

Senyum bahagia terpancar dari wajah Jayatin (45 tahun). Janda 2 anak ini, mendapatkan bantuan dari sumbangan para donatur berupa rombong dan perlengkapan usaha bakso yang merupakan sumbangan donatur kepada Lazismu, Jumat (06/09/2019).
“Sebelumnya saya jualan gorengan, namun keuntungannya hanya
cukup untuk makan,” ujarnya. Kini, dengan bantuan berbagai fihak, Jayatin bisa berjualan di depan rumahnya, di desa Juwet Wringinanom, Gresik.
Pendapatan Jayatin-pun meningkat, sehingga bisa untuk membiayai kebutuhan dasar dan juga pendidikan kedua putranya yang masih sekolah.
Kepala Kantor Layanan Lazismu Wringinanom Gresik, David
Yulianto mengucapkan terimakasih atas partisipasi donatur membantu Jayatin.”Terimakasih
atas donasi yang diberikan, Jazakumullah Khairan Katsiraan,” ujarnya.

Start writing here...
Lazismu kota Blitar bersama dengan PD. Pemuda Muhammadiyah Kota Blitar menyalurkan bantuan dari para donatur berupa bantuan pendidikan yang diberikan secara tunai kepada pelajar mulai dari siswa Sekolah Dasar sampai Universitas yang berasal dari keluarga tidak mampu dimana para pelajar tersebut memiliki prestasi dan semangat belajar yang sangat tinggi. Program bantuan pendidikan ini dilakukan secara rutin setiap 1 semester sekali. Dalam kurun waktu 1 semerter penerima bantuan pendidikan terpilih 1 anak. Yang terbaru, tepat pada tanggal 28 Agustus 2019 bantuan pendidikan tersebut diberikan secara tunai sebesar Rp 1.000.000 kepada adik Anisa yang merupakan siswi kelas 8 SMP Negeri 1 Kota Blitar. Diharapkan dengan adanya bantuan penyaluran pendidikan yang sedemikian, pelajar kota Blitar yang mempunyai semangat belajar yang tinggi mampu berkompetisi dengan pelajar yang lain tanpa memikirkan beban biaya pendidikan mereka. Maka dari itu, mari kita sukseskan bersama mewujudkan mimpi para pelajar untuk meraih cita-citanya dengan menyalurkan bantuannya ke Lazismu Kota Blitar..

Pendidikan merupakan hak setiap anak. Namun itu yang tidak
dirasakan Muhammad Ibnu As-Farisi (15 tahun). Karena keterbatasan ekonomi,
Faris yang harusnya masih sekolah SMP ini harus menghidupi nenek dan juga
adiknya dirumah.
Ayahnya mengalami gangguan psikologis, sehingga tidak
bekerja, dan ibunya pergi dari rumah. Neneknya, Siti Fatimah terkena diabetes
akut, sehingga saat ini tidak bisa melakukan banyak aktivitas.
“Saya tidak punya kompor, magic jar juga sudah rusak, jadi
untuk makan saya beli di tetangga,” ujar Faris.
Setiap harinya, Faris harus bekerja sebagai karyawan warung makan
dengan gaji Rp. 20.000/hari. “Saya ingin sekolah, namun kondisi ekonomi
mengharuskan saya bekerja,” ujarnya.
Mari kita bantu meringankan kondisi Faris dengan membelikan
kompor, magic jar, tabung gas dan juga sembako untuk mengurangi beban Faris.


Kekeringan bukan suatu hal yang langka lagi bagi masyarakat kabupaten Bojonegoro, setiap tahunya Masyarakat di beberapa kecamatan Di kabupaten Bojonegoro selalu merasakan dampak kekeringan yang di akibatkan panjangnya musim kemarau yang melanda. Tentu saja hal ini merepotkan warga untuk memenuhi kebutuhan air bersih yang biasa di gunakan untuk mandi, cuci pakaian, memasak dll.
Seperti yang terjadi di desa Sumberharjo, Kecamatan Sumberejo hari ini. Rabu, 11 September 2019. Lazismu Bojonegoro menyalurkan air bersih sebanyak 20.000 Liter kepada warga setempat untuk mendapatkan bantuan air bersih.
Kegiatan ini juga di hadiri oleh Ketua Wilayah Lazismu Jawa Timur, Bapak drh. Zainul Muslimin.selain menyalurkan air bersih, lazismu bojonegoro juga bekerja sama dengan warga setempat untuk membangun tandon air yang akan digunakan untuk mengantisipasi kekeringan di tahun-tahun berikutnya. "Untuk tahun depan kita harapkan jauh-jauh hari sebelum musim kemarau kita sudah mempersiapkan segala hal untuk menanggulangi bencana kekeringan ini" Imbuh drh. Zainul Muslimin ketika meninjau waduk di desa setempat.

LAMONGAN - Lazismu Lamongan Jawa Timur intens berupaya memfasilitasi dan mensinergikan program - program sekolah dengan Filantropi.
Caranya, Lazismu Lamongan gencar anjangsana ke sekolah - sekolah untuk menyukseskan program tersebut.
Sekolah pertama yang menjadi rujukan dan contoh, adalah MI Muhammdiyah 04 Brangsi Kecamatan Laren.
Bersama wali murid dan sesepuh Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Brangsi, Lazismu Lamongan mensosialisasikan Program Sekolah Sedekah dalam acara Klinik Madrasah dan Launching Program Filantropi, Jumat (16/8/2019).
Manajer Eksekutif Lazismu Lamongan, Irvan Shaifullah mengungkapkan, bahwa program sekolah sedekah ini tidak hanya berbasis filantropi semata, tapi juga memberdayakan anak anak muda dalam komunitas pembelajaran.
"Sekolah sedekah kami harapkan menjadi platform baru dunia pendidikan terutama di Lamongan, untuk mengintegrasikan filantropi dan pendidikan,"ungkapnya dihadapan 150 peserta yang hadir.
Program yang dapat dimanfaatkan sekolah diantaranya, selain dapat menjadi jembatan penyaluran dan pendayagunaan zakat infaq dan shodakoh (ZIS) adalah game philatropi, sedekah sampah serta program lainnya.
"Dan itu diberdayakan dengan memaksimalkan potensi anak muda setempat maupun Ortom yang tergabung dalam komunitas," ungkapnya.
Apalagi warga Brangsi khususnya, pemberdayaan ZIS sudah jalan, infaq qurban juga sudah tertata dengan baik.
Terbukti pada Idul Adha kemarin mampu memberikan beberapa ekor kambing ke daerah pengembangan ranting, dan cabang melalui Lazismu.
Sementara itu, Sumarianta, Kepala Sekolah MIM 4 Brangsi berterima kasih yang sebesar-besarnya.
" Seperti gayung bersambut, kita sinergikan program sekolah dengan program Lazismu, Insya Allah kami sudah akan mulai bergerak," ungkapnya.
Gerakan ini, tandas Sumarianta, murni untuk kepentingan umat. Gerakan filantropi seperti ini, gerakkan bersama.
"Kembalinya juga akan kepada umat, " katanya.
Anak - anak sejak kecil sudah diajarkan untuk saling tolong menolong, humanis dan itu yang harus dipupuk bersama.
"Saya mewakili guru dan semua wali murid menyambut baik program ini, dan akan langsung bergerak," pungkasnya.

Hidup serba pas-pasan, Gunawan menghidupi seorang istri dan anak-anaknya yang masih belia. Awalnya, ia bekerja sebagai cleaning service sejak 7 tahun yang lalu, namun nasibnya kurang beruntung. Ia terpaksa harus di PHK secara tiba-tiba. Sejak saat itu hidupnya tak menentu, untuk makan sehari-hari pun susah. Bahkan lelaki paruh baya ini harus rela bekerja naik bus Mojokerto-Surabaya, dengan menukarkan botol bekas sebagai pengganti ongkos biayanya.
Gunawan pertama kali datang ke Zakat Center Lazismu Kab. Mojokerto, setelah mendapat memo dan arahan dari Lazismu Jawa Timur. Keinginannya sederhana, ia hanya ingin segera membayar hutang karena jika tidak rumah miliknya terpaksa disita.
8 km jarak dari rumah ke Zakat Center Lazismu, ia tempuh setiap hari dengan sepeda ontel milik tetangganya. Bapak 4 anak itu menceritakan kondisinya yang sedang terlilit hutang dan akan disita rumahnya. Tak perlu waktu lama, amil Lazismu segera menyurvei kediaman Gunawan. Dan benar, keluarga Gunawan hidup dengan keterbatasan dan relatif jauh dari kata layak. Dengan anak-anak yang masih kecil, Gunawan tentu memerlukan pekerjaan untuk menfakahi keluarganya. Akhirnya, bapak 45 tahun ini diberikan kesempatan untuk bekerja di Lazismu Kabupaten Mojokerto sebagai tukang kebun.
Jumat (26/7/19) tim Lazismu Kab Mojokerto kembali mendatangi rumah Gunawan, untuk mengantarkan bantuan ashnaf gharim agar ia segera terbebas dari jerat hutang. Selain itu, bantuan sembako juga turut diberikan guna meringankan kebutuhan sehari-harinya.
Lazismu Kabupaten Mojokerto berencana membantu membeli gerobak untuk membuka usaha gorengan di depan rumahnya. Dengan harapan, pemberdayaan ini dapat mencukupi kebutuhan sehari-hari. Ayo bantu berdayakan Gunawan, salurkan donasi anda melalui Lazismu Kabupaten Mojokerto !

