

Muara Teweh – LAZISMU. Lazismu Kabupaten Barito Utara meluncurkan program ketahanan pangan melalui 'WarungMu' untuk membantu masyarakat yang terdampak COVID-19. "Program WarungMu ini selain membagikan paket sembako kepada masyarakat yang membutuhkan, juga menjual paket sembako dengan harga pas di kantong dan hasil yang didapat akan disalurkan kembali kepada masyarakat," kata Ketua Lazismu Barito Utara Saipullah di Muara Teweh, Sabtu.
Menurut dia, program yang diinisiasi dirinya itu berharap kegiatan ini dapat membantu masyarakat yang membutuhkan dengan manawarkan paket sembako masing-masing berisi beras 5 kilogram, gula pasir 1 kg dan minyak goreng 1 liter.
Paket sembako yang dijual kepada masyarakat antara lain paket pertama berupa beras putri koky, gula pasir dan minyak goreng senilai Rp 100 ribu, paket kedua beras lelap lele, gula pasir dan minyak goreng seharga Rp 97 ribu, paket ketiga beras lele, gula pasir dan minyak goreng Rp 92 ribu dan paket keempat beras pandan, gula pasir dan minyak goreng Rp 91 ribu.
"Kita juga melayani pembelian per jenis barang, namun untuk paket sembako lebih murah," katanya didampingi Bendahara Lazismu Farid Ansyori.
Selain kegiatan tersebut, Lazismu Barito Utara juga bersama dengan Komunitas Jumat Sedeqah Muara Teweh melakukan kegiatan dengan tajuk "Boleh taruh sedekah pian, boleh ambil sedekah pian" di beberapa titik kota Muara Teweh.
"Kami berharap dengan kegiatan ini dapat semakin meringankan beban masyarakat yang tidak mampu selama masa pandemi COVID-19 ini," kata dia. Salah seorang warga penerima manfaat paket ketahanan pangan, Wisnu mengatakan paket bahan pokok ketahanan pangan ini sangat terjangkau dan pas di kantong.
"Alhamdulillah, paketnya sangat terjangkau dan kualitasnya bukan kaleng-kaleng. Selama masa pandemi COVID-19 ini, kami sebagai pekerja nonformal mengalami penurunan pendapatan. Sehingga sulit untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Untuk itu, dengan adanya paket dengan harga terjangkau ini sangat membantu bagi keluarga kami yang ada dirumah,” ujarnya.
Ketua Pengurus Daerah Muhammadiyah Barito Utara Rakhmat Muratni berharap kegiatan WarungMu yang diinisiasi oleh Lazismu Barito Utara dapat berjalan sebagaimana yang diimpikan. "Dan kedepannya diharapkan menjadi wadah distribusi hasil pertanian dan perkebunan Barito Utara, serta untuk
warga Muhammadiyah sendiri juga kepada
masyarakat luas," kata Rakhmat Muratni. (kalteng.antaranews.com)

Magelang – LAZISMU. Lazismu Kota Magelang, menyerahkan bantuan untuk Rachmat Sulistyanto, yang merupakan korban kebakaran, warga Kelurahan Magersari, Kecamatan Magelang Selatan, Kota Magelang Selasa (9/6/2020) kemarin. Bantuan berupa uang senilai Rp 15.690.800 itu, berasal dari para donatur. Dengan bantuan itu, diharapkan dapat bermanfaat dan meringankan beban keluarga korban.
Ketua Lazismu Kota Magelang, Andi Triyanto Sabtu (20/6/2020) menyampaikan, Muhammadiyah turut prihatin dan berharap bisa membantu meringankan beban keluarga korban pasca bencana kebakaran ini. “Satu hari setelah kejadian Lazismu langsung melakukan cek dan survei lokasi ke rumah korban sekaligus menyampaikan rasa duka yang mendalam. Survei yang dilakukan terkait identifikasi kerusakan rumah dan juga terkait fasilitas-fasilitas lain yang terkait dengan sumber mata pencaharian atau pekerjaannya,” katanya.
Setelah survei dilakukan, kata Andi, pihaknya menyerahkan bantuan uang sebesar Rp 15.690.800. Bantuan yang berasal dari para donatur tersebut diharapkan dapat bermanfaat untuk meringankan beban keluarga korban sekaligus dapat digunakan untuk melakukan perbaikan rumah serta persiapan persiapan lain untuk menjalani kehidupan selanjutnya.
“Dari survei yang kami lakukan ternyata pemilik rumah sehari hari memiliki aktifitas usaha bisnis berupa warung makan, selain untuk perbaikan rumah mudah mudahan bantuan ini bisa digunakan untuk memperbaiki beberapa fasilitas khususnya yang terkait dengan aktifitas usaha sebagai mata pencaharian sehari-harinya,” katanya.
Disampaikan Rachmat Sulistyanto, peristiwa kebakaran ini terjadi pada pagi hari sekitar pukul 02.00 WIB saat dirinya dan keluarga tertidur lelap. Diperkirakan, jika sumber api berasal dari ledakan kompor di dapur, hampir seluruh bagian rumah terbakar. “Walaupun hampir semua ruangan rumah terbakar, tapi alhamdulillah semua anggota keluarga kami selamat,” ungkapnya.
Usai
menerima bantuan itu, pihalnya mengucapkan banyak terimakasih atas kepedulian
dan bantuan yang diberikan. “Semoga ini dicatat oleh Allah menjadi amal
kebaikan bagi warga masyarakat yang telah memberikan bantuan dan juga bagi
Lazismu, semoga Allah selalu memberikan keberkahan dan kesehatan bagi kita
semuanya,” kata Yanto usai menerima bantuan yang diserahkan secara simbolis oleh
Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Magelang, Solichin. (Bag/krjogja.com)

Kalteng– LAZISMU. Lazismu Kabupaten Lamandau menunjukkan kepedulian terhadap masyarakat terdampak pandemi covid-19. Terutama terhadap kaum duafa, janda, dan anak yatim. Kepedulian tersebut diwujudkan dalam bentuk pembagian beras kepada kepada sejumlah duafa, janda serta anak yatim yang ada di Kecamatan Bulik dan Sematu Jaya.
"Kami
menyalurkan bantuan berupa beras kepada saudara kita khususnya kaum duafa,
janda, dan anak yatim yang mengalami kesulitan di tengah pandemi ini,"
kata Ketua LAZISMU Lamandau, Sukri, Senin, 22 Juni 2020.
Bantuan tersebut merupakan hasil pengumpulan dari anggota dan simpatisan Muhammadiyah di Kabupaten Lamandau. Total terkumpul beras sebanyak 510 kilogram. "Bulan ini kami salurkan kepada warga dengan rincian masing-masing 10 kg beras untuk tiap penerima," katanya.
Terpisah, Ketua PD Muhammadiyah Kabupaten Lamandau, Taufik Hidayat menyebutkan, kegiatan yang dilaksanakan tersebut sebagai upaya memberikan kepedulian terhadap masyarakat di masa sulit akibat wabah corona.
"Kami sangat mendukung dan mengapresiasi aksi sosial yang diinisiasi Lazismu Lamandau, termasuk kegiatan menampung, mengkoordinir, dan menyalurkan zakat, infak serta sedekah di Kabupaten Lamandau," ujarnya.
Dia menambahkan, meski LAZISMU Lamandau baru dibentuk sekitar dua bulan lalu, namun sudah mampu menunjukan eksistensi di tengah masyarakat. "Mudah-mudahan keberadaan Lazismu juga dapat membantu meringankan tugas pemerintah daerah dalam penanganan dampak covid-19," harapnya.
Sementara, salah seorang penerima manfaat, Pariem, warga RT 03 Nanga Bulik, mengaku saat bersyukur mendapat bantuan dari Lazismu tersebut. "Alhamdulillah, terima kasih kepada segenap pengurus Lazismu Lamandau atas bantuannya. Ini sangat bermanfaat buat kami sekeluarga, semoga menjadi berkah untuk semua," cetusnya. (hn/.borneonews.co.id)

Kudus – LAZISMU. Akhir pekan pertama bulan Juni, Lazismu Kudus berkesempatan silaturahim ke rumah Bapak Poso (70) dan Ibu Marsanah (60) yang tinggal di Desa Papringan, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah.
Kedatangan amil Lazismu saat itu, untuk menemui Ibu Marsanah yang mengalami stroke ringan sejak tahun 1990. Sementara suaminya mengalami ketakmampuan melihat karena sakit mata katarak. Ibu Marsanah tinggal bersama anak yang kelima. Putranya itu bekerja sebagai buruh cetak genteng yang penghasilannya tak menentu.
Tentu saja kedatangan Lazismu selain mencari tahu informasi detail, juga ingin memberikan bantuan berupa kursi roda. Karena perempuan yang berusia setengah abad itu sudah tak mampu lagi berjalan secara normal.
Menurut cerita putranya, awal mula Ibu Marsanah, enggan menggunakan kursi roda, tetapi anak-anaknya mencoba meyakinkan bahwa dengan kursi roda itu dapat mempermudah aktivitasnya. Alhamdulillah setelah dibujuk, Ibu Marsanah mau untuk menggunakan kursi roda. Dia berharap kursi roda itu dapat dimanfaatkan di luar rumah dan di dalam rumah.
Menurut keterangan, Abdul Latif Muhtadin, yang berkomunikasi dengan Nor Habibi salah seorang putra Ibu Marsanah, sebelumnya Habibi memohon bantuan ke Lazismu. Permohonan itu setelah dipelajari nilai manfaatnya, akhirnya disetujui Lazismu.
Latif Muhtadin, yang juga staf Fundraiser Lazismu Kudus, bersama amil lainnya datang menyerahkan langsung bantuan kursi roda kepada suami Ibu Marsanah. “Poso menangis tersedu- sedu karena terharu melihat istaerinya di atas kursi roda. Poso terlihat bahagia, ia mengucapkan banyak banyak terima kasih kepada donatur yang telah membantu istrinya,” kata Latif meniru apa yang diucapkan Poso.
Latif menambahkan, berdasarkan informasi dari anaknya yang tinggal satu rumah, Ibu Marsanah, juga mengucapkan terima kasih kepada Lazismu yang sudah memberikan bantuan kursi roda. Habibi pun tak luput mengucapkan ungkapan yang sama kepada Lazismu, bahwa orang tuanya sangat terharu atas apa yang sudah diberikan Lazismu. Sambil terisak-isak, Habibi tak sanggup mengucapkan hal tersebut denghan lancar karena saking bahagianya.
Habibi
yang juga aktif di Kokam setempat sebagai pengurus, berharap dengan kursi roda
itu bisa menuntun ibunya dengan bantuan kursi roda untuk berjemur di depan
rumah. Ia berharap orang tuanya itu, tidak larut dalam kesedihan. (na)

Tak mudah bagi Bayu melepas penat jika masjid belum betul-betul resik. Tugasnya harus tuntas karena tugas berikutnya tetap menunggu seiring berjalannya waktu-waktu salat. Tak ada lagi kegiatan lainnya yang lebih penting, dan siap kembali ke rumahnya dalam waktu tertentu.
Di masjid ini pula Kantor Layanan Lazismu Al-Ummah berdiri. Menurut kesaksian M. Farih selaku amil, Bayu tergolong pria cekatan. Ia berasal dari keluarga yang duafa. Tapi tak menyurutkan semangatnya untuk mengabdi.
“Selama ini kehidupan Bayu menjadi tanggungan Lazismu. Bayu juga harus menanggung hidup keluarganya termasuk kedua anaknya. Di usianya yang sudah kepala tiga, beban yang harus dipikulnya layak mendapat perhatian,” kata Farih.
Setiap bulan, Bayu mendapatkan paket sembako yang berisi 10 kilogram beras, lauk pauk, dan pelengkapnya. Bayu sebetulnya tidak sendiri, bersama asnaf lainnya ia termasuk dari 65 fakir-miskin yang dalam catatan Lazismu sebagai penerima manfaat.
Dalam kesempatan berbeda, Lazismu Al-Ummah pernah melaksanakan kegiatan sosial-kemanusiaan, di Desa Aluh-aluh, Bayu ikut terlibat sebagai relawan Lazismu baik dalam bencana banjir, pengobatan gratis, sunatan massal, operasi katarak dan kegiatan sosial lainnya. Sejak 2017, Farih mengungkapkan, Bayu sudah menunjukkan komitmennya, sehingga pada 2018, Bayu dipercaya menjadi relawan Lazismu.
Keterlibatan Bayu di Lazismu, sebagai bentuk pemberdayaan di luar kegiatannya sebagai marbot masjid. Spirit yang terpatri dalam jiwanya, yang membuat Lazismu perlu memberikan cara pandang berbeda terhadap Bayu. Karena itu, di saat Lazismu berkesempatan mengunjungi rumahnya serta rumah orang tuanya, Farih sungguh terkejut, apa yang disaksikannya sangat tidak layak untuk bernaung bagi orang pada umumnya.

Rumahnya rapuh, dan sangat kecil ukurannya. Di atas tanah seluas 4 x 4.5 meter persegi, Bayu tinggal bersama keluarganya tanpa kamar tidur. Farih mengatakan, atas kondisi itu, Lazismu merencanakan untuk merenovasi rumahnya dengan menggalang donasi dari para donatur. Diagendakan dalam renovasi, rumah Bayu akan diubah ukurannya menjadi 7 x 6 meter persegi.
Beruntung baginya, Ia tak perlu lagi cemas saat hujan turun karena rumahnya telah direnovasi oleh Kantor Layanan Lazismu Al-Ummah Kota Banjarmasin sehingga layak untuk dihuni dan tak lagi bocor kala musim penghujan tiba.
Aksi bedah rumah yang menggandeng relawan KOKAM dan MDMC Kalimantan Selatan pada Jum’at 19 Juni 2020 ini bertujuan untuk mewujudkan tempat tinggal yang layak untuk para penerima manfaat. Akhirnya rumah Bayu yang berada di jalan Setia No. 66, RT 29 / RW 03 Kelurahan Bumi Pemurus Dalam, Kecamatan Banjarmasin Selatan, Kota Banjarmasin diperkirakan akan segera tuntas Jum’at, 26 Juni 2020.
Berikutnya, kata Farih, Lazismu akan merenovasi rumah ibunya jika dana yang terkumpul dianggap cukup, karena kondisnya serupa tak layak untuk dihuni. Ibunya juga dalam kesempatan lain turut membantu aktivitas masjid di dapur untuk menjaga kebersihan peralatan dapur masjid.
Bayu berterima kasih kepada Lazismu KL Al-Ummah, karena atas bantuannya dapat tinggal di rumah barunya. Ia juga berharap ibunya dapat tetap beraktivitas di masjid untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya. (na)

Bandung – LAZISMU. Imbas
pandemi Covid-19, terasa betul pukulannya, tidak hanya pelaku usaha bersekala
besar, pelaku usaha kecil pun tak mampu bertahan dalam waktu yang panjang.
Peran lembaga filantropi sangat dinanti terutama melalui program-program
pemberdayaan. Dan, kehadiran lembaga amil zakat diharapkan sebagai salah satu
alternatif memutus mata rantai pandemic Covid-19 yang berdampak pada kegiatan
ekonomi di sektor informal.
Demikian
Falhan Nian Akbar, Manager Program Lazismu Pusat saat pelaksanaan pelatihan di
Bandung, Jawa Barat (23-24/6/2020). “Lazismu mengajak masyarakat agar tidak
larut dalam kesedihan, apapun realitasnya harus bangkit dan kegiatan ekonomi
dapat pulih sehingga UMKM berbasis keluarga menjadi garda depan sehingga
masyarakat tidak larut dalam kesedihan,” paparnya.
Dalam
pelatihan itu, Falhan menjelaskan, Lazismu masih menjalankan program Ketahanan
Pangan dengan memberikan bantuan langsung baik dalam bentuk santunan maupun
paket sembako. Pada kali ini di eras new normal, Lazismu menjalankan program
ketahanan ekonomi berbasis keluarga.
Di
masa pandemi ini, lanjut Falhan, bantuan kegiatan wirausaha, baik dalam bentuk
modal usaha menjadi perhatian Lazismu. Terutama bagi mereka yang baru membuka
usaha maupun mereka yang sudah menjalankan usaha dan terdampak sampai saat ini.
Karena itu, melalui pelatihan program UMKM yang berkolaborasi dengan Alfamart,
melalui donasi konsumen dapat dimanfaatkan dengan seoptimal mungkin.
“Penerima
manfaat mendapatkan bantuan modal usaha kemudian dilatih serta memeroleh
pendampingan,” terangnya. Pada gelombang pertama ada sekitar 100 penerima
manfaat yang tersebar diberbagai daerah, salah satunya di Kota Bandung. Selama
dua hari Lazismu mengadakan Pelatihan & Pendampingan Pemberdayaan UMKM
dengan mengusung tema : Ketahanan Ekonomi Berbasis Keluarga Di Masa Pandemi
Covid-19.
Pelatihan
yang dilaksanakan di Soreang-Banjaran, Kabupaten Bandung dihadiri penerima
manfaat program sebanyak 15 orang dengan berbagai jenis usaha di antaranya ada
yang melaksanakan Budidaya Lele, Tani
Jagung, Aneka Kue, Pakaian Jersey dan Warung Sembako Klontongan.
Kegiatan
diisi oleh beberapa narasumber, yakni Falhan Nian Akbar, selaku Manager
Pemberdayaan dan Distribusi Program Lazismu Pusat, Amin Sidik, selaku mitra
Lazismu yang juga penanggung jawab program sebelumnya yaitu Tani Bangkit Jahe
Merah.
Kegiatan
dihadiri oleh Lazismu Jawa Barat yang diwakili oleh Sani sebagai Manajer
Program, untuk sinergi keberlanjutan program, serta komunitas warga paguyuban
Satria Sunda Sakti (S3) seni budaya sunda, Lembaga Pemberdayaan Lingkunga Hidup
Serbawangi, BKM Kelurahan Jelekong, dan pimpinan redaksi Tabloid Buhun.
Hamdan
yang juga bergiat di pondok pesantren, mengatakan, program ini sangat membantu
sekali untuk masyarakat terutama di saat kondisi seperti sekarang ini. “Sebagai
penerima manfaat sangat mengapresiasi program dari Lazismu yang banyak
memotivasi, apalagi program ini disertai dengan adanya pelatihan dan
pendampingan langsung,” ujarnya.
Dalam
program binaan Lazismu, saya menjalankan program budidaya lele, beberapa
informasi tentang UMKM baik secara
teoritis maupun praktis saya peroleh di sini,
karena pendampingan bukan hanya sekali dua kali tapi berlanjut sampai
berkembang. “Mudah-mudahan, program seperti ini bisa terus berlanjut bukan
hanya di masa pandemi, karena sangat membantu masyarakat,” kata Hamdan.
Senada
dengan Cecep yang bekerja harian lepas, alhamdulilah program UMKM dari Lazismu,
untuk ketahanan pangan melalui ekonomi berbasis keluarga sangat membantu
sekali. Bagi saya dengan materi pelatihan dan pendampingan ada tambahan
informasi yang bermanfaat terutama dalam budidaya ikan lele.
“Ada
ilmu tambahan dari cara bagaimana mulai pemilihan bibit, cara penebaran bibit,
dan cara memberi pakan. Sinergi program ini sangat bermanfaat bagi kami yang
datang dalam kegiatan pelatihan. Terima kasih Lazismu atas dorongan
semangatnya,” pungkasnya. (na)

