

Jakarta
Timur – LAZISMU. Nilai kemanusiaan akan selalu menjadi nyawa
dalam tubuh kader bangsa. Begitupun, Pimpinan Komisariat Ikatan Mahasiswa
Muhammadiyah Fakultas Ekonomi & Bisnis Universitas Muhammadiyah Prof. Dr.
HAMKA (PK IMM FEB UHAMKA) Jakarta Selatan dan Jakarta Timur.
Penyerahan secara simbolis oleh Ketua
Bidang Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat (SPM) diberikan kepada perwakilan
Lazismu UHAMKA untuk korban terkena
bencana banjir di Konawe Utara dan Samarinda Kalimantan Timur pada Selasa
(02/07/2019).
Aksi penggalangan dana itu dilakukan
oleh seluruh jajaran kader-kader PK IMM FEB UHAMKA Cabang Jakarta Selatan dan
PK IMM FEB UHAMKA Cabang Jakarta Timur di Kampus FEB UHAMKA, JL. Raya Bogor KM
23 No.99, Kel.Rambutan Kec.Ciracas, RT.9/RW.5, Rambutan, Ciracas, Kota Jakarta
Timur. Aksi digelar untuk korban bencana
banjir di Konawe Utara dan Samarinda Kalimantan Timur, Senin (17/06/2019) lalu.
Aksi kemanusiaan itu bekerjasama
dengan Laboratorium Kewirausahaan Sosial & Filantropi Islam (LKSFI), dan Lazismu
UHAMKA. Donasi yang berhasil terhimpun sebesar Rp1.889.200.
Dalam kesempatan itu, Ketua Bidang SPM PK IMM FEB UHAMKA Jakarta Selatan, Tiyo Pratama, mengucapkan terimakasih kepada para donatur, dan mahasiswa FEB UHAMKA sudah menyisihkan rezekinya untuk membantu korban bencana banjir di Konawe Utara dan Samarinda.
“Saya ucapkan terima kasih untuk para
donatur dan terkhusus untuk para mahasiswa feb uhamka yang telah menyisihkan
sebagian rezekinya untuk membantu korban bencana banjir Konawe utara dan
Samarinda,” ucap Tiyo, dalam keterangan tertulisnya melalui media daring kepada
awak media Lazismu, Rabu (03/07/2019).
Tiyo melanjutkan, mudah mudahkan rezeki yang kita salurkan dapat meringankan beban mereka, dan sesungguhnya kewajiban kita sesama manusia adalah saling tolong-menolong dalam hal kebaikan.
Seluruh pihak mengucapkan terimakasih kepada seluruh donatur yang sudah
menyisihkan sedikit rezekinya untuk membantu meringankan beban sesama. Semoga
dapat bermanfaat untuk para masyarakat disana. Aamiin.
Jika ingin berdonasi dapat melalui
Rek. BNI: 0792138572 (a.n Tiyo Pratama). Konfirmasi melalui WhatsApp: Tiyo
Pratama : 0896-4340-7997/Riana: 0822-9964-1680. (bp)

Yogyakarta
– LAZISMU. Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah telah sukses
menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) Fikih Zakat Kontemporer
pada hari Ahad (23/6/2019) bertempat di Hotel Tjokro Style Yogyakarta. Kegiatan
yang bekerjasama dengan Pusat Tarjih Muhammadiyah Universitas Ahmad Dahlan ini
dihadiri oleh Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, anggota Majelis Tarjih,
Pimpinan Lazismu, dan beberapa akademisi lainnya.
Dalam
kesempatan itu, Prof. Yunahar Ilyas, perwakilan dari Pimpinan Pusat
Muhammadiyah memberikan sambutan sekaligus membuka acara FGD ini. Dalam
sambutannya Prof. Yunahar menyampaikan bahwa dalam beberapa kesempatan Lazismu
sering bercerita tentang munculnya permasalahan-permasalahan baru dalam zakat,
sehingga perlu penelaahan yang mendalam terkait masalah ini. Karenanya FGD ini
begitu penting, sebab untuk menjawab tantangan-tantangan paling mutakhir dalam
zakat kontemporer.
Kemudian, Prof.
Yunahar mengangkat satu permasalahan yang menjadi topik perdebatan di Majelis
Ulama Indonesia yaitu tentang zakat perusahaan. Menurutnya, ada satu pandangan
dari Prof. Didin Hafiduddin yang punya keinginan agar perusahaan-perusahaan
besar dikenai zakat. Akan tetapi pandangan tersebut ditentang oleh Prof. Amir
Syarifuddin yang menegaskan bahwa tidak ada perusahaan yang masuk neraka, yang
masuk neraka itu permilik perusahaannya. Artinya, bukan perusahaannya yang
harus membayar zakat, tetapi ashabu-nya, pemiliknya.
Beliau
menilai pendapat kedua pakar hukum Islam tersebut. Menurutnya, perbedaan
pandangan antara Prof. Didin dengan Prof. Amir terletak pada teks dan konteks.
Pandangan Prof. Amir yang menegaskan bahwa zakat hanya dikenai pada pemilik
perusahaan, sebab teks normatif dalam Al Qur’an dan Sunnah menunjuk orang (person),
bukan korporat. Sementara Prof. Didin yang menilai perusahaan wajib bayar zakat
didasarkan pada pertimbangan kemashlahatan yang lebih besar.
Lebih
jauh, menurut Prof. Yunahar, MUI akhirnya memutuskan perusahaan wajib membayar
zakat, sebab pendapatannya lebih untung. Secara umum pola pembayaran dan
penghitungan zakat perusahaan juga bisa dianggap sama dengan zakat perdagangan/trading,
begitu pun dengan kadar nisabnya setara dengan 85 gram emas.
Beliau
menambahkan bahwa kalau sekiranya zakat dibebankan pada pemilik perusahaan,
hampir kebanyakan dari mereka tidak menunaikan zakat. Tetapi, dengan
dibebankannya zakat pada perusahaan, biasanya mereka sepakat, ikhlas, dan tepat
waktu. Lebih-lebih zakat dari perusahaan keuntungannya bagi Baznas itu sangat
besar.
Jadi, apa
yang disampaikan Prof. Yunahar sebetulnya untuk melemparkan wacana agar
Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) sama dengan perusahaan yaitu dikenai wajib
zakat setiap tahun. Menurutnya, Majelis Tarjih bisa saja mengeluarkan keputusan
dan ketentuan detailnya terkait Zakat PTM. Misalnya, membuat suatu rumusan
terkait tiap-tiap PTM yang tersebar di seluruh Indonesia dikenai zakat 2,5%
untuk setiap tahun. Kalau hal ini berjalan dengan baik, menurut Ketua PP
Muhammadiyah itu, Lazismu tinggal mengambil hasilnya, dan tidak perlu repot-repot
dengan berbagai persyaratan administratif.
(bp)

Gunungkidul – LAZISMU. Kekeringan yang melanda
Gunungkidul menyebabkan kekurangan air bersih sudah mulai dirasakan di 14 kecamatan
dari total 18 kecamatan yang ada. Sekitar 104.166 (seratus empat ribu
serratus enam puluh enam) jiwa terdampak akibat kekeringan ini.
Dalam aksi kepedulian terhadap
sesama, Lazismu Daerah
Istimewa Yogyakarta (DIY) bekerjasama dengan Lazismu Gunungkidul beserta
Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Tepus menyalurkan 10 tangki air bersih untuk
masyarakat khususnya di kecamatan Tepus, Kabupaten Gunung Kidul, Daerah
Istimewa Yogyakarta, Selasa (2/7/2019).
Kecamatan
Tepus merupakan tempat rekomendasi dari Lazismu Daerah Gunungkidul. Selain itu,
hasil survei Kecamatan Tepus merupakan Kecamatan yang mengalami kekeringan, dan
jauh dari akses air bersih.
Lebih
lanjut, Eka Yuhendri, Wakil Sekretaris Lazismu DIY mengungkapkan, ancaman
krisis air ini bukan lagi wacana, tetapi sudah terjadi didepan mata. Menurutnya,
akibat langsung dari tidak tercukupinya kebutuhan air ini bisa menyebabkan
gagal bercocok tanam dan panen yang berakibat terganggunya persediaan bahan
pangan, sanitasi yang buruk dan kelaparan yang berdampak munculnya penyakit
akibat kurang pangan dan bahkan kedepan tidak tertutup kemungkinan berakibat
pada gizi buruk.
“Tindakan
konservasi air yang terprogram dalam jangka pendek dan jangka panjang sudah
sangat mendesak untuk diterapkan oleh pemeritah dan harus didukung oleh seluruh
lapisan masyarakat,” kata Eka.
“Hari ini
Lazismu DIY dan Gunungkidul, serta MDMC Gunungkidul hadir untuk mebantu
masyarakat terdampak agar masalah air ini terkurangi,” ungkapnya
Saat ini, Ia
melanjutkan, Lazismu DIY menyalurkan 10 tangki air bersih ke Kecamatan Tepus,
dan SD Muhammadiyah Purwodadi Tepus Gunungkidul.
“Ada 10
tangki air, yang 1 tangki diberikan kepada SD Muhammadiyah Purwodadi atas
rekomendasi PCM Tepus, dan 9 lainnya deserahkan ke PCM Tepus, yang selanjutnya
akan di distribusi ke masyarakat sekitar khususnya di tepus,” terangnya.
“Basis
data kita adalah berbasis jejaring Muhammadiyah, yaitu menghubungi Muhammadiyah
Kabupaten Gunungkidul dan akhirnya tersentral di PCM Tepus. Selaan itu, memang
Tepus juga kecamatan yang lokasinya tinggi dan sangat membutuhkan, terutama di
AUM dan Masjid.” Imbuh Wakil Sekretaris Lazismu DIY itu.
Sementara
itu, Suradal, Ketua PCM Tepus mewakili masyarakat di cabang Tepus, dan
sekaligus tuan rumah SD Muhammadiyah Purwodadi sangat berterimakasih atas
bantuan air bersihnya yang sangat bermanfaat. Mudah-mudahan dengan bantuan ini
dapat ridho dari Allah untuk semuanya.
“Mudah-mudahan
tidak hanya cukup pertemuan terakhir, tapi masih ada bantuan lain yang kita
harapkan bisa ada bantuan lain untuk masyarakat Tepus,” ungkap Supardal.
Dalam
kesempatan yang sama, Eka Yuhendri juga mengajak masyarakat, khususnya di DIY
untuk peduli terhadap saudara kita yang terkena bencana kekeringan yang saat
ini terjadi di Kabupaten Gunungkidul. Sampai saat ini, Lazismu DIY masih terus
membuka donasi untuk korban kekeringan di Gunungkidul. (bp)
(Sumber:
Lazismudiy.or.id)

Bali – LAZISMU. Menggelorakan spirit kemanusiaan menjadi suatu
keharusan yang tidak boleh terabaikan. Pada kali ini, Lazismu Jawa Timur
membagikan 125 paket sembako kepada anak yatim, para dhuafa, dan warga Muslim
Jembrana, Bali.
Pembagian
paket sembako berisikan beras, gula, minyak goreng, rendang dan lainnya ini
dilakukan di Gedung Dakwah Muhammadiyah (GDM) Jembrana, Kamis (4/7/19).
Seperti
dilansir di Pwmu.co, Jum’at (5/7), aksi bagi-bagi sembako tersebut merupakan
rangkaian acara Tour de Baksos Lazismu Jatim ke Bali dan Lombok Utara, Nusa
Tenggara Barat (NTB).
“Alhamdulillah,
Lazismu Jatim bisa berbagi kebahagiaan dengan saudara seiman di Bali melalui
aksi bagi-bagi sembako ini,” ujar Ketua Lazismu Jatim drh Zainul Muslimun dalam
sambutannya.
Zainul
menyatakan, Tour de Baksos Lazismu ini merupakkan upaya untuk menggugah
kepekaan, kepedulian, dan untuk menguatkan persaudaraan antar sesama muslim.
“Semoga
semangat berdakwah warga muslim di Jembrana tidak pernah surut. Meski, hidup di
lingkungan minoritas,” motivasinya.
Sementara
itu, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Jembrana Edi Susilo menyampaikan,
terima kasih atas silahturahmi dari rombongan Lazismu Jatim. Tak terkecuali
atas kepedulian Lazismu Jatim yang sudi berbagai kebahagiaan kepada warga
Muslim di Jembrana.
“Mudah-mudahan
silaturahmi ini menjadi wasilah untuk semakin menguatkan dakwah Islam yang
dilakukan oleh Persyarikatan Muhammadiyah di Jembrana,” tandasnya.
(Sumber: Pwmu.co)



