

Lumajang – LAZISMU. Lazismu Lumajang dan Muhammadiyah Command Center Covid-19 (MCCC) tiada henti menyalurkan bantuan paket sembako bagi warga terdampak wabah virus mengerikan itu. Sejumlah 800 paket sembako disalurkan di 21 kecamatan melalui Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) setempat.
Pada hari Selasa (30/6/2020), Tim Lazismu meluncur ke kawasan Gucialit dan Ranuyoso. Kegiatan tersebut langsung dikomandani oleh Anggit selaku Kepala Kantor Layanan Lazismu Rowokangkung.
Masruri selaku ketua PCM Gucialit mengucapkan terima kasih kepada Lazismu yang selama ini terus mendukung kegiatan di tempatnya.
“Tentu kami akan terus bersemangat membina para pemuda di sini, nantinya akan menjadi kader penerus perjuangan kami,dalam waktu dekat kami juga akan mengoptimalkan Kantor Layanan Lazismu sehingga bisa menopang kegiatan sosial yang ada di Gucialit,” katanya.
Hal senada diungkapkan Supriyono selaku pengurus PCM Ranuyoso, bahwa cabang Ranuyoso baru berdiri dan Alhamdulillah pergerakan kami juga disambut antusias oleh masyarakat. Di samping itu, dukungan Lazismu menjadi perpanjangan tangan PDM yang terus mengalir. Ini menjadi semangat kami untuk memberi yang terbaik,” ungkapnya.
Anggit selaku koordinator, dalam kegiatan ini mengatakan, sinergi dan kebersamaan itu penting walaupun di kantor layanan, wajib hukumnya membantu kegiatan daerah karena Lazismu itu satu kesatuan, mulai dari pusat sampai ke tingkat kantor layanan, satu komado, sesuai dengan mottonya “Memberi untuk Negri”, tambahnya. (kus/lazismujatim)

Pulangpisau – LAZISMU. Imbas Covid-19, yang berdampak pada ekonomi masyarakat, membuat Lazismu di Pulangpisau dan Muhammadiyah Command Center Covid-19 (MCCC) mencari cara lain bagaimana menyajikan bantuan program kepada penerima manfaat.
Melalui program ketahanan pangan, pembagian paket sembako ke warga terdampak dan sedekah bahan makanan merupakan pilihan yang biasa dilakukan. Hanya saja, kali ini, bahan makanan dan bahan pendukung lainnya, tidak dibagikan langsung secara langsung, melainkan digantung di beberapa tempat.
Program gantung sembako yang dilaksanakan di halaman Masjid KH. Ahmad Dahlan Pulangpisau sudah berlangsung kurang lebih satu bulan. Dimulai pada akhir bulan Mei hingga saat ini. Antusias warga untuk merasakan manfaatnya cukup tinggi, dan juga direspons baik oleh para donatur yang mendukung kegiatan ini.
Hal ini dibuktikan dengan hadirnya setiap relawan yang menggantung sembako. Tak berapa lama, sembako sudah habis diserbu warga dalam waktu singkat.
Ketua Lazismu Pulangpisau, Achmat Husen mengatakan, Lazismu sebagai lembaga amil zakat, memberikan perhatian lebih terhadap persoalan ini, salah satunya dengan program Ketahanan Pangan yang sudah dilaksanakan sejak awal-awal pandemi Covid-19 merebak dan sampai hari ini masih terus berlanjut.
“Pandemi masih belum usai, perkembangannya masih cenderung naik di beberapa daerah. Akibatnya berimbas ke berbagai sektor, terutama warga masyarakat yang bekerja di sektor non formal, mereka kehilangan sebagian besar mata pencahariannya,” terangnya.
Husen menambahkan, kegiatan dengan cara ini terus dilakukan selama masih ada donatur yang mendukung program ini dan selama warga masih memerlukan.
“Kami berharap para donatur tetap setia dan terus mendukung program-program yang dicanangkan oleh Lazismu Pulangpisau. Kami ucapkan terima kasih atas kepercayaan donatur (muzaki) yang telah memercayai Lazismu dalam menyalurkan zakat, infak dan sedekahnya untuk dikelola,” jelasnya.
.jpeg?access_token=f5a959fc-120c-4d6b-b90e-798fa0a15dda)
Dalam kesempatan itu, Ketua MCCC Pulangpisau (1/7/2020), Yulianto mengatakan, saat ini tenda pangan gratis sudah berlangsung di dua lokasi, yakni di halaman Masjid KH.Ahmad Dahlan dan di jalan Darung Bawan, Desa Anjir, Pulangpisau.
Siapapun dapat menaruh sembako dan masyarakat lain yang membutuhkan dapat mengambil sesuai dengan keperluannya. Uniknya terdapat ajakan yang disosialisasikan yang berbunyi “Ambil secukupnya dan Gantung sebanyak-banyaknya”. Tujuannya untuk mengajak dan mengedukasi masyarakat untuk sama-sama berbagi,” ujarnya.
Mama Iqbal, salah seorang warga Desa Anjir, mengungkapkan kegiatan ini sangat bermanfaat bagi kami yang kesulitan pekerjaan karena dampak Covid-19. “Terima kasih Lazismu, ini sangat membantu kami yang kurang mampu, bisa meringankan kebutuhan dapur setiap hari,” katanya. Ia berharap kegiatan seperti ini tetap berlanjut sampai wabah Corona betul-betul hilang dari muka bumi, kata Mama Iqbal sembari mengambil sembako yang ada di gantungan.
Alhamdulillah, seiring berjalannya waktu warga merasakan manfaat dari program ini dan donatur mempunyai kepercayaan untuk memberikan infak sedekahnya (bon)

Samarinda – LAZISMU. Kembali Lembaga Amil Zakat Infak dan Sedekah Muhammadiyah Sempaja Selatan menyalurkan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan, kali ini target sasarannya adalah pelaku usaha yang mengalami kesulitan akibat dampak pandemi Covid-19.
Bantuan yang diberikan berupa modal usaha kepada usaha rumahan dan warung kecil yang dimiliki disabilitas. Tidak hanya itu, Lazismu juga memberikan bantuan dana pendidikan kepada 19 orang santri dan mahasiswa dan juga bantuan pelaksanaan Khitanan.
Penyerahan bantuan berlangsung di Kantor Lazismu Sempaja Selatan, di Jalan Perjuangan, Kota Samarinda, Ahad, 28, Juni 2020.
Ketua Pimpinan Ranting Muhammadiyah Sempaja Selatan, Agus Shahir AS, mengatakan, pemberian bantuan tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat kepada para pelaku usaha, dan sekaligus sebagai bentuk pemberdayaan yang dilakukan oleh Lazismu.
Pada kesempatan ini sebenarnya Lazismu memberikan bantuan kepada pelaku-pelaku usaha, khususnya usaha mikro. Antara lain, kata Agus, dalam bentuk usaha kerupuk dan jenis usaha kecil lainnya serta pelaku usaha yang dijalankan oleh penyandang disabilitas.
“Kami berharap mereka tidak akan mengalami kesulitan untuk menjalankan aktivitasnya. Seperti yang produksi kerupuk tetap berjalan produksinya, yang punya usaha kelontong juga tetap bisa berjualan, meski dampak dari pandemi belum berakhir,” ujarnya.
Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Kalimantan Timur, Suyatman mengapresiasi langkah Lazismu yang terus peduli terhadap kepentingan masyarakat. Menurutnya, kepedulian Muhammadiyah tidak hanya di bidang pendidikan, namun juga di bidang kesehatan dan sosial.
“Semangat Muhammadiyah untuk membantu sesama harus terus digelorakan, semangat kemitraan dan tindakan nyata untuk saling menolong dan kerja sama untuk kebaikan, untuk kemajuan bangsa dan negara harus tetap kita jaga,” tandas Suyatman penuh harap.
Kegiatan penyerahan ini juga dihadiri Pimpinan Cabang Samarinda Utara Taufik Rachman dan Sekretaris Lazismu Kota Samarinda Zainuddin. (gadis/hk.net)

Pamekasan – LAZISMU. Lazismu Pamekasan memberikan santunan kepada 19 anak Yatim di Dusun Sawah,Desa Bicorong, Kecamatan Pakong, pada Selasa, 30 Juni 2020. Penyerahan secara simbolis diserahkan oleh Ketua LAZISMU Pamekasan, Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah Pakong dan Manager Lazismu setempat
Acara yang berlokasi di salah satu rumah warga ini, sebagai bentuk hadirnya Lazismu di tengah masyarakat untuk mempererat tali persaudaraan, juga sebagai wujud kepedulian dan tanggung jawab dari lembaga sosial kemasyarakaran.
Ketua Lazismu Pamekasan, Matnin,menyampaikan, ini adalah amanah dari para muzaki dan donatur kepada penerima manfaat yakni anak-anak yatim yang harus disampaikan oleh Lazismu kepada yang berhak.
Ketua PCM Pakong, Mas’udi, mengucapkan terima kasih, dan alhamdulillah sejak diluncurkan, Kantor Layanan (KL) Lazismu Kecamatan Pakong, banyak masyarkat yang bisa merasakan manfaat dari hadirnya lazismu di Pakong.
Manfaatnya dalam bentuk penyaluran program, baik untuk yatim, lansia, dan lainnya. Tujuannya menebar manfaat kepada semua orang secara transparan dengan distribusi yang tepat sasaran. Semoga semakin banyak masyarakat yang menyalurkan zakat, infak dan sedekahnya kepada Lazismu, sehingga sasaran penerima manfaat semakin luas, tuturnya. (lazismujatim)

Kalsel – LAZISMU. Satu pekan sebelum akhir bulan Juni, Lazismu Kabupaten Banjar mengabarkan akan melaksanakan program benah rumah. Informasi itu disampaikan Nashir selaku Staf Program Lazismu Banjar, pada 6 Juli 2020. Di bulan Juni itu, dilaksanakan survei atau penilaian awal oleh badan pelaksana ke lokasi calon penerima manfaat di Desa Pingaran Ulu, Kecamatan Astambul.
Benah Rumah sendiri merupakan turunan dari program bedah rumah Lazismu Pusat yang merupakan bahagian dari program sosial kemanusiaan. Manajer Lazismu Banjar, Ginanjar Sutrisno, menjelaskan alasan akan dilaksanakannya progam benah rumah. “Kami melaksanakan program ini setelah melakukan penjajakan sebagai awal penilaian untuk ditindaklanjuti, dan kelengkapan informasi didapatkan melalui dinas sosial Kabupaten Banjar,” paparnya.
Ginanjar menambahkan, setelah beberapa waktu lalu melakukan survei Lazismu Banjar memutuskan untuk membantu. Lazismu membantu dalam bentuk program benah rumah, keputusan itu berdasarkan fakta dengan melihat kondisi keluarga Ibu Rusniah memang sangat perlu mendapat uluran tangan.
Rusniah salah seorang penerima manfaat, merupakan warga Pingaran Ulu, Kecamatan Astambul. Dia menurut Ginanjar, mengajukan permohonan kepada kantor dinas sosial setempat pada 2019 untuk dibantu dalam hal pembedahan rumah mengingat rumah yang dihuni saat ini bisa dikatakan tidak layak.
Rusniah ketika ditemui Lazismu, mengakui perihal informasi itu, dia lalu mengucapkan terima kasih atas kedatangan Lazismu dan berharap bisa dibantu. “Saya bersyukur dan terima kasih atas kedatangan Lazismu Banjar, saya berharap nantinya bisa dibantu,” ucapnya.
Rusniah sendiri kondisi kesehatannya memprihatinkan. Beberapa tahun terakhir tidak bisa melihat dengan sempurna karena ada gangguan kesehatan pada mata. Selain itu, Rusniah tinggal bersama empat anaknya. Kondisi lantai rumahnya tidak rata lagi karena tiangnya tak kuat menahan. Dinding rumah yang bolong ditutup dengan spanduk dan terpal plastik.

Jangan tanya jika hujan turun, alirannya merembes ke rumah membasahi sebagian besar rumah yang tidak begitu luas, sementara atap rumah terbuat dari daun rumbia, di tambah lagi dengan terpal yang setiap tahunnya harus diganti.
Lazismu berharap para dermawan bisa ikut membantu beliau dengan mendukung program ini melalui donasi. “Kami berharap para dermawan di manapun berada bisa berdonasi dan mewujudkan hunian yang layak untuk Rusniah,” kata Ginanjar.
Berdasarkan agenda, menurut keterangan Nashir, program bantuan ini akan berlangsung dalam dua tahap. “Tahap pertama periode Agustus – September, yang diprioritaskan adalah pembuatan sumur, kamar mandi, dan benah dapur. Selanjutnya ditahap kedua, periode Oktober - Desember, akan dilakukan pembenahan dinding, atap dan lantai,” jelasnya.
Program ini secara resmi diluncurkan sejak Lazismu Banjar mengagendakan dimulainya bantuan tahap awal melalui penghimpunan dana. Lazismu Banjar membuka donasi dengan cara mengirimkan donasi terbaiknya #mulaidaridari20ribu melalui Bank Syariah Mandiri pada rekening 74444 20205, informasi selengkapnya dapat mengunjungi laman resmi dialamat: https://lazismubanjar.org/benah-rumah-rusniah (mdn)

Jakarta – LAZISMU. Pandemi Covid-19 masih belum berakhir. Di Indonesia, data statistik yang ditampilkan laman resmi https://covid19.go.id/ dalam angka menunjukkan perkembangannya, positif 57.770, sembuh 25.595, dan meninggal 2.934 (1/7/2020). Dinamika perubahan zona masih terus berubah seiring dengan aturan protokol kesehatan yang harus diterapkan.
Dampaknya tak perlu ditanya, yang paling terasa adalah ekonomi keluarga. Apalagi bersamaan dengan pergantian tahun ajaran baru dan akademik turut menambah beban kehidupan keluarga. Perhatian lembaga filantropi atas imbas Covid-19, tertuju pada bagaimana bertahan dari impitan ekonomi.
Lazismu misalnya, di samping menelurkan program Ketahanan Pangan secara nasional, dari sisi pemberdayaan juga menjadi perhatian penting, khususnya melalui program UMKM berbasis keluarga. Penerima manfaat program UMKM ini mendapat dukungan dan pendampingan untuk menjalankan usahanya dari Lazismu.
Kebahagiaan diungkapkan Rizka Barkah asal Bandung. Ia dapat menambah asupan perlengkapan pakaian Jersey olahraga lewat Saung 33 Production yang dirintisnya. “Jenis pakaian kaos yang dijulanya kini lebih variatif, saya mengucapkan terima kasih kepada Lazismu, paparnya. Kini Rizka masih tetap berusaha berjualan Jersey, baik secara offline dan online.

Penerima manfaat lainnya, Mang Uu yang tinggal di Bogor, ikut merasakan imbas Covid-19. Warung kopi miliknya sempat tutup karena tak bisa berjualan, sementara uang yang harus diputar semakin menipis untuk memenuhi kebutuhan keluarga.
Setelah mendapat bantuan pemberdayaan dari Lazismu, Mang Uu kini sudah dapat berjualan kembali. ”Akhirnya bisa mulai usaha lagi, di sini bukan hanya bisa ngopi dengan tempat yang nyaman dan bisa sambil ngobrol dan kumpul-kumpul semata, keterjangkauan harga menjadi perhatiannya,” katanya.
Manfaat berikutnya juga dirasakan Dewi Kartinah asal Tambun Utara, Bekasi. Bantuan pemberdayaan Lazismu diterima Dewi untuk mengembangkan usahanya yang sepi saat pandemi. Dewi mengucapkan terima kasih kepada Lazismu. “Alhamdulillah usaha warung saya bisa berjalan lagi dan bertambah lengkap. Mudah-mudahan tambah berkah dan lebih baik kedepannya,” pungkasnya.
Para penerima manfaat program UMKM berbasis keluarga merupakan hasil kerjasama Lazismu dan Alfamart. Terutama hasil donasi konsumen Alfamart yang terhimpun yang amanahnya dikelola Lazismu sudah bisa dirasakan manfaatnya oleh mereka yang membutuhkan. “Lazismu mengucapkan terima kasih kepada seluruh donatur yang memercayakan uang kembaliannya di Alfamart kepada Lazismu,” kata Falhan Nian Akbar selaku Manager Program Lazismu Pusat. (na)

