga pupuk dan kebutuhan lain terus merangkak naik tanpa terkendali. Merespon posisi petani yang terpuruk, Lembaga Amil Zakat Nasional, dalam hal ini Lazismu hadir di tengah-tengah para petani untuk mendorong kemajuan sektor pangan dan kesejahteraan para petani.

Melalui dukungan pimpinan Muhammadiyah pusat dan Majelis Ekonomi dan Kewirausahaan (MEK) PDM Klaten, pada 14 Januari 2018, mengaktivasi pilot project Gerakan Tani Bangkit sebagai bentuk pemihakan kepada petani. Berdasarkan rencana pilot project itu berlangsung selama 3 tahun yang lokasinya di Desa Gempol, Kecamatan Karanganom, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.

Gerakan Tani Bangkit ini juga bersinergi dengan gabungan kelompok tani (Gapoktan) Dewi Sri Makmur, yang sekaligus diresmikan oleh Ketua PP Muhammadiyah, Hajriyanto Y. Thohari. Hajriyanto yang meresmikan tanam perdana itu, mengatakan Muhammadiyah melalui gerakan ini dapat memberikan sumbangsih terhadap kebangkitan petani.

“Dengan gerakan tani bangkit, Muhammadiyah tetap konsisten menunjukkan kepada masyarakat bahwa dakwah memiliki makna yang luas. Tidak hanya sekadar ritual dan bersifat personal, namun dakwah harus memiliki dampak yang bermanfaat sebagai gerakan pemberdayaan masyarakat,” terangnya.

Gerakan semacam ini, akrab dikenal sebagai gerakan pembebasan, tambahnya. Sehingga dapat membebaskan masyarakat, terutama umat Islam dari keterbelakangan dan kemiskinan.

Dalam maknanya yang lain, gerakan tani bangkit merupakan gerakan emansipasi. Upaya pemberdayaan yang dilakukan Muhammadiyah berikhtiar mengangkat harkat dan martabat masyarakat, khususnya petani. “Dengan demkikian petani memiliki kedudukan yang terhormat di tengah masyarakat,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua MEK PDM Klaten, Wahyudi Nasution mengatakan, pilot project Gerakan Tani Bangkit ini di Klaten akan membantu dan mendampingi Gapoktan Dewi Sri Makmur dalam memperluas lahan pertanian organik yang sudah ada saat ini yang luasnya 12 hektar.

Dalam jangka waktu 3 tahun (Januari 2018 – Desember 2020), nantinya akan ada penambahan lahan minimal 16 hektar. Wahyudi menilai dengan melibatkan minimal 80 orang petani sebagai sasaran program, maka melalui pendekatan kelompok, petani akan memeroleh modal bertani.

“Pemberian modal menggunakan skema pembiayaan Qardhul-Hasan, para petani tidak dikenai beban bagi hasil dan angsuran, namun mereka akan didampingi untuk menunaikan zakat pertanian produktif,” bebernya. Zakat pertanian ini sebesar 5% dari hasil panen bersih yang akan dikelola melalui Lazismu di daerah Klaten.

Hasil yang dihimpun dari zakat pertanian itu, akan dipergunakan kembali untuk melaksanakan pelatihan-pelatihan dan perluasan lahan pertanian organik di Desa Gempol dan sekitarnya yang berada di kecamatan berbeda, ungkap Wahyudi. “Mudah-mudahan Muktamar Muhammadiyah ke-48 tahun 2020 di Solo nanti, Gempol akan menjadi destinasi kunjungan studi banding para Muktamirin dan penggembira,” sambungnya.

Kepala Desa Gempol, Nusanto Herlambang, menyambut baik agenda tersebut. “Kegiatan yang ada di wilayah kerjan saya sampai dengan 2020 merupakan terobosan dakwah. Layak didukung oleh siapapun yang peduli nasib petani,” paparnya. Nusanto optimis, program ini akan memiliki efek berantai bagi warga Gempol. Paling tidak, di sini akan hidup pokja-pokja khusus pembibitan, pembuatan pupuk organik, pembuatan obat-obatan organik, dan pembuat aneka makanan olahan organik, harapnya.

Peresmian itu ditandai dengan tanam perdana benih padi Rojo Lele, satu jenis padi khas Klaten yang legendaris. Benih ini telah mengalami tahap-tahap pemuliaan sebagai benih padi unggulan di Kabupaten Klaten.

Adapun peresmian dilaksanakan di Pusat Penelitian, Pelatihan dan Pengembangan Pertanian Terpadu (P4T) Desa Gempol yang dihadiri oleh para petani Gempol dan sekitarnya, para aktivis Muhammadiyah dari Pusat, Wilayah, Daerah, hingga Ranting Gempol, serta para pelajar Muhammadiyah yang tergabung dalam Kepanduan Hizbul Wathan yang ikut terjun sambil belajar menanam padi.

Gerakan Tani Bangkit tersebut dimeriahkan Drum Band SMK Muhammadiyah 2 Jatinom dengan atraksi-atraksinya. (na)

SELENGKAPNYA
5 Mei 2025

Duafa yang Tunanetra itu Tukang Panjat Pohon

Enrekang – LAZISMU.  Lazismu Enrekang santuni warga tunanetra di Dusun Penja, Desa Karueng, Kecamatan Enrekang Kabupaten Enrekang. Kamis 13 Januari 2018.

Bersama Angkatan Muda Muhammadiyah Enrekang, Lazismu menyambangi rumah kediaman Saharuddin.

Adapun Saharuddin warga Dusun Penja berusia 53 tahun sejak dari kecil mengalami masalah dengan penglihatanya yang mengakibatkan dia tidak bisa melihat lagi. Setiap harinya Caha panggilan akrab Saharruddin bekerja sebagai tukang panjat kelapa dengan upah sekitar Rp. 7.500,- per pohon.

Bapak empat anak ini sehari-harinya selain bekerja sebagai tukang panjat pohon juga bekerja sebagai tukang urut. Pekerjaan ini semuanya dilakukan untuk menghidupi keluarganya.

Maka dari itu Lazismu Enrekang melalui program paket donasi untuk kaum duafa. Membantu meringankan beban hidup Pak Caha dengan memberikan bantuan berupa paket sembako secara cuma-cuma yang terdiri atas beras, susu, teh dan minyak goreng.

Melalui program ini Lazismu Enrekang mengajak kepada seluruh masyarakat Enrekang untuk peduli dengan sesama dengan cara menjadi donatur tetap atau muzakki yang nantinya dana zakat, infak dan sedekah ini akan disalurkan pada program-program unggulan Memberi Untuk Negeri Lazismu. (ik)

SELENGKAPNYA
5 Mei 2025

Test Food Rendang Kambing untuk Warga Terdampak Bencana

Denpasar – LAZISMU. Dalam beberapa tahun terakhir, Indonesia menghadapi sejumlah peristiwa bencana alam yang menimpa sejumlah daerah. Mulai dari meletusnya Gunung Sinabung di Sumatera, banjir dan yang terbaru adalah erupsi Gunung Agung di Karangasem, Bali.

Salah satu dampak dari bencana erupsi Gunung Agung ini tentu saja berkaitan dengan meningkatnya jumlah pengungsi di berbagai daerah di Bali yang perlu asupan nutrisi dan gizi. Karena itu, lembaga amil zakat nasional, Lazismu bersama MDMC tergerak untuk memberikan bantuan hasil donasi yang dimanatkan muzaki kepada Lazismu. Bantuan itu berupa pakaian, trauma healing, shelter, bus sekolah, pelayanan kesehatan hingga makanan.

Sebelumnya Lazismu melakukan test food (tes makanan) pada Rendang Kambing sebelum didistribusikan kepada para pengungsi dampak erupsi Gunung Agung. Tes makanan ini dilakukan Lazismu bersama ibu-ibu Aisiyah Bali. Rendang kambing ini dalam bentuk rendang kemasan yang dihimpun saat hari raya kurban.

Saat tes rendang kambing, setelah dimasak oleh ibu-ibu Aisiyah Bali, yang disaksikan juga oleh wakil ketua PWM Bali. Rendang kemasan produksi Lazismu tersebut dites mengenai rasa dan tekstur apakah sudah cocok untuk warga terdampak bencana.

”Tes rendang kambing ini layak dilakukan sebelum didistribusikan kepada para warga yang terdampak erupsi gunung agung” kata Khumsun Imtihan, Wakil Ketua PWM Bali, di gedung dakwah Muhammadiyah, jalan Imam Bonjol, Sabtu (6/1/2017).

Rendang merupakan kuliner khas Nusantara yang menjadi masakan terlezat di jagat raya. Begitu pula Lazismu berharap agar program ini menjadi sumbangsih umat Islam Indonesia untuk persaudaraan dan kemanusiaan. (teropongmetro/rb)

SELENGKAPNYA
5 Mei 2025

Bergerak Bersama Menolong Keluarga Fani Korban Kebakaran

Kendal – LAZISMU.  Peristiwa kebakaran yang terjadi Jum’at (12/1/2018) pukul 05.30 WIB masih menyisakan duka untuk fani. Musibah itu terjadi di Desa Sukomulyo, Kecamatan Kaliwungu Selatan, Kabupaten Kendal, yang telah menghanguskan rumah beserta isinya. Kejadian tersebut diduga disebabkan karena hubungan arus pendek didalam rumah.

Lazismu Kendal, PCM Kaliwungu, PCM Kasela, dan Segenap AMM telah mengunjungi rumah kediaman Saudari Fani. Saat ini, Fani tinggal bersama nenek, paman, bibi, dan kakaknya. Berdasarkan informasi itu, pihak Lazismu Kendal baru mengetahui adanya kejadian pada pukul 16.00 WIB.

Sejurus kemudian, Lazismu langsung mencari informasi mengenai kronologis kejadiannya dan mencoba untuk membuka donasi kebakaran untuk keluarga Fani.

Donasi kebakaran pun dibuka, masyarakat berdatangan memberikan donasinya. Dalam waktu satu kali dua puluh empat jam donasi sudah terkumpul sebanyak Rp. 13.445.000.

Donasi dikumpulkan melalui kantor layanan Lazismu Kaliwungu dan Lazismu Kendal. Lazismu Kendal dan Lazismu Kaliwungu bahu-membahu menyebarkan informasi kejadian kebakaran ke masyarakat dan langsung menghimpun donasi bersama.

Setelah donasi terkumpul, Lazismu Kendal mengajak Pimpinan Cabang Muhammadiyah Kaliwungu, Pimpinan Cabang Muhammadiyah Kaliwungu Selatan, dan Angkatan Muda Muhammadiyah,  untuk memberikan donasi kebakaran kepada keluarga Fani.

Bapak Machsus, selaku Pimpinan Cabang Muhammadiyah Kaliwungu Selatan menyampaikan (14/1/2018). “Kebakaran yang terjadi sudah menjadi kehendak-Nya dan pasti akan ada hikmah didalamnya”. Harapannya donasi tersebut dapat meringankan musibah yang telah dialami keluarga Fani . (ag)

SELENGKAPNYA
5 Mei 2025

Lazismu Resmikan Zakat Center Jawa Tengah

Semarang – LAZISMU. Dengan ucapan “Bismillahirrohmanirrohim” saya resmikan gedung Zakat Center Jawa Tengah” dan bersamaan dengan terpotongnya pita, terbukalah pintu utama Gedung Zakat Centre yang diresmikan Ketua Badan Pengurus Lazismu Pusat, Hilman Latief.

Peresmian berlangsung pada Sabtu (20/01/18) disaksikan 250 tamu undangan. Lazismu wilayah Jawa Tengah meresmikan kantor layanan zakat se Jawa Tengah yang berpusat di kota Semarang.

Bangunan di atas tanah senilai 7 milyar ini bertempat di Jl. Singosari Raya No. 31 Kota Semarang, di samping Resto Ayam Pakuan, yang merupakan amal usaha Muhammadiyah Jawa Tengah.

Zakat center merupakan wujud layanan masyarakat di bidang zakat, infak, sedekah dan sumbangan dana sosial lainnya, demikian disampaikan Direktur Lazismu wilayah Jawa Tengah, Alwi Mashuri.

Pada pidato peresmian, Hilman menyampaikan apresiasinya atas keberhasilan Lazismu Jateng mewujudkan Kantor Zakat Center Jawa Tengah. Atas prestasinya juga menjadi Lazismu wilayah dengan pengumpulan ZIS tertinggi selama tahun 2017, dengan perolehan sebesar Rp 80 milyar.

Lazismu adalah satu-satunya lembaga resmi di persyarikatan Muhammadiyah, yang boleh menerima zakat. “Karena itu, diserukan kepada seluruh pimpinan, anggota dan masyarakat agar membayarkan ZIS nya melalui Lazismu,” jelasnya. Dan apabila majelis, lembaga atau ortom ingin menggali dana masyarakat harus berkoordinasi dengan Lazismu, tegasnya.

Tahun 2018 ini Lazismu di Jawa Tengah mencanangkan program Bedah Rumah Dhuafa, Beasiswa Sarjana dan Gerakan Orang Tua Asuh, serta Pemberdayaan UMKM untuk membangkitkan ekonomi kerakyatan. Program ini tidak bisa berjalan tanpa kerjasama yang baik di dalam tubuh persyarikatan. Untuk itu perlu sinergi yang kompak antara Lazismu dengan lembaga, majelis dan ortom.

Dalam kesempatan itu, Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah, Drs.H. Tafsir, M.Ag juga meresmikan beberapa amal usaha di antaranya : PT. Sinar Muhindo Konstruksi, Koperasi Konsumen milik Aisyiyah dan Resto Ayam Pakuan yang dikelola oleh Ayam Geprek Group pimpinan Dodok Sartono dan Kusnadi Ihwani.

Dalam pidatonya Tafsir menyampaikan harapannya, tahun ini adalah tahun kebangkitan ekonomi warga Muhammadiyah. Untuk itu diperlukan upaya yang maksimal dan dukungan dari semua unsur persyarikatan agar tercapai impian tersebut. (cs)

SELENGKAPNYA
5 Mei 2025

Hidup Sebatang Kara, Mbah Painem Dirawat di Panti Jompo Aisyiyah

Sragen – LAZISMU. Gubuk tua kecil penuh sesak dengan pakaian, kasur dan alat makan seadanya. Isi gubuk itu menjadi saksi bisu kehidupan Mbah Painem. Gubuk kecil berukuran 3 x 2 m2 yang terletak di kebun belakang rumah milik salah satu warga di Pecing, Kelurahan Sragen Tengah, Sragen.
Mbah Gombak, begitu sapaan karib warga Pecing di sekitar gubuk tua Mbah Painem. Mbah Painem, perempuan kelahiran, Sragen, 31 Des 1945 menetap di Pecing sejak 3 tahun terkahir ini. Sebelumnya, ketika masih muda ia tinggal di Patihan, Sidoharjo hingga akhirnya pindah lagi karena tak memiliki rumah.
Mbah Painem sudah lama hidup sebatang kara, suaminya telah meninggal. Mbah Painem memiliki seorang anak, namun sejak kecil anaknya tersebut telah diadopsi oleh orang lain dan hingga sekarang tidak terdengar kabar sedikitpun tentang anaknya. Keluarga yang lainnya juga sudah tidak diketahui keberadaannya.
Gubuk tua milik Mbah Painem terletak di belakang rumah milik Ibu Gono yang juga selama 3 tahun ini dirawat oleh keluarga beliau. Segala kebutuhan yang dibutuhkan Mbah Painem disediakan oleh Ibu Gono.
Keseharian Mbah Painem selama tinggal di Pecing sering berjalan kaki menyusuri setiap jalan sehingga sudah banyak warga yang mengenal sosoknya. Mbah painem yang renta, menjadikan aktivitasnya tak sekuat dulu untuk mencari nafkah memenuhi kebutuhan sehari-harinya. Mbah Painem hidup dari belas kasihan warga Pecing. Kebutuhan pokok sehari-hari didapatkannya dari pemberian tetangga yang iba melihat kondisi Mbah Painem.
Kondisi Mbah Painem yang sangat memprihatinkan, membuat keluarga besar Ibu Gono melaporkan kondisi tersebut kepada kelurahan Sragen Tengah kemudian diteruskan ke Lazismu Sragen. Alhasil, tim Lazismu bergerak dan melakukan survei dengan menanyakan kondisi Mbah Painem dan menggali informasi dari Keluarga Ibu Gono.
Lazismu Sragen akhirnya melakukan koordinasi dengan menghubungi Lurah Sragen Tengah untuk bekerjasama dalam menangani kasus yang dialami Mbah Painem. Hasil keputusan bersama pihak Kelurahan Sragen tengah memutuskan untuk memindahkan Mbah Painem di Panti Jompo ‘Aisyiyah Surakarta.
Tiba saatnya, Senin 8 Januari 2018, tim Lazismu mengantarkan Mbah Painem ke Panti Jompo ‘Aisyiyah Surakarta. Sebelum berangkat, pihak Kelurahan dan Babinsa melepas kepindahan Mbah Painem dan memberi semat untuk keberlangsungan hidup Mbah Painem selanjutnya. “Terima kasih kepada Lazismu Sragen yang telah melakukan penanganan cepat untuk warga kami Mbah Painem, semoga kedepannya bisa bekerjasama lagi untuk masyarakat yang tidak mampu” ujar Supriyadi selaku Lurah Sragen Tengah.
Insya Allah Lazismu Sragen secara rutin akan membayar iuran bulanan Mbah Painem selama tinggal di Panti Jompo ‘Aisyiyah Surakarta.
SELENGKAPNYA
5 Mei 2025
LAZISMU adalah lembaga zakat nasional dengan SK Menag No. 90 Tahun 2022, yang berkhidmat dalam pemberdayaan masyarakat melalui pendayagunaan dana zakat, infaq, wakaf dan dana kedermawanan lainnya baik dari perseorangan, lembaga, perusahaan dan instansi lainnya. Lazismu tidak menerima segala bentuk dana yang bersumber dari kejahatan. UU RI No. 8 Tahun 2010 Tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang

Alamat

Jl. Menteng Raya No.62, RT.3/RW.9, Kb. Sirih, Kec. Menteng, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10340
Jl. Jambrut No.5, Kenari, Kec. Senen, Jakarta Pusat 10430
info@lazismu.org
0213150400
0856-1626-222
Copyright © 2026 LAZISMU bagian dari Persekutuan dan Perkumpulan PERSYARIKATAN MUHAMMADIYAH
cross