Berita

Ikuti kabar terbaru dari Lazismu. Lihat laporan penyaluran, kisah inspiratif penerima manfaat, dan dampak nyata dari ZIS Anda

Pemulihan Kondisi Psikologis Pengungsi Wamena Perhatian Utama MDMC

Jayapura – LAZISMU.  Pascaperistiwa yang melumpuhkan aktivitas utama warga Wamena pada Senin 23 September kemarin, berdampak pada ribuan orang yang mengungsi dan eksodus dari wilayah Wamena. Para pengungsi masih berada di lokasi pengungsian di Jayapura, Muhammadiyah melalui Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Indonesia yang didukung penuh Lazismu ikut terlibat dalam penanganan pengungsi Wamena.

Di Jayapura sendiri para pengungsi ditampung
di beberapa lokasi pengungsian sebelum mereka kembali ke daerah asal di luar
Provinsi Papua. Koordinator Pos Koordinasi Muhammadiyah, Suparman, mengabarkan,
penanganan pengungsi kali ini dilakukan sejak awal kejadian.

“Muhammadiyah Jayapura telah memberikan bantuan kepada para pengungsi Wamena, yang disalurkan kepada pengelola tempat pengungsian seperti di Aula Lapangan Udara (Lanud) dan Aula Batalyon 751/Raider,” katanya. Selain itu, Muhammadiyah juga memberikan santunan kepada para korban terluka yang saat ini masih di rawat di RSUD Dok II Kota Jayapura”, pungkasnya.

Apa yang dilakukan Muhammadiyah Jayapura ini merupakan bagian dari kepedulian sosial sesama umat manusia. Bantuan untuk para korban bencana tanpa memandang perbedaan etnis dan agama. Hal ini pula yang ditegaskan oleh Tri Mulyadi Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Jayapura, bahwa keberadaan Muhammadiyah selain mengelola pendidikan juga memberikan bantuan kemanusiaan.

“Kehadirannya dalam setiap kejadian bencana memerhatikan
para warga terdampak. Saat banjir bandang tahun lalu di Sentani misalnya, MDMC memberikan
bantuan yang sebagian besar warga asli Papua dan bukan beragama Islam, semua
mendapat bantuan, begitulah ajaran yang kami yakini untuk berbagi dan menolong”,
paparnya.

Muhammadiyah Jayapura memberikan bantuan pada pengungsi, lebih memperhatikan aspek-aspek non-fisik terutama kebutuhan psikologis. Strategi ini dipilih karena sudah banyak lembaga sosial dan masyarakat yang memberikan bantuan dalam bentuk barang sudah banyak.

Naibul Umam dari MDMC Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, yang hadir langsung mendampingi mengatakan, Muhammadiyah mengambil peran sesuai kebutuhan pengungsi (5/10/2019). “MDMC telah melakukan kajian kebutuhan dan pilihannya memberikan bantuan dalam bentuk pemulihan kondisi psikologis pengungsi. Sasarannya anak- anak sehingga kami memutuskan untuk memberikan bantuan berupa permainan anak-anak dan buku buku bacaan seperti majalah dan komik”, jelasnya.Tidak hanya itu, relawan MDMC juga merespons para pengungsi yang berada di rumah sakit setempat untuk memberikan dukungan secara psikologis.

Sebagian besar pengungsi, lanjut Umam berasal
dari Sumatera, Sulawesi dan Jawa yang ditampung sementara di lokasi-lokasi
pengungsian sebelum mereka kembali ke daerah asal masing-masing. MDMC juga
memerhatikan betul asupan gizi yang dibutuhkan para pengungsi. Salah satunya
dengan mengirimkan bantyuan berupa buah-buahan. (nu/na)

SELENGKAPNYA
5 Mei 2025

Isteri Walkot Parepare Galang Donasi Wamena dan Disalurkan Melalui Lazismu

Parepare - LAZISMU. Tragedi Kemanusiaan yang menyayat hati menimpa perantau yang ada di Wamena Propinsi Papua memantik rasa solidaritas dan empati dari banyak kalangan tidak terkecuali dari warga kota Kelahiran Presiden BJ Habibie ini.

Aksi Simpatik berupa penggalangan donasi untuk Wamena ini dipimpin lansung oleh Erna Rasyid Taufan,SE,M.Pd selaku istri Walikota dengan melibatkan organisasi yang dipimpinnya yakni Tim Penggerak PKK, Dharma Wanita,Dekranasda, FKPPI,FKCA, BKMT,DEKRANASDA,Majelis Anak Saleh dan Lazismu Parepare.
Metode penggalangan donasi dilakukan tidak seperti yang dilakukan  khalayak umum ini agak spesial karena dengan Bazar dengan melelang Soto yang racikannya dibuat lansung oleh Ketua Tim penggerak PKK yang dikenal selaku muballighat kondang ini.

Setelah berusaha maksimal galang donasi dalam sekejap terkumpul dana sebesar Rp....  dan diserahkan melalui Lazismu Parepare untuk menyalurkan kepada warga yang menjadi korban konflik yang ada di Wamena.
"Ini adalah bentuk kepedulian masyarakat Parepare yang ada di Wamena Papua, karena disana banyak orang Sulawesi Selatan khususnya orang Parepare yang menjadi korban terdampak dan menjadi pengungsi, Semoga dengan ikhtiar dan partisipasi keluarga besar Parepare bisa menghibur sekaligus meringankan derita saudara kita yang ada disana, terima kasih saya sampaikan kepada seluruh warga parepare yang telah terlibat dalam gerakan kemanusiaan ini semoga berkah Ungkap Erna Rasyid Taufan.

Penyerahan donasi ini dilaksanakan dengan momen serah terima Rumah Berkah Lazismu untuk ibu Nur pada 4 Oktober 2019 oleh ketua Dharma Wanita Parepare  Erni Erawati yang tidak lain adalah istri Sekda Parepare dan diterima oleh Sekretaris Lazismu Parepare Saiful Amir.

"Insya Allah donasi ini akan kami teruskan kepada para korban dengan perantara Lazismu Papua bersama kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) yang ada di Papua.terima kasih atas amanahnya kepada Lazismu Parepare ungkap Saiful. (sa)

SELENGKAPNYA
5 Mei 2025

Fikih Bencana dan Ajakan Berdonasi ke Lazismu Diungkap Pengajian PDM Kota Jayapura

Jayapura –
LAZISMU
.
Di sela-sela menggerakan relawan di lokasi pengungsian, MDMC menyempatkan waktu
hadir dalam pengajian rutin Ahad pagi Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota
Jayapura. Dalam kesempatan itu, Naibul Umam dari MDMC Pimpinan Pusat (PP)
Muhammadiyah menyinggung soal peran Muhammadiyah dengan mendirikan lembaga
penanggulangan bencana.

 

Muhammadiyah
memandang penting urusan penanggulangan bencana sebagai bagian dari mewujudkan
maksud dan tujuan Muhammadiyah. Eksistensi MDMC sangat ditentukan oleh komitmen
warga Muhammadiyah dalam menjalankan kerja-kerja kemanusiaan di manapun berada
karena sejatinya semua adalah relawan Muhammadiyah, demikian Umam mengakatan
dalam pengajian itu.

 

Muhammadiyah
telah menerbitkan buku Fikih Kebencanaan, isinya menjelaskan konsepsi teologis
dan praksis-implementatif penanggulangan bencana. Umam menjelaskan, buku yang
disahkan oleh Majelis Tarjih ini disusun bersama MDMC dan telah diterjemahkan
dalam bahasa Inggris.

 

Kehadiran
buku tersebut mendapatkan apresiasi dari berbagai kalangan sebagai buku penting
yang dapat dijadikan pedoman umat Islam dalam memaknai bencana sekaligus
mekanisme mengelola risiko bencana.

 

"Bencana
bisa menjadi wahana untuk koreksi diri, bahwa masih banyak kesalahan dalam
mengelola hubungan manusia dengan alam. Realitas yang kasat mata bisa kita
deteksi tetapi kerap kita ini abai dengan tanda-tanda alam tersebut dan sering
terlambat mengantisipasinya," papar Umam.

 

Pengajian
yang dihadiri kurang lebih 100 jamaah warga Muhammadiyah di aula SMP
Muhammadiyah Kota Jayapura (6/10/2019), ini melibatkan semua unsur pimpinan,
majelis/lembaga dan ortom. Sukaryanto, Ketua PDM Kota Jayapura, mengatakan, pengajian
ini diselenggarakan setiap Ahad pagi dan telah berlangsung selama kurang lebih
lima tahun.

 

Pengajian
dimaksudkan untuk menjalin silaturahim dan konsolidasi warga Muhammadiyah di
Kota Jayapura. "Disadari bahwa sekarang ini potensi Muhammadiyah semakin
terlihat ditandai dengan semakin banyaknya jumlah AUM (amal usaha Muhammadiyah)
yang berdiri di Kota Jayapura. Karena itu untuk memupuk komitmen dan sekaligus
peningkatan wawasan keagamaan warga Muhammadiyah  maka pengajian ini kami selenggarakan secara
rutin," jelasnya.

 

Pengajian
kali ini agak istimewa bersamaan dengan momentum kejadian konflik sosial di
Wamena di mana ribuan warga harus menjadi pengungsi di berbagai tempat di
Jayapura. Dalam kesempatan ini, Suparman selaku 
Koordinator Poskor Muhammadiyah mengajak jamaah pengajian untuk membantu
kegiatan penanganan pengungsi dengan melakukan penggalangan dana. "Mari
kita gelorakan gerakan infak dan sedekah melalui Lazismu untuk mendukung
program penanganan pengungsi. Kita harus menyadari, situasi dan kondisi yang
tidak menentu ini. Sehingga Muhammadiyah harus bisa mengantisipasi berbagai hal,"
tegasnya.

 

Selesai
pengajian acara dilanjutkan dengan pelatihan manajemen bencana bagi relawan
Muhammadiyah Jayapura. Diperkirakan 30 peserta akan mengikuti kegiatan ini
sejak pagi hingga sore dan akan dilanjutkan esok hari. (nu/na)

SELENGKAPNYA
5 Mei 2025

Relawan MDMC Pendamping Pengungsi Warga Wamena di Pengungsian Mayoritas Anak-anak Muda

Jayapura – Lazismu.  Ribuan
pengungsi Wamena yang ditampung di beberapa lokasi di Jayapura kini kondisinya
berangsur membaik setelah mendapatkan pendampingan dari relawan kebencanaan
yang datang ke lokasi pengungsian. MDMC juga turut memberikan bantuan kepada
para pengungsi tersebut. Relawan MDMC melakukan kegiatan kemanusiaan ini dengan
khidmat serta didukung penuh oleh Lazismu.

Di lapangan mereka berbagi peran dalam menjalankan tugasnya, antara lain melakukan pendataan pengungsi, menyediakan barang bantuan, melakukan koordinasi dengan berbagai pihak, mengunjungi korban yang dirawat di rumah sakit dan mendampingi anak-anak di lokasi pengungsian.

Wahyu Shaqti Ramadhani, misalnya, mahasiswa ini turut ambil bagian dengan tugas melakukan survei kebutuhan pengungsi. “informasi yang kami cari seputar kebutuhan pengungsi, mana yang prioritas kebutuhannya itu yang di data,” katanya saat berada di lokasi pengungsi di Jayapura,”

Kebutuhan paling penting setelah survei adalah pemulihan psikologis bagi anak-anak, maka kami segera keliling Jayapura mencari toko-toko penjual mainan anak anak. Setiap toko kami kunjungi, bila perlu bertemu langsung dengan pemilik toko agar mereka bersedia memberikan harga yang lebih murah karena ini untuk kegiatan sosial kemanusiaan,” tuturnya.

Selain Wahyu, masih ada relawan lain yang mendapatkan peran serupa, yakni Zulkarnain Muslim Asrialdo. Pemuda yang sehari-hari bekerja sebagai staf di KPU Jayapura. Dirinya mengaku mendapatkan tugas untuk mengelola urusan kesekretariatan.

“Saya mendapatkan tugas menyiapkan kebutuhan administrasi dan kesekretariatan, seperti menyediakan spanduk dan lain-lainnya. Termasuk mencari tempat penyedia jasa pembuatan spanduk dengan cepat karena kebutuhan yang darurat dan mendadak,” katanya. Beberapa tempat harus saya datangi, kadang saya harus menunggu agar proses berjalan cepat dengan hasil yang maksimal,” bebernya.

Masih banyak anak-anak muda yang terlibat dalam penanganan pengungsi Wamena di Jayapura ini bersama MDMC. Mereka berasal dari berbagai perguruan tinggi negeri dan swasta, bahkan ada yang masih berstatus sebagai pelajar SMA. Keterlibatan mereka atas keinginan pribadi sebagai bagian dari panggilan kemanusiaan setelah melihat ribuan pengungsi Wamena yang datang ke Jayapura.

Mereka pula yang turut menggerakkan kegiatan Pos Koordinasi Muhammadiyah Jayapura. Suparman selaku Koordinator, mengatakan, keberadaan relawan ini sangat penting sebagai penggerak. Mereka pula yang pernah ikut terlibat dalam penanganan bencana banjir bandang Sentani tahun lalu. Kiprahnya jelas karena tenaga dan pikiran mereka untuk mempercepat proses pengelolaan bantuan dan lain-lain,” katanya.

Di Jayapura ini ratusan relawan dari berbagai organisasi sosial kemasyarakatan turut ambil bagian dalam pendampingan pengungsi. Mereka membantu pengungsi mendapatkan kebutuhan dasar. Sebagian berasal dari Jayapura dan sebagian yang lain berasal dari luar Jayapura. Semuanya bersinergi menjalankan misi kemanusiaan.

Sebagaimana dikatakan Naibul Umam dari MDMC Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah (5/10/2019), selama ini pengelolaan penanganan pengungsi di semua lokasi bencana di Indonesia melibatkan relawan yang berasal dari anak-anak muda  Muhammadiyah. Peran mereka sangat penting, seolah tidak tampak, padahal tanpa mereka semua lini tidak akan bergerak. Mobilitasnya  tinggi, sehingga  kemampuan komunikasi yang baik dengan setiap orang ada dalam diri anak-anak muda ini, sambungnya. (nu/na)

SELENGKAPNYA
5 Mei 2025

Lazismu RSIJ Pondok Kopi Gelar Bakti Sosial dan Layanan Kesehatan di Cileungsi

Bogor
– LAZISMU
.
Rumah Sakit Islam Jakarta (RSIJ) Pondok Kopi, sebagai amal usaha di lingkungan
Muhammadiyah kembali melaksanakan bakti sosial dan layanan kesehatan kepada
masyarakat yang membutuhkan. Peran ini sering dilakukan RSIJ Pondok Kopi
bersama dengan Lazismu RSIJ Pondok Kopi sebagai bentuk pengabdian dan pelayanan
kepada masyarakat.

Lokasi bakti social kali ini dilaksanakan di Cileungsi, Bogor, Jawa Barat, lokasinya di Masjid Jami Rabiatul Adawiyah, kompleks Perumahan Umum Grand Nusa Indah. Acara berlangsung pukul pkl. 07.00 s.d 12.00 WIB, pada Ahad, 8 September 2019.

Selain amil Lazismu yang diterjunkan, tim medis dari RSIJ Pondok Kopi turut ke lapangan memberikan layanan kesehatan kepada warga setempat. Dokter yang betugas terdiri dari dr. Rendy Septian Pratama dan dr. Kusuma Ramadhani yang dilengkapi bagian apoteker untuk melayani warga yang menerima manfaat dengan resep dokter berupa obat yang telah disediakan.

 
Dalam sambutannya, Basuki Sudarwo selaku yang mewakili Ketua Lazismu RSIJ Pondok Kopi mengatakan, sangat bahagia dan senang Lazismu dapat berbagi untuk sesama. Tidak hanya bakti social, di sini kami dapat melayani masyarakat yang tidak dalam kondisi sehat untuk memperoleh layanan kesehatan.    

 

Warga
dapat berkonsultasi tentang keluhan yang dialaminya sehingga tim dokter dapat
membantu memberikan pemeriksaan dengan resep dokter yang telah dicatat oleh tim
medis.

 

Berdasarkan
data di lapangan, sebanyak 79 orang menerima manfaat dari kegiatab bakti social
ini. Dokter Rendy mengatakan, kebanyakan penyakit yang dialami warga keluhannya
penyakit pegal-pegal, masuk angina, darah tinggi dan koresterol.

 

Sementara
itu, Rizal selaku amil di divisi Sosial dan Ekonomi mengatakan, mengapa daerah
ini dijadikan lokasi bakti social, karena Lazismu mengaggap di daerah ini masih
banyak warga tidak mampu yang membutuhkan bantuan terutama akses terhadap
kesehatan. (na)

 

 

 

SELENGKAPNYA
5 Mei 2025

Pascagempa Maluku, MDMC-Lazimu Dampingi Pengungsi di Tenda Pengungsian di Pulau Seram

Maluku – LAZISMU. Pengungsi korban
gema Maluku yang berada di tenda-tenda pengungsian Pulau Seram Bagian Barat,
sampai hari ini masih dalam proses pendampingan dan layanan yang diberikan oleh
 Muhammadiyah Disaster Management Center
(MDMC) dan Lazismu. Di Desa Liang, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah,
kurang lebih 70 relawan MDMC dan Lazimu masih melayani para pengungsi (7/10/2019).

 

Seperti
disampaikan Muhammad Taher Killwo selaku Koordinator Relawan MDMC-Lazimu,  upaya tanggap bencana telah menetapkan tiga
pos bantuan, satu di antaranya berperan sebagai posko induk. “Di lapangan terbagi
atas tiga kelompok utama yang mendirikan posko. Masing-masing posko didirikan
dengan fungsi dan perannya masing-masing,” katanya.

 

Taher
mengatakan, ada dua posko lainnya yang didirikan, khusus untuk layanan kesehatan.
Posko itu didirikan di dua lokasi berbeda sesuai kebutuhan, karena sasaran daerah
itu dinilai dengan tingkat keparahan yang rumit.

 

Posko
kesehatan itu, lanjut Taher, terletak di tengah pemukiman pengungsi. Adapun
posko logistik yang berperan sebagai tempat bahan makanan atau bahan dasar
kebutuhan masyarakat ditetapkan sebagai posko induk yang letaknya di halaman Masjid
Pesantren Al-Ansor, Desa Liang.

 

Di
sini posko kesehatan MDMC dan Lazimu, dibagi dua, yakni di Desa Liang tepatnya
di gunung Bunbun dan di Dusun Walare Ujung Batu, Desa Wai. Soal distribusi
bantuan Taher mengatakan, selama pelaksanaan tanggap darurat, tim relawan tidak
mendapati masalah berarti. Namun, masyarakat membutuhkan beberapa bahan seperti
terpal, sementara posko induk kehabisan stok.

 

Permintan
itu menyusul hujan lebat yang mengguyur pulau Ambon beberapa hari kemarin,
sedangkan ketersediaan terpal tidak mencukupi karena digunakan oleh para
pengungsi. Secara khusus, penyaluran bantuan melalui posko induk menerima
masyarakat korban pengungsian yang bertandang ke posko induk untuk mengambil
ketubutuhan bahan pokok.

 

Sementara
penyaluran secara massal oleh Lazismu-MCDM nantinya setelah tim relawan selesai
mengindentifikasi pengungsi sesuai kebutuhan. Taher mengaku, data yang telah dikantongi
mancapai kurang lebih 3 ribu jiwa. “Jumlah itu sudah meliputi anak-anak dan
lansia,” pungkasnya.

 

"Saat
ini, di posko induk relawan sedang melakukan packing paket bantuan. Penyaluran belum dilakukan, karena menunggu
data hasil identifikasi tim relwan di lapangan. Adapun yang aktif disini posko
kesehatan yang melakukan pelayanan tiap hari,” tandasnya.

 

MDMC
dan Lazismu mengucapkan terimakasih kepada semua pihak, yang telah menunaikan
donasinya dan mempercayakan kepada Muhammadiyah sebagai tempat tujuan berbagi  untuk membantu warga yang terdampak.

 

Ditegaskan
bahwa MDMC dan Lazimu juga mendirikan posko kesehatan dan logistik di wilayah
Kairatu, Kabupaten Seram Bagian Barat tepatnya di Desa Kelapa Dua. Posko
tersebut dikelola langsung pengurus Lazimu Pusat hasil kerja sama dengan SMA
Muhammadiyah Kelapa Dua. (rul)

SELENGKAPNYA
5 Mei 2025
LAZISMU adalah lembaga zakat nasional dengan SK Menag No. 90 Tahun 2022, yang berkhidmat dalam pemberdayaan masyarakat melalui pendayagunaan dana zakat, infaq, wakaf dan dana kedermawanan lainnya baik dari perseorangan, lembaga, perusahaan dan instansi lainnya. Lazismu tidak menerima segala bentuk dana yang bersumber dari kejahatan. UU RI No. 8 Tahun 2010 Tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang

Alamat

Jl. Menteng Raya No.62, RT.3/RW.9, Kb. Sirih, Kec. Menteng, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10340
Jl. Jambrut No.5, Kenari, Kec. Senen, Jakarta Pusat 10430
info@lazismu.org
0213150400
0856-1626-222
Copyright © 2026 LAZISMU bagian dari Persekutuan dan Perkumpulan PERSYARIKATAN MUHAMMADIYAH
cross