

PENYERAHAN BEASISWA MENTARI
LAZISMU KABUPATEN TASIKMALAYA
TAHUN PELAJARAN 2019/2020
Beasiswa Mentari adalah Gerakan kepedulian sosial untuk menjamin keberlangsungan Pendidikan melalui pola pengasuhan dalam bentuk beastudi.
Sasaran program merupakan Pelajar (SD, SMP,SMA/SMK) kurang mampu, dengan kriteria:Pelajar Prestasi; Yatim/Piatu; dari Panti Asuhan.
Pendidikan begitu penting kedudukannya dalam Islam. Bahkan orang yang berilmu memiliki derajat yang tinggi di sisi Allah. Program Beasiswa Mentari yang diberikan oleh Lazismu kepada siswa-siswi tingkat SD hingga SMA. Beasiswa Mentari memberikan kesempatan kepada anak-anak yatim, dhuafa dan berprestasi untuk tetap melanjutkan pendidikan hingga jenjang tertinggi.
Program Beasiswa Mentari ini di sertai Pembinaan Akhlak, Baca Tulis Qur’an, Pendampingan Akademi dan Beberap kegian Edukasi setiap sebulan sekali.
Mari dukung program Lazismu Tasikmalaya dengan berdonasi melalui :
Rekening BJB Syariah 5160201026993 atas nama LAZISMU untuk konfirmasi ke nomor 081320658036 (Hasanudin)
Layanan jemput donasi 081312134033 (Tedi Kurnia)
Lazismu Tasikmalaya

Salah satu tujuan berdirinya Lazismu dimaksudkan sebagai institusi pengelola zakat dengan manajemen modern yang dapat menghantarkan zakat menjadi bagian dari penyelesai masalah (problem solver) dibidang ekonomi.
BerasMu merupakan program santunan beras rutin dari Lazismu Jabar yang diberikan kepada warga dhuafa melalui ATM Beras Lazismu. Pembagian beras dilakukan setiap 2 minggu sekali dengan total 10 liter beras per bulan untuk satu orang penerima manfaat. Saat ini tercatat sudah ada 41 orang penerima manfaat ATM BerasMu.
Jazakumullah khairan katsiraa kepada seluruh donatur yang telah menitipkan zakat melalui Lazismu Jabar. "Semoga Allah memberikan pahala kepadamu pada barang yang engkau berikan (zakatkan) dan semoga Allah memberkahimu dalam harta-harta yang masih engkau sisakan dan semoga pula menjadikannya sebagai pembersih (dosa) bagimu." Aamiin
Mari dukung program-program Lazismu Jabar dengan berdonasi melalui rekening berikut:
ZAKAT
▪ BSM 7900089001
▪ BNI Syariah 549607421
INFAQ
▪ BSM 7900069008
▪ BNI Syariah 549607760
DONASI TANGGAP BENCANA (KEMANUSIAAN)
▪ BRI 0005-01-002451-30-0
WAKAF TUNAI
▪BSM 7606006661
▪Bank Mandiri 1300016145925
LAYANAN JEMPUT DONASI via WA 0812-2472-3338
More info:
Lazismu Jawa Barat
Jl. Sancang No.6 Lodaya, Bandung
Tel. (022) 731686
WA. 0812-2472-3338
FB. Lazismu Jabar
IG. @lazismu_jabar


Lembaga Amil Zakat, Infaq dan Shodaqoh Muhammadiyah (Lazismu) bersama Asian Moslem Charity Foundation (AMCF) berkesempatan mendistribusikan air bersih ke beberapa kawasan desa yang dilanda kekeringan air di Kabupaten Lumajang (20/08/19).
Menurut Kuswantoro, Amil Lazismu Kabupaten Lumajang, kali ini dusun
Sido Makmur dan desa Dadapan di kecamatan Gucialit yang terdampak
kekeringan menjadi sasaran pendistribusian air bersih. Tim Lazismu
datang dengan sebuah truk tanki berisi 5.000 liter air bersih.
Warga
desa semenjak pagi hari sudah menunggu kedatangan truk tanki berisi air
bersih di pelataran dusun. Puluhan warga yang kebanyakan adalah ibu-ibu
dengan sabar mengantre guna mendapatkan seember dua ember air bersih.
Guna mempercepat pendistribusian, oleh kepala dusun air bersih
dialirkan dari truk tanki menuju ke bak penampungan yang telah
disediakan. Selanjutnya warga pun mengambil air dari penampungan guna
memenuhi ember yang dibawanya dari rumah.
Lazismu Kabupaten Lumajang dalam sepekan ini gencar menghimpun donasi
dari masyarakat guna memberikan bantuan air bersih bagi warga yang
kekurangan, terutama di kawasan desa krisis air dan lokasinya terpencil
di pelosok kabupaten. Penghimpunan donasi untuk air bersih ini terus
dilakukan oleh Lazismu pada musim kemarau sepanjang tahun ini.
“Semoga kami bisa terus memberikan bantuan kepada warga yang tinggal
di desa-desa yang terlanda kekeringan. Ini juga dalam upaya membantu
pemerintah setempat guna memenuhi kebutuhan warga akan air bersih.
Alhamdulillah, berkat dukungan dari para donatur dan masyarakat luas
kami bisa mengirimkan air bersih bagi warga di beberapa kawasan,” tambah
Kuswantoro.
Selain itu Lazismu juga akan menyasar ke Kecamatan Klakah dan Kedung Jajang. “Kita akan kirim lima truk tanki ke lima dusun dan tiga desa di kedua Kecamatan itu. Juga kecamatan lainnya secara bergantian” pungkas Kuswantoro. (adit)

Penyerahan Beasiswa Sang Surya secara simbolis oleh Lazismu Jabar kepada tiga mahasiswi STIKes ‘Aisyiyah Bandung, dalam acara Wisuda STIKes ‘Aisyiyah Bandung Tahun 2018 di Grand Pasundan Hotel.
Beasiswa Sang Surya merupakan beasiswa bagi anak-anak muda harapan bangsa yang menempuh pendidikan di perguruan tinggi baik strata satu maupun diatasnya. Beasiswa diberikan selama satu tahun penuh meliputi biaya perkuliahan atau biaya hidup selama menjalani masa perkuliahan. Diharapkan dengan adanya beasiswa ini akan memantik asa pemuda-pemuda harapan bangsa untuk meraih pendidikan yang terbaik dan bisa didedikasikan untuk kemajuan bangsa.
Mari dukung program-program Lazismu Jabar dengan berdonasi melalui rekening berikut:
ZAKAT
▪ BSM 7900089001
▪ BNI Syariah 549607421
INFAQ
▪ BSM 7900069008
▪ BNI Syariah 549607760
DONASI TANGGAP BENCANA (KEMANUSIAAN)
▪ BRI 0005-01-002451-30-0
WAKAF TUNAI
▪BSM 7606006661
▪Bank Mandiri 1300016145925
LAYANAN JEMPUT DONASI via WA 0812-2472-3338
More info:
Lazismu Jawa Barat
Jl. Sancang No.6 Lodaya, Bandung
Tel. (022) 7316865
WA. 0812-2472-3338
FB. Lazismu Jabar
IG. @lazismu_jabar

Banyuwangi –
LAZISMU.
Kekeringan yang melanda sejumlah di daerah Jawa Timur mengakibatkan masyarakat
kesulitan mendapatkan air bersih. Awal Juli lalu, Badan Meteorologi,
Klimatologi dan Geofisika, Juanda, telah menyampaikan untuk wilayah Jawa timur,
akan terjadi kekeringan ekstrim, menyusul intensitas curah hujan yang tak
kunjung turun.
Berdasarkan
data, seperti dilansir Antara (4/7/2019), Kasi Data dan Informasi BMKG Juanda
Teguh Tri Susanto, mengatakan, wilayah itu di antaranya Kabupaten Bangkalan, Banyuwangi,
Blitar, Jember, Jombang, Kediri, Lumajang. “Potensi kekeringan juga bisa
terjadi di Kabupaten Magetan, Malang, Mojokerto, Nganjuk, Ngawi, Pasuruan,
Probolinggo, Sampang, Situbondo, Tulungagung,” katanya.
Sampai
hari ini, kekeringan terjadi di sejumlah daerah di kabupaten yang ada di Jawa
Timur. Banyuwangi misalnya, Lazismu dan MDMC Banyuwangi, mendapati Dusun
Kutorejo, Desa Kalipahit, Kecamatan Tegaldlimo, mengalami kriris air bersih.
Keberadaan
sumber air dan sumur warga belum mampu mengatasi persoalan itu. MDMC Kabupaten
Banyuwangi melakukan cek lokasi (assesment),
hasilnya kekeringan ini berdampak signifikan terhadap kehidupan masyarakat
(8/9/2019).
MDMC
berharap dengan distribusi air bersih dapat membantu memenuhi kehidupan
sehari-hari, terutama untuk kebutuhan memasak dan minum," kata Sumarno, Ketua
Tim MDMC Kabupaten Banyuwangi. Di sini, setiap tahunnya 500 warga hidupnya
bergantung pada air bersih saat musim kering tiba.
Respons
cepat dilakukan MDMC, sebanyak 20 personel dari berbagai unsur diturunkan untuk
melaksanakan bantuan distribusi air bersih bagi warga yang tersebar di 3 RW
(Rukun Warga). MDMC Kabupaten Banyuwangi, Lazismu Banyuwangi, Pimpinan Ranting
Muhammadiyah Kutorejo, KOKAM dan Pemuda Muhammadiyah Cabang Tegaldlimo berangkat
ke lokasi dengan 2 unit mobil tangki milik Depo Bumdes Kalipahit sebagai sarana
transportasi.
Di
Banyuwangi, Lazismu dan MDMC sudah beberapa kali mendistribusikan bantuan air
bersih untuk kebutuhan warga, terakhir kali saat bencana banjir bandang. Namun
untuk krisis kekeringan kali ini, MDMC menemui kendala, mobil tangki distribusi
yang berisi 8000 liter air terhambat karena akses jalan yang rusak. Apalagi jarak
tempuh dari sumber air terlampau jauh, dengan jarak 20 kilometer.
MDMC
Kabupaten Banyuwangi mengimbau kepada warga untuk menghemat penggunaan air,
dikarenakan musim kemarau panjang di Banyuwangi wilayah selatan diprediksi masih
berlanjut. Di samping itu, kehadiran bantuan distribusi air bersih ini bersama
Lazismu sebagai bentuk kepedulian bersama untuk saudara-saudara kita yang
sedang dirundung bencana kekeringan.
Sumber:
(andre/muhammadiyah.or.id)

Parepare – LAZISMU.
Satu bulan ibu Nursaidah terbaring di gubuk bekas pos ronda. Bu Nur begitu
warga Lauleng, Kecamatan Soreang memanggilnya, yang setiap harinya sebagai
pembuat batu merah. Dia terpaksa tidak bisa bekerja lagi setelah mengetahui
dirinya sakit ginjal setelah berobat di rumah sakit.
Bu
Nur sebagai tulang punggung keluarga karena suaminya merantau entah ke mana dan
harus membiayai seorang putra bungsunya yang masih duduk di kelas tiga Sekolah
Dasar Negeri (SDN) 82, Parepare.
Dia
menceritakan, sakit ginjal yang dideritanya sudah empat kali cuci darah. “Terpaksa
berhenti bekerja karena penyakitku ini, saya hanya dirawat anak bungsu saya, saiful
namanya setiap pagi sebelum berangkat ke sekolah,” katanya.
Saiful
yang membantu mencuci, selain itu membersihkan kotoran selepas buang air besar
dan kecil. Bu Nur menambahkan, setelah itu baru berangkat sekolah berjalan kaki
karena tidak punya uang untuk naik kendaraan.
Tinggal
di gubuk ini bukan pilihannya. Dulunya pos ronda warga, karena rumah yang
ukuran 2 x 3 meter sebelumnya sudah rusak parah. Warga merelakan pos ronda untuk
digunakannya sebagai tempat tinggal. Warga menolong agar Bu Nur agar dapat
tinggal dengan nyaman dibandingkan di rumahnya yang sudah rusak para, ungkap
salah seorang tetangga kepada Amil Lazismu Parepare.
.jpeg?access_token=b01039ea-554b-44e5-8783-14470d07fe69)
Saiful
Amir, Sekretaris Lazismu Parepare didampingi Rosmala Dewi, amil Lazismu
mengunjungi rumah Bu Nur pada, Jumat, 13 September 2019, sekitar pukul 10.30 WITA
bersama rombongan Guru SDN 82 tempat Saiful, putra Bu Nur.
Lazismu
menyerahkan sejumlah bantuan berupa bahan makanan dan donasi dari hasil gerakan
program Filantropis Cilik yang ada di sekolah-sekolah Kota Pare-pare.
"Ini
bukti sangat bermanfaatnya program sedekah jumat Lazismu di sekolah lewat
Filantropis Cilik. Meski dihimpun dari uang receh, sangat bermanfaat untuk
orang lain. Lazismu mengucapkan terima kasih kepada para kepala sekolah yang
telah terlibat dalan gerakan berbagi ini, kata Rosmala yang juga Ketua Fundraising
Lazismu Parepare.
Saiful
dengan terharu memohon kepada para dermawan agar menolong orangtuanya. “Mamaku sakit,
saya berharap mama bisa sembuh sehingga saya tetap bisa sekolah, ungkap Saiful yang
dikenal tergolong anak berprestasi di sekolahnya.
Setelah
melihat kondisi itu, Lazismu segera akan menggalang donasi kembali untuk membedah
rumah Bu Nur. Para dermawan bisa berpartisipasi berdonasi untuk mengulurkan
bantuannya.
Sementara
itu, Hj. Erna Rasyid Taufan, Ketua Lazismu Parepare telah mendapat laporan ini,
sangat mendukung rencana bedah rumah
ini. "Kami terharu mendengar informasi ini, saya dukung rencana bedah
rumah tersebut, dan mengajak para donatur meringankan masalah Bu Nur. “Tidak
ada yang berat kalau kita bersama-sama untuk berbagi kepada yang membutuhkan, kata
Erna. (sf)

