Berita

Ikuti kabar terbaru dari Lazismu. Lihat laporan penyaluran, kisah inspiratif penerima manfaat, dan dampak nyata dari ZIS Anda

Bantu Pengadaan Air Bersih Ponpes Darul Qur'an Was Sunnah, Lazismu Salur Dana 2,5 Juta

Pekanbaru – LAZISMU. Pada hari ini, Rabu (24/7/2019) Lembaga Amil Zakat Infak Sedekah Muhammadiyah (Lazismu) Pekanbaru salurkan bantuan uang Rp 2,500,000 untuk pengadaan air bersih di Pondok Pesantren Darul Qur'an Was Sunnah, Jl Raja Panjang Okura, Kelurahan Tebing Tinggi Okura, Kecamatan Rumbai Pesisir, Pekanbaru, 

Agung Pramuryantyo, Kepala Cabang Lazismu Pekanbaru mengatakan bahwa bantuan ini untuk membantu Pondok Pesantren Darul Qur'an Was Sunnah dalam pengadaan air bersih.

"Karena berdasarkan kebutuhan dari Pondok Pesantren Darul Qur'an Was Sunnah yang membutuhkan air bersih, oleh karena itu kami dari Lazismu Pekanbaru ikut mensupport dalam pengadaan air bersih," paparnya.

Ia berharap dengan adanya bantuan ini bisa mempermudah aktivitas santri terutama untuk kebutuhan air bersih.

Sementara itu, Muslih Humadi, salah satu pengajar Pondok Pesantren Darul Qur'an Was Sunnah sangat bersyukur dengan adanya bantuan yang diberikan oleh Lazismu Pekanbaru.

"Alhamdulillah, kami sangat berterimakasih dengan adanya bantuan ini, yang nantinya digunakan untuk pembelian tangki air untuk pengadaan air bersih,” ucap Muslih. (bp)

SELENGKAPNYA
5 Mei 2025

Lenggang Jakarta, Stand Lazismu Hadir di Jakarta GPKD Expo 2019

Jakarta - LAZISMU. Kota Jakarta di penghujung bulan ini akan menyuguhkan pameran yang menghadirkan produk khas atau unggulan dari daerah yang ada di Indonesia. Pameran yang mengekpos produk-produk daerah ini mengusung tema "Jakarta GPKD Expo 2019”, atau Gelar Produk Khas/Unggulan dan Investasi Daerah” yang 100 persen produk Indonesia.

Acara dimulai pada 25 – 28 Juli 2019, di Mall Artha Gading, Jakarta.  Pelaksana pameran diinisiasi oleh Aira Mitra Media. General Manager Aira Mitra Media, Dolf Rio, mengatakan pameran di tahun ini merupakan pameran ke keenam. “Aira sebagai pelaksana bersyukur bisa digelar di Jakarta, Pemprov DKI juga mendukung kegiatan ini,” paparnya.

Nilai penting dalam pameran itu, kata Dolf Rio, daerah dapat membawa potensi keunggulan produknya masing-masing. “Karena pesertanya instansi pemerintah daerah dari seluruh Indonesia yang memiliki UKM,” jelasnya.

Produk unggulan yang dibawa bisa berupa makanan, busana daerah, dan kerajinan yang bernilai seni tinggi sehingga memberikan daya tarik tersendiri bagi yang berkunjung ke pameran ini, tambah Dolf.

Hadirnya produk-produk asli daerah ini, nilai Dolf Rio, dapat memberikan peluang kepada para pemangku kepentingan baik BUMN, perbankan, kementerian, dan lainnya untuk memberdayakan UKM yang memiliki daya saing.

Dolf Rio mengatakan, masyarakat bisa langsung datang ke pameran ini. Selain ikut bangga terhadap produk Indonesia, potensi menghidupkan wisata di Indonesia begitu terbuka lebar. Agenda acara menurut Dolf Rio selain pameran produk khas daerah, ada talk show, demo produk, lomba tari kreasi nusantara, pentas seni dan budaya serta live musik.

Di Jakarta GPKD Expo 2019 ini, masyarakat dapat berkontribusi menyemarakkan dengan informasi yang edukatif. Aira juga membuka kesempatan kepada lembaga amil zakat nasional, dalam hal ini Lazismu untuk turut menyemarakkan selama pameran berlangsung. 

Diharapkan, melalui pameran ini, Lazismu juga dapat berkontribusi karena ada banyak pelaku usaha kecil menengah. Lazismu sendiri juga memiliki program pemberdayaan di bidang ekonomi.

PR Manager Lazismu, Nazhori Author, mengapresiasi Aira Mitra Media yang terus fokus memperkenalkan pruduk unggulan tanah air. Lazismu sebagai lembaga amil zakat, turut mendukung pameran yang mengedepankan pemberdayaan UKM ini. Author juga menyampaikan, Lazismu akan hadir di pameran itu dengan kegiatan filantropi yang edukatif. (lazismu)     

 

SELENGKAPNYA
5 Mei 2025

Kontribusi Lazismu pada Buruh Tani yang Terlilit Utang

Pacitan – LAZISMU. Lazismu Pacitan bekerja total untuk keluarga Sujalil dan Katini. Mereka adalah buruh tani dari Dusun Gondangrejo, Desa Ketanggung, Kecamatan Sudimoro, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur.

Setelah membantu pengobatan anaknya, Adinda Dwi Chalista, bayi tujuh bulan yang menderita infeksi pencernaan, kini Lazismu yang menyelesaikan utangnya. Utang itu untuk biaya hidup selama menjaga anaknya yang dirawat di RSUD Ponorogo.

Sujalil meminjam uang kepada saudara dan tetangganya untuk keperluan itu. Jumlahnya mencapai Rp 6 juta.

Bagian Keuangan Lazismu Pacitan, Minhatul Hani’ah menjelaskan, bantuan membayar utang ini diberikan agar Sujalil bisa fokus merawat anaknya. “Tidak lagi terbebani pikiran utang kepada tetangganya,” ujarnya.

Sementara Rebo, saudara Sujalil yang juga ketua RW dusun itu bersyukur atas semua bantuan yang total ini. “Saya tidak mengira dibantu sampai sejauh ini,” kata Rebo yang rumahnya bersebelahan dengan Sujalil. Mewakili keluarga, ia melanjutkan, mengucapkan terima kasih kepada Lazismu Pacitan.

Kini, Adinda sudah keluar dari rumah sakit. Biaya opname Rp 6,5 juta ditanggung Lazismu. Tapi Adinda masih harus kontrol beberapa kali ke RSUD dr Harjono Ponorogo. Tim Lazismu-MDMC yang antar jemput dan mendampingi selama rawat jalan.

“Sudah kontrol sekali hari Senin (24/6/2019) dan akan diantar lagi setelah obatnya habis, Senin depan (8/7/2019),” kata Musthofa Ali Fahmi, koordinator tim.

MDMC dan Lazismu, pada kali ini mengarahkan perhatiannya ke Kecamatan Sudimoro tempat tinggal keluarga Sujalil ini. Sebab di sini beberapa orang terkena Hepatitis A. (bp)

(Sumber: Pwmu.co

SELENGKAPNYA
5 Mei 2025

Refleksi 17 Tahun Lazismu: Mengarungi Samudera Zakat

Oleh: Hilman Latief, M.A., Ph.D*

4 Juli 2002 silam, Muhammadiyah telah membuat sebuah keputusan besar dan strategis. Adalah Prof. Dr. Ahmad Syafii Maarif sebagai Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah mengesahkan berdirinya Lembaga Zakat Infaq dan Shadaqah Muhammadiyah atau yang saat ini dikenal Lazismu. Beberapa episode sejarah juga telah dilewati.

Pada awal berdirinya, Lazismu dipimpin oleh inisiatornya, Dr. Din Syamsuddin. Periode ini saya sebut sebagai periode perintisan, sebuah periode dimana Lazismu mulai memperkenalkan dirinya kepada masyarakat umum. Targetnya waktu itu sederhana saja. Bagaimana Lazismu bisa dikenal orang dan dapat menarik perhatian kelas menengah Muslim yang memiliki simpati dan empati kepada gerakan persyarikatan Muhammadiyah, dan mendukungnya melalui zakat dan shadaqah. Lazismu bertugas mendekati donatur besar di kalangan simpatisan Muhammadiyah di Ibu Kota.

Selain itu, tugas berat justru juga ada di dalam persyarikatan, yaitu bagaimana memperkenalkan Lazismu kepada warga Persyarikatan Muhammadiyah sendiri dan bahkan kepada pimpinan Muhammadiyah. Dalam kurun beberapa tahun, Dr. Din Syamsuddin berhasil membangun kepercayaan diri persyarikatan Muhammadiyah bahwa Lazismu mampu menjadi salah satu Lembaga Amil Zakat Nasional yang kontribusinya kepada masyarakat semakin kuat. Pada periode beliau pula Lazismu mendapatkan pengesahan dari Kementerian Agama RI.

Periode berikutnya, Drs. Hajriyanto Y. Thohari, M.A., yang juga sebagai co-founder (pendiri) Lazismu, diserahi amanah mengelola Lazismu. Peiode ini adalah periode pengembangan dan perluasan jejaring. Muhammadiyah adalah organisasi yang berkembang dengan dua model sekaligus: top down dan bottom up. Inisiatif dari bawah (bottom up) sama kuatnya, dan bahkan dalam konteks tertentu, lebih kuat dari pada top down. Banyak lembaga amil yang ada di bawah Muhammadiyah yang perlahan-lahan menyesuaikan diri sesuai regulasi. Penggunaan istilah yang beragam, mulai berubah dan pimpinan di daerah mulai melakukan penyeragaman, berganti baju menjadi Lazismu. Secara bottom up lembaga amil berdiri dimana-mana, dan secara top down penyesuaian dilakukan.

Kini, Lazismu telah memasuki usianya yang tambah matang. Jika dihitung-hitung ternyata sudah 17 tahun. Sebuah usia remaja yang sedang semangat-semangatnya dan punya banyak keinginan. Sebagaimana biasanya, usia remaja adalah usia yang perilaku narsisnya cukup tinggi, meski kadang kedewasaanya masih perlu didampingi. Usia remaja adalah usia dimana seseorang mungkin banyak inovasi dan keinginan, tapi kadang belum dapat sistematis dalam menentukan langkah dan strategi.

Begitu pula Lazismu, di usia 17 tahun ini jumlah kantor layanannya ada di 29 provinsi, dan 19 provinsi diantaranya sudah memenuhi persyaratan dan standar yang ditetapkan Lazismu Pusat, sisanya masih berjuang mendapatkan dukungan serius pimpinannya, atau berjuang mengalahkan sikap malas-malasan (gaya remaja).

Dalam usia remaja, ada anak yang bisa dan gampang diatur dan diarahkan, tidak sedikit yang semaunya sendiri dan bahkan susah diajak kerjasama. Bila “dikerasin”, ia akan lari atau “mutung”, sementara bila “disabarin” ia makin menjadi.

Begitu pula dengan Lazismu, yang jumlah kantor layanannya sudah ratusan. Ada kantor yang mudah diatur dan mampu cepat menyesuaikan diri dengan regulasi, ada juga Lazismu yang sulit atau bahkan tidak mau berubah karena yang mereka tahu bahwa mengelola zakat itu “gak perlu serius-serius amat”.

Memasuki Kedewasaannya

Saya yakin, semua bisa diperbaiki. Di usianya yang ke 17 ini, Lazismu sudah menyadari bahwa memasuki tahapan dewasa tinggal selangkah lagi. Orang yang beranjak dewasa adalah orang yang terus belajar menata diri, mau mencari tahu, mau mengoreksi diri, mau memperbaiki, dan selalu berusaha menjadi yang terbaik. Sebagai lembaga yang beranjak dewasa, Lazismu pun harus semakin sadar dengan kemampuan dan potensi yang dimilikinya, serta memahami segala kekurangannya.

Semakin dewasa, sebuah lembaga akan dan harus punya target. Apapun itu. Ia tidak bisa berjalan tanpa arah, tanpa pedoman dan panduan. Lazismu bersyukur sudah bisa merumuskan Renstranya sampai 2030, dan capaian apa yang diinginkan secara kelembagaan, perlima tahun.  Semakin dewasa juga harus semakin terbuka, mau bekerja sama dengan banyak pihak dan mau memperbanyak teman dan jaringan yang dapat bersinergi mengembangkan diri dan potensi yang dimiliki.

Yang harus disadari adalah bahwa tidak ada sebuah keberhasilan dalam proses yang instan. Semua perlu kerja keras, pembagian kerja, kerjasama dan sama-sama kerja.

Apakah Lazismu yang beranjak dewasa ini masih perlu dukungan? Tentu saja. Lazismu masih perlu dukungan dari banyak pihak dalam mewujudkan mimpi-mimpinya.

Orang yang beranjak dewasa memang diharapkan bisa mandiri. Tetapi bukan berarti dibiarkan.  Seorang remaja yang beranjak dewasa pun masih perlu saran, dan masukan, serta dukungan dari orang tuanya. Dukungan itu dapat berupa materil dan immaterial, fisik maupun non fisik. Orang tua memiliki harapan buat anaknya, dan harapan itu harus disampaikan dengan baik, dan dukungan yang diberikan juga diberikan dengan serius agar anaknya dapat mengembangkan diri.

Saya sebagai Ketua Lazismu sangat bersyukur bahwa Pimpinan Muhammadiyah di tingkat Pusat, dan beberapa di tingkat Wilayah dan Daerah memberikan dukungan yang kuat untuk Lazismu sebagai satu-satunya Lembaga Amil Zakat Muhammadiyah. Tapi, saya juga masih melihat di beberapa provinsi dan kota/kabupaten dimana Pimpinan Muhammadiyah belum terlalu serius mendukung kehadiran Lazismu. Beberapa wilayah/daerah belum mengajukan kepengurusan Lazismu, ada yang sudah dibentuk lembaganya, kantornya tidak disediakan dan fasilitas pendukung lainnya juga masih belum bisa diharapkan.

Kalau sudah begitu, jangankan memberikan target capaian terhadap lembaga yang dibentuknya, menyapa (mengordinasikan) pun enggan.  Logikanya begini, bagaimana donatur mau menyumbang dana besar kalau kantor Lazismunya tidak ada, kalau kantornya berada “dipojokan” gedung. Bagaimana seorang donatur mau datang nyaman berkonsultasi tentang zakat bila kantornya “kumuh”. Harus diingat, orang datang ke Lazismu, termasuk donatur, punya harapan dan kepercayaan, dan bukan karena belas kasihan. Itulah tantangan saat ini.

Di balik itu semua, ada banyak kabar baiknya dari Lazismu memasuki usianya yang ke 17 tahun ini. Para amil Lazismu semakin percaya diri dan paham akan tujuan lembaganya. Kegiatannya marak dimana-mana, di desa, tengah kota, sampai daerah terpencil. Layanan kesehatan dengan meggandeng dokter dan perawat meramaikan banyak kegiatan Lazismu. Armada Lazismu berseliweran menebar kebaikan.  Ribuan anak sudah mendapatkan bantuan beasiswa dan keperluan sekolah. Ribuan mahasiswa terbantu membiayai dan menyelesaikan kuliahnya. Kegiatan kemanusiaan juga terus berjalan. Kegiatan dakwah juga berkembang.  Beberapa program Lazismu di berbagai tempat juga semakin canggih dan unik. Kegiatan di tingkat internasional juga kelihatan lebih kasat. Tentu, semua itu dilakukan dengan menggandeng berbagai mitra sesama majelis dan lembaga lainnya yang ada di Muhammadiyah.

Yang lebih penting, Amil semakin paham tata kelola dan pentingnya kepercayaan. Mereka berkembang ke arah sikap yang profesional. Dan, banyak kantor layanan Lazismu yang sudah memasuki proses audit oleh Kantor Akuntan Publik.

Saya yakin semua masih jauh dari sempurna, tapi saya lebih yakin semua berjalan ke arah yang lebih baik.

Selamat berjuang para amil Lazismu dimanapun Anda berada. Mari kita arungi samudra zakat dengan penuh semangat, dan kita gerakkan Lazismu agar menjadi gelombang yang bisa melontarkan perubahan.

17 Tahun Lazismu, semakin luar biasa.

*Ketua Badan Pengurus Lazismu Pimpinan Pusat Muhammadiyah

SELENGKAPNYA
5 Mei 2025

Demi Memenuhi Kebutuhan Hidup, Kerja Keras Serabutan Keluarga Ini Jadi Perhatian Lazismu Kota Medan

Kota Medan – LAZISMU. Bapak Surya Wardana tinggal di Jalan Denai, gang Buntu. Beliau memiliki 3 orang anak dan satu istri, Dengan kondisi rumah rumah sewa, Surya bekerja serabutan dengan penghasilan per bulan kurang lebih Rp.900.000,00. Untuk menghidupi ketiga anaknya tersebut, beliau bersama dengan istrinya mengerjakan pekerjaan apapun yang bisa dikerjakan untuk mencari pundi-pundi rezeki. 
Alhamdulilah, merespons itu, Lazismu Kota Medan menyalurkan bantuan usaha jeruk peras untuk Surya. Selasa (23/7/2019). Bantuan yang diberikan kepada Surya berupa gerobak, staling buah, kursi jualan, alat jeruk peras, termos es, palu, uang tunai dan beberapa kebutuhan lainnya. 
Ibu Elida Hapni, Istri Surya mengungkapkan kesyukurannya karena telah mendapatkan bantuan usaha jual jeruk peras dari Lazismu. Ia juga mengucapkan, terimakasih kepada Lazismu atas bantuan ini. “Terima kasih kepada Lazismu yang telah memberikan saya bantuan kepada kami, sebelumnya saya berjualan juga dengan keuntungan bagi dua, dan sekarang saya dapat modal dan kebutuhan untuk jualan jeruk peras sendiri. Mudah-mudahan dengan diberikan bantuan ini dapat memenuhi kebutuhan keluarga kami dan bisa memperlancar biaya sekolah anak-anak kami,” ungkapnya. 
Sementara Yudha Pratama, salah satu Amil Lazismu Kota Medan menuturkan, pihaknya sudah menjalani penyaluran program 1000 UMKM berupa pemberian modal usaha kepada ibu Elida. 
“Lazismu Kota Medan hari ini telah melaksanakan pentasyarufan penyaluran program 1000 UMKM, dengan kita berikan modal usaha ibu Elida (istri Pak Surya) yang hari ini beliau telah menerima usaha jeruk peras dari Lazismu Kota Medan.
“Dan mudah-mudahan dengan usaha yang diberikan Lazismu Kota Medan akan berbuah manfaat, keberkahan dan menaikkan ekonomi dari ibu Elida (istri Pak Surya). Mudah-mudahan dapat bermanfaat dan dapat dirasakan oleh banyak Mustahik yang ada di Kota Medan,” lanjutnya.
Adanya program 1000 UMKM ini diharapkan mampu merubah sedikit demi sedikit masyarakat Kota Medan yang berada dibawah garis kemiskinan tetapi memiliki semangat untuk merubah kehidupan mereka menjadi lebih baik. (bp)
SELENGKAPNYA
5 Mei 2025

Ajaran Baru Sekolah, Lazismu Beri Bantuan SPP ke Anak Yatim dan Dhuafa

Tulungagung – LAZISMU. Memasuki tahun ajaran baru, Lazismu Tulungagung memberikan bantuan pembayaran SPP kepada anak yatim dan dhuafa di lingkup sekolah Muhammadiyah.

Pada kesempatan itu, bantuan SPP Lazismu diberikan pada siswa SMP Muhammadiyah 1 Tulungagung, Senin (22/7/2019).

"Ada 5 TK ABA, 1 SD Muhammadiyah, 1 SD Aisyiyah dan 1 SMP Muhammadiyah yang 2 siswanya mendapatkan bantuan SPP selama 6 bulan dari Lazismu" Demikian kata Abdul Jalil kepada Lazismu.

Ketua Pengurus Lazismu Tulungagung ini mengatakan, program bantuan ini bekerjasama dengan Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Tulungagung dan Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Tulungagung. Adapun besaran bantuan bervariatif mulai dari 500.000 sampai 900.000. "Ini adalah amanah dari donatur Lazismu, jadi harus kami tunaikan. Dan terimakasih donatur yang telah mempercayakan donasinya melalui Lazismu," katanya.

Sementara itu, Mujtahid, Kepala Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah (MIM) Pagersari Kalidawir mengucapkan Alhamdulillah dan berterimakasih kepada Lazismu.

 "Alhamdulillah dan terimakasih kepada Lazismu beserta donaturnya, semoga bantuan ini bisa menambah semangat siswa dalam belajarnya," ucapnya. (bp)

SELENGKAPNYA
5 Mei 2025
LAZISMU adalah lembaga zakat nasional dengan SK Menag No. 90 Tahun 2022, yang berkhidmat dalam pemberdayaan masyarakat melalui pendayagunaan dana zakat, infaq, wakaf dan dana kedermawanan lainnya baik dari perseorangan, lembaga, perusahaan dan instansi lainnya. Lazismu tidak menerima segala bentuk dana yang bersumber dari kejahatan. UU RI No. 8 Tahun 2010 Tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang

Alamat

Jl. Menteng Raya No.62, RT.3/RW.9, Kb. Sirih, Kec. Menteng, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10340
Jl. Jambrut No.5, Kenari, Kec. Senen, Jakarta Pusat 10430
info@lazismu.org
0213150400
0856-1626-222
Copyright © 2026 LAZISMU bagian dari Persekutuan dan Perkumpulan PERSYARIKATAN MUHAMMADIYAH
cross