Berita

Ikuti kabar terbaru dari Lazismu. Lihat laporan penyaluran, kisah inspiratif penerima manfaat, dan dampak nyata dari ZIS Anda

Seru Penuh Kejutan, Amil Camp II Lazismu Berlangsung Sukses

Bandung - LAZISMU. Amil Camp II
Lazismu 2019, berakhir Jum’at, 25 Oktober 2019. Selama tiga hari pelaksanaan
yang dimulai pada Rabu, 23 Oktober 2019, sekitar 200 amil sebagai peserta
mengikuti rangkaian acara dan kegiatan. Mulai dari materi seputar best practice
program, fundraising, dan menjaga trust untuk penguatan lembaga.

 

PR
Manager Lazismu, Nazhori Author mengatakan, di hari kedua dan ketiga kegiatan
amil lebih pada kegiatan outbond. "Semua amil perlu suasana yang
menggembirakan, kekeluargaan dan edukatif meski sedikit menantang,"
katanya.

 

Di
malam Jum'at amil mengikuti kegiatan yang lebih menantang, yakni mencari jejak
yang dikemas dengan mengerjakan jawaban-jawaban pengetahuan sosial dan fikih
zakat. Setelah itu, sambung Author, semua amil berkumpul di lapangan dengan
menyalakan api unggun.

 

"Dengan
api unggun suasana keakraban amil yang datang dari seluruh Indonesia semakin
hangat," bebernya. Di sinilah nilai-nilai kebersamaan sesama amil harus
terus dipupuk. Sehingga setelah acara ini selesai komunikasi dan interaksi
tetap terjaga.

 

Sekretaris
Badan Pengurus Lazismu, Mahli Zainuddin, secara resmi menutup Amil Camp Lazismu
II 2019. Mahli mengatakan, makna berbagi tidak harus materi. Berbagi dapat
dilakukan dengan pikiran, tenaga dan perasaan. "KH. Ahmad Dahlan, pendiri
Muhammadiyah telah mencontohkan hal ini dengan pengorbanan dan
perjuangan," terangnya.

 

Keberadaan
amil Lazismu adalah pengejawantahan gagasan dan pelaksanaan Ahmad Dahlan di era
saat ini. Amil adalah Ahmad, Ahmad Ahmad baru yang mewujudkan gagasan besarnya,
kata Mahli.

 
Rendy
Zulkarnaen, amil dari Lazismu Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, merasa senang
bisa hadir di sini. Selama mengikuti kegiatan, Rendy begitu berkesan. "Ada
peningkatan wawasan baru dalam filantropi yang digeluti amil khususnya
“Kegiatan ini di tahun depan harus dilaksanakan lagi agar konsolidasi amil
berjalan sehar dan bisa sharing bersama-sama amil yang lain," pungkasnya.

 

Dalam
kesempatan yang sama, Desrizal peserta Amil Camp dari Lazismu kota Pekanbaru,
juga menyampaikan kesannya. Kekompakkan tim selama kegiatan bisa dimaknai
sebagai salah satu cara menemukan berbagai permasalahan untuk dicari solusinya.
Ia berharap Lazismu di daerah dapat melaksanakan program yang inovatif meski
dalam pelaksanaannya berbeda.

 

Hal
yang sama dikatakan M. Faturrohman dari Lazismu Jembarana, Bali. Dengan mengikuti
Amil Camp Ia mendapat pengalaman dan wawasan baru. Apalagi ini baru pertama
kali Faturrohman mengikuti. Banyak hal yang diterimanya selama tiga hari tentu
ilmu yang bermanfaat.

 

Pelajaran
bermanfaat yang didapat katanya dalam ilmu fundraising serta program-program
yang lainnya. "Terima kasih Lazismu yang telah melaksanakan acara ini yang
berjalan sukses dan lancar," tuturnya.

Hal
senada disampaikan Vindi Larasati Putri dari Lazismu Menteng, Jakarta, semoga
Amil Camp terus menjadi agenda tahunan untuk bertemu dan sharing yang
konstruktif dengan amil-amil camp dari seluruh daerah. Kesan saya yang paling
dalam, Amil Camp seru banget.

 

Di
tahun depan saya berharap ada persiapan yang matang lagi untuk kegiatan Amil
Camp dengan variasi yang juga tak kalah seru, tutupnya. (na)

SELENGKAPNYA
5 Mei 2025

Tingkatkan Kepercayaan Terhadap Donatur, Ini Jurusnya

Bandung - LAZISMU.
Dalam hal menjaga kepercayaan (trust),
peran lembaga amil zakat menjadi penting dalam optimalisasi layanan pada
donatur. Dengan menjaga kepercayaan, program-program yang berbasis data bisa
dimonetisasi dengan mudah.

Co-Founder dan Program Director Peace Generation, Irfan Amali tentang hal ini berbagi pengalamannya dalam memupuk kepercayaan muzaki terhadap lembaga zakat. Pendekatan layanan ini merupakan strategi lembaga zakat dalam meraup penghimpunan dana lebih banyak lagi.

 

"Sekali
trust itu hilang, orang tidak mau
menitipkan uangnya lagi," ujarnya saat menyampaikan materi di Amil Camp Lazismu
II 2019, Kamis (24/10/2019).

 

Dia
melanjutkan, apalagi di zaman yang serba imaterial di mana nilai suatu lembaga
bukan diukur dari banyaknya aset namun dari kepercayaan yang dibangun dan
dimiliki oleh masyarakat. Kepercayaan dapat dibangun melalui banyak hal seperti
salah satunya melalui digital marketing. Menurutnya, hal ini bentuk membangun
kepercayaan dengan donatur.

 

Kepercayaan
bisa dibangun dalam hal pengelolaan dana. Irfan menjelaskan, porsi penyakuran
donasi lebih banyak dikeluarkan dalam hal operasional dari pada programnya.
Menurutnya, seharusnya porsi dana untuk program lebih banyak daripada porsi
operasional.

 

"Contohnya
100 ribu yang dititipkan di suatu lembaga lebih dari 50% digunakan untuk gaji,
yang sehat itu 30% ke bawah. Hal ini menurunkan trust dari masyarakat," imbuhnya.

 

Selain
itu, trust bisa dilihat dari Social Return Of Investment (SROI). Itu
merupakan rumus untuk menghitung kesesuaian produktivitas dengan uang yang
dikelola. Kemudian ada pula aturan seperti Standart
Operational Prosedur
(SOP), Key
Performance Index
(KPI) yang berguna untuk menilai kinerja SDM yang
dampaknya akan menyehatkan kinerja SDM.

 

Menurutnya,
jika tidak ada KPI, kinerja karyawannya juga bisa berantakan, ini akan dinilai
oleh donatur. Tidak lupa operasional juga perlu dimatangkan. "Reverse to change execution, programnya
bagus tapi inplementasi dan operasinya acak-acakan itu juga perlu
diperhatikan," jelasnya.

 

Dari
sisi finansial juga perlu diaudit kesehatan keuangannya, kerapihan laporan,
ketepatan penyerahan laporan. Dari sisi kualitas SDM, menurutnya perlu ditingkatkan
dari sisi wawasannya. (arsy)

 
 

SELENGKAPNYA
5 Mei 2025

Atap Rumah Ambruk, Lazismu Perbaiki Rumah Ibu Ningsih

Surabaya – LAZISMU. Hampir satu
tahun rumah itu terbengkalai. Sejak ada bagian rumah yang rusak, atap rumah dan
plafon serta talangnya ikut ambruk. Ibu Ningsih selaku pemilik rumah yang
berada di Ketintang Baru IV-B/36 Surabaya, sudah hampir setahun mengungsi ke
ruang tamu karena tiga kamar tidur dan ruang keluarga tidak bisa difungsikan.

Bila musim penghujan tiba, kata Ibu Ningsih, seluruh ruangan banjir, air hujan mengucur bebas dari atap seng yang bocor di sana-sini. Jika musim kemarau, ruangan terasa pengap dan panas sebab rumah sederhana ini minim sirkulasi udaranya.

 

Keluarga
Istri mantan guru sekolah Islam ini mencoba terus bersabar, berikhtiar dan
berdoa. Ibu ningsih sadar ini ujian hidup yang bisa dialami siapa pun di dunia
ini. Apa pun yang dialaminya pasti ada hikmah dibaliknya.

 

Ketua
Lazismu Kota Surabaya, Sunarko, melalui sambungan daring menyampaikan, sejak
awal Oktober 2019, Lazismu tergerak untuk membantunya lewat program benah
rumah. Lewat program ini nanti bisa dimulai dengan urunan dana dari berbagai
sumber termasuk donatur.

 

Dengan
penuh syukur, Sunarko mengatakan, Ibu yang dikaruniai dua anak dan seorang cucu
ini, rumahny dalam tahap perbaikan oleh Lazismu. Ibu Ningsih tidak lupa
menyampaikan ucapan terima kasih kepada segenap donatur, khususnya dari Lazismu
yang telah ikut berkontribusi membantu dana benah rumah ini,"paparnya.

 

Sejak
awal, Ibu Ningsih sekeluarga memang berharap agar  rumah yang telah ditempatinya hampir dua
puluh tahun ini bisa berfungsi sebagai pendidikan keluarga dan nilai-nilai
eduaktif yang dapat  ditanamkan kepada
segenap anggota keluarga. Kini sebentar lagi akan segera terwujud, perbaikan
sedang berjalan, kata pria yang suka berkebun itu. (hb)

 

SELENGKAPNYA
5 Mei 2025

Gencarkan Edukasi, Lazismu dan ‘Aisyiyah Bersinergi Berikan Nutrisi Kepada Penderita TB

Mojokerto – LAZISMU.
Realisasi pilar program di bidang kesehatan kembali diwujudkan Lazismu,
khususnya di Kabupaten Mojokerto. Mengedukasi warga dilakukan para amil dan Aisyiyah
melalui TB-HIV Care Aisyiyah kepada para penderita dengan memberikan paket
nutrisi. Pelaksanaan program tersebut dilaksanakan pada Selasa, 29 Oktober 2019.

Sejak pukul 08.15 WIB kader-kader TB Aisyiyah berkumpul di Zakat Center Lazismu di kota Mojosari, mempersiapkan kegiatan tasaruf. Kader TB Aisyiyah yang berjumlah 5 orang yang berasal dari 2 kecamatan, Kecamatan Pungging dan Kecamatan Mojosari. Aksi yang dipimpin 2 Amil Lazismu, Ridho (Manajer) dan Rofita (Admin Media), mendampingi tim Sub-Sub Recipient (SSR) yang berjumlah 2 orang, Bherta (Staf Keuangan) dan Susianto (Koordinator Program).

 

Tasaruf
program peduli kesehatan bertujuan mengedukasi pasien penderita TB tentang
pentingnya menjalani proses pengobatan secara optimal. Bentuk aktivitas program
berupa edukasi kepada pasien agar menjaga kecukupan nutrisi, menggunakan masker
saat berkegiatan, dan menjaga sirkulasi udara di rumah agar tidak sampai pengap
dan lembab.\

 

Pasien
penderita TB diperiksa kondisi rumahnya apakah layak huni dari kondisi jendela
dan cahaya matahari yang bisa masuk ke dalam rumah. “Program ini dilaksanakan dengan
pembinaan dan memotivasi penderita TB agar tetap semangat menjalani proses
pengobatan. Juga memastikan lingkungan serta kecukupan nutrisinya sesuai standar
keluarga sehat”, jelas Ridho.

 

Edukasi
ini berjalan hingga menjelang dzuhur, total penerima bantuan sebagai awal
program ini sebanyak 6 orang pasien penderita aktif TB yang sedang menjalani
pengobatan. Setiap pasien mendapat tambahan suplemen nutrisi berupa susu, telur
ayam, dan beras 5 kg dalam satu paket. Setelah ini program peduli kesehatan ini
akan diperluas sesuai dengan data pasien yang dikelola proses kesembuhannya
oleh SSR ‘Aisyiyah di kabupaten Mojokerto. (kar)

 

SELENGKAPNYA
5 Mei 2025

Lazismu Kembangkan Program Filantropreneurship untuk Berdayakan Ekonomi Umat

Klaten – LAZISMU. Inovasi program pemberdayaan Lazismu yang mengembangkan filantropreneurship berbasis kewirausahaan kembali diwujudkan dengan model ternak ayam broiler organik. Upaya pemberdayaan tersebut buah kolaborasi Lazismu dan Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) Pimpinan Daerah Muhamamdiyah Klaten, di Desa Krakitan, Kecamatan Bayat, Klaten, Jawa Tengah.

Dalam peluncurannya, pada Selasa, 5 November 2019, Direktur Utama Lazismu, Hilman Latief, mengatakan, kepercayaan umat terlebih warga persyarikatan kepada Lazismu sebagai bekal kapital sosial yang luar biasa untuk menginspirasi dan membangkitkan kekuatan lokal.

 

Program pendayagunaan melalui dana yang masuk ke Lazismu tidak boleh diendapkan dalam jangka waktu lama. Penggunaannya diusahakan bukan hanya dalam bentuk karikatif. Karena itu,  dana yang dikelola oleh Lazismu bisa diakses untuk suatu program yang dapat meningkatkan kesejahteraan dan menambah pendapatan masyarakat atau umat.

 

Saat ini Lazismu sedang mengembangkan filantropreneurship, diantaranya melalui program-program pemberdayaan, seperti yang diprakarsai oleh Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Klaten terkait dengan ternak ayam broiler organik Muhammadiyah (Bronikmu). Beberapa program pemberdayaan lain juga dikembangkan seperti produsen kain lokal yang berada di Wonosobo, Jawa Tengah.

 

“Lazismu hadir untuk memberikan inspirasi dan membantu kekuatan produk-produk lokal untuk bisa bersaing dengan produk yang dihasilkan oleh produsen besar. Keberadaanya terus menggerakan ekonomi berkelanjutan, artinya gerakan ekonomi yang dijalankan oleh jama’ah secara terus-menerus. Meski tidak besar akan tetapi jika dilakukan secara berkesinambungan akan memberi manfaat,” ungkapnya dalam peluncuran Bronikmu di Klaten.

 

“Pedayagunaan dana ini bisa menambah kesejahteraan masyarakat dan meningkatkan pendapatan. Harapannya, kita sudah bisa mengembangkan usaha dengan memanfaatkan sumber daya yang dimiliki oleh warga baik Sumber Daya Manusia (SDM) dan Sumber Daya Alam (SDA),” tambahnya. Ini adalah wujud implementasi pemberdayaan masyarakat antara Lazismu dan MPM.

 

Menurut Hilman, Lazismu akan sulit bergerak dan berkembang jika tidak didukung oleh kepercayaan yang diberikan oleh umat dan warga persyarikatan. Sinergi program yang dijalankan selain modal dana juga membutuhkan modal kepercayaan. Maka selain menyalurkan harta, tugas Lazismu yang lain membangun kepercayaan di kalangan umat untuk menyalurkan zakat melalui Lazismu.

 

Dalam kesempatan itu, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Klaten, Muh. Nashir, mengatakan, pembangunan yang dilakukan oleh Muhammadiyah melalui lembaga dan majelisnya berkesesuaian dengan program-program pembangunan yang sedang digarap oleh Pemerintah. Menurutnya, pembangunan sektor ternak Bronikmu merupakan langkah integral dengan program pertanian yang dijalankan pemerintah kabupaten Klaten.

 

“Para lintas pelaku harus bekerjasama untuk semakin memperbaiki kesejahteraan umat dan masyarakat. Program ini juga akan menjadi penopang pangan di Kabupaten Klaten, sehingga Klaten menjadi maju, mandiri dan berprestasi. Skala prioritas nasionalnya pengentasan kemiskinan, karenanya program seperti ini sesuai dengan program pemerintah,” pungkasnya. (a'n/muhammadiyah)

 
 

SELENGKAPNYA
5 Mei 2025

Melalui Lazismu, Wardah Serahkan Dana CSR untuk Pembangunan Masjid At-Tanwir PP Muhammadiyah

Jakarta – LAZISMU. Lazismu
sebagai lembaga amil zakat nasional, menerima bantuan dana program Corporate
Social Responsibility
(CSR) dari PT. Paragon Technology Innovation, yang
menaungi brand Wardah kosmetik. Bantuan itu ditujukan untuk pembangunan Masjid
At-Tanwir yang berada di kompleks Gedung Pusat Dakwah Pimpinan Pusat (PP)
Muhammadiyah.

Secara simbolis bantuan CSR PT. Paragon Technology Innovation, melalui Sekretaris Badan Pengurus Lazismu, Mahli Zainuddin diserahkan kepada Pimpinan Pusat Muhamamdiyah, yang diwakili oleh Sekretaris Umum PP Muhamamdiyah, Abdul Mu’ti, di Aula KH. Ahmad Dahlan, Gedung Pusat Dakwah PP Muhammadiyah, Menteng, Jakarta. (1/11/2019).   

 

Dalam
sambutannya, Direktur Program Lazismu, Joko Intarto, mengatakan, Wardah sudah
menyalurkan dana CSR dan zakat perusahaan maupun zakat perorangan melalui
Lazismu sudah lama.”Empat tahun lalu dananya baru Rp 500 juta, sekarang sudah
Rp 4 miliar,” paparnya.

 

Pertumbuhan
dana itu mengindikasikan dua hal, Wardah berkembang pesat dan makin dipercaya
oleh masyarakat. Perlu disampaikan bahwa Wardah menyalurkan dana CSR nya kepada
Lazismu sebesar Rp 4 miliar.  “Adapun
rinciannya, Rp 3 miliar untuk pemberdayaan masyarakat, dan Rp 1 miliar untuk
pembangunan masjid At-Tanwir,” jelasnya.

 

Dana
yang disalurkan kepada Lazismu untuk pemberdayaan masyarakat, Joko menambahkan,
dan telah dimanfaatkan untuk pemberdayaan perempuan. Pemberdayaan itu dalam
wujud program Ri@sa Corner, sebuah program dengan model pemberdayaan ekonomi
perempuan, kerjasama antara Lazismu, Majelis Ekonomi & Ketenagakerjaan
Pimpinan Pusat Aisyiyah (MEK PP Aisyiyah) dan Wardah.

 

Program
Ri@sa Corner telah dilaksanakan di 20 kabupaten dengan perempuan sebagai
penerima mafaat sejumlah 100 orang. Di samping itu, bersama Wardah juga telah
memberdayakan perempuan melalui program sosiopreneur, dengan memproduksi kain
ecoprint di Desa Merden, Purwanegara, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah.
“Pelatihan produksi ecoprint telah menyasar peserta sebanyak 80 perajin secara
berkelompok dalam 4 grup,” pungkasnya.

 

Lazismu
mengucapkan terima kasih kepada Wardah yang telah memberi kepercayaan selama
ini. Semoga bisa bekerjasama terus di waktu mendatang dengan program-program
yang inovatif.

 

Dalam
kesempatan itu, Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Abdul Mu’ti,
mengapresiasi langkah Wardah yang telah berkolaborasi dengan Lazismu. Dana CSR
yang dikeluarkan Wardah semoga menjadi amal saleh. Ini langkah positif dana CSR
dialokasikan untuk kegiatan yang produktif.

 

“Selama
ini ada kecenderungan dana zakat, infak dan sedekah, diberikan secara konsumtif
(karitatif), karena dianggap mereka orang-orang yang memerlukan uluran tangan,”
paparnya. Itu tidak salah, namun dalam konteks jangka panjang ada ketentuan
syariat bagi yang menerima manfaat ada tujuan menumbuhkan dan pemberdayaan
secara ekonomi dan lebih adil. Dalam Al-Qur’an disebutkan bahwa distribusi
zakat agar tidak hanya beredar di orang-orang kaya saja. 

 

Karena
itu penyalurannya perlu direncanakan agar cita-cita besarnya mengangkat mustahik
menjadi muzaki dapat terlaksana. Meski di lapangan masih ada persoalan untuk
upaya itu berupa faktor mental menjadi mustahik masih ada dalam diri sebagian
orang. 


 
Maka
faktor mental menjadi ikhtiar kita dalam pemberdayaan masyarakat melalui dana
zakat ada semangat untuk bangkit. “Kecakapan (skill) juga harus menjadi
perhatian. Tanpa skill bantuan tidak akan berhasil dalam penyaluran zakat. Ini
menjadi modal da;lam pemberdayaan masyarakat sehingga harus dibedakan mana itu
kemiskinan dan pemiskinan,” jelasnya.

 

Upaya
Lazisnu bersama Wardah dengan program pemberdayaan perempuan adalah terobosan
inovatif. Perempuan dikenal ulet dan kreatif untuk berusaha. “Dari sisi ekonomi
perempuan punya kedekatan dengan anggota keluarga. Jumlah perempuan besar, maka
merupakan pilihan strategis Lazismu dan Wardah memberdayakan perempuan untuk
meningkatkan kesejahteraan,” sambungnya.

 

Abdul
Mu’ti melanjutkan, berkenaan dengan pencanangan pembangunan masjid. Sebetulnya
PP Muhammadiyah punya cita-cita besar ingin menjadikan PP Muhammadiyah sebagai
model dan menginspirasi pimpinan-pimpinan Muhammadiyah di wilayah dan daerah.
Perlahan-lahan manajemen masjid yang dikelola secara berkemajuan dapat
menginspirasi. “Masjid yang ramah lingkungan dan berkemajuan, dengan menggunakan
panel surya sebagi bagian dari gerakan hemat energi dan energi yang
terbarukan,” tandasnya.

 

Sekali
lagi, PP Muhammadiyah, mengucapkan terima kasih kepada Ibu Nurhayati Subakat
selaku Owner Wardah kosmetik. Apa yang telah beliau dan perusahaannya lakukan
dengan menyisihkan sebagian rezekinya memperolah berkah bagi Wardah dan seluruh
jajaran karyawannya.

 

Sementara
itu perwakilan PT. Paragon Technology Innovation, Afifah Alif Maghend selaku Public Relation, turut mengucapkan
terima kasih kepada PP Muhammadiyah dan Lazismu. Kolaborasi yang telah
dilakukan bersama Lazismu untuk memajukan ekonomi umat dan masyarakat. Wardah
sebagai kosmetik nomor satu di dunia sangat bersyukur. “Ini capaian yang
dikujung oleh masyarakat dan semua pihak termasuk kolaborasi dengan Lazismu
berupa Ri@sa Corner dan kain ecoprint.

 

Kali
ini, dalam kolaborasi pencanangan pembangunan Masjid At-Tanwir juga salah satu
tujuan kami melalui dana CSR. “Agar dapat dirasakan manfaatnya
sebanyak-banyaknya oleh umat,’ jelasnya. Dengan diberikannya kesempatan bagi
Wardah dalam pencanangan pembangunan masjid ini, diharapkan masyarakat dapat
menguatkan kembali memakmurkan masjid sebagai tempat pemberdayaan umat.
Kolaborasi ini kita sambut baik, dengan harapan perusahaan kami bisa
meningkatkan manfaat bagi orang banyak. (na)

 

 

 

SELENGKAPNYA
5 Mei 2025
LAZISMU adalah lembaga zakat nasional dengan SK Menag No. 90 Tahun 2022, yang berkhidmat dalam pemberdayaan masyarakat melalui pendayagunaan dana zakat, infaq, wakaf dan dana kedermawanan lainnya baik dari perseorangan, lembaga, perusahaan dan instansi lainnya. Lazismu tidak menerima segala bentuk dana yang bersumber dari kejahatan. UU RI No. 8 Tahun 2010 Tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang

Alamat

Jl. Menteng Raya No.62, RT.3/RW.9, Kb. Sirih, Kec. Menteng, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10340
Jl. Jambrut No.5, Kenari, Kec. Senen, Jakarta Pusat 10430
info@lazismu.org
0213150400
0856-1626-222
Copyright © 2026 LAZISMU bagian dari Persekutuan dan Perkumpulan PERSYARIKATAN MUHAMMADIYAH
cross