Berita

Ikuti kabar terbaru dari Lazismu. Lihat laporan penyaluran, kisah inspiratif penerima manfaat, dan dampak nyata dari ZIS Anda

Optimalkan Fungsi Panti, Lazismu dan MPS Kota Medan Tandatangani MoU Pengembangan Panti Bayi Sehat

Medan – LAZISMU. Lazismu Kota Medan,
menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Panti Asuhan Bayi Sehat
Muhammadiyah yang dikelola Majelis Pelayanan Sosial (MPS) Pimpinan Wilayah
Muhammadiyah (PWM) Sumatera Utara, pada Jum'at, 7 Januari 2020. Penandatanganan
MoU dilaksanakan di Panti Asuhan Bayi Sehat Muhammadiyah yang berada di Jl.
Jermal IV No. 18, Denai, Kecamatan, Medan Denai.

Ketua Lazismu Kota Medan Muhammad Arifin Lubis, menuturkan bahwa Lazismu sebagai sebuah lembaga Zakat tingkat nasional yang ada di bawah persyarikatan Muhammadiyah, hari ini melaksanakan kerjasama bersama dengan Panti Asuhan Bayi Sehat Muhammadiyah Kota Medan.

Lazismu memiliki program pemberdayaan panti yang sudah tentu kita sandingkan dengan adanya panti asuhan bayi sehat ini. Dan tentunya dana zakat, infaq dan shadaqah yang dihimpum bisa dimanfaatkan untuk penerima yang tepat sasaran dengan bersinergi bersama majelis dan lembaga ortom terkait.

“Sehingga pemanfaatan bisa terus dirasakan masyarakat dan tentunya bisa langsung tepat sasaran, karena memang dana yang dihimpun tersebut dikelola langsung oleh lembaga yang profesional yang melakukan pendayagunaan dan pendistribusian,” katanya.

Pimpinan Panti Asuhan Bayi Muhammadiyah, Ustadz Rafdinal, mengungkapkan bahwa Panti Asuhan Bayi Sehat Muhammadiyah merupakan panti asuhan bayi sehat pertama milik Muhammadiyah yang berada di luar Pulau Jawa. “Panti asuhan bayi sehat Muhammadiyah Kota Medan diresmikan oleh PP Muhammadiyah pada 14 Oktober 2017 yang menampung dan merawat anak-anak bayi yang menjadi korban perdagangan orang (trafficking) dan bayi terlantar,” jelasnya.

Kami mengucapkan terima kasih, dan apresiasinya berkat sinergi ini serta dukungan dari Muhammadiyah Kota Medan untuk pemberdayaan panti.  Panti bayi sehat keberadaannya sebagai salah satu bentuk dari implementasi Rakernas MPS PP Muhammadiyah untuk Sumatera Utara yang mengembangkan amal usaha Muhammadiyah di bidang kesejahteraan sosial melalui konsep dakwah pencerahan yang fokus pada tata kelola Panti Asuhan Bayi Sehat. (ns)

SELENGKAPNYA
5 Mei 2025

Santri Ponpes di Lamongan Terima 350 Mushaf Al-Qur’an

Lamongan – LAZISMU. Pengembangan pendidikan Islam untuk santri-santri penghafal Al-Qur’an di berbagai pondok pesantren (ponpes) di Lamongan, merupakan agenda penting mendorong generasi muda untuk mengkaji kandungan dan menghafalnya. Karena itu, Lazismu, Majeles Tabligh, dan Lembaga Pengembangan Pesantren Muhammadiyah (LP3M) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Lamongan mendukung program itu dengan menyerahkan 350 mushaf Al Qur’an kepada 6 pondok pesantren dan satu komunitas binaan (6/2/2020).

Ketua Lazismu Lamongan, Sujudna saat dihubungi mengatakan, program ini ditujukan untuk santri-santri di pondok pesantren. “Suatu program pemberdayaan bagi santri pondok pesantren, maka upaya Lazismu bersama Majelis Tabligh dan LP3M untuk mendukung pendidikan tahfidz di Lamongan,” ungkapnya.

 

Lazismu Lamongan
juga mendorong adanya keterlibatan berbagai pihak untuk bersama-sama dengan
generasi muda agar cinta kepada Al-Qur’an. Hal ini sejiwa dengan cita-cita Gerakan
Memakmurkan Masjid Muhammadiyah (GM3) dan Pelajar Rindu Masjid (Perimas) yang
dicetuskan dan diinisiasi oleh Majelis Tabligh PDM Lamongan.

 

Ketua Majelis
Tabligh PDM Lamongan, Masroin Assafani, menilai, jika program tersebut
dimanfaatkan dengan benar, ada harapan bahwa bantuan yang ditujukan untuk
santri bisa memotivasi dan meningkatkan hafalan santri.

 

“Semoga bantuan
Al-Qur’an ini dapat bermanfaat bagi pendidikan tahfidz santri, yang berpijak
pada visi pemberdayaan yang diperuntukkan bagi generasi muda,” sambungnya.

 

Selanjutnya
melalui program ini akan semakin banyak kader-kader Islam dan Muhammadiyah yang
menjadi Hafidz Al-Quran. “Tantangan pendidikan Islam di pesantren semakin
berat. Dengan demikian, hafalan dan pemahaman tentang Al-Qur’an akan menjadi
bekal yang baik bagi generasi muda,” paparnya.

 

Sementara itu, Basith salah seorang perwakilan dari pesantren, mengucapkan terima kasih yang sebsar-besarnya kepada seluruh donatur dan Lazismu Lamongan. Bantuan ini akan sangat bermanfaat bagi santri di pondok pesantren, semoga berkah dan amal baiknya dibalas oleh Allah dengan kebaikan, terangnya. (irv)

 

SELENGKAPNYA
5 Mei 2025

Senarai Kunci Sukses Mengelola Lembaga Amil Zakat (Bagian 1)

Sragen – LAZISMU. Apakah bapak, ibu yang hadir di sini sudah fokus mengelola Lazismu ? Berikut pertanyaan yang terlontar dari Badan Pengawas Lazismu Sragen, Kusnadi Ihwani saat menerima rombongan Lazismu Kota Semarang, Sabtu (8/2/2020) di ruang pertemuan Lazismu Sragen.

Didasari semangat sebagai lembaga amil zakat yang terpercaya, Lazismu Kota Semarang meyakini harus ada perubahan yang mendasar dalam mengelola sebuah kantor layanan zakat. Melakukan perubahan membutuhkan referensi dan pembelajaran. Hal ini tercetus pada saat raker di akhir November lalu. Hasilnya tercetus sebuah putusan untuk studi lapangan ke kantor Lazismu yang berprestasi.

Rencana kunjungan itu benar-benar diwujudkan. Dengan semangat yang menggebu, rombongan berangkat dari Kota Semarang dari pukul 06.00 WIB. Rombongan dikoordinir oleh Nur Shodiq, Ketua Kantor Layanan (KL) Lazismu Banyumanik, sekaligus menjadi lokomotif yang mengalirkan kumparan energi bagi teman-teman KL yang lain. Pagi itu rombongan yang berangkat sebanyak 29 orang.

Rombongan amil terdiri dari 8 kantor layanan zakat di Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) dan AUM (amal usaha Muhammadiyah) yang ada di Kota Semarang. Antara lain KL Banyumanik, KL Gajahmungkur, KL Genuk, KL Ngaliyan, KL Gayamsari, KL Pedurungan, KL Semarang Timur dan KL RS Roemani, yang semuanya dibawah koordinasi Kantor Lazismu Kota Semarang.

Tiba di Sragen, rombongan diterima oleh direktur, badan pengurus dan pengawas Lazismu Sragen, beserta segenap amil yang telah di persiapkan. Badan Pengawas Lazismu Sragen, Kusnadi Ikhwani, yang juga diamanahi sebagai Badan Pengurus Lazismu Jawa Tengah membeberkan pengalamannya mengelola Lazismu Sragen sejak 2011.

Salah satu hal yang utama disampaikan Kusnadi adalah keseriusan para pengurus dalam mengelola zakat. Fokus pada upaya memberikan solusi pada setiap permasalahan. Mengerahkan segala upaya pengembangan, membangun hubungan dengan semua pihak untuk mencari dukungan.

Direktur Lazismu Sragen, Ronny Megas menyampaikan tips pelayanan terhadap muzaki dan calon-calon muzaki. Salah seorang Marketing Eksekutif Zakat, mempunyai target ‘mengetuk pintu’ sebanyak 20 rumah setiap harinya. “Ditambah lagi target transaksi zakat atau infak minimal 4 orang dari 20 orang yang telah memeroleh informasi,” jelasnya. Diawal ajakan berzakat, biasanya yang dikeluarkan adalah infak, untuk zakat ditekankan saat Ramadhan.

Selanjutnya tim diantarkan mengunjungi KL Lazismu di Kecamatan Plupuh Kabupaten Sragen. Sebuah KL di tingkat kecamatan yang sudah mempunyai kantor tersendiri, dengan 3 amil dan 2 unit ambulans. Pembiayaan ambulans sepenuhnya didanai Lazismu KL Plupuh dari hasil infak. KL ini telah memberdayakan 3 orang amil selaku eksekutif. Masing - masing menempati bagian pemasaran, administrasi dan operator ambulans. (cs)

Berita selanjutnya klik Senarai Kunci Sukses...

SELENGKAPNYA
5 Mei 2025

Korban Virus Corona Meningkat, PCIM Taiwan Melalui LAZISMU dan MDMC Bagikan Masker Gratis

Taiwan – LAZISMU. Virus corona terus merebak, berdasarkan data terakhir pada 9 Februari 2020, pukul 15 : 43, yang dirilis oleh John Hopkins Whiting of Engineering dalam sebuah web berbasis GIS nya, total  korban yang telah terinfeksi sebanyak 37.555 orang. Virus yang mulai terdeteksi pada 12 Desember 2019 tersebut juga terus menimbulkan korban jiwa, sebanyak 813 jiwa telah “direnggut” oleh virus ini.

Jumlah korban terus bertambah setiap harinya, seolah menjadi sebuah mimpi buruk bagi banyak kalangan. Namun sebagaimana langit yang gelap menyambut sinar sang surya di pagi hari, “Yang” seorang pasien pertama berhasil dinyatakan sembuh. Pria berusia 46 tahun itu, dinyatakan sembuh oleh tim dokter dan telah diperbolehkan untuk meninggalkan rumah sakit pada Jumat (24/1/2020).

Berdasarkan laporan dari World Health Organization (WHO) sebanyak 28 negara telah terjangkit virus corona, virus tersebut terlebih dahulu merebak ke negara-negara sekitar daratan Tiongkok seperti Hongkong, Macau, dan daratan Korea.

Taiwan, negara yang juga dijuluki naga kecil asia, sebagai negara yang tak cukup jauh dari daratan Tiongkok nampaknya tidak mau kecolongan dalam menghadapi wabah corona. Melalui berbagai media, cara mengantisipasi virus tersebut terus diviralkan, segala unsur bahu-membahu dalam pencegahannya.

Himbauan dari pemerintah Taiwan untuk selalu mengenakan masker berefek pada kelangkaan masker yang ada di negeri Formosa. Untuk menanganinya, pemerintah Taiwan membatasi jumlah penjualan masker pada setiap warganya sebanyak tiga masker per orang. Namun antrean dan kelangkaan masih tidak dapat terhindarkan.

Para warga yang sedang mengantri di salah satu apotek di Taiwan

Melihat kondisi tersebut, PCIM Taiwan turut dibantu oleh Lazismu PP Muhammadiyah dan MDMC mendatangkan ribuan masker dari Indonesia yang diangkut oleh para kader Muhammadiyah yang hendak kembali ke Taiwan secara sukarela.

Ribuan masker tersebut akan didistribusikan secara gratis bagi siapapun yang membutuhkan. Pendistribusian akan dimulai pada hari Ahad, 9 Februari 2020, ke setiap ranting dari PCIM Taiwan, rencananya pendistribusian masker akan dilakuan setiap pekannya demikian laman resmi PCIM Taiwan, suryaformosa.com, mengabarkan.

Sementara itu, laman resmi Suara Muhamamdiyah (10/2/2020), juga mengabarkan, bahwa sebagai upaya membantu pencegahan diri dari penyebaran virus baru Corona di Taiwan, Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Taiwan, pada Ahad kemarin membagikan ribuan masker kepada seluruh WNI di Taiwan secara serempak. Kegiatan ini didukung oleh seluruh kader dan simpatisan Muhammadiyah yang berasal dari kalangan pelajar dan pekerja migran Indonesia.

Dari keterangan PCIM Taiwan, semua bahu-membahu membagikan masker kepada WNI yang sedang libur kuliah dan bekerja. Menurut Ketua PCIM Taiwan, Andi Azhar, ada sekitar 4000 masker yang dibagikan dalam pembagian gelombang pertama ini dan kegiatan pembagian masker ini tidak hanya akan dilakukan sekali ini saja. Tapi akan terus berlanjut hingga bulan depan di bawah bendera One Muhammadiyah One Response (OMOR) yang merupakan nama resmi kegiatan kemanusiaan Muhammadiyah.

Diterangkan
kembali dalam laman Suara Muhammadiyah, untuk pembagian masker gelombang kedua
minggu depan, Tim Muhammadiyah Taiwan akan membagikan hingga 30- an ribu
masker. Hingga hari ini, tim Muhammadiyah Taiwan sendiri sudah mendapat donasi
dari MDMC dan Lazismu beberapa propinsi, lembaga-lembaga non pemerintah serta
teman-teman di Indonesia berupa masker sebanyak hampir 25 ribu lembar yang
rencananya akan dikirim mulai hari Senin ini,” tutur Andi. (lt)

SELENGKAPNYA
5 Mei 2025

Lazismu dan FKUI Kolaborasi Gelar Pelatihan dan Penyuluhan Skabies bagi Santri Pondok Pesantren

Bogor – LAZISMU. Pola hidup sehat di pondok pesantren (ponpes) dianggap masih belum memerhatikan lingkungan yang sehat dan bersih. Anggapan ini benar adanya, saat Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) dan Lazismu melakukan pengobatan Skabies kepada para santri pondok pesantren di Jakarta pertengahan Juni tahun 2019.

Temuan tersebut menjadi tindak lanjut kolaborasi Lazismu dan FKUI dalam program kesehatan bertajuk Pesantren Bebas Skabies. Ikhtiar berkelanjutan program kesehatan ini diwujudkan dalam Pelatihan dan Penyuluhan tentang Pelatihan Calon Kader Kulit Sehat dan Ujicoba Aplikasi Deskab, yang berlangsung di Gedung Pusat Pengembangan Islam Bogor (PPIB), Bogor, Jawa Barat (18/2/2020).

Pelatian dan penyuluhan pesantren bebas skabies diiukuti oleh 14 pesantren dan panti asuhan di Jabodetabek plus Cianjur yang terdiri dari pesantren Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama dan Persatuan Islam (Persis). Pengenalan penyakit skabies kepada santri dan pengasuh ponpes adalah nilai tambah kegiatan ini tentang perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). 

Acara yang dipandu dokter Ajeng tersebut dihadiri oleh pembicara dari FKUI yaitu Dr. dr. Sandra Widaty, SpKK(K) Prof. dr. Kusmarinah Baramono, SpKK (K), PhD, dr. Dewi Feriska, MKK, dan Dr. dr. Aria Kekalih, MTI. Hadir dalam acara itu Dr. H. Maskuri, M.Ed dari Lembaga Pengembangan Pesantren PP Muhammadiyah (LP3M), Barry Aditya selaku Badan Pengurus Lazismu dan  dr. Fitri dari Puskesmas Kedung Badak Bogor. 

Dokter Sandra Widaty, mengatakan, gejala skabies bisa ditemukan pada santri ponpes. Karena penyakit kulit maka dia harus dikenali oleh para santri dan pengasuh ponpes. “Dengan mendeteksi di sekitar kulit, penyakit skabies perlu penanganan yang intensif,” katanya.

Dokter Sandra melanjutkan, pengasuh ponpes dan para santri ini juga dikenalkan dengan materi tentang pengenalan skabies dan cara pencegahannya. Menurutnya, sebelum acara pelatihan dan penyuluhan berlangsung para peserta diharapkan dapat mengisi lembar pretest dan postest untuk mengukur sejauh mana para peserta mengetahui penyakit skabies ini.    

Sementara itu, Dr. Maskuri dari Lembaga Pengembangan Pesantren Muhammadiyah (LP3M), mengatakan, acara dan program ini layak diapresiasi. Kegiatan ini bagian dari upaya pengembangan pesantren. Di Muhammadiyah sendiri ada sekitar empat ratusan pesantren. “Persoalan kesehatan memang menjadi perhatian serius, dan LP3M juga bekerjasama dengan MPKU PP Muhammadiyah untu masalah ini,” katanya. 

Ia berharap setelah acara ini ada tindak lanjut yang dapat dijadikan program selanjutnya. Tidak berhenti di sini, ada keberlanjutan program yang bisa memberikan gagasan dan masukan kepada pengasuh dan santri pondok pesantren. Selama ini menurutnya, di ponpes selalu diajarkan pola hidup sehat dengan bersuci (thaharah). “Ikhtiar mewujudkannya yang perlu dilakukan secara terus menerus dan berkelanjutan,” terangnya.   

Dalam kesempatan itu, Badan Pengurus Lazismu, Barry Aditya, mengatakan, ini adalah program berkelanjutan antara FKUI dan Lazismu. Lazismu berharap ponpes mendapat informasi yang benar tentang penyakit skabies ini. Tidak hanya dari Muhammadiyah, kawan-kawan dari ponpes lain seperti NU dan Persis diundang agar ponpes menjadi bagian upaya mengembangkan pesantren dari pola hidup sehat dan bersih. 

Lazismu berharap program kesehatan ini akan dapat dilaksanakan di daerah yang lain setelah pelatihan dan penyuluhan yang digelar hari ini. “Jadi perlu ada keberlanjutannya yang dapat drasakan manfaatnya oleh ponpes yang lain,” jelasnya. 

Salah seorang santriwati dari ponpes Nurul Iman, Bogor, Ratih Wahayu Ningrum, mengaku sangat senang mengikuti acara ini. Selama ini Ratih belum mengalami gejala skabies seperti yang diterangkan oleh pembicara. “Ini pengalaman menarik yang nanti bisa diinformasikan ke teman-temannya,” pungkasnya.

Hal senada disampaikan Noval Arvan Nur Sidik dari Ponpes Persis 112 Bogor. Acaranya seru banget. Sangat bermanfaat buat saya dan kawan-kawan. “Mendengar penjelasan dari para dokter ternyata gejala skabies bisa dideteksi sejak dini,” terangnya. 

Apalagi dengan perkembangan teknologi, skabies bisa dideteksi melalui aplikasi Deskab (Deteksi Skabies) yang memberikan banyak informasi berharga. Noval berkeinginan setelah mengikuti acara ini, pengetahuan yang diperolehnya bisa disampaikan ke kawan-kawan yang ada di ponpes tempat ia menuntut ilmu. (na)

SELENGKAPNYA
5 Mei 2025

Lazismu Salurkan Bantuan untuk Penanggulangan Wabah Covid-19

Yogyakarta – LAZISMU. Lembaga amil zakat nasional dalam hal ini Lazismu Pusat menyerahkan bantuan dana sebesar Rp 5,5 Milyar untuk penanganan wabah Corona Virus Covid-19. Penyerahan bantuan ini dilakukan Lazismu Pusat kepada Majelis Pembina Kesehatan Umum (MPKU) PP Muhammadiyah yang kemudian diserahkan kepada Muhammadiyah Covid-19 Command Center (MCCC) bertempat di Kantor PP Muhammadiyah, Jalan Cikditiro 23, Selasa (24/3/2020).

Hilman Latief, Ketua Lazismu Pusat, mengatakan bahwa dana-dana bantuan yang masuk melalui Lazismu, khususnya untuk mendanai Tim Covid-19, akan digunakan berbagai pengadaan Alat Pelingung Diri (APD) bagi para tenaga medis, mengupgrade keperluan bangsal atau ruangan di RS yang membutuhkan dana tidak kecil, dan tambahan semangat bagi para tim medis yang bekerja siang dan malam.

Selain itu, lanjut Hilman, sebagai Lembaga Amil Zakat Nasional, Lazismu saat ini bersama lembaga amil zakat yang lain juga memikirkan dampak Covid-19 bukan hanya pada aspek kesehatan namun juga aspek sosial ekonomi. Sehingga disepekati ada program-program besar bersama dalam rangka bagaimana juga bisa menyediakan semacam platform untuk kelompok masyarakat yang penghasilannya berbasis harian dan tentu saja ada skema, apa itu insentif atau subsidi dan lainnya.

“Mereka adalah bagian dari Mustahik Zakat,” kata Hilman. Hilman juga mengajak kepada rekan, kolega, dan teman-teman dari gerakan zakat dan lembaga amil se-Indonesia untuk bisa bersinergi bersama Lazismu.

Sementara itu, Wakil Ketua Muhammadiyah Covid-19 Command Center (MCCC) dr. Aldila S Al-Arfah, MMR mengimbau kepada warga masyarakat bisa tetap tenang dan waspada serta membantu berbagi melalui donasi bagi orang lain yang membutuhkan.

“Kemudian bagi tim medis (insan kesehatan) kami berikan dukungan moril yang sebesar-besarnya. Teruslah bergandengan tangan, jangan lupa bahwa Allah SWT senantiasa hadir disetiap langkah-langkah kita, Insya Allah ini adalah jihad fii sabilillah kita,” ujarnya.

Aldila juga menyampaikan terima kasih kepada jajaran MCCC atas seluruh jeripayahnya yang tak kenal lelah bahkan tak lagi memikirkan dirinya sendiri atau keluarganya semata tetapi untuk kemaslahatan umat dan bangsa.

“Ini adalah bentuk perhatian Muhammadiyah untuk memajukan Indonesia, mencerdaskan bangsa,” pungkas Aldila. (Syifa)

SELENGKAPNYA
5 Mei 2025
LAZISMU adalah lembaga zakat nasional dengan SK Menag No. 90 Tahun 2022, yang berkhidmat dalam pemberdayaan masyarakat melalui pendayagunaan dana zakat, infaq, wakaf dan dana kedermawanan lainnya baik dari perseorangan, lembaga, perusahaan dan instansi lainnya. Lazismu tidak menerima segala bentuk dana yang bersumber dari kejahatan. UU RI No. 8 Tahun 2010 Tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang

Alamat

Jl. Menteng Raya No.62, RT.3/RW.9, Kb. Sirih, Kec. Menteng, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10340
Jl. Jambrut No.5, Kenari, Kec. Senen, Jakarta Pusat 10430
info@lazismu.org
0213150400
0856-1626-222
Copyright © 2026 LAZISMU bagian dari Persekutuan dan Perkumpulan PERSYARIKATAN MUHAMMADIYAH
cross