Berita

Ikuti kabar terbaru dari Lazismu. Lihat laporan penyaluran, kisah inspiratif penerima manfaat, dan dampak nyata dari ZIS Anda

Kado Hari Listrik, YBM PLN Berkolaborasi dengan Lazismu Serahkan Gerobak Barokah

Parepare – LAZISMU. Senyum bahagia terlihat
di wajah kelima wanita pedagang kaki lima. Bukan main gembiranya, mereka mendapatkan
gerobak jualan dari Yayasan Baitul Maal PT PLN UP3 Parepare yang berkolaborasi dengan
Lazismu Parepare.

Penyerahan Gerobak Barokah bertepatan dengan hari Sumpah Pemuda dan Hari Listrik Nasional, 28 Oktober 2019 di Lapangan Upacara Kantor PT PLN, di Jalan Veteran, Kota Parepare. Usai upacara Hari Listrik Nasional melalui Plh, didampingi Ketua YBM, Mursidik Hasan dan disaksikan segenap karyawan yang menjadi peserta upacara.

 

Plh
Kantor UP3 PLN menyampaikan, ini gerobak merupakan persembahan dari PLN dan
Lazismu, dalam program pemberdayaan ekonomi, yang diperuntukan bagi mereka yang
masih kecil usahanya sebagai wujud kepedulian pengembangan UMKM dengan skema
pembiayaan dari dana zakat karyawan PLN.

 

“Setiap
bulannya, gaji karyawan PLN dipotong 2.5 % dan hasilnya hari ini kami serahkan
kepada 5 orang ibu-ibu yang selama ini menjual dengan cara menyewa gerobak,”
pungkasnya. Sekarang mereka tidak lagi menyewa. Melalui Gerobak Barokah ini, buat
para ibu penerima program ke depannya dapat memperbaiki kehidupan ekonomi. Diharapkan
juga mereka bisa berzakat minimal berinfak, ungkapnya.

 

Ketua YBM PLN UP3 Parepare, Mursidik Hasan mengungkapkan, program hasil kerjasama dengan Lazismu Kota Parepare, dilakukan dengan kegiatan survei dahulu. Calon penerima dinilai secara ketat kelayakannya berdasarkan kriteria. “Kelima ibu-ibu ini layak menjadi penerima,” tandasnya.

 

Ada
2 syarat yang wajid dipenuhi, pertama calon penerima termasuk tidak mampu
secara ekonomi. Kedua memiliki kecakapan dan niat yang kuat untuk menjual. Hal
itu, dibuktikan telah ada usahanya meski statusnya sewa dan Lazismu akan
melakukan pendampingan dan pemberdayaan usaha.

 

Sekretaris
Lazismu Parepare, Saiful Amir, mengakui, para penerim manfaat wajib mengikuti
pengajian rutin dari Lazismu untuk pembinaan spiritual keagamaan juga
pendampingan usaha dan monitoringnya. “Kelak diharapkan mereka juga mengelola
usahanya secara baik dan jika punya keuntungan bisa berinfak dan berzakat
melalui Lazismu,” tuturnya.

 

Ketua
Lazismu Parepare, Erna Rasyid Taufan, mengungkapkan, di tengah kesibukannya
dalam melansungkan pernikahan putri pertamanya tetap mengapresiasi program
kerjasama ini. Kami ucapkan terima kasih kepada pihak PLN yang telah
menggandeng lazismu Parepare dalan pengembangan program UMKM. “Semoga ini
membantu pemerintah untuk menyejahterakan rakyat Parepare,” ungkapnya.

 

Kelima
penerima manfaat berterima kasih kepada PLN dan Lazismu karena dengan Gerobak Barokah,
sudah bisa menjual tanpa harus sewa. “Selama ini saya harus sewa gerobak
sebanyak Rp 350 ribu setiap bulan, ada juga yang sewa setiap pekan, kata Syamsiah
dengan wajah terharu. (sf)

SELENGKAPNYA
5 Mei 2025

Ujian Mursyidah, Sebelum Suaminya Berpulang, Dia Sempat Datangi Kantor Lazismu

Lhokseumawe - LAZISMU.
Mursyidah, janda tiga anak sedang berhadapan dengan hukum. Dia menjadi terdakwa
dalam perkara dugaan perusakan pangkalan elpiji 3 Kg. Beberapa hari namanya
sempat viral yang menyita banyak perhatian masyarakat. Kini proses hukumnya
sedang berjalan di Pengadilan Negeri (PN) Lhokseumawe terkait agenda vonis saat
sidang (5/11/2017).
 

Karena
mengundang perhatian, mahasiswa menggelar aksi di depan PN agar Musryidah
dibebaskan. Berbagai kalangan lainnya ikut mengawal proses sidangnya, antara
lain Senator asal Aceh, H Sudirman alias H Uma, dua Wakil Ketua DPRK
Lhokseumawe, Irwan Yusuf dan T. Sofianus, serta unsur elemen masyarakat
lainnya.

 

Menurut
pantauan Lazismu di Lhokseumawe, majelis hakim menvonis Mursyidah dengan hukum
percobaan saja. Kabar itu disambut suka cita semua pihak yang selama ini terus
mengadvokasi Mursyidah. Lazismu juga mengabarkan, jika suami Musryidah telah
berpulang dua pekan lalu. Mursyidah harus menghidupi ketiga anaknya yang kini
telah menjadi yatim.

 

Menurut
Ketua Lazismu Lhokseumawe, Farhan Zuhri, timnya telah berkunjung ke rumah
Mursyidah (6/11/2019).  Di rumahnya, kata
Farhan, Mursyidah menceritakan tentang suaminya yang sedang sakit parah.
Sedangkan dirinya sedang berhadapan dengan hukum. Di samping itu, dia harus
berjuang untuk bisa menafkahi ketiga anaknya yang masih kecil.

 

Satu
pekan sebelum suaminya meninggal, Mursyidah sempat mendatangi Kantor Lazismu
Lhokseumawe. Mursyidah pun sempat mengutarakan berbagai hal kepada amil
Lazismu. "Kondisi rumahnya hanya gubuk. Setiap hari berjualan kue, dia
mengharapkan Lazismu bisa membantunya,” katanya.

 

Dalam
keterangannya, Farhan menyeritakan, khusus suaminya yang sedang sakit, Lazismu
menyarankan untuk segera berobat ke Klinik Muhammadiyah (Klinikmu) Lhokseumawe.
Nanti akan ditangani dokter spesialis dalam secara gratis. "Tapi sebelum
berobat ke Klinikmu, suaminya sudah meninggal dunia," terangnya.

 

Mursyidah
tinggal di Desa Meunasah Masjid, Kecamatan Muara Dua, Lhokseumawe. Menurut T.
Saiful Bahri, Manajer Kerjasama dan Fudrising Lazismu Lhokseumawe, setelah
Lazismu datang, akhirnya diputuskan, Lazismu akan membantu modal usaha agar
Mursyidah bisa berjualan walaupun secara kecil-kecilan," ujarnya.

 

Ia
berharap ujian berat yang dihadapi Mursyidah justeru menjadi semangat baginya
untuk tetap berjuang menghidupi ketiga anaknya. Saiful menambahkan, dengan berjualan
kecil-kecilan semoga Mursyidah bisa menyambung hidup dan merawat anak-anaknya
sepeninggal suaminya (na)

 

 

 

 

SELENGKAPNYA
5 Mei 2025

Perkuat Pilar Ekonomi Desa, Bronikmu Jawaban Mengurai Kusutnya Kartel Peternak Ayam

Klaten – LAZISMU. Kolaborasi
produktif antara Lazismu dan Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) Pimpinan
Pusat (PP) Muhammadiyah meluncurkan gerakan pemberdayaan berbasis jama’ah
melalui ternak ayam organi (Bronikmu) di Desa Krakitan, Kecamatan Bayat, Klaten
pada Selasa, 5 November 2019 adalah ikhtiar mewujudkan pilar ekonomi
Muhammadiyah sebagai amanat Muktamar Muhammadiyah pada tahun 2015.  

Ketua MPM Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Klaten, Husni Tamrin, menyambut peluncurannya dengan rasa syukur. Katanya, ini menjadi program yang kali pertama ada dan diprakarsai oleh MPM di wilayahnya.

 

Bronikmu
sendiri merupakan jenis ayam sayur yang memiliki beberapa keunggulan
dibandingkan dengan jenis ayam broiler lain. Di antaraya, waktu produksi dan
pelihara yang relatif singkat, tekstur daging ayam yang hampir sama dengan
daging ayam kampung, serta masa pertumbuhan yang relatif lebih cepat
dibandingkan ayam lain yang sejenis.

 

“Ayam
sayur ini dikelola dengan cara organik, sama sekali tidak menggunakan pakan
pabrikan, sehingga zat kimia tidak terkandug di daging ayam. Karena untuk pakan
dan vaksinasinya menggunakan bahan-bahan yang berasal dari buah dan sayur,”
jelasnya.

 

Ternak
jenis ayam Bronikmu dinilai efisien, mulai dari tebar sampai panen dibutuhkan
waktu sekitar 24-25 hari, maka bobot ayam per ekornya sudah mencapai 1,4 kg.
Program yang dijalanakan ini rencananya akan dilakukan secara simultan ke
daerah-daerah lain, di seluruh Klaten. Tidak menutup kemungkinan untuk
dijalankan secara nasional.

 

Sementara
perwakilan dari PDM Klaten, Abdul Rodhi, mengatakan, program ternak ayam
Bronikmu menjadi yang kali pertama ada di PDM Klaten. Dirinya merasa bangga dan
berharap program ini berhasil. Dampaknya meluas dan memengaruhi daerah-daerah
lain, sehingga warga persyarikatan dan masyarakat umum lainnya semakin
sejahtera.

 

Ia
juga berpesan untuk menghasilkan pembeda (difrensiasi) antara produk yang
dikelola oleh Muhammadiyah dengan produk sejenis lainnya, ia menilai, perlu
upaya memposisikan produk Muhammadiyah di pasar, dengan demikian, konsumen bisa
membedakan mana produk Muhammadiyah dan yang bukan.

 

Menyambung
hal tersebut, Ketua MPM PP Muhammadiyah, M. Nurul Yamin, mengatakan,  konsep jama’ah ternak Muhammadiyah merupakan
kepanjangan aksi dari strategi pendekatan metode dakwah yang dilakukan oleh
Muhammadiyah, yang dikenal dengan Gerakan Jama’ah Dakwah Jama’ah (GJDJ). Yamin
menganggap penting hal ini untuk diterapkan, karena ajaran Islam harus
disebarkan keseluruh penjuru bukan hanya di masjid-masjid.

 

Persebaran
dakwah Islam ‘diluar masjid’ ini yang serius digarap oleh MPM, diharapkan
konsep Islam sebagai rahmatan lil alamiin mampu mengisi ruang-ruang kosong umat
Islam di manapun berada. Karena selain mengisi dan mengguyur iman umat dengan
tauhid murni, metode dakwah ini juga bisa meningkatkan kesejahteraan umat.
Harapannya, umat Islam terbebas dari ketertindasan, baik secara kultural maupun
struktural.

 

“Jama’ah
ternak ayam Bronikmu sebagai usaha untuk mengurai kusutnya dominasi kartel
peternak ayam di Indonesia. Selain jama’ah ternak, MPM juga membuat jama’ah
tani. Bukan hanya di sawah, Muhammadiyah juga memperluas jaringan dakwahnya di
hutan, di laut dan di lereng-lereng gunung,” katanya.

 

Yamin
juga memuji keberhasilan jama’ah ternak Bronikmu Klaten, di mana sebelumnya
telah melakukan uji coba dengan keberhasilan 100%. Dari keberhasilan tersebut
mampu meningkatkan kepercayaan umat kepada Muhammadiyah melalui Lazismu untuk
menyalurkan zakatnya. (an/muhammadiyah).

 
 

SELENGKAPNYA
5 Mei 2025

30 Organisasi Pengelola Zakat Dunia Hadiri World Zakat Forum di Bandung

Bandung – Lazismu. Konferensi
Internasional Forum Zakat Dunia 2019 atau dikenal dengan World Zakat Forum
(WZF) resmi dibuka oleh Wakil Presiden Republik Indonesia, Ma’ruf Amin.
Konferensi zakat internasional ini mengemas tema dengan tajuk: “Optimizing
Global Zakat Role Trough Digital Technology
” yang dihadiri 30 organisasi dan lembaga zakat dari seluruh dunia. Diagendakan temu forum pengelola zakat internasional berlangsung dari tanggal 5 - 7 November 2019 di Crown Plaza Hotel Bandung.

Dalam pembukaan, Wapres Ma’ruf Amin, mengatakan, pertemuan tahunan forum zakat dunia pada kali ini untuk saling bertukar pengalaman dan mencari solusi dari hambatan dan tantangan untuk mengoptimalkan pengelolaan zakat. “Jika dikelola dengan baik dapat menjadi variabel penutup dari ketimpangan sosial dan ekonomi,” katanya. Hasilnya akan berdampak langsung pada ekonomi umat Islam.

 

Ajaran
Islam membolehkan untuk mengumpulkan harta yang halal sebanyak-banyaknya, namun
ada kewajiban untuk disalurkan pada masyarakat yang duafa. Saya mendapat
laporan bahwa potensi zakat di Indonesia sangat besar, yakni Rp 230 triliun,
demikian Ma’ruf mengatakan dalam akun resmi Youtube Wakil Presiden Republik Indonesia
(5 November 2019).

 

“Potensi
yang sangat besar itu baru 3.5 persen yang terkelola atau sebesar Rp 8 triliun
saja. Artinya masih banyak potensi besar zakat yang belum terkelola, dan dari
laporan itu pertumbuhan zakat di Indonesia tumbuh sebesar 24 persen, jelasnya.
Ma’ruf menilai, perlu dilakukan terobosan agar pengelolaan zakat dapat lebih
baik untuk memanfaatkan potensi zakat yang ada.

 

Seperti
dilansir dalam laman resmi worldzakatrorum.org, (7/11/2019), Sekretaris
Jenderal World Zakat Forum,  Prof. Dr.
Bambang Sudibyo, mengatakan, pemilihan ibukota Provinsi Jawa Barat sebagai tuan
rumah Konferensi Internasional WZF 2019 adalah keputusan yang tepat.

 

Bambang
menganggap bahwa provinsi dengan jumlah penduduk terbanyak di Indonesia
memiliki Baznas yang bekerja dengan sangat baik. "Atas nama Ketua BAZNAS,
saya mengucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada
Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat karena memberikan dukungan kepada Baznas
Jawa Barat, sehingga Baznas Jawa Barat dalam penilaian kami mencakup provinsi BAZNAS
yang berkinerja baik di Indonesia, "kata Bambang.

 

 
Sementara
itu, selama WZF berlangsung, Lazismu turut hadir dengan membuka stand Lazismu.
Selain memperkenalkan Lazismu dan silaturahim dengan lembaga pengelola zakat
lainnya, kata Muhammad Furqon, juga memperkenalkan Lazismu dengan peserta yang
datang dari negara lain.

 

Seperti
menteri agama Maldive yang datang ke stand Lazismu sangat mengapresiasi iklim
zakat di Indonesia yang terus tumbuh. Di negaranya yang masih berkembang, sangat
membutuhkan dukungan dari Indonesia yang mayoritas muslim.

 

Tak
hanya dari luar negeri, para pegiat zakat juga saling berkunjung ke stand
lembaga amil zakat yang lain. Seperti CEO Rumah Zakat, menyempatkan diri
berkunjung ke stand Lazismu untuk berbagi informasi dalam momen penting ini. Di
lain kesempatan, Prof. Dr. H. Maman Abdurrahman yang pernah menjadi Ketua Umum
Pimpinan Pusat (PP) Persis 2010-2015, juga berkunjung ke stand Lazismu.

 

Keberadaan
stand Lazismu, kata Furqon, tentu saja untuk melibatkan para pengunjung untuk
saling berinteraksi dan memperkenalkan program-program menarik Lazismu kepada
masyarakat. Dengan melibatkan pengunjung untuk berinteraksi diharapkan
ketertarikan pengunjung terhadap program-program Lazismu bisa tersampaikan.
(na)  

 

 

SELENGKAPNYA
5 Mei 2025

Milenial Wow, Sudah Sulit Bayar SPP Rochim Masih Sisihkan Uang Infak Setiap Bulan

Sidoarjo – LAZISMU. Betapa tidak,
mahasiswa semester III, Jurusan Akuntansi, yang menempuh pendidikan di
Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) ini harus bekerja memenuhi kebutuhan
hidupnya sendiri. Rochim mahasiswa perantauan asal Ponorogo memastikan gurihnya
berkuliah tanpa biaya dari orang tua.
 

Kondisinya tidak seberuntung teman-teman kuliahnya. Rochim seorang yatim-piatu. Keadaan ini membuatnya harus berjuang keras agar tetap bisa merasakan bangku kuliah. Ia mengaku harus pandai mengatur keuangan. Kapan uang keperluan hidup sehari-hari dikeluarkan dan kapan uang untuk kebutuhan kuliah dicari selama di Kota Sidoarjo.

 

Di
tengah perjuangannya untuk hidup dan menabung agar tetap bisa membayar biaya
kuliah, Rochim di sela-sela waktu kuliahnya berprofesi sebagai tenaga pemasaran
kendaraan bermotor roda dua. Untuk menambah pundi-pundinya lagi, ia juga
memasarkan pintu sliding (buka-tutup secara digeser).

 

Dalam
kerja kerasnya itu, uang yang dikumpulkan masih harus dialokasikan lagi untuk
diinfakkan melalui GIZMA (Gerakan Infak dan Zakat Mahasiswa Umsida). Bagi
mahasiswa dengan tiga bersaudara ini, berbagi akan membuatnya menjadi bahagia
di saat hidup penuh dengan ketidakpastian.

 

Rochim
mengaku, mengenal program GIZMA saat tim relawan Kantor Layanan (KL) Lazismu
Umsida melakukan sosialisasi di kelasnya yang mengajak para mahasiswa untuk
menyisihkan uang saku sekali dalam sepekan untuk disalurkan melalui program
GIZMA.

 

“Sejak
saat itulah dirinya terus menyisihkan uang jajannya untuk membayar infak,”
cerita Rochim mengikrarkan diri. Agar janji sucinya tak terlupakan, di kamar
kosnya ada celengan yang ditempatkan khusus untuk diisi rupiah setiap harinya.
Jika sudah penuh, sambungnya, lalu diserahkan ke KLL Umsida setiap akhir bulan
(10/11/2019).

 

GIZMA
sendiri merupakan program yang bertujuan mengedukasi dan menumbuhkan jiwa
kepedulian sosial di kalangan kaum muda. Keterlibatan generasi muda dalam
gerakan kedermawanan dan kemanusiaan bagian dari cara mahasiswa Umsida
mengaktualisasikan diri melalui filantropi.

 

Di
dalamnya ada penggalangan dana dan keterlibatan aktif mahasiswa pada kegiatan
sosial kemanusian di lingkungan kampus maupun masyarakat sekitar. GIZMA
dilaksankan sekali dalam sepekan melalui para relawan KL Lazismu Umsida yang
serentak bergerak ke setiap kelas untuk menghimpun donasi.

 

Sudah
dua bulan ini, Rochim aktif menyisihkan uang jajan dan menyerahkannya ke KL
Lazismu Umsida. Apa yang dilakukannya saat dirinya sendiri dalam keterbatasan
menjadi cerita inspiratif bagi kita semua. Ternyata berbagi kepada sesama tak
harus menunggu kaya, dan setiap diri kita dapat menjadi pahlawan bagi orang
lain. Selamat Hari Pahlawan! (yp)

 

SELENGKAPNYA
5 Mei 2025

Peringati Hari Pahlawan, Lazismu Sebarkan Semangat Berbagi Lewat Program Filantropis Cilik

Parepare – LAZISMU. Peringatan hari pahlawan yang jatuh pada 10 November 2019, diperingati dengan berbagai cara. Sebagian besar dengan upacara seremonial untuk mengenang jasa para pahlawan. Di kesempatan berbeda, ada yang memeringatinya dengan cara lain seperti program Filantropis Cilik. 
Adalah Lazismu Kota Parepare, yang memeringati hari pahlawan dengan program tersebut. Dikemas dengan penyerahan School Kits kepada anak-anak dari keluarga tidak mampu. Mereka siswa SD se-kota Parepare yang berasal dari keluarga tidak mampu. Di sekolah masing-masing juga ikut program Filantropis Cilik. 
 
Ada 24 peserta yang mendapatkan School Kit berupa sepatu dan tas. Menurut Sekretaris Lazismu Parepare, data siswa duafa diperoleh dari pihak sekolah yang diseleksi dengan skala prioritas sesuai kebutuhan siswa. Dalam laporan pembukaan di hari pahlawan itu, Lazismu sebelumnya telah bersinergi dengan sekolah-sekolah yang ada di Kota Parepare, kata Syaiful di Monumen Korban 40.000 Jiwa, Jalan Masjid Raya Parepare (10/11/2019).
 
Ketua Lazismu Kota Parepare, Erna Rasyid Taufan, pada kesempatan itu mengatakan, dengan mengisi kemerdekaan melalui gerakan filantropis cilik, setidaknya Lazismu memberikan edukasi kepada anak-anak tentang kedermawanan. “Sejak dini dengan cara menginfakkan uang receh mungkin sisa jajan sekali sepekan setiap Jum’at, tidak terasa banyaknya, tapi jika dihimpun secara masif dan maksimal recehan ini bisa milyaran terkumpul, katanya disaksikan Asisten III  Pemerintah Kota Parepare, Haryanto Hadiyatmodjo, Kapolsek Pelabuhan Parepare dan puluhan guru serta orang tua siswa.
 
Dalam sambutan itu, dia menambahkan, ini cara Lazismu Parepare memeringati hari Pahlawan, kepada pelajar. Di lain waktu, program unggulan ini jika berjalan maksimal, akan lebih banyak lagi siswa yang akan merasakan manfaatanya. “Untuk itu, saya mendorong para kepala sekolah dan guru menyambut dan menyukseskan program Filantropis Cilik,” jelasnya.
 
Manfaat dari program tersebut luar biasa. Minimal mendidik anak-anak lebih dermawan sesuai slogan program Filantropis Cilik, yakni “Memberi kepada sesama tidak harus menunggu kaya, mengubah yang kecil menjadi besar, mengubah recehan menjadi milyaran,” Manfaat besarnya akan terwujud bila kita semua bergandeng tangan, pungkas isteri walikota Parepare ini.
 
Belajar dari semangat pahlawan, patriotisme dan nasionalisme serta kecintaan kepada bangsa, Lazismu ingin mengambil hikmahnya bahwa semangat dan heroisme para pendahulu dalam mengisi kemerdekaan dilakukan dengan pengorbanan. “Nah, spirit inilah yang perlu dikontekstualisasikan dalam gerakan zakat,” katanya.  
 
Sementara itu, Asisten III Pemerintah Kota Parepare, Haryanto Hadiyatmodjo, mengungkapkan, pemerintah Kota Parepare mengapresiasi kinerja Lazismu yang terus menerus berkarya secara inovatif terbukti hari ini melakukan peringatan hari Pahlawan dengan memberikan School Kit kepada siswa tak mampu. “Ini bukti Lazismu sebagai lembaga amil zaka yang mendapatkan kepercayaan publik karena program dan transparansinya,” paparnya dengan rasa salut. (sf)
SELENGKAPNYA
5 Mei 2025
LAZISMU adalah lembaga zakat nasional dengan SK Menag No. 90 Tahun 2022, yang berkhidmat dalam pemberdayaan masyarakat melalui pendayagunaan dana zakat, infaq, wakaf dan dana kedermawanan lainnya baik dari perseorangan, lembaga, perusahaan dan instansi lainnya. Lazismu tidak menerima segala bentuk dana yang bersumber dari kejahatan. UU RI No. 8 Tahun 2010 Tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang

Alamat

Jl. Menteng Raya No.62, RT.3/RW.9, Kb. Sirih, Kec. Menteng, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10340
Jl. Jambrut No.5, Kenari, Kec. Senen, Jakarta Pusat 10430
info@lazismu.org
0213150400
0856-1626-222
Copyright © 2026 LAZISMU bagian dari Persekutuan dan Perkumpulan PERSYARIKATAN MUHAMMADIYAH
cross