

LAMPUNG BARAT — Lazismu Wilayah Lampung bersama Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Wilayah Lampung menyalurkan bantuan bagi warga yang mengalami dampak banjir bandang di Pekon Banding Agung, Kecamatan Suoh, Kabupaten Lampung Barat, Senin (29/9/2025).
Tim menempuh perjalanan delapan jam dari Bandar Lampung menuju Dusun Gunung Sari. Mereka membawa berbagai bantuan hasil amanah dari PT Pupuk Iskandar Muda. Bantuan itu meliputi material untuk membangun jembatan penghubung, paket sembako, pakaian layak pakai, perlengkapan mushola seperti mikrofon, Al-Qur’an, dan Iqra’, serta kebutuhan bagi balita dan lansia. Tim juga membagikan RendangMu, makanan siap saji tahan lama untuk memenuhi kebutuhan pangan warga.
Perjalanan menuju lokasi berlangsung sulit karena jalan rusak dan akses terbatas. Namun semangat hadir di tengah warga membuat seluruh proses terasa penuh makna. Setibanya di lokasi, perangkat desa, seperti Kepala Dusun Muhammad Khalwani, Pratin (Kepala Pekon) Tunggono, dan Sekretaris Desa Ilkhan Lutfi, langsung menyambut tim Lazismu dan MDMC.
Tunggono mengungkapkan rasa syukur atas kehadiran dan bantuan dari Lazismu. “Bantuan ini sangat berarti bagi kami. Tidak hanya meringankan beban warga, tapi juga memberi semangat untuk bangkit,” ujarnya.
Salah satu warga, Darmi, menjelaskan bahwa banjir terjadi akibat luapan sungai. “Hujan deras membuat air naik setinggi orang dewasa. Empat rumah hanyut dan banyak rumah lainnya rusak,” tuturnya.
Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Lampung Barat, Martin, ikut mendampingi tim agar seluruh bantuan sampai kepada warga yang membutuhkan. Ketua Tim Lazismu Lampung, Apriza Bagus, menyatakan bahwa kegiatan ini menjadi bentuk sinergi antara lembaga sosial dan masyarakat dalam mempercepat pemulihan pascabencana. “Kami tidak hanya membawa bantuan, tetapi juga membawa semangat solidaritas,” ucapnya.
Perwakilan MDMC Wilayah Lampung, Tri Priyo Saputro, menekankan pentingnya kesiapsiagaan di wilayah rawan bencana seperti Suoh. Ia mendorong pemerintah desa untuk menyiapkan jalur evakuasi, memasang penerangan tenaga surya, dan mengadakan pelatihan mitigasi bagi warga. “Edukasi kebencanaan harus dilakukan agar risiko di masa depan dapat berkurang,” katanya.
Aksi kemanusiaan ini menunjukkan komitmen Lazismu dan MDMC Lampung untuk mendampingi warga terdampak sekaligus memperkuat kesiapsiagaan masyarakat menghadapi potensi bencana. Dengan terbangunnya jembatan penghubung, warga diharapkan dapat kembali beraktivitas dan memulihkan ekonomi desa seperti semula.

MAKASSAR — Lazismu Kota Makassar kembali menebar kepedulian melalui Program Sayangi Lansia 2025. Kegiatan ini berlangsung di Pusat Dakwah Muhammadiyah Islamiyah (Pusdim) Makassar, Jalan Gunung Lompobattang No. 201, Jumat (26/9/2025).
Program tahunan tersebut menghadirkan bantuan sembako dan pemeriksaan kesehatan gratis bagi para lansia. Pesertanya berasal dari Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) se-Kota Makassar.
Wakil Ketua Badan Pengurus Lazismu Makassar, Salahuddin, menjelaskan bahwa kegiatan ini menjadi wujud nyata kepedulian sosial terhadap kaum lanjut usia. Program dilakukan dengan pendekatan berbasis komunitas, bukan melalui panti.
“Program Sayangi Lansia kami rancang untuk meningkatkan kualitas hidup para lansia. Selain sembako, ada juga pemeriksaan dan konsultasi kesehatan agar mereka tetap sehat serta mandiri,” ujarnya.
Salahuddin, yang juga muballigh Muhammadiyah Makassar, menyebut ada 62 lansia penerima manfaat. Mereka berasal dari kader Aisyiyah, warga lanjut usia, serta kaum fakir miskin.
Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya bentuk kepedulian, tetapi juga upaya menjaga ketahanan pangan bagi para lansia. “Kami ingin mereka tetap semangat dan bahagia menjalani masa tua,” tambahnya.
Sania, salah satu penerima manfaat, mengaku sangat bersyukur atas bantuan tersebut. “Alhamdulillah, terima kasih kepada Lazismu atas sembakonya. Bantuan ini sangat berarti bagi kami. Semoga program ini terus berlanjut,” ucapnya.
Melalui Program Sayangi Lansia, Lazismu Makassar menegaskan komitmennya untuk hadir di tengah masyarakat. Lembaga ini tak hanya menyalurkan dana umat, tetapi juga menumbuhkan kasih dan penghormatan kepada para orang tua yang telah berjasa bagi keluarga dan lingkungan.

JAKARTA -- Komitmen terhadap dunia pendidikan menjadi fokus bersama antara Lazismu dan Tokio Marine. Kedua entitas tersebut menggandeng Politeknik Tempo dalam kolaborasi pilar program pendidikan terutama bantuan beasiswa kepada para mahasiswa.
Komitmen itu diwujudkan dalam bentuk penyerahan Beasiswa Sang Surya 2025 secara simbolis kepada mahasiswa terpilih. Secara resmi, Lazismu, Tokio Marine, dan Politeknik Tempo menyerahkan Program Beasiswa Sang Surya kepada sepuluh penerima manfaat. Acara berlangsung di Kampus Politeknik Tempo pada Rabu, (1/10/2025) yang dihadiri pimpinan kampus, perwakilan Tokio Marine, Lazismu, serta para penerima manfaat.
Head of Product Development dan Marketing Division Tokio Marine, Alexander Mahendrawan, menekankan aspek penting komitmen perusahan terhadap pendidikan. “Perusahan berkeyakinan bahwa melalui program bantuan beasiswa bisa ikut berkontribusi dalam menguatkan pilar pokok bangsa. Tidak hanya dengan pendekatan bisnis, tetapi juga melalui dukungan terhadap lingkungan sosial,” tandasnya.
Kami memilih Lazismu sebagai mitra untuk menyalurkan bantuan dana sosial, kata dia, dengan mempertimbangkan banyak hal, salah satunya amanah dan profesional, dalam artian Lazismu dapat menyalurkan ke tempat yang tepat sasaran sesuai tujuan.
“Mewakili perusahaan kami percaya pendidikan itu suatu jalan prestasi seseorang untuk mencapai potensi terbaiknya dengan harapan bisa berdampak banyak bagi mahasiswa,” pungkasnya. Ini bukan langkah awal, kami sudah berkoordinasi dengan Lazismu dan Politeknik Tempo agar bisa berkolaborasi lebih luas lagi meningkatkan literasi dalam bidang pendidikan.
Sementara itu, Direktur Politeknik Tempo Shalfi Andri menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan oleh Lazismu dan Tokio Marine. Andri berharap kerja sama ini dapat berlanjut untuk menggali lebih banyak kesempatan bagi mahasiswa.
“Kolaborasi ini sangat berarti bagi kami dan mahasiswa. Kami berharap sinergi ini terus terbangun untuk mendukung pendidikan yang inklusif dan berkualitas,” katanya. Hal senada disampaikan Ketua Yayasan Rumah Edukasi Tempo Herry Hernawan bahwa dukungan keduanya amat berarti, terutama pada situasi ekonomi di Indonesia yang sedang menurun.
Dukungan bantuan kepada mahasiswa ini sangat berarti, di saat orangtua mereka sedang mengalami kendala ekonomi. Jadi sangat bermanfaat untuk kelanjutan studi mahasiswa kami.
Harapannya Tokio Marine dan Lazismu terus mendukung melalui beasiswa untuk memajukan bangsa. Kami sebagai pendidik akan memberikan yang terbaik kepada mahasiswa.
Direktur Program Pendistribusian dan Pendayagunaan Lazismu, Ardi Lutfi Kautsar mengatakan program beasiswa Sang Surya adalah amanah dari Tokio Marine untuk pendidikan. “Ia berharap beasiswa ini sebagai motivasi bagi mahasiswa agar terus berprestasi,” imbuhnya.
Ardi menjelaskan bahwa Tokio Marine sebagai perusahaan asuransi di Indonesia resmi berkolaborasi dengan Lazismu pada akhir Maret 2025. Kolaborasi tersebut untuk mendukung berbagai program sosial terutama di bidang pendidikan, kesehatan, lingkungan, dan ekonomi.
Dalam kesempatan itu, penerima manfaat Cyrill Adrian dan Kayra Rahmawati, turut menyampaikan rasa syukur. “Beasiswa ini bukan hanya meringankan beban orangtua kami, tapi juga memotivasi saya untuk terus berprestasi,” kata Kayra penuh semangat.
Sebagai acara puncak dilakukan juga penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Lazismu, Tokio Marine dan Politeknik Tempo, untuk memperkuat kerjasama di bidang pendidikan.
Direktur Penghimpunan Lazismu Mochammad Sholeh Farabi mengungkapkan, kolaborasi ini bukti nyata kepedulian terhadap dunia pendidikan. “Kerjasama tidak berhenti pada pemberian beasiswa, selanjutnya berkembang ke kegiatan akademik seperti riset bersama yang bermanfaat bagi masyarakat,” harapnya.
Program Beasiswa Sang Surya didedikasikan untuk mahasiswa berprestasi yang membutuhkan dukungan biaya pendidikan. Inisiatif ini menjadi langkah strategis dalam kepedulian sosial perusahaan dan lembaga amil zakat dalam meningkatkan kualitas pendidikan tinggi di Indonesia.
[Kelembagaan dan Humaas Lazismu Pusat]

MAKASSAR -- Penutupan Bimbingan Teknis Sistem Informasi Manajemen (SIM) Keuangan Lazismu di Makassar, pada Senin (29/9/2025), menekankan adanya penegasan nilai penting implementasi nyata dari sistem yang telah dibangun.
Direktur Keuangan Lazismu Pimpinan Pusat Edi Surya, mengingatkan bahwa teknologi secanggih apa pun tidak akan bermanfaat jika tidak digunakan dengan konsisten. “Sebagus apa pun aplikasinya, kalau tidak digunakan juga tak bermakna. Sistem keuangan ini telah menunjang pelaporan dan kinerja Lazismu,” ujarnya dalam penutupan acara.
Ketua Badan Pengurus Lazismu Sulawesi Selatan, Mahmuddin, menyampaikan bahwa aplikasi ini telah sesuai dengan standar pelaporan keuangan dan bisa langsung dijadikan bahan audit. Kendati masih ada tantangan yang harus diselesaikan. “Kami masih punya pekerjaan rumah untuk mendorong Lazismu daerah dan kantor layanan yang belum aktif menggunakan sistem ini,” katanya.
Hal senada disampaikan Ketua Badan Pengurus Lazismu Pusat, Ahmad Imam Mujaddid Rais, menalikan konteks keterkaitan penerapan SIM Keuangan dengan amanah muktamar Muhammadiyah di Surakarta. Ia mengatakan, sistem digital hanyalah sarana. Hal yang terpenting adalah praktik nyata dari Risalah Islam Berkemajuan.
“Semua kandungan RIB diupayakan dapat diwujudkan oleh Lazismu. Karena tidak akan berguna SIM Keuangan tanpa mempraktikkan perbuatan baik itu,” ujarnya.
Penutupan bimtek ini diharapkan menjadi momentum bagi seluruh pengurus dan amil Lazismu di tingkat pusat maupun daerah untuk lebih serius mengintegrasikan teknologi dalam tata kelola, sehingga lembaga zakat ini semakin profesional, transparans, dan berdampak luas bagi Masyarakat.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat/Hunain]

BANDUNG -- Di lereng Kertasari, Kabupaten Bandung, udara sejuk pegunungan melengkapi semangat para petani kentang. Sejak pertengah Juli 2025, Lazismu Jawa Barat bersama Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) dan Jamaah Tani Muhammadiyah (JATAM) menggulirkan program Tani Bangkit.
Tani Bangkit, suatu ikhtiar untuk menghadirkan kemandirian dan kesejahteraan bagi petani kecil yang ditiupkan melalui semangat al-maun. Selama ini, para petani kentang di Desa Cibeureum kerap menghadapi persoalan yang kerap menyulitkan saat bertani.
Akses memperoleh bibit unggul menjadi salah satu persoalan klasik. Ditambah lagi harga pupuk yang meroket. Tak berhenti sampai di sini, panjangnya rantai distribusi membuat hasil panen baru dibayar berminggu-minggu kemudian. Kondisi ini bukan hanya melelahkan, petani juga sulit untuk memutar modalnya.
Persoalan ini diakui Dadang Romansyah salah seorang petani. Dadang sulit menjual hasil panennya ke pasar. Ini kentang lokal, jenis granula, sebutnya. Menurutnya faktor cuaca turut memberikan dampak terhadap kualitas kentang. “Jika cuaca buruk kentang bisa cepat busuk,” ungkapnya.
Nasib Dadang masih beruntung. Ia bertemu dengan jamaah tani Muhammadiyah (jatam). Keluh kesahnya didengar dan dicarikan Solusi. Melalui program Tani Bangkit, lahirlah terobosan sederhana namun bermakna.
Jatam selama ini mendampingi prosesnya. Dengan pola “Timbang Bayar”, hasil panen yang dibawa petani langsung ditimbang dan dibayar tunai sesuai harga pasar. Uang tunai Dadang terima, tanpa harus menunggu. “Alhamdulillah, sekarang hasil panen langsung dibayar. Jadi kami bersama petani lainnya bisa segera menanam kembali,” ungkap Dadang yang ikut merasakan manfaat program ini.
Ketua Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Barat, Luthfi, mengatakan bahwa program ini kolaborasi Jatam dan Lazismu Jabar. Pemberdayaan petani lewat program Tani Bangkit, pada dasarnya untuk meningkatkan kesejahteraan petani.
Sejauh ini, kata dia, kita melihat permasalahan yang dihadapi petani seperti apa. “Persoalan modal, akses pasar menjadi masalah yang besar. Adapun masalah teknisnya petani sendiri yang punya, dan belajar dari pengalaman untuk edukasi petani sesuai dengan apa yang kita upayakan,” pungkasnya mengabarkan kepada tim media Lazismu Pusat, pada Jum'at (26/9/2025).

Menurutnya, konsep bertani secara ideal tidak mudah. Karena itu, Jatam masuk lewat pintu permodalan dan akses pasar serta bermitra dengan petani. Jatam menilai, dilihat dari proses bisnis ada lima kebutuhan dasarnya, yaitu lahan, pekerja, bibit, pupuk dan obat-obatan. Luthfi menekankan yang paling utama lahan harus milik petani pribadi, termasuk tenaga kerja yang dilibatkan. Kita menghindari pola bermitra dengan hibah dan uang, karena risiko disalah-gunakannya sangat besar.
Tiga kebutuhan lainnya kita dukung sehingga ada rasa saling memiliki. Hasil panennya dibeli dengan harga pasar secara tunai. Petani merasa aman, karena jenis kental lokal ini Bernama Granula yang layak untuk dikonsumsi. Sementara itu, dari sisi pemasarannya Jatam yang lakukan.
Ia meyakini meski untungnya kecil tapi petani merasa diuntungkan dan akan menyadari tentang nilai penting suatu wadah untuk belajar dan berbagi penglaman. Jatam dibentuk oleh MPM sebagai wadah pemberdayaan petani. Tempat untuk berkoordinasi dan bertukar informasi, sifatnya bukan struktur yang terpisah dari MPM, tapi kelompok tani yang membentuk wadah untuk saling berbagi.
Dari sisi prospek, kualitas kentang lokal ini masing terbilang cukup bagus. Satu hektar lahan bisa menghasilkan lebih dari 20 ton, idealnya. Maka peluangnya masih besar dengan permintaan konsumsi yang tinggi. “Secara ekonomi harganya lumayan dan mudah diserap di berbagai macam pasar,” tandasnya. Jauh lebih penting, ke depannya adalah teknik budi dayanya ini yang perlu didorong untuk memberdayakan petani.
Tidak hanya itu, para petani juga mendapat dukungan berupa bibit unggul, pupuk, serta pendampingan pascapanen. Semua dilakukan dengan pendekatan kolaboratif bersama perangkat desa, RT/RW, dan Jamaah Tani Muhammadiyah. “Kami ingin memberdayakan potensi lokal, sehingga petani tidak hanya produktif tetapi juga mandiri,” jelas Luthfi selaku koordinator lapangan program.
Manajer Area Program Lazismu Jawa Barat, Sani Sonjaya, menilai bahwa program Tani Bangkit tidak sekadar program ekonomi, di dalamnya ada ikhtiar dakwah sosial. “Memberi ruang bagi petani untuk bangkit, menyejahterakan keluarga, dan menjaga martabatnya,” ungkapnya.
Harapannya, Tani bangkit menjadi inspirasi bahwa setiap ikhtiar kecil yang dilakukan bersama dapat melahirkan perubahan besar. Dari Kertasari, semangat ini akan terus bergulir ke pelosok Jawa Barat lainnya.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat/Lazismu Jawa Barat]

PAREPARE – Kobaran api melahap sejumlah rumah di jalan menara, Soreang, Kota Parepare, Sulawesi Selatan. Peristiwa kebakaran terjadi pada Senin, pekan lalu. Warga korban kebakaran masih membutuhkan bantuan. Harta bendanya hangus terbakar karena api menyambar cepat.
Kepedulian atas peristiwa itu, datang dari SD Utama Muhammadiyah 5 Kota Parepare dengan menyerahkan bantuan kepada warga korban kebakaran. Bantuan dalam bentuk uang tunai tersebut disalurkan melalui Lazismu Kota Parepare, pada Senin, 29 September 2025.
Penggalangan dana ini merupakan hasil kolaborasi antara siswa, guru, karyawan, dan orang tua murid SD Utama Muhammadiyah 5 Kota Parepare. Kepala SD Utama Muhammadiyah 5 Kota Parepare, Andi Hasniar Jufri, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari pendidikan karakter yang diterapkan di sekolah.
"Kami ingin menanamkan nilai-nilai kemanusiaan dan kepedulian sosial kepada siswa-siswi kami sejak dini. Musibah kebakaran ini ujian bagi kita semua untuk saling membantu dan meringankan beban saudara-saudara kita," ujarnya.
Perwakilan Lazismu Kota Parepare, Yusdiawan, menyampaikan apresiasi atas bantuan yang diberikan oleh SD Utama Muhammadiyah 5. "Lazismu sangat berterima kasih atas kepercayaan yang diberikan untuk menyalurkan bantuan ini. Amanah tersebut akan kami sampaikan kepada para warga korban kebakaran di Jalan Menara secepatnya," tuturnya.
Dengan adanya kegiatan ini, SD Utama Muhammadiyah 5 Kota Parepare berharap dapat memberikan kontribusi nyata dalam meringankan beban para warga korban kebakaran. Bantuan dari berbagai pihak sangat dibutuhkan untuk membantu mereka bangkit kembali.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat/ali]

