Berita

Ikuti kabar terbaru dari Lazismu. Lihat laporan penyaluran, kisah inspiratif penerima manfaat, dan dampak nyata dari ZIS Anda

Lanjut, Xpedisi Sehat Bersama Quran Diadakan di Jogja

SLEMAN - Pada hari Rabu (21/10), Lazismu bersama Kawan Baik melanjutkan Xpedisi Sehat Bersama Quran di Jogjakarta. Program ini sebelumnya telah dijalankan di Jakarta pada Senin (19/10) dan akan dilanjutkan di Surabaya pada Kamis (22/10).

Program ini adalah penyaluran paket pembelajaran dan kesehatan ke 9 panti asuhan di Jakarta, Jogjakarta, dan Surabaya. Paket yang diberikan berisi hand sanitizer, alat makan pribadi, masker, buku panduan pandemi, botol minum isi ulang, tas serut, Alquran, dan alat tulis.

Selain paket pembelajaran dan kesehatan yang diberikan kepada anak asuh, program ini juga memberikan penyuluhan kesehatan dan sanitasi kepada panti asuhan berupa pemberian thermogun, santunan panti, penyuluhan kesehatan, penyemprotan disinfektan, dan pembuatan wastafel tempat cuci tangan.

Di Jogja, paket bantuan diberikan kepada Panti Asuhan Muhammadiyah Seyegan, Sleman, Panti Asuhan Muhammadiyah Mekar Melati, Minggir, Sleman, dan Panti Asuhan Abu Dzar Alghifari, Gamping Sleman. Menurut keterangan Ardi Luthfi Kautsar, Manager Divisi Pendidikan, Dakwah, dan Iuranmu Lazismu Pusat, pihak panti menyambut kehadiran Lazismu dan Kawan Baik dengan baik.

“Mereka sangat bahagia dan sangat senang atas program yang dijalankan ini. Terutama dengan diberikannya alat pencuci tangan portable, thermogun, Alquran tulis, hand sanitizer, alat-alat makan, masker, dan alat minum. Sehingga untuk minum mereka tidak saling tukar-menukar agar mengurangi resiko penularan penyakit,” jelasnya.

Selain Lazismu dan Kawan Baik, program ini juga melibatkan Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) PDM Sleman, Muhammadiyah Covid-19 Command Center (MCCC) PDM Sleman, dan Majelis Pemberdayaan Sosial (MPS) PWM DIY. (Yusuf)

SELENGKAPNYA
5 Mei 2025

Selang Satu Minggu, Lazismu Gunungkidul Bedah Rumah Lagi

GUNUNGKIDUL - Pada hari Kamis (22/10), Lazismu Gunungkidul kembali melakukan peletakan batu pertama untuk pembangunan rumah warga Kemorosari II, Piyaman, Wonosari, Gunungkidul. Lazismu membangunkan rumah untuk Teguh Wiyono, buruh bangunan berusia 51 tahun. Sebelumnya ia menempati rumah yang masih terbuat dari GRC. Satu pekan sebelumnya, Lazismu Gunungkidul baru saja menyelesaikan pembangunan rumah untuk Fajar, Pegawai TU MI Muhammadiyah di Gunungkidul.

Istri Teguh, Nur Wiyasih (48) menderita penyakit pengapuran sendi sehingga tidak bisa berjalan dan harus menggunakan alat bantu kursi roda, sekaligus darah tinggi dan stroke ringan. Pasutri ini memiliki 1 putri bernama Zhidny Mufida, guru PAUD Terpadu Aisyiyah Nur Sa’adah. Zhidny menikah dengan Ahmad Riyadi, driver mobil Ambulan Lazismu Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Gunungkidul dan dikaruniai 1 orang putra. Teguh tinggal bersama istri, anak, menantu, dan satu cucunya.

Peletakan batu pertama dilakukan oleh ketua PDM Gunungkidul, Drs. H. Sadmonodadi, MA didampingi oleh Kepala Dukuh, Murwanto, Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) setempat, Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (KOKAM) Gunungkidul, Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Gunungkidul, dan pengurus masjid setempat.

Sadmonodadi dalam sambutannya menyebut bahwa Lazismu memiliki tujuan untuk mendekatkan antara donatur, orang yang memiliki kelebihan harta dengan warga atau dhuafa yang kurang mampu. “Maka Lazismu melakukan bedah rumah. Semoga bisa bermanfaat bagi Pak Teguh dan keluarga,” ujarnya.

Pembangunan ini didukung oleh PRM, masjid setempat, dan relawan dari Muhammadiyah seperti MDMC dan KOKAM serta warga masyarakat sekitar. Diperkirakan pembangunan akan selesai lebih dari satu bulan.

Wahyudiyono, Ketua Lazismu Gunungkidul menyebut bahwa luas rumah yang akan dibangun adalah 6 x 6 m sesuai dengan SOP Lazismu dengan anggaran Rp 25.000.000,- “Semoga donatur yang mempercayakan donasinya lewat Lazismu senantiasa mendapatkan balasan pahala yang berlipat,” jelasnya melalui saluran telepon.

Menurutnya, penerima manfaat merasa sangat terbantu, mengingat beberapa waktu sebelumnya penerima manfaat sudah mengajukan ke pemerintah desa setempat, namun belum di respon sampai Lazismu hadir saat ini. 

“Kita bangun rumah baru di sebelah rumah yang lama. Karena kebetulan masih ada lahan kosong. Kalau mau bongkar yang lama nanti mau tinggal dimana? Apalagi sekarang sudah musim hujan,” tutupnya. (Yusuf)

SELENGKAPNYA
5 Mei 2025

Sri Marini, Ternak Bebek di Tengah Keterbatasan

SIDOARJO - Rini, salah seorang peternak bebek di samping Bandara Internasional Juanda, Surabaya, mendapatkan bantuan UMKM dari Lazismu Jawa Timur. Bantuan ini diterima oleh Rini pada akhir Agustus. Ia adalah ibu rumah tangga berusia 42 tahun yang harus menghidupi tiga anaknya sendirian karena suaminya telah meninggal dunia 8 tahun silam.

Ketiga anaknya masih membutuhkan biaya yang besar untuk sekolah dan kuliah. Fajar Muhammad, putra Rini pertama berusia 20 tahun dan sedang menempuh pendidikan di Universitas Muhammadiyah Sidoarjo. Anak kedua bernama Annisaul Mubarokah berusia 19 tahun dan sedang menempuh pendidikan di SMA Muhammadiyah Dua Sidoarjo. Sedangkan anak ketiga bernama Sofia Nur Laili berusia 12 tahun sedang menempuh Pendidikan Dasar.

Beruntung sang suami mewariskan usaha yaitu ternak bebek yang telah dikembangkannya sejak 10 tahun silam. Bebek yang diternak adalah bebek petelur. Tanah yang ditempati untuk kandang bebek disewa dari bagian pengairan desa, letaknya sangat dekat dengan Bandara Juanda. Semasa hidup, kegiatan sang suami adalah merawat dan memberi makan bebek-bebek itu saban pagi hari. Tiap hari pula Eko mendistribusikan telur-telur itu ke pasar, toko atau pedagang makanan. Sebagian diambil ke kandang oleh para pelanggannya. Sementara Sri Marini mengurus rumah tangga dan keperluan anak-anak.

Kini mau tak mau, suka atau tak suka, usaha ternak bebek yang menjadi sumber penghidupan keluarga itu harus diteruskan apapun keadaannya. Sebagai single parent, Sri Marini bertekad untuk menjadikan ternak bebek ini menjadi penyokong ekonomi keluarga. Tugasnya saat ini pun ganda, menjadi kepala rumah tangga dan wirausahawati.

Ia ditemui oleh Lazismu di kandang bebeknya di Jl H Syukur, Sedati Gede Sidoarjo, dekat dengan landasan pesawat Bandara Internasional Juanda (27-08-2020). Dengan semangat bu Rini menceritakan suka duka hidup dan usahanya yang tetap bertahan hingga kini. Cerita bu Rini ini semoga bisa menginspirasi bagi para wanita yang suatu saat harus menjadi single parent.

Saat berkembang dulu, jumlah ternak bebek keluarga ini mencapai 800 an ekor lebih. Setiap hari sebanyak 200-300 butir telur bebek bisa dijual. Per butir telur bebek harganya antara Rp. 1.500,- s/d 2.000,- tergantung besar kecilnya. Hasilnya, bisa dijadikan sebagai sumber pendapatan keluarga guna memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari dan biaya sekolah anak-anak. Almarhum suami bu Rini sebenarnya juga seorang karyawan swasta, sehingga ekonomi keluarga saat itu tak menemui kendala yang berarti.

Ketika ditinggal sang suami, usaha ternak bebek ini masih berjalan dengan baik, lancar dan normal. Walau harus payah mengurus keluarga, banting tulang memelihara bebek-bebek dan memutar otak menyikapi harga pakan yang naik turun, bu Rini tidak kenal putus asa.

Ketegaran wanita lembut ini tampak ketika ia seorang diri sibuk berlama-lama di kandang mengurus bebeknya. Ketelatenan dan kesabaran sudah menjadi kata kuncinya. Apapun badai yang menghadang pantang berputar haluan, sekali beternak bebek tetap beternak bebek. Tak terpikir baginya untuk menutup usaha dan banting setir bekerja menjadi karyawan atau pegawai di toko atau dimanapun untuk mendapatkan uang.

Namun badai itupun datang. Bulan Maret 2020, wabah pandemi virus Corona menerjang tanah air tercinta. Bencana global itu juga melanda kampung halaman bu Rini di Sedati Gede Sidoarjo. Warga menjadi terdampak akibat adanya pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Pasar ditutup dan tempat-tempat yang mengundang keramaian dan kerumunan publik dihentikan operasionalnya. Warga diperintah tinggal di rumah masing-masing hingga pandemi agaka mereda.

Tak ayal usaha bu Rini terkena imbasnya. Mencari pakan ternak bukan main sulitnya. Jika ada, harganya melambung dan tempat langganan beli pakan itu tutup walau melayani pembelian secara tidak terbuka. Omzet penjualan telur bebek menurun drastis. Sebagian bebeknya terpaksa dijual untuk bertahan hidup keluarganya. Selain itu juga karena tak sanggup membelikan pakan.

Kini jumlah bebeknya hanya tinggal 400 an ekor saja. Kandangnya seakan kosong karena sebagian besar bebek telah dijualnya. Dengan 400 an ekor bebek itu saja bu Rini seakan kalang kabut mengelola ternaknya. Ia harus banyak akal guna mendapatkan pakan ternak karena hasil penjualan kadang tak sebanding dengan pengeluaran.

Ketika PSBB sudah agak longgar, ada rekan jamaah Masjid yang mau berkongsi usaha dengannya, guna mengisi kandang agar tidak terlihat kosong. Namun bukan bebek yang diternak, melainkan ayam petelur. Itu pun masih coba-coba. “Semoga berhasill,” kata bu Rini. Namun bukan berarti persoalan usai. Masih banyak masalah yang menyelimuti usahanya. Masalah terbaru adalah kondisi kandang yang semakin tidak layak dan harus diperbaiki, supaya ternaknya bisa hidup higienis.

“Alhamdulillah, terima kasih Lazismu. Kok ya pas waktunya ketika saya dalam kondisi kehabisan uang untuk beli pakan bebek. Bantuan ini langsung saya belikan pakan ternak di Surabaya. Terima kasih kepada Lazismu dan semua pihak yang telah memberikan bantuan ini. Semoga bantuan ini dapat mengembangkan usaha kami,” katanya dengan penuh syukur.

SELENGKAPNYA
5 Mei 2025

Merajut Asa, Kisah Pelajar Bojonegoro dengan Kaki Palsu

BOJONEGORO - Malang benar nasib Ihyaul Ulumudien (15 tahun), seorang pelajar MTs an-Nafiah, Banjaran, Baureno di Bojonegoro. Ia kehilangan kaki kanannya, karena sebuah kecelakaan di jalan raya. Niat hati menghindari orang agar tak terlanggar kendaraannya, justru dirinya sendiri yang tertimpa celaka. Tentunya ini merupakan hikmah dan pelajaran bagi semua orang tua yang mempunyai anak usia pelajar agar lebih seksama dan berhati-hari dalam mengawasi putera-puterinya mengemudikan kendaraan bermotor.

Peristiwa itu terjadi enam bulan silam, tepatnya di bulan April 2020, ketika pandemi virus Corona melanda negeri ini. Saat semua pelajar sekolah diliburkan untuk berdiam dan belajar di rumah. Ihyaul, pelajar yang tinggal bersama orang tuanya di desa Banjar Anyar RT 09 / RW 03 kecamatan Baureno, karena suatu keperluan penting harus bertandang ke rumah temannya di desa seberang. Untuk mempercepat langkahnya ia mengendarai sepeda motor milik orang tua. Selain praktis, bisa cepat sampai, begitulah kiranya niat hatinya.

Ketika melaju di Jalan Raya Baureno yang menghubungkan antara Babat Lamongan dan Bojonegoro, naas pun seakan menyapanya. Ihya bermaksud menghindari orang yang berada di pinggir jalan raya, namun tak disangka dari arah yang beralawanan melaju sebuah mobil. Ihya tertabrak dan terlempar beberapa meter. Motornya ringsek dan yang lebih fatal adalah kaki kanannya dihantam bagian depan mobil hingga patah dan mengeluarkan banyak darah. Beruntung ia masih hidup, alhamdulillah, Allah SWT masih menyelamatkan nyawanya.

Dengan tak sadarkan diri Ihya dibawa oleh orang-orang yang menolongnya ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan pertolongan. Sementara itu darah terus keluar dengan deras di kaki kanannya. Orang tua Ihya pun datang ke rumah sakit untuk mengetahui kondisi anaknya. Keluarga, kerabat dan teman juga berdatangan menjenguknya.

Dokter menyimpulkan kaki kananya mengalami kerusakan parah dan harus segera diamputasi. Pak Jaelani, bapak Ihya, sungguh merasa terpukul mengetahui nasib anaknya. Ia tak bisa membayangkan anak lelakinya harus hidup dengan satu kaki saja, sedangkan masa depannya masih panjang. Ihya adalah seorang remaja, putra bungsu pak Jaeleni yang mempunyai lima orang anak.

Dengan pasrah dan ikhlas, pak Jaelani menerima keadaan pahit, anaknya harus menjalani operasi amputasi kaki kanannya. Pak Jaelani hanyalah seorang petani, yang karena kondisi lingkungannya tidak membuat lahan pertaniannya berkembang. Ia malah sering gagal panen karena ulah hama sawah yang sering meranggas tanaman di lahannya. Beban ekonomi sungguh berat disandang oleh seorang petani yang kurang didukung oleh keadaan yang kondusif.

Bagi pak Jaelani, seorang warga desa, berdoa dan menerima kenyataan adalah jalan terbaik sembari mencari solusi atas musibah yang menimpa anaknya.

Sepulang dari sembilan hari opname di RS, termasuk menjalani operasi amputasi kaki kanannya, membuat Ihya sering terdiam, murung dan termenung. Ia tak lagi kelihatan bergairah dan bersemangat. Masa remaja yang seharusnya ia jalani dengan penuh sukacita mendadak sirna karena musibah yang menimpanya.

Kondisi yang masih dalam masa pandemi virus Corona mambuat Ihya dan juga teman sebayanya duduk berdiam di rumah. Namun penderitaan Ihya tak hanya kejenuhan karena PSBB, ia harus merasakan pedih karena tak lagi mempunyai kaki kanan. Untuk berjalan, Ihya dibelikan sanak keluarganya sebuah alat bantu jalan, atau egrang istilahnya. Dengan alat bantu itulah Ihya berjalan tertaih-tatih. Ia pun mencoba untuk kuat hati walau dari wajah tak dapat disembunyikan sebuah perasaan kesedihan yang begitu mendalam.

Suatu saat, cerita Ihya, anak pak Jaelani, terdengar ke telinga Amil Lazismu di kabupaten Bojonegoro. Berkat informasi dari Pimpinan Ranting Muhammadiyah di desa setempat, Rudi Suparno, Amil Lazismu, mencoba berkomunikasi dengan keluarga Ihya, terutama pak Jaelani. Lazismu menawarkan bantuan kaki palsu, dengan harapan dapat membantu Ihya berjalan dengan baik, lancar dan tidak tampak lagi mengalami kecacatan fisik yang kentara.

Pak Jaelani senang mendengar tawaran ini dan Ihya pun bisa sedikit tersenyum walau masih memendam kepedihan di hatinya. Apalagi pak Jaelani tidak mempunyai akses kemana harus mencari kaki palsu dan kondisi ekonomi juga tidak memungkinkan.

Maka, pada 4 Oktober 2020, Lazismu mengajak pak Jaelani dan Ihya ke Bengkel Kaki Palsu di Pandaan, kabupaten Pasuruan. Pengukuran pun dilakukan untuk memperoleh kaki palsu yang pas dan tepat buat Ihya.

Tanggal 20 Oktober 2020 sebuah kaki palsu sisi kanan pun selesai dibuat bagi Ihya. Tim Lazismu bersama Ihya dan bapaknya kembali bertandang ke Pandaan Pasuruan, untuk mengambil dan sekaligus memasang kaki palsu Ihya. Pemilik Bengkel Kaki Palsu juga mengajari dan memberi contoh kepada Ihya bagaimana berjalan dengan baik dan lancar dengan kaki palsu.

Alhamdulillah, akhirnya Ihya tidak lagi berjalan dengan alat bantu egrang. Dengan kaki palsu ia bisa berjalan layaknya orang normal lainnya. Beberapa jam Ihya diajari oleh pemilik Bengkel agar tidak merasa kaku dan canggung dengan kaki palsunya. Bahkan pemilik bengkel kaki palsu terus memberikan motivasi dan semangat serta menunjukkan salah seorang pengrajin kaki palsu di bengkelnya yang juga mengalami cacat di kakinya, bisa bergerak bebas, berlari-lari dengan kaki palsu. Tak tampak kalau ia cacat kaki. Ihya pun mengangguk tanda memahami dan di dalam dadanya terbersit sebuah semangat untuk belajar.

Ketika Tim Lazismu Bojonegoro berkunjung ke kantor Lazismu wilayah Jatim di Surabaya, Ihya masih terlihat diam, minim berkata-kata, walau sedikit tersenyum ketika diajak bercanda. Lazismu terus menyemangati dan membuka pikiran Ihya agar lebih menatap masa depannya dengan berpikir yang positif, menerima kenyataan, lapang dada dan siap belajar serta berjuang dengan keras.

“Terima kasih atas perhatian dan bantuan dari Lazismu kepada kami, semoga gusti Allah yang membalas kebaikan bapak-bapak semua. Yang namanya musibah ya bagaimana lagi harus dijalani dengan sabar” kata pak Jaelani singkat sambil menahan haru.

Semoga Ihya mampu bangkit dan kuat kembali. Kini saatnya bgai Ihya untuk bersiap belajar, belajar dan terus belajar guna meraih cita-cita dan masa depannya. Doa dan dukungan dari para Muzakki dan donatur Lazismu senantiasa menyertainya. Selamat dan sukses semoga menyertai Ihyaul Ulumudien dari bumi Bojonegoro. Aamiin. (Adit).

Sumber: Lazismujatim.org

SELENGKAPNYA
5 Mei 2025

Kantor Lazismu se Jatim Kembali Diaudit, Jumlahnya Meningkat 5 Kali Lipat

SIDOARJO - Untuk menjaga akuntabilitas dan kredibilitas lembaga kepada publik dan umat Islam di Indonesia, pada hari Senin – Sabtu (19-24) Lazismu Jawa Timur menyelenggarakan audit laporan keuangan tahun 2019. Audit ini dilakukan atas laporan keuangan tahun 2019 kantor Lazismu se Jawa Timur, baik kantor perwakilah wilayah, kantor perwakilan daerah, maupun kantor layanan.

Pembukaan dilaksanakan pada Senin (19/10) di Hall Resto Bunda Nur, Sidoarjo, dan dihadiir oleh Badan Pengurus Lazismu Pusat, Eny Muslichah Wijayanti; Ketua Badan Pengurus Lazismu JAwa Timur, drh Zainul Muslimin beserta jajarannya; dan Kantor Akuntan Publik AR Utomo, Achmad Toha beserta tim. Selain itu,hadir pula Ketua Badan Pengurus Lazismu Pusat, Hilman Latief, secara virtual dari Yogyakarta.

Dalam sambutannya, drh Zainul Muslimin menyebut bahwa salah satu bukti lembaga memiliki manajemen yang rapi, kinerja yang baik, kredibel, dan terpercaya dapat dilihat dari laporan keuangannya.

“Maka Lazismu Jawa Timur akan terus meningkatkan manajemen dan kinerja administrasi keuangannya, sehingga dari tahun ke tahun Lazismu Jatim akan semakin kredibel dan mendapatkan kepercayaan dari muzakki dan donatur,” ujarnya sebagaimana dikutip dari lazismujatim.org.

Pada tahun 2019, Lazismu Jatim memiliki 1 kantor wilayah dan 5 kantor daerah yang telah diaudit. Menurut Zainul, tahun ini jumlahnya naik sampai 5 kali lipat. Ia mencanangkan tahun 2021 semua kantor Lazismu di Jawa Timur yang meliputi 37 kantor daerah dapat diaudit.

Sementara itu, Hilman, dikutip dari lazismujatim.org menyambut dan mengapresiasi perkembangan Lazismu Jatim yang sudah dua tahun terakhir diaudit laporan keuangannya. Menurutnya hal ini dapat menjadi contoh bagi Lazismu di provinsi yang lain agar segera melakukan audit keuangan.

“Lazismu sebagai pengemban amanah zakat infaq dan sodaqoh harus meningkatkan kepatuhan dan ketertiban sebagai organisasi yang tertib dan rapi. Amanah yang telah dititipkan kepada Lazismu harus dilaporkan dengan sebaik-baiknya. Lazismu tidak hanya dituntut untuk dapat menyalurkan secara tepat namun juga tertib administrasi,” jelasnya.

Hilman menyebut bahwa kekuatan gerakan dan lembaga ke depan adalah ketertiban, kerapian, dan keaatan dalam pencatatan administrasi keuangan. Sehingga mampu diperiksa oleh lembaga auditor yang independen.

SELENGKAPNYA
5 Mei 2025

Lazismu DIY Lakukan Audit Keuangan Tahun 2019

SLEMAN - Pada hari Rabu (21/10), Lazismu Wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta melakukan audit laporan keuangan tahun 2019. Audit dilakukan oleh auditor eksternal AR Utomo. Kantor Akuntan Publik AR Utomo merupakan anggota dari Institut Akuntan Publik Indonesia (IAPI) dengan Izin Menteri Keuangan Republik Indonesia berdasarkan Keputusan No. 5 / KM.1 / 2012 tentang Izin Usaha (KAP). 

Kegiatan audit lazismu DIY dilaksanakan dengan melakukan serta mematuhi protokol kesehatan yang di tetapkan oleh pemerintah dan MCCC PWM DIY, yaitu melakuakan pengecekan suhu tubuh, mencuci tangan, selalu mengguanakan masker, dan melakukan jaga jarak. Selain itu, ruangan pemeriksaan berkas oleh auditor juga dilakukan di ruangan khusus tim auditor dan dilakukan seterilisasi ruangan setelah pengecekan berkhir. 

Pembukan Kegiatan audit lazismu DIY dilakukan secara Daring melalui zoom meeting. Dimulai pukul 09.00 WIB. Dalam pembukaan ini hadir ketua tim auditor, Ahmad Toha; Ketua badan Pengurus Lazismu Pusat, Hilman Latief dan jajarannya.

Selain Lazismu Pusat, turut hadir Pimpinan Wilayah Muhammadiyah, Sukiman; Badan Pengurus Lazismu DIY, Cahyono; Ketua Badan Pengurus; dan Misbahul Anwar, Bendahara Badan Pengurus dan Kantor Layanan lazismu se DIY. Kegiatan pembukaan berakhir pukul 11.00. 

Selanjutnya, Toha didampingi oleh Musbah melakukan kunjungan ke Kantor Lazismu Daerah Sleman. Kantor Lazismu Daerah Sleman adalah salah satu dari 5 kantor Lazismu Daerah di DIY. Kunjungan TIM auditor dan Lazismu Wilayah DIY disambut dengan baik oleh Arif, Ketua Badan Pengurus Lazismu Sleman. 

Kegiatan kunjugan dimulai dengan sambutan oleh Arif dan dilanjutkan pengarahan oleh Ahmad Toha. Toha dan tim melakukan pengecekan kantor Lazismu, pengecekan pencataan transaksi Lazismu, pemeriksaan keuangan, dan memberikan masukan masukan kepada Lazismu. 

Kegiatan kunjungan dilanjutkan ke Kantor Layanan Lazismu Minggir, Sleman yang berlokasi di Kliran, Sendangagung, Kecamatan Minggir, Kabupaten Sleman. Lazismu Minggir merupakan salah satu Kantor Layanan Lazismu Sleman yang dikunjungi oleh tim auditor. Sebelum adanya pengecekan di Lazismu Kantor Layanan Minggir, tim auditor disambut oleh KLL Minggir dan ketua PCM Minggir. 

Kegiatan kunjugan di akhiri dengan pengecekan lansung kantor KLL minggir. Selain mengecek kantor, tim auditor juga melakukan pengecekan pembukuan transaksi harian Lazismu KLL Minggir, aset Lazismu, staff Lazismu, dan kas harian Lazismu.

SELENGKAPNYA
5 Mei 2025
LAZISMU adalah lembaga zakat nasional dengan SK Menag No. 90 Tahun 2022, yang berkhidmat dalam pemberdayaan masyarakat melalui pendayagunaan dana zakat, infaq, wakaf dan dana kedermawanan lainnya baik dari perseorangan, lembaga, perusahaan dan instansi lainnya. Lazismu tidak menerima segala bentuk dana yang bersumber dari kejahatan. UU RI No. 8 Tahun 2010 Tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang

Alamat

Jl. Menteng Raya No.62, RT.3/RW.9, Kb. Sirih, Kec. Menteng, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10340
Jl. Jambrut No.5, Kenari, Kec. Senen, Jakarta Pusat 10430
info@lazismu.org
0213150400
0856-1626-222
Copyright © 2026 LAZISMU bagian dari Persekutuan dan Perkumpulan PERSYARIKATAN MUHAMMADIYAH
cross