

Pekanbaru – LAZISMU. Untuk memberi semangat anak-anak untuk berinfak, Lembaga Amil Zakat Infak Sedekah Muhammadiyah (Lazismu) Pekanbaru bekerjasama dengan SMP Muhammadiyah 2 Pekanbaru berikan motivasi kepada siswa tentang makna berinfak di SMP Muhammadiyah 2, jalan Tengku Bay, Gg Suwadaya, Kelurahan Simpang Tiga, Kecamatan Bukit Raya, Pekanbaru, Jumat (26/7/2019).
Kegiatan ini diisi dengan tausiah yang disampaikan oleh Ustadz Ridhial Qodri, dan pemberian sertifikat, serta hadiah kepada kelas penghimpunan terbanyak dan siswa penghimpunan terbanyak.
Meri Juliana, Kepala Sekolah SMP Muhammadiyah 2 Pekanbaru bersyukur karena dengan kegiatan ini bisa memotivasi siswa-siswa, dan guru-guru SMP Muhammadiyah 2 Pekanbaru untuk semangat berinfak.
"Alhamdulillah kerjasama dengan Lazismu Pekanbaru ini bisa mendatangkan ustadz dari luar sehingga bisa motivasi siswa-siswa kita serta guru-guru untuk bersemangat berinfak," jelasnya.
Ia berharap kegiatan ini terus berjalan agar bisa terus memotivasi anak-anak dan guru-guru untuk berinfak.
Sementara itu, Agung Pramuryantyo, Kepala Cabang Lazismu Pekanbaru mengucapkan terimakasih kepada SMP Muhammadiyah yang telah mendukung Lazismu Pekanbaru dalam penghimpunan program filantropis cilik.
"Hari ini kita mengumumkan kelas maupun siswa-siswa yang memiliki penghimpunan terbanyak dan memberi sertifikat penghargaan dan hadiah kepada mereka, sebagai pemacu anak-anak untuk senang berinfak," jelasnya.
Ia juga berharap, kegiatan ini kedepannya bisa lebih baik, dan dengan adanya Kantor Layanan Lazismu Pekanbaru di SMP Muhammadiyah 2 Pekanbaru bisa membantu siswa-siswa kurang mampu, serta masyarakat yang berada disekitar sekolah.
Ustadz Ridhial Qodri, pengisi acara dalam kegiatan itu menanggapi bahwa program filanstropis cilik yang diadakan di SMP Muhammadiyah 2 Pekanbaru merupakan program yang sangat edukatif dan jarang dibuat oleh sekolah-sekolah lain.
"Program-program seperti ini digalakan dan dilestarikan terus dan kalau perlu memang disetiap sekolah itu memang punya program zakat, karena kebanyakan sekolah itu lebih mengenalkan program tahfizh nya," jelasnya.
Selain itu, ia juga berharap, program ini bisa diikuti oleh sekolah-sekolah lain, khususnya sekolah-sekolah yang berada di kota Pekanbaru. (bp)

Pelatihan ini melibatkan dua unsur narasumber, pertama dari Majelis Tabligh PDM Kota Semarang, dengan materi tentang penyembelihan yang halal dari sisi syar’i. Kemudian dilanjutkan dengan pengenalan bilah pisau yang benar, serta praktik menyembelih dan menguliti secara efektif, yang dibawakan oleh komunitas Juleha (Juru Sembelih Halal).
Antusiasme peserta bisa dirasakan dari keterlaksanaan kegiatan yang semestinya dijadwalkan selesai pukul 13.00 wib, namun masih berlanjut dalam diskusi informal hingga pukul 14.00 wib. Panitia penyelenggara berharap dari hasil pelatihan ini peserta mendapat ilmu yang betul-betul dibutuhkan. Kegiatan yang ditawarkan kepada masyarakat ini ternyata sangat dibutuhkan oleh kalangan tertentu, dalam hal ini juru sembelih, demikian komentar Arga Dahana, Ketua Panitia acara. Kepanitiaan bersama dalam acara ini, Lazismu Kota Semarang melibatkan personil kantor layanan ZIS di tingkat cabang untuk menjalin koordinasi yang efektif antar KL di lingkungan kerja Lazismu.
Rangkaian acara berikutnya adalah pelaksanaan ibadah shalat idul adha. Pelaksanaan shalat ini diselenggarakan di masing masing tempat konsentrasi jamaah. Ada yang terkonsentrasi di masjid, sekolah maupun di majelis pengajian di masyarkat. Pada saat pelaksanaan shalat hari raya ini, Lazismu menekankan agar di semua lokasi jamaah, KL Lazismu harus aktif memberikan pelayanan maksimal kepada seluruh jamaah yang sudah mempunyai niat infaq & shadaqah. Pelayanan tidak terbatas pada safari kotak kardus, namun kantor layanan sudah saatnya mempersiapkan personil yang siap melayani secara fisik dilengkapi dengan meja dan peralatan memadai, didukung dengan alat promosi yang standar.
Tasyrik hari pertama Lazismu Kota Semarang melaksanakan penyembelihan hewan qurban di desa binaan Rowosari, Tembalang. Di musim kemarau seperti sekarang ini, Rowosari adalah salah satu titik rawan kekurangan air bersih. Suplai air ke jaringan pipa PDAM sudah mengalami penyusutan, hingga pelayanan air bersih di Rowosari di lakukan dengan cara droping menggunakan tangki. Beruntungnya masyarakat Rowosari masih mempunyai cadangan air sungai Gede, hingga tiap hari banyak warga yang memanfaatkan air sungai ini untuk mandi dan mencuci pakaian.
Tasyrik hari kedua direncanakan untuk pelaksanaan penyembelihan kurban di Desa Getasan kabupaten Semarang bersama Lazismu Jawa Tengah. Desa ini menjadi obyek pemberdayaan untuk memperkuat system dakwah di masyarakat pedesaan serta membangun ekonomi dan aqidah di kawasan 3T (terluar, terbelakang, tertinggal). Sudah disiapkan satu ekor sapi kurban, disertai bakti sosial pelayanan kesehatan, bagi sembako dan school kit.
Masih ada satu tugas penting Lazismu untuk dilaksanakan, yaitu pendataan qurban. Agar ibadah qurban bisa dijadikan sarana dakwah yang efektif, maka harus didukung dengan data yang detail dan valid. Untuk itulah maka Lazismu harus mempersiapkan SDM dan peralatan pendukung yang berhubungan dengan persiapan pendataan. Kesadaran akan pentingnya data perlu dibangun di semua lapisan masyarakat. Terutama yang terkait dengan kebutuhan dakwah, pendidikan, ekonomi, kesehatan dan semua sendi penting di masyarakat. (cs)

LAZISMU – Sulteng. Dalam langkah kecilnya, Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Palu sedang menginisiasi terbentuknya kantor Lazismu. Ide tersebut telah dibicarakan dengan seluruh pimpinan yang diteruskan ke Lazismu Wilayah Sulteng. Pimpinan Muhammadiyah setempat berharap Lazismu dapat berdiri di Mutiara Khatulistiwa, pada Agustus tahun ini.
Kabar gembira itu diterima tim media Lazismu dari saudara Rudianto selaku perwakilan dari amil Lazismu wilayah Sulteng, Kamis, 1 Agustus 2019. “Jika tidak ada halangan Lazismu Sulteng akan segera merealisasikannya,” katanya.
Kendati belum terbentuk secara resmi, kegiatan PDM di bulan ini berkolaborasi dengan Lazismu wilayah dengan menggalang dana ZISKA bersama. “Karena belum adanya Lazismu di Kota Palu, maka kegiatan penghimpunan ZISKA diserahkan ke Lazismu Wilayah Sulteng,” paparnya.
Dalam kesempatan itu, Sekretaris PDM Kota Palu, Mulkus, mengatakan kabar yang disampaikan saudara Rudianto memang telah lama dibicarakan. “Keinginan PDM Kota Palu untuk mendirikan Lazismu telah lama disampaikan ke Lazismu wilayah melalui saudara Rudianto,” jelasnya.
Apalagi PDM Kota Palu, MIM Alhaq dan Lazismu Sulteng akan segera mengagendakan realisasinya. Sampai berita ini diturunkan, Rudianto selaku Amil Lazismu wilayah Sulteng, belum menginformasikan secara detail perihal waktu pelaksanaan realisasinya.
Di tengah upaya mewujudkannya, Rudianto mengabarkan sedang mendampingi mualaf yang berasal dari Tentena Poso. Bersama Lazismu wilayah, PDM KOTA Palu, berencana juga memberikan bantuan kepada cicit mualaf itu yang kebetulan salah satu siswa MIM Alhaq, Kota Palu. Lazimu berharap, sambung Mulkus dapat memebrikan beasiswa pendidikan untuk cicitnya. (lst)

Di momen ini, umat Islam menghidupkan api semangat dengan berbagi kepedulian dengan menyembelih hewan kurban yang dibagikan kepada fakir miskin. Semangat itu tidak akan berdampak luas jika hanya berhenti di masjid atau tempat-tempat tertentu. Namun, perlu memperluas jangkauannya dengan menyebarkan informasi ajakan berkurban agar dampaknya dapat dirasakan bersama-sama.
Ikhtiar itu dilakukan oleh Lazismu sebagai lembaga amil zakat nasional yang menyelanggarakan program Kurban Untuk kemanusiaan. Selain berkampanye di sosial media, Lazismu juga mengajak umat Islam untuk ikut berkolaborasi menyampaikan pesan sosial dan kemanusiaan di tempat-tempat yang strategis.
Misalnya di acara Car Free Day (CFD), menurut PR Manger Lazismu, Nazhori Author, ruang publik bisa menjadi ruang untuk menyampaikan pesan-pesan sosial ibadah kurban. “Sejak 28 Juli kemarin, Lazismu mendorong ajakan berkurban ke lapisan sosial masyarakat, terutama kaum muslimin,” jelasnya.
Kampenye ajakan berkurban, kata Author, juga bertujuan untuk merespons bergeliatnya ekonomi kelas menengah dan kelas atas, sehingga berkurban tidak berhenti pada ibadah rutin saja, pun di dalamnya dapat mengungkap ikatan sosial yang bisa mendekatkan kaum duafa dan mereka yang beruntung secara ekonomi.
“Selain di Car Free Day, sosialisasi juga dilakukan Lazismu dari 30 Juli sampai dengan 2 Agustus 2019. Lokasinya seperti di Tugu Tani, dan pusat keramaian antara lain di Gondangdia, Taman Suropati, Sunda Kelapa, Warung Buncit, serta kawasan Tebet dan Masjid Istiqlal,” ungkapnya. Author menambahkan, masih ada waktu lagi di CFD untuk sosialisasi ajakan berkurban pada 4 Agustus 2019.
Lazismu sendiri akan menyalurkan kurban di Palestina, Myanmar, dan Yaman. Sementara fokus distribusi kurban di dalam negeri akan disalurkan di kawasan tertinggal, terdepan dan terluar. Termasuk di kawasan Pak Kumis (Padat, Kumuh dan kantong-kantong kemiskinan lainnya). Untuk kantong-kantong kemiskinan, sambung Author, Lazismu akan distribusikan hewan kurban di daerah Wonosobo yang sempat menjadi zona merah kemiskinan di Jawa Tengah dan di NTT yang bekerjasama dengan mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. (LAZISMU)

Jakarta - LAZISMU. Tepat di hari raya Idul Adha, hari yang membahagiakan ini Lazismu bersama Bejo Jahe Merah melaksanakan penyembelihan hewan kurban di kawasan padat, kumuh dan kantong-kantong kemiskinan lainnya (Pak Kumis).
Di tahun ini melalui program Qurban Untuk Kemanusiaan, Lazismu yang berkolaborasi dengan Bejo Jahe Merah melaksanakan penyembelihan di Tanjung Lengkong, Bidaracina, Jatinegara, Jakarta Timur (11/8/2019). Tepatnya di kompleks Masjid Al-Anwar yang di dalamnya ada SD Muhammadiyah 11 Tanjung Lengkong.
Koordinator Pusat Program Qurban Untuk Kemanusiaan Lazismu, Adi Rosadi, mengatakan, kerjasama dengan PT Bintang Toedjoe merupakan kolaborasi yang sudah kesekian kalinya. "Kali ini ditempatkan di daerah Tanjung Lengkong, karena merupakan daerah binaan Lazismu dan merupakan daerah padat penduduk," jelasnya.
Diharapkan, lanjut Adi, dengan adanya distribusi kurban di sini masyarakat dapat merasakan kebersamaan dan kebahagiaan di hari raya Idul Adha, semoga dengan adanya kerjasama yang terus terjalin dapat terus menebarkan kebahagiaan."Adapun penerima manfaat dari 1 ekor sapi berbobot 1 ton ini adalah 500 KK yang terdiri dari 3 RT di kelurahan Bidaracina," pungkasnya.
Soviadi, seorang warga yang juga Ketua panitia kurban, mewakili warga merasa sangat bahagia. "Semua warga bersyukur dapat merasakan daging segar kurban," paparnya. Soviadi yang juga aktif sebagai salah satu pimpinan PCM Jatinegara khususnya Majelis Dikdasmen, mengucapkan terima kasih kepada Lazismu dan PT. Bintang Toedjoe. Soviadi menambahkan, di kompleks SD Muhammadiyah ini warga di sekitarnya tergolong dari keluarga lapisan ekonomi bawah.

"Apalagi siswa-siswinya banyak dari keluarga duafa," tuturnya. Syiar kurban bisa menggaung dari lingkungan Tanjung Lengkong. Sangat tepat jika Lazismu dan PT. Bintang Toedjoe menyalurkan hewan kurban di sini, sambungnya.
Di kompleks kawasan Pak Kumis ini juga Lazismu memanfaatkan tanah wakaf dengan mendirikan masjid Al-Anwar dari seorang muwakif untuk menambah syiar kegiatan sosial dan pendidikan. Lazismu berharap warga di sini, khususnya generasi muda dapat memperkuat gerakan filantropi dan pendidikan karakter melalui momentum kurban.
Direktur Bintang Toedjoe, Simon Jonatan, mengutarakan, brand besar Bejo Jahe Merah yang dihadirkan pihaknya merupakan aksi untuk mendorong dan menggelorakan komitmen berbagi rasa dengan saudara yang membutuhkan tepat di Hari Idul Adha. “Untuk itulah kami bersama Lazismu menjadi terdepan dalam menggemakan nilai penting berbagi kepada sesama.
Seluruh rakyat Indonesia harus ingat kepada sesama dan memberikan zakat dan amal ibadahnya kepada orang-orang yang membutuhkan,” paparnya dalam Konferensi Pers di Kantor PP Muhammadiyah, Yogyakarta, pada Kamis, 8 Agustus 2019.(na)

Yogyakarta –
LAZISMU.
Gerakan filantropi Islam yang terus diaktivasi Lembaga Amil Zakat Nasional,
dalam hal ini Lazismu, kian menggema dengan semangat kemanusiaannya. Di samping
merespons bantuan kemanusiaan di sejumlah daerah di Indonesia dan luar negeri,
Lazismu dengan ciri khasnya mendukung gerakan berbagi yang kolaboratif dengan spirit
memberi untuk negeri.
Pada
Idul Adha 1440 H, melalui progam “Berqurban Untuk Kemanusiaan” masih
melapangkan gerakan kemanusiaan untuk tetap hadir sebagai bagian dari misi intinya.
“Sambil
meneruskan kegiatan-kegiatan kemanusiaan dan respons kebencanaan, Lazismu
mendukung misi ini melalui progam "Berqurban untuk Kemanusiaan” yang akan
disalurkan di kawasan terpencil, terluar dan tertinggal,” kata Hilman Latief,
Direktur Utama Lazismu saat berkolaborasi program kurban bersama Bintang
Toedjoe di Kantor PP Muhammadiyah, Yogyakarta (8/8/2019).
Hilman
mengatakan, selain melakukan bantuan kemanusiaan di kawasan bencana dalam
negeri Lazismu juga akan menyalurkan program kurban di luar negeri seperti di
Rohingya, Myanmar, Bangladesh dan Palestina.
“Langkah
ini ditempuh sebagai misi kemanusiaan di manapun berada Lazismu harus
memberikan yang terbaik dan kemudahan bagi mereka yang membutuhkan dan harus berkorban
untuk kemanusiaan,” paparnya.
Hilman
Latief, mengatakan, berkurban merupakan salah satu pendekatan bagaimana
merumuskan nilai-nilai kemanusiaan itu.
Melalui
nilai kemanusiaan itulah spirit aksi bersama untuk sesama kembali Lazismu
ketengahkan dengan menjalin kolaborasi bersama PT. Bintang Toedjoe, dengan
menghadirkan brand Bejo Jahe Merah. “Kolaborasi ini berkomitmen pada masyarakat
dalam mendukung progam semangat berkurban serentak di 1.000 masjid di seluruh
Indonesia,” pungkasnya.
Kolaborasi
strategis yang dilakukan bersama Bejo Jahe Merah, merupakan kepercayaan Bintang
Toedjoe kepada Lazismu sebagai lembaga terbesar di Indonesia dengan berbagai
progam yang dilaksanakannya.
Direktur
Bintang Toedjoe, Simon Jonatan, mengutarakan, brand besar Bejo Jahe Merah yang
dihadirkan pihaknya merupakan aksi untuk mendorong dan menggelorakan komitmen
berbagi rasa dengan saudara yang membutuhkan tepat di Hari Idul Adha.
“Untuk
itulah kami bersama Lazismu menjadi terdepan dalam mempromosikan akan nilai
penting berbagi kepada sesama. Seluruh rakyat Indonesia harus ingat kepada
sesama dan memberikan zakat dan amal ibadahnya kepada orang-orang yang
membutuhkan,” paparnya dalam Konferensi Pers di Kantor PP Muhammadiyah,
Yogyakarta.
Hadir
dalam kolaborasi program kurban itu, Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir,
jajaran PP ‘Aisyiyah, Haed of Brand Jahe Merah David Herlambang dan Brand
Ambassador Bejo Jahe Merah, Cholidi.
Brand
Ambassador Bejo Jahe Merah, Cholid, mengatakan, kegiatan positif ini sebagai
wujud menyebarkan semangat berkurban. Harapannya ada rantai kebaikan yang
ditularkan agar menjadi salah satu cara menebar manfaat dalam memperingati hari
besar Islam, Idul Ahda di tahun ini,” tandasnya. (na)

