


Surabaya – LAZISMU. Lembaga Amil zakat Infaq dan Shadaqoh Muhammadiyah (LAZISMU) Kota Surabaya melaksanakan pentasyarufan Bantuan Sepeda Pancal di Ruang Aula PDM Surabaya, jalan Wuni 9 Surabaya, Ahad (21/7/2019).
Ketua Lazismu Kota Surabaya, Sunarko mengatakan, bantuan sepeda pancal ini diberikan kepada anak-anak yang rentan putus sekolah. "Program ini kami beri nama Ayo Sekolah Rek!,” jelasnya.
"Alhamdulillah, pagi hari ini ada tiga anak yang mendapatkan bantuan sepeda pancal yakni Aris Setiaji, tinggal di jalan Kunti 1/37 Surabaya. Anak Rayhan tinggal di Kapas Jaya Kenjeran Surabaya, dan Anak Zaki tinggal di Ke dinding Lor Wijaya Kusuma Kenjeran Surabaya,"katanya.
"Dengan Bantuan sepeda pancal ini mereka lebih semangat dalam belajar dan menuntut ilmu yakni bersekolah. Jangan sampai putus ditengah jalan. Bantuan ini hanya penyemangat untuk mereka agar tetap bersekolah apapun kondisinya, Lazismu Kota Surabaya siap membantu," ungkap Sunarko.
Kepada Lazismu Kota Surabaya, Ananda Aris Setiaji mengucapkan terima kasih yang sedalam-dalamnya atas bantuan sepeda pancal itu. "Besok sekolah saya bisa naik sepeda pancal ini, senang sekali mendapatkan bantuan ini," ujarnya.
"Alhamdulillah, semoga sepeda ini bermanfaat bagi kami, kami mengucapkan terima kasih kepada donatur Lazismu Kota Surabaya, semoga njenengan sehat, rezekinya dilancarkan oleh Allah," kata Aris.
"Bagi donatur atau pembaca bisa menyalurkan bantuan ZISnya melalui BANK SYARIAH MANDIRI 99398 2 01 00 0 00000 A/n.Infaq LAZISMU kota Surabaya dan BANK MUAMALAT 76640 2 01 00 0 00000 a/n.Infaq LAZISMU Kota Surabaya," pungkasnya. (bp)
(Sumber: Lazismusby.com)

Jakarta Selatan – LAZISMU. Hidup yang bermanfaat dapat diwujudkan dengan membantu antar sesama manusia. Kebermanfaatan itu dilakukan oleh Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shadaqah Muhammadiyah (Lazismu) dan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FK UI).
Melalui pilar kesehatan, Lazismu bekerjasama dengan FK UI menyelenggarakan Program Peduli Kesehatan Skabies kali ketiga di Ponpes Daarul Ishlah, Warung Buncit, Jakarta Selatan, Sabtu (20/7/2019).
dr. Rahmaniar Desianti Kuraga, Dokter FK UI mengatakan pengobatan skabies ini haruslah serentak. “Dari Depkes sudah jelas, pengobatan skabies itu harus massal. Karena penyakitnya menular. Minggu pertama diobatin, minggu kedua diobatin kembali, dan ini minggu keempat ada yang sembuh berapa, yang belum sembuh berapa.” ucapnya saat ditemui awak media Lazismu, Sabtu (20/7).
Untuk pertemuan yang ketiga ini, pengobatan skabies pada santri ponpes Daarul Ishlah dikatakan sebagian besar sudah sembuh. “Alhamdulillah sebagian besar sembuh, jadi tidak perlu dioleskan (obat) lagi” jelas dr. Niar.
Namun, ia mengatakan ada yang masih gatel-gatel, dan itu perlu dioleskan obat lagi. Selain itu, masih ada infeksi seperti kutu air, atau alergi-alergi yang gejalanya mirip skabies, tapi sebetulnya bukan skabies.
Dokter FK UI itu menambahkan, untuk penyakit skabiesnya sendiri sebagian sudah selesai (sembuh). “Karena skabies ini sebagian kecil masih belum sembuh, maka masih memiliki potensi untuk muncul kembali, karena sifatnya menular.
“Skabies ini sebagian kecil, masih dapat menular. Potensi nya sangat tinggi untuk menularkan karena mereka tinggal barengan, satu kamar, sangat mungkin menularkan ke temannya. Jadi, tidur dialas yang sama, sarung bergantian, kontak sama temannya.
Maka, pihaknya menargetkan edukasi kepada santri untuk mencegah agar tidak saling menular skabies dan memahami gejala skabies dini.
“Target kita edukasi, gimana caranya agar tidak saling menular. Pertama mereka harus tau gejala temennya yang kudis itu gimana; gatel malam hari di sela jari tangan, pergelangan tangan, ketiak, bokong, puser, dada, mohon maaf kemaluan, atau sela jari kaki itu sangat mungkin terjadinya kudisan/skabies lagi. Jadi kalau bisa, hindari tukeran pakaian, hindari tidur di kasur yang sama,” jelasnya.
Laporan perkembangan pengobatan skabies ini, dari minggu pertama ditemukan 90 santri positif skabies, kemudian di minggu ke dua itu 60-70 santri masih terdapat gejala skabies. Yang positif skabies saya hitung 90 santri, terus yang minggu kedua itu 60-70 santri yang gejalanya masih ada, positif tungou nya masih ada,” terangnya.
Pihaknya berharap, untuk minggu keempat ini semuanya dapat sembuh. “Di minggu keempat ini kita harapkan semuanya hilang (sembuh). Jadi, yang udah sembuh sekitar 50 %,” tutupnya di sela-sela kegiatan tersebut. (bp)

Gunungkidul – LAZISMU. Kemarau panjang yang terjadi beberapa bulan terakhir mengakibatkan telaga dan sumber mata air yang selama ini menjadi tumpuhan kehidupan sudah mengering, bahkan sudah sangat parah. Lebih dari 100 ribu jiwa warga Gunungkidul kesulitan mendapatkan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.
Berangkat dari kepedualian tersebut, Kantor Layanan Lembaga Amil Zakat Infaq dan Sedekah Muhammadiyah (KL Lazismu) Depok, Sleman menyalurkan 100 tangki bantuan air bersih untuk warga Gunungkidul, Kamis (11/7/2019) lalu. Aksi sosial ini adalah tahapan lanjutan dari penyaluran bantuan air bersih yang dilakukan KL Lazismu Depok Sleman beberapa waktu lalu.
“Hari ini distribusi bantuan air bersih bagi masyarakat Gunungkidul tahap kedua yang dilakukan KL LazisMu Depok Sleman. Disalurkan di lima Kecamatan di Gunungkidul, yakni Saptosari, Panggang, Ngawen, Rongkop, dan Paliyan,” ungkap Sandro Andriawan, Ketua KL Lazismu Depok.
Bantuan air bersih ini dihimpun dari sumbangan dan sedekah jamaah di wilayah Depok dan sekitarnya. Dalam penyaluran tahap kedua ini KL Lazismu bekerjasama dengan Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) Depok, Team Ambulance Lazismu Depok, KL Lazismu Gunungkidul, serta Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Gunungkidul.
“KL Lazismu Depok, Sleman akan tetap menghimpun dana dari jamaah dan masyarakat sekitar untuk membantu bencana kekeringan yang terjadi di Gunungkidul,” lanjut Sandro.
Atas bantuan air bersih KL Lazismu Depok, Sleman, Kepala Dukuh Tungu, Kelurahan Giriharjo, Kecamatan Panggang mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan. Dusun Tungu adalah salah satu padukuhan di Kelurahan Giriharjo yang terdiri dari banyak kepala keluarga dan terdampak kekeringan setiap musim kemarau datang.
Sebelumnya, KL Lazismu Depok menyaluran bantuan air bersih dengan 2 tahap. Tahap pertama 21 tangki pada 3-4 Juli 2019 di Kecamatan Semin dan Gurusubo. Kemudian, tahap kedua sebanyak 80 tangki di Kecamatan Rongkop, Saptosari, Panggang, Ngawen, Tepus, Gedangsari, Paliyan. Jadi. Total Jadi total 100 tangki lebih 1 tangki air bersih yang disalurkan di Kabupaten Gunungkidul. (bp)

Lumajang – LAZISMU. Lazismu Lumajang dan Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) memberikan kursi roda kepada Muhammad (60), warga Desa Sidorejo, Kecamatan Rowokangkung, Kamis (18/7/2019). Kursi roda itu merupakan pentasyarufan infak dari donatur.
Pemberian kursi roda ini dihadiri Ketua Umum PDPM Lumajang, Agung Rahmad, Sekretaris Camat, Bambang, pamong desa, serta pengurus Lazismu dan PDPM.
Istri Muhammad (60), Suci sangat bersukur dan berterima kasih atas bantuan kursi roda ini karena suaminya sudah sepuluh tahun menderita sakit tidak bisa berjalan. ”Kursi roda ini insya Allah membantu kegiatan sehari-hari,” tuturnya.
Relawan Lazismu, Wahid menyampaikan, bantuan ini dari Lazismu. ”Lazismu adalah lembaga amil, zakat, infak dan sedekah Muhammadiyah. Bantuan ini dari para dermawan dan kita kembalikan untuk kepentingan umat yang membutukan seperti ini,” tandasnya.
Agung Rahmad mengatakan, kegiatan seperti ini bisa ditingkatkan dan disinergikan antara Pemuda dan Lazismu, sehingga dakwah persyarikatan bisa dirasakan oleh umat.
Sekcam, Bambang, menambahkan, selalu mendukung kegiatan Lazismu. Dia berharap Lazismu dan Pemuda bisa membuat kegiatan yang lebih besar lagi. Contoh pengobatan gratis, pembagian sembako untuk warga yang tidak mampu. “Saya pribadi siap menjadi donatur,” tuturnya.
Dia mengatakan, dalam waktu dekat akan membelikan kursi untuk shalat di masjid, sehingga orang yang tidak bisa berdiri bisa berjamaah. “Kami dari pemerintah segera berkoordinasi dengan pihak terkait memperhatikan kondisi warga khususnya pak Muhammad,” tuturnya. (bp)
(Sumber: Pwmu.co)

Yogyakarta – LAZISMU. Setiap Lazismu di daerah dianjurkan mempunyai ciri khas pentasarufan atau pengelolaan manfaat dana infak, sedekah, dan zakatnya.
Ketua Lazismu PP Muhammadiyah, Hilman Latief, dalam silaturahim dengan Lazismu Tulungagung di Yogyakarta, Ahad (21/7/2019).
Dia berharap ciri khas pentasyarufan ini bisa terbangun secara masif, sehingga menjadi gaung Lazismu daerah yang dibesarkan dalam skala nasional.
Dicontohkan ada Lazismu di daerah Sulawesi terkenal dengan program bedah rumah senilai Rp 15 juta. Program ini menjadi terkenal, sehingga menarik masyarakat menyalurkan infaknya. ”Program ini akhirnya mendapatkan infak ratusan juta rupiah,” tuturnya.
Dengan infak yang terus mengalir ini, sambung dia, menjadi program bedah rumah terus berkelanjutan sehingga banyak rumah bisa diperbaiki.
”Wilayah Jatim juga punya ciri khas, yakni program Indonesia Mendengar. Nah, Lazismu di semua daerah harus bisa mempunyai ciri khas pentasyarufan, termasuk di Tulungagung,” ujarnya.
Selain membantu sesama, kata Hilman, Lazismu juga mempunyai pekerjaan yang tidak ringan yakni tertatanya internal lembaga. Dia mencontohkan, Lazismu di semua tingkatan harus satu komando. Kesejahteraan amil fundraising juga perlu diperhatikan dan pelaporan keuangan ke donatur dan ke Muhammadiyah sesuai tingkatan juga harus dilakukan.
Sementara Bastomi, Dewan Syariah Lazismu Tulungagung, menyampaikan, di daerahnya baru ada lima lembaga ZIS yang mempunyai izin dan terdata di Baznasda setempat. Tahun ini di Tulungagung akan dibentuk forum zakat yang diinisiasi oleh Baznasda. (bp)
(Sumber: Pwmu.co)

